~Thank you for your comments~

Sooyoung POV

Setelah mengantar Sunny pulang ke rumah, aku segera makan malam dan setelah itu berbaring tengkurap di atas kasur.
“Hahhh…”
Kurasa nggak baik juga terus-terusan begini.
Memasang senyum palsu di hadapannya…
Dan kalau nggak kuperhatikan, dia akan melukai dirinya sendiri.
Tapi apa yang bisa kulakukan? Aku kan nggak mungkin bisa membuatnya berhenti mencintaiku…
Bayangan akan hangul namaku yang dibuat dengan melukai dirinya sendiri kembali terlintas dalam kepalaku.

Membuat bulu kudukku meremang.
Benar-benar tidak bisa dipercaya Sunny sampai melakukan hal seperti itu. Ini sudah melewati batas! Besok hari minggu ya? Kurasa aku benar-benar harus membawanya pergi menemui psikiater.
Tiba-tiba ponselku berbunyi.
Deg
Sunny? Kalau dia bukan mustahil dia akan menelponku meski belum ada setengah jam kita berpisah. Karena dia sangat posesif…
Kuraih ponselku dengan setengah hati. Tapi begitu aku melihat layarnya ternyata tidak ada namanya. Nomornya tak kukenal.
Siapa nih?
“Yeo-boseyo?”
“Noona?”
Eh? Suara ini.
“Sekarang aku ada di depan rumahmu, bisa bertemu sebentar?”
Mwo?! Benarkah?!
Aku mengintip dari balik jendela kamarku yang terletak di lantai 2. Di depan rumah aku melihat bayangan seseorang berdiri disana. Cepat-cepat aku segera turun ke bawah lalu membuka pintu.
“Hai noona.”
“Yoonwo?!”
“Em, kebetulan aku sedang lewat dekat sini jadi aku mampir.”
“Oh, masuklah.”
“Tidak usah, aku hanya sebentar. Kuharap aku tidak mengganggu noona?”
“Tidak, tidak sama sekali.” Aku menggeleng dengan cepat.
“Apa yang sedang noona lakukan? Makan ya?”
“Masa aku makan terus-terusan.”
Tiba-tiba terdengar nada dering ponselku.
“Bunyi tuh,” Yoonwo menunjuk ponselku.
Ketika aku melihatnya sekilas ternyata itu dari Sunny. Tanpa pikir panjang aku menekan tombol merah.
“Lho? Tidak diangkat?”
“Ah tidak usah. Paling juga nggak penting.”
“Oh begitu. Ngomong-ngomong, noona besok ada waktu?”
“Eh?”
Uh, besok aku mesti membawa Sunny pergi terapi. Pasti setelah itu Sunny akan menyeret-nyeretku untuk menuruti kemauannya sebagai gantinya.
“Mianhae, besok jadwalku sudah penuh.”
“Oh, sayang sekali.”
Huwaaaa, aku juga ingin pergi kencan sama seorang namja.
Diam-diam aku mendepak Sunny dalam imajinasiku.
“Lalu… ada yang ingin kukatakan.”
Eh?
Mendadak Yoonwo jadi diam.
Apa? Apa yang ingin dikatakannya?
“Noona…”
Dia mengangkat tangannya di depan mulutnya seolah untuk menutupi kegugupannya. Wajahnya jadi terlihat imut. Jantungku mendadak berdebar.
I-ini seperti dia mau menyatakan cinta.
“Ngg… nggak jadi deh.”
Yahh…
“La-lain kali pasti akan kukatakan. Permisi!”
Dia melangkah pergi dengan cepat. Aku terus memperhatikannya sampai dia menghilang ketika berbelok ke jalan lain.
Aku kembali ke kamarku. Isi kepalaku sekarang jadi dipenuhi dengan Yoonwo. Juga gimana kalau seandainya kami berdua pacaran. Tapi mendadak lamunanku buyar karena terdengar nada dering dari ponselku.
DEG!
Dari Sunny!
Otakku berpikir dengan cepat, lalu dua detik berikutnya segera kutekan tombol hijau.
“Yeoboseyo?”
“Kenapa kamu tadi malah mematikan telepon dariku?” nadanya sama sekali tidak terdengar ceria.
“Aku tadi lagi makan, nggak enak kan kalau lagi makan di depan ortu malah mengangkat telepon?”
Oh Tuhan, maafkan hambamu yang sudah berbohong ini. Tapi kuharap Kau akan memaafkanku karena Kau tahu apa yang akan dilakukan oleh Sunny kalau dia sampai tahu kan?
“……………….”
Aku harus cepat-cepat mengubah topik.
“Eh Sunny, besok ada waktu?”

**

Third Person POV

Jam 9 tepat.
Sunny sudah berada di dalam kamar Sooyoung.
Sunny mematikan alarm pada ponsel Sooyoung yang disetel pada jam setengah 10.
Dipandanginya wajah gadis yang masih tertidur pulas itu. Bibirnya membentuk sebuah senyum. Dia membisikkan sesuatu di telinganya.
“Saranghae Sooyoung…”
“Nggh…”
“Kalau mulai dari sekarang aku membisikkan kalimat itu setiap hari lama-lama kamu pasti akan jatuh cinta padaku kan?^^”
“Yoonwo…”
Mata Sunny membelalak mendengar nama yang sama sekali tidak diduganya itu terucap dari bibir Sooyoung.
Bibir Sunny setengah membuka karena tidak percaya.
“Apa-apaan itu… mestinya kamu mengucap ‘Sunny’ kan…”
Wajah Sunny berkerut tidak suka melihat Sooyoung mengucapkan nama namja itu, apalagi dalam tidurnya.
Lalu Sooyoung memeluk guling di atas tubuhnya. Melihatnya, Sunny jadi semakin tidak suka. Dia menutup hidung Sooyoung hingga dia langsung tersentak bangun.
“Ya! Apa yang kamu lakukan?!”
“Hehe pagi^^ tidurmu nyenyak sekali.”
“Huh dasar…”

**

Jam 10.
“Tumben Sooyoung, kamu duluan yang mengajakku pergi. Eh, sebenarnya kita mau pergi kemana?” tanya Sunny sambil melihat Sooyoung yang sedang mengemudikan mobil di sebelahnya.
“Hmm, ada saja deh,” jawab Sooyoung sambil tersenyum.
“Main rahasia-rahasiaan lagi.” Sunny menggembungkan pipinya. “Ya sudahlah, aku mau kemana saja asal Sooyoung menemaniku^^” kata Sunny sambil meletakkan tangannya di atas tangan Sooyoung yang sedang memegang persneling mobil.
“Eh, Sunny… tolong lepaskan, aku sedang mengendarai mobil.”
“Ah, neeee.”
Sooyoung bermaksud membawa Sunny menemui psikiater. Tapi khawatir kalau bilang secara langsung Sunny akan berontak dan akhirnya tidak mau pergi. Jadi dia akan merahasiakannya, setidaknya sampai mereka tiba disana.
Lima menit kemudian Sooyoung memberhentikan mobilnya di pom bensin untuk mengisi bensinnya. Karena ini self service, maka Sooyoung harus mengisinya sendiri dan membayar langsung pada mesinnya.
“Sooyoungie, aku mau beli minuman di mini market ya.”
“Ya, sanalah.”
Sunny turun dari mobil dan berlari-lari kecil menuju mini market.

4 menit kemudian.
“Ini, buat kamu.”
Sebotol minuman rasa buah disodorkan ke hadapan Sooyoung.
“Eh? Kamu belikan buat aku juga?”
“Ne^^”
“Lho? Kamu sudah buka botolnya ya?”
“Iya, tadi aku mencicipinya sedikit, soalnya itu rasa baru^^”
Sooyoung melihat isinya memang sudah berkurang sedikit lalu dia meminumnya tanpa punya prasangka apa-apa.

Setelah Sooyoung kembali dan mau menyalakan mesin mobil, mendadak kepalanya terasa pening.
“Eh?” Sooyoung memegangi keningnya. Pandangannya jadi kabur.
“Kenapa Sooyoung?^^” tanya Sunny yang masih duduk manis di sebelahnya.
“Ah? Nggak, nggak ada apa-apa.”
Tapi setelah berkata begitu Sooyoung merasa diserang oleh rasa kantuk yang berat. Kelopak matanya menjadi berat. Sekarang tangan dan kepalanya bertumpu pada setir mobil. Di sela-sela kantuknya, Sooyoung masih sempat melihat senyum Sunny.
“Kalau kamu merasa nggak enak badan gimana kalau aku yang gantikan menyetir?”
Tapi Sooyoung sudah tidak mampu menjawab lagi, tangannya terlepas dari setirnya. Sooyoung sudah hanyut ke dalam alam mimpinya.

…………………………………………
……………………………….

Sooyoung terbangun dan menemukan dirinya berada di dalam ruangan yang asing. Nuansa kamar ini terasa sensual dengan warna ungu yang dominan pada perabot dan tirai jendela. Juga ada wangi yang nyaman di udara. Sooyoung mencoba menggerakkan tubuhnya.
Cring
“!”
Tapi yang lebih mengejutkan lagi ternyata kedua tangan dan kakinya sedang diborgol di tiang kasur.
“Sudah bangun Sooyoung?”
Sooyoung melihat Sunny berdiri tak jauh dari kasur.
“Kalau begitu bisa segera kita mulai.”
Sunny mulai melepas bajunya sambil meliuk-liukkan tubuhnya yang padat berisi seperti seorang penari strip tease. Membiarkan seluruh kain yang menutupi area pribadinya bertebaran di lantai.
Tubuh Sooyoung menjadi kaku setelah melihat Sunny dalam keadaan telanjang sepenuhnya.
“Sunny, apa maksudnya ini?”
“Apa maksudnya?” Sunny tersenyum seraya menjilat sedikit bibirnya dengan gaya menggoda. “Sooyoungie, aku tahu kamu tidak sepolos itu.”
“Dimana ini?!”
“Love hotel.”
“Lo-love hotel?!”
Sunny mulai naik ke atas ranjang. Menghalangi sinar lampu kamar di atas tubuhnya.
Sooyoung menelan ludah dengan gugup melihat tubuh polos Sunny di atasnya.
“Kamu gugup sekarang bukan?”
“A-aku tidak! Sunny, kamu mencampurkan sesuatu dalam minuman yang kamu berikan padaku, benar kan?!”
Tapi Sunny malah tersenyum menanggapinya. Seolah sama sekali tidak merasa itu perbuatan jahanam.
“Kamu pikir aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan? Kamu bukan mengajakku kencan, tapi kamu hendak membawaku pergi menemui psikiater kan?”
“!”
“Padahal aku hanya menebak, tapi kalau melihat dari ekspresimu berarti benar ya. Sudah kubilang aku ini tidak sakit, Sooyoungie, tapi kamu.”
“A-aku?” Nafas Sooyoung tercekat saat tangan Sunny menyentuh pipinya lalu meluncur turun membelai leher dan sampai ke dada kirinya.
“Benar, karena kamu tidak balas mencintaiku meski aku sudah berkali-kali berusaha membuatmu jatuh cinta padaku.”
Tangan Sunny melakukan pergerakan memutar seperti sedang mengusap jantungnya di balik kemejanya.
“Aku sering bertanya-tanya aku harus bagaimana lagi supaya Sooyoung jatuh cinta padaku. Lalu pada akhirnya aku sampai pada jawaban ini.”
“Jawa…ban?”
Sunny tersenyum manis. “Mari kita membuat kenangan^^”
Tangan Sunny mulai melepaskan kancing kemeja Sooyoung.
“!”
Sooyoung berusaha memberontak tapi rantai yang membelenggu tangan dan kakinya menahannya.
“Tenang, aku sudah mengabari pada orangtuamu bahwa malam ini kita akan menginap diluar bersama. Jadi… malam ini hanya milik kita berdua, tidak akan ada siapa-siapa yang menganggu…” bisik Sunny sensual. “Dan akan kupastikan kamu tidak akan pernah melupakan malam ini.”
“Lepaskan Sunny… aku tidak mau!”
“Akan kuberi tanda bahwa kamu milikku.”
Sunny mendekatkan wajahnya ke leher Sooyoung dan menghisap kuat-kuat lehernya. Lalu menghembuskan nafas ke salivanya yang membekas di lehernya.
“Nggh…!”
Sunny turun ke dadanya. “Disini juga.”
Sunny menghisap kulit tepat di atas jantungnya yang berdetak.
Mata Sooyoung sekarang berair. Rasanya seperti ternoda. Dia sungguh-sungguh tidak menginginkan ini. Padahal dia menginginkan orang yang dicintainya menjadi orang yang pertama melakukannya.
Sunny terlihat puas memandang hickey di dada Sooyoung.
“Dengan begini kamu akan mencintaiku, Sooyoung. Pokoknya kamu harus mencintaiku… kalau tidak aku akan mati… aku tak bisa hidup tanpa cintamu…”
Sunny melepas perban yang membungkus lengannya dan menunjukkan luka nama hangul Sooyoung yang belum sembuh itu. Masih berwarna merah karena dilapisi darah beku.
“Lihat, ini bukti cintaku.”
Bukan hanya itu. Bekas sayatan bunuh diri di pergelangan tangan kirinya juga masih ada, sudah sepuluh hari berlalu sejak saat itu.
Sooyoung menarik nafas yang terasa sangat menyesakkan dadanya. Saat ini dia ingin menangis lebih dari siapa pun.
“Kenapa kamu seperti ini Sunny? Apa salahku…”
Sunny mengangkat wajahnya dan menatap wajah Sooyoung.
“Wae Sooyoung? Kenapa kamu menangis?”
“Padahal aku hanya menginginkan kesembuhanmu…”
“Kamu tidak perlu membawaku ke psikiater Sooyoung. Asalkan kamu mencintaiku itu sudah cukup untukku.”
“Tapi kamu tidak perlu menyakiti dirimu sendiri kan…? Rasanya kamu seperti memojokkanku, kamu senang mengancam orang yang kamu cintai seperti ini?”
“Habisnya kalau aku tidak begini, kamu akan pergi pacaran dengan namja itu kan? Jangan kira aku tidak lihat, kemarin malam kamu diam-diam bertemu dengan namja itu di depan rumahmu.”
Sooyoung tidak menjawab, hanya memandang Sunny dengan bola matanya yang berair.
Sunny mengusap air mata yang mengalir turun di sudut mata Sooyoung.
“Kamu tidak perlu terlihat semenderita itu, Sooyoungie, yang perlu kamu lakukan hanya membuka hatimu untukku. Dengan begitu hatimu pun akan terasa lebih ringan.”
“Dan bahkan setelah menyadari aku menderita pun kamu masih tidak mau melepaskanku Sunny? Kamu benar-benar keterlaluan memaksakan cintamu seperti ini…”
“Kamu juga jahat Sooyoungie, setelah mengambil keperawananku waktu kecil lalu kau membuatku jatuh cinta padamu. Dan kamu menyakiti hatiku dengan tidak membalas perasaanku.”
“Kamu yang waktu itu mengajakku melakukannya, jadi siapa yang lebih jahat? Kamu!”
“Dan sekarang meski kamu tahu aku mencintaimu tapi kamu malah melukaiku dengan kata-katamu yang pedas, kamu yang lebih jahat!”
“Lihat apa yang kamu lakukan padaku sekarang, kamu yang lebih jahat! Hmmph!”
Sunny membungkam mulutnya dan memagut bibirnya dengan ganas.
Tangan Sunny meraba perutnya lalu merayap ke balik punggungnya dan melepas pengait bra Sooyoung. Sunny menyingkap branya dan mengemut nipple Sooyoung.
“Hahh… Sunny!”
Sooyoung mengerang tertahan. Sooyoung merasa tidak nyaman, tapi mulai sedikit bergairah berkat sentuhan Sunny di daerah dada dan perutnya.
Tangan Sunny turun dan mulai melepas kancing dan risleting pada jeans Sooyoung.

*~To Be Continued~*

A/N : Author tidak lanjutin NCnya deh, sebenarnya ada alasannya juga sih 😛
mudah-mudahan Sunny sudah terasa sangat menyebalkan dan egois dalam ff ini wkwkwk XD
jangan lupa berkomentar, thanks 😀

Advertisements

Comments on: "Loveless [SooSun Version] (Chapter 5)" (83)

  1. Ya ampunn sunny terlalu obsses bgtsama sooyoung..
    hihihi kentang banget nih thor .. Lanjuutkan :))))

  2. Iiihh.. Untung g ktinggaln.. Ye ye ye.. Ehm..kok aq msh g ngrasa Sunny nybelin y?? Krn yg nmay sdh cta mti n skit ht y gtu itu hsily.. Eitsss..bkn brati aq dkung tindakn Sunny ye.. Cm klo cinta d tolak, mari kt lgsg k pghulu aj#plaakk!! Trusin y critay.. Tmbah pnasrn.. Majuuu

  3. Miss New New said:

    hmmm kalo gini masuk kategori non consent :3

    gilak sunny napsuu bgttt

    gue brasa jadi anak perawan lugu kembang desa dibandingin sama keganasan si sansain inih

    haduh salaah bukan bukan,,,
    dibanding monic
    *kabur duluu

  4. woyaa serem si sunny. klo aku jadi sooyoung aku bakal pindah kewarganegaraan galaxy lain kali ya, aaarrgg tapi tanggung tu #plak hahaha

  5. sunny benar2 sakit karna soo

  6. agustina_huang said:

    Wah…obsesi sunny ke soo mmg sgt bsar trnyta…mskpun udh pulang pun msh tau az soo lg ktemuan sm sp… Hbat bnr dah… Seremm jg tuh lama2… Udh tau soo mnderita pun sunny msh az gituuu…
    Kpn ya kira2 sunny smbuh trs soo bs bnr2 syg sm sunny…

    • Itu karena sebenarnya diem2 Sunny mau balik ke rumah Soo lagi (walau gak kuceritain)
      Rumah mereka kan hanya berjarak bbrp rumah

  7. Itu tbc urggh !! Ganggu !!
    Eh kenapa gak dlanjutin nc nya ?
    Makin penasaran ??

  8. hmm sunny dpt julukan apa??? surekosa (sunny memperkosa) plakkk…..

    sadis sunny…. serem… sooyoung bertahan ya….

  9. Lee Eun Soo said:

    Wew.. Sunny-nya ngeri banget.. >,<
    jadi pengen nyubit.. ._.

  10. Wah makin gila nih sunny , btw nanti sooyoung bisa cinta sm sunny ga ya thor ?

  11. sunny stres…. jgn perkosa sooyoung sunny…. nyebelin
    lnjut nc ny

  12. dari part sblumny sunny emng udh egoiss n sooyoung jg gk mau mncba mmbuka htiny…

    tpi felling sunny keren eui.. bisa tau mo d ajk k psikiater…

    d tunggu next chap ya..

  13. tambah edan j lah tuh sunny…. tp sooyoung psti tergoda juga…secara tubuh monthok sunny gt lho….hhhhaahaha

  14. jeti dumdum said:

    sunny apa yg kau lakukan syg?? kau menyakiti sooyoungie ku sunny huhuhu 😥
    makasih author
    semangat dan lanjutkan

  15. btul tu soo.. cepat bawa sunny ke psikiater deh. dia betul2 sakit

  16. sunkyu berantem ama gua nyok -_-

    yoonwo, cepetan tolong sooyoung!!!

  17. Wuiiiiiiiiihh. . .sunny makin nekat ajaaa nie. . . .soo ampe kewalahan macemnya. . .ckckckc. . .ya ya ya. . .hehehe

    keep spirit. . .
    Lanjuuut. . .

  18. Njirrrr 😐 bahaya brur.. Lama2 imej sunny di kepala gw berubah hahahaha

  19. sunny daebakkk!!!!!
    keren euy.

    sudah bisa diperkirakan sih.
    dgn kategori sifat terobsesi seperti itu hanya tinggal nunggu waktu akan melakukan ‘sesuatu’ agar bisa memiliki.
    sekalipun dgn paksaan.
    mencintai spihak tanpa balasan itu sgt melelahkan.
    #poor sunny

    ditunggu next chapternya.
    hwaiting. (9 ^0^)9

  20. sunny oh sunny..

    kenapa kau tidak mencintaiku saja,
    aku pasti akan membalasnya#plakk

    udah lagh soo,coba membuka hati pada sunny..

  21. sunny eonnie parah banget kasihan soo eonnie 😦
    soo eonnie bertahanlah

    hy thor aku bleh gk jdi reader di sini

  22. jd ngeri liat sunny,,,
    poor sooyoung….

  23. Hyo-bunny said:

    Aku kok jadi ngeri sama Sunny unnie di ff ini..biasanya Sunny unnie jadi malaikat imut nan lucu tapi di sini di jadiin psikopat..
    apa nanti Sooyoung unnie jadi tambah benci sama Sunny unnie?atau malah jadi suka ya.?

  24. Asin.. ah.. gila rusak sudah rusak.. Youngie gue >,<

  25. Author kasian Sooyoungie ku T.T

  26. kasian juga liat soo kalo gini

  27. luhanppany said:

    bingung mau bela siapa sooyoung atau sunny -.-
    klo gitu dua dua nya salah deh
    tadi sempet shock ada NC nya padahal udh biasa ada NC mendadak di wp ini as always
    ok di tunggu penyiksaan sooyoung selanjutnya ^^

  28. nc-nya nanggung banget….
    tpi overall, menurut aku sih sunny di ff ni agak mirip dgn kwan aku….
    ultra protektif…. 😀

  29. desi si locksmith said:

    apa2an nih?? kok tbc?? nanggung un….. #plakkkkk
    nanggung bngt lol.jahara bngt si sunny..mdh2 smbuh deh ya..kasihan sok ny

  30. hmmm sesuatu bgt nih author paling byun se jagat per ff-an Soshi ga lanjutin NCnya.. wkwkwk XD
    Ada apa nih? mau dilanjut di part depan and di protect ya?
    Sunny sengaja stalkerin Soo 24 jam kali jd dia tau klo Soo ketemu sama si namja.. Seremmmm 😀

  31. yaaahhhh nc nyaaa… wkwkwj -,-

  32. beninsooyoungsters said:

    Anyyeong author, mian baru baca hari ini padahal ini ff udah aku tunggu2 T.T
    Kok dikit banget thor chap ini? Konflik SooSun nya belom cukup wkwkwk

  33. hana mutia said:

    ahh rada takut deh sma karakter sunny yg bgni. psyco bgt deh. serem thorrrrr
    mnding si syo bru2 buka hati buat sunny deh. ksian syo nya jg u.u

  34. Febylia Lie said:

    ahh.. ahh.. ahh.. author mahh gantung banget ituhh.. *kembungin pipi ala jessica kalo lagi ngambek* gapapa dehh.. lanjutin pake imajinasi sendiri wkwkwk #plakk #byunreaders

    sunny semakin sangar euy.. jadi serem.. udah dong sunny jangan paksa kan kehendak mu lagi.. kasian sooyoungie.. cinta itu kan gak harus di paksakan.. biarin sooyoung pacaran sama yoonwo.. kan kamubisa jadi selingkuhan sooyoung :p #ehh hahaha lanjutkan! thor

  35. omaygad >.< udah siap siap nih ng'nc eh ada tbc nongol hiks..hiks

  36. Febylia Lie said:

    yahh sunny lah thor :p dia kan akan melakukan apa aja demi mendapatkan sooyoung :p termaksud berkorban menjadi selingkuhannya sooyoung #halah wkwkwk

  37. jd tkut gw ma sunny…‎​(-_-“)

    sunnyyy ga imuttttt lagiii >_<

    apa sooyoung bkal d perkosa tor????
    brhsilkah sunny mlakukannya???

  38. kasihan sooyong, pa dia jg dh mulai suka ma sunny….
    siap2 nc nih…
    thor mnta pwrd semua yg d prtek donk…
    ni emailq ranshinichi12@yahoo.com
    mksh…..

  39. Duh thor,, kpn di lnjut jng bkin pnasaran thor!
    Plis
    #msang aegyo ~~

  40. thor lanjutin dong ffnya aku udah nunggu nih 😦

  41. Kakak authorrr, minta password semua ff yang di protect dongg :)))
    ke nafisa_andika@yahoo.com bisa kan? Hehe 😀

  42. jeti dumdum said:

    sehari 10 kali buka wp maifate, berharap ada update an..

  43. Ini sih namanya pemerkosaan
    Sunny bener2 keterlaluan
    Kasihan Sooyoung nya

  44. Kim/Choi said:

    Ih ih ih, Sooyoung unnie yang sabar yah….
    Bagus juga NC nya nggak dilanjutin. Aku sakit hati bacanya. Unnie SooSun ini, seharusnya kalian melakukannya atas dasar cinta. Ini bukan salah siapa”. Bukan salah Sooyoung unnie atau Sunny unnie. Tapi ini salah Author….thor…..thor….thor…. :p XD

  45. gilaaaaa bener” sunny perlu dokter,kasihan sooyoung berarti malam itu dia dengar pembicaraan sooyoung dan namja itu.duhh jd merinding dgn aksi sunny brutal bget sm kawan nya sendiri.wuaahh bener” bahaya bget si pendek evil nya

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: