~Thank you for your comments~

A/N : Pairing : SooSun (lagi)
Walau pairingnya SooSun tapi kemungkinan ff ini akan jauh dari yang namanya komedi. Tapi tentu saja tetap ada adegan-adegan yang unyu 😀
akan ada plot yang maju mundur nantinya, jadi disimak baik-baik ya.
Dan karena sudah ada ff ini, kemungkinan ff Near or Far nggak dilanjutin lagi.
Happy Reading~

Sepasang gadis cilik sedang duduk berhadapan di atas ranjang. Yang satu belum lama ini usianya menginjak umur 9 tahun. Sedangkan salah satunya berumur setahun lebih muda.
“Buka bajunya.” Perintah Sunny kepada gadis yang duduk di depannya. Gadis itu pun melepaskan kaos yang dipakainya. Sekarang dia telanjang dada dan menatap Sunny dengan matanya yang bulat besar.

Sunny memasang stetoskop mainan dan menempelkannya ke dadanya. Pura-pura berpikir dalam.
“Sekarang berbaringlah, akan kuperiksa lebih teliti.”
Gadis itu mematuhinya dengan merebahkan dirinya di kasur Sunny. Sunny menyentuh dadanya yang masih belum mengalami pertumbuhan itu, lalu tangannya meluncur turun ke perutnya.
“Apa saja yang kamu lakukan sebelum datang kesini?”
“Uh, aku baru saja makan, dokter Sunny.”
“Kalau begitu ini pasti karena kebanyakan makan. Harus disuntik.”
Sunny mengambil suntikan mainan dari seperangkat peralatan dokter-dokterannya, lalu pura-pura mengisinya dengan obat. Dan menekankan ujungnya yang tumpul ke lengan gadis yang berbaring di hadapannya.
“Juss!” desis Sunny sambil memonyongkan bibirnya dan mendorong ujung suntikannya. Berpura-pura itu efek suara dari menyuntikkan obat itu ke tubuh pasiennya.
“Sekarang ceritanya pasien selanjutnya. Pasien yang badannya penuh luka parah.”
Gadis bernama Sooyoung itu hanya mengikuti jalan cerita Sunny.
“Aku sudah mempersiapkannya.” Sunny mengeluarkan segulung perban bersih yang diam-diam diambilnya dari kotak P3K di rumahnya.
“Sekarang aku akan membalutmu dengan ini.”
Setelah berkata begitu, Sunny mulai membalut tubuh Sooyoung asal-asalan, mulai dari perut lalu ke dada. Yang penting asal menutupi saja.
“Cha-chankaman dokter, ini terlalu kencang.”
“Harus dibalut dengan kuat supaya tulangnya tidak bergeser.” Sunny tiba-tiba menambahkan teorinya sendiri. Dan dia memperkencangnya.
“A-apo!” Sooyoung mengerang kesakitan dan berusaha menyingkirkan tangan Sunny.
“Pasien harap tenang supaya aku bisa membalutnya dengan lebih baik.”
“Ga-ganti permainan yang lain saja yuk? Kemarin kita kan juga sudah main dokter-dokteran.”
Dan selalu aku terus yang jadi pasiennya, batin Sooyoung.
“Lalu kamu mau main sekolah-sekolahan?”
“Nggak mau yang itu juga.” Sooyoung sambil berusaha melepaskan belitan perban di tubuhnya sambil mengomel. “Ukh, susah sekali.”
Sunny pun ikut membantu melepaskannya.
“Rumah-rumahan?”
“Ya sudah rumah-rumahan saja.” Sunny menyingkirkan mainan dokter-dokterannya dan mengambil berbagai mainan alat memasak.
Setelah perbannya terlepas Sooyoung memakai bajunya kembali.
“Baiklah kalau begitu ceritanya kasur ini rumah kita. Sooyoungie, kamu jadi suami dan aku yang jadi istri.”
“Kenapa aku yang selalu jadi suami?”
“Eh? Sudah jelas karena kamu yang lebih cocok kan? Aku lebih suka jadi istri, hehe.”
“Ya sudah deh, kali ini juga aku yang jadi suami.”
“Kalau begitu sekarang aku akan menyiapkan makan.”
Sunny berpura-pura sedang memasak dengan alat-alat dapur plastiknya. Dia memasukkan berbagai macam sayuran plastik ke dalam panci.
Sooyoung melihat hanya wortel yang tidak ikut dimasukkan ke dalam panci.
“Tuh wortelnya tertinggal.”
“Ah, ini kan makanan favorit bunny! Aku belum memberinya makan, nanti dia kelaparan.”
Sunny mengambil wortel plastik itu dan meletakkannya di depan boneka kelincinya untuk dimakan.
“Nah, waktunya makan bunny, enak kan?” Sunny menggerakkan boneka kelincinya agar mulutnya menempel di wortel plastik itu.
Sooyoung hanya menonton selama Sunny bermain dengan boneka kelincinya. Lalu Sunny berpaling pada Sooyoung.
“Ah yeobo, sekarang sudah waktunya kamu kerja kan?”
“Lalu makanannya mana?”
“Ini saja.” Sunny menyelipkan mainan plastik berbentuk roti ke dalam tas, juga beserta buku dan pulpen lalu memberikannya ke Sooyoung.
“Kalau begitu aku berangkat dulu,” kata Sooyoung sambil beranjak dari kasur, pura-puranya sudah keluar dari rumah.
“Ne, hati-hati di jalan, yeobo^^”
Sooyoung berjalan-jalan keliling kamar Sunny sambil menenteng tasnya.
Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Bibi Sunny tegak di ambang pintu.
“Sooyoung, Ummamu menelpon menyuruhmu pulang ke rumah sekarang.”
“Yahhh, kita kan masih main,” rengek Sunny sambil memeluk boneka kelincinya.
“Mianhae Sunny, besok kita lanjutin main,” kata Sooyoung sambil menyerahkan kembali tasnya ke Sunny.
“Jangan telat datangnya ya?”
“Neee.”
Sooyoung berjalan keluar mengikuti bibi Sunny. Ketika melewati ruang tamu, Lee Soo Man melirik ke arahnya. Sooyoung dengan takut-takut menghindar bertemu pandang tapi dia menundukkan sedikit tubuhnya untuk pamitan. “Pulang ahjussi.”

**

“Huh, nggak seru, sekarang Sooyoungie sudah pulang, dan Umma Appa pergi sendiri, enaknya aku ngapain ya?”
Sunny mengaduk-aduk isi lemari untuk mencari vcd yang menarik untuk ditontonnya. “Huh, aku masih pada ingat jalan ceritanya, mana seru.”
“Ah, aku lihat deretan vcd yang punya Appa saja, barangkali ada yang seru.”
Kemudian Sunny tidak sengaja menemukan sebuah vcd tanpa cover.
“Apa ini? Nggak ada covernya, di belakang pun juga nggak ada.”
Mendadak Sunny jadi sangat penasaran. “Siapa tahu isinya seru.”
Sunny pun memasukkan kasetnya ke vcd player dan menekan tombol play. Dan tayangan yang seharusnya sangat tidak pantas untuk ditonton anak seusianya pun ditayangkan.

**

12 tahun kemudian.

Sooyoung POV

Angin berhembus kencang tatkala aku sedang menunggunya yang pergi ke toilet. Aku memandang ke arah langit yang mulai berwarna biru kehitaman. Matahari mulai menghilang di kaki langit. Kenapa melihat ke langit tiba-tiba aku malah merasa sedih? Sangat kontras dengan sekelilingku yang tampak ceria. Mereka semua tersenyum dan tertawa lepas menikmati kunjungan mereka di taman hiburan ini.
“Sooyoungie, maaf, lama nunggu ya? Soalnya toiletnya ngantri. Selanjutnya ayo kita naik yang itu.”
Sunny menunjuk sebuah bianglala yang menjulang tinggi ke angkasa.
“Ne.”
Seharian ini Sunny menggandengku mengelilingi taman hiburan. Sementara aku mengikutinya dengan setengah hati dan senyum yang dipaksakan. Kami menaiki berbagai macam wahana. Dia terlihat sangat penuh energi sepanjang waktu, seperti anak kecil.
Apa dia tidak lelah?
Kalau aku, tentu saja aku lelah. Aku tidak menikmati kencan ini sama sekali.
Karena sebenarnya… aku tidak mencintai Sunny.
Perasaanku padanya tidak lebih dari sekedar perasaan sayang terhadap saudara. Tapi perasaan Sunny padaku begitu memberatkanku.
Terkadang aku bertanya pada Tuhan.
Kenapa… dia harus mencintaiku?
Karena kami teman sejak kecil? Karena teman sejak kecil pada akhirnya saling jatuh cinta?
Omong kosong, itu cuma ada dalam komik atau drama. Kenyataan yang biasanya terjadi adalah cinta sepihak seperti ini.
Aku mencintai orang lain, tapi terpaksa aku harus membuang cintaku padanya karena…
Aku melihat dia sedang mengistirahatkan tangannya di atas dudukan.
Wristband di pergelangan tangan kirinya adalah sesuatu yang akan selalu menghantuiku kapan pun aku melihatnya.
“Sooyoung.”
“Eh?”
“Kamu melamun lagi.”
“Ah, nggak,” aku tersenyum tipis.
“Bohong, pasti kamu sedang memikirkan sesuatu.”
Sebegitu kelihatannya di wajahku kah?
Karena itu aku memilih melihat keluar jendela bianglala agar dia tidak bisa membaca semua perasaan yang terlukis di wajahku. Perlahan-lahan bianglala yang kami naiki semakin tinggi sehingga wahana-wahana di sekelilingnya terlihat semakin kecil. Aku melihat seekor burung terbang. Agaknya ia pulang ke sarangnya. Enaknya… aku juga ingin cepat pulang dan berendam air panas atau istirahat…
“Jangan sia-siakan waktumu bersama denganku, Sooyoung…”
“Eh?”
Sekarang aku kembali berpaling padanya. Tapi kini aku tidak bisa melihat wajahnya, karena cahaya mentari senja bersinar tepat di belakangnya. Membuat mataku silau. Refleks aku menyipitkan mataku untuk mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke mataku.
“Karena… yang namanya momen itu tiada yang abadi.”
Aku hanya bisa melihat bibirnya yang bergerak-gerak.
“Kamu harus menikmati momen sekarang ini, karena momen ini tidak akan terulang lagi.”
Kata-katanya berkesan magis. Seolah kalau diungkapkan pada situasi seperti ini, orang itu bisa saja meninggalkanmu sewaktu-waktu.
DEG!
Dan pemikiran semacam itu membuat jantungku sempat berhenti berdebar.
Eh apa… perasaan tidak enak apa ini?
Deg! Deg! Deg!
Jangan bilang dia hendak mencoba melakukannya lagi…
Tapi mustahil kan? Bianglala ini tidak bisa dibuka dari dalam.
Sekarang aku baru bisa melihat wajahnya, karena posisi matahari sudah lebih rendah dari bianglala yang kami naiki.
“Kenapa sekarang kamu kelihatan khawatir, Sooyoung?”
Dia tersenyum dengan eye smilenya.
“Ataukah kamu takut naik bianglala?”
“I-iya, habis tinggi sekali sih, lagipula jalannya pelan sekali jadi hampir tidak terasa. Tidakkah kamu merasa seram kalau bianglalanya berhenti tiba-tiba dan kita terjebak di atas sini?” aku bohong. Sebenarnya bukan itu yang kukhawatirkan.
“Begitu ya.”
Sunny beranjak dengan hati-hati dari tempat duduknya, kemudian sekarang dia duduk merapat di sebelah kananku. Lengan kami bersentuhan. Ada perbedaan ketinggian yang tercipta bahkan saat kami sama-sama duduk. Karena tubuhnya lebih pendek dariku.
“Apakah dengan aku duduk di sebelahmu kamu merasa lebih tenang sekarang?”
“A-ah.”
Padahal aku tidak bermaksud meresponnya. Terkadang suara keluhan juga bisa diartikan lain.
Aku merasakan berat kepalanya di pundakku. Barangkali ketinggian pundakku ini pas untuk tempatnya bersandar.
“Tahukah kamu… aku sangat menikmati semua momen yang kulewatkan bersamamu, Sooyoung.”
Jadi aku mesti menikmatinya meskipun aku tidak suka?
“Jantungku sekarang berdebar-debar karena berada di sisimu…”
Aku ingin menggodanya dengan berkata ‘Kau yakin itu bukan efek dari ketinggian bianglala ini?’
Tapi aku mengunci mulutku rapat-rapat. Karena bisa saja nanti dia malah melakukan hal-hal yang tak terduga, seperti membuat tanganku menyentuh dadanya untuk merasakan detak jantungnya.
“Sooyoung…”
Dan ternyata dia benar-benar melakukannya! Nafasku tertahan ketika merasakan empuknya dadanya. Sepertinya dadanya makin besar juga?
“Ne? Detaknya kencang kan?”
Omo… ini sih dilihat dari berbagai sisi mana pun aku terlihat seperti sedang berbuat mesum dengan teman sejenis di tempat umum kan?
Untung sekarang nggak ada siapa-siapa yang melihat.
Segera aku menarik tanganku yang berada di dadanya sambil beralasan. “Sebentar, pundakku gatal.”
Agar tidak dikira berbohong, aku menggaruk pundak kiriku yang tidak gatal.
Sekarang aku menatap ke wajah Sunny. Dan aku telah melakukan sebuah kesalahan besar.
DEG!
Sekarang dia menatapku dengan tatapan yang sangat kumengerti. Tatapan yang agak sayu itu… Pancaran matanya seolah mendambakan berciuman dengan kekasihnya dalam situasi yang romantis. Bibir merah mudanya yang ranum sedikit membuka.
Sunny mencondongkan wajahnya ke dekatku.
Mataku membelalak. Refleks badanku menjadi tegang. Kedua tanganku terkepal di atas pahaku.
Aku tidak mau! Aku tidak pernah benar-benar menganggap Sunny sebagai kekasihku!
Sunny memiringkan sedikit kepalanya. Jarak bibirnya semakin dekat denganku.
Set
Tanpa pikir panjang, barusan aku menghindari ciumannya dengan memalingkan wajahku ke arah berlawanan.
Mataku terkatup rapat. Memikirkan bagaimana reaksinya karena tahu aku sengaja menghindari ciumannya. Walau membelakanginya aku bisa merasakan tatapan matanya yang menusuk. Dan sekarang dia tidak berkata apa-apa, membuatku bertambah cemas. Tanganku yang terkepal jadi berkeringat.
Oh tidak, dia pasti marah kan?
Tapi bukan teriakan kemarahan yang kudapat.
Tiba-tiba tangan kanannya menyusup untuk menangkup pipi kiriku. Kemudian dia membalik paksa wajahku untuk menghadap ke arahnya.
“Emmph?!”
Bibirku langsung dilumatnya.
“Hmmph! Hmmph!”
Sunny memiringkan wajahnya ke arah berlawanan. Memegang kedua pipiku dan menekankan bibirnya lebih dalam. Lidahnya tanpa ijin menerobos paksa ke dalam mulutku. Menggelitik rongga mulutku dan melilitkan lidahnya ke lidahku. Sampai rasanya aku mau tersedak. Tapi dia masih tidak mau melepaskanku.
Aku mundur ke belakang hingga terpojok di dinding bianglala yang kami naiki, tapi dia mengikutinya tanpa melepaskan pagutannya pada bibirku.
Ini pertama kalinya aku melakukan french kiss. Aku kesusahan bernafas.
Wajahku mengernyit. Tapi Sunny tidak akan bisa melihat ekspresiku karena sedang memejamkan matanya.
Se-sesak!
Untung tidak lama kemudian, Sunny akhirnya melepaskan ciumannya.
Aku melihat benang saliva terhubung dari mulutku ke mulutnya.
Akhirnya aku bisa bernafas normal lagi. Begitu juga dengan debaran jantungku.
“Kalau lain kali kamu tolak ciumanku lagi, itu hukumannya,” katanya sambil tersenyum devilish.
Benar, hanya aku yang tahu.
Gadis ini…
Dibalik wajahnya yang manis, sifatnya memang evil.

*~To Be Continued~*

A/N : Akhirnya bisa nulis ff dengan judul ini. Sudah lama ngidam 😀
Masih belum tahu ff ini bakal sepanjang apa, karena ada beberapa alternatif untuk alurnya (mudah-mudahan akunya yang nggak bingung nanti wkwkwk)
Jangan lupa tinggalkan komentar 😉
Sampai jumpa chapter depan^^

Advertisements

Comments on: "Loveless [SooSun Version] (Chapter 1)" (77)

  1. Yaeeyyy SooSun…
    wahh… tumben yg jtuh cnta dluan itu Sunny.. tpi ttp sunny yg mndominasi..
    knp soo gk cnta ma sunny jg? dan knp dia gk blang aj klo dia gk cinta? adakh suatu hal yg trjdi d masa lalu yg mnjdi alsanny??

    thanks for update Mon..^^

  2. DeeScorpio said:

    annyeong ^^
    haaiiiih tumben soo ga cinta duluan sama sunny nih?hmm apa karna sooman ya?#lho
    ditunggu kelanjutan’a thor,semangat 😉

    • masa apa2 yg berhubungan sm Sunny jd bawa2 nama Sooman XD #poor Sooman
      biar gantian, masa Soo terus yg duluan suka 😀 lagipula judulnya aja Loveless

  3. jeti dumdum said:

    Waw suka sm ceritanya.. Kayanya ada sesuatu ni sm sunny, penasaran
    makasih author..
    Semangaaat

  4. gorjes spazer said:

    woe…sunny agresif…..lnjut thor…

  5. hahaha…
    lucu..

  6. waahhh tumben soo g doyan ma melonya sunny wakakakaka….

  7. Di jejelin ff soosun berapa kali juga gak akan bosen ,
    eh ? Cinta bertepuk sebelah tangan ya ??
    Itu soonkyu jadi evil gtu gara2 nnton yadong waktu kecil ya ? Wkwkwkwkw

  8. hana mutia said:

    owwww
    cunkyu agresif bgt. efek nnton dvd yg ga bercover itu kli ya 😀
    lnjut thor 🙂

  9. gila anak 9th nonton anu weh 9th itu udah gede… jangan2 sunny pas gede jd maniak o_O LOL

  10. cerita soosun bkn penasaran gimane kelanjutannya knp soo young ndak pnya perasaan amma sunny kok dia tetep jln brng

  11. ciee sunny pemaksaan tuh ^^ ga sabar nunggu chap selanjut nya *hughauthor

  12. luhanppany said:

    soosun lagi yeahhhhh
    tapi ff yg kemarin jgn lupa di lanjut thor… OK!!

  13. ye…. soosun again
    youngie gk cinta sma sunny tumben…. biasa ny jg youngie cinta mati
    kyk ny sooyoung merasa was was klau dkat2 sma sunny

  14. sampai jumpa chapter depan atau sampai jumpa minggu depan? hahahaah
    duhh sunny jadi byun gegaran nonton eerrrr punya appanya. duh kasiahn sooyoungbaru ch 1 udah main panas aja hahaha

  15. appa_ajadah said:

    wah thor, perut saya jadi aneh gara gara baca ini. kekekekek
    lanjut thor 😀

  16. Miss New New said:

    ahhh citarasa baruuu

    aku sukkaaaakk

    seru juga soo yg gak kek gini, teraniaya hahaha

    siapa yg disukai sama soo?

    aku tunggu chap selanjutnya~

    oh gitu toh french kiss, biasanya french fries ^_^

  17. agustina_huang said:

    Yesss… Soosun lg ^^
    Critanya seru tuh… Gk sbr bc lanjutannya.. Pnasaran…~

  18. kwon jess said:

    sunny agresif bgt

  19. evil? sudevil (sunny devil).
    ini pertama kali bagiku mendengar sunny lah mengejar sooyoung bukan sooyoung yg kejar.
    apa penyebab sooyoung gak cinta sudevil?
    kutunggu lanjutan dan hwaiting

  20. Desi si locksmith said:

    Ga sabar nunggu flashback nya..kenapa soo g cnta ama sunny,knp sunny berubah jd agresif,apa yg trjd stlah sunny nntn tyangan dvd itu..kenapa..kenapa..dan kenapa…
    Argghhhh.ga sabar nnggu chap slanjutnya..makasi dah update un..

  21. noeryanzien said:

    yeyeye author byunnya kumat kekeke

    wah sunny itu pemaksaan, kalau aku sih rela dicium sunny gak dipaksa juga nyosor duluan #plakk

  22. Nah loe. . .ahahahahaha,, nice story. . .hehe, emm, near or far gk dlanjtin nie,, euum. . .y udh deh,, trgantung feelnya author aja. . .hehehe, soo emng sukanya sm siapa??

    Keep spirit. . .
    Lanjuuut. . .

  23. wow sunny agressif skali deh, pasti gara2 nonton dvd itu,,,
    tumben soo gak suk ama bunny, biasanya kan soosun kocakn n sweet jg,,,

  24. usia yg masih polos mononton video yg betul2 polos. hahaha
    tumben bgt soo ga cnta ma sunny. biasanya kan soo yg cnta mati..

  25. Kak mo tanya?
    Near or far itu end ato discontinued

  26. Hyo-bunny said:

    lohaaa!!reader baru imnida..
    wah,my bunny unnie kok jadi evil ya?
    tumben soo unnie gak cinta sama sunny unnie..
    BTW FFnya keren!

  27. beninsooyoungsters said:

    SooSun! Tapi kok sooyoungnya gak suka sama sunny sih? Kesambet apaan? Hahaha
    Wuidiiih sunny nafsu amat, untung gak nc an di bianglala wkwkwk
    Jadi ini gantinya near or far ya thor?

  28. Lee Eun Soo said:

    wew… Soo terpaksa pacaran ama Sunny???
    dan Sunny pernah nonton filem rated di usia sekecil itu???

  29. wadoh, sunny agresif sekali 😯

    sunkyu-ssi. ini pemaksaan kehendak namanya, kamu gak kasian ama sooyoung?

  30. waaaaawww awal yg seru i like it…

  31. claireen tjan liem said:

    hi Monic eonni, mian lama aku gk main di sini, cz banyak bangt tugas2,, huffftt
    .
    .
    wah FF baru,, yg main soosun, pasti menarik nich FF,
    .
    Monic eonni gimana ama sripsi nya.? pasti ada kemajuan, ayo yg semangat eonni

    • aku jg lg banyak tugas, tp tetep aja update gara2 suka nulis ff, haha
      tentang TaeNySic-nya blm dpt ide aku, mianhae ya, happy belated birthday 🙂

  32. dirgaYul said:

    Hmmm..#mikir smbl usap2 janggut.. Kt analisa dl.. Gra2 Sunny nton ntu “flm”, dy dwsa sblum wktuy y.. Tu bdany g tinggi2??hehe.. Smp dy nkat lukain tnganya kn?? Taapiii.. Mslahy,knp Sunny lmpiaskn k Sooyoung?? Hmmm.. Hnya mbk Monic Author yg tw.. Lanjuuuuttt dong klo gtu hehehe…

  33. Febylia Lie said:

    sunny belajar kissing-kissing pasti dari menonton vcd appanya haha.. ganass.. xd lanjutkan thor

  34. agressive sunny…. *growl* 😀
    Kayanya seru nih, baru pertama kali baca ff SooSun ‘seserius’ ini dan feelnya dpt bgt… Cool 🙂

  35. TaengSicababy said:

    Waduuhh knapa sunny nya bgtu.. Jng2 sunny psikopat.. Ksian soo T.T

  36. wow soosun… sunny agresif disini ye eh soo kenapa ga suka sama sunny dan Wristband itu yg mesti bikin soo pura pura suka sama sunny.. sebenernya itu Wristband apa?? apa itu tanda kalau sunny punya penyakit o_O

    • kupikir sdh tahu, kujelaskan deh 🙂
      wristband itu untuk nutupin pergelangan tangan Sunny yg msh di perban, karena mereka jalan2 ke tmn hiburan itu msh blm lama setelah Sunny keluar dr rumah sakit

  37. soosun lagi?
    okey deh aku akan coba baca meskipun sptnya aku ketinggalan lmyn byk.

    heeee tumben kali ini bunny duluan yg suka youngie.
    bhkn kyknya cinta setengah psiko,
    #plaaakkk

    iih bunny demon berkedok aegyo ya?
    suka maksa gtu,
    udh tau sooyoung gak cinta tpi masih aja mepet. -_-
    tumben nih author nulis karakter bunny spt ini.

    lanjut next chapter.
    hwaiting~ (9 ^0^)9

  38. prilly said:

    Sunny beneran psycho -_____-

  39. Kisah SooSun yang tragis,
    Jarang2 ada kisah yang Sooyoung nya nggak suka sama Sunny…
    Dan Sunny, bisa2nya, kejem banget…
    Apa Sunny sebelumnya pernah bunuh diri?

  40. oh.. loveless ada yg soosun juga… kirain cuma yulsic…

  41. Kim/Choi said:

    Hahaha 😀
    Unnie Sunny agresif yo
    Walaupun ff lama, tapi aku baru baca. Saatnya ninggalin jejak deng

    “Karena sebenarnya… aku tidak mencintai Sunny”.
    Bagaimana bisa ? Wah wah wah, penasaran ane. Lanjut ke chap berikutnya…..

    Eh iya, satu lagi. Geli waktu baca partnya Sooyoung unnie bilang “Kenapa aku yang selalu jadi suami ?”.
    Ayolah Sooyoung unnie, mungkin karna Unnie lebih tinggi. Kwkwwkwkwkw XD

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: