~Thank you for your comments~

Hari ini Sunny mengajak Sooyoung pergi belanja ke mall.
“Aku mau belanja sepuasnya hari ini. Lalu Sunny berpaling pada Sooyoung. Tapi kamu nanti yang bawain semua barang belanjanya ya?”
“Ne…”
Sooyoung hanya tertunduk sedih. Wajahnya sama sekali tidak enjoy. Bagaikan seorang pesuruh yang diseret kemana-mana hanya untuk bawain barang.


Sunny melipat kedua tangannya ke belakang dan sedikit mecondongkan badan ke depan untuk melihat wajah Sooyoung yang tertunduk.
“Wae Sooyoungie? Aku cuma bercanda kok^^ jangan berwajah seperti itu. Mana mungkin kubiarkan kekasihku membawakan semua barang belanjaanku sementara aku enak-enakan saja.”
“…………….”
“Senyum sedikit dong. Kita sudah sampai disini kan? Kamu juga belanjalah sesukamu.”
Sunny menangkup kedua pipi Sooyoung sambil beraegyo. “Ne, Sooyoung~?”
Tapi mata Sooyoung terus melihat ke arah lain selain gadis pendek yang berada di depannya.
Merasa sedikit kesal karena dicuekin, Sunny mencubit kedua pipi chubbynya.
“Aww! Aww!”
“Nah, kalau begini kan kamu jadi seperti tersenyum.”
“Apanya?!”
“Sooyoungie~ Sooyoungieku~ aku lebih suka kalau kamu tersenyum.”
“………………” Sooyoung hanya terdiam memandangi Sunny yang beraegyo.
“Apa jeda yang barusan itu? Jangan-jangan kamu lagi berdebar-debar karena aku?^^” goda Sunny.
“Mimpi kali,” kata Sooyoung datar sambil melepaskan kedua tangan Sunny di pipinya. “Kajja.”
“Haha sabar, waktu masih panjang.”
Sunny menggandeng lengan Sooyoung. Mereka pergi ke toko pakaian dalam.
Sooyoung hanya berdiri diam sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celana dan melihat berbagai yeoja yang silih berganti datang untuk memilih dan membeli pakaian dalam.
Sementara Sunny melihat-lihat berbagai aneka bra warna-warni yang dipajang di toko sambil memperhatikan ukuran pada bra tersebut.
“Eh Sooyoungie, bantu aku memilih bra dong.”
“Pilih saja sana sendiri.”
“Huh, pelit, ya sudah.” Sunny mendengus. “Hmm, yang ini manis… lalu yang itu seksi. Hei, Sooyoungie, menurutmu yang mana yang cocok buatku?”
“Mana kutahu, aku kan nggak pernah membayangkannya.”
“Kalau begitu coba bayangkan.”
“Bayang…” kata-katanya terhenti di udara ketika matanya tertuju pada dada Sunny yang besar. Sooyoung tidak mau melanjutkan membayangkannya.
“Hmm, lebih baik langsung kucoba saja, oke.”
“Ya sanalah,” kata Sooyoung acuh tak acuh sambil menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya.
“Tidak, kamu mesti ikut aku Sooyoung.”
“Huh?” Sekarang wajahnya malah seperti orang bego.
“Aku kan butuh pendapat orang lain. Kalau cocok ya aku beli,” kata Sunny sambil menyeret tangan Sooyoung menuju fitting room sebelum dia sempat protes lagi.
Mereka berdua masuk ke dalam fitting room yang sempit. Sunny mengunci pintunya.
Sooyoung menelan ludah dengan gugup. Sunny menggantungkan tas dan bra itu di gantungan.
Sooyoung memutar tubuhnya menghadap pintu supaya dia tidak perlu melihat Sunny yang melepas baju dan branya.
Seolah menggoda imannya, Sunny sengaja berlama-lama. Melepas baju dengan slow motion. Berikut branya.
Sunny tersenyum puas melihat Sooyoung yang berdiri kaku melalui pantulan cerminnya.
Sebenarnya karena Sooyoung lebih takut Sunny akan menyerangnya tiba-tiba.
“Sudah, Sooyoungie, lihatlah.”
Sooyoung sempat ragu sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk berbalik. Dan nafasnya langsung tertahan melihat bra half piece yang dikenakan Sunny. Sebagian bentuk buah dadanya terlihat.
“Gimana? Apa aku terlihat seksi?”
“Emm.” Sooyoung hanya mengangguk. Matanya menghindar melihat ke arah tubuh Sunny dan menatap lantai. Karena tubuhnya yang mengenakan bra itu memiliki pesona sangat kuat yang mampu membius siapa pun.
“Wae Sooyoung? Kamu malu melihat tubuhku?” desak Sunny penasaran sambil mendekatkan tubuhnya yang setengah telanjang ke Sooyoung.
Sooyoung merasakan alamat buruk ketika melihat Sunny menatap nakal ke arahnya. Otomatis dia melangkah mundur hingga punggungnya menyentuh pintu fitting room. Dengan sedikit panik tangan kanannya bergerak liar mencari-cari grendel pintu.
Brak
Sunny mencegahnya dengan menekankan tangan kirinya di grendel pintu.
“Jangan lari, Sooyoung.”
Sunny menengadah, jarak wajah mereka semakin dekat.
Ditatap dari jarak sedekat itu membuat Sooyoung menjadi semakin gugup. Sooyoung juga baru menyadari ada sesuatu yang berbeda pada diri Sunny kali ini, yaitu dandanannya. Smoky eyes menambah kesan sensual pada sorot mata Sunny.
Kini hembusan nafas Sunny menerpa wajahnya, membuat Sooyoung tidak bisa berpikir lagi. Akhirnya Sooyoung memejamkan matanya, dia sudah pasrah saja pada apa yang akan Sunny lakukan.
Sunny tersenyum dan mengambil kesempatan ini untuk meraih belakang kepala Sooyoung dengan tangannya. Kemudian Sunny menyambut bibirnya dengan mesra.
“Ehmm…”
Sunny mengulum bibir bawah Sooyoung, lalu berpindah ke bibir atasnya.
Sooyoung menunggu dengan harap-harap cemas. Takut terjadi french kiss lagi. Atau yang paling parah kesuciannya direnggut.
Tapi Sunny menyudahinya sampai disitu saja, setelah sengaja mendesah di bibir Sooyoung.
“Ahhhh… “
“Sebenarnya aku ingin lebih, tapi nanti kita dicurigai kalau terlalu lama berduaan di fitting room.”
Sooyoung menarik nafas lega ketika Sunny menjauh untuk mengganti bra-nya kembali.
Tapi dia kaget lagi begitu Sunny tiba-tiba mendekat sehabis melepas bra-nya. Sekarang dia jadi tidak sengaja melihat nipplenya. Tapi sepertinya memang itu yang diinginkan Sunny. Sebab dari tadi dia terus berusaha memancing-mancing Sooyoung.
“Lama-lama aku mulai merasa kamu yang menghindariku seperti ini seksi juga,” bisiknya sensual di telinga Sooyoung.
Mwo? batin Sooyoung. Tapi dia tidak meneriakkannya, hanya saja kata ‘mwo’ terlukis jelas di wajahnya.
“Habis kamu seperti bermain susah didapat sih, hehehe.”
Gadis ini memang berbahaya, pikir Sooyoung setelah jantungnya kembali tenang.

_____________________________________________________________________________

12 tahun yang lalu.

“Hari ini mau main apa? Tapi jangan main yang seperti kemarin lagi.”
“Ne, aku juga tidak mau, habis sakit sih.”
“Apa sampai sekarang masih sakit Sunny?” tanya Sooyoung masih sedikit khawatir.
“Sedikit, tapi sudah hampir tidak terasa. Kamu punya usul sebaiknya kita main apa?”
“Kita main bayi-bayian, aku yang jadi bayinya!”
Sebelum Sunny sempat menolak Sooyoung sudah membaringkan kepalanya di paha Sunny.
“Ah curang! Mau yang enak saja!”
“Boleh dong, selama ini aku selalu kedapatan peran yang nggak enak terus, jadi gantian.”
“Huh, iya deh.”
“Nyaaaaa! Mimik cucu!” rengek Sooyoung berusaha menghayati perannya. “Sunny umma, bikinin aku cucu~!”
“Kamu mau minum sungguhan sekarang?”
“Aaanggg~ pokoknya mau mau~!” Sooyoung terus merewel sambil menggerakkan kedua tangan dan kakinya.
“Aigoo, ya sudah biar lebih menghayati. Tunggu sebentar, aku bikinin.”
Sunny pergi keluar dari kamar. Dua belas menit kemudian dia kembali dengan sebotol susu hangat yang biasanya diberikan pada bayi.
“Ini botol susu yang kupakai waktu dulu.”
“Luamaaaaa~” rengek Sooyoung seperti mau menangis.
“Aigoo, mianhae Sooyoungie, sudah lapar ya?^^”
Sunny naik ke atas kasur. Dan Sooyoung langsung merebahkan kepalanya di atas paha Sunny.
Sunny memegang botol susu dengan kemiringan beberapa puluh derajat dan menyusui Sooyoung. Sooyoung mengenyotnya dengan nikmat seperti bayi yang kelaparan.
“Enak, Sooyoungie?^^”
Sooyoung mengangguk sambil tersenyum.
“Hehe, jadi seperti mengenang masa dulu ya?”
Sunny membelai-belai rambut pendek Sooyoung.
Sooyoung terus menghabiskan susu itu sedikit demi sedikit tanpa berkata apa-apa.
“Hehe, bayiku yang manja, Sooyoungie^^”
Sooyoung memejamkan matanya, merasa sangat nyaman dan damai.
Sepertinya enak, kapan-kapan aku minta gantian ah, pikir Sunny.
Lima belas menit berlalu.
“Sooyoung Sooyoungie…” panggil Sunny seperti berbisik.
“……………..”
Ternyata Sooyoung sudah tertidur nyenyak. Wajahnya puas, seperti bayi yang kenyang habis menyusu.
Sunny menarik botolnya yang isinya tinggal seperenamnya saja dengan hati-hati supaya tidak membangunkannya. Sunny mengambil tisu dan mengelap sedikit air susu yang tumpah dari mulut Sooyoung.
“Aku suka kamu, hehe.”
Saat itu Sunny masih belum mengerti arti lebih dalam dari perasaan suka yang dia rasakan terhadap Sooyoung. Hanya saja perasaan itu sudah ada sejak usianya yang masih 9 tahun.
Sunny memindahkan dirinya dengan pelan-pelan dan mengganti pahanya dengan bantal. Dia berhasil melakukannya karena Sooyoung sama sekali tidak terbangun.
“Mudah-mudahan jangan bangun sampai malam…” bisik Sunny pelan.
Karena Sunny sangat berharap Sooyoung menginap disini malam ini.
Sunny membaringkan dirinya di sebelah Sooyoung dengan hati-hati supaya kasurnya tidak terlalu berguncang.
“Hehe, aku senang kamu tidur di sebelahku, selamat tidur^^”

_____________________________________________________________________________

Sooyoung POV

Aku menarik kursi untuk duduk di depan meja belajarku. Tanganku meraih laci meja. Kuambil sebuah buku dari dalamnya. Kutekan ujung pulpen dengan ibu jari dan mulai menulis.
Apa yang ingin kamu lakukan 10 tahun dari sekarang?
Secara kebetulan hari ini aku bertemu dengan pertanyaan macam itu setelah membaca sebuah majalah.
Yang ingin kulakukan adalah…
Lima menit kemudian, pintu kamarku terbuka.
Aku bergerak cepat seperti tersengat listrik. Langsung menutup bukuku dan meletakkan buku lain di atasnya. Lalu berbalik.
“Oh, Sunny, ada apa?”
“Sooyoungie, aku mau pergi ke mini market dekat sini, temani aku ya?”
Cuma begitu saja minta diantar, batinku. Tapi diluar aku tetap tersenyum.
“Baik, tunggu sebentar ya?”
“Ne, kalau begitu akan kutunggu di bawah.”
Setelah pintu tertutup kembali. Aku segera memasukkan buku harian itu kembali ke dalam laci.
Kemudian aku mengambil jaket dan turun ke bawah.
Dua puluh menit kemudian, kami sudah kembali dengan beberapa bungkus snack dan minuman.
Sunny tidak pulang, tapi main ke kamarku.
Tiba-tiba aku mendapat panggilan alam.
“Aku mau ke belakang sebentar.”
Aku melepaskan jaketku. Tak lupa aku turut serta membawa ponselku. Aku tidak mau dia memeriksanya selama tidak berada dalam pengawasanku. Belajar dari pengalaman sebelumnya.

**

Third Person POV

Sepuluh menit kemudian, Sooyoung kembali ke kamarnya dan menemukan Sunny sedang berdiri di depan meja belajarnya.
Apa yang sedang dia lakukan? Batin Sooyoung sambil berjalan mendekati Sunny.
“Lihat Sooyoungie, aku menulis namamu.”
Sunny menunjukkannya sambil tersenyum. Seolah itu hal paling normal yang dapat dilakukan oleh seseorang.
Sooyoung syok melihat hangul namanya terukir di tangan Sunny. Dan itu bukan tinta merah, melainkan…!
Setetes darah menitik ke lantai.
Pemandangan itu akan selamanya terpatri dalam ingatan Sooyoung.
“Aku sangat mencintaimu sampai sampai rela melakukan hal seperti ini pada diriku sendiri. Bahkan namja itu tidak berani melakukannya kan? Kurang apa lagi aku?”
Melihatnya saja membuat paras Sooyoung mengerut sakit.
Bagaimana bisa gadis ini melakukan hal seperti ini pada dirinya sendiri? Apa dia tidak sayang tubuhnya? Bisa-bisa akan meninggalkan bekas luka yang tidak akan bisa hilang!
Kemudian Sooyoung melihat buku hariannya terbuka di atas meja. Tepat di halaman yang baru saja ditulisnya. Matanya membelalak lebar. Butiran keringat langsung terbentuk di keningnya. Dia tahu ini bukan hal baik kalau sampai dibaca oleh Sunny.

Yang ingin kulakukan 10 tahun dari sekarang adalah…
Aku ingin memiliki keluarga dengan seorang suami dan anak-anak.

“Ah, aku lupa menuliskan nama Choi pada namamu.”
Sunny mengarahkan silet yang dipegangnya di sebelah tulisan hangul Sooyoung.
Sooyoung cepat-cepat memegang tangannya sebelum Sunny menggores tangannya lagi.
“Iya deh, iya! Aku tidak akan menikah dengan siapa-siapa makanya hentikan Sunny!”
“………………”
Sooyoung berusaha mengambil silet itu secara baik-baik dari tangan Sunny. Tapi Sunny menggenggamnya dengan sangat erat sampai rasanya mustahil bisa diambil tanpa tangannya tergores.
“Juga tidak denganku?”
“!”

Sunny menatapnya dengan datar, tapi Sooyoung tahu, dibalik tatapan matanya yang kosong, nadanya bersirat ancaman.
“Jadi kamu juga tidak mau menikah denganku?”
Dalam keadaan seperti ini, Sooyoung tidak punya pilihan lain. Ketika teman masa kecil yang kamu sayangi melakukan hal seperti ini, apa yang bisa kamu lakukan selain menurutinya? Sooyoung tidak mau seumur hidup dirundung rasa bersalah jika terjadi apa-apa pada Sunny. Setidaknya Sooyoung merasa ini pilihan yang benar.
“Aku mau kok menikah denganmu, Sunny.” Sooyoung berusaha tersenyum. Berusaha bersikap tenang walau dadanya dipenuhi berbagai perasaan. Akhirnya Sunny mau memberikan silet itu pada Sooyoung. Sooyoung segera menyimpannya dan mengambil obat merah di lacinya lalu membimbing Sunny untuk duduk di kasur. “Jadi jangan pernah melakukan hal seperti ini pada dirimu sendiri lagi ya?”
“Kenapa tidak? Ini kan bukti cinta.”
Akhirnya Sooyoung tidak tahan lagi. “Kamu sakit, Sunny!”
“Aku… sakit?”
“Hanya orang sakit yang melakukan hal seperti ini pada dirinya sendiri!”
Sunny malah tersenyum. “Aku tidak sakit Sooyoungie, aku cuma mau kamu memperhatikanku.”
Saat itu Sooyoung merasa Sunny perlu di terapi.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Loveless [SooSun Version] (Chapter 4)" (57)

  1. wah sunny benar2 terobsesi sama soo

  2. jeti dumdum said:

    hadeuh sunny, sunny bikin takut aja ih..
    makasi author..
    semangaaat

  3. wah…
    ckckxkckkk…
    sunny byun jga ya ternyata..
    hahaha,,,,
    udh nunjukin itunya malah dlu2nya main bayi2an..
    koplak bnr nih pasangan..

  4. Gw rasa sunny emang punya kelainan deh ma jiwanya…
    Iya ga? Hehehe

  5. Sunny nekad banget si .
    Iya , sunny kek orang ‘sakit’ disini .
    Jadi ngeri .

  6. Sunny sait anjir ini mah bener dia ko semacam kaya simopat gitu yah?cinta banget sama sooyoung sampai menggilamgitu

  7. GILA !!

    ah.. jahkan Youngie gue dr sunny pls T_T

  8. sunny bnar2 udh gk waras… sgtu cinta ny kh sma sooyoung smpek bgelukai dri sndri…
    sunny emg prlu d terapi youngie

  9. Hyo-bunnie said:

    Sunny unnie sakit ya?pantesan nekat banget jadi orang…aku jadi kasihan sama Soo unnie..

  10. desi si locksmith said:

    mlebihi yandere ffany nih.sakit jiwa ini mah..g kbyang gmn mndrita ny si soo..sunny trobsesi abis ma soo..kasihan juga soo ny…

  11. sunny perlu di bawa ke dokter jiwa kali..
    seren banget sampe lukain tangan sndri

  12. Wow… Jgan” sunny bener” sakit lagi..

  13. ahh sunny terobsesi sama soo sampe kayak gitu -_-

  14. beninsooyoungsters said:

    Aduh sunny ngeri amat sih -____-
    Ini mah bukan terobsesi lagi, tapi psikopat niiih
    Uuuh kesian sooyoung *kecup basah*

  15. walaaaahhh~ sunny sereeem >< terlalu terobsesi? ada rencana ngadirin cameo gak kak? asal janga sica sih kak nanti kedorong security lagi #eh hahah lanjjut

  16. Kak, itu Sunny ada gangguan mental atau gimana?
    Dia segitunya terobsesi sama Sooyoung ya?
    Jadi kasian sama Sooyoung nya kak 😦

  17. Miss New New said:

    ohmahgat..!

    panik
    panik
    paniiikk

    ngilu bayangin sunny ngukir hangul di.kulitnya.sendiri.

    analisa dari ku, mungkin ada hubungannya.sama kondisi sunny yg kehilangan ortunya. Jadi takut bnget kehilangan soo yg dia anggap gakkan terganti

    mngkin hehe
    tapi psikopat bukan sih? sosiopat? ah entahlah

    Soo mesti konsul.sama.org yg ngerti, gimana baiknya ngadepin sunny

    nah.banyak kan komenkuuu ^^

  18. duh sunny kaya yg sayko masa -.- merinding disko baca nya .. author dae to the bak !

  19. luhanppany said:

    o.o oh…….. sunny cinta mati sama sooyoung
    ok next chap thor ^^

  20. hadehhhh,,
    udah lagh soo terima aja kenyataan klo sunny sangat membutuhkan lo.

    kasian sunny klo dia terus-terusan nyakitin dirinya sendiri..
    tpi kasian jga sich soo yg harus nyakitin prasaannya sendiri #inireadermintadigebuk

    sorry author soalnya aku binggung harus berada dipihak siapa -.-

  21. Asli Sunny sdh buta krn cnta.. G pduli mlukai dri sdri. Tp jstru Soo mjd risih n ngeri.. Ah klo ktmu yg kyk gtu jg mgkn ane ngaciiirrrr.. Tp sbnery ksiaaan sm Sunny sih..

  22. omaigat sunny bunny. lemana sunny ku yg cute?? caelah

  23. TaengSicababy said:

    Sunny cinta nya udh klewat batas nih.. Bhaya bgt..
    Ksiaan soo.. T.T

  24. Hahahahahanjerrrr jgn2 chap ini inspirasinya dr sasaengfans e*o ya?? XD sakit sakiiiitt

  25. hmmm… kali ini sugoda (sunny mengoda). dan sula (sunny gila) krn dia berani melukai dirinya. dia pantas ikut terapi sebelum lakukan hal gila.

  26. hana mutia said:

    lama2 sunny ky psyco ya, mngorbankan brbagai cara buat dptin hati soo.
    ksian jg soo nya u.u

  27. Jiaaaaaaah, bnr2 dah sunny eonni, hehehe, ,lanjuuutkan aja #eh. . Hihihi. . .soo eonni, slmt mnikmati. . .ahahaha,

    keep spirit. . .
    Lanjuuuut. . .

  28. O.O omoo .. sunny serem amad yah

  29. haha.. keren lah.. 😀

  30. betul banget soo, sunny perlu di terapi. ada kelinan sepertinya #eh

  31. kwonborie said:

    asli nya lah ak pernah punya temen dulu kaya sunny disini, maen nyilet nyilet tangannya kalo.ga diturutin sama pacarnya -_-
    ngeri banget lah aslii >.<

  32. sunny bener2 udh gila sma cinta… diaa begituu terobsesi memiliki syoo….

    serem jg…. ngilu pas sunny nyilet tangannya sendrii

  33. emang bener, sunny kayak punya sakit mental :/

  34. Febylia Lie said:

    baca ini jadi teringat ff mu yg sebelumnya thor versi taeny tapi *lupa judulnya*.. hehehe.. psycho sama kayak tiffany.. yg terobsesi ingin mendapatkan taeyeon.. huehehehe.. lanjutkan thor!

  35. noeryanzien said:

    situasi kaya gini, sooyoung seperti di hadapkan pada buah simalakama.

    kenapa sooyoung sebegitu gak maunya sama sunny?
    kenapa sooyoung gak manfaatin keadaan?
    cinta gak harus gitu sunny, kamu gak mikir sooyoung merasa tertekan? nanti bisa-bisa kamu yg ditinggal selamanya sama sooyoung.
    biarkan cinta yg menunjukkan jalan kalian berdua, bukan dengan cara mengintimidasi seseorang mencintai kamu.

    kenapa authornya jadi extrim begini. #plak

    lanjut thor, aku tau pasti ahirnya bakal bahagia.
    fighting…….

    • karena cinta itu tdk bisa dipaksakan
      bkn akunya yg ekstrim, hanya mencoba sensasi cerita begini 😛
      blm tentu lho, karena endingnya aja msh blm kuputuskan

  36. waahhhh ngeriii sunny nyaaa…
    lanjut thor 🙂 heee

  37. Lee Eun Soo said:

    Wow..
    Sunny ngeri banget yah..
    Cintanya udh gak sehat tuh..
    Mana si Syoo blm ada rasa apa2 ama Sunny..
    Jadi gregetan deh..

  38. agustina_huang said:

    Wah…sptnya obsesi sunny ke soo lm2 nyeremin jg nih…
    Klu dibiarin bs tmbh gawat nih…

  39. sptnya aku juga mpy ‘kecenderungan’ seperti sunny deh. -_-
    hbsnya sepanjang membaca cerita ini.
    disaat yg lain (dan juga author) menganggap sunny sakit.
    aku malah menganggap yg dia lakukan utk sooyoung sangat keren. (*^*)
    berani melakukan apapun mskpn berefek nyakitin dirinya.
    hihihi~

    next chap~
    hwaiting.. (9 ^0^)9

  40. Yap, gue sependapat sama Sooyoung, Sunny emang sakit.
    Terlalu terobsesi

  41. Kim/Choi said:

    Oklah, Sunny unnie mulai liar……. 😀
    Lanjooottttt 😀

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: