~Thank you for your comments~

A/N : Kali ini aku mencoba pakai warna lain, biar nggak bosen baca teks warna hitam terus.

Siap-siap bakal syok dengan chapter ini XD
bagi yang nggak suka dengan adegan tertentu silakan skip sendiri (tahu diri sendiri ya, author sudah mengingatkan)
enjoy 😀

Keesokan harinya di rumah sakit.
Lee Soo Man dan istrinya melihat makanan Sunny masih utuh ketika mereka mengunjunginya. Lalu mereka pun membujuk Sunny untuk memakannya.
“Nggak mau! Maunya Sooyoung!” kata Sunny seperti anak kecil yang rewel. “Kalau Sooyoung yang menyuapiku aku baru mau makan!”


“Tapi kan kemarin dia sudah datang. Belum tentu dia akan datang lagi.”
“Dia pasti datang!”
“Tapi kamu kan tidak tahu dia datang jam berapa. Sekarang makan dulu ya.” bujuk bibinya dengan sabar.
“Nggak mau!”
Lee Soo Man menghelas nafas dan diam-diam membatin pada kakaknya yang menitipkan Sunny karena dia sudah berada di atas sana. Lalu Lee Soo Man berjalan keluar kamar dan kebetulan berpapasan dengan Sooyoung yang datang membawa sekeranjang buah.
“Annyeong, ahjussi.” Sooyoung membungkukkan badannya dengan sopan.
Lee Soo Man hanya tersenyum tipis. “Bisa bicara sebentar?”
“Ne.”
Sooyoung sudah merasa mereka akan melakukan pembicaraan serius, jadi dia hanya mengikuti Lee Soo Man tanpa langsung bertanya macam-macam.
Lee Soo Man baru berhenti setelah cukup jauh dari kamar Sunny.
“Duduklah.”
“Ah, ne.”
Mereka sama-sama duduk di kursi untuk para pasien yang menunggu. Sooyoung meletakkan keranjang buahnya di samping dia duduk dan berpaling pada lelaki lansia itu.
“Aku sendiri tidak tahu dimana letak aku salah membesarkannya.”
Sooyoung mengerti. Pasti orang yang dimaksud adalah Sunny.
Lee Soo Man menatapnya sungguh-sungguh dan menundukkan kepalanya.
“Aku hanya bisa memohon padamu. Tolong penuhi permohonan keponakanku, Sunny.”
“Ja-jangan memohon seperti itu ahjussi.” Terus terang Sooyoung kaget. Baru kali ini dia mendengar Paman Sunny memohon sesuatu padanya.
Sebenarnya Sooyoung cukup mengagumi Paman Sunny. Karena biarpun sudah lansia, tapi badannya masih tetap tegap. Masih tampak sebugar seingat dia waktu kecil. Dan juga masih memancarkan aura wibawa di usianya yang hampir mencapai enam puluh.
“Sunny sudah kuanggap seperti putriku sendiri. Aku tidak ingin kehilangannya.”
Sooyoung dapat merasakan perasaan tulus Lee Soo Man. Dan dia merasa sedikit terharu.
“Aku tahu Sunny telah merepotkanmu. Tapi kumohon kamu mau bersabar untuknya.”
“Aku akan menjaga Sunny. Akan kupastikan kalau dia tidak akan pernah mencoba melakukannya lagi. Jadi ahjussi tidak usah khawatir.”
“Terima kasih. Kurasa aku bisa mempercayakan Sunny sepenuhnya padamu.”

**

Sooyoung mengetuk pelan pintu kamar Sunny dan masuk ke dalam.
“Ah, Sooyoungie! Kamu datang^^” ekspresi masam Sunny langsung berubah menjadi cerah.
Sooyoung hanya tersenyum simpul dan sedikit menundukkan kepala ketika berkontak mata dengan Bibi Sunny.
Sunny berpaling pada bibinya. “Umma, biarkan aku berduaan sama Sooyoung.”
Bibi Sunny hanya menghela nafas melihat sikap Sunny yang manja, tapi apa boleh buat.
“Pastikan kamu membuat Sunny makan. Sedari tadi dia terus menunggu kedatanganmu sampai tidak mau makan,” pesannya sebelum dia berjalan keluar meninggalkan mereka berdua.
Sooyoung mendekat dan meletakkan keranjang buahnya di meja samping tempat tidur. Lalu duduk di sampingnya.
“Wah, kamu bawakan buah buat aku? So sweeeeettttt~^^” Sunny beraegyo, berharap bisa mengambil sedikit hati Sooyoung.
Tapi Sooyoung bahkan tidak berbasa-basi dengan menanyakan keadaannya. Dia hanya mengambil piring makan Sunny yang sejak tadi tak tersentuh dan menyodorkannya.
“Cepat makan. Kamu belum makan kan?”
Sunny mengerucutkan bibirnya. “Nggak mau ah, kecuali kalau kamu suapin aku.”
Sooyoung ingin marah dan berkata ‘terserah, itu tubuhmu sendiri.’
Tapi dia teringat bahwa dia baru saja telah berjanji dengan Paman Sunny. Dan kemarin dia sudah mengambil keputusan akan menjaga teman masa kecilnya agar tidak berbuat hal nekat seperti bunuh diri lagi. Jadi Sooyoung harus menahan perasaannya.
“Baiklah, buka mulutmu.”
“Yeeeeiii!!^^”
Sunny memakan semua yang disuapkan Sooyoung seperti anak kecil yang patuh.
Sambil mengunyah makanannya, Sunny juga membuat kode hati dengan kedua tangannya dan terus menggerakkannya kesana kemari, sambil sesekali menunjuk ke arah Sooyoung dengan kedua telunjuknya. Tak lupa dengan kedipan mata yang sanggup membunuh.
Sooyoung memutar matanya, jelas sekali merasa terganggu.
“Sudah hentikan, kunyah makananmu dengan benar.”
“Ehhh? Tuapwi, akwu swenang swekali.”
“Jangan ngomong sambil makan!”

Sunny POV

Ada satu hal yang kumengerti. Bahwa ketika aku terluka, Sooyoung akan mencemaskanku. Kemarin saat Sooyoung menggenggam tanganku sebenarnya aku sudah sadar. Dan aku hampir saja tidak bisa menahan diriku ketika dia menangis untukku.
Kyaaaaa, aku senang sekali!
Sudah kuputuskan.
Aku akan melakukan apapun. Walau harus dengan cara memaksa. Walau harus menyakiti diriku sendiri. Asalkan dia bisa selalu berada di sisiku.
Akan kubuat dia jatuh cinta padaku. Pasti.

Third Person POV

Sudut mata Sunny kebetulan melihat surat yang dia tulis di dekat keranjang buah.
“Eh Sooyoungie, di dalam surat itu aku tidak mengungkit tentang apa yang kita lakukan waktu kecil.”
DEG!
“Kalau kutulis gimana ya reaksi Paman dan Bibi kalau membacanya, ehehe,” kata Sunny dengan senyum polos tanpa dosa.
Mendadak Sooyoung merasa dirinya seolah terancam. Memang Paman dan Bibi Sunny benar-benar membaca isi surat itu dan dia tidak mau membayangkan apa jadinya kalau kenangan waktu itu disinggung dalam suratnya.
“Ja-jangan…” ucap Sooyoung dengan suara gemetar. Kedua tangannya yang berkeringat terkepal di atas pahanya.
Sunny melihat perubahan air mukanya. Dan dia malah jadi menikmati melihat ekspresi takut Sooyoung.
“Tapi apa yang akan kamu lakukan jika seandainya aku benar-benar mati?”
DEG!
“Jangan berkata begitu…”

“Ehehe. Makanya bertanggung jawablah.” Sunny mendekat ke wajahnya dan berbisik di dekat telinganya. “Kamu harus selalu berada disisiku, Sooyoungie, jadilah kekasihku.”

“Ne…” jawabnya pasrah.

Dan detik itu Sooyoung sudah menyegel takdir yang tidak bisa ditarik kembali. Takdir yang membuat dirinya menjadi terikat dengan Sunny untuk seterusnya.

___________________________________________________________________________

12 tahun yang lalu. Sehari setelah Sunny menonton film dewasa itu.
“Aku mau kasih lihat kamu film yang menarik nih.”
“Film apa?”
“Aku tidak tahu apa judul filmnya, tapi aku menemukannya di antara vcd-vcd Appa.”
Sunny menarik Sooyoung untuk duduk di sebelahnya, lalu dia menekan tombol play.
Kemudian tayangan yang seharunya hanya untuk 18 tahun ke atas tampil di layar TV. Sepasang namja dan yeoja tidak mengenakan pakaian sedang bercumbu di atas ranjang. Sesekali terdengar desahan keluar dari bibir keduanya.
Sooyoung melongo. Dalam benaknya bertanya-tanya, ‘Film apa ini? Kenapa mereka tidak memakai baju?’
Lalu dia berpaling ke arah Sunny untuk mencari jawaban, tapi kelihatannya tatapan Sunny begitu fokus ke film itu. Kemudian dia kembali menatap layar TV. Dan mencoba untuk menghayatinya. Mata Sooyoung yang besar terus melihat saat tubuh keduanya bersatu.
“Apa yang mereka lakukan?” tanya Sooyoung polos.
“Aku tidak tahu. Tapi dari ekspresi mereka kelihatannya enak ya?” kata Sunny merasa tubuhnya sedikit panas melihat adegan semacam itu.
“He-eh.”
“Mau coba lihat adegan selanjutnya?” tawar Sunny. Kemarin dia sudah menonton dari awal sampai akhir.
Sooyoung hanya mengangguk saja.
Sunny menekan tombol remotenya dan sekarang beralih ke adegan selanjutnya. Kali ini sepasang yeoja yang masih mengenakan pakaian lengkap. Keduanya saling mendekat dan tanpa basa-basi bibir mereka langsung saling berpagutan.
Sooyoung berkedip sejenak. Melihat mereka saling mengulum bibir. Dia sudah pernah melihat adegan berciuman sebelumnya. Namun baru kali ini dia melihat adegan ciuman yang begitu bernafsu. Keduanya saling melucuti pakaian pasangan di depannya. Kemudian membelai-belai dadanya yang besar. Setelah sepenuhnya telanjang, mereka menjatuhkan diri di atas ranjang. Bibir mereka masih saling melekat. Kemudian belaian tangannya terus turun dan menyentuh milik masing-masing. Jari-jari mereka saling menggosok di area privat masing-masing lalu tak lama kemudian jari mereka saling masuk dan mereka mengerang nikmat. Punggung yeoja di bawahnya sedikit terangkat sebagai respon rangsangannya.
Sooyoung masih terhisap oleh adegan bercinta yang dilakukan mereka sampai  Sunny mematikan VCD playernya. Lalu dia menyimpannya kembali pada tempatnya, berusaha agar letaknya tidak kelihatan berubah.
“Mau coba melakukannya?”
“Eh?”
“Soalnya kelihatannya enak kan? Apa kamu tidak kepingin?”
“Aku penasaran sih.” Meski selama menonton Sooyoung sama sekali tidak merasakan apa-apa.
“Kalau begitu ayo kita lakukan di kamarku, Sooyoung.” Sunny menarik tangan Sooyoung dengan agresif ke dalam kamarnya.
Begitu sampai di dalam Sunny langsung memutar tubuh untuk menguncinya. Dalam dirinya ada sedikit rasa takut kalau apa yang akan mereka lakukan ini tidak boleh sampai ketahuan oleh Paman dan Bibinya.
“Sekarang lepas semua bajunya,” kata Sunny seolah memberi aba-aba. Kemudian dia yang mulai duluan tanpa rasa malu sama sekali.
Sooyoung pun mengikutinya mulai dari melepas atasannya. Sunny membiarkan semua pakaiannya tergeletak di lantai lalu melihat Sooyoung melepas celananya. Matanya tertuju pada sela-sela pahanya, ternyata sama seperti miliknya.
“Sooyoungie… kamu tidak punya itu… Ternyata kamu yeoja ya?” tanya Sunny dengan polosnya.
“Mwo? Jadi selama ini kamu mengira aku namja?” tanya Sooyoung sambil mengerutkan alisnya.
“Habis aku kan nggak pernah lihat kamu telanjang sepenuhnya. Lagipula kamu tidak pernah memakai rok ke sekolah dan rambutmu pendek jadi kukira kamu namja.”
“Ya soalnya Ummaku terkadang masih memperlakukanku seperti namja. Karena saat mengandung aku dia ingin anaknya kali ini namja.”
Sunny mengajak Sooyoung naik ke atas ranjangnya.
“Sooyoungie, cobalah lakukan seperti apa yang mereka lakukan dalam film,” kata Sunny sambil berbaring menghadap Sooyoung.
“Tadi begini ya?”
Sooyoung memegang dan mencoba meremas-remas dada Sunny yang masih rata.
“Bagaimana?”
“Emm, aku tidak merasa enak. Rasanya biasa-biasa saja.”
“Barangkali karena dadamu masih belum tumbuh?”
“Aku tidak tahu.”
Kali ini Sooyoung mencoba sambil mengelus-elus nipplenya.
“A-ah, geli, Sooyoung!”
Sooyoung terus melakukan foreplay amatir itu. Sementara Sunny terus menggeliat-geliat oleh sentuhan jarinya.
“Lalu gimana sekarang?”
“Sooyoungie, coba gunakan jarimu. Masukkan ke dalam sini,” kata Sunny sambil menarik tangan Sooyoung dan membimbingnya ke arah kelaminnya. Sunny membiarkan kedua kakinya terbuka lebar supaya Sooyoung bisa memasukkan jarinya.
Mata Sooyoung memandang sela-sela pahanya.
“Kelihatannya sangat rapat, memangnya bisa masuk?”
“Bisa, dalam film tadi saja itunya namja itu yang lebih besar bisa masuk ke dalam yeoja itu.”
“Kalau begitu coba.”
Jari Sooyoung mengelus kelamin Sunny. Sunny menunggu dengan jantung berdebar-debar. Tak sadar dia menahan nafas. Saat jari-jari Sooyoung menelusuri lipatannya, Sunny merasa terangsang.
Kemudian Sooyoung menemukannya, lubang tempat dia bisa memasukkan jarinya. Lalu Sooyoung teringat yeoja dalam film tadi menggunakan kedua jarinya. Maka dia pun mencoba memasukkan dua jarinya sekaligus ke dalam Sunny.
Pertamanya Sunny merasa aneh saat ada sesuatu yang menggelitik dan mencoba masuk ke dalamnya, tapi dia merasa enak, jadi Sunny membiarkannya.
Tapi Sooyoung malah berusaha memasukkannya sejauh mungkin yang dia bisa. Saat itu ia merasakan seperti menembus sesuatu yang lunak. Jari Sooyoung yang menerobos terlalu dalam membuat Sunny sontak menggeliat dan berteriak kesakitan.
“Aww! A-apo Sooyoungie!”
Kaget mendengarnya, Sooyoung cepat-cepat mencabut jarinya keluar. Dan dia melihat ada darah di ujung jarinya. Tapi dia tidak merasa jarinya terluka, jadi darah ini pasti berasal dari Sunny.
“Apooo…” Tatapan Sunny berubah menjadi sendu. Matanya mulai tergenang air.
“Huu…huweeeeeeeeeee!!”
Sooyoung lebih kaget lagi mendengar rengekan yang berasal dari mulut Sunny. Sooyoung tidak menyangka melakukan ini akan sampai membuat Sunny menangis.
“Su-Sunny, tenang, jangan nangis dong ya? Cuma berdarah sedikit saja kok.”
“Huweeeeeeeeeee!!” tapi tangisan Sunny malah bertambah keras mendengar kata darah.
“Ssshh ssshh ssshh…” Sooyoung mengambil tisu untuk mengelap darah di jarinya dan juga di kelamin Sunny sebelum menodai seprainya.
Walau dia masih belum mengerti, tapi mendadak Sooyoung merasa telah melakukan hal yang benar-benar buruk. Sesuatu yang tidak dapat ditariknya kembali. Walau ini ajakan Sunny, tapi dia tidak mau membayangkan kalau sampai Paman Sunny mengetahuinya. Jantungnya berdebar ketakutan memikirkannya. Dia harus berusaha keras membujuk Sunny.
“Mianhae Sunny, mianhae… jangan nangis lagi ya? Nanti kukasih semua coklat dan permenku.”
“Huweeeeeeee…….” Sunny masih menangis, tapi setidaknya suaranya sudah tidak sekeras tadi.
Sooyoung membaringkan dirinya di dekat Sunny dan berbisik lembut di telinganya.
“Ssshh ssshh ssshhh…”
Setelah Sunny tenang, Sooyoung mengenakan kembali semua pakaiannya. Dan membantu Sunny berpakaian juga.
Sooyoung menghapus sisa-sia air mata di pipi Sunny.
“Sekarang kita ke rumahku saja yuk? Makan coklat dan permen.”
Sunny mengangguk.
Dan hati Sooyoung menjadi semakin cemas ketika melihat cara Sunny berjalan. Jalannya seolah menahan rasa sakit di selangkangannya, hampir mirip penguin.
“Sunny, co-cobalah jalan seperti biasa.”
“Tapi agak sakit, Sooyoungie…”
“Tahanlah, ayo kita coba latihan jalan-jalan sekarang.”
Sooyoung menggandeng Sunny, tidak mengajaknya langsung ke rumahnya, tapi membawanya latihan jalan-jalan bersamanya sampai jalan Sunny kembali normal. Baru setelah itu ke rumahnya untuk makan coklat dan permen yang dijanjikan Sooyoung.

Setelah itu Sooyoung mengantar Sunny ke depan rumahnya lagi. Kebetulan jarak rumah mereka berdekatan.
“Benar sudah tidak apa-apa?”
Sunny mengangguk. Warna mukanya sudah lebih baik sekarang, setelah makan coklat dan permen. Namun, Sooyoung masih merasa tak tega.
“Sunny… jangan bilang siapa-siapa ya… soal kita melakukan itu,” kata Sooyoung sambil menundukkan wajah. Seolah semua kesalahan sekarang jatuh pada pundak Sooyoung yang sudah menyobek keperawanan Sunny biarpun seharusnya saat itu dia masih belum mengerti apa-apa.
“Gwenchana, aku tidak akan bilang.”
“Benarkah?”
“Benar.”
Sooyoung menarik nafas lega.
“Tapi Sooyoungie, setelah ini pun kamu harus tetap mau main denganku ya? Jangan menghindariku karena soal ini ya?”
“Tentu saja aku masih mau main denganmu.”
“Aku ingin kita terus bersama bahkan sampai dewasa nanti.”
“Aku juga.”
Mereka saling bergenggaman tangan dengan perasaan anak kecil yang paling polos.
“Sooyoungie, saranghae^^”
“Nado saranghae, Sunny.”

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Loveless [SooSun Version] (Chapter 3)" (64)

  1. Publish juga akhirnya bagian bocah SooSun main colok2annya nih. :p

  2. jd itu yg ngebuat soo mau nurut perintah sunny selamaya, kasian soo,,,
    udah yakin sih, pasti gegara sunny nonton dvd itu,,,
    ckckckckk,,, bocah2 ingusan liat gituan…. kekekeke

  3. itu lah akibat nya kalo nonton yg kyk gituan hehe

  4. hana mutia said:

    ohhh, jd itu alasan soo g bsa ninggalin sunny. krna sunny udh ga perawan gegara soo.
    gawattt! msh kecil udh coba2 soosun ahahahaha
    udh dwasa malah mkin bnyak main ni soosunnya *ehhh 😀

  5. aduh itulah akibat bocah yg nonton. bnar2 polos

  6. itu yg video yeoja vs yeoja taeny y….keeekeke
    wah… msi kecil aja maenan ny udh coblos mencoblos

  7. bingo~…
    main suami istri2an kan? wakakkakaa

  8. jeti dumdum said:

    huuuaaa beneer dugaan ku, kasian sooyoung..tapi mau jadi soosun, mudah mudahan sooyoung bisa cinta ma sunny biar ga merasa tersiksa..jiah
    makasih author
    semangaaat

  9. Ehh ,
    lucu ngebayangin soosun jadi anak kecil ,
    jadi itu yg ngajak sunny ya ,,
    gara2 itu soo jadi terikat sama sunny .

  10. bwakakakaka ngakak berat baca bagian soonsun pas kecil udah mesum. eeerrr~ hahahahaha XD lanjutt sih 😀

  11. O.O heol byunsoosun ..

  12. omg gue ga sengaja baca nc nya #plakkk .. thor penasaran next chap nya kek gmna >.<

  13. luhanppany said:

    kyaaaa little sooyoung mengambil keperawanan little sunny
    masih kecil udah yadong GIMANA GEDENYA (╯°□°)╯︵┻━┻
    syok berat ‘-‘

  14. noh kalo bocah nonton yg kyak begituan lah berabe itu wahaha sumpah ngakak waktu sunny bilang dgn polosnya “Sooyoungie… kamu tidak punya itu…Ternyata kamu yeoja ya?”

  15. claireen tjan liem said:

    anyeonng Monic Eonni, i’m back, kekekkeke
    wah FF loveless chapter 3 ini, sesuatu banget
    .
    .
    gk berani aku bacanya, serem,, hehehehe
    bikin merinding,

  16. Hanjir bocah bocah udah tau manan dewasa lah xD
    Ngakak pas bayangin sunny jalan kaya pinguin lah

  17. Hahaha polos bgt.. Penasaran sih penasaran tapi ngga kaya gitu juga ya…
    waktu gw kecil masih maen gundu ma maen layangan…haaadeeuuuhhh
    Anak kecil jaman sekarang…… Maenannya keraassss!! Hahahahaha

  18. beninsooyoungsters said:

    Tun kan tuh kan tuhkaaaaaan! Udah aku pikir bakal kayak gitu waktu mereka masih kecil -____-
    Mereka kok ya ngerti2 nya gitu, astaga
    Sooyoung di posisi ini sepertinya dia yang ternodai ya? Hahahaha

  19. Miss New New said:

    hmm gak sepenuhnya salah soo
    tapi karena masih kecil soo blum bisa berpikir seperti itu yak

    kasian, pasti takut bener soo cilik, ngrasa salah. Kayak gue kalo abis mecahin piring or gelas

    masa anu-inunya disamain dgn gelas… *author menghela napas

    tapi sumpeh sunny bikin iri.. gue kalo gak mau makan malah dimarahin hiks

    disuruh makan aja gak mau, gimana disuruh kerja?? x))

  20. sejujurnya itu salah sunny krn ajak sooyoung melakukan adegan tak pantas dilakukan di bawah 18 thn.
    saatnya ini suyebal berganti jadi sudong (sunny yadong), sumaksa (sunny memaksa)… hehehe

  21. no comment

    #hehe…becanda

    sooyouuuuungg…>_<
    apaa yg kau lakukaaaaan haaaaaaah??????
    aigooo -_-'

    pantesan sunny cinta mati ma sooyoung…
    itu toh sebab nya…

    #bisajadibisajadi XD

  22. #syok berat gw

    pantesan sooyoung ga bisa nolak,
    itu toh sebab nya…..
    #bisajadibisajadi

    or

    pantesan sunny cinta mati ma sooyuong,
    itu toh sebab nya…
    #bisajadibisajadi

    XDDDDD

    LANJUT ea lah tor

  23. Hahaha lucu bgt ceritanya , masih kecil udah begituan ada2 aja soosun

  24. Ooooommooooooo. . . O.O
    oh, jdi gtu,, sebabnya. . .hehehe, ya ampuun kasian, euumm. . .soo mensi tnggung jwb. . .hihihi, aplgi skrg sdh terikat. . .

    Keep spirit. . .
    Lanjuuuut. . .

  25. eh.. horror amat 😐

  26. Hyo-bunny said:

    Sooyoung unnie terikat sma Sunny unnie karena..ehm..gituan yaa..tapi akhirnya mereka bersatu walau dengan unsur paksaan..jdi penasaran kedepannya jadi gmana ya?

  27. kwonborie said:

    aduuhh soosun masih bocah aja udah kayak gitu -_- ak baca nya selewat selewat doang ngeri abisnya, pake warna merah lagi -_-

    oia author nerusin komen yg waktu itu, pake whatsapp yaa, kenapa ga pake Line aja gitu hehehe (maksa banget) 🙂
    minta idnya boleh?? dikirim ke email aja oke author, mari berteman ^w^

    • pakai warna merah itu biar lbh hot soalnya wkwkwk XD
      aku jg ada line sih kalau mau
      tp sebenarnya aku lbh sering buka facebook dibanding whatsapp sm line

      • kwonborie said:

        oh biar hot gitu makanya warna merah :))

        ak malah jarang buka facebook, ya udah bebas deh mau line whatsapp ^^

        ditunggu ya email nya ^^

  28. agustina_huang said:

    Waduuhh… Gr2 nntn film +++ akhrnya soosun jd nyoba2..
    Itu knp sunny blg soo msti tg jwb..
    Wah rumit jg nih, apa soo nantinya bs mncintai sunny tnpa adanya paksaan ya..

  29. claireen tjan liem said:

    Hi Monic Eonni,
    wah Monic Eonni jahat banget, sms aqw gk dibales, (.T_T.).
    .
    .

  30. debak

  31. FF Author emang bikin ketagihan
    ow ya saya reader baru heheh salam kenal

  32. mohon di lihat fmv buatanku ya
    semoga kalian suka

    #numpang promo heheh thor

    • sorry baru liat, wktu itu sibuk sih terus kelupaan
      lumayan bagus jg
      kalau mau lbh bagus sih lagunya di sync sm kemunculan scene adegannya, misalnya tiap lagu yg nyentak/tiap pergantian kalimat lagu ganti scene, timingnya disamakan dgn lagunya
      ya tp aku ngomong gini jg blm tentu km ngerti maksudnya sih, mgkin susah dijelaskan kalau hanya ngomong

  33. o.O Ommo!!!
    sebenernya yg salah itu appanya sunny, knpa naro kaset kaya begituan di sembarang tempat wkwkwk
    Aku pengen Sunny yg lebih nyebelin,pemaksa dan agressive dr ini hahaha.. buat Soo lebih tersiksa lagi dong sunbae XD

  34. aigo aigo 😯

    minta ditampoleng nih si sunny lama2 -_- #ditampolengreaderamaauthor

  35. gara2 soo man ceroboh naruh vcd sih jadi kena deh soosun yg polos.
    #plaaakkkk

    itu masih kecil tapi maenannya niru vcd.
    aigoooo~

    keren tuh sunnynya.
    aku suka karakter pemaksa yg menghalalkan segala cara macam sunny.

    lanjut next chap.
    hwaiting. (9 ^0^)9

    • anak jaman skrng ada yg begitu sih wkwkwk, jgn ditiru~
      aku jg suka menghalalkan segala cara begini XD (pdhal kalau namja sdh dihujat-hujat)
      ya 😀

      • bener bgt.
        aku msh inget di ceritamu kmrn dgn tokoh namja lee jong hyuk yg menghalalkan segala cara trmsk maen dukun.
        aku yg baca emosi jiwa parah.
        mngumpat gak karuan.

        eeh ini giliran bunny (yg mskpn gak maen dukun) tetep sama2 menhalalkan sgala cara, tpi aku malah bersimpati bhkn menganggap keren,
        aigoooo

      • Kocak XD
        Gak fair dong wkwkwk

  36. Nggak bisa nyalahin Sunny juga sih setelah yang terjadi,,,,
    Soalnya dia sudah kehilangan sesuatu yang paling berharga walaupun dia yang ngajak…
    Dan Sooyoung, kasihan banget dia, seperti selalu terpojok dan terintimidasi,,,
    Sebenarnya dilihat dari sudut manapun, yang salah ya orang dewasa yang kurang mengawasi anaknya…

  37. Kim/Choi said:

    Ih ih ih, NC nya, buar duar deh. Masik kecik lagi oi. Author nih, jahat. Sunny kecil, omaigat. Tapi nggak papa lah, kan Sooyoung yang dapat :v
    Kwkwkwkwkwkw 😀

  38. bahaya nyaaa tuhh appa sunny ga ketentuan bs” jd bocah soosun nemuin tuh vcd,,hadeehh trnyata kejadian nya begitu pantes pucat pasih si sooyoung..wayoo tanggung jwb la tuhh

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: