~Thank you for your comments~

Jessica mendelik begitu melihat sepasang gadis kembar masuk ke dalam ruang rawatnya. Keduanya benar-benar mirip, hanya saja kali ini Yoona sudah tidak berpenampilan seperti Yuri lagi. Cara berpakaiannya pun berbeda.
“Sica, ini aku Yuri… aku datang untuk minta maaf…”
“…………….” Jessica hanya diam. Entah apa yang dipikirkannya.
“Aku tahu aku salah. Aku telah mendustaimu. Bahkan seribu maaf pun tidak akan cukup. Tapi percayalah, aku sama sekali tidak bermaksud menyakiti perasaanmu.”
“…………….” Kediaman Jessica membuat kedua gadis yang berdiri di sebelahnya merasa tertekan.
“Ayolah Sica, katakan sesuatu…” kata Yuri sudah mulai resah.
“Kamu mau aku ngomong apa?” suara Jessica geram menahan amarah.
“Apa kamu masih sudi memaafkanku?”
“Kamu sudah mengecewakanku.”
“Aku tahu… tapi aku masih berharap kamu mau memaafkanku dan aku ingin kita mulai sekali lagi hubungan kita dari awal.”
“Sekarang ini aku tidak mau berkata apa-apa.”
“Sica…”
“Mianhae!” tiba-tiba Yoona membungkukkan badannya. “Aku tahu aku juga salah, tapi Yuri unnie benar-benar sama sekali tidak bermaksud menyakitimu. Unnie melakukan ini justru karena tidak mau kamu terluka!”
“Walau dibilang begitu tapi justru kenyataan yang terjadi sekarang kalian berdua melukaiku kan. Sekarang keluar, aku mau istirahat.”
Yoona menegakkan punggungnya. Merasa saat ini percuma saja mereka berusaha membujuk Jessica supaya memaafkan mereka. Lalu dia menyentuh pundak Yuri. “Ayo kita keluar unnie.”
“A-aku tidak akan mau keluar sampai Sica memaafkanku, harus terus berlutut pun aku tidak keberatan,” kata Yuri keras kepala.
Jessica menjadi tambah panas.
“Kalian tidak dengar aku bilang keluar?!”
Tidak punya pilihan lagi akhirnya mereka berdua berjalan keluar.

Jessica POV

Aku tidak tahu…
Apakah aku masih mencintainya atau tidak.
Ketika melihat sosoknya tadi, yang memenuhi hatiku bukan rasa rindu, melainkan sakit hati karena sudah didustai.
Juga baru kali ini aku melihat mereka berdua dalam sosok yang sebenarnya.
Saat aku sedang berpikir dalam, Krystal masuk ke dalam ruangan.
“Unnie, bagaimana perasaanmu hari ini?”
“Buruk.”
“Aku bawakan apel. Kalau memakannya mungkin perasaan unnie akan sedikit lebih baik. Sebentar, aku kupaskan untuk unnie ya?”
Krystal duduk di kursi sebelah tempat tidurku dan mulai mengeluarkan apel dan pisau buah yang dibawanya. Dia menguliti apel sambil bersenandung.
“………………”
“Apo! Jariku kena, ah berdarah deh…”
Da…rah?
DEG!
Benar juga. Darah gadis itu… mengalir dalam diriku.
Berkat dia nyawaku tertolong.
Tapi dia bukan Yuriku…
Dadaku tiba-tiba berdebar nyeri.

Malam itu aku bermimpi aneh.

Third Person POV

Jessica dan Yuri sedang berjalan bergandengan tangan.
Tiba-tiba dari belakang, seorang yeoja memegang erat tangan Jessica. Mereka segera berbalik untuk melihat siapa gerangan.
“Yoona, lepaskan Sica! Dia pacarku!”
“Tidak akan kulepaskan,” kata Yoona mantap. Matanya balas menatap Yuri dengan berani.
Jessica tertegun melihat seseorang bernama Yoona yang memegang tangannya. Seseorang yang bukan Yuri, tapi sangat mirip dengannya. Dan saat merasakan kehangatan genggaman tangannya, hatinya jadi berdebar tak karuan.
“Sandiwara kita sudah selesai!”
“Aku tahu. Mianhae unnie, tapi aku tidak ingin membohongi perasaanku sendiri. Aku suka Sica dan aku tidak akan mundur meski Yuri unnie pacarnya.”
“Yoona, kau…”
Yuri tidak tahu harus marah kepada Yoona atau gimana. Karena sejak awal dia sendiri yang meminta tolong Yoona untuk menggantikannya. Dan dia juga terlalu mencintai adiknya itu untuk memarahinya setelah dia menolongnya.
“Tunggu… apa katamu barusan, Yuri?”
Jessica melepaskan tangan mereka berdua.
“Jadi selama ini aku dipermainkan… Menjadi bagian dari sandiwara kalian. Kalian pasti tertawa-tawa di belakangku yang kebingungan.”
“Sica, dengar dulu, aku bisa jelaskan.”
PLAK
“Aku sudah cukup mendengar.”
“Sica…”
Kemudian Jessica menatap tajam Yoona dan-
PLAK
Memberi tamparan yang sama padanya.
Mereka berdua memegang pipi mereka yang kemerahan.
“Teganya kalian berbuat seperti ini padaku…” Jessica menunduk untuk menyembunyikan air matanya. “Aku tidak mau melihat kalian lagi, selamat tinggal.”
“!!”
Jessica berlari pergi.
“Sicaaaaa!”
Panggil Yoona dan Yuri bersamaan.
Jessica berlari semakin cepat tanpa mempedulikan mereka. Air matanya bercucuran membasahi pipinya.
“Tunggu Sica!”
Jessica terus berlari tanpa mempedulikan kemana dia berlari, hingga sampailah dia di persimpangan yang ramai.
“Sica, AWAS!”
Di saat kritis, Yoona dan Yuri berhasil menyelamatkannya. Mereka bersamaan mendorong punggung Jessica. Jessica terdorong ke samping.
Saat terdorong Jessica sempat melihat sekilas sepasang kembar itu tertabrak mobil akibat menolong dirinya. Mereka sama-sama terpental ke udara dan terhempas dengan keras ke aspal.
Jantungnya terasa berhenti mendadak.
“Yuri!”
Jessica cepat-cepat berlari menghampiri tubuh Yuri. Kepalanya mengeluarkan banyak darah.
Jessica terkejut ketika melihat sepasang mata Yuri menatapnya dengan bergelimang air mata.
“Mianhae Sica…”
Seolah mengucapkan kalimat terakhirnya, Yuri menutup matanya dan tak bergerak lagi.
Di detik itu seluruh rasa kecewa dan sakit hati yang dirasakan Jessica sirna seketika diganti perasaan sedih dan menyesal.
Tak jauh dari tubuh Yuri, Jessica melihat tubuh kembarannya yang kepalanya juga berlumuran darah.
Melihat gadis itu tak sadarkan diri, Jessica mencoba mendekatinya untuk memeriksa keadaannya.
“Yoo-yoona…?”
Dia mengerang kemudian membuka kelopak matanya.
“Ah, akhirnya kau memanggil namaku…”
“Sejak aku menjadi Yuri… aku selalu mengidam-idamkan mendengar namaku keluar dari bibir indahmu… Kukira aku tidak akan pernah bisa mendengarnya… Mianhae Sica… dengan berpura-pura menjadi Yuri, aku tahu aku sudah melakukan perbuatan yang tak termaafkan… Aku sudah siap menerima hukumannya. Bila hanya kematian yang dapat menebus dosaku…”
“Aniyo… jangan bilang kau akan mati!”
Meski cintanya hanya untuk Yuri, tapi entah kenapa dia juga tidak menginginkan Yoona mati.
“Jangan mati Yoona, jangan tinggalkan aku…”
Jessica menangis sesenggukan seolah-olah dirinya benar-benar akan kehilangan Yoona.
Yoona tersenyum seolah tidak punya penyesalan lagi.
“Lebih baik begini…”
“!”

Jessica terbangun setelah mimpinya mencapai klimaks. Ternyata dia juga menangis di kenyataan.
“Jadi kebawa mimpi…”
Di dalam kamar yang sunyi itu, Jessica perlahan-lahan mengingat kembali perasaannya.
Jessica menyeka air matanya yang mulai mengalir turun.
“Aku harus bagaimana sekarang…”
Sekarang dia dihadapi sebuah pilihan berat. Siapa yang harus dia pilih sekarang?

**

“Mudah-mudahan waktu bisa membuat hatinya kembali melunak,” kata Yuri sambil menghela nafas panjang.
Yoona hanya terdiam menatap saudara kembarnya. Tidak ada yang tahu arti dari sorotan matanya.
“Aku rasa aku mau pergi mandi dan mendinginkan kepala sejenak. Kamu tidak perlu menemaniku, Yoona, pergilah berbuat apa saja yang kamu suka. Terima kasih atas pertolongannya selama ini. Pasti berat bagimu harus terus berbohong.”
“Ah, ne…”
“Maaf sudah melibatkanmu, sekali lagi terima kasih.”
Yoona mengawasi Yuri berjalan gontai keluar dari rumah sakit.
Yoona memikirkan apa yang harus diperbuatnya. Sekarang dia bebas berbuat apa saja. Dan tidak perlu menjadi Yuri lagi. Dia bisa menjadi dirinya yang sebenarnya.
Sambil memantapkan batin, Yoona melangkah menuju kamar rawat seseorang.

Di depan pintu kamar nomor 418, Yoona mengetuk pintu kamarnya.
“Krystal?”
Tanpa pikir panjang, Yoona langsung membuka pintu kamarnya.
“Maaf, aku bukan Krystal.”
“!” Jessica kaget sekali begitu melihat gadis yang hadir dalam mimpinya, kini berdiri di depannya.
“Sica.”
Jessica sudah mau membuka mulut tapi tidak jadi begitu melihat ekspresi serius Yoona.
“Kali ini aku datang bukan untuk minta maaf. Melainkan ada sesuatu yang ingin kusampaikan.”
Yoona berjalan masuk dan menutup pintu. Sama sekali tidak sadar sekarang ada sosok lain yang berjaga di depan pintu mendengarkan perkataannya.
“Sebenarnya aku menyukaimu.”
“Eh…?”
Sosok yang berdiri di depan kamar pun tak kalah kagetnya.
“Aku tahu kau adalah milik Yuri unnie, makanya aku tidak berani mengatakan perasaanku ini pada Yuri unnie karena aku tidak mau membuatnya susah. Tapi bagaimanapun juga aku merasa aku perlu menyampaikannya padamu sebelum aku pergi.” Yoona berusaha menjaga nadanya agar tidak sampai berteriak.
“Per…gi?” jantung Jessica tiba-tiba saja berhenti seolah syok mendengarnya.
“Karena itu aku mau mengucapkan selamat tinggal. Baik-baiklah pada Yuri u-“
“Yoona!”
Yoona kaget ketika melihat Jessica tiba-tiba beringsut bangun dari tempat tidurnya dan kini berusaha berjalan ke hadapannya. Tapi tiba-tiba saja tubuhnya limbung.
“Awas!” Yoona segera menangkapnya sebelum Jessica terjatuh. Kesempatan itu tidak Jessica sia-siakan.
“Jangan pergi!” kata Jessica dengan mata berkaca-kaca.
Lengan Yoona digenggam dengan erat, membuat hati Yoona semakin bimbang. Dia segera mengalihkan pandangannya agar tidak melihat mata Jessica yang tergenang air.
“Ti-tidak Sica, kau adalah milik Yuri unnie… kenapa kamu malah begini…”
“Aku juga tidak tahu! Tapi perasaanku mengatakan kalau aku tidak seharusnya melepaskanmu begitu saja!”
Sosok yang berdiri di depan kamarnya merasa tersakiti oleh pembicaraan mereka. Tapi di saat yang sama dia juga merasa bersimpati. Tak sadar, tangannya terkepal di samping tubuhnya.
“Sica, please lepaskan aku…” sekarang Yoona juga ikut memohon. Matanya juga ikut berkaca-kaca. Perasaannya campur aduk antara rasa bahagia dan sedih.
Mendadak Jessica takut sekali akan kehilangan Yoona seperti dalam mimpinya. Dia hanya menggeleng dan menyandarkan kepalanya di bahu Yoona dan menangis.
“Meskipun waktu itu kamu sedang jadi Yuri, tapi aku tidak mau apa yang kita lalui hanya tinggal kenangan!”
“Aku juga tidak mau, tapi aku menyayangi Yuri unnie, Sica… aku tidak mau merebutmu dari dia.”
Jessica hanya terus menangis di bahu Yoona.
“Kau tak mencintai Yuri unnie lagi, Sica?”
“Jangan desak aku… kenapa aku harus memilih di antara kalian berdua… aku tidak mau memilih kalau itu berarti harus kehilangan salah satu dari kalian berdua…”
“Tapi Sica! Kamu juga nggak boleh plin plan begitu dong!” teriak Yoona gusar. Perasaannya sakit karena semua ini makin terasa menyakitkan.
BRAK!
Tiba-tiba pintu terhempas terbuka.
Yoona dan Jessica kaget dan langsung berpaling ke arah pintu.
Di ambang pintu berdiri sosok seorang yeoja dengan wajah merah padam.
Dan wajah Yoona langsung berubah pucat pasi. Dari membaca mimik mukanya, firasatnya mengatakan bahwa Yuri pasti telah mendengar semuanya.
“Yoonaaaaa!!” teriak Yuri dengan kemarahan meluap-luap.
Dia langsung menerjang ke depan mereka dan menarik kerah baju Yoona.
“Mi-mianhae unnie! Aku tahu aku salah telah mencintainya!” ucap Yoona ngeri melihat mata Yuri berkobar. Yoona sudah mau menangis karena positif Yuri pasti akan membencinya sekarang.
“Bukan itu! Beraninya kamu meneriaki Sica! Kalau dia tidak bisa memilih, jangan paksa dia! Kalau kamu memaksa seperti itu kamu malah menyakitinya!”
“Eh?”
Yoona tidak menyangka Yuri akan berkata seperti itu. Dikiranya Yuri akan marah karena hal yang biasanya sudah semestinya.
Yuri baru melepaskan pegangannya di kerah baju Yoona.
“Aku tidak akan menyalahkanmu kalau kamu mencintai Sica. Karena pertukaran kita ini semuanya salahku.”
“Yuri unnie…” Yoona merasa terharu.
“Lalu Sica.” Yuri menggenggam tangan Jessica dan menatap lembut padanya. “Sudikah kamu hidup bertiga bersama dengan adikku yang bodoh ini?”
“Eh?”
“Mwo?” Yoona berkedip.
“Aku tidak akan pernah memaksamu sampai kamu sendiri yang memutuskan. Berapa lama pun akan kutunggu. Karena hanya itulah wujud cinta terbesar yang bisa kuberikan padamu.”
“Tunggu Yuri unnie… kenapa jadi begini…”
Yuri kembali berpaling pada Yoona.
“Dengar Yoona, kamu mencintai Sica kan? Jangan berusaha berbohong.”
“I-iya…”
“Dan kamu juga menyayangiku kan?”
“Iya…”
“Makanya kau harusnya tidak keberatan dengan semua ini.”
Yoona terus mengamati ekspresi Yuri. Dan dia mampu menilai bahwa saat ini Yuri sama sekali tidak sedang bercanda.
“Salah kita karena telah membuat seorang wanita mencintai kita berdua, makanya kita harus hidup dengan menanggungnya.”
“Ta-tapi… bagaimana dengan kuliahku disana…” kata Yoona mendadak malah mempersalahkan hal lain.
“Kau pindah kuliah disini mulai sekarang.”
“Lalu umma?”
“Juga kita bawa kesini. Kurasa sudah waktunya keluarga kita berkumpul kembali.”
“Tapi kalau kita tinggal bertiga berarti Umma harus tinggal dengan Appa. Bagaimana kalau mereka tidak mau?”
“Pokoknya semua akan beres.”
Jessica menatap keduanya dengan bete karena mendadak merasa dia seolah-olah ditinggalkan dalam percakapan.
“Ah, mianhae Sica, jadi bagaimana jawabanmu?”

**

Satu bulan kemudian, semua sudah berjalan dengan lancar.
Yoona, Yuri, dan Jessica mulai membiasakan diri hidup bertiga. Meski pada awalya berasa agak aneh. Rasanya seolah hanya tiga sahabat yang tinggal bersama namun sangat mesra. Atau mungkin keakraban mereka bisa disebut sebagai keluarga.
“Yoona, tolong ambilkan kecap dong?”
“Ne, unnie.”
Yuri sedang membuat nasi goreng di dapur dan Yoona ikut membantunya.
Sementara Jessica hanya menonton dengan tampang masam.
“Huuhhh… tiap kali masak selalu begini… hanya aku yang ditinggal sendirian, gara-gara katanya aku hanya akan membuat dapur jadi berantakan. Sekarang malah mereka yang tampak mesra.”
“Mianhae Sica, jangan cemburu begitu dong.”
“Makanya libatkan aku juga.”
“Sica imut deh kalau lagi cemberut begitu.” Yoona mengecup pipi Jessica, membuat pipi Jessica kemerahan.
“Akh, curang Yoona! Aku juga mau!”
Jessica sendiri yang mengecup pipi Yuri, hingga protesnya tidak keluar lagi. Sekarang Yuri malah tampak kaget karena tidak menyangka Jessica yang berinisiatif sendiri.
Melihat tampang aneh Yuri, Yoona jadi tertawa. Lalu diikuti Jessica dan Yuri.
Mereka bertiga tertawa lepas, seolah moment sederhana seperti itu sangat membahagiakan bagi mereka.
Mungkin sebagian orang akan menganggap mereka sekarang memiliki hubungan yang aneh, tapi bagi mereka selama ketiganya bisa bahagia bersama, mereka sama sekali tidak keberatan dianggap aneh.

*~The End~*

A/N : Akhirnya end juga. Setidaknya berkurang satu utang ff nya 😛
chapter ini lama karena tadinya mau berubah endingnya. Tapi akhirnya author nurut aliran cerita dan endingnya malah jadi kembali ke rencana awal. Benar-benar aneh, haha, tapi barangkali ini yang terbaik.
Para figuran tidak muncul di bagian akhir karena nanti hanya akan mengurangi feel cerita.

Advertisements

Comments on: "Secret of the Twin Sister (Chapter 7 – End)" (69)

  1. Akhirnya tamat juga. :3
    Brarti tinggal CSS,
    Yang LDR masih tanda tanya, tapi kayaknya sih gak ditrusin yah? :p
    Brikutnya SooSun bocah yah yah yah. XD

  2. Lee Eun Soo said:

    A-apa ini? O.O
    THREESOME?
    Wakakakak..

  3. gorjes spazer said:

    yulyionsic…three in one…..hehe…bisa2x sica mendua n yul ma yoong jg ga berebut….hehe…lnjut2….

  4. dirgaYul said:

    Iiiiihhh..pgen d ajk mrk jg#ngasal. Lega jg bcay. Kirain sdh lpa sm ff yg ini.. Author sdh g sbuk y?? Mksih y unnie sdh ksih ff yg bgus#peluk author.. Tp msh pgen ikt YoonYulSic#nangis ngarep.

  5. Kim eveel said:

    Kyaaa walau msh bimbang tp akhirnya happy endongg…jd yoonyulsic niee

  6. Jadi yoonyulsic hidup bertiga nich gak bisa ngebayangin gimana jadinya

  7. Uwahh !!
    Ending yg tak terduga !!
    Rasa nya gmana gtu ,
    tapi tetep ada yulsic nya , hehehe
    iya , css dlanjutin gak ? Soal nya itu ff seru , pengen liat ending kek gmana ,

  8. rada aneh endingnya… tapi tetep keren. sekeren yang baca 😀

  9. wow hidup bertiga sepertinya sangat menarik tp ada kerugian yaitu cemburu dan sulit membagi sesuatu (yakin thor tau maksud sesuatu itu). plak.
    ending bagus lho.

  10. Ini aneh bahkan lebih aneh dari endingnya repeat ,, tapi yahh memang begitu keadaannya mau bagaimana lagi iya gak?

  11. Hidup br3 ya… kirain td bklan YoonSic trnyta mlh YoonYulSic.. Seru kykny hdup br3 gtu.. hehe

  12. Babyyulk_cuy said:

    hee jd yoonyulsic waoww bner2 sesuatu,tp y siplah keren n happy end pula…tetep semangatt 😀

  13. hahaha tarik 3 yah. ending juga ni chap

  14. dian yoonsic said:

    ya knp aneh gt ending ny unn
    mdh2n ad squel biar jls sica sk ma cpa

  15. Happy endin, sica gak bsa milih yuri or yoona dan hidup bertiga daebak. Smoga mrka akur2 ja kekeke

  16. sica ‘poliseobang’ ya?
    #plaaakkk
    bnr2 end yg rrrr agak rrr ‘unik’

    aku sempat mikir di awal sica tetep milih yuri mngingat saat dlm mimpi yuri lah org pertama yg dihamprinya mskpn yoonyul sama2 luka parah.
    taunya malah dua2nya.
    aigooo~

    itu nasibnya hyunnie sama lee min hoo gmn? o_O
    #bingung

    lanjutkan ff mu yg lainnya.
    dan ditunggu karyamu yg lain.
    hwaiting!!!
    (9 ^o^)9

    • WKWKWK istilah baru yg konyol XD
      soalnya mau yg gak terduga sih (walau mgkin efeknya tdk sehebat itu karena sdh pernah bikin ending bertiga di ff Repeat)
      karena ending yg lain kurang bahagia atau kurang pas, akhirnya beginilah endingnya
      Hyunnie patah hati ( padahal tadinya mau nulis bagian Yuri mau buru2 balik ke Korea dan meninggalkan Hyunnie yg sedih tp malah gak ketulis >.< )
      Lee Min Ho akhirnya ditolak

      yo thanks 🙂

  17. huh..
    kq ngegantung gtu ceritanya..
    bkn yulsic lg tp yoonsic..
    gk seru thor!!!
    >>>>>>>><<<<<<<<<<

    • habis menurut author pribadi alternatif ending lain kurang bahagia
      jd kayak Royal Family
      so this is for the best, terkadang jg tidak perlu memilih, biarkan semua mengalir apa adanya #plak gak bertanggung jawab

  18. Jiaaaah, jdi berakhir sprti ini??hehehe. . .huuf. . .baiklaaaaaaa. . .nice. . .jadinya kwon family. . .wkwkwkwkwk #plaaaak. . .hihihi

    keep spirit. . .
    Lanjuuuut. . .

  19. emg ending yg aneh n gk dsangka2 …
    sica poliandri…. enk bner jd sica bsa dpt 2 seobang sekalipun
    jd hyunie apa kbar ny y…

  20. Desi si locksmith said:

    Dih..sica maruk..mau ama adk kakak..nyahahahahha
    adil ya mam jess..jgn ga adil noh..pan 22 nya cakep..
    Sm2 baik lagi

    • wkwkwk gpplah biar Sica puas(?)
      habis biasanya di ff lain di WP ini (contohnya Eien no Kizuna, Gidarida, We Were Meant To Be Together) Sica patah hati terus, kalau disini gak dpt dua2nya entar Sica mewek XD

  21. agustina_huang said:

    Endingnya ok tuh,gk bkin kcewa…soalny bngung jg seandainya sica cm mlih slh 1 dr yoonyul,yg ad bkin sdih…
    Happy ending ^^yeahhh yoonyulsic 🙂

  22. Annyeong 🙂
    owh lumayan endingny gk bikin bete 🙂
    jdi mreka memutuskan untuk tinggal bertiga.,,
    klau tinggal bertiga gtu sdh kayak royal family dah 😀
    oke d tgg jja next postny 🙂

  23. endingnya koplak
    bagaimana mungkin 3 orang bisa hidup bersama? apa gak ada cemburu2an ntar tu thor 😀

  24. Chris SnsdLovers said:

    Whoooot… poliandri si sicaaa??????

  25. hana mutia said:

    endingny yoonyulsic. royal family shipper dong y 😀
    krain bkl yoonsic thor, threesome lbh baik *ehhhh 😀
    lnjut thor 🙂

  26. noeryanzien said:

    yeyeye akhirnya tamat juga, enak yah Jessica buy 1 get 1. ahahaha #plak

    jadiin NC lah thor, sekarang jarang NC nih. emang gak kangen NC NC-an ehehehe

  27. yaahh…enak amat sica bsa dpetin yoonyul….

  28. beninsooyoungsters said:

    Syukuuur author masih inget sama ini ff hahaha CSS nya keluarin dong biar seruu 😀
    What a great fanfic!

  29. Ish! Endingx MENGECEWAKAN…
    Knp jd gini? YoonYul brbagi Sica????
    Knp g YulSic n YoonSeo?? Nasibx seohyun jg g jls. Kn ksian. Trz minho jg. G rela deh klo yuri unie msti d’gtuin…

    • ya maaf deh kalau mengecewakan
      tp di awal kan gak ada bilang pairingnya YoonSeo, dan bkn hanya YulSic tp aku bilangnya YoonYulSic

  30. Kyaknya ending nya sma dgn cerita kmarin

    Tpi, seo kok gk dimunculin lgi….
    Kyak dipaksakan tuk selesai

  31. Wahhh ud lama gak buka wp ini heheheh
    Finally tamat juga
    Jd threesome dong?
    Kekeke

  32. Febylia Lie said:

    apa ya? kurang bagus dari pada chapter sblmnya.. kesannya flat.. aku sbg pembaca gak terbawa sama adegan”n ceritanya gak kayak chapter sebelumnya.. but not bad lahh:D lanjutkan thor #masukan

  33. Yaampun lucu banget kak ending nya ><

  34. wooo~ selesai jg ahir nya setelah belama-lama nungguin. .
    not bad. .
    tp, klo mnrt gw jd rada aneh dan anti-klimaks klo d liat d chapt sblm nye. .
    hmm. .tp da yg bikin gw seneng, al nye Kwon family ngumpul. .yeeeeee ! #pletakkkk
    Hhahaha

  35. TaengSicababy said:

    Yoona nya lucu :*
    wkwkwk.. Jejes poliandri nih.. Seobang nya ada 2.. 😀

  36. finally end juga,,
    manisnya….
    Lanjutin CSS nya thor,,,bikin geregeten tu terutama si taeny,,,,

  37. akhirnya happy ending juga, jadi three in one deh hehehe…
    semua tumbuh jadi satu

  38. Uuuwwaahhh akhir nya hidup bertiga toh sinta segi tiga yyeeeyyy seru juga kaya nya tuh happy ending yey -(ˆ▽ˆ)/

  39. hennyhilda said:

    Lohh qo gt dh thor??dr kmrn aq nyari2 kelanjutan ff ni tp pas d baca jd aneh gt (maaf y thor bz nya cm kritik doank)
    Jd speechless aq nya hahahaha tp gpp yg pntg udh g penasaran lg
    semangat author
    ganbatte

  40. Kim/Choi said:

    Ahhhh, Seohyun unnie kasihaaannnnn
    Kenapa nggak sama Yoona unnie aja ? -_-
    Tapi biarlah, ini kan kehendak Author thor thor thorrrr

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: