~Thank you for your comments~

Aku no Futago (Chapter 1)

A/N : Artinya Twins of Evil
Pairing utama YoonYul, tapi juga ada pairing lain yang penting, seperti YulTae, YoonFany, dst 😀
yang nggak suka pairingnya gak usah baca juga gak apa-apa wkwkwk

FF ini terinspirasi dari sebuah lagu, aku terkesan begitu liat videonya, lalu kukembangkan sendiri 😀
tapi jangan tanya apa lagunya kalau nggak tahu, nanti jadi spoiler wkwkwk
boleh tanyanya kalau sudah selesai FFnya.
Ini FF lama yang pernah kusebutin (dalam komentar), kemudian kepikiran lagi setelah lama tersimpan. Rencananya hanya 3-4 shot saja.

Enjoy~

Pada jaman dahulu kala, di sebuah tanah yang kaya akan sumber daya tinggalah sebuah kerajaan bernama Sone yang diperintah oleh Raja yang arif. Sesuai dengan namanya yang artinya harapan dalam bahasa Korea, para rakyat pun menaruh harapan banyak terhadap Raja untuk mengubah negeri ini menjadi makmur.
Tidak lama kemudian sang Ratu mengandung dan lahirlah dua orang Putri kembar. Mereka dinamai Yoona dan Yuri. Mereka berdua kemana-mana selalu bersama sampai sepuluh tahun kemudian keduanya dipisah untuk pengaturan pertunangan mereka dengan pangeran negeri tetangga di masa depan.
Kemudian beberapa tahun kemudian sang Ratu pun meninggal dunia. Semenjak itu sang Raja jadi berubah, dia menjadi tiran dan suka memeras uang dari rakyatnya sebagai pelampiasan. Siapapun yang menentang Raja akan dihukum. Rakyat hidup dengan tunduk pada Raja yang bertangan besi.
Tujuh tahun setelah berpisah, takdir mempertemukan sepasang kembar ini kembali.
____________________________________________________________________________

Kita berdua terlahir ke dunia dengan membawa harapan. Dan diberkati oleh bunyi lonceng Gereja.

Selalu.
Selalu.
Kupikir kita akan terus bisa bersama seperti ini.
Bergandengan tangan denganmu dibawah langit biru yang indah.

Hari itu kami berdua menyelinap keluar dari istana. Lalu saat kita sedang berunding mau pergi kemana, perutku berbunyi. Wajahku menjadi merah, dan kamu tertawa melihatku.
“Haha Yoona, kamu benar-benar shik shin!”
“Hehe.”
“Gimana kalau kita mampir ke toko roti yang biasanya? Roti mereka yang baru selesai dipanggang rasanya enak, aku suka.”
Begitulah, kami membeli roti di toko roti langganan kami. Setelah membeli sepotong roti, kita membaginya jadi dua dan memakannya.
“Enak ya,” kamu tersenyum dengan bahagia. Aku pun balas tersenyum.
Ada noda krim menempel di sudut bibirnya.
“Ada krim di bibirmu.”
“Ohh?” Dia mengusap bibirnya, tapi di tempat yang salah. “Sudah bersih?”
“Belum.”
Aku tersenyum nakal dan mendekatkan wajahku, kemudian kujilat krim itu.
“Sekarang sudah, hehe.”
“Aish, kau ini iseng saja Yoona. Lalu apa yang akan kita lakukan setelah ini?”
“Ah, ayo kita ke padang rumput itu. Yuri unnie tahukah kalau sudah malam langitnya penuh bertabur bintang? Bersinar dan berkilauan bak lautan permata. Benar-benar cantik, ah tapi bukan hanya itu saja. Terkadang kalau kita menghubungkan beberapa bintang dengan garis, kita akan bisa menemukan bentuk yang unik.”
“Oh ya? Seperti apa?”
“Binatang.”
“Wah aku sih tidak bisa melihatnya. Kamu punya imajinasi yang hebat ya.”
“Hehehe.”
“Tapi, ini kan masih siang. Mana bisa melihat bintang di langit.”
“Hmm, benar juga. Kalau gitu kita habiskan waktu sampai malam disana.”
“Ayo, sambil menunggu kita bisa buat mahkota bunga atau cincin rumput disana.”

Masih ada begitu banyak tempat yang ingin kutunjukkan padamu.
Seperti bukit dengan pemandangan matahari terbenam yang cantik.
Tempat perkebunan dimana aneka ragam buah tumbuh.
Dan masih banyak lagi.
Sampai rasanya tak terhitung jumlahnya.

Kami berdua duduk di rerumputan. Mulai memetik untuk membuat asesori dari tanaman. Kami berdua setuju untuk saling bertukar asesori setelah selesai.
Kuperhatikan Yuri unnie yang sedang membuat cincin rumput dengan cermat. Bahkan sampai dia menjulurkan lidah saking seriusnya memperhatikan cincin rumput yang dia buat, ehehe lucu.
“Aku sudah jadi unnie.”
“Aku juga sudah, kemarikan tanganmu Yoona.”
Dia menyematkan cincin itu di jari manis kiriku. Setelah itu menggenggam tanganku dengan erat.
“Dengan begini maka Yoona adalah milikku,” katanya dengan senyum polos yang kebocahan.
“Ah Yuri unnie ini. Ini mahkota bunganya juga sudah selesai.”
Dia sedikit menundukkan kepala untuk memudahkan aku memakaikannya.
“Aku adalah ratu, ehehe.”
“Yuri unnie pantas jadi ratu.”
“Benar nih? Kamu bukan hanya sekedar memuji?” Dia menyikutku pelan.
“Iya kalau Yuri unnie sedikit lebih feminin, kekeke.”
“Ahh, dasar, kamu sendiri juga tomboy, Yoona.”
“Sekarang aku sudah nggak terlalu. Lihat saja aku lebih feminin akhir-akhir ini. Aku sudah melatih cara berjalanku,” aku tersenyum bangga seolah itu hal yang biasa dibanggakan.
“Huh, kata bocah berumur 10 tahun.”
“Unnie sendiri juga bocah!”
“Aku masih lebih tua dari kamu.”
“Curang!”

Kupikir momen bahagia ini bisa kurasakan selamanya. Tapi kenapa jadi begini?
Kenapa kita harus seperti ini?
Aku tidak mau terpisah darimu…
Aku mau selalu berada disisimu…

Aku masih ingat hari itu.
Saat kita akan berpisah wajahmu penuh bercucuran air mata, begitu juga denganku.
“Ini hadiah buat Yuri unnie,” kukalungkan kalung batu alam yang kubeli diam-diam ke leher Yuri unnie. “Lihat, aku juga punya kalung yang sama. Dengan begini kita bisa selalu dekat di hati.”
“Kamu tahu Yoona, aku sangat senang kamu berkata begitu. Rasanya aku jadi merasa kita benar-benar dekat di hati.”
“Saranghae unnie.”
“Nado saranghae, Yoona.”
“Jangan terlalu lama, ayo kita pergi,” kata seorang ahjumma sambil menarik paksa tanganku masuk ke dalam kereta kuda.
“A-ah!”
Selama beberapa saat Yuri unnie hanya terdiam. Tapi akhirnya setelah melihat perjuanganku mati-matian berusaha melepaskan diri dari tangan ahjumma itu, dia pun berteriak.
“Tidak Yoona! Aku tidak mau kita terpisah!”
“Yuri unnieeeee!”
Yuri unnie bermaksud mengejarku, tapi dia pun ikut ditahan oleh Umma.
Umma, mengapa?!
Mengapa kau memisahkan kami hanya demi keinginan egoismu?!
Saat itu yang ada dalam diriku hanya amarah yang meletup-letup. Aku bahkan tidak mengerti untuk apa sebenarnya tujuan pernikahan politik. Pernikahan yang dilandasi tanpa rasa cinta bagiku tidak akan bisa membangun keluarga yang baik.

____________________________________________________________________________

Hari ini aku menatap langit-langit dari jendela kamar sendirian lagi.
Yoona… Yoona…
Aku bosan. Tidak ada kamu yang bisa kuajak bercanda.
Apakah kamu juga sedang melihat langit yang sama? Apakah langit disana sebiru disini?
Tiap kali mengingat perpisahan kita, hatiku terkoyak.

Semenjak Yoona direnggut paksa dari sisiku. Rasanya aku menjadi seperti boneka. Tidak ada lagi hal yang bisa membuatku tersenyum.
Aku sendiri sadar betul dengan hal itu. Tapi aku tidak akan berubah.
Lebih baik aku tetap begini. Supaya barangkali Umma dan Appa akan merasa kasihan padaku dan mengembalikan Yoona kesini. Tapi ternyata mereka tidak pernah mengabulkannya.
Tiada hari berlalu tanpa pernah aku absen dari berdoa agar Yoona kembali ke sisiku.

Kuputuskan untuk berjalan-jalan di sekitar istana sebentar. Hitung-hitung untuk menghirup udara segar setelah berhari-hari hanya mengurung diri di kamar. Ketika melewati halaman belakang, aku melihat seorang gadis sedang duduk sambil melamun.
“Kamu, siapa namamu?”
“Err? Na-namaku Kim Taeyeon, tuan Putri.”
“Aku tidak pernah melihatmu, apa kamu pelayan baru disini?”
“Ne, maafkan ketidaksopananku yang tidak memperkenalkan diri terlebih dahulu,” gadis itu sedikit membungkukkan badannya.
“Apa yang sedang kamu lakukan?”
“Aku hanya sedang mengagumi bunga-bunga di halaman, Putri.”
“Apa kamu menyukai bunga?”
“Ya, sangat suka, mereka sangat indah, tapi hanya satu atau dua bunga yang kutahu namanya.”
“Oh… tapi bukannya itu terdengar menyedihkan? Kamu suka tapi kamu tidak tahu namanya.”
“Ah, apa boleh buat, karena aku kurang berpengetahuan dalam soal bunga. Tapi… menurutku tidak apa-apa. Selama bunga itu dihargai dan dirawat baik-baik, aku rasa bunga itu akan tetap senang.”
“……………….”
“Contohnya bunga yang ini, namanya bunga mawar. Cantik kan?”
Kuperhatikan bunga itu sejenak. Warna merah yang indah, tapi-
“Tangkainya berduri.”
“Ne, menurutku bunga mawar itu seperti manusia. Walau cantik tapi menyimpan kebusukan dalam hatinya.”
Sama seperti Umma, batinku.
“Tapi masih jauh lebih baik bunga. Karena mereka tampil apa adanya.”
“……………….”
“Uh, Putri, kenapa engkau kemari?”
“Memangnya aku tidak boleh berada disini?”
“Ah maafkan kelancanganku Putri, aku hanya ingin tahu apa Putri sedang punya waktu luang.”
“Ya, terlalu luang malah,” kataku ketus, sama sekali tidak berbicara seperti seorang Putri.
“Kalau begitu saya mau menyiram bunga ini dulu.” Taeyeon membungkukkan badannya memberi hormat lalu mengambil ember penyiram.
Aku menjatuhkan tubuhku di kursi terdekat, menyilangkan kakiku dan berpangku tangan di atas meja, sama sekali tidak memedulikan image seorang Putri. Melihat pelayan baru itu menyirami bunga-bunga mawar dengan jenuh.
Sosoknya tampak berpadu pas dengan alam di sekelilingnya. Dia menyanyikan lagu dengan riang.
“Daremo ga butterfly butta spider. Yeah ah~
Amai kaori to flavor. Oh flavor of flower~
Butterfly butta spider. Yeah ah~
Kokoro madowasu color. Oh color of flower~
Flower…hakanaku koi ga
Flower…ayashiku saita”
Heh, mentang-mentang sedang sedang menyiram bunga, jadi lagunya pun yang berhubungan dengan bunga.
Aku tersenyum sendiri. Dan tanpa kusadari aku pun memejamkan mata untuk mendengarkan suaranya yang merdu.
“Kamen wo shite jibun keshite dedashita human nature
Hontou no jibun de dance yami wo saita laser
Ateninarenai setsunateki night Do you know “ADABANA”?
Ano ko nimo smile hitonami wo surf do you wanna be my lover?
Do you wanna be my lover?
Do you wanna be my lover?
Tsukiagete kirameita gurasu wo musuu no awa ga kakeagaru
Mukidou na kansei no uzu wo mabushiku raito terashidasu
Daremo ga butterfly butta spider. Yeah ah~
Amai kotoba no wana. Oh flavor of flower~”

Tiba-tiba mulutku bergerak otomatis. “Butterfly butta spider~”
Dia berhenti menyiram dan menoleh ke arahku.
“Kok pas sekali? Barusan aku hendak menyanyikan bagian yang itu.”
“Habis entah kenapa aku jadi tertarik. Mungkin karena aku bosan dan lagu yang kamu nyanyikan terdengar catchy.”
“Ahaha.”
“Baiklah.” Aku berdiri dari kursi dan menghampiri Taeyeon. “Berikan penyiram itu.”
“Eh? Putri mau menyiram?”
“Memangnya seorang Putri tidak boleh menyiram bunga? Lagipula saat menonton kamu menyiram bunga kelihatannya kamu menikmati sekali.”
“Ah, tentu saja boleh, ini.”
Saat dia memberikan ember penyiram itu tak sengaja tangan kita bersentuhan. Aku merasakan percikan seperti chemistry di antara kita. Seperti kita akan bisa cocok satu sama lain.
Aku menyeringai dan menuangkan isinya ke daerah yang belum disiram Taeyeon.
“Nih, minumlah yang banyak biar tidak cepat mati.”
“Um, Putri… bahasamu…”
Tapi aku malah sengaja. “You die~!”
“Eh?”
“Ahaha! Sudah lama aku ingin mencoba bicara gaya preman!” bahkan tawaku saat ini pun sangat tidak feminin.
Dulu mungkin iya aku ingin jadi ratu. Tapi setelah Yoona tidak ada rasanya aku malah benci jadi ratu.
“Taeyeon, apa yang hendak kamu lakukan setelah ini?”
“Umm, mencabuti rumput-rumput liar dan membersihkan halaman.”
“Kalau begitu aku ikut.”
“Eh?! Jangan! Seorang Putri tidak sepantasnya mencabuti rumput atau membersihkan halaman!”
“Siapa peduli.”
“Walau Tuan Putri berkata begitu tapi semua orang peduli!”
“Tapi aku tidak suka semua orang memanjakanku hanya karena aku Tuan Putri.”
“Terlepas dari Putri suka atau tidak, kalau orang tahu aku membiarkan Putri membantuku, aku bisa dihukum!”
“Begitu ya? Jadi kamu akan dihukum?”
“Ne!”
“Hanya gara-gara ini?”
“Ya ampun Putri. Putri bilang ‘hanya gara-gara ini’ ? Tapi ini masalah buatku.“
“Kalau gitu tenang saja, kalau mereka mau menghukummu, aku sendiri yang akan bilang kalau aku yang memaksa.”
“Aish…”
“Ahaha, menyerahlah Taeng, aku ini Putri yang keras kepala. Aku tidak akan berhenti kalau keinginanku tidak terpenuhi.”
Taeng? Barusan aku memanggilnya Taeng?
Tapi anehnya aku merasa bisa cepat akrab dengannya.
Akhirnya dia pun menyerah dan membiarkanku membantunya. Aku melepas kedua sarung tangan putri warna putihku dan mulai mengerjakan. Ternyata berat juga mencabuti rumput.
“Tuh kan, gaun yang Putri kenakan jadi kotor deh. Ahhh walau tidak dihukum aku pasti bakal dimarahi…”
“Kekeke.”
“Putri malah tertawa lagi.”
“Maaf Taeng, tapi aku bosan kalau hanya berdiam diri di kamar.”

Yoona, apa kabarmu disana? Sekarang aku sudah punya teman baru, walau dia hanya seorang pelayan.

Namun 2 tahun kemudian aku dikejutkan oleh kabar bahwa Yoona menghilang. Aku menangis sejadi-jadinya. Hanya Taeng yang berada di sisiku untuk menghiburku. Aku menangis di pangkuannya, sedangkan dia menepuk-nepuk pelan punggungku untuk menenangkanku. Dia bahkan tidak tidur semalaman demi menemaniku.

*~To Be Continued~*

A/N : Akhirnya bisa bikin pairing YulTae yang jarang ini, ahaha^^

Advertisements

Comments on: "Aku no Futago (Chapter 1)" (70)

  1. YoonYul…………

  2. dan ak bsa bca yultae yg jarang ini….
    kmn yoona pergi….

  3. kim_biased said:

    Udah lama gak baca yoonyul.. Huhuhu
    Kasian yoonyul hrs terpisah..:(

    Aduuuh.. Pairingnya Yultae, jarang bgt kan. Haha chapter selanjutnya akan ada Yoonfany ya? Siipp laah..
    Lanjut thor~

  4. Wah pairing baru nich yultae ma yoonfany
    Disini masih povnya yul kebanyakannya

  5. epep baru 😀

    yoonyul sekali2 ok juga 😛

  6. Yoonyul….bgs tp yultae jrng ada jd pnsrn crtnya lnjt yah

  7. Taeng jd playan putri yul ya :pђέ:Dºђέº:pђέ:D. Dlanjut thor

  8. Wah jarang jarang nh ada pairing yultae sama yoonfany ,
    kali kali gapapa lah ,

  9. i love you kim taeyeon<3

  10. Hmm YoonYul, yultae, yoonfany…

  11. SiDer Tobat ._. said:

    gw suka yultaeeeeee thorrr~ *treak pake toa*
    yultae 2nd otp gw tuh… *gk ada yg nanya* u,u
    jrng banget ada ff cast’a yultae nih….
    saya suka..saya suka >.<

  12. Hwaaa YulTae, duo biaaassss!!! ><
    bentar-bentar.. YulTae.. Yuri Taeyeon..
    siapa Ukenya siapa Semenya nih eon? hahahaha 😀

  13. wahhhhhhhhhhhh~
    ini harus di lanjut nih HARUS

    walaupun awalnya aneh baca scenenya YulTae yg romantis-romantis gimanaaaaa gitu tapi akhirnya seruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

    ayoOooo~ thor monggo di lanjut 😀
    gak sabar nunggu kemunculan pairing lainnya
    hehe~~

  14. suka sama jalan ceritanya. ini aku lagi nebak2 mv apa yg dimaksud kakak en ak belu, nemu. iih sukanya main halacia lahaciaan hahahah
    suka suka suka >< apalagi ada paiting yultae. kyaaaaa jarang2 ada ginian. lanjut lanjt yang mana aja pokonya aku nunggu dengan syabar 😀

  15. ItemLuphJenong said:

    halo thor reader baru 🙂
    uwoo yultae… hehe
    kya’a seru neh penasaran jg ma hub yoonyul
    dtggu next chap thor

  16. kayaknya aku tau ni lagu….
    daughter of evil dari rin dan servant of evil dari len (vocalod) bukan?
    tapi kayaknya cuma bagian openingnya aja kalo lagu itu….

  17. Waktu liat judulnya twins of evil ga nyangka bakal scene kerajaan gitu
    Tapi sukaa :3
    apalagi taeri jd pairing, langka bgt nih
    lucu aja kalau yul sm taeng hihi
    Hwaiting thor^^

  18. Kartika Ayu said:

    Oke YulTae sama YoonFany.
    Semoga ending nya YoonYul sama Taeny 😀 #pemaksaan
    Sepertinya Part selanjutnya yoona pov ? Disini kan masih yuri pov.

  19. Miss New New said:

    wih boleh juga

    di hari minggu yg gerimis bikin lemes ini :3

    iyah Taeng ama Yuri.. dua2nya agak boyish gitu heuheuheu

    aku lom dapet feel nya
    *ini kan baru chap 1 kalii

    aaah thor,, masak.mih yuuuk

  20. beninsooyoungsters said:

    Wah pairingnya unik, belom pernah ada nih kayaknya^^
    Yoona kabur nyari Yuri kali ya, semoga aja deh hehe

  21. yultae yultae jjang…. jarang bikin ff yultae. ini sangat menarik.

  22. alur story rapih 😀 disni tae ngga byun berasa aga gimana :3 .. ayo tae tunjukan ke byunan mu ahaha ^^

  23. Lanjuttttt…….

  24. Annyeong~
    Reader baru hehe

    Jessjung ga muncul nih?
    Ditunggu aja deh..

  25. claireen liem said:

    saranghae monic eonni
    yeongwonhi saranghae

  26. Febylia Lie said:

    jahat amat -_- trus kabarnya yoona gmana thor? capter depan khusus yoona yakk?

    eniweii.. thor.. bikin taengsic dong 😀 denger” di smweek kemaren taengsic comeback ;p huehehe..

  27. tantysone said:

    Yultae? Yonfany? Feelnya gk dapet dri awal jga. :-/ -_-

  28. I really like your writing so much. And Merry Christmas!

  29. Hai hai hai lama sekali sya ndk berkunjung kesini,lha pas mampir ada ff yoonyul huassek sekali 😀 ,Wuookey cip deh aq tunggu kelanjutannya 🙂 SEMANGAT 😀 !!!!!

  30. Ini kira2 mv apa ya,, ???
    byangin yuri jd ratu hmhm kesan.x bukan anggun tp malah keren #rocknroll apa.an sih -,-

    btw teayeon d sni karakternya jd playan yg baik mematuhi aturan,, gk ada byun.x pdhl hehehehe gk jadi deh

    lanjut thor palli ><

  31. Bru nemu ff dg pairing yultae,trus ma sapa,yoonfany gtu? Jd tukeran kan,,,next nya di tunggu…

  32. kyaaa.. ini pairing utamanya YulTae??
    aku suka aku suka.. ntah sejak kapan aku mulai naruh hati some couple dork yg satu ini haha 😀
    Dintunggu next chapnya Sunbae ^_^

  33. Pairing spa aj bgus kok.. Aq ska.. YulTae emg ccok ut jd sahabatan. Scra TaeYeon klo sdh shbatn dgn Yuri biasay kocak abis n stia sm Yuri

  34. claireen liem said:

    anyeong Monic Eoni..
    knp lama bgt c updatenya.?
    .
    daripada terlalu lama hiatus gini, mending eonni bikin 1shoot, yg ringan2 aja, pokoknya update, supaya gk kelamaan gini
    .
    saran aku meending update 1shoot tntng komedi aja, seperti Soosun, walaupun ringan, tapi reader2 disini uda cukup terhibur nanti
    .
    asal jangan publish 1shootnya NC, ahahaha
    eonni aku mau es krim vanilla yg tadi eonni bilang.? aku minta dunk .?
    beli dimana itu.? kirimin foto es krim nya.?spy para reader2 disini pada ngiler ahahaha
    .
    hmm
    udah segitu aja, i love u Monic eonni

  35. Yoongkumaseororo said:

    Udah pernah baca Yoonfany, tp kalo Yultae blm… Penasaran gmana jadinya…

  36. waw yoonyul yultae yoonfany yah..

  37. claireen liem said:

    anyeong monic eoni
    .
    Lama bener updatex, hufftt
    jangan lama2 ya monic eoniQ sayang, para reader kasian uda pada lumutan menanti

  38. kaya ya disini yuri jadi primadona nih

  39. Aaaahh taeng tp blm kerasa yultae nya author di tunggu kelanjutan nya ya author 🙂

  40. kyaa kenapa yoonyul harus berpisah huhuhu >_<.
    lucu juga sih pairing yultae hihi.
    annyeong author-nim, new reader imnida, bangapsemnida
    mohon bimbingannya ^^ #bow.

  41. aww.. tae manisnyaaa *cubit pipi tae

  42. hennyhilda said:

    Hmm thor..kynya aq prnh liat ff ni dt4 lain dh.pa author pny wp lain lg?

  43. hennyhilda said:

    Aq agk2 lp cm karakternya sm da yoong,yuri m fany yg 1 lg aq lp sp.critanya sm..
    yg yuri mnt yoong bwt lenyapin fany krn org it sk m fany..hmm jd bingung #garuk2 kepala

    • mirip abis dong 😛
      aku gak pernah publish ff ini di tempat lain
      oh tapi rasanya aku inget, pernah ada yang reblog ff Aku no Futago ini, tapi cuma 1 chapter ini

      kalau bener gitu, berarti aku dah tau 😛
      dan dia gak ngaku dia yg nulis kok 😛

      • hennyhilda said:

        Owhh iy aq ingt yg 1 lg karakternya sica XD
        Hahaha aq c gtw cz prnh smpt bca ff ni dt4 lain n aq jd ingt klo d wp ni da jg ff kygn dsni wlw da sdkt bedanya d jln critanya heheheh 😀

      • disini memang ada Sica juga
        tp yah sebenarnya aku gak tau kalau dia ada ubah2 jalan ceritanya atau ngaku2 juga
        coz aku gak pernah ngecek, cuma tau ada yg pernah reblog chapter pertama ff ini

      • hennyhilda said:

        Owh gt >o<
        Yowess lahh hehehe 😀
        Dadah

  44. Oklah, aku belum dapat gambaran di fikiranku mengenai Aku no Futago ini. Semoga semoga lah……. 😀

    Cieee, kerajaan Sone XD Aku termasuk salah satu pelayan di istananya 😀
    Hahaha 😀 Next chapter! Go!!

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: