~Thank you for your comments~

Two Hearts (Chapter 2)

-> buat readers lain yang mau minta PW, kalau emailnya bermasalah dan gak bisa terima, bisa dikirimin lewat sms dgn syarat cantumin nomer hp di komentar.

enjoy~

Keesokan harinya sepulang sekolah. Jiyeon dan Hyomin mampir ke kelas Jessica. Biasanya mereka memang pulang bersama karena diantar oleh mobil Jessica.
“Ah, Jiyeon! Hyomin! Pas sekali!”

“Apa yang sedang kamu lakukan?” tanya Jiyeon ketika melihat Jessica sedang memegang sapu.
“Aku dihukum songsaengnim untuk membersihkan kelas karena pas jam pelajarannya aku kepergok tertidur! Kalian bantu aku ya? Nanti aku traktir main bowling deh!”
Jiyeon dan Hyomin saling berpandangan. Sesaat Jessica mengira mereka tidak mau membantunya karena tidak suka dengan tawarannya, tapi ternyata salah.
“Atau kalian mau main ke game center? Boleh kok, nanti juga bisa-“
Buk
Jiyeon mendorong pundak Jessica sampai dia terhuyung ke belakang.
“Tahu nggak, kamu itu yeoja paling memuakkan yang pernah kukenal.”
“Eh?” tanya Jessica tidak mengerti. Kenapa tatapan mereka seperti berang?
“Selalu berlagak mengebosin kami. Kamu pikir kamu itu siapa?”
“Sadar diri dikit kek, mentang-mentang anak pemberi donor sekolah ini! Dikiranya kami bakal takut?”
“Ka-kalian ini kenapa? Aku menganggap kalian sebagai temanku!”
“Heee benarkah? Baru sekarang setelah kamu digencet kamu bilang begitu. Aslinya kamu memandang rendah kami kan?! Makanya saat belanja beliin kami barang-barang atau saat makan-makan di kantin kamu sering beliin kami makanan karena menganggap kami miskin!”
“A-aku tidak berpikiran seperti itu!”
“Ahhh jangan bohong!”
“Percuma berbohong. Kebohonganmu sudah kami kenal dengan baik. Kami juga punya harga diri tahu!”
“Wajah kamu ini lho, kenapa sih tiap kali bikin muak aku yang melihatnya!?” kata Jiyeon gemas sambil menjambak rambut Jessica.
“Ahh! Ahh! Apo!” pekik Jessica. Matanya mulai berair.
“Pukul pakai ini saja.” Hyomin menyerahkan tongkat pel padanya.
“!”
“Bagus, karena aku tidak akan puas kalau tidak memukulnya.” Jiyeon mengambil tongkat itu dari tangan Hyomin.
“Tapi jangan pukul kepala atau wajahnya, nanti terlihat jelas!”
“Aku tahu.” Jiyeon menyeringai.
Jessica mundur dengan ketakutan melihat keseriusan di wajah mereka berdua. Tapi kakinya menabrak meja. Dia sudah tidak bisa mundur lagi.
“Aku cuma akan memukulnya sedikit,” kata Jiyeon sambil mengangkat tongkat itu tinggi-tinggi.
Jessica memejamkan matanya rapat-rapat.
BUK!
Baik Jiyeon maupun Hyomin sama-sama kaget karena tepat di detik-detik terakhir seseorang telah menghambur ke depan Jessica. Tongkatnya mengenai punggung yeoja itu. Dia telah memukul orang lain yang tidak ada hubungannya dengan semua ini, walau tidak disengaja.
Jessica juga merasakan seseorang memegang kedua pundaknya. Lalu dia membuka matanya hati-hati dan betapa terkejutnya dia ketika melihat raut wajah yang sangat dikenal itu.
Seohyun meringis menahan sakit. Tapi dia tidak menjerit biarpun punggungnya sakit. Lalu Seohyun berpaling pada kedua orang yang menindas Jessica.
“Hentikan ini sekarang juga atau kulaporkan pada songsaengnim.”
“Heh! Kamu kan yeoja yang waktu itu!” kata Jiyeon dengan wajah memuakkan.
“Yah! Kenapa kamu ikut campur?! Kamu lupa ya kalau kami masih punya fotomu! Mau berlagak mengancam kami? Yah Sica kau katakan padanya!” teriak Hyomin.
Foto itu hanya berada di ponsel Jessica. Dan belum dibagikan kepada siapa pun. Masih menjadi hak miliknya seorang. Tapi kali ini sudah tentu Jessica menolak untuk mendengarkan Jiyeon dan Hyomin.
“Kalian bukan temanku,” tukas Jessica dingin. “Sejak awal kalian tidak pernah menganggapku sebagai teman, karena itu aku tidak akan peduli walau kalian terkena masalah.”
Jiyeon dan Hyomin tidak bisa melawan. Mereka tahu kalau semua songsaengnim mempercayai segala perkataan yeoja teladan ini. Mereka tidak punya perisai yang dapat melindungi mereka lagi. Kalau hal ini sampai dilaporkan, mereka akan terancam diskors atau yang parah malah dikeluarkan.
“Cih! Pergi saja yuk Hyomin!” Jiyeon melemparkan tongkat pel itu dan menggandeng Hyomin pergi.
Setelah itu sekarang di ruang kelas ini hanya ada mereka berdua. Dalam keheningan itu, Jessica memberanikan diri bertanya.
“Ke-kenapa kamu menolongku? Aku sudah berbuat jahat padamu…”
“Saya cuma tidak bisa membiarkan orang lain ditindas di depan mata saya. Cuma itu, tidak lebih.”
“Ah…”
Kemudian Seohyun mengambil tasnya dan berjalan ke tempat duduknya. Seohyun meraba laci mejanya dan mengambil suatu buku.
Ah jadi karena itu dia kembali ke kelas? Karena ada sesuatu yang tertinggal lalu dia ingat dan datang untuk mengambilnya. Pikir Jessica.
Mata Jessica terus mengikuti gerak-gerik Seohyun.
Dia memasukkan buku itu ke tasnya. Lalu ketika menyampirkan tas selempang itu di bahunya mendadak dia terhenti.
“Ka-kamu tidak apa-apa?” tanya Jessica khawatir.
“Gwenchana…” kata Seohyun tanpa menoleh. Karena dia tidak mau Jessica melihat wajahnya yang berkerut menahan sakit.
Melihat itu Jessica menjadi geram.

Dia pasti kesakitan! Memang keterlaluan mereka itu. Masa main pukul pakai tongkat pel!? Biarpun cuma tongkat plastik.

Terus terang Jessica sudah tidak peduli lagi dengan mereka. Dia memang masih sedikit sakit hati dengan ulah Jiyeon dan Hyomin. Tapi yang membuatnya khawatir sekarang adalah Seohyun.

Kalau saja yang kena tadi adalah aku, pasti aku yang sudah kesakitan. Tapi dia malah melindungiku setelah semua yang kulakukan padanya.

Mendadak Jessica merasakan sebuah perasaan aneh menjalari hatinya. Perasaan yang belum pernah dicicipinya. Perasaan yang membuat jantungnya berdebar-debar. Tapi dia tidak membenci debaran ini. Terasa hangat dan manis.

___________________________________________________________________________

Keesokan harinya pas jam istirahat. Jessica mengikuti Seohyun. Dia masuk ke perpustakaan.
Jadi ini ya tempat yang Seohyun datangi tiap kali istirahat. Benar-benar anak rajin. Pikir Jessica.
Begitu Seohyun sampai di dalam pun dia langsung memilih buku. Dan memilih tempat duduk lalu mulai membaca.
Jessica menghampirinya dan duduk di depannya. Padahal dia sudah sengaja menarik kursi sampai menimbulkan derit keras, tapi Seohyun tetap tidak sadar akan keberadaannya. Masih terus membaca buku dengan tekun. Diam-diam Jessica mengagumi keseriusan Seohyun yang seperti ini. Di saat semuanya sedang enak-enakan beristirahat dan makan di kantin, Seohyun tetap membaca buku. Padahal dulu dia memandangnya berbeda. Dulu sifatnya yang terlalu serius membuatnya muak tiap kali melihatnya.
Kenapa setelah jatuh cinta semuanya jadi terasa berbeda?
Sebuah lagu bagai mengalun lembut menyapa sisi paling dalam di lubuk hatinya. Dadanya menghangat begitu menyadari kalau mereka hanya berduaan di perpustakaan ini. Apalagi ini berada di pojokan yang sepi. Sehingga seolah tempat ini disewakan khusus untuk mereka berdua.
Ketika sedang membalik halaman dan baru menyadari kehadiran seseorang di depannya, Seohyun terperanjat.
“Si-Sica unnie!”
Jessica tersenyum kecil melihat reaksinya. “Tidak usah pedulikan aku. Kamu tetap belajar saja.”
“Dari kapan unnie disini?”
“Baru saja.” Jessica meletakkan dagunya di atas tangannya yang terlipat di atas meja. “Aku menemukanmu sedang asyik membaca buku sampai-sampai tidak memperhatikan sekeliling. Lucu.”
Wajah Seohyun sedikit memerah mendengar dirinya dibilang lucu.
“Kenapa sih kamu selalu suka membaca buku? Memangnya menarik ya?”
“Menurut saya menarik karena selain memperluas pengetahuan juga menghibur. Saat saya sedang membaca, waktu tak terasa mengalir begitu saja.”
“Begitu ya, aku nggak begitu mengerti.”
“Wajar saja, karena pendapat dan selera setiap orang berbeda.”
“Lalu bagaimana dengan punggungmu? Apakah masih sakit?”
Dari sebelum berbasa-basi, Jessica sejak tadi ingin menanyakan pertanyaan ini. Tapi dia memilih lebih baik tidak mengungkit-ungkit soal perbuatan buruknya pada Seohyun. Daripada nanti Seohyun sakit hati.
“Sekarang jadi memar. Tapi tidak sampai menghalangi aktifitas sehari-hari.”
“Ohh…”
Seohyun sendiri merasa aneh. Mendadak dia bisa berbicara sekasual ini dengan Jessica. Sama sekali tidak terasa canggung seolah mereka adalah sahabat yang telah lama berteman. Padahal sampai kemarin kemarin hubungan keduanya masih tidak bersahabat. Wajah Jessica sekarang memang sudah tidak judes lagi. Membuatnya terasa lebih mudah didekati. Dan Seohyun lebih menyukai air muka Jessica yang hangat seperti ini.
“Hyunnie~ kamu pernah punya pacar?”
Seohyun agak tersengat mendengar sapaan itu. Belum pernah ada yang memanggilnya seperti itu.
“Ani, saya belum pernah punya pacar. Kenapa unnie tanya?”
“Seperti apa ya rasanya pacaran? Apa kamu tidak penasaran?” ujar Jessica sembari memutar-mutar jarinya di beberapa helai rambut coklatnya yang panjang.
“Kalau dalam buku yang saya baca, ada yang berpendapat rasanya dunia itu seperti milik berdua, yang lain cuma ngontrak. Walau saya tidak begitu mengerti maksudnya.”
“Aku ingin punya pacar.”
Seohyun heran kenapa Jessica berkata seperti ini padanya tiba-tiba.
“Dan orang yang kuinginkan menjadi kekasihku kini sekarang berada di hadapanku.”
“Eh?”
Lucunya, Seohyun dengan polosnya memutar sedikit tubuhnya dan menengok ke belakang untuk melihat siapa gerangan orang yang dimaksud.
Jessica tertawa geli. Tidak menyangka akan mendapat reaksi selucu itu. Rasanya Jessica jadi semakin tidak tahan untuk mengungkapkan perasaannya pada yeoja ini.
“Bukan orang lain, tatap aku Hyunnie.”
“Eh?” Kali ini Seohyun menoleh kembali dengan cepat. Matanya melotot seolah tidak percaya.
“Maksud unnie?”
Jessica bangun dari kursinya. Dan memegang dagu Seohyun dengan ibu jari dan jari telunjuknya sambil mendekatkan wajahnya.
“Kalau begini kamu akan mengerti kan?”
Jessica mengakhiri kalimat itu dengan mencium bibir Seohyun.
Seohyun masih menatap kaget. Jantungnya berdebar-debar saat merasakan bibirnya dikulum dengan lembut.
Seohyun mulai merasa nyaman dengan perasaan lembut yang menggedor sanubarinya. Dia ikut memejamkan matanya. Tidak membalas ciuman Jessica hanya menikmatinya.
Tidak jauh dari sana mereka tidak pernah menyangka ada seseorang yang kelak akan menghancurkan masa depan mereka. Mereka berdua tersenyum puas setelah berhasil mengambil gambarnya diam-diam.

**

Keesokan harinya terdapat sebuah berita menghebohkan yang ditempel tanpa ijin di majalah dinding sekolah.
Ditulis warna merah dengan huruf besar-besar.
BERITA TERBARU!! PASANGAN LESBIAN PALING HOT DI SEKOLAH!!
Di bawah tulisan itu, ada foto Jessica yang sedang mencium Seohyun.
Fotonya diambil secara diam-diam tapi terlihat jelas bibir mereka yang saling menempel.
Jessica baru saja datang pagi itu dan melihat ada kerumunan di depan majalah dinding. Kemudian dia mendekat untuk menengok ada apa gerangan. Dan dia kaget sekali begitu melihat foto dirinya yang sedang berciuman dengan Seohyun di perpustakaan.
Dengan muka merah padam, Jessica mencabut paksa foto itu kemudian merobeknya di tempat.
Siapa yang melakukan ini, geramnya dalam hati. Jangan sampai Seohyun melihat ini.
Tapi terlambat, ternyata Seohyun juga berdiri di antara kerumunan dan melihat fotonya. Seohyun merasa matanya panas. Dengan skandal ini habis sudah beasiswanya. Padahal dia sudah berjuang keras selama ini untuk mendapat dan mempertahankan beasiswa itu.
Mata Jessica berpapasan dengan Seohyun.
“Hyunnie…”
Sebelum Seohyun sempat memalingkan wajahnya, air mata telah menggenangi matanya. Kemudian dia berlari dari sana.
Melihat kilauan air mata itu tanpa berpikir panjang Jessica ikut mengejar Seohyun. Melihat ekspresi hancur Seohyun, hatinya menjadi sakit.
Siapapun pelakunya, teganya dia merusak perasaan suci seorang gadis!

Seohyun berlari sampai ke atap. Jessica berhasil mengejarnya disana dan menarik tangannya.
“Chankaman, Hyunnie!” Jessica berusaha mengatur nafasnya yang tidak beraturan. Cukup melelahkan lari-lari dari lantai paling bawah sampai naik-naik tangga ke lantai paling atas.
Tapi Seohyun menyentakkannya dengan kasar.
“Kenapa Sica unnie melakukan itu?! Sekarang lihat! Seisi sekolah jadi menggosipkan kita! Mengatai kita pasangan lesbian!”
“Mianhae Hyunnie… aku tidak pernah menyangka akan menjadi seperti ini.” Sesal Jessica.
Seohyun menangkup wajahnya dengan kedua tangan dan menangis tersedu-sedu.
“Bagaimana sekarang saya bisa menunjukkan wajah saya di sekolah? Saya malu sekali! Beasiswa saya juga terancam akan dicabut! Kalau itu terjadi aku terpaksa berhenti sekolah… tamat SMA saja belum… aku… aku sudah tidak bisa melanjutkan…”
“…sudahlah Hyunnie… kamu nggak usah khawatir soal itu. Aku akan menjelaskan pada semuanya bahwa aku yang menciummu. Karena aku anak pendonor sekolah mereka pasti akan mendengarku. Kalau semua tahu ini salahku, kamu akan terbebas dari gosip nggak benar. Karena itu sudah jangan nangis lagi ya. Aku akan mempertanggungjawabkan semuanya.”
Seohyun mengangkat wajahnya dan baru melihat setelah Jessica sudah memunggunginya.
“Tidak salah Hyunnie…” kata Jessica pelan. Bahunya sedikit berguncang karena tangis yang ditahan.
“?”
“Betapapun menyimpangnya cinta, dia tak pernah salah. Tak seorang pun bisa mengusirnya jika cinta sudah singgah di hatinya. Meskipun mendapat cercaan atau makian… Setidaknya itu pendapat pribadiku. Dan aku tidak akan memaksamu untuk berpikiran sama.”
Kemudian Jessica melangkah gontai. Meninggalkan Seohyun seorang diri disana merenungkan kata-kata Jessica.

Penindasan pada Jessica dimulai sejak pengakuan bahwa dirinya yang mencium Seohyun tersebar. Seohyun sama sekali tidak berbuat apa-apa. Memang pengakuan itu sepenuhnya benar walau Seohyun diam-diam menikmatinya.
Semua yang menindasnya adalah para yeoja yang sirik padanya. Sedangkan semua namja yang mengidolakannya langsung kecewa berat dan mencibirnya.
Saat Jessica ke dalam toilet dia sama sekali tidak menyangka. Begitu mau keluar.
“Apa ini? Kok terkunci? Padahal kan sudah kubuka kuncinya. Siapa yang iseng?! Buka!”
Tapi sekeras apapun Jessica menggedor-gedor pintu tidak ada yang mau membuka. Terpaksa dia mendekam di dalam sana. Padahal pelajaran sudah dimulai. Sampai akhirnya dia ketiduran di dudukan toilet.
Dia baru terbangun saat sekolah sudah bubar. Dan kali ini saat dia mencoba membukanya ternyata sudah tidak terkunci. Jessica merasa lega setidaknya dia tidak harus terkurung seharian. Tapi begitu dia kembali ke kelas, Jessica menemukan buku-bukunya sudah dicoret-coret di bagian halamannya. Isinya sebagian berupa coretan tidak jelas dan sebagian lagi berupa kata-kata yang mencaci maki.
Ratu sekolah ternyata lesbian!
Mati saja sana!
SIN!!!
To hell!

Jessica menahan air matanya yang hampir keluar. Tidak disangka begitu menyakitkan ditindas seperti ini. Lalu dia jadi ingat dia juga pernah menindas Seohyun. Seperti karma kembali padanya.
“Maafkan aku Hyunnie… pasti kamu juga sangat terluka waktu itu… sekarang aku baru tahu rasanya…”

**

Sudah beberapa hari Jessica mengalami penindasan di sekolahnya. Tapi dia selalu tegar dan berusaha menghadapinya seorang diri. Dia juga tidak mengadu pada orang tuanya.
Beginilah nasib orang yang tenar. Sekalinya jatuh, orang-orang yang menyukainya akan kehilangan support. Dan orang-orang yang membencinya akan mempunyai kesempatan untuk menindasnya, baik secara fisik maupun verbal.
Bahkan hari ini saja saat dia melewati lorong, beberapa murid yeoja sudah bersiap-siap dan mereka melempari Jessica dengan kertas yang sudah diremas-remas. Bahkan ada yang punya niat jahat, sampai-sampai memasukkan batu di dalam kertas yang diremasnya. Dan begitu dilemparkan, efeknya membuat Jessica mengaduh kesakitan.
Salah satu batu mengenai kepalanya. “Apoo!”
Jessica merasa pusing sejenak, tapi dia masih tetap berjalan lurus. Untungnya akibat benturan dari batu itu tidak sampai membuat kepalanya berdarah.
“Ya! Kalian apa-apaan ini! Membuat lorong jadi kotor saja!”
Mereka baru berhenti ketika songsaengnim menegurnya. Tapi tetap saja songsaengnim tidak berbuat apa-apa untuk melindunginya. Padahal dia tahu tapi dia cuma bisa bersimpati.

Mata Jessica tergenang air. Beginilah yang harus dia lalui selama beberapa hari ini dan ke depannya. Jessica menanggung semuanya dan menganggapnya sebagai hukuman karena pernah menindas Seohyun.
Saat melihat keadaan Jessica, Seohyun baru menyadari ada cinta yang bersembunyi di lubuk hatinya yang paling dalam. Cinta itu perlahan berkobar. Membuat dada Seohyun ditikam rasa bersalah.
Sejak kejadian di atas atap itu mereka tidak pernah berdekatan lagi. Kalau Seohyun mencoba mendekatinya, Jessica langsung berusaha menyingkir seolah tidak kenal.
Pernah saat berpapasan Jessica diam-diam berbisik. “Jangan dekati aku.”
Betapa sakitnya hati Seohyun mendengarnya berkata seperti itu. Dan yang paling menyakitkan, Seohyun menyadari Jessica melakukan itu demi melindunginya. Supaya Seohyun tidak dituduh yang bukan-bukan.

Kenapa saya membiarkan Sica unnie menanggungnya seorang diri? Padahal saya juga mencintainya. Gara-gara itu Sica unnie jadi ditindas!

*~To Be Continued~*

A/N : Apakah sejauh ini ada yang sudah sadar cara bicara Jessica dan Seohyun yang berbeda? Kalau sadar, hebat XD
Agak sering lupa juga sih pas menulis cara bicara Seohyun.

Advertisements

Comments on: "Two Hearts (Chapter 2)" (84)

  1. itu kenapa seo bicaranya formal banget???
    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa sica keren deh. makin suka *ditampar ginger*
    sica keren. sica kereeeeeeeeeeeeeeen. walaupun rada byun tapi ya kereeeeen!

  2. sadar dong… seobaby ngomongnya formal bgt, pke saya.. dri dia pertama ngomong aq udah nyadar…

    Sicaaaaa….. IloveU…. gentle bgt lo disni… suka.. suka… suka…

  3. Sicaaaa unnie i love u !!
    Keren ! Sica unnie keren !
    Wih hyunie baru nyadar kalo dia juga cinta k sica ,

  4. Kim eveel said:

    Ahh udd nyadar bicara seo aneh trlalu formal kekee..
    Aisshh jinjjaa pasti tuh hyomin sama jiyoon prkaranya,,ck…kasian sicaaaa…kebalik dlu diatas skrng dbwah…ahh knpaa emang hub kek gtu?? Gaada yg salaah didunia ini kalo pake prasaan kan?

  5. iya beda banget, ngga kaya bahasa ff unnie yg sebelumnya.
    bahasanya seo kaya lagi ngomong sama presiden. hehe
    kenapa ngga pake ‘aku’ aja unnie?
    trus, jessi kok cepet banget suka sama seo nya? apa karena liatin ‘foto’ yg waktu itu? atau karena seo nolongin dia? atau karena sica udah ngga punya temen lagi? atau, atau, atau karena yg lainnya?
    yang ngefoto seosica jiyeon sama hyomin kah?
    jahaaaattt!! *nangis. lari ke atap ngikutin hyunnie*
    *maafkan reader yg cerewet ini unnie* bow 😀 😉

  6. klo seo cara bicarany trliht formal , jessie mah santai bngt…

    Jessie dibully….kasian bngt..yuri mana yuri, taeyeon jg…bantu jessie…

  7. bam bam bam bam.. Mereka jatuh cinta >,< omegot! SeoSic! GentleSica..

  8. Yoonyul_coy said:

    Asekk kna karma kan loe jess 😀

  9. annyeong…

    dari chap awal juga kan konsep bahasa (?) SeoSic udah beda kan? JessJung yg normal,dan Seo yg formal o.0

    Kehidupan Jessica sekarang jadi jungkir balik yah setelah insiden kissing itu 😦 dia jadi bahan bully an orang demi melindungi Seo 😦 #gentle ihh

    • annyeong 🙂
      ember (emang bener)
      cuma di chapter 1, Seo gak sebanyak ini ngomong saya, apalagi ngomongnya ke songsaengnim, jd mgkin blm nyadar

  10. seohyun kaku gitu ya ngomongnya wkwk X)

  11. Seo baru sadar dia juga tlah jatuh cinta ma sica
    napa jimin jahat banget ya
    moga penderitan sica cepet berahir

  12. jessi tabah. moga tuhan dan author memberi rezeki dan melindungimu.
    itu bhs formal seohyun yang selalu dipakai seohyun ketika berbicara. kalo gak salah, member snsd pernah protes napa seohyun gak pake informal.

  13. begrippen_yoong said:

    eh, Ice Princess menjadi Warm princess & kereeen banget karakternya…. love it

  14. icepearl_choding said:

    hyunnie hyunnie kamu kok ngomong.a formal bgd sih….

  15. hana mutia said:

    kmrin seo bhsany pke aku-kmu. skrg formal, pke kta “saya”
    jd kikuk bcany 😀

    wahhh, kirain karakter sica bkal jhat n mnindas seo trus smpe mreka sdar akn jtuh cinta, tp d part 2 d kjutkan dgn prubahasn sica dlm wktu yg brdekatan saat seo nyelamatin sica yg d bully sm hyonin n jiyeon.
    tp pngorbanan sica salutt dehh. mlindungi hyunnie n brtnggungjwab ats yg dy lkukan ke seo hinhha trsebar gosip murahan itu.
    oke lnjut.
    email kaka apa?

  16. Sica keren banget dech mau berkorban buat ngelindungin hyuni

  17. seru!!!
    kpan nih dtangnya pihak ke3 😀
    noona aku minta PW ff yulsic sama soosun yg di proteck dong. ini nmer aku

  18. dr kejam jessica berubah jd pahlawan dlm sehari buat ngelindungi hyunie….

  19. hukum karma pasti berlaku tetapi kasian liat sicca baby di perlakuin kayak gitu akankah ada dewa penyelamat buat hubungan mereka thor

  20. Aduh sayangku kamu kalo kayak gini keren deh :* mending sama aku aja daripada sama seo hahay 😀 btw aku masih penasaran sama pairingyg satunya

  21. Sica ksian bgt sumpahhh ..
    Seo bru sdar nie kli dya jga suka ma sica …
    Seo mank orang yg sopan …
    Xeexeexee ..
    Moga ujian mrka cpat brakhir dehh ..

  22. yoonadicttttt said:

    sica hwaiting.

  23. Desi si locksmith said:

    #cengo
    ga tau musti ngmng apa…
    ARGGGGHHHHHH…
    Daebak un..sungguh KEREN..!!!
    Tu kn sica kena karma.tp cara sica ngungkapin prasaan nya sama seo bner2 patut diacuhin jmpol
    #apabanget
    kyaknya tu si hyomin ama jiyeon yg motret..
    Awas aja
    #remas2jari
    seo,balas donk prasaan sica..
    Seperti biasa..
    DAE to the BAK

  24. kwon jess said:

    wuihhh kerennn gara2 cinta dpt mengubah boss jung

  25. Jessica~jjang!!! Smp ngis dkit (klo byk ntar pilek). Seobaby jg brjuang dong y… Majuuuu

  26. jd demi beasiswa hyunnie tega membiarkan sica memikul seorang diri?
    di chapter ini aku jadi kasihan sama sica deh.
    pdhl hyunnie menikmati kiss tpi tega ngebiarin sica di bully gara2 insiden itu.

    p.s. jd sica itu jatuh cinta sama hyunnie gara2 ditolong waktu mo dipukul pake gagang pel sama jiyeon ya?

  27. kirain end eh ad lg

  28. ya amplop, sica berubah 180 derajat, mak cicah, ternyata ente tidak sekejam sebelumnya 😀
    cinta bisa mengubah sifat seseorang. dan itu terjadi utk mak cicah 😛

  29. TaengSicababy said:

    Hehe sica baby yg sabar yah :*
    moga seosic cpet2 bersatu..
    😀
    keren thor, sifat sica bisa lngsung brubah krna hyunie,,

  30. agustina_huang said:

    Sica yg dluan ngerain prasaan khusus ke seohyun,mskpun awlnya dy yg paling kejam sm seo…tp bnrn sweet bgt…sica rela dijahatin org2 di skul biar seo gk kna imbasnya…
    Apa yg akn trjdi dgn mreka ya kedpnnya..msh pnasaran…

  31. bahasanya seo aneh, terlalu formal…
    sica mantap,,, keren lah….
    sica Jjang…
    Lanjutkan….

  32. claireen tjan liem said:

    hi eonni, kuota modem q abis, jd aq jwb di warnet.
    .
    hahaha, aku lupa belum baca curhatanya, langsung maen ketik aja
    .
    iya hyo lupa belum aku bahas, hyo itu kl dilihat kmrn, sepertinya dia member yg paling pendek dari yg laen, tp dia itu lucu, sedikit2 ketawa, n gestur face dari seorang hyoyeon seperti terlihat bahagia, dia pribadi yg periang kl aku lihat, dari mimiknya, eks[presinya, keliatan banget kl dia sangat bahagia menjadi bagian dari SNSD
    .
    iya aku tw2 ditelp ma sepupuQ kl dia punya 3tiket vvip, ternyata dia crew dari seksi logistik, jadi dia yg atur sirkulasi kedatangan 4 atau 5 kontainer yg berisi kostum n keperluan SNSD. Dan sepupuQ juga yg pesen pempek pesenan khusus dari SNSD, ternyata mereka pesen pempek yg dibuat khusus sesuai dengan permintaan dri manager mereka dengan porsi minyak dan kacang yg lebih sedikit, dan tentu saja timun untuk mereka dipisah karena ada 1 member yg gk suka, (tw kan.?)
    .
    trus nasi padang mereka itu minim santan,, bahkan manager mereka minta untuk khusus sambal ijo-nya, harus pakai cabe ijo yg langsung dipetik dan diolah di saat yg sama,, ahahahaah aneh2 kok pokoknya.
    .
    ada lagi kejadian yg lucu, sepupuQ bilang saat jessica jalan dari kamar hotel menuju loby, dia sering menguap, ahahahaaha, kayaknya emang bener kl jessica ini sleepy head/tukang tidur, kl mengenai pembagian kamarnya sepupuQ kurang tw cz bukan bagian dari jobdesknya
    .

    .
    kl untuk konser SM tahun depan, aku kurang tw, cz bukan dari promotor yg sama di tempat sepupuQ kerja,, yah mudah2an aja tahun depan SNSD tampil lagi dengan konser solo mereka seperti kmrn.
    .
    .

    Claireen Imnida
    huffttt
    capek ngetiknya

    • mgkin karena wktu it sone indo mau ngucapin selamat ultah, walau akhirnya gak jd ngerayain
      wah enak bgt ya
      ya tentu saja pasti
      habis kan kalau di indo makanannya banyak minyak dan santannya, gak bagus buat tubuh mereka

  33. shosiiinewreader said:

    whoaah,keren banget!
    aku jadi langsung suka sama seosica…sica unnie kasihan banget,tapi syukurlah kalau seo unnie udah sadar..

  34. mantab. pairing baru bikin penasaran

  35. @claireen wah spupu kamu bikin envy ya. oh ya, bole minta ID socmed kamu claireen??

    • claireen tjan liem said:

      @dredshoes, sering2 aja aktif comment disini,, aku sering ‘berkelana’ di WP ini kq, hehehehe.
      .
      nanti kl uda jadi aktif reader+comment aku bakal kasitw kok, aku bener kan Monic Eonni (author di sini).? *ketipmata

  36. sica lu keren bgt. Saranghae deh. Lu org yg brtanggungjawab. My respect untukmu.

  37. buseng, baru juga confession udah asal nyosor aja si sica wakakaka

    tapi rasanya terlalu tiba2 seohyun uda suka sm jessica..kan kmarin2 masih benci

  38. @claireen wah jadi reader aktif dulu baru d kasi ID socmed? ya ya ya, bener ya. aku aktif sh sebenernya, cuma jarang komen aja. karna sinyal buat komen susah bener. maw baca ini ff aja musti simpen dulu. hhaaa

  39. berasa ketuker gitu cara ngomong nya.. hehe xD

  40. daebak ni FF nyesek bgt gua bacanya
    Sica sini aku peluk #plakk

  41. wahhh.. aku suka nih chapter! perubahan nasib kedua karakter utama bener-bener drastis.
    ff mu kali ini beda ya un.. ga kek biasanya yang sukanya lama-lama di awal.
    nice!

  42. Shin Young said:

    Aishhh pengen banget teriak “yakkk jangan ganggu sica ku!!!!!” ke semua yg nindas jessica!

    Jangan salahkan sica klau dia suka seo,karna cinta tak memandang apapun!

  43. yah kasian Sica unnie harus ditindas..
    unnie fighting ^_^

  44. bee my gg said:

    Sepertinya reader hrs minta maaf sm sica.. D part awal ud ngtain kjam dan sbngsanya.. Trnyata d luar prediksi..
    Mianhaeyo sica..
    Ayo hyunie,.braksi atuh! Hehe

  45. Alwaysloyalist. said:

    Nyadar dong cara bcrax formal banget,
    sica disini gentle banget yah jd salut.
    lanjur thoooooorrrr & fighting.

  46. horee! sica ditindas!#sesat
    gue nungguin fany keluar nih.. jahat apa baik dia thor? gue blm baca lanjutnya.. kenapa seo ngomong formal?jadi lumayan sulit merasakan apa yg dirasain seo.. apa krn dia anak pinter ya? hmm

    • Haha Fany keluarnya masih agak belakangan
      Ya memang Seo karakternya cocok ngomong formal, dia saja manggil unnie bkn dgn nama

  47. Montaeng said:

    Keren thor, ceritanya keren2, aq c lbh suka pairing Taeny. Hehe…
    Ditambah ff author seru2 ditambah kocak abis, hehe
    Oia author yg cantik,, aq mnta smw pw dnk, abis ngebet abis bacanya, kesel jg kan klo tiba2 ke lock, n gtw endingnya,, hehe,, neh email aq : monicapriscilia88@gmail.com
    No hp 081912492375. Thx a lot ya, ditunggu ff keren selanjutnya…:p

  48. Huaa… Kok sica eonni ji ditindas sih….
    Tpi setidaknya Seohyun eonni udah suka sma sica eonni

    Jdi penasaran nih… Ama next chapternya
    Izin baca yg lain ya thor~~^_^

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: