~Thank you for your comments~

A/N : Maaf menunggu lama. Karena konfliknya sudah berakhir, jadi chapter-chapter akhir ini lebih banyak bahagianya 😀
terkadang aku agak malas menulis bagian yang nggak ada konflik, habis berasa datar sih. Tapi ya memang moment bahagia itu perlu setelah konflik. Jadi enjoy 😀

Di dalam kamar SooSun.
“Kenapa kamu bilang kita jadian?”
“Ne?”
“Sebenarnya kita kan tidak jadian.”
“Habis mereka semua pada jadian. Nggak enak kan kalau jadi yang tertinggal sendirian?”
“Intinya kamu cuma terbawa suasana saja.”
“Kamu tidak ingin jadian denganku Sooyoungie?” tanya Sunny dengan tatapan sayu.
DEG
“Se-seenaknya saja bilang kita jadian tanpa persetujuanku. Huh, kalau mau bercanda juga ada batasnya tahu,” kata Sooyoung sok jual mahal padahal sebenarnya dalam hatinya ada sebagian rasa senang.
“Baiklah, mianhae Sooyoungie.” Sunny tetap menampilkan senyum manisnya, tapi Sooyoung dapat membaca kesedihan dibalik senyum itu.
Sunny membuka pintu kamarnya. “Kalau begitu aku akan memberitahukan pada semuanya bahwa soal jadian kita tadi hanya bercanda saja.”
“Tunggu!” Sooyoung menarik tangan Sunny sampai Sunny kaget. “Kenapa denganmu? Padahal kalau kamu yang biasanya, kamu nggak akan bersikap seperti ini kan?”
“Kamu bicara apa? Memangnya aku bakal bersikap seperti apa?”
“Kamu bukan Sunny yang biasa kukenal! Lebih tepatnya sikapmu jadi beda sejak kejadian tentang udon itu!”
“Aku kan sudah bertobat, Sooyoungie.”
“Lalu kenapa sekarang kamu kelihatan seperti mau menangis?!”
Perkataan itu tepat mengenai hati Sunny. Sunny jadi tak kuasa untuk tidak menitikkan air mata.
“Ha-habisnya…”
“Huh, nangis lagi… kamu sering bikin aku jadi bad girl.”
“Mianhae…”
“Ya sudah, hapus air matamu.” Sooyoung menutup kembali pintu kamarnya. “Biarkan saja mereka berpikir kita jadian.”
“Tapi Sooyoungie… bukannya kamu merasa terganggu dengan status kita jadian?”
“…nggak kok.”
“Eh?”
“Aku nggak terganggu. Kita sudahi pembicaraan ini ya, hoaaamm~ karena aku ngantuk, mau tidur. Kamu juga cepat tidur sana.”
“Kalau begitu malam ini aku boleh tidur sama kamu?”
“Asal jangan berbuat macam-macam ya.”

**

Beberapa waktu yang lalu. Kejadian sebelum mereka jadian.

Yuri dan Jessica sedang berada di restoran barat. Iseng-iseng Yuri membuka bungkusan plastik fortune cookie gratis yang tadi diambilnya di counter depan. Yuri mengambil kertas kecil panjang yang terselip di antara celah cookie dan membacanya. Begitu membacanya dia langsung tegang.
Jessica melihat perubahan mimik muka Yuri.
“Apa yang kamu dapat?”
“Nggak, cuma begitu saja kok.”
Yuri menyembunyikan kertas itu di dalam telapak tangannya.
“Kalau dibilang begitu aku malah jadi penasaran. Ayo sini perlihatkan.”
“Ah jangan!”
Tapi Jessica memaksa mengambilnya.
The love of your life is sitting in front of you
Jantung Jessica langsung berdebar kencang.
“Ma-makanya aku tidak mau kamu membacanya.”
Pipi Yuri merona merah. Yuri mengalihkan pandangannya, sesekali mencuri-curi pandang untuk mengetahui seperti apa reaksi Jessica.
Tatapan Jessica berubah menjadi lebih hangat.
Jessica ingin meletakkan tangannya di atas Yuri. Jadi dia menggerakkan tangannya dengan kedua jarinya bagai sedang berjalan di atas meja dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. Semakin mendekati tangan Yuri.
Yuri baru menyadari ketika tangan Jessica sudah di atas punggung tangannya.
“Aku akan sangat senang andaikan benar.”
“Eh?”
“Saranghaeyo, Yuri ah…”
“………………..”
“Yuri?”
“A-akhirnya… ini sungguhan bukan mimpi kan?” Yuri mencubit pipinya sendiri dengan sebelah tangan yang tidak digenggam Jessica.
“Ahaha, Kwon pabo. Perlu kuulang?”
“Ya, tolong.”
“Saranghaeyo, Yuri ah…”
Ingin rasanya Yuri memekik keras-keras. Dan menari-nari.
Seperti ada ribuan kupu-kupu berterbangan dalam perutnya.
Jessica tersenyum melihat reaksinya. Dia dapat membayangkan apa yang akan Yuri lakukan dari raut wajahnya. “Padahal waktu kita makan berdua seperti ini malah kamu yang malu-malu. Sekarang jadi kebalik, hehe. Kalau mau bergembira di dorm saja, sekarang kita masih di tempat umum.”
“Tapi kalau selca boleh kan?” kata Yuri girang sambil mengeluarkan Hpnya. “Aku perlu mengambil foto untuk moment ini.”
Lalu Jessica berpose dengan manis sambil memegang minumannya.

**

“Saranghae Hyunnie, maukah kamu menjadi kekasihku?”
Hening…………..
“Ah, tidak, harus lebih berperasaan lagi. Ehem.”
“Atau mungkin kata-katanya terlalu tipikal? Tapi apa yang sebaiknya kukatakan.”
Yoona mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.
“Arrgghhhh!! Padahal aku sering main drama. Tapi kenapa kalau memikirkan kata-kata sendiri rasanya aku jadi payah?”
Lalu Yoona menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur.
“Fuhh…”
“……………….” Yoona menatap langit-langit kamar sambil membayangkan sosoknya dan senyumnya yang manis. Lalu memejamkan matanya.
“Hyunnie… aku sayang kamu. Seandainya kita bisa jadian. Pasti aku akan jadi orang yang paling bahagia sedunia…”
“Dengan senang hati, unnie.”
“Eh?!”
Yoona melompat bangun seperti kesetrum. Kemudian matanya langsung bertemu pandang dengan Seohyun.
“Ma-maaf aku tidak sengaja mendengar, habis unnie tidak menutup pintunya rapat-rapat.”
Wajah Yoona menjadi panas.
“Uwaaaaaahhhhh! Lupakan! Lupakan yang barusan Hyunnie! Aku hanya sedang latihan drama lalu kebetulan saja aku membayangkanmu!”
Seohyun sedikit kaget melihat Yoona yang menggerakkan tangannya dengan liar, seperti anak kecil yang berusaha menyangkal habis-habisan. Akhirnya Yoona kembali tenang setelah beberapa detik.
“Tolong lupakan yang barusan, aku malu sekali…”
“Tidak, tidak akan kulupakan.”
“Hyunnie ah…”
“Karena aku juga memiliki perasaan yang sama dengan Yoona unnie.”
Seohyun berjalan mendekat. Semakin dekat dengan jarak Yoona.
“Tadi unnie bilang kalau unnie menyukaiku kan?”
“I-iya.”
“Kalau unnie ingin jadian denganku kan?”
“Uh…”
Yoona sampai menelan ludah karena ditatap sedemian rupa. Yoona melangkah mundur tapi kakinya menabrak tepi kasur hingga ia jatuh terduduk. Yoona mendongak, menatap Seohyun yang sekarang ini tampak lebih tinggi darinya.
“Sekarang ini aku sangat ingin mencium Yoona unnie.”
“Hyu-Hyunnie?”
“Aku sungguh-sungguh Yoona unnie…”
Dari bola mata gadis yang lebih muda itu memancarkan ketegasan sekaligus rasa cinta yang mendalam.
“Kenapa denganmu?”
“Unnie tidak suka dengan aku yang seperti ini? Apa aku terlalu agresif untuk unnie sukai?”
“Bukan.” Yoona menggeleng. “Aku cuma gugup saja kalau mendadak seperti ini.”
“Yoona unnie… boleh kan aku cium unnie?”
Yoona hanya memejamkan matanya sebagai jawaban saat jemari Seohyun yang halus membelai pipinya. Kemudian Seohyun sedikit membungkuk dan menyentuh bibirnya dengan lembut. Ciuman yang mereka bagi berlangsung lama meski hanya sentuhan bibir ringan.

**

Hyoyeon bersama Nicole sedang berbagi moment yang manis melalui telepon. Sesekali mereka bercanda, lalu kemudian tiba-tiba Nicole berkata.
“Hyoyeon, boleh nggak aku ngaku sesuatu?”
“Apa? Kok mendadak rasanya topiknya jadi serius begini?”
“……………….”
“Yaaahhhh……..”
“……………….”
“Nicoleeeeee~”
“……………….”
“Annyeong, moshi-moshiiiii~ masing tersambung kan?”
“Ne…”
“Apaan sih kok tiba-tiba malah jadi diem?”
“Aku takut kalau kukatakan perlakuanmu ke aku jadi berubah…”
“Apa sih? Berubah apa? Mana mungkin aku begitu. Kamu lupa ya dengan janji kita? Katanya gak ada rahasia di antara kita?”
“Engg… sebaiknya aku bilang nggak ya…?”
“Apaan sih, jangan bikin orang penasaran dong.”
“Baiklah, tu-tunggu sebentar, aku mau menarik nafas dulu.”
“Jadi sok dramatis nih. Sekalian saja berdoa, hahaha.”
“Shhh… haaaa…. sshhh… haaaa….”
Entah kenapa selama menunggu tiba-tiba Hyoyeon jadi berdebar-debar. Benaknya bertanya-tanya ‘mungkinkah ini pertanda?’
“Sudah?”
“Hyoyeon ah…”
“Neeeee~??” Padahal Hyoyeon bermaksud mengubah nadanya lebih serius tapi gagal. Memang suka bercanda sudah merupakan bawaannya.
“Sebenarnya… aku mencintai kamu.”
“……………….”
“Hyoyeon… jebal… kenapa kamu diam saja?”
“Nicole, kamu nggak sedang bercanda kan?”
“Apa? Jahaaattt… masa aku serius begini dikira sedang bercanda, uhhhh……”
“Nicole? Kamu menangis?”
“………………..” Nicole memilih diam. Karena kalau dia menjawab takut tangisnya akan pecah. Dia tidak ingin menyusahkan Hyoyeon. Diam-diam dia merasa bersyukur karena tidak harus bertatap muka langsung.
“Jangan nangis Nicole, aku pun…”
Hyoyeon menarik nafas sejenak. Dalam benaknya terbayang wajah Sooyoung. Sooyoung yang sekarang bahagia di sisi Sunny.
Aku akan melepaskanmu, batin Hyoyeon sambil tersenyum. Kali ini dia benar-benar sudah merelakannya.
“Sebenarnya juga mencintaimu.”
“Kamu bohong…”
“Lah? Sekarang malah kamu yang nggak percaya, gimana sih?”
“Buktikan.”
“Muaahhh~ tuh aku sudah cium kamu.”
“Kurang!”
“Muaahhh~ muaaaahh~ Ya! gantian dong? Masa aku terus?”
“Ahahaha, pabo Hyoyeon.”
“Dan aku malah dibilang pabo lagi.”
“Kalau begitu, saranghae…”
“Hmm, bisa katakan sekali lagi?”

__________________________________________________________________________

“Tumben kamu bangun lebih cepat.”
“Ya, aku ingin mencoba seperti apa rasanya membangunkanmu duluan, ehehe.”
“Kenapa kamu senyum-senyum?”
“Karena aku membangunkan kekasihku.”
“Kalau kamu masih ngantuk tidak usah memaksakan diri, baby.”
“Kalau demi kamu aku rela.”
Yuri memeluk tubuh Jessica di atasnya.
“Mana ciuman selamat paginya?”
“Dasar Yuri, pagi-pagi sudah manja.”
“Boleh dong, baby. Ini kan kamar kita, tidak akan ada yang melihat. Kalau dicium Sica nanti seharian aku bakal lebih semangat deh.”
“Sungguh?”
“Sungguh.”
Kemudian berpagutan bibir dengan mesra, yang beberapa detik setelahnya berubah menjadi ciuman panas.

**

Di ruang tamu. Sepasang kekasih sedang melewatkan waktu bersama sambil duduk di sofa empuk.
“Sunny ah~”
Sooyoung menyuapi sesendok puding jeruk ke mulut Sunny.
“Dasar Sooyoung, kenapa dari tadi kamu terus menyuapiku makanan?”
Tapi Sunny tak menolak juga tiap kali disodorkan sesendok makanan.
“Karena makanan akan terasa lebih enak kalau dimakan bersama.”
“………………”
“Mwo? Kenapa kamu menatapku seperti itu?”
“Ada angin apa nih, seorang shik shin bisa berkata seperti itu. Jangan-jangan nanti bakal ada hujan es.”
“Sembarangan, memangnya salah kalau aku berkata seperti itu?”
“Ya deh.”
“Hehe, karena aku sangat menyukai makanan, makanya aku mau membaginya dengan Sunny yang juga sangat kusukai.”
“Sooyoungie…”
“Sunny…”
Mereka saling berpandangan dengan kemesraan yang membuat hati keduanya mencair, sampai-
Bok!
Sebuah bantal empuk tepat mengenai wajah Sooyoung.
“Mwo? Kenapa aku dipukul dengan bantal?!”
“Alasan, sebenarnya kamu mau membuat aku jadi gendut kan? Sudah susah-susah aku menjaga berat badan akhir-akhir ini.”
“Mana mungkin makan puding saja akan membuat berat badanmu naik!”
“Kamu tidak menghitung makanan-makanan yang lain. Seperti es krim, coklat, dan cupcake! Ramen juga!”
“Gitu ya kamu sama aku Sunny.”
“Ya, memang aku gitu, shik shin.”
“Huh!”
“Aih, Sooyoungieku marah. Jangan marah dong sayang~” Sunny mulai beraegyo.
“Hentikan, aegyomu membuatku muak.”
Sunny cemberut dan memajukan bibirnya.
Saat itu Sooyoung mengambil kesempatan untuk mengecup bibir Sunny.
Chu~
“Ah curang! Kamu pasti sengaja!”
“Salahmu sendiri.” Sooyoung merong, lalu memasukkan sebutir coklat terakhir ke dalam mulutnya.
Tiba-tiba Sunny menangkup kedua pipinya lalu menciumnya secara paksa.
“Emphh!!”
Sunny membuka paksa bibirnya dan mengambil coklat itu dari dalam mulutnya.
“Aish… danshin ini…”
“Heheheh.” Sunny tersenyum penuh kemenangan sambil mengunyah coklatnya.

*~To Be Continued~*

A/N : Perkiraan mungkin chapter berikutnya sudah ending.

Bagian TaeNy nggak usah ditanya, karena memang nggak ada jatahnya di chapter ini

Advertisements

Comments on: "Cinta Segisembilan (Chapter 24)" (36)

  1. Taeny nya ko gak ada ya ?
    Bagian soosun nya bikin senyum senyum sendiri ,
    uhehehehe 😀

  2. Oo jdi gni to mreka jdian’a hmm…
    Hhh ciuman yulsic udh pnas ajj,, jgn blg mreka nti bkal NC-an #plak *readeryadong

  3. Soosun sweett bgt,tp lucu.. Yoonhyun udah gede ya skrg main cium2. Yulsic koq cuma ciuman panas,ga diterusin? ehh?! kekekee

  4. Sbnernya…. Gue lupa last episode iti gmn hahaha… Tpi manis bgt couple2 ity…. Aiiiii…. TaeNy udh d chap sblumnya or btr d next chap…

    Thanks for update…

  5. prillyties said:

    hahahah akhirnya yulsic yoonhyun hyocole dan soosun jadian tapi taeny mana?

  6. Kapten Kaoru said:

    taenynya mana kak?? hahahahah 😀 suka suka bagian Yoonseo 🙂

  7. kyril fadillah said:

    akhirnya yulsic soosun yoonhyun resmi
    tinggal tunggu taeny mungkin di next chapter

  8. okay mulutku dikunci soal taeny di chap ini.
    ff ini udah lama disimpan di folder sehingga bersarang. sejujurnya sy hampir lupa dg ff ini.

  9. Momentnya sweet banget
    Soosun seperti biasa ada berantemnya tapi akhirnya baikan lagi
    Yoonhyun udagh berani ciuman nich dagh mulai berani

  10. hana mutia said:

    ahhh
    mreka smw skrg udah jdian nih yaaa
    woww daebak lah ya 😀

  11. Komntar aku yang sblumnya dihapus aja.

    Aihhh Sunny merebut coklat dari Soo dngan cara sprti itu. :p
    YulSic moment so sweet lah pokoknya.^^
    HyoNic moment masih blum S yah.
    Moment YoonHyun-nya kurang panjang. XD
    Ditunggu aja chaptr pamungkas yang ada ehem ehem ehem-nya itu. XD

  12. Waduh, masa kagak ada TaeNy thor? :p
    Oke, next nya ditunggu 😀

  13. lucuuuu, suka banget ^_^

  14. semuany dah kompilt,, tinggal nunggu taeny

  15. Jangan membocorkan rahasia 😛

  16. Yah TaeNy eng ad 😦 tp eng ap” deh yg penting yoonhyun msh disini wkwk

  17. wah udh pd jdian nh smwany.lnjut thor

  18. untung yg bagian YulSic tdi gak disambung….
    jadi chapter selanjutnya abis ya…. 😦

  19. haha….lucu bngt!!!!

  20. Aihhh suka bingit yg bagian yoonhyun ><
    sweet sweet sweet~ xp

  21. Yyaaajj kok taeny nya ga ada sih 😦
    Aahhh soosun tuh ya klo suka bilang aja tp bagi’an soosun bener2 bikin nyengir2 sendiri hyunni knp jagi agresif mulai cium bibir yoong dulu’an 😀

  22. blue ocean said:

    author akhirny release jg hmpir bareng sm mr mr
    authorr pas happy ending nanti ada nc nya ga?

  23. Miss New New said:

    kelewat chapter ini hahaha

    iya kalo gak ada konflik emang kliatan cemen tapi manis unyu unyu kok

  24. yeyeeyye mereka smua jdian :D..
    taeny nya mna???

  25. huwaaaa aku telat.
    *tabok kpala sendiri*
    tau2 udh update huh, aku gak bakal tau klo gak diksh kbr sama temanmu author.

    udh lama bgt aku nunggu terusan ff ini.
    terlalu lama hingga aku nyaris lupa dgn ceritanya.

    at least akhirnya disini mereka jadian dan gak pake bertepuk sebelah tgn yg belibet kyk sebelumnya.
    yoonhyun~
    kyaa mrk sweet bgt, tumben hyunnie yg minta nyosor duluan.
    couple lain aku suka juga, tapi favoritku tetep yoonhyun.
    *efek yoonhyun shipper*

    buru2 ke next chapter.
    hwaiting chingu~~ (9 *^*)9

  26. sunny~kamu, main cipok aja
    tumben hyunni lebih agresif nih

  27. taetaelovers said:

    akhirnya setelah sekian lama nyari2 pasangan yang pas, mereka kembali ke royal family hahahahha

  28. Rencananya memang mau nanya TaeNy moment-nya mana. Cuman karna udah diperingatin, aku putuskan nggak jadi deng. Takut Maifate unnie murka XD
    Ahhhh, suka banget sama moment-nya YulSic sama SooSun unnie disini^^ XD

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: