~Thank you for your comments~

Two Hearts (Chapter 5)

A/N : Kalimat yang di bold berarti percakapan dalam batin
enjoy~ 😀

Keesokan harinya, Jessica kembali pergi ke sekolah. Di sekolah ini tempat duduk mereka bebas. Jadi tidak menetap. Tiba-tiba seorang gadis mendekatinya.
“Hi, I’m Tiffany. Your name is Jessica right?” tanya gadis itu sambil menunjukkan eye smilenya.
“Ye-yes.”
“Can I sit down here beside you?”
“Su-sure.”

Kemudian gadis bernama Tiffany itu duduk di sebelah Jessica.
“Hey, tidak usah setegang itu. Aku tidak akan menggigit. Ataukah kamu tidak terbiasa berbicara dalam bahasa inggris? Kudengar kamu datang dari Korea.”
“I-iya.”
“Aku dengar rumor seharusnya kamu datang kemari empat hari yang lalu. Tapi kenapa selama tiga hari pertama kamu tidak masuk?”
“Ahh, banyak yang terjadi…” jawabnya sedikit gugup.
“Hee gitu ya? Baiklah aku tidak akan bertanya kalau kamu tidak mau cerita. Karena mulai sekarang kita akan jadi teman sekelas, salam kenal.”
“Salam kenal juga.”
“Kuharap kamu bisa mengejar ketinggalanmu. Kalau ada yang tidak kamu mengerti, kamu bisa bertanya padaku. Gini-gini aku ketua kelas ini lho.”
“I-iya, terima kasih.”
Kesan pertama ketika pertama kali berbicara dengan gadis ini. Suaranya keras dan bawel. Tapi dia ramah dan penuh senyum. Selain itu parasnya juga cantik.
“Bagaimana rasanya sekolah disini? Beda dengan Korea? Ups, walau mungkin terlalu cepat menanyakan itu karena kamu baru hari kedua disini.”
“Ya, sangat berbeda. Disini saya menyadari orang-orangnya lebih… apa ya namanya… terbuka?”
“Ya, begitulah Amerika. Walau terkadang orang-orang disini suka meremehkan mereka yang berasal dari Asia. Tapi kamu jangan terpengaruh sama pandangan mereka, aku yakin kamu pasti bisa menyesuaikan diri atau malah berprestasi yang melebihi mereka.”
Kemudian mereka mengobrol cukup banyak untuk seseorang yang baru saja berkenalan.

**

“Hyunnie…”
Jessica kembali pada kondisi rusaknya. Tubuhnya malas melakukan apa-apa. Meski dia mulai menyadari perubahan aneh yang dia alami pada tubuhnya. Wajahnya tidak lagi sepucat zombie. Rambutnya juga harum telah dikeramasi. Perutnya juga terisi makanan sehingga tidak merasa lapar sama sekali.
“Hyunnie…”
Jessica kembali menangis. Padahal dia sudah begitu banyak menangis sampai dia berpikir mungkin air matanya sudah kering.
“Daripada terus menderita setiap hari karena ditinggalkanmu, mungkin lebih baik aku mati saja…”
Dengan gerakan pelan, Jessica melepaskan wrist band yang menutupi bekas luka di pergelangan tangan kirinya. Lalu meraih siletnya dan berniat menggores di tempat yang sama.
“Maafkan aku karena tidak melakukannya lebih cepat, Hyunnie… kali ini aku akan sungguh-sungguh menyusulmu…”
Jessica sudah memantapkan hati akan mengirisnya sangat dalam supaya dia tidak akan selamat.
Saat jarak benda tajam itu tinggal satu inchi lagi…
Jangan, unnie!
Jessica tersentak kaget mendengar suara yang berasal dari dalam dirinya.
Awalnya Jessica mengira itu hanya perasaannya. Tapi tiba-tiba seperti ada yang berusaha mengganggu kesadarannya. Kepalanya terasa berputar.
“Uhhh…”
Tiba-tiba tanpa berdasarkan kehendaknya, dia melempar silet itu jauh-jauh.
“!”
Jessica memegang ujung mejanya sebagai tumpuan dan meraba kepalanya yang terasa pening.
Mianhae telah membuat unnie kaget. Mianhae juga unnie, karena kalau tahu bakal begini seharusnya saya tidak pernah mengajak unnie bunuh diri bersama.
Nafas Jessica tertahan mendengar suara yang berasal dari dalam dirinya.
Tapi kini saya sepenuhnya sadar bahwa itu tindakan bodoh. Kenapa saya tidak menyadari dari awal. Karena itu saya tidak bisa membiarkan unnie mengulanginya lagi.
“Apa ini suara-suara ini… kenapa suaranya seperti…” Jessica merasa dirinya seperti sedang berhalusinasi. Tapi suara itu terdengar sangat jelas di kepalanya.
“Hyunnie!? Benarkah ini kamu?!”
Ne, unnie. Setelah saya mati waktu itu saya menemukan diri saya tidak bisa beristirahat dengan tenang. Dan entah kenapa jiwa saya bersatu dengan tubuh Sica unnie.
“Ah tidak, aku pasti sudah gila. Mana mungkin ada hal seperti ini di dunia ini.” Jessica menggeleng. “Ini kan bukan drama. Aku begitu terpukul karena kehilangan Hyunnie sampai dalam diriku membentuk kepribadian Hyunnie untuk mengobati hatiku yang sakit.”
Unnie, tenanglah. Unnie tidak gila. Saya sendiri tidak mau mempercayainya. Tapi saya berbicara apa adanya.
“Tidak, pasti begitu.”
Bagaimana bisa membuat Sica unnie percaya?
“Kau bilang jiwamu sekarang berada dalam tubuhku kan? Coba kamu lakukan sesuatu yang tidak mungkin akan pernah kulakukan baru aku percaya.”
Apa itu?
Jessica berpikir sebentar.
“Cobalah ke dapur sekarang.”
Tapi berarti saya harus mengontrol tubuh unnie.
“Tidak apa-apa, lakukan saja.” Jessica memejamkan matanya kemudian merasa terambil alih.
Kemudian Seohyun menggunakan tubuhnya berjalan ke dapur.
“Lalu apa yang harus saya perbuat?”
Kulkas, coba kamu cium bau timun. Ingat Hyunnie, jangan pernah sampai kau menyentuhnya! Karena tubuhku alergi!
Seohyun melakukan sesuai perintahnya. Mendekatkan wajahnya ke arah timun dan mengendusnya.
Jessica mulai merasa mual dengan baunya. Seohyun merasakannya dalam dirinya.
“U-unnie gwenchana?”
Gwenchana… oke, sekarang aku percaya. Jauhkan dirimu dari timun itu.
Kemudian Seohyun yang berada dalam tubuh Jessica berjalan kembali ke kamarnya. Lalu melepas kendali pada tubuhnya, hingga sekarang berpindah ke Jessica.
Mata Jessica sekarang berkaca-kaca.
“Tidak bisa kupercaya… Hyunnie… Hyunnie… padahal kupikir aku tidak akan pernah bisa berbicara denganmu lagi…”
Sica unnie… saya juga.
Saat itu Seohyun benar-benar sangat ingin meluapkan perasaannya. Kalau saja dia punya tubuh, tidak sekedar menumpang.
Boleh saya ambil alih tubuh unnie sebentar?
Air mata Jessica telah berjatuhan sekarang. Merasakan pedih bercampur rasa haru memenuhi dadanya. “Silakan Hyunnie…”
Seohyun menyeka air matanya dengan tangan Jessica. Lalu memeluk tubuhnya sendiri.
Hyunnie…
Jessica merasa dirinya dipeluk walau sebenarnya yang dia lakukan seperti memeluk tubuhnya sendiri.
Saranghae Hyunnie…
“Nado saranghae, Sica unnie…”
Selama beberapa saat mereka menikmati momen reuni mereka yang bergelimang air mata.
Lalu akhirnya Seohyun bercerita bahwa kemarin dia mengambil alih tubuhnya saat Jessica sedang tidur dan pergi ke sekolah.
“Kamu melakukan ini semua untukku Hyunnie?” tanya Jessica tersentuh.
Ne, demi Sica unnie, apapun… bagaimanapun unnie harus tetap sekolah kembali. Tidak baik terus-terusan mengurung diri seperti itu.
“Baiklah Hyunnie aku mengerti. Tapi kamu akan terus menemaniku selama aku di sekolah kan?”
Ne, unnie.
Kemudian mereka melewatkan malam itu bersama. Sudah lama Jessica tidak pernah merasa sebahagia ini. Saat malam hari pun dia mengucapkan selamat malam yang mesra pada Seohyun sebelum tidur.

**

Setelah itu seolah luka batinnya telah sembuh hanya dalam semalam. Keesokan harinya Jessica pergi ke sekolah. Kali ini sebagai dirinya sendiri. Jessica melangkahkan kakinya turun dari mobil tepat di depan gerbang. Tidak jauh dari sana, seorang gadis berdiri mematung dan mendesah kagum melihat mobilnya.
“Waaaa~ jadi kau memang anak orang kaya ya Sica?”
Jessica menyadari dirinya yang dimaksud gadis itu.
Nuguya? Jessica bertanya pada Seohyun dalam batin.
Ah, dia unnie yang saya kenal kemarin. Namanya Tiffany Hwang.
“Hai Jessica! Bagaimana perasaanmu hari ini?!”
Yeoja yang berisik, komentar Jessica dalam batin.
Ya, suara Tiffany unnie memang keras. Tapi setelah kami berbincang-bincang kemarin menurut saya dia sangat ramah. Cobalah mengenalnya lebih baik.
Tapi aku lebih suka ketenangan, balas Jessica.
“Bad mood,” jawab Jessica dengan wajah masam pada Tiffany.
“Lho? Kenapa pagi-pagi sudah bad mood?” tanya Tiffany penasaran.
Kenapa dia malah tanya?! Sudah jelas lagi bad mood! Omel Jessica dalam batin.
Itu artinya dia orang yang perhatian, unnie, jawab Seohyun dalam batin.
Halah, cuma basa-basi! Aku tidak suka! (Jessica)
Meski begitu itu tetap suatu bentuk perhatian kan? (Seohyun)
“Karena aku harus bangun pagi,” jawab Jessica singkat dan tegas.
“Oh? Hahaha!”
Jessica memberi tatapan tidak suka melihat Tiffany menertawakannya. Bagi Jessica ini adalah masalah serius tapi dianya malah enak-enakan tertawa, memangnya lucu?
“Kupikir karena masalah yang lebih serius, ahaha! Jadi kau bukan orang pagian ya, Jes?”
“Bawel.”
“Haha maaf kalau terlalu bawel. Tapi ya kurasa aku bisa mengerti, saat lagi enak-enaknya tidur tapi diganggu karena sudah waktunya sekolah. Eh tapi ngomong-ngomong aku baru sadar, sepertinya nada bicaramu berbeda dengan yang kemarin ya?”
Hyunnie! (Jessica)
Mi-mianhae unnie, tapi saya sudah terbiasa bicara dengan bahasa formal. Sulit mengubahnya. (Seohyun)
“Y-ya begitulah, aku punya dua kepribadian yang berbeda dalam satu tubuh. Yang satu punya kecenderungan berbicara dengan bahasa formal,” jelas Jessica asal saja.
U-unnie! Kenapa malah berbicara seperti itu?! Nanti gimana kalau Tiffany unnie…!
Ahh, berisik Hyunnie, aku masih ngantuk, jangan terus bersuara dalam kepalaku. Lagipula mana mungkin dia percaya ada dua jiwa dalam satu tubuh.
“Ahh, begitu ya,” jawab Tiffany mengangguk-angguk mengerti. “Tak kusangka kamu punya kepribadian ganda.”
“Kenapa memangnya? Aneh?”
“Ah nggak, cuma ini pertama kalinya aku benar-benar menemui seseorang yang punya kepribadian ganda, jadi aku agak tercengang saja. Oh ya, pelajaran pertama hari ini matematika ya?”
Jessica langsung sudah membuat tampang bete.
Memang unnie tidak melihat jadwal ya? (Seohyun)
Aku hanya melihatnya sekilas, jadi nggak hapal, Bagus, pelajaran pertama sudah putar otak. (Jessica)
Saya akan membantu unnie kalau unnie tidak mengerti. (Seohyun)
“Gomawo Hyunnie.” Jessica tersenyum sedikit.
“Eh? Kau barusan ngomong apa? Bahasa Korea ya?”
“Ah sudahlah, aku harus ke kelas.”
“Kalau begitu ayo sama-sama.”
Tiffany unnie sekelas denganmu Sica unnie, jelas Seohyun.

**

Begitu pulang, Jessica langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dengan posisi tengkurap.
“Haahhh… akhirnya!”
Unnie sudah berusaha keras hari ini.
“Yeah, aku bahkan tidak ketiduran di kelas hari ini. Kalau begitu aku mau mandi dulu ah.”
………………
Jessica masuk ke dalam kamar mandi, menyalakan air untuk mengisi bath tubnya. Lalu mulai melepas semua busananya sambil bersenandung kecil. Jessica memilih-milih shampo dan sabun yang akan dipakainya. Juga whitening body lotion dan creambath.
“Kenapa kamu mendadak diam Hyunnie?”
Ah tidak…
“Eh Hyunnie, aku jadi kepikiran. Kalau aku mandi seperti ini, kamu bisa melihat tubuhku juga?”
I-iya…
“Karena itu kamu jadi diam? Karena malu?”
Iya, saya bisa memandang semuanya melalui mata unnie.
“Heee~ mana coba.” Jessica memejamkan matanya. “Kamu sekarang melihat Hyunnieeee~?”
Gelap, unnie…
“Sebenarnya aku memang sedang memejamkan mata sekarang ini.”
Ne, saya tahu.
Jessica merendamkan tubuhnya dalam bath tub yang sudah terisi seperempat bagian. Menciduk air dengan tangannya dan mengucurkan ke tubuhnya.
“Tapi bukannya kamu pernah mandi dengan memakai tubuhku? Mengapa mesti malu? Selain itu kita sudah pernah melakukannya juga.”
Tapi waktu itu kan unnie sedang tidak dalam keadaan sadar. Sekarang unnie sepenuhnya sadar, dan kita sedang bercakap-cakap, saya jadi…
Jessica tersenyum. “Hehehe, oh Hyunnie kamu polos sekali. Tapi untunglah kamu yang berada di dalam tubuhku, aku jadi tenang.”
Jessica mulai menyabuni tubuhnya sendiri. Aroma wangi sabun mulai memasuki hidungnya.
“Hyunnie, kamu tahu apa yang kupikirkan sekarang?”
Bahwa Sica unnie menyukai keadaan kita yang sekarang ini?
“Ne, kamu bisa merasakannya bukan? Kalau jantung kita berdenyut dalam satu denyutan… Kalau bisa selamanya begini pun aku juga rela. Tidakkah kamu juga menginginkan demikian?”
……..kalau unnie mengijinkan…
“Apa yang kamu bicarakan Hyunnie. Masa aku tidak mengijinkan? Tentu saja kamu boleh, sebab kamu akan selalu memiliki ruang di hatiku.”

**

“Hi, Jessica!^^”
Jessica hanya menyambut sapaannya dengan acuh tak acuh. Dan memilih tempat duduk yang jauh dari Tiffany.
“Loh? Loh? Kok duduk disana? Biasanya kamu kan duduk disini?” tanya Tiffany sambil menunjuk sebelah bangkunya.
Jessica seolah tidak mendengar. Dia hanya meletakkan tasnya di atas meja yang dipilihnya.
Kemudian Tiffany membawa tasnya dan sekarang duduk di samping Jessica, kebetulan kosong.
“Why? You’re in a bad mood again? Karena kurang tidur?”
“…………….”
Unnie, kenapa tidak menjawabnya? (Seohyun)
Malas, suaranya terlalu berisik. (Jessica)
“Aku anggap itu sebagai ‘ya’ kalau begitu. Oke deh, aku nggak ganggu dulu sementara.”

Tidak lama kemudian pelajaran berlangsung.
Saat itu Jessica kebetulan ditunjuk oleh Guru.
Aduh, celaka! Hyunnie, tolong! Mohon Jessica dalam batin.
Saya mengerti jawabannya, tapi saya kurang lancar bicara langsung dengan bahasa inggris. (Seohyun)
Kalau gitu kamu beritahukan jawabannya dalam bahasa korea. Biar aku yang terjemahkan sendiri. (Jessica)
Baiklah. (Seohyun)
Kemudian perpaduan dari mereka berdua menghasilkan sebuah keharmonisan. Jessica bisa menjawab dengan lancar dan mendapat seruan kagum dari teman-teman sekelasnya.
“Wow,” kata Tiffany yang juga ikut kagum. Rasanya dia semakin tertarik pada Jessica.
Sica unnie hebat. (Seohyun)
Tidak, aku memang sudah dari kecil lancar berbahasa inggris. Karena aku kan lahir di Amerika. (Jessica)
Saya baru tahu. (Seohyun)
Yang hebat itu justru kamu Hyunnie, kamu bisa mengerti apa yang dikatakan guru, padahal memakai bahasa inggris. (Jessica)

Pelajaran kembali berjalan.
Jessica menutup mulutnya yang menguap. Lalu menyeka air mata yang menggenang di sudut matanya.
Ngantuk lagi unnie? (Seohyun)
Ne, makanya kamu ajak aku ngomong dong Hyunnie? Soalnya omongan Guru ini membosankan sekali. (Jessica)
Ahahaha… (Seohyun)
Kalau begini kita jadi seperti bertelepati ya? Tidak ada seorang pun selain kita yang tahu, hehe. (Jessica)
Tapi mau ngomong apa? Bukankah lebih baik mencatat apa yang dituliskan di papan tulis? Supaya tidak ketinggalan catatan. (Seohyun)
Kamu memang anak rajin Hyunnie. Tapi saat ini aku benar-benar sangat mengantuk. Aku pingin tidur… (Jessica)
Kalau begitu mau kugantikan sebentar? Biar saya yang catat, unnie tidur saja. (Seohyun)
Ah, kamu baik sekali Hyunnie. Tolong ya. (Jessica)
Ne, unnie. (Seohyun)
Demikian saat itu kepala Jessica terantuk, kemudian satu detik setelahnya kepalanya kembali terangkat. Kali ini dia duduk dengan tegap dan mulai menulis catatan.

**

Kembali pada kebiasaannya pada waktu dulu, saat jam istirahat Seohyun bermaksud melewatkan waktunya untuk membaca di perpustakaan.
“Jessie~ mau pergi ke kantin bareng nggak?” sapa Tiffany.
“Maaf, kurasa saya harus menolak. Karena saya mau pergi ke perpustakaan.”
“Woah, bahasanya! Apa ini kepribadian lain yang Jessica katakan pada waktu itu?” tanya Tiffany cepat menangkap.
Tidak ada gunanya berbohong, jadi akhirnya Seohyun mengatakan. “Yes.”
Tiffany tampaknya sedang tertegun.
“Kalau begitu saya permisi.”
Dalam tubuh Jessica, Seohyun berjalan ke perpustakaan. Seperti biasa, pada jam segini disana sangat sepi. Tempat yang pas untuk membaca.
Seohyun memilih sebuah buku. Sebuah novel bergenre fantasy. Lalu mulai duduk dan membaca. Baru lima menit dia merasakan seseorang menarik kursi di hadapannya. Ketika dia mengangkat wajahnya dari buku yang dibacanya.
“Hai~”
Yang duduk di depannya adalah Tiffany.
Tiba-tiba saja Seohyun merasakan getaran nostalgia dalam dirinya. Saat itu sosok Tiffany begitu mengingatkan dirinya akan Jessica. Saat kedekatan pertama mereka di perpustakaan.
“Kenapa? Kaget melihat aku kemari? Hehe. For you.” Tiffany memberikan sebuah sandwich yang masih terbungkus plastik. “Buat ganjal perut.”
Seohyun tidak menolak karena perutnya memang terasa lapar. Lagipula kalau ditolak nanti malah melukai Tiffany.
“Thank you very much.”
Tiffany semakin mengagumi gadis yang sedang dikejarnya ini.
“Kamu biasa serajin ini, Jes? Ah, bukan bermaksud menyindir. Apa buku yang kamu baca ini?” Tiffany mengangkat buku yang sedang dibaca Seohyun supaya terlihat sampul depannya.
“Oh novel, sempat mikir kamu sedang baca buku pelajaran.”
Lalu Tiffany memakan sandwich miliknya sendiri. “Kamu juga makanlah, tidak usah sungkan-sungkan.”
Seohyun diam-diam merasa sedikit tertarik pada keramahan dan kecantikan Tiffany.
“Ngomong-ngomong, aku belum tanya kenapa kamu pindah sekolah kesini. Dari Korea kan jauh.”
Seohyun mendadak jadi bungkam. “………………”
“Ups, apa ini sesuatu yang tidak seharusnya kutanyakan?”
“Ne… kurasa saya tidak bisa menceritakannya.”
“Ah, tidak apa-apa kalau begitu. Lupakan saja pertanyaanku. Maaf kalau kedengaran ikut campur, tapi aku cuma murni penasaran saja. Eh tapi kamu kesini bukan karena mengejar-ngejar seseorang kan?” tanya Tiffany setengah bercanda.
“Ne, bukan.”
“Ahh, lega kalau begitu,” kata Tiffany tanpa malu-malu mengatakan kelegaannya. Kata-katanya sedikit mengusik hati Seohyun. Seohyun mulai yakin kalau Tiffany sebenarnya menaruh rasa pada pemilik tubuhnya ini, yaitu Jessica. Rasanya tidak mustahil mengingat dirinya berada di negara mana saat ini. “Berarti sekarang ini kamu tinggal di Amerika juga kan?”
Seohyun yakin sekali, setelah ini Tiffany akan menanyakan dimana rumahnya. Tapi saat itu kebetulan bell masuk berbunyi.
Saved by the bell.
“Aww, sudah bell. Nanti kita lanjutin ngobrol lagi ya? Sampai jumpa di kelas Jessie,” kata Tiffany sambil mengedipkan sebelah mata lalu beranjak lebih dulu.
Anehnya Seohyun sama sekali tidak merasa terganggu dengan kehadiran Tiffany. Dia menghabiskan sandwichnya dengan cepat sambil berpikir.
Sepertinya akan menyenangkan kalau bisa punya teman seperti Tiffany unnie. Kurasa tidak ada salahnya dekat dengannya. Selain itu agar Sica unnie bisa punya teman disini.

*~To Be Continued~*

A/N : Jadi pairing rahasianya adalah JeTi dan SeoFany 😀

Advertisements

Comments on: "Two Hearts (Chapter 5)" (71)

  1. princessmiyoung said:

    aku langsung dapet feel nya seofany sama jeti >..<

  2. Setidaknya Hyunnie masih hidup dalam tubuh Sica deh. :p

  3. Seru fany berisik yach banyak nanya

  4. Aishh cerita.a bener2 keren,apalagi pairing.a itu jeti. .makin suka aja nich ama fic.a. . Di tunggu kelanjutan.a. . .

  5. Ouu…. jadi Tiffany ya… Smpet kepikiran sih, coz mrka d amerika… Karna brfikir RF jd tbakannya Yul or Yoong… hahah… Sica jutek banget sehhh… duhhh maknae, pen cubit… Eh, SeoSica stu tbuh.. ap ntar Seo bklan prgi? Sica bsa move on gk y…. Thanks for update mon..

  6. feel nya udah langsung pada ngena.. Hyunie.. bikin perasaan gue ga enak.. jadi curiga ama ending nya.. :\

  7. Ga tau mau comment apa selain bagus
    ditunggu ff slnjutnya ^^

  8. Oooo..pairing’a SeoFany sm JeTi..gk ke duga..haha..update soon thor^^

  9. Yulsicbaby said:

    Jangan bilang ini pairing ending nya seofany ._.
    Kesian jessi dong :v
    lanjutttkan~ thor..

  10. hana mutia said:

    ahahaha
    kirain yul/yoong yg prhtiin sica dr kmrin. tauny panny. slah tebakan 😀

    ya wlau hyunnie sdh g bsa brwujud bntuk mnusia, stidaknya hyunnie msh hdup d dlm tbuh sica ^_^
    hyunnie mlai nostalgia sma panny saat dy mreka ad d prpus. cieeee, hyunnie kyny bkal mnyatukan jeti deh yg sdkt krg akur 😀

  11. ntar seo akan kluar dri tbh jesjung? Gk mngkn dia trus 1 tbh ma jesjung. Dan pairingny jd jeti trnyta..

  12. Aaaaaa jeti dan seofany u,u tp kalo seofany kan ibaratnya gak nyata 😦 hahaha lanjuuut jeti nya thgor

  13. Seofanh, jeti ya tapi yang satu ketus yang satu ramah banget sama fany
    Seru lah keren :)))

  14. Desi si locksmith said:

    Annyeong..
    #ketjup author…
    Wahahahha..
    Bagi jessie bangun pagi adlah masalah serius…
    Kreatif bnget sih un bs buat ff kek bgini..
    ”JJANG”
    #teriak diatas genteng eyang subur
    seohyun suka ama ppany,ppany suka ama sica..
    Wohohohoho
    trnyata bukan yulsic ataupun taengsic…
    Moment nya sweet bnget sih…
    ”DAE to the BAK”

  15. yulsic dong thor

  16. tyt bnr dugaanku kmrn klo sica dirasuki hyunnie?
    benar juga tyt pasangan yg ‘nyusul’ adl tiffany hwang..
    ppany oh ppany.

    karakter sica brasa kek kepribadian ganda.
    satu kepribadian icy nan judes dan satunya lagi kepribadian sopan nan formal.
    #plaaakkk
    tapi ngetestnya kocak, masa nyium ketimun.
    konyol.

    oh ya itu ppany tertariknya pada sica ato sica ala hyunnie?

    p.s. ppany disini brisik.
    nanya mulu.

  17. Wawww …
    Gx kpiran sma skli crta jdi kya gnii ..
    Kerendd bgt thorrr …
    Suka bgt interaksi antar seosic ya …

  18. wuih jadi tambah complicated nih nanti bisa aja nanti tiffany jatuh cinta ama jessica,seohyun cinta ama tiffany,jessica cinta sama seohyun

  19. agustina_huang said:

    Oh trnyta american girl Jeti couple pairing rahasia nya… Jeti,seofany,seosic…
    Bnr2 keren perpaduan seosic wkt ngerjain tgs dr gurunya..yg 1 emg pinter,yg 1 lg terjemahin ke inggris…woww

  20. begrippen_yoong said:

    waooow…..kalo Seo fall in love with fany, jadi bagaimna nasib tubuh Jessi dan tiffany pasti bingung dech akhirnya….

  21. yoonadicttttt said:

    makin seru, lanjut thor.

  22. woowww
    seofanny ama jeti,,,
    jd tambah penasaran,,,, lanjutkan,,,

  23. enk bner jessica klau dia mlas belajar atau ngantuk tnggal digantikan hyunie….

  24. yoonyul_coy said:

    asoyy jeti,seofany,seosic cip cip cip coy!! 😉

  25. Kim eveel said:

    Aww aww,,,trnyata seo pelakunya ya slama ini,,pantesss ajaaa,,,ckckc sica msh kek gtu yaaa sikapnya ckckckc,,,ppany”,,agrecip amat daah :3

  26. wah.. jangan-jangan ntar fany suka jess, seo suka ma fany. cinta segitiga, tapi yang terlibat cuma dua. #ngasal
    😛
    btw, aku jadi pengen arwahnya hyunie masuk di tubuhku. jadi kalo aku lagi ga bisa pelajaran matematika ato apa, tinggal suruh dia ngerjain. #mulaiberhayal.
    nice!

  27. Owh keren dapet banget feel a
    seosica jeti seofany
    ah jdi tambah penasaran nie

  28. Tiffany orangnya kepo nihh..
    Dia suka sama sica ya .. Hmmm terus kalo ntar seohyun suka sama fanny gimana .. NO!!

  29. Jetiii jettiiii *teriakalafangirl*
    jadi jessica pacaran ama tubuhnya sendiri gitu? walaupun didalem tubuhnya ada seo. apa seo ngga bisa keluar jadi arwah aja gitu jadi biar jessie jadi dirinya sendiri. kan masih mending dia pacaran ama arwahnya seo dari pada sama ‘raga’ mereka berdua.
    nah terus ini fokus cerita cintanya ke siapa, unnie? ke jeti? seofany? seosica? atau ketiganya?
    duh, seo udah mulai ada rasa yaa ama fany. sebenarnya aku lebih sukanya jessie ama tiffany 😀

    • wkwkwk pacaran sm tubuh sendiri ya XD waktu baca berasa kayak gimana gitu 😛
      fokus tiga2nya 😀 #author plin plan plak

    • Hehe, maafkan saya unnie *ngomongalahyunnie* abisnya ngga bisa menemukan istilah yang pas buat hal ini. Hehe. Trus gimana yaa, aku masih bingung. Bukan bingung ama alurnya, tapi bingung ama mereka. Kasian seo kalo mau suka sama ppany ngga bisa nyampein perasaan yang sebenarnya. Nanti kalo dia bilang suka sama ppany dikiranya kan jessica yang bilang.
      Huft, yaa begitulah#hah? <<– apaini?
      Sekali lagi maafkan readers yang akhir-akhir ini sangat bawel yaa unnie *bow*

  30. Speechless.. Author hbat y pnya ide kyk gni?? Asli kewwrrewn dehhh.. Tp Thor gmn dgn cinta segi 9 ny?? G kbyag deh gmn endingy.. Trmksih sdh mghibur kmi y Thor..

    • haha, kalau berjodoh cinta segi9 lanjut lg entar, author sih gak ada rencana ninggalin ff itu, cuma entah knp jg updatenya, pdhal endingnya udh kepikir tp malah di tengah cerita stuck gitu

      yo 😉

  31. mpok jess gitu amat ama neng ppani :3
    jessica gak bisa lebih ramah gitu ya, kesian ama ppaninya. kebiasaan jess waktu di korea dulu blom ilang ya thor

    jangan2 ntar seo berpaling, pindah ke ppani lagi 😀

  32. oh jadi tiffany ya? iyeess jeti 🙂
    jadi penasaran apakah seo bantuin jessie buka hati buat panny ato malah seo yg suka sama panny? kalo enggak sini aku bukain aja wkkk *plak*

    aku mau jadi jesiie. aku hobi ngantuk dikelas, biar ada yg gantiin gitu wkkk

  33. icepearl_choding said:

    lucu ngebayangin seosic bertelepati hehehe

  34. shosiiinewreader said:

    Huaaawww!JETI!omo,their are my second favorit couple after soosun..
    Hyunnie unnie suka ya sama Fanny unnie?tambah seru aja ceritanya…Go on!

  35. Enaknya di rasukin arwah kaya hyunie klo ada yang gak bisa pelajaranya bisa di ganti 😀
    Fany suka sama sica , hyunie entar suka sama fany .. sica suka hyunie … aduh” makin rumit @,@

  36. mana yang ke part enam! part enam diamana! masih di otak author ya? cepet publish dong!
    hehehehe…..

  37. kwon jess said:

    ohhh ternyata jeti

    lnjut thor

  38. arwah hyunnie gak jadi ke surga dan berdiam di tubuh jessica.
    wow jadi rahasia jeti dan seofany.
    pasti menarik dan seru kalo tiffany bingung suka mana jessica ato seohyun…

  39. aw aw aw!!!
    lucu pas bgian sica mndi. seo jd malu2 ahahaha….

    asijkkk
    ud ada listnya….

  40. beuh…thor makin seru dan penasaran nih…lanjutin thor…pengen tau selanjut nya

  41. seo di tubuh jessie bkal slamany kah? Prasaan gw mlah jdi ga enak…

  42. tantysone said:

    Yahh tebakan gue salah semua.
    Gak suka jeti, mreka gk pantes jdi pasangan. Pantesnya jdi sodara..

  43. rada mirip cerita 49 days yah? terinspirasi dari sana ya thor? 😀

  44. claireen tjan liem said:

    hi eonni, main kl lama,
    .
    eonni, FF ini bagus bgt, jalan ceritanya ngalir gitu aja, tentang 2 raga yg terjebak dalam 1 tubuh, penasaran sama ending dari FF ini gimana y .?
    .
    btw FF ini mw dibikin berapa chapt.?
    .
    Eonni, btw aku leh curhat gk.?
    sebernya aku mw ninggalin num hp qw disini, tp takut keburu dibaca reader lain,,\
    .
    Eonni btw lg tugas akhir ya, semangat ya eonni
    .

    • Memang kubiarin ngalir sendiri sih ceritanya 😀
      Haha entar nambah fans ya XD
      Lalu gmn cara kita berhubungan? Udh nyoba ngirim email ke km tp gak bisa, pdhal aku pingin jg bisa ngobrol sm km

  45. Shin Young said:

    Aaaaaaa

    W suka nie fanfict ^^

  46. wah keren keren keren
    lanjut ya

  47. aq kira yeoja itu Yuri eh trnyata Fany toh..
    ehmz ceritanya jadi YulTi deh..

  48. sica belum bisa move on
    fanny suka sama sica
    hyuni seperti suka sama fanny
    jadi bingung
    disini kenapa berasa sica pacaran sama tubuhnya sendiri ya

  49. bee my gg said:

    Good job.. Thumb for author.. Dr part awal smpai part ini pmikiran2 ku bnyk yg meleset..
    Ck..ck..ck..#gleng kpala dan brdcak kgum pd author..
    Gowawo buat ff nya..

  50. Alwaysloyalist. said:

    Trnyata yg pas sica ke skolah hari prtma emang ksmbet hantux seo kan*plak
    Ffx bgus and bkin pnsrn thoooorrrr.
    lanjut thooooorrrr & fighting.

  51. aww.. disini fany jadi cerewet + bawel. d sini amrik toleran dgn hubungan ‘yuri’? kok fany biasa aja, kayak ngrrasa wajar dia suka cewek

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: