~Thank you for your comments~

Near or Far (Chapter 2)

A/N : Hai^^ author membawa chapter 2 ini untuk menemani yang nggak malam mingguan. Untuk mengiringi chapter ini, siapkan ost SNSD – How Great Is Your Love 😀 Sudah author tempatkan di tengah cerita.
Enjoy~

Sunny POV

Hari ini aku dan Yuri pergi karaoke bersama (icon peace)

Benar-benar pesan yang biasa. Lebih seperti sedang bercakap-cakap dengan sahabat daripada pacar. Kadang-kadang malah foto-foto makanan yang dia makan malah dikirimkan ke aku.
Aku melihat foto selca mereka di ruang karaoke bersama. Terlihat mereka sedang berbaring di sofa ruangan itu.
Kenapa juga mesti di hitam putih segala fotonya?
Sahabatnya ini lama-lama bisa bikin aku cemburu. Siapa sih, Yuri kan namanya? Enaknya dia bisa ketemu Sooyoung kapan pun dia mau.
Padahal aku juga ingin lebih mesra dengannya. Tapi kalau kubilang begitu nanti jangan-jangan terasa maksa. Karena selama ini hubungan kami begini-begini saja, rasanya aneh kalau tiba-tiba berubah.
Ah, daripada cemburu, lebih baik besok aku ke rumah Tiffany saja.

**

Di rumah Tiffany.
Ketika aku memeriksa ponselku aku terlambat menyadari pesan yang Sooyoung kirimkan. Sudah sejak 3 jam yang lalu. Karena tadi aku sibuk membuat cupcake dengan Tiffany.
Dia bertanya aku lagi apa. Hmm, apa yang sebaiknya kukirimkan ya?
“Prince~”
“Guk guk!”
Prince berputar-putar di dekat kaki Tiffany dengan bersemangat sambil mengibas-ngibaskan ekornya.
Ah, kyeopta~
Aku tahu, aku kirim gambarku dengan Prince saja lagi. Walau sudah sering, tapi nggak apa-apa kan? Soalnya Prince sangat manis. Sooyoung pasti juga berpikir begitu.
Sambil berpikir begitu aku menggendong Prince sambil mempersiapkan ponselku.
Tapi akhirnya dia malah berlebihan menjilatiku. Memangnya mukaku manis ya? Memang aku tadi habis bikin cupcake. Atau jangan-jangan gara-gara make upku? Lip balm yang kupakai memang manis.
“Aigo, Prince, kamu nakal sekali.” Tiffany mengambil Prince dari mukaku sambil tersenyum. “Sebaiknya kamu cuci muka, Sunny.”
“Ne.”
Aku pun menuruti sarannya dan pergi mencuci muka.
“Yuk, kita makan cupcakenya?^^”
“Ne.”
Kami duduk bersama di sofa sambil menikmati cupcake yang sudah matang. Tiba-tiba Prince naik dan duduk di pangkuanku.
“Hei! Sunny lagi makan!”
Tapi Prince tidak mau pergi dari pangkuanku. Dan malah bermanja-manja.
“Soal Prince, maafkan kelakuannya ya.”
“Ah, Prince sangat lucu kok,” kataku sambil membelai bulunya yang bersih.
“Kekasihku juga sangat menyukainya, makanya dia juga membeli anjing sejenis yang ukurannya lebih kecil, namanya Dubu^^”
“Heee~ ngomong-ngomong, kamu tidak mengundang kekasihmu ke rumah?”
“Ah, Hyunnie sedang shooting drama. Aku tidak mau mengganggunya. Tapi aku pernah mengunjunginya sekali. Meskipun katanya banyak adegan no good-nya, tapi bagiku dialah yang terbaik di antara pemain-pemain lainnya. Dia juga terlihat sangat cocok dengan perannya.”
Tiffany tidak menyembunyikan rasa bangga saat menceritakan tentang kekasihnya. Aku lihat ekspresinya juga menjadi lebih lembut.
“Gimana kabar kekasihmu sendiri? Hubungan kalian mesra?”
“Ah, tidak ada yang spesial. Biasa-biasa saja, malah terkadang cenderung nggak romantis karena dia banyak bercandanya.”
“Tapi kamu selalu memikirkannya kan? Saat sedang membuat cupcake tadi, wajahmu seperti gadis yang tengah jatuh cinta.”
Ucapan Tiffany membuatku tersipu.
“Kenapa kamu tidak menunjukkan cupcake yang kamu buat padanya lagi?”
“Dia itu shik shin, kalau kuperlihatkan foto-foto cupcake yang kubuat bisa-bisa dia protes karena tidak bisa memakannya. Waktu kukirim video diriku yang sedang membuat coklat strawberry saja, dia merengek bilang mau-mau di telepon.”
“Ahahahaha^^”
“Dia itu prankster. Waktu awal-awal masih suka mengejek tinggi badanku.”
“Sepertinya kekasihmu orang yang sangat menarik.”
“Seperti anak kecil kali maksudmu, Fany ah.”
“Tapi kamu pernah cerita waktu awal pertemuan kalian, dia melindungimu dari tiga namja asing di Jepang kan?”
“Iya.”
“Dia pasti sangat keren dan pemberani. Kyaaaa, bahkan punya aura maskulin, tubuh tingginya menambah pesonanya^^”
“Kenapa malah jadi seolah kamu yang jatuh cinta sama dia, Fany ah?”
“Ups, sorry, bad habit^^ habis Hyunnie sangat feminin sih.”

Di saat bersamaan, Seohyun bersin di tengah pengambilan gambar. Sampai sutradara berteriak. “Cut! Cut!”
“Mianhae…” kata Seohyun pada semua staff.
Tanpa menyadari bahwa dirinya barusan telah menambah adegan no good kekasihnya, Tiffany melanjutkan percakapannya dengan Sunny.

“Tapi aku akan tetap memilih Hyunnie^^”
“Sooyoung itu narsis dan suka tebar pesona.”
“Dari tadi yang kamu ceritakan malah yang jelek-jelek terus, Sunny ah.”
“Dan aku juga tidak suka kalau dia buka-buka jaketnya untuk pamer tubuhnya.”
“Eh? Dia pernah berbuat begitu?”
“Ya, waktu aku masih di Jepang jalan-jalan sama dia. Saat kepanasan dia pernah berbuat begitu, tapi aku tahu saat melakukan itu dia juga sengaja tebar pesona.”
“Hahaha, kamu cemburu.”
“Dia hanya boleh melakukannya di hadapanku…”
“Jadi, apa kamu pernah melihat tubuhnya?”
“Eh? Ma-maksud kamu Fany ah?”
Tiffany terkikik melihat reaksiku yang tergagap.
“You know what i mean.” Tiffany mengerling.
“A-aku tidak pernah. Kita kan tinggal berjauhan.”
“Hem, mencurigakan.”
“Baiklah, aku ngaku. Sooyoungie… pernah melihat tubuhku…”
“Kyaaaaaaaa!!”
“Fany aahhhhh!! Reaksimu berlebihan!!”
“Jadi bagaimana?”
“Aku tidak sampai telanjang kok, aku masih memakai pakaian dalam saat itu.”
“Ah, nggak seru.”
“Kenapa malah kamu yang kecewa.”
“Jadi kenapa kamu bisa berada dalam situasi semacam itu?”
“Fany aahhhhh! Kenapa sih kamu mau tahu saja?!”
“Habis kan aku penasaran!”
“Memangnya kamu pikir aku nggak malu menceritakannya apa?!”
“My lips are sealed.”
Akhirnya walau setelah didesak-desak aku tetap tidak menceritakannya.
Bagaimana aku bisa menceritakannya kalau mengingatnya saja membuatku malu?

**

Ah, akhirnya aku lupa mengirim pesan ke Sooyoung karena keasyikan mengobrol sama Tiffany. Kenapa sih aku bisa lupa padahal sepanjang percakapan kami terus saja membicarakan tentang Sooyoung?
Haruskah kutelpon?
Aku kangen mendengar suaranya.
Tapi mungkin sekarang dia sudah mau istirahat. Nanti malah mengganggu.
Tanpa sadar, dari tadi aku terus memandangi fotonya dari aplikasi tersebut. Bahkan sampai kuperbesar.
Melihat fotonya yang sedang tersenyum hatiku terasa perih ketika aku baru sadar kalau kami bahkan tidak pernah berfoto bersama. Kenapa waktu di Jepang aku tidak pernah terpikir untuk selca bersama? Bodohnya aku ini.

**

Tapi tak lama kemudian kami bertengkar. Masalahnya adalah hal yang biasa terjadi dalam hubungan jarak jauh, yaitu cemburu dan rasa kurang percaya.
Aku mesti berhenti bersikap keras kepala dan mengalah. Mungkin aku memang tak sadar telah membuatnya cemburu. Walau sebenarnya aku senang ketika mengetahui dia cemburu. Artinya dia masih sayang padaku.
Aku memulai dengan menelponnya lebih dulu. Ternyata yang mengangkat malah Yuri. Kukatakan padanya bahwa aku sudah tidak marah lagi dan aku kangen sama Sooyoung. Walau aku tidak berkata maaf. Karena mungkin di dasar hatiku aku menganggap aku tidak bersalah. Dia yang kurang memercayaiku.
Ketika berikutnya dia yang duluan menelponku. Aku sangat bahagia sampai rasanya mau menangis.
“Uhh, Sunny…”
Sooyoungie!
Aku hanya menggenggam Hpku lebih erat sambil menahan tangis.
“Maaf waktu itu aku tidak menjawab telponmu. Dan juga maaf karena aku sudah menuduh sembarangan. Aku sayang kamu…”
“……………….”
“Sunny?”
Kenapa kita tidak bisa lebih mesra seperti pasangan lain?
Mendengar suaramu saja tidak cukup.
Kapan kita bisa bertemu?
Ada banyak kata dalam kepala, tapi yang kuucapkan hanya…
“Aku kangen kamu, Sooyoungie…”
Dan aku mengutarakannya sepenuh hatiku.
“Aku mengerti. Akan kuusahakan untuk bisa bertemu denganmu secepatnya.”
“Eh?”
Benarkah? Kamu tidak sedang memberiku harapan palsu kan?
“Aku janji,” jawabnya seolah dapat membaca pikiranku.
“Kapan?”
“Minggu kedua bulan depan. Aku bisa ke Korea selama satu minggu.”
Dia tidak ada menambahkan kata ‘mungkin’
“Kuliahmu bagaimana?”
“Bolos beberapa hari tidak masalah. Sekarang tidurlah, sudah malam kan.”
Aku berbaring di tempat tidur menuruti perkataannya. Hpnya aku letakkan di bantalku sebelah kepalaku. Aku ingin terus mendengar suaranya sampai aku tertidur.
“Supaya Sunny tenang, malam ini aku akan menyanyikan lagu untukmu. Lagu ini sebenarnya dari lagu yang aku suka lalu aku coba cover dengan bahasa Korea. Liriknya aku mikir dan tulis sendiri. Ini pertama kalinya aku melakukannya, jadi jangan tertawa ya kalau kedengaran lucu atau cheesy.”
Lalu aku mendengar suara ‘krosak krosak’ yang sepertinya adalah suara kertas.
Benarkah? Sooyoungie akan menyanyikan lagu yang dia tulis sendiri? Pertama kalinya juga.
Mendadak aku merasa spesial. Dan mungkin sebenarnya kekasihku ini orangnya romantis juga. Aku baru menyadarinya.
Aku menunggu dengan sabar selama jeda itu.
“Judulnya How Great Is Your Love.”
Dia menjernihkan suaranya dengan berdeham, kemudian mulai menyanyi.

Dia menyanyikan liriknya dengan penuh perasaan.
Walau liriknya ada menyebut segala macam hal di langit, seperti matahari, bintang, pelangi, dan burung. Bahkan sampai menyinggung suara musim semi, hujan di musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Tapi aku merasa itu lagu terindah yang pernah kudengar. Sebab aku bisa merasakan perasaan Sooyoung yang tulus terkandung dalam lirik lagu itu.
“Gimana? A-aneh ya?”
“Bagus, aku suka.”
“Kamu bukan sedang terpaksa memuji kan?”
“Ani. How Great Is Your Love~” aku menirukan nada suaranya. Rasanya seperti ada ratusan kupu-kupu menari-nari dalam perutku. “Kamu mau tahu seberapa besar cintaku padamu, Sooyoung?”
Dia terdiam. Aku bisa membayangkan Sooyoung sedang menahan nafasnya menunggu jawabanku. Sepertinya dia gugup. Rasanya aku bisa merasakan apa yang dia rasakan ketika menulis liriknya.
“Cintaku sebesar apa yang kamu tuangkan dalam lirik lagumu.”
Kurasa kalimat itu yang paling tepat menggambarkan apa yang kurasakan.
Setelah itu kami bercakap-cakap sebentar kemudian saling mengucapkan ‘selamat tidur’.
Malam itu aku bermimpi indah.

___________________________________________________________________________

Bulan berikutnya, minggu kedua.
“Aish, dimana sih dia? Katanya mau jemput tapi sudah setengah jam aku tiba di airport dia belum datang juga. Apa dia nggak kangen sama aku?”
Seorang gadis jangkung menggerutu sendiri setelah memasukkan ponselnya ke dalam tas. Sudah sejak lama dia mengambil bagasinya yang hanya berupa satu buah koper tapi kekasih yang ditunggunya tak kunjung datang.
Sooyoung memasukkan sebelah tangannya ke saku celana dan mengetuk-ngetukkan hak tingginya di lantai. Rasa berdebar-debar yang tadi dirasakannya ketika menginjakkan kaki pertama kalinya di Korea hilang sudah. Berganti dengan rasa tidak sabaran.

Sooyoung POV

Setelah 4 bulan berpacaran, akhirnya kami akan bertemu kembali. Sejak merencanakan kedatanganku ke Korea, dadaku terus berdebar-debar. Kemarin malam aku sampai hampir tidak bisa tidur. Karena berpikir akan bertemu dengan kekasihku kembali setelah empat bulan berpacaran jarak jauh. Tapi ternyata dia malah belum datang, huh.
Tu-tunggu, jangan-jangan… ini seperti yang biasa dalam drama-drama itu. Dimana kekasih tokoh utamanya tidak datang karena kecelakaan.
Tiba-tiba aku diserang rasa takut. Aku harus memastikan keadaannya!
Setelah berpikir begitu, aku segera membuka tas bermaksud mengambil ponselku untuk menghubunginya. Tapi tiba-tiba ada sesuatu yang menghalangi kedua mataku, membuat duniaku seketika menjadi gelap gulita.
“?”
Apa ini tangan seseorang?
Aku memegang kedua tangannya dan melepaskannya kemudian cepat-cepat berbalik untuk melihat siapa orang iseng yang melakukannya. Aku langsung bertemu pandang dengan seorang gadis pendek berambut coklat.
“Su-Sunny…!”
“Hehe, ini aku^^”
Ternyata dia adalah kekasihku.
“Maaf, aku kelamaan ya?”
“Ti-tidak…”
Begitu bertemu dengannya perasaanku langsung meluap-luap. Gawat, rasanya aku ingin sekali memeluknya.

Sunny POV

Aku sangat senang ketika mendengar Sooyoung akan datang untuk menemuiku. Dia rela meluangkan waktunya untuk datang dari Jepang, demi menemuiku, kyaaaaa!
Jantungku terus berdebar-debar. Aku memikirkan seperti apa Sooyoung sekarang setelah empat bulan tidak bertemu.
Aku sampai di bandara tepat waktu. Dan begitu mendapat pesan darinya aku tahu dia sudah sampai.
Tapi aku sengaja tidak langsung menemuinya. Iseng sedikit tidak akan melukainya kan?
Di bandara aku mengamatinya dari jauh. Sooyoung berdiri di sebelah koper empat rodanya, tampil sangat menawan. Aku kembali terpesona oleh penampilan kekasihku. Dia terlihat sangat ramping dan keren oleh jaket hitam yang dikenakannya dan tas yang berwarna senada. Celana panjangnya bermotif tentara. Dia juga memakai high heels warna merah.
image_readtop_2013_1015136_13823439021081695
Jantungku kembali berdebar. Yeoja keren yang sedang berdiri disana adalah kekasihku. Dan saat ini dia sedang menungguku seorang.
Aku menemukan diriku kembali jatuh cinta. Aku mengambil ponselku untuk mengambil beberapa fotonya yang sedang berdiri disitu.
Hehe, akan kusimpan di diari ponselku dengan judul ‘Kekasihku Menungguku di Bandara Incheon Setelah Datang Dari Jepang’
Eh tunggu, kepanjangan ya? Ah tapi biarlah.
Lalu aku malah keasyikan menulis di diariku. Ditambah dengan beberapa icon untuk mempermanis. Tak lupa kuberi banyak icon hati merah.
Lalu aku melihatnya sedang mengetuk-ngetukkan high heelsnya di lantai.
Ups, mungkin aku membuatnya menunggu terlalu lama. Hehe, kalau begitu sudah saatnya untuk mengejutkannya.
Aku berjalan mengendap-endap dari belakangnya. Sudah sampai sedekat 1 meter pun dia masih belum sadar. Dari dekat, perbedaan tinggi badan kami jadi semakin terasa. Tapi itu tidak akan menghentikan aksiku untuk mengejutkannya.
Tanpa bersuara aku menutup kedua matanya dari belakangnya. Aku tersenyum sambil berusaha menjaga mulutku agar tidak bersuara.
Lalu dia melepas tanganku dan berbalik. Sekarang kami saling memandang.
“Su-Sunny…!”
“Hehe, ini aku^^ maaf, aku kelamaan ya?”
“Ti-tidak…”
Eh? Padahal kupikir dia bakal protes.
“……………..”
Dan sekarang dia malah diam. Aku merasakan matanya mengamati wajah dan penampilanku. Apakah Sooyoung juga terpesona memandangku sama seperti aku yang terpesona padanya beberapa menit lalu?
Dipandangi dari jarak sedekat ini membuatku tersipu. Ah tidak rugi juga aku sudah pergi ke salon dan satu jam bingung memilih baju yang manis.
“Sunny, kamu…”
“Ne?”
Apa dia akan memuji penampilanku?
Pemikiran itu membuat jantungku berdebar.
“Kayaknya kamu jadi makin pendek ya?”
Mwo?!
Buk
Aku memukul lengannya.
Aku nggak tambah pendek kok! Itu cuma karena kamu memakai high heels sedangkan aku sepatu sneakers yang flat. Mendadak aku jadi menyesal kenapa aku tidak memakai high heels saja tadi.
“Itukah yang pertama kalinya kamu katakan pada kekasihmu setelah empat bulan tidak bertemu?”
“Sunny ah, jangan ngambek dong. Aku sudah datang kan.“
Kekasihku ini terkadang suka mengerjaiku. Aku mengerti sekarang, sifatnya masih belum berubah.
“Aku punya oleh-oleh buat kamu lho.”
Dia merogoh sesuatu dari dalam tasnya. Sesuatu berbentuk kotak berwarna putih berukuran sekitar sepuluh cm.
“Nih, bukalah.”
Aku menerimanya dan mencoba membukanya tanpa berharap banyak. Catat! Tanpa berharap banyak!
Sebuah boneka berkepala badut keluar dengan maksud mengejutkanku. Kalau aku masih anak-anak mungkin aku sudah menjerit.
Benar kan? Kekasih macam apa yang menghadiahi kekasihnya sebuah kotak kejutan?! Kekasihku ini memang prankster!
“Bagus kan?”
Dia tertawa lebar.
Aku ingin melemparnya balik ke wajahnya yang cengengesan begitu. Tapi aku menahan diri dan cuma menyerahkannya kembali ke tangannya.
“Wah wah, kok jadi makin ngambek?”
Aku tidak menjawabnya untuk menunjukkan bahwa aku tidak suka.
“Jangan marah dong. Yang tadi cuma bercanda kok. Yang kali ini sungguhan.”
Dia mengeluarkan sebuah kotak lagi. Kali ini kecil dan berwarna merah. Masa sih itu…? Ah tidak, jangan lupa kalau dia ini prankster. Bisa saja itu tipuan. Kemana sifat romantisnya sebulan yang lalu?
“Kenapa wajahmu begitu? Kamu nggak percaya?”
“Habis kamu sering begitu.”
“Ya maaf deh. Tapi kali ini kamu pasti senang.”
Dan aku begitu saja percaya padanya. Aku membuka kotak merah itu dengan jantung berdebar-debar. Ternyata isinya kosong.
“Ups, aku ketinggalan dimana ya.” Dia masih saja tersenyum tanpa dosa.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi.
“Ah, sebentar.” Dia mengambilnya dan menyalakan layarnya.
Tapi aku segera merampasnya dari tangannya. Ada sebuah pesan dari seorang yeoja.

From : Marina Takahashi
Sooyoung, kamu dimana sih? Padahal hari ini aku mau main ke rumahmu, sudah lama nih, tapi kamu malah nggak ada. Aku kan kangen kamu. Kalau sudah pulang kabari aku ya. Aku akan terus menunggu kamu kembali membawa cintamu padaku, muah~

Dan kemudian di sebelah kalimat terakhir terdapat serentetan icon hati yang mengusik hatiku.
Membacanya saja membuat wajahku mengernyit.

Third Person POV

“Marina Takahashi? Siapa dia? Cewek masa lalu?” tanya Sunny setengah berbisik.
“Hah? Aku dan dia cuma sudah kenal sejak kecil, waktu aku berumur dua belas tahun. Awalnya dia sendiri yang mendekatiku. Sekarang kami memang akrab. Dia selalu begitu, suka nempel-nempel padaku, tapi aku nggak benci dia. Eh? Lho Sunny?”
Sooyoung melihat Sunny sudah berlari jauh meninggalkannya. Mata Sunny tergenang air saat dia berlari meninggalkan Sooyoung.
“Kenapa dia lari? Jangan bilang dia salah paham soal Marina. Huh, padahal nggak ada apa-apa di antara kami kok. Cewek masa lalu? Yang benar saja!”
“Lagipula aku terlalu sayang Sunny untuk memilih menduakannya.”
Kemudian kesadaran mengenai Sooyoung.
“Tunggu, kalau nggak ada Sunny… jadi aku sendirian di Korea nih?”
“Yah!”
Sooyoung menyeret kopernya setengah berlari, tapi malangnya dia kesusahan mengejar Sunny karena sedang memakai high heels.

Sunny POV

Sooyoung jahat! Sooyoung jahat! Tega dia menyakitiku setelah mempermainkanku!
Padahal aku sudah menantikan kedatangannya.
Akhirnya aku malah naik taksi dan berjalan-jalan sendiri untuk mengobati sakit hatiku. Aku berjalan kearah mana kakiku membawaku pergi. Saat sore tiba, aku sampai di tepi pantai. Aku terdiam melihat pemandangan alam di depan mataku. Ombak yang bergulung ke tepi pantai. Dan merasakan angin laut menerpa wajahku.
“Dasar prankster… dan tahunya dia menduakanku lagi…”
Dia tidak pernah cerita apa-apa soal Marina Takahashi.
“………………”
Kuluruskan punggungku dan menatap ke langit yang biru seperti hatiku.
“Mungkin memang beginilah risiko pacaran jarak jauh…”
Hubungan seperti ini memang rentan. Dari awal aku sudah tahu itu. Tapi waktu aku menerimanya menjadi kekasihnya, aku benar-benar mencintai Sooyoung karena itu aku rela pacaran jarak jauh seperti ini.
Selama empat bulan ini aku berusaha bertahan meskipun berat. Hanya dengan mendengar suaranya saja aku merasa aku semakin jatuh cinta dan ingin bertemu dengannya. Terkadang hatiku juga dilanda keraguan, takut kalau perasaan Sooyoung sudah berubah.
Walau ingin tapi tidak bisa bertemu. Itu yang selalu kurasakan.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Near or Far (Chapter 2)" (49)

  1. Sooyoungie tukang PHP nyebelin. Pantas aja klo Sunny marah.

  2. Haha kocak pas bagian 2ny ngomongin seo trus seo nya bersin ,
    jadi senyum2 gaje ,,
    soo ampun dch , kalo lo pacar gue , udah gua gigit lo ! Saking gemesnya !

  3. hana mutia said:

    jahh, sklinya udh ktemu mlah slaj paham n mrahan.
    yaaaaa, shrsnya kan lovey dovey mreka u.u
    soosunnnnm, jgn mrahan plissssss -_-

  4. rea.sone said:

    thor kece badai >.< aduhh itu tbc kenape tiba2 nongol ..

  5. Miss New New said:

    hahaha
    lucuukk
    sunny lagi sensi aja makanya ninggalin soo

    yg.salah ya situasinya..
    ayok kita jambakin bareng2!!

  6. aigoooo sy blm liat badan sunny. cuma liat melon doang wkwkwkw…
    aigooo sunny cemburu pas mengecek sms sooyoung dr ma… entah siapa itu.
    sooyoung, skrng kejar sunny yg berharga.

  7. yeaaa entahlah si sunny yang sensi ato sooyoung yang kelewat kurang ajar hahahgahahah *lompat dari gesung 5 lantai*
    yeaaah lanjut jut jut!

  8. beninsooyoungsters said:

    Sooyoung !!! Selalu bikin sunny marah deh, tapi biarpun sering marahan, SooSun tetep mesra aiiiih

  9. dirgaYul said:

    SooYoung bner2 iseng amt sih?? 4 bln g ktmu cblh romsntis dkit#rmes ujg bju.. Sunny sbar ya…

  10. wah siapa tuh yg gangguin soosun??
    hehehe

  11. ga ada romantisnya ni anak

  12. Desi si locksmith said:

    Dih..
    Sooyoung ga ada romantis2nya …
    Pantas aja sunny ngmbek..tp..

    Jgn smpe putus dong,sweet ini mah kisah cinta nya…
    Ppany mah byun..kepo bnget deh ah..
    Lol
    sewot dianya…gegara sunny ga mau cerita

  13. tkc… dasar prankster!!!!
    liat fashion airportny yg menawan n udh lma gk ktmu sunny gue kira akn ada scane yg manis, ya minimal sebuah plukan rindu.. ehh trnyta? dasar soo gak peka…

    thanks udah update mon…

  14. youngie…youngie… udh dtg jau2… bkn ny mesra malah ngerjain sunny dgn hadiah yg aneh2… malahan bkin cemburu lg tuh…ckckckkckckc

  15. taenygee said:

    uhuhuhu..makin seru~

  16. Kim eveel said:

    Sumpah gw nyesekk banget..bener” true my story kalo kek gni niee..hikss..nangiss guee huwaaa…

  17. Lee Eun Soo said:

    wahhh.. soosun salah paham lagi.. –“

  18. agustina_huang said:

    Arghh…hrsnya kan soosun sweet2an…eh nih dah jauh2 udh bs ktmu malah brtengkar lg..gr2 marina nih pake acara ngmg in cinta sgala lg..cemburu deh sunny…
    Ayo soo manfaatin wkt bermoment ria dgn sunny

  19. TaengSicababy said:

    Soo nya jail bgt.. Hehe
    Sunny salah paham tuh.. Moga ajah soosun cpet baikan :*

  20. seru thor next yg cepet ya

  21. Min, astagaaaaa…
    Itu baru bagian sedih, malah tbc. Itu merusak suasana miin >.<
    Sooyoung nya sekali2 dibikin yang perasaan sayangnya keluar dong.
    Yang bisa bikin readers nya envy sama Sunny gitu :B

  22. noeryanzien said:

    fany kepo yah, hahahaha

  23. noeryanzien said:

    jiah 4bln gak ketemu eh pas ketemu malah berantem. soo kapan kamu jadi seobang yang romantis.

    dilanjut thor. Semanka…..

    eh ngga deh melon aja ahahaa #plakk

  24. syoo, isi kotaknya kemana? jangan bilang udah dimakan -_-
    just kidding thor 😛

  25. waahhhh parah tuh youngie, kagak ada romantis-romantisnya XD… sekali prankster ya ttep prankster..
    Siapakah cwek jepang itu? apa member akb48?? 😀
    Baru tau klo ternyata pany tuh kepo wkwkwk

  26. sekalinya ketemu salah paham, aduhhh soosunn. sooyoung jg lama gak ketemu peluk kek, malah dikerjaiin haha.

  27. harusnya ga berharap mereka mesra2an di airport hehe mereka malah berantem lg kan sooyoung mah gtu orangnya, tp lucu ya bayangin soo ngejar sunny soo kan payah kan kalau masalah lari hehe dan biasanya yg mungil2 itu kan larinya cepet mereka memang couple yg greget..

  28. Udah so sweet so sweet tadi, eh, tbc-nya malah kayak gini. Hzzzz -_-
    Kok nama Marina muncul lagi sih ? Jadi orang ketiga lagi -_- Hzzzz. Di judul ff kakak satu lagi yang pairingnya SooSun unnie, kak Marina juga ada kan kak ? Kalok judulnya nggak salah….

    Kalok aku punya pacar kayak Sooyoung unnie, udah benjol aku tabok-i. Orang udah kangen setengah mati juga, Soo unnie masih sempat bercanda -_- Aisshhh
    Hayo lah kau Sooyoung unnie, Sunny unnie salah paham. Ho.. ho.. ho.. ho, tanggung jawab tanggung jawab *tunjuk tunjuk Soo unnie 😀

    Satu lagi, keke abis waktu baca part yang Seohyun unnie bersin karna lagi diceritain 😀 Perasaan ini juga ada nih di ff kakak yang lain. Tapi korbannya Jessica unnie XD Yang sampek Krystal unnie bilang kalok Sica unnie pasti lagi sakit. Terus Sica unnie bilang “nggak, ini ada yang lagi nyeritain aku” begitulah kurang lebih 😀 Tapi bagian Sica unnie jauh lebih keke lagi. Soalnya kalok nggak salah Yuri unnie nyeritain Sica unnie bilang jidat Sica unnie lah yang paling lebar. Wkwkwkwkwkwkwkwkw XD Keke keke XD

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: