~Thank you for your comments~

Sudah satu jam berlalu sejak Sunny duduk tenang dan membaca buku itu. Parasnya mengernyit menyimak kalimat-kalimat, paragraf demi paragraf dalam buku itu. Dan ketika sudah sampai adegan seksual untuk kedua kalinya, dia sudah tidak sanggup membacanya lagi. Kedua tangan Sunny meremas buku yang dipegangnya lebih erat.
“Ap… apa-apaan ini?!” Sunny memekik kaget.

Sooyoung POV

Ketika aku berjalan menuju kamarku di lantai 2, aku mendengar suara pekikan yang berasal dari dalam kamar.
“Apa-apaan ini?!”
Aku bergegas membuka pintu kamar.
Aku sangat kaget begitu menemukan Sunny sedang duduk di depan mejaku. Dan buku tulis itu… astaga! Dia membaca Loveless!
Sunny beranjak dari kursi dan memandang ke arahku. Matanya menatapku setajam silet sambil menunjukkan buku yang dipegangnya.
“Sooyoungie, cerita ini… kamu yang menulisnya?”
Matilah aku… Dan juga segala fantasiku yang bodoh…
“I-iya,” ucapku tanpa berani menatap wajahnya.
“Bisa-bisanya kamu membuat cerita semacam ini.”
Brek
“!”
Sesaat kupikir hatiku yang dirobek.
Brek brek brek
Sunny masih merobek-robeknya menjadi beberapa bagian. Lalu melempar sobekan bukunya ke wajahku dengan murka. Aku merasa seperti menerima tamparan yang keras.
“Sudah itu kamu membuat aku berperangai buruk. Mengejar-ngejarmu sampai melukai diriku sendiri demi mendapatkan cintamu? Hah! Menjijikan! Jangan seenaknya menjadikanku sebagai karakter fantasimu!”
Sunny melangkah melewatiku tanpa memandang ke arahku. “Jangan dekati aku lagi!”
BLAM!
Dia membanting pintunya.
Sepeninggalnya, aku berjongkok untuk memunguti kertas bekas sobekan buku itu.
Ah…
Tak heran kalau Sunny marah. Karakternya dalam fiksi itu sangat egois dan menyebalkan. Dia begitu mengejar-ngejar aku sampai nekat melukai dirinya sendiri. Dan yang paling menyinggung kurasa karena aku menulis kalau aku mengambil keperawanannya saat kita masih anak-anak. Dan juga dia yang bermaksud memperkosaku.
Sunny mungkin akan jijik padaku sekarang. Dan sekarang dia akan jadi semakin membenciku.
Kenyataan yang sebenarnya cintaku bertepuk sebelah tangan. Karena itulah aku menulis fiksi ini demi memuaskan keinginan terpendamku. Ya… keinginan untuk dicintai Sunny.
Karena hanya dalam fiksi kamu rela menghalalkan segala cara demi mendapatkan cintaku.
Kalau begini jadi seperti…
“Bad ending ya…?”
Dan…
Begitulah fiksi berjudul Loveless ini berakhir.
Namaku Choi Sooyoung.
Dan ini adalah kisah cintaku yang sebenarnya.

**

Kami hidup di dunia dimana segala perkataan Genie adalah segalanya. Dan bagi yang belum tahu, Genie adalah Dewi pengabul keinginan yang berkuasa mutlak di dunia kami dan juga sangat dipuja. Karena kemampuannya yang dapat mengabulkan apapun semua permintaanmu, kecuali permohonan menghidupkan kembali sesuatu yang sudah mati ataupun sesuatu yang dapat merusak keseimbangan dunia. Tapi permohonan itu dengan syarat kamu harus membayarnya dengan harga yang setimpal.
Kini aku membawa sobekan-sobekan bukuku ke hadapan Genie. Di altar suci. Karena dunia ini sangat damai, makanya tidak banyak orang yang datang menghadap Genie. Kebanyakan dari mereka sudah puas terhadap apa yang mereka miliki, atau sekedar takut harus membayar harga yang setimpal dari apa yang mereka minta.
Begitu berdiri di tengah altar suci, aku langsung disambut oleh sosoknya yang bermandikan cahaya.
“Apa yang dapat kulakukan untukmu, anakku?”
“Genie… aku mohon tolong kembalikan buku ini seperti semula.”
“Baiklah, tapi dengan syarat salah satu buku di rumahmu akan berada dalam kondisi seperti ini. Tidak apa-apa?”
“Ya, aku sudah tahu.”
“Baiklah, keinginanmu terkabul.”
Dalam sekejap mata, serpihan-serpihan buku itu kembali ke bentuk semula menjadi satu bentuk buku yang utuh. Membuat senyum kembali tersungging di bibirku.
“Terima kasih, Genie.”
“Sama-sama, anakku.”
Aku mendekap buku itu erat-erat di dadaku dan membungkukkan badan kemudian pergi dari sana.
Walau sudah dibenci Sunny, tapi aku tidak ingin berakhir begitu saja. Aku ingin melanjutkan cerita ini.

Di tengah perjalanan pulang.
“Hei Sooyoung!”
Aku menoleh dan melihat seorang gadis ber-eye smile berjalan menghampiriku.
“Sudah lama aku tidak melihatmu. Ngomong-ngomong kamu masih ingat dengan janjimu? Mana fiksi yang kamu tulis?^^”
“Uh…”
“Apakah buku yang kamu pegang sekarang itu?
“Iya…”
“Yuk, kita duduk duduk sebentar, aku pinjam baca ya?^^”

Kemudian aku mengikuti Tiffany berjalan ke sebuah cafe kecil dan memesan secangkir teh.
“Ah, jadi judul ceritanya Loveless?”
Aku mengangguk dan memandangi wajah Tiffany sambil berpura-pura menyisip teh di cangkirku.
Tiffany sudah membaca fiksi yang aku tulis selama sekitar 10 menit dan dia masih belum berkomentar apa-apa. Tapi dia ada membuat beberapa wajah yang seperti berkata ‘Oh my God’.
5 menit berlalu lagi dan akhirnya dia mengangkat wajahnya.
“Bukannya kamu akan membuatkan fiksi tentang aku dan Taeyeon? Kenapa malah jadi namamu dan Sunny?”
“Kalau begitu kenapa tadi kamu masih lanjut membacanya?”
“Habis sepertinya karakter Sunny disini sangat menarik^^ walau tentu saja terlalu menyeramkan kalau seandainya kenyataan, ahaha.”
“Heh, entah harus kuanggap komentarmu itu sebagai pujian atau bukan.”
“Dan, ada beberapa adegan yang ‘WOW’. Sooyoung kamu byuntae, apa yang kamu pikirkan waktu menulisnya?^^”
“Cerewet ah… semua manusia juga punya sisi byuntae,” jawabku tanpa memandang matanya yang tersenyum penuh arti. Tapi aku tidak bisa menahan senyumku.
“Ahaha, kamu benar-benar sangat mencintai Sunny ya disini^^”
“Mananya? Orang aku menolak dia kok disitu,” jawabku pura-pura acuh.
“Ya, tapi aku bisa merasakan keinginan terpendammu. Bahwa sebenarnya kamu sangat ingin dicintai oleh Sunny, makanya kamu membuat karakter Sunny seperti ini.”
“……………….”
“Bagaimana? Benar kan?^^”
“Ya… woah, kamu pasti seorang pembaca pikiran yang hebat ya Tiffany? Bisa tahu padahal kurasa aku sudah menyembunyikan perasaanku sebisa mungkin supaya tidak ada yang sadar.”
“Ah tidak juga. Barangkali karena aku sudah terbiasa membaca pikiran Taeyeon. Walau tanpa dikatakan pun aku bisa tahu dari gerak-geriknya kalau dia mencintaku^^”
“Wah, enaknya orang yang dicintai.”
“Hehe, ini sirik atau nyindir?”
“Sirik kurasa. Karena Sunny tidak mencintaiku. Dan lebih parahnya lagi…”
“Lebih parahnya lagi kenapa?”
“Dia tidak sengaja membaca fiksi yang kutulis ini…”
“OMO! SUNNY MEMBACA INI?!”
“Ya, ssshhhh!! Kecilkan suaramu.”
“Ups, sorry. Lalu gimana reaksinya?”
“Kamu tanya gimana, kalau dilihat dari wajahku bukannya sudah jelas?”
“Ohh…”
“………………..”
“Hei Sooyoung.”
“Hmm?”
“Apa kamu tidak pernah kebayang minta Genie mengabulkan permohonanmu supaya Sunny mencintaimu?”
“Bukannya tidak pernah sih. Tapi aku tidak mau… kalau Sunny mencintaiku karena Genie mengabulkan permohonanku. Rasanya tidak murni dan seperti membohongi diri dengan perasaan semu.”
“Ya, kurasa kamu benar… lalu, apa kamu akan menulis lanjutan fiksi ini?”
“Iya.”
“Kalau begitu kukembalikan padamu lagi. Tapi sebenarnya aku agak khawatir sama kamu, Sooyoung. Takut kamu jadi tenggelam dan melupakan kenyataan yang ada.”
“Ne, tenang saja aku nggak bakal sampai melupakan kenyataan kok, aku juga tahu ini bukan hal yang baik. Tapi tidak apa-apa, biakan aku tenggelam lebih lama dalam delusi yang indah ini. Karena hanya di dalam fiksi aku bisa memiliki cinta yang tak pernah kumiliki di dunia ini.”

Atau mungkin juga sebenarnya fiksi ini melukiskan rasa penasaranku, bahwa gimana seandainya kalau perasaan kami terbalik.

Tiffany tidak lagi menunjukkan eye smile-nya dan sekarang memandangku dengan sorot penuh simpati.
“Jangan berwajah seperti itu. Aku nggak apa-apa kok, sungguh. Lagipula cinta bukan segala-galanya di dunia ini. Masih banyak hal lain yang membahagiakan di dunia ini. Seperti makanan misalnya, ahaha.”
Dari sorot matanya, aku tahu bahwa dia tidak terpengaruh oleh topeng yang kukenakan. Tapi biarlah tetap seperti ini. Karena kalau disinggung lebih dalam hanya akan membuat semuanya menjadi lebih menyakitkan. Mungkin pada kenyataan aku seperti melarikan diri. Tapi kuanggap ini sebagai salah satu bentuk mekanisme pertahanan diri supaya hatiku tidak terluka lebih dalam.
“Dengan hanya memakan makanan enak saja hati kita akan menjadi lebih baik. Kata orang juga penemuan masakan baru lebih membuat manusia bahagia dibanding penemuan bintang baru.”
Haha, rasanya aku jadi bicara ngelantur.
Tapi aku tidak mau menangis di hadapannya.

_____________________________________________________________________________

“Hahh… Sunny!”
Sooyoung mengerang tertahan. Sooyoung merasa tidak nyaman, tapi mulai sedikit bergairah berkat sentuhan Sunny di daerah dada dan perutnya.
Tangan Sunny turun dan mulai melepas kancing dan risleting pada jeans Sooyoung. Lalu Sunny mulai mencium milik Sooyoung dibalik celana dalamnya.
“Cuma aku seorang yang pernah menyentuhmu di tempat ini…”
Sunny menggosok-gosok daerah selangkangannya. Dan dia tersenyum puas ketika tangannya mulai basah meski masih terbatasi oleh sehelai kain tipis.
“Kamu sudah basah sekarang?”
“Emmph…” Sooyoung berusaha menahan kenikmatan yang tersalur di antara kedua kakinya.
“Desahkan namaku Sooyoungie… aku ingin mendengar kamu menyebut namaku.”
“Ssshhh… ani…yo…”
Sunny menekankan jarinya lebih keras.
“Ahh!”
“Aku akan mengambil keperawananmu Sooyoungie, sebagai ganti karena kamu sudah mengambilnya dariku 12 tahun yang lalu. Dan juga karena aku mencintaimu, maka aku berhak untuk melakukannya.”
“Ja-jangan…”
Sunny mulai menurunkan celana dalamnya.
“Hehe, aku akan jadi yang pertama bagimu. Dengan begitu kamu tidak akan pernah bisa melupakannya. Sama seperti diriku yang tidak pernah bisa melupakan hari itu.”
Sooyoung berusaha merapatkan pahanya, tapi Sunny membukanya dengan paksa dan meletakkan betisnya di antara kedua kakinya untuk mencegahnya merapatkan pahanya kembali.
Sooyoung memejamkan matanya dengan pasrah saat dirasanya jari Sunny masuk ke dalam miliknya. Rasanya nyeri.
“A-awww!”
“Tidak apa-apa Sooyoungie, tidak lama lagi kamu akan segera merasakan nikmat.” Sunny menarik jarinya keluar. Darah membasahi ujung jarinya. Lalu Sunny memasukkan jarinya lagi dan menariknya keluar, begitu terus berulang-ulang.
“Uhh…” Sooyoung menitikkan air matanya menahan pedih.
“Hehe, aku mengambil pertama kalinya orang yang kucintai, jadi begini ya rasanya?^^” ujar Sunny seolah tidak melihat tetesan bening itu di sudut mata Sooyoung.

_____________________________________________________________________________

Sooyoung POV

Aigoo…
Kyaaaaaaaaa!!
Rasanya aku jadi malu kalau membacanya lagi.
Karena aku jadi membayangkan Sunny melakukan hal seperti itu padaku.
Bisa-bisanya aku menulis hal seperti ini. Dasar memang byuntae! Ahhh, tapi seru!
Aku bisa merasakan darahku berdesir dan wajahku terasa panas.
Nah, selanjutnya buat adegan apa ya?
Ah, begini saja.

_____________________________________________________________________________

Di bawah guyuran air hangat shower, Sunny memeluk tubuh Sooyoung. Keduanya sama-sama tidak memakai pakaian hingga kulit mereka melekat rapat. Hawa panas yang dihasilkannya membuat kaca ruang shower itu beruap.
“Ahhh… aku sudah lama menginginkan ini… mandi bersama denganmu Sooyoung…” desah Sunny bahagia sambil bersandar di pundak Sooyoung.
“………………..”
Sooyoung tidak berkata apa-apa, tidak juga membalas pelukan Sunny. Dia hanya mematung disana seperti sasak tinju yang tidak keberatan dipeluk.
“Sooyoung… aku ingin kamu melakukannya padaku juga…”
Kesuciannya sudah terenggut. Rasanya melakukan apapun lagi bersama dengan Sunny sudah tak ada bedanya lagi.
Sooyoung diam saja ketika Sunny meraih tangannya dan membawanya ke sela-sela paha Sunny.
“Ahhh… hahhh… Sooyoung…”
Sunny mendesah penuh nikmat sambil menggesek-gesekkan jari Sooyoung ke area privatnya.
“Ahhh… masukkan sekarang…”
Sunny mengarahkan jari Sooyoung dan menekannya masuk.
“Emmph…” Sunny mengerang nikmat.
Sementara Sooyoung tetap tidak bereaksi apa-apa, hanya diam seperti boneka pemuas.
Sunny menggigit bahu Sooyoung dan meninggalkan bite mark disana.
“Sooyoung… aku mencintaimu…”

____________________________________________________________________________

Tepat saat Sooyoung masih menulis bagian itu di bukunya, seseorang mendorong pintu kamarnya terbuka.
Sooyoung kaget, tangannya sedikit menggeser buku Loveless yang ditulisnya dan segera berdiri dari kursinya.
“Mwo?”
Sooyoung tidak menyangka Sunny masih akan pergi menemuinya setelah kejadian 3 hari yang lalu. Tapi dia tahu ada sesuatu yang terjadi, kalau tidak gadis itu tidak mungkin akan pergi menemuinya.
“A-ada apa Sunny?”
Tiba-tiba Sunny menodongkan pisau ke arahnya.
“Aku akan membunuhmu, Sooyoung.”
DEG!
“Aku dikutuk. Ada seseorang yang menyantetku. Karena itu tubuhku sudah 3 hari ini sakit-sakitan. Aku bakal mati di ulang tahunku yang ke 22. Ka-katanya untuk menyelamatkan diriku aku harus membunuhmu, Sooyoung.”
“Sunny… kamu bercanda kan? Siapa yang bilang begitu?!”
“Genie…”
“Nggak mungkin!”
“Genie nggak mungkin salah! Katanya aku harus mengambil nyawa orang yang mencintaiku!”
“!”
“Apapun itu pokoknya aku nggak mau mati. Ka-karena itu…” tangan Sunny yang memegang pisau gemetar dengan hebat. “Lagipula aku benci kamu, kamu membuatku jijik…”
Sooyoung merasa dadanya nyeri. Jauh lebih nyeri dibanding saat Sunny memaki dan merobek fiksi yang ditulisnya dan melempar ke mukanya.
“Baiklah, aku mengerti… bila dengan begitu dapat menyelamatkanmu, bunuhlah aku Sunny…”
Sunny mempererat genggaman tangannya pada gagang pisau dan menerjang sambil menghunuskan pisaunya.
Benar… cinta dibayar dengan cinta. Nyawa dibayar dengan nyawa.
Jreb!
Sooyoung merasakan sakit yang sangat menyengat. Ujung benda tajam itu semakin menekan perutnya. Dan merobek organ dalamnya.
“A-aakhh!”
Tes
Tes
Tes
Darahnya mulai mengalir keluar.
“Su-ny…”
Sunny menjauhkan kepalanya dari bahu Sooyoung kemudian mencabut pisaunya.
“Uhuk…!”
Darah ikut keluar dari mulut beserta batuknya. Sebagian darah yang keluar dari perutnya menciprati Sunny dan sebagiannya lagi menggenangi lantai.
Sooyoung jatuh tersungkur sambil memegangi perutnya. Sooyoung mengernyit kesakitan. Nafasnya menjadi tidak teratur. Seperti berada di batas antara hidup dan mati.
Sunny masih berdiri disana dan hanya memandangnya, sama sekali tidak berbuat apa-apa untuk menolongnya. Dia memang benar-benar berniat membunuhnya!
Sampai Sooyoung sempat berpikir Sunny begitu tega. Padahal Sunny sudah tahu perasaannya.

Tapi…
Kalau mati di tanganmu aku rela…
Dan aku juga tidak akan pernah mendendam…
Karena…

Sunny berjalan keluar dari kamar dan menutup pintunya. Tepat saat itu buku Loveless yang berada di ujung meja itu terjatuh. Dan kalimat terakhir yang dibaca Sooyoung sebelum menutup matanya adalah ‘aku mencintaimu’.

*~To Be Continued~*

A/N: Jujur sebenarnya aku sendiri nggak tahu cerita ini bakal mengarah kemana, hanya kubiarkan mengalir sendiri. Karena rasanya seperti berada dalam different universe dalam satu ff, tapi aku suka karena pingin bikin yang terasa begini
dan juga unexpected XD

Advertisements

Comments on: "Loveless [SooSun Version] (Chapter 6)" (64)

  1. Bnar2 tak trduga alur critanya jadi ngini. 😀
    Tapi jadi juga itu SooSun NC walaupun cuma khayalan Soo aja. XD
    Skian komntar basa-basi ini. 😀

  2. jeti dumdum said:

    apaaaaah??? kenapa malah jd sooyoung yg aneh disini, sungguh tak terduga..
    terus itu itu sooyoungie knp jd bgitu?? huuaa..
    makasi author
    semangaat

  3. Wah bener2 ga ketebak jalan cerita nya , okeh suka bgt sm karya lo bner2 kereen .
    Kira2 itu sooyoung matikah ? Lanjuut

  4. Ouu… loveless itu story dalam story…

    OMO!!! Lee Sunkyu!!! Knpa kau membunuh kakak ku… Sooyoungie!!!! Lo gak papa kan??

    Thanks for update mon..

  5. luhanppany said:

    o.o hancur semua dugaan ku
    maifate 짱

  6. aigo ternyata itu cuma karangan sooyoung to -_-, mian sunkyu-ssi, gara2 authornya terlalu mahir bikin cerita nih, makanya saya jadi benci kamu di ff ini

  7. woah…. ternyata ini cman khayalan youngie aja
    tpi khayalan sma kenyataan ny sunny sma2 kejam y sma youngie…. difiksi dia ambil keperawanan youngie dikenyataan dia bunuh youngie…
    sunny-ya….

  8. Hyo-bunnie said:

    uaaaaaaaaaahhhhwwwwww……gilagilagilagila!!!!!!kerezzzz banget!!!gak nyangka deh bakal jdi gini…tpi rasanya kalau ngeliat Sunny unnie bunuh Soo unnie kok rasanya aku lebih suka sama karakter Sunny unnie yang di tulis sama Soo unnie ya???

  9. Song Won Bin said:

    thor kapan cinta segi 9 di lanjutin ? i’m waiting -.,-

  10. Woah :-O
    cuman cerita yg dbuat sooyoung toh ,
    kirain bener” kejadian ,
    sunny gak ddalam cerita atau kenyataan sama” kejam

  11. beninsooyoungsters said:

    Iya iya iyaaaah! Ini ff yang unexpected suka banget!
    Jadi penasaran sama lanjutannya nih, semangat authooor!
    Pssst author, updatenya jangan lama2 yah, kalo bisa ada…. #byuntaemodeon hahaha

  12. claireen tjan liem said:

    anyeong monic eoni
    .
    .duh bener2 gak nynagka ternyata loveless ini hanya cerita yang dikarang sooyoung, namun juga ada korelasinya dengan kekadian nyata antara sunny-sooyoung.
    .
    Ceritanya lain, berasa seperti apa yang ditulis soo, adalah cerminan dari kenyataan yg dialami sunny
    .
    Awalnya aku mengira cerita ini (loveless), akan berakhir sad ending, dengan berpura-puranya soo mencintai sunny,, namun ternyata lebih dari yang aku bayangkan
    .
    hmmm
    kira2 kedepanya seperti apa ya ceritanya, apakah sad ending.? atau malah happy ending.?
    tapi kalau tahu ternayata ini hanyalah kisah karangan soo, sepertinya akan berakhir dengan happy ennding.
    .
    Mungkin setelah ini, sunny tersadar dan meminta genie untuk memnyembuhkan soo dari lukanya, lalu sunny bisa menerima kenyataan bahwa cerita karangan soo adalah ungkapan perasaan bahwa soo sangat mencintai sunny
    .
    .
    wah berasa editor nich, heheheh
    .
    terlepas dari semua itu, cerita ini beda, beda dari kebanyakan FF yang endingnya dapat ditebak.?
    .
    .
    .
    btw eonni cepat selelsai ya skripsinya,,
    aku kangen curhat2an lagi ama monica eoni
    .
    Claireen_cute
    (–^_^~v)

    • Ya semua karena endingnya sendiri msh kupikirkan haha XD Aku gak suka yg mainstream sih. Thanks buat komentarnya yg panjang haha, aku suka

    • claireen tjan liem said:

      Tapi aku masih penasaran dengak kalimat ini

      “Baiklah, tapi dengan syarat salah satu buku di rumahmu akan berada dalam kondisi seperti ini. Tidak apa-apa?””
      .
      yang aku penasaran, buku apa yang akan hancur karena permintaan dari genie tersebut, yang pasti buku yang ada dirumah sooyoung tersebut yang menjadi persyaratan si genie itu, adalah bukan sembarang buku, dan pasti akan berpengaruh terhadap jalan cerita FF Loveless chapter berikutnya
      .
      di chapt selanjutnya akan terungkap, buku apa yang dipilih genie untuk ditukar hancur dalam persyaratan antara sooyoung dan genie tadi

      • Gak, kurasa gak seheboh itu kok haha

      • Bantu jawab yah. Mian klo tak berkenan, dihapus aja.
        Itu buku pngganti kayaknya bukan bagian pnting dalam crita k dpannya kok.
        Kan ada kalimat ini: Tapi permohonan itu dengan syarat kamu harus membayarnya dengan harga yang setimpal.
        Jadi klo Soo minta bukunya dikmbalikan sprti sdia kala, brarti sbagai gantinya harus ada buku yang hancur mnggantikan buku Loveless-nya itu.
        Bgitu pun juga pas Sunny bilang klo dia disantet, kalau mau sembuh harus bunuh Soo sbagai bayaran yang stimpal. Nyawa diganti nyawa.
        Smoga pnjlasanku ini bnar. 😀

  13. claireen tjan liem said:

    eoni aku uda kirim email ke “fatetrullygod”
    .
    .
    kalau ada luang, mohon dibuka, itu aku kirim bukan pake email ku

  14. wow ini fiction didalam ff… jadi soo yg cinta sama sunny kenyataannya.. sunny tetep aja kejem tega bunuh soo

  15. masih shock gue -.- thor dapet inspirasi dari mana nih story? apa dari melon nya sunny *eh .. bgus deh epep nya ga monoton .. fighting !

  16. oh ternyata itu cuman karangan sooyoung, betul2 ga nyangka semua itu cuman fiksi dari soo. sunny sadis banget euy.. uda nolak sooyoung, bunuh soo pula. rest in peace deh soo. hahaha

  17. aku gak tau kudu bilang jujur ato enggka kalo aku SUKAK BANGET SAMA JALAN CERITANYA!!!!!!!!!!!! aaah sial masak iya kudu baca 2x baru donk? keren emang keren ><

  18. benar2 gak bisa ke tebak jalan crita nya

  19. gorjes spazer said:

    oww…kirain sunny psikopat…trnyta tu crta fiksix youngie yg ga ksmpaian cinta ma bunny…lgian sunny kok tega y mw bunuh soo?y emang c fiksix ktrlaluan..tp soo jgn dmatiin y thor…lnjut thor…

  20. oh my god. solusi (sooyoung delusi)…….

    ku gak sangka sooyoung …. kupikir ini serius ternyata fiktif dan hasil pemikiran sooyoung di loveless.

  21. O.o woooohhh??? Jadiiii yg dri awal smpe skrg tuh crita buatannya soo???*fiksiDlmFiksi. . .hehe. . .waaaaaaah, bnr2 gk terdugaaaaaaa. . . .hehehe, good. . .euuum, tapi sunny kejam. . .

    Keep spirit. . .
    Lanjuuuut. . .

  22. noeryanzien said:

    hhmmmmmm……
    aku bingung thor, disini masih aja sunny yg jd jahat. hadoh

  23. fiction dalam fan fiction….. o_O???
    bisa2nya kepikiran ide spt ini. -_-

    jdi semua ‘kepsikoannya’ si bunny itu cuma cerita buatan youngie aja ya?
    aigooo~
    dibagian ending agak kasian juga sama soo.
    ditikam gtu sama bunny.
    smoga ini juga cuma cerita yg dibuat soo.

    buruan update.
    hwaiting~
    (9 ^o^)9

  24. Wow, , , gak nyangka trnyata yg aneh di sni soo,, tp + seru thor
    N cp tu yg nyantet sunny, , ,
    ttp semangat thor??

  25. agustina_huang said:

    Daebakk… Alur critanya bnr2 gk ktebak…trnyta sifat n sikap sunny yg berlbihan itu dlm fiksi bikinan soo…
    Tp yg gk ktbak lg,hny krn tkut mati masa sunny hrs ngbunuh soo… Huhu (-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ ) kasian soo…
    Ok…ttep ditunggu deh klnjutan critanya yg gk terduga thor 😉

  26. ternyata kejadian itu cuma cerita fiksi yg di buat soo -_-…

    bunny tega bgt 😥

  27. dirgaYul said:

    Wew??kok jd muter critay?? Iiihh..hbat bner ngolah alur critay? Tp bner2 g ktebak y? Cm spa jg tuh yg nyantet s Sunny smp tega bnuh SooYoung? Jd pnasarn??

  28. TaengSicababy said:

    Wiiihhh gak nyangka trnyata itu cm crita.. Keren thor..
    Sunny egois bgt rela ngbunuh soo.. :/

  29. 0.0
    0.0
    0.0
    #spechless
    g nyangka bgt alur.ny mlah jd kyk gni
    asal.ny r0mantis(?) dn pnuh keeg0isan
    eh,mlah yg skrg bnyak adegan yg tega bgt
    tpi d tngah kbngungan yg mlanda trnyta NC te2p nyempil jg!
    #hahaha

  30. ekspressi aku pas beres baca part ini o.O
    Kalau author niatnya bikin cerita ini menjadi unexpected maka authornya berhasil… chukkae!!
    Aigoo sunny tega2nya dia ngelakuin itu sama Soo… ampun deh ;(

  31. Febylia Lie said:

    ahh.. lebih suka sunny yang di buku fiksi deh.. dari pada yang di kenyataan.. dikenyataan sadis sampe bunuh sooyoungie.. ehh ehh apa”an tuh masa genie suruh bunuh orang yang mencintai sunny..? berarti para fansnya sunny juga dong? :p lanjutkan thor.. gak sabar mau baca kelanjutannya hihi penasaran.com

  32. Aku kaget O,O
    Ternyata itu semua cuma fiksi yang si buat sooyoung?!!
    Tapi di real life juga sunny kejam sih dia ko tega banget sama sooyoung :((

  33. Sempet bingung thor.
    Tapi akhirnya ngerti juga. Jadi selama ini, itu semua cuma cerita fiksi nya Sooyoung?
    Unexpected sekali…

  34. Terus di bagian akhir jadi mikir, “Kenapa Sooyoungie engga ngebunuh Sunny aja di cerita fiksi yang dia buat? Kan Sunny juga di real life pengen ngebunuh dia._.”
    Ih, kasian Sooyoung author.
    Dia sering tersakiti T.T
    hahah

  35. Owh,, oh ternyata -,-
    tak trduga,, bner2
    trnyata itu cma khayalan sooyoung, lbh tepatnya khayalan author ni!
    huh, bner2
    thor makan ap sih kpikran bkn ff kyk gini?
    aq ketipu, tp lanjut thor

  36. Lee Eun Soo said:

    Jadi….. Semua adegan sebelumnya itu… O.O
    fiksi di dalam fiksi..

  37. jadi….sebenarnya..atak dapat w sangka, ternyata….aiss….
    seperti nonton film main film #plak

  38. Ternyata cuma khayalan Sooyoung…
    Benar2 diluar dugaan aku…
    Elu hebat Thor, bisa bolak balik alur ceritanya…
    Dunia yang aneh!

  39. Kim/Choi said:

    Aiissshhhh, ternyata yang benar” sakit itu Sooyoung unnie ? Tidak kusangka. Padahal SONE yang lain sama pasti kayak aku. Udah marah”i Sunny unnie, bilang inilah, bilang itulah
    Aku bingung dengan alur cerita ini. Tapi tetap ku hayati. Semoga next chapter sesuai harapan. Happy Ending.

    Kakak Author memang hebat, berhasil buat aku merasa de javu seketika waktu baca dan tau rupanya selama ini itu hanya sebuah karangan dari Sooyoung unnie. Seolah” Sunny lah yang paling bernafsu. Ish ish ish
    Bagus kak Maifate (y) Lanjutkan!

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: