~Thank you for your comments~

Sunny meletakkan tangannya di atas meja.
“Sooyoungie, tolong pakaikan kuteks ke kukuku dong?”
Tanpa berkata apa-apa, Sooyoung membuka botol kuteks. Dan mulai mengoleskan kuteks ke kuku Sunny. Ekspresinya kosong. Tampak bagaikan robot yang bergerak oleh perintah Sunny.

Sebenarnya Sooyoung masih agak trauma dengan kejadian french kissnya kemarin dengan Sunny. Karena itu dia lebih memilih nurut saja.
Sementara Sunny terus menatap lekat wajah Sooyoung. Tidak berhenti tersenyum. Sunny menikmati memandang Sooyoung yang lagi memoleskan kuteks ke kukunya.
“Ehehehe.”
Tawa manis Sunny berasa bukan pertanda baik di telinga Sooyoung.
“Kamu mau tahu apa yang membuatku senang?”
“……………” Sooyoung tidak kelihatan tertarik, tapi Sunny tetap menjawab pertanyaannya sendiri.
“Karena hari ini aku sudah mengucapkan mantra tadi. Bahwa kalau Sooyoungie bersedia memakaikan kuteks di kukuku saat aku memintanya, maka dia akan mencintaiku selamanya.”
“!” tangan Sooyoung terhenti. Merasa sangat ilfil, seperti baru saja diguna-guna.
“Genie pasti akan mengabulkan permohonanku, ehehe.”
Sooyoung berusaha mengusir omongan Sunny yang mengganggunya dan melanjutkan pekerjaannya. Tidak lama kemudian semua jari tangan Sunny sudah terpoles.
“Bagus, rapi. Kamu pintar memakaikan kuteks.”
Sunny tersenyum puas melihat hasilnya. Sekarang kuku-kukunya berwarna merah muda dan terlihat cantik.
“Ini sebagai hadiahnya.” Sunny beranjak dari kursi dan memberi sebuah kecupan tepat di bibir Sooyoung.
“!”
“Saranghae, Sooyoung^^” ucap Sunny tulus seolah tidak mempedulikan mata Sooyoung yang membelalak lebar menatapnya sehabis dia cium.
“Ah, aku haus, mau minum sebentar ya.” Sunny berjalan keluar dari kamarnya.
Setelah Sunny menghilang dari pandangannya, Sooyoung mengusap bibirnya dengan punggung tangannya. Wajahnya berkerut tidak suka. Sudah dua kali bibirnya dinodai oleh Sunny. Kemarin di taman hiburan malah lebih parah. Sampai sekarang dia masih dapat mengingat rasa saliva Sunny sampai rasanya agak jijik. Begitu pulang kemarin dia sampai berkumur dengan pencuci mulut.

**

Sembilan hari sebelumnya.

Sunny POV

Disinilah aku berada, di kamar Sooyoungie tercinta. Seperti yang biasa kulakukan setiap hari, aku menunggunya sampai dia bangun tidur. Karena jarak rumah kami berdekatan, aku bisa mampir kapan saja.
Wajah tidurnya lucu, hehe.
Kucolek pipinya dengan jari telunjukku karena sangat menggemaskan.
“Ngghh…”
Dia memiringkan wajahnya seolah berusaha menghindari sentuhan jariku.
Ah kyeopta^^
Kalau aku membisikkan sesuatu di telinganya sewaktu dia tidur, kira-kira dia mendengar tidak ya?
Hmm, apa yang sebaiknya kubisikkan ya. Ah, aku tahu.
Lalu aku mendekatkan bibirku ke telinganya dan mengeja. “Sa-rang-hae.”
“Zzzzzzzz…”
“Hehehe, mudah-mudahan kebawa mimpi.”
Karena aku akan sangat senang kalau kamu memimpikanku.
Kumainkan ujung rambutnya.
Meski sudah bertahun-tahun mengenalnya tapi aku tidak pernah bosan. Malah kurasakan aku semakin mencintainya.
Gawat… kalau memandangi wajahnya berlama-lama seperti ini rasanya aku jadi ingin menciumnya.
Kuselipkan rambutku di belakang telingaku, lalu menundukkan wajahku. Sasaranku adalah bibirnya.
Tiba-tiba dia membuka matanya.
“Ah, Sunny, kamu lagi.”
Langsung aku menarik tubuhku mundur.
“Hehe, pagi.” Pipiku merona karena hampir saja kepergok. Untung jarak wajahku tidak sedekat itu, jadi dia tidak curiga.
“Kamu rajin sekali, selalu sudah bangun.” Sooyoung beringsut bangun lalu meregangkan tubuhnya.
Aku tidak pernah bilang kalau sebenarnya diam-diam aku menganggap keseharian yang kulakukan ini seperti seorang istri yang sedang menunggu suaminya bangun.
“Kenapa kamu senyum-senyum sendiri? Aneh.”
“Hehe, tidak ada apa-apa kok.”
“Hari ini ada kelas?”
“Ya, ada, jam sembilan.”
“Kalau begitu tinggal setengah jam lagi ya? Kenapa kamu tidak membangunkanku?”
“Habis tidurmu nyenyak sekali, aku kan tidak enak membangunkanmu.”
“Daripada telat. Sebentar, aku siap-siap dulu ya.”
Sooyoung mengambil pakaian di lemarinya dan melepas piyamanya.
Sunny hanya duduk diam di kasur Sooyoung sambil terus mengawasinya. Dalam hatinya senang karena bisa berada di sana melihat orang yang dicintainya mengganti bajunya dan sempat melihat tubuhnya yang berpakaian dalam.

Keduanya berangkat menuju kampus setelah Sooyoung selesai sarapan pagi. Mereka berjalan bersama sambil bergandengan tangan.
“Ngomong-ngomong, rambutmu jadi tambah panjang ya Sunny?”
“Iya, kamu sadar ya? Ehehe. Apa aku jadi kelihatan lebih manis?”
“Ya.”
Padahal Sooyoung hanya menjawabnya datar, namun itu sudah cukup membuat hati Sunny berbunga-bunga.

**

Sunny POV

Begitu kelas dibubarkan, aku yang sejak tadi sudah membereskan buku langsung segera melangkah keluar setelah dosen. Aku berjalan cepat menuju kelas Sooyoung. Aku akan mengajaknya makan siang bersama seperti yang biasa kami lakukan.
Dari jauh aku sudah menemukan sosoknya yang terlihat tinggi di antara yeoja-yeoja yang lain. Kali ini aku hendak mengejutkannya dari belakang. Tapi langkahku segera terhenti ketika melihat bahwa dia tidak sendirian. Seorang namja yang tidak kukenal sedang bercakap-cakap dengannya. Menurut perkiraanku namja itu seusia dengannya.
Namja itu pasti tingginya lebih dari 180 cm, karena Sooyoung terlihat pendek di sampingnya. Mendadak Sooyoung terlihat seperti yeoja yang sangat manis. Bahkan senyum dan sikapnya tampak sangat feminin di mataku.
Aku tidak pernah melihat dia tersenyum seperti itu padaku.
Aku tidak berdiri cukup dekat untuk bisa mendengar percakapan mereka. Lalu mereka berjalan pergi, sementara aku masih mematung disana.
Kemudian apa yang terjadi berikutnya adalah adegan yang sering tampak dalam drama-drama percintaan. Dimana Sooyoung tidak sengaja terpeleset berkat lantai yang baru saja dipel. Lalu namja di sampingnya dengan sigap menangkapnya sebelum terjatuh. Sekarang mereka saling bertatapan dengan mesra.
Wajah Sooyoung merona. Tampak seperti gadis yang tengah jatuh cinta. Mereka terus berada dalam posisi seperti itu cukup lama. Sampai aku sangat kesal dan memutuskan untuk mengganggu momen mereka.

“Ayo kita pulang, Sooyoung.” Aku langsung menggandeng tangannya seolah ingin menjauhkan Sooyoung dari namja itu.
Padahal tadinya aku berniat mengajaknya makan bersama di kantin, tapi kubatalkan karena barangkali saja nanti namja itu ingin ikutan. Jadi pilihan yang terbaik adalah menyeretnya pulang segera.
“Ah, noona, bagaimana dengan waktu janjiannya?”
Mwo? Jadi namja itu bahkan lebih muda darinya?! Dan mereka janjian kencan?!
Sebelum Sooyoung menjawab.
“Aniyo! Sooyoung sudah berjanji lebih dulu denganku! Jadi dia akan pergi denganku.” bantahku cepat.
Sooyoung menoleh ke arahku dengan cepat. Matanya seolah berkata ‘Janji? Kapan kita ada janji?!’
“Ah, begitu ya…” namja itu kelihatannya kecewa.
Aku tidak peduli aku berbohong. Yang jelas aku tidak menyukainya dekat-dekat dengan Sooyoungku.
Sooyoung membalasnya dengan senyum permohonan maaf saat kami pergi.

Saat kami sudah berjalan cukup jauh, Sooyoung melepaskan tangannya dengan kesal.
“Apa sih masalahmu, Sunny?! Kenapa kamu bohong segala!? Aku kan jadi tidak enak sama Yoonwo!”
Tapi aku hanya menggerutu dan tetap diam.
“Jawab kenapa sih!”
“………………”
Aku cemburu tahu kalau kamu dekat-dekat sama dia. Tapi aku tidak mengatakannya dan lebih memilih memendam perasaanku.
“Kutegaskan saja ya. Aku suka Yoonwo.”
“!”
Aku tidak percaya mendengarnya tiba-tiba berkata seperti itu. Sekarang aku menengadah, menatap wajah Sooyoung yang kelihatan marah.
“Karena itu jangan halangi percintaanku.”
Lalu dia berjalan lebih dulu tanpa menungguku.
Aku menunduk. Air mata mulai menggenangi mataku. Rasanya sangat menyakitkan seolah kata-katanya barusan berupa sebilah pedang yang menusukku.

**

Saat dia pergi mandi, diam-diam aku memeriksa ponselnya yang tergeletak begitu saja. Beruntung dia tidak memasang kode pengaman jadi aku bisa membukanya.
Aku memeriksa apa ada pesan yang mencurigakan. Tidak ada. Tapi itu tidak membuat hatiku tenang. Dan saat aku mampir ke gallery-nya hatiku langsung sakit melihat foto selca Sooyoung bersama namja barusan.
Jadi Sooyoung benar-benar serius…
Huh! Kenapa Sooyoung bisa menyukai namja macam ini sih? Apa bagusnya dia?!
Karena gusar tanpa pikir panjang aku menghapus selca itu dari gallery-nya. Biar saja.
Lalu aku mengembalikan ponselnya ke tempatnya supaya Sooyoung tidak curiga.

**

Keesokan harinya, saat kami pergi ke kampus bersama seperti biasa. Tiba-tiba Sooyoung dengan sengaja melepaskan tangannya dari genggaman tanganku.
“Kita sudah bukan anak kecil lagi, Sunny. Sudah waktunya kita berhenti menunjukkan keakraban seperti ini atau orang-orang akan salah persepsi mengenai hubungan kita.”
Saat berkata begitu, dia bahkan tidak menatap ke arahku.
Benarkah itu alasanmu? Bukankah karena kamu masih marah padaku?
Akhirnya kami benar-benar tidak bergandengan lagi sepanjang perjalanan, tapi mataku terus tertuju ke tangannya.
Aku ingin menggenggam tangan itu. Aku ingin bersandar di bahu itu dan merasakan kehangatan tubuhmu.
Sooyoungie… padahal kita teman sejak kecil. Apa kamu benar-benar tidak punya perasaan apa-apa terhadapku?

Third Person POV

Tapi Sooyoung seakan tidak mempedulikan tatapan penuh cinta yang Sunny berikan hanya untuknya. Dia pun bersikap dingin, bahkan tidak mengucapkan apa-apa saat mereka pisah untuk pergi ke kelas yang berbeda.
Sunny melewati kelas hari itu dengan tidak bersemangat dan ketika dia hendak menjemput Sooyoung siangnya. Dia melihatnya lagi-lagi sedang bersama dengan namja itu, Jo Yoon Wo.
Sooyoung kelihatannya sedang meminta maaf padanya. Dia juga mengaku kalau Sunny telah berbohong. Membuat image Sunny memburuk. Lalu Sooyoung meminta pengertiannya.
Yoonwo tersenyum dan meletakkan tangannya di atas kepala Sooyoung, mengusap-usap rambutnya dengan lembut.
“Yoonwo ya! Kenapa kau malah memperlakukanku seperti anak kecil!? Aku sudah sungguh-sungguh minta maaf karena merasa tidak enak.”
“Ahaha, mianhae noona, habisnya noona sekarang tampak sangat manis sih.”
Hati Sunny bertambah sakit melihat hubungan keduanya yang berjalan mulus.

**

Setelah berpamitan dengan Jo Yoon Wo, mereka pun pulang. Sunny berjalan tiga langkah di belakang Sooyoung.
Ketika Sunny memutuskan untuk berterus terang soal perasaannya, Sooyoung yang lebih dulu membuka mulutnya.
“Sunny, kamu yang menghapus selcaku sama Yoonwo kan?”
Sunny tidak jadi membuka mulut. Dia memilih menunduk.
“Lain kali jangan lakukan itu lagi atau aku tidak mau bicara denganmu sebulan,” ucap Sooyoung serius dengan apa yang dikatakannya.
Tiba-tiba Sooyoung merasakan sepasang lengan melingkari perutnya.
“Soo-Sooyoungie!”
“Mwo?! Ya! Kenapa kamu tiba-tiba?!”
“Uhh…!” Sunny meremas baju Sooyoung dan membenamkan wajahnya di punggungnya. Dia tidak sanggup lagi membendung perasaannya, karena rasanya sangat menyakitkan.
“Aku suka…”
“…eh?”
“Sudah dari dulu aku selalu menyukaimu, Sooyoung…” kata Sunny dengan nada setengah terisak. Air matanya membanjir membasahi rambut Sooyoung.
“……………..”
“……………..”
“Lepaskan.”
Tapi Sunny malah memeluknya lebih erat.
“Aku menyukai Yoonwo.”
Sooyoung dapat merasakan Sunny menggeleng di punggungnya.
“Jangan lagi Sooyoungie… dia bukan namja yang pantas untukmu. Akan kuberikan seluruh cintaku untukmu. Karena itu akulah yang sepantasnya kamu cintai…”
Sooyoung menjadi geram. Punya hak apa Sunny mengatakan siapa orang yang pantas dicintainya? Dia bebas mencintai siapa saja yang dia mau!
Sooyoung memisahkan tangan Sunny dari tubuhnya. Kemudian dia memilih berjalan cepat meninggalkan gadis itu.
Sunny merasa sangat terluka karena ditolak. Dia menjadi sengit. Tiba-tiba katanya meluncur keluar begitu saja.
“Apa kamu lupa dengan hal yang pernah kamu lakukan padaku Sooyoung?!”
Tubuh Sooyoung membeku. Kenangan masa kecil itu tiba-tiba terlintas kembali dalam otaknya. Masih sangat segar, seolah baru terjadi kemarin. Setelah berdiam diri cukup lama akhirnya Sooyoung berkata.
“…Yang kita lakukan waktu itu hanyalah kesalahan sewaktu kita masih anak-anak. Tak lebih. Lagipula waktu itu kita masih belum mengerti apa-apa… ”
Sunny merasa seperti baru saja mendapat sebuah tamparan keras di pipinya. Hal yang begitu penting baginya. Sooyoung malah menyingkirkannya dengan begitu mudah dengan alasan waktu itu mereka masih anak-anak.
“Kalau kamu menolakku lebih baik aku mati saja!”
Langkah Sooyoung terhenti, tapi dia tidak memutar tubuhnya untuk menghadapnya. Dia terus berdiri disana seolah hendak mendengar kelanjutan kata-kata Sunny.
“Aku akan bunuh diri!” katanya dengan suara lantang. Matanya terus menatap tajam punggung Sooyoung, di setiap detik masih berharap gadis itu mau berbalik menatapnya.
“…sesukamulah…”
Ucapan Sooyoung yang terdengar acuh tak acuh membuat Sunny terpukul. Tapi juga menerbitkan perasaan lain. Perasaan tertantang.
Lalu Sooyoung kembali berjalan pergi.
Air mata Sunny mengalir turun ke pipinya. Tidak percaya akan mendapat tanggapan seperti itu dari orang yang sangat dicintainya.
“Kenapa dia malah meninggalkanku… Aku sungguh-sungguh akan melakukannya tahu…”

Saat itu, Sooyoung tidak menganggap serius kata-kata Sunny. Sebagian karena hatinya masih merasa kesal sama perbuatan egois Sunny. Dan hari berikutnya segala perasaan yang bersemayam di hati Sooyoung runtuh, serapuh cermin yang dibanting ke batu.

**

Di dalam kamar Sunny.
Sunny meletakkan pulpennya setelah selesai menulis surat wasiat. Dia membiarkan surat itu tergeletak begitu saja di atas meja supaya lebih mudah ditemukan. Isi suratnya menumpahkan semua perasaan dan kesalahan pada Sooyoung.
Sunny mengeluarkan silet yang sudah dipersiapkannya. Jantungnya berdegup kencang melihat urat nadi di pergelangan tangan kirinya.
“Memangnya aku takut? Akan kubuktikan kalau aku bisa melakukannya. Kamu akan menyesalinya, Sooyoung. Karena kamu yang membuat aku terpaksa melakukan ini. Ya, ini semua salahmu.”
Sunny menarik nafas dalam. Tangan kirinya mengepal. Sunny memejamkan matanya erat-erat. Dan menggoreskan silet itu di pergelangan tangan kirinya.
Sret!
Sedikit meleset, tapi darah yang keluar cukup banyak.
Sunny merasa pusing, tak lama kemudian dia tak sadarkan diri. Dan dia hampir tak selamat kalau saja bibinya siang itu tidak memanggilnya turun untuk makan siang.

**

Sooyoung duduk di samping pembaringan Sunny. Terus mengawasi gadis yang sejak kemarin belum membuka matanya itu. Setitik air mata mengalir turun di pipinya. Sooyoung meraih tangan Sunny dan menggenggamnya.
“Kenapa Sunny… kenapa kamu melakukan ini…?”
“Ya, semua karena salahmu,” kata bibi Sunny singkat, padat, dan menusuk hati. Sebenarnya bibi Sunny masih agak syok mengetahui fakta bahwa Sunny mencintai Sooyoung. Tapi kalau sudah kejadian begini, dia tidak bisa melarang. Tidak bisa berbuat apa-apa. Namun frustasi terpendamnya itu ia lampiaskan pada Sooyoung.
“Yeobo, sudahlah, jangan berkata seperti itu,” kata Lee Soo Man.
“Sunny ada menulis surat ini di atas mejanya.” Lee Soo Man memberikan secarik kertas yang sejak tadi disimpan dalam sakunya.
Sooyoung menerimanya dengan rasa bersalah menikam dadanya. Sebenarnya tanpa perlu membacanya pun dia sudah tahu.
“Ayo kita pulang, kau harus istirahat,” kata Lee Soo Man pada istrinya.
Istrinya hanya mengangguk dan mengikutinya.
Lee Soo Man dan Sooyoung melakukan kontak mata.
“Tolong temani Sunny selama yang kamu bisa.”
“Arraseo, ahjussi.”
Ketika pintu kamar sudah tertutup, Sooyoung memutuskan untuk membacanya.

Paman dan Bibi tersayang. Maafkan aku, aku tidak bisa membalas semua yang telah kalian berikan buatku. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih dan memohon agar Paman dan Bibi rela dengan apa yang kulakukan.
Dan juga maaf… aku mau mengatakan sejujurnya melalui tulisan ini.
Sebenarnya aku mencintai Sooyoung. Walau Paman dan Bibi mungkin tidak akan mengijinkannya kalau mengetahuinya, tapi sejak dulu hatiku selalu menginginkan dirinya. Dan aku tidak bisa berhenti mencintainya. Meski cinta ini seharusnya terlarang.
Berat bagiku untuk melihatnya bahagia bersama dengan orang lain. Ditambah lagi… hatiku tidak dapat terobati lagi setelah dia menolak cintaku.
Sooyoungie, sejak kecil kita selalu menempuh perjalanan ini bersama.
Bagiku kau adalah pasangan hidup yang tak tergantikan dalam hidupku.
Tapi bila kamu tidak menginginkannya dan ingin berjalan dengan orang lain. Maka tidak apa-apa. Hanya saja aku tidak akan bisa mendukung cintamu sambil tersenyum.
Daripada aku harus berjalan melewati jalan berduri ini sendirian. Lebih baik aku pamit pergi lebih dulu.
Selamat tinggal…

Sooyoung meremas surat itu. Air matanya menitik membasahi kertas itu, membuat sebagian tulisannya menjadi kabur.
“Aku tidak tahu… kalau kamu sebegitunya mencintaiku sampai sanggup berbuat seperti ini…”
Setelah membaca tulisan itu, Sooyoung jadi mana tega lagi membiarkan Sunny. Terngiang kembali kata-kata Sunny.
“Aku akan bunuh diri!”
“Kupikir kamu tidak mungkin akan melakukannya…”
Sooyoung kembali menggenggam tangan Sunny dan meremasnya.
“Sunny… maaf…”
Detik itu, Sooyoung sudah mengambil keputusan. Walau dengan berat hati.

*~To Be Continued~*

A/N : Apakah karakter Sunny sudah cukup menyebalkan? 😀 wkwkwk

Advertisements

Comments on: "Loveless [SooSun Version] (Chapter 2)" (64)

  1. Bnar2 Soo kayak slave di FF ini. XD

  2. Nyebelin sii sunny maksa maksa sooyoung biar jadi miliknya gitu ,, tapi gpp kalo gak dipaksa gaakalan jadi soosun /?

  3. jeti dumdum said:

    sunny nya maksa banget kasian sooyoung, ada alasan lainkah yg buat sunny jd seperti itu selain karena dia cinta sooyoung? makiin penasaran
    makasih author..
    semangaaaat

  4. dirgaYul said:

    Iiishh.. Pg2 sdh bkin mkir ni.. Hmmm.. Cnta Sunny k Sooyoung tdk mnyebalkn, hny sj dy bnar2 mnginginkn Sooyoung.. G ad orla yg bs mgantikn posisi Soo d ht Sunny. Hmmm..aq tw cinta sprt ap it..#kyk yg pglman aj deehh.. Wkwkwkwk

  5. Kalo gue… karakter Sunny nggak menyebalkan, tpi lebih ke egois.. Tentu aj krna gue lbih mmilih SooSun brsma, wlaupun Soo hrus sdkit trsiksa hehe.. Sunny kn cma mnunjukkn gmn prsaanny dgn smua skap mnisnya… tntu aj dgn hrapan Soo akn mlai mnydri btpa pntingny sunny d hdupny.. Jgn smpe Soo trlmbt mnydri aj..

    Atau… dari judulny Soo gak prnah bsa mmbka htiny unk sunny? sbnrny ap yg mreka lkukan d msa kecil? Ap ad hub.ny dgn scane trakhir d msa kcil itu?

    thanks for update mon….

  6. itu sunny terobsesi yaa jadi kaya yg sakit gtu >.< next chap nya d tunggu *hughauthor

  7. next chap thor..
    gbs komen apa2..
    hehe..
    gomawo

  8. pemaksaan ni namanya..
    tp gpp lah.. biarin aja soo sama sunny dari pada ama brondong itu. kekeke

  9. kasian sama sooyoung 😥

    sunny kok tega bener sih. terlalu egois nih -_-
    kebalikan banget nih dr penggambaran author tentang sooyoung di ffsebelum2nya.

    wah berasa gmn gitu ya klo kita yg jadi sooyoung. terpaksa jadi pacar cuma supaya org itu gak bunuh diri, hmm

  10. Bukan nyebelin , tapi rada maksa ,
    itu kesalahan waktu kecil , ngelakuin yg dtonton sunny ya ?
    Pasti sunny dch yg maksa .

  11. sunny sooyoung melakukan apa waktu kecil? mesti gegara sunny yang habis nonton yadong. dududh duduh aduuhhhh~ trus sooyoung mulai suka sama sunny tapi sunny gak lagi??? dduuhh duuhh *gantung di pohon cabe

  12. Desi si locksmith said:

    Sunny udh mirip ama ppany di yandere ppany un..sm2 memaksa kan cinta..wlapun di yandere ppany,taenya luluh.tp ga tau deh kalo disini soo ny bkal luluh apa enggak.
    Bngung..sunny jahat apa enggak yah..
    Soalnya dia kn cinta bnget ama soo,kalo jahat sih lumayan soalnya dah mmaksa kn kehendak..
    Makasi dah update un

  13. Hyo-bunny said:

    Sunny unnie bunuh diri?soo unnie sih jahat banget!
    apa ya keputusannya soo unnie?

  14. penasaran sm apa yg dialkuin youngie waktu kecil sma sunny…
    sunny pemaksa hati

  15. hjohnbossanova said:

    haha ini pasti ada apa2 di masa lalu ya kan… lanjut thor

  16. beninsooyoungsters said:

    Iya thor disini emang sunny nyebelin banget -___-
    Wah apa yang mereka lakuin pas kecil thor? Jangan jangan…… aih jadi penasaran sama next chap nyaaaaaaaaaaaah 🙂

  17. jgn2 soosun di waktu kcl dulu nglakuin hal yg semestinya…. main istri apa suami2n wakakakaaaaaka

  18. Lee Eun Soo said:

    Soo jadi tebebani gitu yah..
    tapi nanti kayaknya dia bakal cinta beneran ama Sunny……. atau nggak????
    masih belum bisa nebak gimana kelanjutannya.. XD

  19. kwonborie said:

    yeeeayy ada ff baru lagi, terus soosun lagi, suka bangeeet sama ni kopel 😉
    terus tumben lagi sunny menyebalkan sekali 😦 tapi gapapa deng skali skali 🙂

    lanjut author, fighting !!!! 🙂

    • aku jg suka bgt sm SooSun^^ ❤
      thanks 🙂

      • kwonborie said:

        yaaay, soosun itu memang something banget kkk~

        oia btw author pake aplikasi kaya line atau kakaotalk atau whatsapp atau wechat gitu ga?
        soalnya kadang2 ak suka pengen nanya sesuatu cuman takut jadi spam 😉

      • aku ada whatsapp sih, cuma lewat laptop bkn hp
        boleh tanya apa aja kok 😉

  20. Aaaaaa aku kasian sama Sooyoungie disini 😦

  21. Waduuuuuh, sunny mengerikaaaann. . .hehehe, soo hati2, jaga ucpan +tindakan. . .hehe, nah, emng di masa kcil mrka, soo ngelakuin ap sm sunny???euumm. . .

    Keep spirit. . .
    Lanjuuut. . .

  22. kwon jess said:

    sunny paksa terus soo haha

  23. Miss New New said:

    err kalo di kehidupan nyata, aku gk setuju kayak gini
    apa2an bunuh diri segala
    uhh teroris hati..
    jangan sampe ketemu kek gitu
    *jedukin kepala 3x ke ranjang

    kalo ff? apalagi soosun couple? woooh gak apaaa bagussss
    ”biarin soo tersiksa?”
    ”awalnya iya tapi lama2 kan enggak, bisa karena biasa”
    jawaban macem mana pula itu bah

    aku dah tau soal yg masalalu ituuu
    ihh kecil2 yaaa dah maen mamah mamahan

  24. sunny memang menyebalkan. dia mau mengikat sooyoung di dlm hatinya.
    sudevil skrng tergantikan menjadi suyebal hehehe…

  25. hana mutia said:

    cunkyu..bner2 memaksakan diri spaya bsa sma soo smpe mmbnuh drinya sndri 😦
    tp ywd biarin dah d paksain biar jg soosun ahahaha mkasa kan? 😀

  26. waduuhhh jdii begtuu kenpa soo nurut2 aja sma sunny… parah jg yaa ngancemnye… wkwkwk

  27. Febylia Lie said:

    kejadian masa kecil yg udah dilakukan soo apa thor? #penasaran fufufu.. nyebelin banget thor ckckck

  28. hahahaha Walaupun sunny nyebelin dan egois tp aku dukung dia… SooSun Forever wkwkwk…
    Apa sih hal yg udah soo lakuin sama Sunny? apa berhubungan ama vcd yg sunny tonton waktu masih kecil?? hmmmmm…. *if you know what i mean 🙂 😀

  29. TaengSicababy said:

    Kisah cinta nya nakutin thor. Mrinding byangin sunny bunuh diri.. >.<
    yg sabar yah soo.. Lama2 jg demen kok 😀

  30. apa yg dilakuin soo sama sunny waktu kecil yg berharga buat sunnu.. eh jangan jangan itu gegara vcd yg di tonto sunny waktu kecil ya #plakkkk

  31. kasian ma sunny T.T
    #ampir termewek mewek gw

    knp sooyoung ga cnta ma sunny? >_<

  32. agustina_huang said:

    Ehmm…fuhhh… Nekad bgt sunny smpe bnuh dri gtu… Jd ini alasan soo sllu nurutin kmauan sunny… Emg rada nyebelin sih sm sunny yg spt maksain khendaknya ke soo… Tp gmn pun ttep sk sm karakter nya dsni 🙂

  33. memang agak menyebalkan sih, tpi stlh membaca surat dan tahu klo sunny nekad bunuh diri demi youngie aku malah jadi kasihan.
    terlalu mencintai, sehingga tdk sanggup melihat org yg sgt kita cintai bersama dgn org lain.
    aplg sampai pernyataan cinta kita ditolak seketika.

    aiihhh poor bunny.

    lanjut next chapter~
    hwaiting!!! (9 ^0^)9

  34. sunny kaya ya udah cinta mati sama soo

  35. Gila! siapa yang mau coba digituin?
    Ogah banget,,,
    Semakin dibaca Sunny kayak terobsesi banget ya…
    Lebih kayak Psyco, ya… emang sih kasihan, tapi mau gimana lagi?
    Yang namanya cinta kan nggak bisa dipaksain

  36. Kim/Choi said:

    Ok, saya bingung mau komentar apa. Jadi saya tinggalin jejak saja. Ok 😀
    Lanjuuttttttt

  37. heumm sedh jg dgn sunny,disatu disisi ga bs disalahkan jg rasa syg sunny.nm y jg uda berteman kecil dan teman y jg sooyoung terus.berharap terbaik saja lh klo youngie bs lihat rasa cinta y sunny itu sangat besar tuk nya..miris klo yg dilakukan sunny terulang lagi.sedihh..sedihh

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: