~Thank you for your comments~

Near or Far (Chapter 1)

A/N : Rencananya sih ff ini pendek, tapi entahlah nantinya gimana
Pairing SooSun, awal ceritanya tentang long distance relationship
Happy Reading~

Di suatu apartemen di Tokyo.
Ponsel Sooyoung berbunyi, tanda ada sebuah pesan masuk.
“Jangan-jangan dari Sunny?!”
Sooyoung langsung menghentikan segala aktifitas yang dilakukannya dan menyambar ponselnya dengan bersemangat kemudian langsung membuka pesan dari aplikasi(semacam Line). Matanya menyipit setelah selesai membaca isi pesannya.
“Apa-apaan ini?”

Aku main ke rumah temanku, Tiffany hari ini. Anjingnya, Prince lucu dan putih seperti kapas. Kelihatannya dia menyukaiku sampai dia menjilat-jilat wajahku. Lihat, imut kan?^^
Lalu di bawahnya ada foto Prince yang sedang menjilat bibir Sunny.
sfsfsffss

“Ish, setelah 3 jam dia baru balas pesanku dan isinya malah begini. Apa dia mau membuat aku cemburu sama anjing?”
Tiba-tiba ada foto masuk lagi bersama pesan.
prince
Tolong! Prince mencoba memakanku!

Wajah Sooyoung semakin tertekuk.
“Sialan! Kumakan saja anjing ini! Beraninya dia menjilat-jilat wajah Sunny padahal aku sendiri belum pernah melakukannya!”
Sooyoung gemas sekali sampai dia sudah memakan anjing itu dalam kepalanya.
“Hahhhh…” Sooyoung merebahkan dirinya di atas kasur. Memandang ponsel itu sambil tiduran. Dia merasa kebingungan sampai dari tadi tidak sadar kalau sudah berbicara sendiri.
“Lalu sekarang kalau dia bilang begini. Aku harus balas apa? ‘Anjingnya manis ya’ begitu?”

**

Di sebuah cafe.
“Apa? Kamu nggak merasa seperti sedang pacaran?”
“Begitulah Yul, akhir-akhir ini saja dia malah memenuhi isi pesan dengan Prince. Waktu itu juga dia malah mengirimiku video dirinya yang sedang membuat coklat strawberry.”
“Mana mana? Coba lihat?”
Sooyoung membuka dan menunjukkannya pada Yuri.
“Haha, tapi itu bagus kan? Artinya dia mau memberitahu kamu keseharian yang dia lakukan.”
Sooyoung menggembungkan pipinya.
“Apa setiap hari kalian saling berkirim pesan?”
“Ne, kalau ada waktu pada malam hari kami juga saling telpon.”
“Lalu kalau berkirim pesan, dia yang mulai duluan atau kamu?”
“Hmm, yang mulai duluan kadang aku, kadang dia.”
“Baguslah, artinya dia masih memikirkanmu.”
“Ya…” Sooyoung mengaduk-aduk tehnya.
Yuri mengamat-amati setiap gerak-gerik sahabatnya.
“Kelihatannya kamu tidak puas.”
“Kalau kubilang puas berarti aku membohongi diriku sendiri.”
“Jadi kamu maunya yang gimana?”
“Yah, aku… inginnya kami saling bertukar pesan dengan lebih mesra,” kata Sooyoung dengan wajah kemerahan.
“Tapi kamu sendiri juga kadang malah bercanda waktu teleponan sama dia.”
“Ukh…”
Ucapan Yuri tepat mengenai hatinya. Sooyoung menundukkan kepalanya.
“Habis aku takut kalau Sunny bosan kalau aku hanya menceritakan keseharian yang aku alami.”
“Yahh, aku memang bukan ahlinya sih, tapi nggak usah mikir yang susah-susah. Jalani saja apa adanya. Kalau kamu ingin lebih mesra, kenapa tidak kamu duluan saja yang mulai?”
“A-aku…?”
Tiba-tiba ponsel Yuri berbunyi menyela percakapan mereka.
“Oh, mianhae Sooyoung, aku baru ingat ada janji. Bisa-bisa dia marah nih.”
“Sama Jessica lagi?”
“Iya, sampai jumpa. Semoga kamu sama Sunny juga langgeng terus.”
“Ya, terima kasih, kamu juga.”

**

Di apartemen Sooyoung. Sooyoung melepaskan lapisan-lapisan bajunya sampai ke atas tempat tidur hingga membentuk jejak seperti ular yang berganti kulit.
“Aku harus bilang apa supaya berasa lebih mesra? Lebih baik dipikirkan sekarang.”
“………………”
“Chagiyaaaa~?”
Di ruangan yang tidak ada siapa-siapa selain dirinya itu, Sooyoung mengucapkannya dengan nada semanja mungkin.
“Entah kenapa di kepalaku malah terlintas wajah Sunny yang mengernyit mendengar aegyoku.”
Sooyoung menghela nafas.
“Enak ya Yuri bisa ketemu dengan kekasihnya setiap hari. Kalau bisa aku juga mau mengajak Sunny jalan-jalan, lalu makan bersama.”
“Kamar ini… beberapa waktu yang lalu Sunny pernah masuk kesini dan berbaring di kasurku.”
Tepatnya dua bulan yang lalu. Sooyoung mengusap seprai kasurnya dengan penuh kerinduan. Rasanya seperti baru terjadi kemarin. Dia dapat memeluk Sunny sampai dirinya terlelap. Dan merasakan kehangatan tubuhnya. Nafasnya.
Sooyoung mendekap gulingnya erat-erat, menyandarkannya di dadanya.
“Coba kalau guling ini Sunny.”
Tangan Sooyoung mengelus-elus guling itu sambil membayangkan sedang membelai-belai rambut Sunny.
Sooyoung melihat jam di ponselnya. Sudah hampir pukul 10.
“Disini dan di Seoul waktunya sama kan?”
Walau sudah tahu, tapi Sooyoung masih mengecek melalui aplikasi World Clock yang sengaja dia pasang.
“Kalau aku telpon sekarang mengganggu nggak ya? Bisa saja dia sudah mau istirahat. Ah, kalau begitu kirim pesan saja.”
Sooyoung mengetik sambil memikirkan kalimat yang bagus. Sudah 15 menit dia memikirkannya sampai akhirnya selesai.
“Ah tidak, kalau aku ada menyebut bulan dan bintang jelas terlalu cheesy. Memangnya lagi bikin puisi? Ganti-ganti, haish, kenapa ribet sekali sih.”
15 menit kemudian Sooyoung selesai dengan sebait kata yang baru. Tapi kali ini jadinya malah tidak romantis sama sekali. Seperti kalimat setengah bercanda yang biasa mengisi harinya. Yang terkadang terasa seperti separuh mengejek Sunny.
“Barangkali aku perlu mencontek di internet.”
Akhirnya Sooyoung malah browsing kata-kata romantis. Dan tidak sengaja sudah mau jam 11.
“Aaaggghhhh! Malah jadi kemalaman buat mengirim pesan untuk Sunny!” teriak Sooyoung frustasi.
“Ck, terpaksa tunggu besok deh.” Sooyoung meletakkan ponselnya di atas meja. “Selamat tidur!”
Sooyoung tidak berkata pada siapa-siapa. Dia menarik selimutnya sampai menutupi pundaknya.
Tapi dia malah tidak menghubungiku juga… batin Sooyoung sedih.
Tak lama kemudian, Sooyoung tertidur dan bertemu Sunny dalam mimpinya.

**

Keesokan harinya.
“Ah, tiba-tiba aku jadi ngidam es krim.”
Sooyoung memeriksa ponselnya untuk yang kesekian kalinya. Tidak ada pesan baru di layarnya.
“Aku sudah sengaja tidak mengiriminya pesan sejak pagi karena aku ingin dia yang lebih dulu mengirimiku pesan tapi kenapa dari kemarin malam sampai siang ini dia masih belum juga mengirim apa pun? Apa saja kek, kalau dia lagi masak atau habis mandi pun boleh.”
“Akkhhh… apa cuma aku saja yang galau sendiri ya? Apa Sunny tidak pernah memikirkan soal ini seperti aku?”
“Ahhh… Sunny apa yang sedang kamu lakukan sekarang? Cepatlah kabari aku.”
Tiba-tiba seolah Yang di Atas mendengar doa Sooyoung, ponselnya berbunyi pertanda pesan masuk.
Sooyoung langsung bangun dengan cepat dan membukanya.

Di Jepang panas nggak? Disini panas, jadi aku memutuskan untuk pergi keluar sama Tiffany. Sekarang aku dan Tiffany lagi makan es krim berdua. Hehe, kelihatannya enak kan? Jangan ngiler ya^^
1377327_10200824687044063_96681196_n

“Mwo?!”
“Ish… semangkok berdua? Aku saja belum pernah makan es krim semangkok berdua sama Sunny! Selca berdua pula! Aku bahkan juga nggak pernah selca berdua saja sama Sunny!” cibir Sooyoung merasa semakin panas, padahal kamarnya ber-AC. Dia terbakar oleh rasa panas yang lain yaitu cemburu. Ingin rasanya Sooyoung melempar ponselnya, tapi untung dia tidak sampai melakukannya.

Malam harinya.
Sunny baru saja keluar dari kamar mandi ketika dia mendapati ponselnya berbunyi. Ketika melihat nama Choi Sooyoung di layarnya, dia langsung tersenyum.
“Ah, Sooyoungie,” jawab Sunny senang. “Aku baru saja selesai mandi. Sekarang aku sedang berbaring-baring saja di kasur. Ada apa?”
“……………..”
“Sooyoung?”
“Sunny…”
“Ada apa? Kedengarannya kamu beda hari ini.”
“Aku cuma tidak suka…”
“Ada sesuatu yang membuat kamu jengkel hari ini?” Sunny tersenyum, sama sekali tidak sadar kalau dirinya adalah penyebabnya. “Apa Yuri mengambil jatah makanmu sewaktu kalian makan bersama? Dia kan juga prankster jadi maafkan sajalah.”
“Kenapa kamu main ke rumah dia terus.”
“Eh?”
“Tiffany! Siapa lagi! Hari ini kalian bahkan pergi makan es krim semangkok berdua. Lalu di foto juga kalian terlihat mesra sekali!”
“Tu-tunggu Sooyoungie, jadi kamu marah karena itu?”
“Tentu saja! Kalau bukan karena apa lagi?! Mana bisa aku nggak marah setelah mataku melihat foto mesra kalian berdua yang kamu kirimkan padaku!”
“Sooyoungie, jangan marah dulu, biar kujelaskan, kami makan berdua karena porsi satu mangkok kebanyakan untuk satu orang makanya kami bagi berdua.”
“……………….”
“……………….”
“Benarkah karena itu?”
“Eh?”
“Sebenarnya karena sekarang kamu sudah menyukainya kan? Gadis yang kamu ajak selca itu. Kamu sudah nggak sayang aku lagi kan? Buktinya di foto kalian terlihat sangat senang.”
“Kenapa sih kamu nggak percaya sama pacarmu sendiri?! Malah nuduh yang bukan-bukan! Kamu kan nggak ada disini!”
Sekarang malah gantian Sunny yang marah. Ketika Sunny melemparkan kemarahan padanya, Sooyoung yang juga sudah terlanjur emosi pun ikut meledak.
“Oh ya? Lalu sekarang jadi salahku karena aku nggak ada disana, begitu?!”
“Iya salahmu! Karena kamu nggak pernah datang! Makanya terpaksa aku pergi sama orang lain!”
Sekarang mata dan telinga Sooyoung terasa panas. Sejak dua bulan yang lalu pacaran dengan Sunny, belum pernah dia bertengkar sehebat ini dengan Sunny. Ini pertengkaran pertama mereka lewat telepon.
Saat itu Sooyoung masih tetap beranggapan kecemburuannya bukan tidak beralasan. Dia belum pernah mencicipi hal semacam makan es krim semangkok berdua ataupun selca berdua sama Sunny. Ditambah lagi kekecewaan yang dia rasakan sewaktu berkirim pesan dengan Sunny selama dua bulan ini.
Sooyoung tidak menjawab, karena khawatir kalau dia membuka mulut, pertengkaran mereka akan semakin hebat. Dia juga sudah hampir menangis, karena sebenarnya hatinya memang sensitif.
“Sudahlah.” Sunny menghela nafas, terdengar sangat berat dan capek. “Kita perlu mendinginkan kepala. Kurasa lebih baik untuk sementara ini kita menjaga jarak sampai kita tenang. Selamat malam.”
Telepon diputus bahkan tanpa mendengar persetujuan Sooyoung.
“Ahaha…”
Sooyoung pernah bilang kalau dia merasa iri ketika melihat Yuri dan Jessica bertengkar dan ingin mengalaminya juga. Karena di matanya, sehabis pertengkaran, hubungan Yuri dan Jessica tampak menjadi lebih erat. Tapi ketika dia merasakannya sendiri, hatinya terasa sakit sekali.

Sunny POV

Aku memeluk kedua lututku setelah habis bertengkar dengannya. Mataku mulai terasa perih.
“Sooyoung, babo…”
Padahal aku selalu memikirkannya. Kemana-mana… di setiap helaan nafasku…
Makanya walau aku sedang pergi bersenang-senang dengan orang lain pun aku tak lupa mengiriminya pesan.
Ketika aku membuat cupcake dengan Tiffany juga sebenarnya aku sedang berlatih supaya aku bisa membuatkannya untukmu bila kelak kita bertemu nanti.
“Cemburu? Mestinya aku juga berhak cemburu tahu!”
Sebab Sooyoung juga suka menghabiskan waktu bersama dengan Yuri!
Lagipula Tiffany kan juga sudah punya pacar. Mana mungkin aku tega menyakiti Hyunnie dengan mengambil Tiffany darinya!
Kenapa sih Sooyoungie tidak bisa seperti Hyunnie saja? Hyunnie tidak pernah marah, orangnya sabar dan selalu murah senyum. Dia juga percaya padaku.

**

Awalnya Sooyoung masih bisa tahan. Tapi setelah lewat satu minggu, dia mulai merasa kangen dan menyesal.
“Aish, sudah seminggu ini lihat wajahmu yang kusut begitu terus, aku bosan tahu. Wajahmu yang begitu nggak enak dilihat setiap hari. Babo, makanya cepat minta maaf sana sama Sunny.” Begitu kata Yuri dengan wajah sok menasehati. Padahal terkadang dia berada dalam situasi sebaliknya, dimana dia yang berwajah kusut habis bertengkar sama Jessica dan Sooyoung yang menjadi pendengarnya.
“…………….”
“Nggak usah sok ngambek gitu deh.”
“Si-siapa yang sok ngambek?”
“Memangnya kamu nggak pernah berpikir sebaliknya?”
“Apanya?”
“Kalau Sunny juga cemburu sama kamu.”
“Haahhhh? Buat apa?”
“Ckk, kamu ini lamban ya, masa nggak ngerti?”
“Makanya apa itu?”
“Sama seperti kamu yang cemburu dia dekat sama sahabatnya. Dia juga cemburu sama kedekatan kita!”
“Haaahhhh?? Aku sama kamu Yul? Yang benar saja, kayak nggak ada orang lain saja!”
“Apa maksudmu heh?” Yuri menarik kerah baju Sooyoung, pura-pura tersinggung.
“Haha, iya maaf, mungkin kamu benar. Aku nggak sadar sama sekali.”
Yuri melepaskan tangannya. “Padahal kalau kamu sudah berbaikan kan kamu bisa melakukan itu dengannya.”
“Hah? Itu itu apa?”
“Phone sex, maksudmu kamu bilang kamu nggak pernah mencobanya? Kupikir sudah karena kalian sudah dua bulan berpacaran jarak jauh.”
“Apalagi itu?” tanya Sooyoung heran.
“Ckk, aku nggak tahu kamu lagi pura-pura polos atau nggak. Ya sudah lupakan saja, yang penting cepatlah berbaikan sebelum kamu menyesal nanti. Lebih baik kamu telpon sekarang juga. Tidak ada perbedaan waktu dengan di Seoul kan?”

Sooyoung POV

Benarkah Sunny juga cemburu?
Kalau benar begitu aku senang. Kurasa Yuri memang benar, ini kan sudah seminggu. Ya, Sunny mungkin juga sudah menungguku.
Aku mengeluarkan ponselku.
“Kenapa lagi? Cepat telpon.”
“Sebentar, aku perlu menenangkan hatiku dulu.”
Aku menarik nafas dalam beberapa kali.
“Dasar… sementara kamu disini merengek, nanti Sunny malah keburu sibuk dan tidak bisa mengangkat telponnya.”
Tiba-tiba ponselnya berbunyi, saking kagetnya aku sampai hampir menjatuhkan ponselku.
“Dari siapa?”
“Da-dari Sunny, Yul!”
“Kalau begitu tunggu apa lagi, cepat angkat! Dia sudah menelponmu lebih dulu!”
“Gi-gimana kalau dia masih marah sama aku, Yul…?”
Mendengar itu Yuri jadi jengkel sendiri dan merebut ponselku dari tanganku.
“Moshi-moshi, ya disini Yuri.”
Aaakkkkkhhhhhhhhh!!
“Sooyoung? Ya dia ada di dekatku sekarang. Katanya takut kamu masih marah makanya aku yang angkat telponnya.”
Buh! Yuriiiiiiiii!!! Kenapa kamu terang-terangan sekali!?
“Oh? Ya, hem.” Yuri tersenyum penuh arti ke arahku. “Tenang saja, pasti akan kusampaikan.”
Kemudian sesi telepon mereka berakhir.
“Katanya Sunny sudah tidak marah marah padamu. Dan dia juga bilang kalau dia kangen sama kamu.”
DEG!
Sunny… kangen sama aku?
“Senang nih.” Yuri tersenyum mengejek. “Wajahmu langsung jadi terlihat lebih cerah dibanding semenit yang lalu.”
“Apanya? Kenapa kamu seenaknya menjawab telponku Yul!?”
“Habis kamu lama amat sih, aku yang nonton sebagai pihak ketiga kan jadi tidak sabar huh.”
“Apaan, memangnya hubunganku dengan Sunny itu seperti drama di matamu?”
“Jelas,” katanya lebay sambil mengacungkan jempol. “Tidak ada yang lebih seru selain mencampuri hubungan asmara sahabat sendiri.”
“Wuah, baru kali ini ada yang ngaku terang-terangan.”
“Toh akhirnya semuanya baik-baik saja kan, hahaha!” katanya sambil menepuk pundakku. “Tapi kamu benar-benar seobang yang payah.”
“Seo-seobang?!”
“Masa malah membiarkan istrimu yang menelponmu duluan. Sudah itu nyalimu malah ciut pula.”
“I-istri?!”
“Tentu saja kamu seobangnya, kan kamu yang lebih tinggi! Atau kamu mau sama-sama jadi seobang dengan Sunny?”
“Nggak lucu, Yul, nggak lucu.”
“Ahahaha!”
Setelah puas tertawa, Yuri menghabiskan kopinya.
“Awas tersedak.”
Yuri meletakkan cangkirnya.
“Tapi jangan sampai bertengkar lagi.”
“Ya, aku tahu.”
“Ngomong-ngomong.”
“?”
“Istrimu akhir-akhir ini makin manis ya?”
“Ya begitulah,” aku tersenyum sambil mengingat kekagumanku pada Sunny.
Meski aku belum terbiasa oleh panggilan ‘istri’ nya Yuri ini. Tapi aku merasa bangga mendengar pujian untuk Sunny seolah aku sendiri mendapat pujian.
“Kamu mesti jadikan dia istrimu yang sesungguhnya.”
“Tentu saja, tidak akan kubiarkan siapapun memilikinya selain aku.”
“Lalu body-nya seksi juga ya,” kata Yuri genit.
“Yul, awas kamu… jangan lihat-lihat tubuhnya!”
“Bukan salahku dong! Kamu kan yang memperlihatkan fotonya padaku! Dia juga sering memakai baju ketat-ketat dan memperlihatkan belahan dadanya!”
“Awas kubilangin Jessica kamu!”
“Waaaaa! Tidak! Siapa saja boleh asal jangan Jessica!”

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Near or Far (Chapter 1)" (79)

  1. Kapan nih ‘sarannya’ Yul bisa dijalankan ama SooSun? :3

  2. phone sex apaan tuh..?? #ikutkepo

    hihi hubungan jarak jauh yah.. temanya oke ‘0’

  3. Soosun hubungan jarak jauh nich pada ngegalau keduanya gara-gara gak ketemu

  4. wah kambek juga nih authornya hihi

  5. taenygee said:

    aku tau phone sex itu apa 🙂 hehe.. LDRan dah tuh SooSun..

  6. wakakakak
    phone sex apaan?
    next chap

  7. LDR itu sgt berat tau.
    sebesar apapun rasa rindu kita dan ingin bertemu, tetap saja kita tdk bisa lgsg bertemu.

    phone sex? -_-
    bsa2 nya nyaranin spt itu.
    dasar yul memang byun,
    tega bgt.

    soosun lgi ya next ff?
    mmg author satu ini soosun shipper.
    aigooo~

    siapapun pairingnya tetap ditunggu update annya per chptr.
    hwaiting!!!!
    (9 ^o^)9

    • Yep, memang udh hardcore soosunatic bgt nih XD
      Aku memang gak pernah punya pengalaman LDR tp mudah2 lumayan tersampaikan dlm ceritanya
      Benar2 kalimat yg meracuni pikiran fufufu
      Thanks

  8. wkwkw… seru dan lucu.
    phone sex? wahh.. wahh..
    saran yang bagus! #loh
    semua yang diceritain emang mewakili banget ama yang namanya LDR. so feelnya dapet lah. 😀
    nice!!!

  9. Yeeeaaayy !!! Akhirnya soosun lagi !!!
    Jadi itu fany sm hyunie ya ??
    Phone sex ?? Bolehlah hehehe #ketawa mesum

  10. gorjes spazer said:

    phone sex????lnjut thor…soon..

  11. mwo? pacarnya tiffany hyunnie?
    yang jadi seobangnya siapa dong? hehe
    bakalan seru nih. LDR emang ngga enak 😀 sabar yaak soosun.
    phonesex? ah, iya ya tau 😀 apa soosun juga bakal melakukannya? *plaaakk!!
    go go go! fighting unnie!! ^_^

  12. walaupun LDR teteeeeeeep ada aja NCnya. wkwkwkwk hidup NC! *otak yadong* lanjuttt hahahaha jadi penasaan kelanjutannya

  13. Akhirnya posting juga….
    aaaaa….. SooSunnn…. kangen dehhhhh….
    cieee yg LDR.. hehehe..

    dari semua kata yg trangkai d atas, gue smpt brhnti n baca ulang di bagian ‘ mengambil ppany dari Hyunie’….
    jadi SeoFany nihhhh???? TaeNy mana????

  14. seperti kata ari lasso ama melly geoslow jauh dimata deket di hati soosum emang jjank

  15. Anyeong aku bru di sini salam kenal woah soosun

  16. hahahahah tumben yuri sarannya nggak menyesatkan? hahahahh
    eum,,, benar apa kata yuri,, soo jadi seobang lelet amat kayak geri peliharaan spongebob hahahahh
    dimanapun yul berada, pasti ujung ujungnya takut ama sica hahahahah

  17. wkwkwk phone sex ya..
    Akh soo lu emang polos bgt ya masa gtu aj ga tw pdhal lu kawanan ma yuri. Haha, cocok tu d cba soo.

  18. Phone sex? I can’t wait about that….hahahahahahaha
    Hubungan jarak jauh tuh emang susah.. Butuh rasa kepercayaan sama komunikasi yg super duper kuat… ^^

  19. ak nunggu edisi phone sex ny soosun…

  20. Lee Eun Soo said:

    Hyunnie pacarnya Ppany? lah trus Taeng ama siapa? ama Yoona? O.O
    SooSun LDR-an…. ditunggu lanjutannya aja deh.. XD

  21. hana mutia said:

    ahahahaha
    kocak soo dan yul nya lol 😀

    itu soo cmbru pas si cunkyu krim video dy sm ginger, msa sma anjing d cmbruin jg 😀
    lnjut ya thor 🙂

  22. hana mutia said:

    ahahahaha
    kocak soo dan yul nya lol 😀

    itu soo cmbru pas si cunkyu krim video dy sm ginger, msa sma anjing d cmbruin jg 😀

    oowww phone sex?? o_O
    lnjut thor 🙂

  23. haha..
    lucu nih cerita..
    masak sunny cemburu sama yul, soo cemburu sama pany..
    gk logis ya kan..
    lgian jg knp sih hyunie pcran ma pany, kq gk taeng aja yg pcran ma pany…
    kq berubah gtu sih..
    yg tetep cuma yulsic n soosun doank..
    hehe…

    thor, klo ini chapter 1 berarti ini msh lanjut donk..
    ayo lanjutin lgi thor..
    jgn lama2 update ya thor..
    gomawo ^_^

  24. damn phone sex -_-“. apa mereka mau lakukan krn hubungan jarak jauh.
    hyunnie-tiffany???? krn sy pikir itu taeyeon ternyata seohyun.
    yulsic mantap (?)
    soosun harus berjuang mempertahankan hubungan jarak jauh.

  25. Ahahahaha. . .soosun lucuu deh, :D. .saat brtngkar skali pun, wkwkwkw. . .yul ngsh srn yg enggk2 deh, kasian ntar Hp nya. . .hehe. . .

    Keep spirit. . .
    Lanjuuut. .

  26. Miss New New said:

    kyaaa~~~~

    mata setengah sipit setengah merem baca ff ini pagi2 hehe

    aku juga sambil meluk sunny eh.guling xP

    makasih pemberitahuannya n__n

    aku suka bromance soori..!

    soo konyol aja masa yul gak boleh liat2 sunny jiahaha

    phone sex???? 0,o

    wah paan tuh thorrrr hehe

  27. rea.sone said:

    i this story its super awesome ..thor jjang muaaach kekeke

  28. TaengSicababy said:

    Wkwkwk soosun hobi bgt brantem..
    Wahh kira2 soo brani coba phone sex gk yah ma sunny :3

  29. Desi si locksmith said:

    Yul mah jahara ih..ngasih saran yg ga baik ama soosun..tp perlu dicoba tuh #plakk
    sweet yah..cemburuan ama sahabat masing2..tumben bingit ppany ga ma tae..

  30. Hahahaha….. ketawa j deh gw.. emg susah LDR itu…

  31. tumben bukan taeny 😛
    penasaran, apakah ada shipper lain di ff ini 😀

  32. Miss New New said:

    iyah bromance nya.nge-klik hehe

    iyah aku mau eksperimen sama kamyuu *suara sok seksi
    setenbai jam 12 nanti yaa
    hihihiii *ngikik kunti

  33. pass soosun lgii brntem feelnya dpt bgt ampe2 w nangis bcanya… ceritnya kya nyindir w bgt… jdii ke bawa ampe nangiss hiks hiks

  34. dirgaYul said:

    Ampuuunn ktinggaln lg dah.. LDR..tryta mmg lbih byk godaanya y?? Sm ap aj n sm spa aj bs cmbru.. Uhuk uhuk.. Phone sex?? Wew?? Hayo authory hrs tgugjwb d next ff tuh fufufuu#snyum evil otak yadong.. Majuu Thor..

  35. tinsunshipper said:

    daebak..
    LDR..? emang kya’ gtu.. cmburu gk jlas, pngen jalan gk bisa.. kangen2an cmn lwt tlpon. apa lagi klo’ signal ngajak ribut, brasa cinta segi tiga ma operator’a.. hewhw.#kya’ brpngalaman bgt Gwe.. LDR..? emang kya’ gtu.. cmburu gk jlas, pngen jalan gk bisa.. kangen2an cmn lwt tlpon. apa lagi klo’ signal ngajak ribut, LDR..? emang kya’ gtu.. cmburu gk jlas, pngen jalan gk bisa.. kangen2an cmn lwt tlpon. apa lagi klo’ signal ngajak ribut, brasa cinta segi tiga ma operator’a.. hewhw.#kya’ brpngalaman bgt Gwe.. LDR..? emang kya’ gtu.. cmburu gk jlas, pngen jalan gk bisa.. kangen2an cmn lwt tlpon. apa lagi klo’ signal ngajak ribut, bras

  36. tiap baca ff tentng snsd lesbian tuh berasa sah-sah aja ya,, keren deh
    lanjut ya Thor,, seru deh

  37. agustina_huang said:

    Wah…sweet…crita ttg soosun lg…
    Pcrn jrk jauh emg susah,hrs bnr2 bs slg prcaya… Soo cmburu brt nih y sm sunny,jd nya kan brtengkar..weww…
    Lucu ngliat saran2 yul utk soo…
    Ayo soosun buruan sweet2an lg ^^

  38. noeryanzien said:

    hahaha yulseobang takut sama istrinya.

    nah loh kan ada lagi yg baru, phone sex….?
    nic.. nic.. hahahaha #plakk

  39. Yul bilang kalo syoo itu payah pdhal dia sendiri juga sama.. seobang yg takut wifey wkwkwk…
    Phone sex?? wkwkwkwk
    aigoo youngie cemburuan bgt, jangankan sama fany.. sama prince aja dia cemburu XD

  40. wkwkwwk, yul yul kau ini byun yakkk.
    tp kalo udah denger nama jessica langsung ciuttttt,
    soosun manis deh, saling cemburu gitu.

  41. sooyoung gengsinya tinggi jd aja sunny yg duluan nelpon pdhal kan dalam hati kangen berat sama sunny mereka lucu kalau lg berantem asal jgn lama2, soori kalau sohiban bisa2 nantinya saling mengkontaminasi satu sama lain lg mereka kan byuntae kk

  42. “Tidak ada yang lebih seru selain mencampuri hubungan asmara sahabat sendiri.”
    Memang benerrrrrrrrr (y) XD Aku memang paling suka kak gangguin orang pacaran 😀 wkwkwkwkwkwkwk XD. Maklumlah, sayanya JONES XD
    Makan aja tuh Sooyoung unnie njing njingnya. Aku juga cemburu, bukan unnie aja. Cobak sesekali bisa berubah jadi Prince *mulai gila. Hahaha 😀 Bakalan diciumi kakak-kakak SNSD tiap hari 😀

    Maifate unnie, arti “prankster” itu apa yah ? Hehehe 😀 Maklumlah kak 😀 Ntah maklum apapun XD

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: