~Thank you for your comments~

Saat Sooyoung hendak pergi mandi.
“Mau kubantu membasuh tubuhmu Sooyoungie?”
Sooyoung melihat wajah kekasihnya yang tampak manis sewaktu menawarkan bantuan.

“Aku akan sangat terbantu kalau kamu bisa melakukannya. Karena kalau hanya dengan tangan kiri saja akan makan waktu lama.”
“Tentu saja aku bisa,” kata Sunny senang.
“Sekalian kamu ikut mandi saja daripada nanti basah.”
“Ne.”
Kemudian mereka sama-sama melepas busana dan masuk ke dalam kamar mandi. Sooyoung mengambil gayung dengan tangan kirinya dan mengguyur tubuhnya, berhati-hati agar tidak membasahi tangan kanannya yang dibalut perban. Kemudian setelah itu membawanya ke atas Sunny. Sunny memejamkan matanya rapat-rapat saat air itu diguyurkan di atas kepalanya.
Sooyoung duduk di atas kursi yang sudah tersedia di dalam kamar mandi. “Sekarang tolong shampokan rambutku bisa?”
Tapi sebelum Sooyoung menyerahkan shamponya dia berkata. “Sebelum itu, coba aku mau lihat kamu shampo.”
“Sooyoungie ah, selama ini kan aku sudah mandi sendiri.”
“Siapa tahu kamu melakukannya sembarangan selama tidak berada dalam pengawasanku.”
Sunny menggembungkan pipinya pura-pura ngambek. Terlihat sangat menggemaskan. Sampai rasanya kalau tangan kanannya tidak sedang terluka, Sooyoung ingin mencubitnya.
“Sini aku perlihatkan.”
Sooyoung hanya menonton selama kekasihnya mengkeramasi rambutnya sendiri. Sambil melakukan itu matanya kadang-kadang mencuri-curi pandang ke area lain.
“Gimana?”
Sooyoung tersenyum, sebagian karena isi kepalanya dipenuhi pikiran mesum. “Sunnyku memang pintar.”
Lalu Sunny membilas rambutnya.
“Kalau begitu sekarang tolong keramasin rambutku.” Sooyoung membalikkan badannya.
Tangan Sunny memegang rambut Sooyoung yang sudah basah, menelusurinya sampai ke ujung rambutnya.
“Rambutmu panjang.”
“Iya, agak susah ya? Kekeke, memang makan waktu tapi cobalah dulu.”
Sunny mulai sibuk mengkeramasi seluruh rambut Sooyoung.
“Ahaha, sekarang jadi terbalik, malah jadi Sunny yang memandikan aku.”
Sunny tersenyum nostalgia. Teringat saat pertama kali Sooyoung memandikannya. Dia sangat senang karena sudah diberi kesempatan untuk membalas budi.
“Sunny ah, bagaimana dengan menstruasimu?”
“Sekarang masih hari keempat.”
“Jadi masih belum berhenti?”
“Ne. Padahal aku sudah tak sabar ingin segera berhenti.”
“Kenapa? Supaya bisa segera melakukan seks denganku?” goda Sooyoung.
Wajah Sunny menjadi panas, tapi dia tidak bermaksud menyangkalnya.
“Iya…”
“Byuntae.”
“Sooyoung sendiri juga.”
“Aku? Byuntae? Nggak salah nih? Bukannya kamu yang byuntae?”
“Tadi aku melihatmu sedang memperhatikan tubuhku.”
Sooyoung terkekeh mesum.
“Benar kan.”
“Ahaha, ya ini sabunnya Sunny, tolong sabuni punggungku kalau kamu sudah selesai.”
“Sooyoungie… bagaimana kalau namja mengerikan itu kembali lagi? Aku takut…”
“Hmm? Kau nggak usah khawatir Sunny, karena aku pasti akan melindungimu.”
“Tapi kamu sampai terluka gara-gara melindungiku… kita tidak tahu apa yang akan namja itu lakukan selanjutnya…”
Tangan Sunny berhenti mengkeramasi rambut Sooyoung dan malah melingkarkan tangannya di perut Sooyoung dan bersandar di tubuhnya.
“Sunny ah…”
“………………”
Sunny takut sekali kalau sampai Lee Jong Hyuk nekat membunuh Sooyoung. Waktu melihat perseteruan mereka saja jantungnya sudah nyaris berhenti.
“Kedua melonmu terasa sekali di punggungku.”
Wajah Sunny menjadi merah. Dia melepaskannya lalu kembali melanjutkan menyabuni punggung Sooyoung.
“Barusan kau merusak suasana romantis saja.”
“Habis gimana dong? Kalau kamu terus nempel begitu bisa-bisa aku tidak bisa berhenti mikirin melonmu.”
“Dasar memang byuntae.”

**

Keesokan harinya, Sooyoung mengajak Sunny pergi.
“Mau kemana kita Sooyoungie?”
“Beli cincin. Sebenarnya aku ingin buat kejutan, tapi sekarang aku tidak bisa meninggalkan kamu seorang diri di rumah.”
Karena Sooyoung takut rumahnya didatangi Lee Jong Hyuk seperti kemarin. Ngeri membayangkan kalau Sunny hanya seorang diri di rumah.
“Tapi kenapa? Apa kamu tidak suka dengan cincin yang kuberikan?”
“Pabo bukan begitu. Tapi ini beli buat kamu. Cincin yang kupakai ini rasanya sangat kesepian karena tidak punya pasangan katanya.”
“Hehehe, memangnya cincin itu bisa bicara padamu?”
“Ya,” jawab Sooyoung ngasal.
Mereka pergi ke tempat Sunny membeli cincin itu tempo hari. Sebuah market yang menjual barang apa saja. Mereka pergi ke daerah aksesori.
Sooyoung sengaja memilih cincin yang sama dan warna yang sama.
“Supaya kembaran,” katanya.
Lalu Sooyoung mencocokkan ukuran cincin itu dengan jari manis Sunny. Keduanya tampak seperti sepasang kekasih yang lucu.
“Yang ini pas kan?”
“Ne.”
“Untung saja cincin yang kamu belikan untukku pas sekali. Kalau begitu cincin ini aku simpan dulu.”
“??”
Sunny merasa heran karena Sooyoung tidak membiarkannya langsung memakainya saja.
“Kapan cincin itu akan kamu berikan?”
“Lihat saja nanti.”
Sunny tahu kalau Sooyoung sudah berkata seperti itu pasti dia tidak akan bilang walau ditanyai berapa kali pun. Jadi akhirnya dia pun terserah saja.

**

2 hari setelahnya, saat sore hari keduanya kembali ke gunung tempat pertemuan mereka untuk kembali memetik berry. Keduanya mengumpulkan berry dengan riang dan penuh canda tawa seperti anak kecil.
Sebelum pulang Sooyoung mengambil sebuah kayu dan berjalan ke depan batang pohon yang besar itu.
“Sedang apa?”
“Ukir namaku. Nah sudah selesai! Ayo Sunny kau juga tulis namamu disini biar jadi kenang-kenangan. Sebagai tanda kalau ini adalah tempat pertemuan pertama kita.”
“Aku? Tapi aku tidak bisa menulis.”
“Haha aneh, padahal kamu bisa baca buku kan?”
“Aku cuma tiba-tiba bisa baca saja, tapi aku tidak tahu cara menulisnya.”
“Sederhana, kamu cuma perlu menggerakkan tanganmu membentuk tulisan itu. Nih peganglah, aku bantu kamu untuk menulis namamu.”
“Baiklah.”
Sunny memegang kayu itu dibantu oleh Sooyoung yang memegang tangannya. Pelan-pelan Sooyoung menggerakkan tangan gadis yang lebih pendek darinya itu. Menuliskan nama Sunny di bawah namanya.
“Nah, terakhir~”
“Eh? Masih ada lagi?” tanya Sunny bingung.
Masih menggerakkan tangan Sunny, Sooyoung membuat ukiran berbentuk hati di tengah-tengah nama mereka.
“Selesai! Bagus kan?”
Sunny sangat senang melihat simbol cinta di tengah-tengah nama mereka.
“Tapi bagaimana kalau dibaca orang? Semua penduduk desa mengenalmu kan?”
“Biar saja, biar mereka tahu kalau kita saling mencintai.”
Mereka saling berhadap-hadapan.
“Sunny, menikahlah denganku.”
“Jadi ceritanya ini kita sedang main menikah-menikahan?”
“Siapa bilang sedang main? Aku serius.”
“Hehe jinjja?” tanya Sunny dengan mata berbinar. Senyumnya secerah matahari.
“Jinjja.”
“Kalau kamu tidak keberatan menerima segala kekuranganku maka aku mau menjadi istrimu dengan senang hati, Sooyoungie.”
Sooyoung meraih tangan Sunny dan menyematkan cincin yang dibelinya dua hari yang lalu di jari manis kiri Sunny.
Sunny tersenyum manis memandang cincin plastik itu. Ternyata Sooyoung sengaja menahannya untuk diberikan pada saat ini.
Lalu Sooyoung memberikan pada Sunny cincin miliknya. Melalui kontak mata, Sunny langsung mengerti bahwa dia juga harus gantian memakaikan cincin itu di jari manis Sooyoung. Maka Sunny pun melakukannya.
Sooyoung membelai pipi Sunny dengan lembut. Kelopak mata Sunny perlahan menutup. Sooyoung mendekatkan wajahnya.
Kala itu, alam sangat bersahabat terhadap mereka. Matahari senja membagikan sinarnya yang hangat kepada kedua insan itu. Dan merangkul kedua bayangan itu menjadi satu.
Sooyoung melepaskan ciumannya dan keduanya saling berpandangan dengan mesra.
“Dengan begini kita telah menjadi sepasang pengantin baru.”
“Walau nama kita tidak dicatat secara resmi? Dan tidak ada saksi?”
“Apalah artinya sebuah perjanjian yang tertulis di atas kertas. Anggaplah pohon ini sebagai saksinya. Kan sama saja, soalnya bahan dasar kertas adalah pohon. Dengan demikian, kita mendapat saksi yang merangkap sebagai perjanjian tertulis,” kata Sooyoung tersenyum sambil menepuk-nepuk batang pohon tersebut.
“Hehehe, kamu lucu.”
“Setelah itu kita lanjutkan di atas kasur ya. Menstruasimu sudah berhenti kan?”
“Dasar byuntae.”
“Apa salahnya. Kita kan baru saja menikah juga. Dan hei, itu yang biasanya dilakukan oleh pengantin baru.”
Sunny mendekatkan bibirnya ke telinga Sooyoung dan berbisik dengan nada menggoda. “Kalau begitu aku akan menantikan permainanmu malam ini.”

**

Malam itu mereka melupakan makan malam. Sooyoung membaringkan Sunny di atas kasurnya. Keduanya bercinta dengan gaya klasik. Lembut tapi hangat. Kali ini Sunny tidak sekedar menjadi partner yang pasif, dia juga aktif membalas permainan Sooyoung. Dan untuk pertama kalinya, Sooyoung menyerahkan pertama kalinya pada Sunny.
Mereka saling mencium tubuh masing-masing. Perlahan mencapai puncak kenikmatan. Tapi mereka tidak berhenti sampai disana. Mereka mengulanginya lagi dan lagi. Setelah itu keduanya membaringkan tubuh mereka dengan kepuasan yang tak terucapkan. Apalagi Sooyoung, dia sangat kelelahan sampai langsung tertidur.
Saat sedang memperhatikan wajah istrinya, Sunny merasa cintanya kepada Sooyoung semakin melimpah. Kenikmatan ini ingin ia miliki untuk selamanya.

Paginya Sooyoung mengerang kesakitan di atas tempat tidurnya. Tangannya meremas dadanya yang terasa panas dan sakit. Sebentar-sebentar tubuhnya kejang lalu bergulung kesakitan.
“Akkhhh… ukkkhh… Aaaaaaa!!”
“Sooyoungie kamu kenapa?!” tanya Sunny panik. Menyadari ada yang tidak beres dengan tubuh Sooyoung.
“A-air… tolong ambilkan… ohok! Ohok!”
“Tunggulah sebentar!”
Sunny segera keluar dan mengambil air dengan terburu-buru. Di tengah jalan malah tidak sengaja menumpahkannya. Tapi dia tidak punya waktu untuk mengelapnya. Terpaksa dia kembali mengambilnya sekali lagi. Lalu cepat-cepat dia kembali ke kamar.
“Sooyoungie! Aku sudah bawakan air nih!”
Tapi Sunny tidak melihat sosoknya. Dia hanya menemukan seekor kelinci berbulu coklat dari antara pakaian-pakaiannya.
“Sooyoungie… Sooyoungie!!”
Sunny begitu syoknya sampai jatuh berlutut di dekat kelinci itu. Air yang sudah diambilnya tumpah lagi.
“Apakah gara-gara aku?! Gara-gara aku selalu menghisap energi manusiamu, benar kan?!” Suara Sunny pecah. Basah berbalut air mata.
“Kenapa aku terlahir seperti ini… aku bahkan tidak tahu apa yang dilakukan oleh tubuhku sendiri…”
Sunny dengan hati-hati memeluk kelinci coklat itu di dadanya.
“Kenapa kamu harus jadi kelinci menggantikanku Sooyoungie…? Kalau begini seharunya aku tidak usah menjadi manusia saja…”
Air matanya terus berjatuhan. Membentuk telaga kecil di lantai. Keadaan Sunny saat ini dapat membuat terenyuh hati siapa pun yang melihatnya.
Sunny tahu seberat apa hidup sebagai seekor kelinci. Kalau hidup di alam, kalau tidak berhati-hati kamu bisa dimangsa oleh makhluk karnivora. Atau ditangkap manusia. Dipelihara. Hidupmu jadi tidak bebas. Tapi kalau skenario yang paling parah bisa saja malah dimakan oleh manusia tersebut, seperti saat sedang ada wabah kelaparan.
“Seharusnya aku mati saja… mungkin dengan begitu kamu akan kembali seperti semula…”
Kelinci coklat itu menatapnya dengan tatapan nanar seolah mengerti apa yang dikatakan Sunny. Ya meskipun saat ini dia adalah kelinci tapi dia tetap Sooyoung. Dan sayang dalam keadaan seperti itu, Sooyoung tidak bisa berkata apa-apa untuk membalas perkataan Sunny.
Tiba-tiba pintu depan rumah dijebol terbuka.
“!!”
“Sooyoung dimana kamu?!” Teriak namja itu.
Sunny cepat-cepat mengusut air matanya. “Jangan-jangan…!”
“Keluar kamu!”
Sunny melepaskan Sooyoung bunny di kamar dan segera keluar. Tanpa disadari oleh Sunny, Sooyoung bunny keluar mengikutinya.
Di ruang tengah, mata namja itu beringas melihat Sunny.
“Pas sekali, aku juga mau membuat perhitungan denganmu. Kali ini aku tidak akan ragu lagi.”
Di tangan namja itu sudah tergenggam pisau.
“Ini salahmu. Coba kalau sejak awal kamu tidak pernah masuk ke dalam hidup Sooyoung. Aku dan Sooyoung pasti sudah jadian dan hidup bahagia seperti dalam dongeng-dongeng! Mati kamu!”
Sebelum Jonghyuk menyerang Sunny, Sooyoung bunny melesat ke sisinya. Berusaha menghentikan namja itu dengan menggigit kaki Jonghyuk kuat-kuat.
“Apooo! Apa-apaan ini kelinci sialan!”
Jonghyuk menendang Sooyoung bunny sekuat tenaga. Tubuhnya sampai terlempar menabrak dinding. Sooyoung bunny memekik kecil, setelah itu tampaknya sangat kesakitan, dari mulutnya mengeluarkan darah.
“Sooyoungie!”
Sunny ingin menghampiri kelinci itu dan memeluknya erat-erat untuk melindunginya dari serangan namja itu. Tapi terlambat. Sunny merasakan sakit yang teramat nyeri di bagian kanan atas perutnya. Nyerinya bukan hanya sekali tapi berkali-kali. Sesuatu yang hangat merembes ke tangannya yang secara spontan menebah perutnya.
Kemudian setelah itu Jonghyuk meninggalkan rumah Sooyoung dengan puas karena telah membalas dendam.
“Uhuk!”
Sekarang dari mulut Sunny juga mengeluarkan darah. Hati dan diaphragmanya robek.
Sunny ambruk. Merasakan nyawanya perlahan semakin meninggalkan tubuhnya.
“Sunny!”
Pandangannya semakin kabur. Tinggal bayang-bayang yang semakin samar. Tapi Sunny sempat melihat wajah Sooyoung sekilas.
“Ahh… kau kembali seperti semula Sooyoungie…?”
Barangkali permohonanku barusan terkabul, pikir Sunny.
“Sunny! Jangan mati!”
Dia merasa ada tangan yang menekan kuat bagian bawah perutnya yang terasa sakit.
Sunny tersenyum lemah, menyadari kalau Sooyoung sedang berusaha mencegah darahnya keluar lebih banyak. Tapi usahanya sia-sia karena luka tusukannya lebih dari sekali. Kegelapan semakin menyelimutinya. Kaki-tangannya mulai tidak bisa merasakan apa-apa. Dan dia merasa kedinginan.
“Sooyoungie… aku sudah pernah mati sekali. Mati sekali lagi bukan masalah bagiku. Selama kamu masih tetap mencintaiku, aku akan selalu kembali ke sisimu…”
“Tidak…! Jangan!”
Lalu keheningan tiba-tiba menyengat. Dan Sunny menutup matanya untuk selamanya. Tubuhnya perlahan lenyap meninggalkan seberkas sinar matahari yang hanya bertahan selama beberapa detik. Tangan Sooyoung menggapai-gapai udara dengan sia-sia. Tangisnya semakin deras lalu dia melolong keras-keras.
“SUNNYYYYYYYYYY!!!”

**

Sooyoung tidak pernah berubah menjadi kelinci lagi. Setelah satu minggu penuh berduka, Sooyoung menyusuri kembali tempat-tempat kenangan mereka. Matanya merah sekali dan kantung matanya besar seolah selama seminggu itu dia tidak pernah berhenti menangis.
Gudang. Halaman rumah. Tepi sungai. Kebun strawberry. Market. Dan terakhir gunung tempat mereka memetik berry, yang sekaligus menjadi tempat pertemuan pertama mereka dan pernikahan mereka.
Sooyoung mengelus ukiran di batang pohon itu. Pedih hatinya tiap kali memikirkan Sunny. Sekarang dia masih memakai cincin miliknya dan cincin milik Sunny juga dipakainya di jari manis yang sama.
Sooyoung bersandar di batang pohon itu. Dan menatap langit biru yang sebiru hatinya.
Lee Jonghyuk sudah dilaporkan perbuatannya dan ditangkap. Sekarang dia masih mendekam di tahanan dan mendapatkan ganjaran yang setimpal.
“Kami sudah menikah. Kami adalah sehati dan sejiwa karena itu rasanya tidak adil kalau hanya aku seorang yang hidup.”
“Lebih baik aku mati saja… benar, semua jiwa yang menderita hanya bisa terbebaskan melalui kematian.”
Sooyoung sekarang duduk bersandar di batang pohon itu lalu mengeluarkan silet dari sakunya.
“Selamat tinggal Umma Appa, walau akhirnya aku tidak sempat bertemu dengan kalian, tapi aku sangat menyayangi kalian. Maafkan putrimu ini, tapi aku pamit lebih dulu…”
Sooyoung memotong nadinya dan meringis sakit. Mengawasi ketika darah perlahan-lahan mulai keluar dari celah lukanya. Lalu meletakkan tangannya kembali di samping tubuhnya. Darah mulai membanjir, membasahi kedua cincin perkawinan plastiknya dengan warna merah dan meresap ke tanah.
Sooyoung memejamkan matanya. Air mata mengalir dari sudut matanya. Merasakan kehadiran Sunny di sisinya tapi dia tidak dapat melihatnya. Gambaran itu seolah pohon tempatnya bersandar sekarang ini adalah Sunny yang sedang duduk memunggunginya dan memberinya tempat bersandar. Dapat dirasakan tapi tidak dapat dilihat.
“Sunny…” erangnya sesaat sebelum kehilangan kesadarannya. Kemudian kepalanya terantuk dan dia tidak bergerak lagi.
Angin berhembus kencang membelai kulitnya dan meniup rambut panjangnya. Menerbangkan kelopak-kelopak bunga dan dedaunan-dedaunan yang telah kering. Menimbulkan bunyi gemerisik daun pohon berry yang menaungi tubuh Sooyoung.
……………………………………..
……………………………………..
Tetesan-tetesan air jatuh ke pipi Sooyoung.
Sooyoung mengernyitkan dahi lalu membuka matanya kembali. Ternyata itu bukan air hujan. Dia melihat sebentuk wajah yang sangat dirindukannya. Dia sedang berada dalam pelukan Sunny.
“Sooyoungie… mengapa kau melakukan hal seperti ini?”
Wajah Sunny basah oleh air mata. Tapi terlihat sangat cantik.
“Karena kita satu hati dan satu tubuh… aku tidak bisa hidup tanpamu…”
“Pabo…! Aku kan sudah bilang akan kembali ke sisimu selama kamu masih mencintaiku…”
Sunny menatapnya dengan penuh kasih sayang sambil menggenggam tangan Sooyoung yang berlumuran darah. Menyentuh cincin perkawinan mereka yang berlumuran darah.
Sooyoung melihat pergelangan tangan kirinya sudah diikat dengan erat. Untuk mencegah darah mengalir keluar lebih banyak.
“Kamu lama sekali sampai aku sudah putus harapan…”
“Apa boleh buat, karena Yang di Atas mengatakan kalau aku tidak bisa terlahir kembali kalau kamu tidak membuktikan perasaanmu dengan sepenuh hatimu.”
“Karena kamu telah kembali sekarang, berarti aku telah membuktikannya kan?”
“Tapi gara-gara itu kamu nyaris pergi meninggalkan dunia. Aku sampai kaget sekali ketika melihat kamu melakukannya. Tapi biarlah karena sekarang aku telah terlahir kembali sebagai manusia. Terkadang jalanNya memang tidak bisa dimengerti, tapi kurasa ini yang terbaik. Kita bisa bersatu untuk selamanya.”
“Janji selamanya?”
“Ne, aku janji.”
Sooyoung melepaskan tangannya dari Sunny dan melepaskan salah satu cincinnya. Sunny mengerti dan melebarkan jari-jari tangannya untuk memberinya jalan. Sooyoung menyematkan cincin merah itu di jari manis kirinya. Setelah itu mereka menjalin kedua tangan mereka dan berciuman dengan lembut.

*~Fin~*

A/N : Sebenarnya tadinya bingung, tapi diputuskan endingnya lebih baik seperti ini saja. Karena ini kisah cinta antar manusia dan setengah siluman jadinya author tidak tega memberikan sad ending. Sebab author merasa walau bukan manusia tapi mereka juga berhak untuk bahagia dan keinginannya terkabul 😉
Mudah-mudahan endingnya memuaskan 😀
Dan bagian Sooyoung menjadi bunny itu karena author ingin bereksperimen bagaimana seandainya kalau jadi terbalik. Kurasa adegan saat Sunny memeluk Sooyoung bunny itu kawaii^^

Advertisements

Comments on: "Sunny Bunny (Chapter 12 – End)" (72)

  1. Soosun sama2 byun -,-‘
    Kyaaaa , soo rela mati buat sunny . Tp untung nya sunny balik lagi , tadi nya kukira bakal sad ending .

  2. happy ending >_< setimpal sama perjuangan cinta mereka

  3. Desi si locksmith said:

    Omo???
    Sedih bnget pas tau soo bunuh diri..
    Tp senang bnget pas tau mrka brsatu kmbali…
    Hahahahahaha
    stimpal bnget yah,tp tu si soo smpat2nya mesum pas mandi.
    Daebak ni FF author.kkkkk
    akhirnya bisa coment+bc juga.
    Makasi buat pw nya thor.

  4. icepearl_choding said:

    waahh soosun saingan.a yulsic sma taeny coz.a mereka sama2 byun hahaha

    aaahhh syukurlah berakhir dgn bahagia…

  5. udah ending… lagi dong mon FF SooSunnya…
    thanks for update, d tunggy FF2 lainny^^

  6. Syukur dah happy ending,,wkwkwkwk
    Sunny punya 3 nyawa tuh ngk ada hbisnya 🙂

  7. kya so sweet^^
    noona ini memang paling bisa buat momen sweet.

  8. hana mutia said:

    akakakak adegan mandi soosun kocak.
    soo modus bgt itu, ga bs konsen saat melon sunny mnyntuh pnggungnya 😀

    omo! kirain bkal sad ending, akhirny happy end ya. mksh author 🙂
    soo jd klinci coklat brrti g slah wktu soo brmimpi ttg du klinci yg sling cinta itu. sunny klinci ptih n soo klinci coklat.
    ahhh keren thor pkokny endingnya 🙂

  9. waaahhh endong…. hepi hepi ^_^
    oke dtggu ff slnjtnya ^_^

  10. udah end critanya. Akhrny hepi ending juga. Slmt buat perjuangan cintanya ya soosun..

  11. soosun itu sama2 byun….
    untung happy ending..^^

  12. kirain sooyoung bakaln mati beneran…. untung aja sunny dtg dsaat yg tepat…

  13. agustina_huang said:

    Ahh…dah ending…
    Bny adegan sdihnya,untung az brkhir bahagia, td nya mkir krn sunny stgh siluman,bkalan mati ninggalin soo…trnyta krn pngorbanan soo,sunny bs hdp kembali…
    Prok..prok… Snang…
    Happy end

  14. sempet deg-degan sih.. karena kukira bakalan sad end tp untunglah ngga.. Thanks thor.. 🙂

    Soosun married and happy ever after ^^

  15. mampus cowok itu mendekam di penjara kekeke…
    selamat buat soosun telah bersatu. moga cinta mereka abadi selamanya…

  16. selesai. .?
    hmm. .baiklah. .
    happy ending. .yeeeyyy !! aku senang klo ahir nya spt ini. .hahahahaa
    #plakk#apaan siy??gaje bangeudh degh!
    waah sunkyu hebat ya, udah b’kali nyaris lewat msh ttp bsa idup lagi. .again and again.
    daebakk thor. .
    author jjang !!
    lanjuuutt. .. .

  17. Lee Eun Soo said:

    Soobunny.. O.o
    fiuhhh.. Untung hepi ending.. XD

  18. noeyanzien said:

    “Selama kamu masih tetap mencintaiku, aku akan selalu kembali ke sisimu…” so sweet…

    itu akhirnya sooyoung kasian nic masa gak dibawa kerumah sakit #plak

  19. Yoonyul_coy said:

    Yeah q kira ini td sad end eh trnya happy end syukurlah..

  20. yg paling nyangkut selain adegan so sweetnya soo pas bunuh diri itu bagian di kamar mandi thor
    “Kedua melonmu terasa sekali di punggungku.” huahahahahha
    langsung ngakak geli2 gitu ngebayanginnya muka byunnya soo
    thanks buaat ff soosunnya 😀

  21. Wow O_o mereka ber2 sama” pervert..kocak..tapi tadi kirain jadi sad ending..ternyata happy ending wuuhhuuu 🙂

  22. TaengSicababy said:

    So sweet bgt ff soosun nya..
    Manniisss bgt + ada NC nya..hehe
    bgus bgt thor, smpe terharu baca nya :’)

    hmmm jadi pngin pelihara kelinci, siapa tau bisa brubah jd sunny.. 😀

  23. Bner dah sehati nie soosun …
    Krain bkal sad ending ..
    Xeexexee

  24. Speechless Thor.. Asli deg2n.. Td smp nhan npas.. #untg skrg msh hdup wkwkwkk# Aahh lega bcay.. Slesai y.. Yg twin sister lg y thor.. Majuuu thor!!

  25. aigo aigo, tak kirain syoo bakalan mati beneran. ternyata….
    untunglah happy ending

    gak terasa ff ini udh end aja. skrg tinggal menantikan kelanjutan ff the secret of twin sister 🙂

  26. Kim eveel said:

    Huwaaaaaaaa
    sweeeettt bangeet..benar” terhenyuttt …
    Ahh..kalau nyatanya mungkin impossiblee..ahh ending??ottokee??bikin soosun lg yaaaa

  27. yah.. udah ending.. 😦
    tapi ga apa deh. ceritanya untung heppy ending. hehe
    menurutku adegan yang paling sweet di adegan terakhirnya. tapi saya juga setuju kalo adegan sunny meluk soo bunny emang bagus. 😛

  28. just one word daebak
    walaupun ngarep di endingx ada nc hotx (mulai ketularan byunx author)

  29. udah mewek dulu, kirain bakalan sad ending.
    sweet banget ini cerita XD bikin yang begini lagi unn. 😀
    apakah bakal ada ff baru, unnie? hehe

  30. akhirnya tamat juga kisah percintaan seorang yeoja shikshin dan siluman bunny.
    #plaaakkk
    bener kan kataku diawal dlu klo baca ff ini jd inget my girlfriend is gumiho.
    bhkn endingnya pun mpy suasana spt dramkor itu.
    setelah sempat curiga bakal sad end dgn perpisahan sepasang kekasih itu, akhirnya menemui kejutan happy end dgn reinkarnasinya si tokoh.
    setidaknya ff ini msh lbh baik krn sunny jd manusia tulen setelah lahir kembali.
    berbeda dgn tokoh gumiho yg masih tetep jadi gumiho dgn ekor yg tinggal sebiji. ^^

    yg ptg lega deh krn happy end utk mrk berdua.
    #lega

    dan untukmu author???
    kutunggu karya berikutnya.
    DAN JANGAN LUPA TERUSIN FF YG MASIH KEPENDING!!!!
    #reader nyolot brani pake caps lock

    hwaiting~~
    (9 ^o^)9

    • haha lucu jg baca kalimat pertama komentarnya 😀
      kalau kupikir yg gumiho itu supaya endingnya gak melulu jd manusia seutuhnya
      iya nih nyolot wkwkwk

  31. claireen tjan liem said:

    eonni, aku leh minta FB nya, krim k email aku y..
    aku claireen imnida, salam kenal

  32. Haloo aku new reader nih, Akhirnya ada ff tentang soosun juga hhihihihi
    Ahh aku terharu baca ff ini .. aku tunggu ff ttg soosun yang selanjutnya :)))

  33. sama byun kekekeke….
    akhirnya berakhir dengan happy ending

  34. woohhh agak deg2an bc akhirnya..kirain bkal ninggal tu yoongie nya tp ga *yeeayy ^^
    kasian jg thor kalo cinta mereka ga happy ever after stlah prjuangan yg dilalui
    bagus crta nya… daebak ^^b
    trus bkin yg gini2 thor ya,, #ceritahappyend + bnyak NC #byunmodeon haha :v

  35. kwonratna said:

    seneng kl happy ending kyk gni, trnyata soosun sm2 byun:-):-):-):-)
    ok ditunggu ff slnjutnya

  36. Aaaaaaahhhhhh sumpah keren banget ada sedih nya pas soo jadi bunny di tendang terus sunny di tusuk sama namja jahat itu pake piso sedih banget tp akhir nya mereka kembali bersama aaaahh sumpah baca nya tuh bikin pengen nangis apa lagi pas sunny meluk soo bunny itu bukan kawaii lagi tapi bener2 kawaii author
    #tisumanatisu 😥

  37. aaa good bgt endingnyaa

  38. the kid said:

    end ya. ending yang tak terduga. kita soo bakal jadi kelinci sama sunny.
    ^_^d

  39. the kid said:

    end ya. ending yang tak terduga. kita soo bakal jadi kelinci sama sunny.
    ^_^d
    tapi keren endingnya b^_^d

  40. hennyhilda said:

    Arghhh author,aq cinta padamu >.<
    trima kzh bqn ff nya hepi ending :*
    Aq pamit dl,bzk akn kembali hehehe
    semangat author
    ganbatte

  41. huhu aku nangis lg pdhal udah ditahan karna tetap punya harapan besar happy end, ga nyangka fanfic se-sweet ini berhasil bikin nangis, lengkap deh fanfic ini ada sweetnya, sedihnya, keselnya sama ljh itu jahat banget ya dia, dan sama byuntaenya jg hehehe nc nya ampun sekali lanjutkan yaa hehehe semangat terus author….

  42. Akhirnya happy ending walaupun ada sedikit hambatan

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: