~Thank you for your comments~

“Chagiya~ ini sarapan paginya.”
Yoona mengantarkan makan pagi berupa roti panggang dan telor mata sapi ke meja makan. Dan dia menemukan Jessica sedang memeriksa ponselnya dengan santai. Meskipun Yoona sudah menghapus segala percakapan yang berbahaya, tapi jantungnya tetap deg-degan juga. Dan untung saja dia tidak pernah memberikan nomornya pada Lee Min Ho. Setidaknya masih belum.
Yoona baru bernafas lega setelah Jessica meletakkan kembali ponselnya dan tidak berkata apa-apa. Menandakan telah lolos seleksi. Kemudian mereka mulai makan dengan tenang.
“Hari ini kerja juga?”
“Ya begitulah,” jawab Yoona santai sambil memakan rotinya.
“Hmm…”
Padahal sebenarnya hari ini tidak ada panggilan kerja. Tapi Yoona akan pergi menemui Lee Min Ho.
Jika sekali saja melakukan kebohongan, maka yang bisa dilakukan selanjutnya hanyalah melakukan kebohongan-kebohongan lain untuk menutupinya.
Dan sayang, Yoona tidak dapat menerjemahkan maksud ‘hmm’ dari Jessica pagi itu.

**

Ini sudah ke-12 kalinya Yoona bertemu dengan Lee Minho dalam waktu dua puluh hari ini. Siang ini mereka hendak makan siang bersama. Yoona sama sekali tidak tahu bahwa Jessica punya rencana lain siang itu.
Jessica pergi membawa bekal untuk makan siang ke studio tempat Yuri bekerja. Dia senang karena sudah lama tidak melihat kekasihnya sedang berpose saat kerja sebagai model.
Dan dia menjadi heran karena tidak menemukan kekasihnya disana. Dia sampai bertanya-tanya pada staff yang bekerja disitu. Jawaban mereka hanyalah Yuri tidak datang atau Yuri tidak dipanggil kerja hari ini.
“Lho? Tapi katanya tadi.”
Semua staff yang ditanyai mengatakan kalau mereka tidak melihat Yuri sama sekali hari ini.
Lalu Jessica mulai menaruh curiga.
Masa sih dia bohong sama aku? Ataukah ada urusan lain yang begitu penting sampai dia membohongiku? Tapi untuk apa dia mesti berbohong?

**

Siang itu di sebuah restoran. Sepasang yeoja dan namja sedang duduk berhadapan menunggu pesanan makan datang.
“Kalau bisa aku ingin lebih sering bertemu denganmu.”
“Itu tidak bisa. Oppa dan aku kan punya kesibukan masing-masing,” kata Yoona sok jual mahal.
“Tahukah kamu? Kalau melihatmu rasanya aku lebih semangat menjalani hari.”
Yoona hanya tersenyum manis.
“Kalau begitu bolehkah aku mampir ke rumahmu?”
Lebih tidak bisa lagi, batin Yoona.
“Kapan-kapan.”
“Kapan-kapan itu kapan? Kamu bahkan tidak mau memberitahu nomormu.”

Saat itu seorang yeoja masuk ke dalam. Di tangannya membawa bekal untuk kekasihnya. Ini adalah salah satu restoran tempatnya bekerja sebagai freelancer.
Dan sepasang namja dan yeoja yang duduk di salah satu meja menarik perhatiannya. Begitu menyadari yeoja yang sedang duduk di depan namja itu adalah kekasihnya, tubuhnya langsung membeku. Matanya melebar tidak percaya.
Lee Minho semakin berani. Kali ini dia sudah tidak malu-malu lagi menunjukkan perasaannya di depan umum.
Minho meraih tangan Yoona dan mengecup punggung tangannya sambil menatap matanya dalam-dalam.
“Aku ingin menjadi kekasihmu.”
Yoona tersenyum, hampir saja menjawab iya. Ketika matanya tak sengaja melihat ke arah Jessica senyumnya langsung memudar. Ada kenyerian bersorot di matanya yang sayu. Dan Yoona ikut merasakan kesakitan itu di hatinya.
Jessica langsung menghambur keluar.
Sementara Yoona masih duduk disana dengan raut wajah pucat pasi.

Astaga, aku lengah! Pikirnya.
Padahal selama ini dia sudah berhati-hati berusaha merahasiakan pertemuannya dengan namja ini dari Jessica. Tapi siapa sangka hari ini akan ketahuan hanya karena Yoona tidak sengaja melupakan bahwa ini adalah salah satu restoran tempat Jessica bekerja. Dia begitu sibuk dengan pendekatannya pada namja ini sampai-sampai lupa.
“Ada yang salah?”
Minho menoleh ke belakang untuk melihat ada apa, tapi Jessica sudah tidak ada disana.
“Tidak, tidak ada apa-apa.”
“Jadi bagaimana?”
“Aku masih mau mempertimbangkannya dulu.”
Kemudian Yoona segera menyudahi pertemuan mereka dengan alasan baru ingat ada keperluan dan buru-buru pulang ke apartemen. Disana Jessica tentu saja tidak menyambutnya dengan ramah.
“Kamu terlihat sangat senang ya.”
Belum sempat Yoona membuka mulut dia sudah disindir dengan judes.
“Kamu membohongiku, bilangnya mau pergi kerja padahal kamu ketemuan sama namja!”
“…………….”
“Kata siapa kau mencintaiku dengan perasaan tulus?! Kamu mengkhianatiku di belakangku!”
“Sica, aku minta maaf, lain kali tidak akan terulang lagi.”
Muka Jessica merah padam. Matanya menyala dipenuhi kemarahan yang tak terucapkan. Kalau bisa bicara, mata itu pasti berkata ‘memangnya cukup dengan hanya minta maaf saja?!’
“Keluar kamu!”
Jessica masuk kamar dan membanting pintu tepat di depan mukanya. Terdengar suara pintu dikunci dan setelah itu jadi hening.
Yoona mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.
Arrgghhhh semua jadi kacau!
Kalau Yuri unnie tahu dia pasti marah besar. Aku harus cepat-cepat rujuk.

Tapi sia-sia saja. Kalau Jessica keluar dari kamar dan Yoona berusaha mengajak ngobrol, Jessica selalu cuek. Kalau Yoona berusaha menghalangi, Jessica hanya menyingkir seolah-olah kekasihnya itu hanya seonggok batu di tepi jalan. Jessica memilih keluar apartemen lalu kembali larut malam. Kemudian langsung mengurung dirinya di kamar lagi. Seolah tidak ingin memandang wajahnya.
Sudah 2 hari ini Yoona sia-sia membujuknya.
Alangkah susah mencairkan hatinya yang sudah sedingin kutub!
Sudah 2 hari ini Yoona tidur di sofa. Setidaknya masih lebih baik daripada tidur diluar.
Yoona tidak berani menceritakan ini pada Yuri. Dia tidak mau membayangkan bagaimana reaksinya kalau sampai tahu.

**

Yuri sudah mulai menjalin kasih pura-puranya dengan Seohyun selama dua hari ini. Kalau ekor matanya melihat namja tak tahu adat itu, dia langsung berusaha terlihat mesra dengan Seohyun.
Terakhir bahkan Yuri memiringkan kepalanya di depan Seohyun supaya kalau dilihat dari angle tertentu terlihat seperti sedang berciuman.
Sampai Seohyun bertanya dengan polosnya. “Apa yang unnie lakukan??”
Setelah itu Yuri memeluk Seohyun dengan erat.
Dan untunglah lelaki tak tahu adat itu yang melihat mereka jadi tidak mendekatinya lagi.
Yuri hanya berusaha menjaga hubungan ini. Dan berusaha tidak menyakiti Seohyun. Sama sekali tidak tahu menahu soal pertengkaran antara Yoona dan Jessica.

**

Pagi hari. Hari ketiga setelah pertengkaran.
Clek.
Yoona langsung mengangkat wajahnya begitu mendengar suara pintu terbuka dan melihat Jessica berdiri di ambang pintu kamarnya. Tangan kanannya memegang sebuah koper.
“Yul, aku mau putus saja.”
“Mwo?!”
“Aku sudah memikirkannya baik-baik selama beberapa hari ini. Lebih baik kita putus baik-baik sebelum hal seperti ini terulang kembali.”
Ketika melihat raut wajah Jessica, Yoona tahu masalah ini sangat serius. Begitu seriusnya sampai Yoona merasa tercekik.
Alamat buruk!
“Terima kasih untuk semuanya selama ini. Annyeong.”
“Cha-chankaman, Sica! Masa kamu mau putus begitu saja?! Gara-gara persoalan ini?! Setelah kita hidup seatap selama beberapa tahun ini?! Setelah semua yang telah kita lalui bersama?!”
Yoona berdiri di depan pintu untuk menghalanginya.
“Menyingkirlah.”
“Tidak! Kamu tidak boleh pergi begitu saja! Pokoknya aku nggak akan terima!”
“Dewasalah Yul! Terimalah akibat dari perbuatanmu!”
“Aku tahu aku salah! Tapi ini tidak adil! Kamu memutuskan hubungan secara sepihak!”
“Kamu telah membuat kesalahan besar! Kamu kan tahu aku paling tidak bisa menerima kalau diduakan!”
“Kumohon berilah aku kesempatan untuk menebus kesalahanku! Aku janji tidak akan mengulanginya!”
Melihat Jessica tetap diam, Yoona masih berusaha membujuknya. “Sica! Tolong kasihanilah aku! Aku tidak bisa hidup tanpamu!”
Kalimat itu bukan sekedar rayuan, tapi benar-benar keluar dari lubuk hatinya yang paling dalam.
Tapi hatinya tetap sekeras baja.
Jessica menyingkirkan Yoona dan berjalan keluar sambil membawa kopernya.
“Sica!”
Yoona sudah tidak peduli lagi siapa saja yang melihat.
“Sica!”
Di jalan, Yoona masih terus memanggil namanya. Malah sengaja dikeraskan volume suaranya. Sampai membuat para pejalan kaki menengok dengan heran.
“Aku akan tetap mengikutimu kemanapun kamu pergi! Ke ujung dunia sekalipun! Sampai kamu mengurungkan niatmu!”
“Keras kepala sekali!” dengus Jessica sengit.
Tapi sebenarnya jauh di dalam lubuk hatinya, Jessica tidak ingin putus. Jessica masih sangat mencintai kekasihnya ini. Tapi dia mau melihat sampai sejauh mana kekasihnya mengejarnya. Dia mau tahu seberapa besar nilainya sekarang di mata kekasihnya.
“Sica! Maafkan aku!”
“Aku cinta kamu!”
“Kembalilah padaku!”
“Jangan putusin aku!”
“Jebal!”
Beberapa orang tertawa geli mendengar teriakan Yoona. Sebagian ada yang memberinya pandangan aneh. Ada juga yang menunjuk-nunjuk. Apalagi Yoona masih mengekor di belakang Jessica.
Muka Jessica merah padam. Perasaannya diaduk-aduk oleh rasa malu bercampur senang.
“Ah!”
Yoona melihat gadis itu tiba-tiba berlari.
“Chankaman!”
Yoona berlari mengejarnya. Tapi jalanan pagi itu sangat ramai dengan orang-orang yang hendak berangkat kerja atau sekolah.
“Aish!” Yoona harus berlari-lari menembus kerumunan. Mendadak semua orang seolah jadi berusaha menghalanginya.
Jessica masih terus berlari. Merasa seolah dirinya adalah seorang putri yang sedang dikejar-kejar oleh seorang pangeran.
Jessica menyeberang tanpa melihat-lihat sekitar. Saat itu ada sebuah mobil meluncur menuju arahnya.
“AWAASSS!!” teriak Yoona dua detik sebelum kejadian itu terjadi.
Bunyi derit rem memekakkan telinga. Tapi pengemudi itu terlambat mengerem. Jessica terlontar ke tepi jalan dan terkapar di atas aspal.
“Aniyo… SICAAAAAA!!”
Teriak Yoona buru-buru menghambur ke arahnya.
Mudah-mudahan semua ini cuma mimpi!
Tapi melihat darah Jessica yang membasahi tangannya Yoona tahu ini bukan mimpi.
Jessica cepat-cepat dilarikan ke rumah sakit. Tapi rupanya sampai disana muncul kendala baru. Rumah sakit sedang kehabisan stok darah golongan B.
“Ambillah darahku sebanyak apa pun yang diperlukan!” kata Yoona sambil terisak. Matanya merah akibat menangis. Dia tidak peduli apa-apa lagi. Sekarang keselamatan Jessica yang nomor satu.

**

Dua hari kemudian Jessica baru membuka matanya.
“Ah, unnie sudah sadar? Syukurlah!”
Jessica melihat yang ada di sampingnya adalah adik perempuan kesayangannya, Krystal Jung.
“Umma dan Appa juga sempat datang, tapi mereka sudah pulang untuk beristirahat. Mereka sudah menungguimu dari kemarin.”
“Maaf, aku membuat kalian khawatir…” kata Jessica lemah.
Lalu mata Jessica melihat-lihat ke sekeliling ruangan. Seolah mengharapkan kehadiran seseorang. Tapi di dalam sana tidak ada siapa-siapa selain Krystal.
“Kalau yang unnie cari adalah teman serumah unnie, dia pergi setelah Umma dan Appa datang. Tapi katanya dia akan kembali lagi nanti.”
“Ohh…”
“Unnie, aku ingin bertanya, dia adalah kekasih unnie kan?”
“! Darimana kau tahu?”
“Karena aku sangat mengerti unnie. Dan dari tindak tanduknya yang gugup saat Umma dan Appa datang.”
“Kamu benar Krys, dia memang pacarku. Selama beberapa tahun ini kami tinggal bersama bukan sebagai sahabat, tapi sebagai kekasih. Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa mencintainya. Tahu-tahu semua itu terjadi.”
“Menurutku saat kita jatuh cinta kita tidak bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta, unnie.”
“Krystal… kamu tidak marah unniemu seperti ini? Kamu tidak kecewa?”
“Ah, mengapa harus marah atau kecewa? Kurasa dia pasti adalah yeoja yang baik. Karena kata dokter dia yang menyumbangkan darah sebanyak setengah liter untukmu. Dia telah menyelamatkan nyawa unnie jadi tidak mungkin aku bisa membencinya.”
“!”
Mendadak sesuatu terasa aneh di hati Jessica.
“Krys… apa kamu yakin…? Kau tidak salah orang, maksudku kekasihku.”
“Kenapa unnie?”
“Seperti apa perawakannya? Apa warna baju yang dipakainya ketika kamu melihatnya?”
“Eh, rambutnya lurus panjang berwarna coklat. Tingginya berapa ya, mungkin hampir sama atau lebih sedikit dariku. Yang paling mengejutkan wajahnya agak mirip denganku, unnie! Warna bajunya garis-garis hitam putih tanpa lengan.”
“……………..”
“Dia benar pacar unnie kan? Dia juga yang menunggui di ruang tunggu selama unnie menjalani operasi selama kita belum tiba di rumah sakit ini. Aku malah jadi ingin mengenalnya lebih dekat kalau ada kesempatan.”

**

Melihat ada keluarga Jessica, Yoona jadi takut mendekat. Seolah-olah dia punya dosa, padahal justru dia yang telah menyelamatkan nyawa Jessica ketika di ujung tanduk dengan darahnya.
Cukup menyakitkan sewaktu lengannya ditusuk untuk diambil darahnya. Tapi demi Jessica, Yoona sama sekali tidak kenal takut sewaktu mendonorkan darahnya.
Yoona berjalan kembali ke kamar rawat Jessica setelah pulang ke rumah untuk mandi dan ganti baju. Tak lupa membawa seikat bunga segar berwarna pink.
“Mungkin keluarganya sudah pulang sekarang. Ah, aku lupa mengabari unnie, ah tapi biarlah nanti saja setelah aku menjenguk Jessica dulu.”
Begitu masuk Yoona langsung menyambutnya dengan senyum paling ramah dan paling ceria yang pernah dibuatnya. Pikirnya untuk membuat suasana hati Jessica membaik. Tapi yang didapatnya justru tatapan dingin dari Jessica. Apa dia masih marah soal waktu itu? pikir Yoona.
“Sica, syukurlah kamu sudah sadar.” Yoona mengambil tempat duduk di sebelah ranjang Jessica. “Ini aku bawakan bunga khusus buat kamu. Jangan bilang mau putus lagi ya. Kita baikan.”
Ditatapnya wajah kekasihnya dengan tatapan seperti sedang menatap orang asing. “Siapa kamu?”
Mulanya Yoona pikir Jessica sedang bercanda sewaktu mengucapkannya.
“Hahh? Sica, jangan bilang kamu kehilangan ingatan akibat kecelakaan itu? Memangnya kita lagi main drama?” kata Yoona masih separo bergurau.
“Berhentilah berpura-pura menjadi Yuri.”
DEG!
“Kamu bicara apa sih, tentu saja aku Yuri. Memangnya siapa lagi?”
“Karena Yuri tidak mungkin bisa menyumbangkan darahnya untukku!”
Kali ini Jessica mengeluarkan kartu AS yang sejak tadi disimpannya. Dan mendengar itu Yoona cepat-cepat memikirkan alasan untuk mengelak.
“Bicara apa sih? Menyumbangkan darah? Bukan aku tapi orang lain kali.”
“Mau pura-pura tidak tahu?! Kalau begitu perlihatkan lenganmu sekarang juga! Dua-duanya! Bekasnya pasti masih ada!”
Kalau pun Yoona bisa menunjukkan lengan kanannya. Dia tidak akan bisa memperlihatkan lengan kirinya. Dibalik lengan bajunya memang masih ada bekas tusukan jarum. Yang di sekelilingnya terdapat memar. Alasan macam apa lagi yang bisa dikatakannya yang mengakibatkan bekas luka seperti itu?
“Tidak bisa kan? Benar, tentu saja tidak bisa karena kamu bukan Yuri. Aku dan Yuri pernah memeriksakan diri bersama, aku tahu benar golongan darahnya. Golongan darahnya AB. Karena itu Yuri tidak mungkin bisa menyumbangkan darahnya untukku!”
Yuri dan Jessica memang pernah memeriksakan kesehatan mereka. Untuk mengontrol gaya hidup yang sehat.
Walau akting bisa berbohong tapi darah yang mengalir dalam dirinya tidak bisa dibohongi.
“Sekarang katakan padaku kenapa kamu berpura-pura menjadi Yuri.”

Astaga dingin sekali nadanya. Tidak lebih baik dari waktu Jessica minta putus.
Pikir Yoona ngeri.

Habislah sudah, tidak ada yang bisa ditutup-tutupi lagi. Semua kartu sudah keluar di atas meja, tidak ada yang bisa digunakan lagi. Dia sudah kalah telak. Tidak ada pilihan selain mengakhiri permainan dan mengaku, kalau tidak mau kemarahan Jessica bertambah.
Akhirnya Yoona menceritakan segalanya soal pertukaran ini.
Kalau Jessica tidak sedang dalam keadaan lemah barangkali barang-barang di sekitar sana sudah dilemparkan ke arah Yoona. Atau barangkali juga ditambah bonus tamparan.
Lalu setelah itu Yoona keluar kamar dan langsung menghubungi Yuri lewat ponselnya.
“Sudah ketahuan unnie…”
“Mwo?! Apanya?!”
“Soal pertukaran kita…”
“Bagaimana bisa?!”
“Sica unnie kecelakaan dan-“
“Mwo?! Apa yang terjadi?! Sica baik-baik saja kan?! Sekarang dia di rumah sakit?!”
“Dia baik-baik saja. Dengar dulu unnie! Jangan potong kata-kataku!”
“O-oke.”
Lalu Yoona menceritakan secara garis besar apa yang dia katakan pada Jessica.
“Aaaakkkhhhh…” Desah Yuri putus asa dari balik telepon sambil memegang keningnya.
“Barangkali aku sudah mengambil pilihan yang salah unnie… maafkan aku…”
“Kamu tidak membuat pilihan yang salah Yoona. Kalau aku berada di posisimu maka sudah pasti aku juga tak akan ragu untuk mendonorkan darahku. Kamu telah menyelamatkan nyawa Sica, untuk itu aku benar-benar mengucapkan terima kasih dari lubuk hatiku yang paling dalam.”
“Itu tidak masalah. Yang jadi soal sekarang semuanya sudah ketahuan, lalu bagaimana sekarang?”
“Apa boleh buat. Barangkali ini karma karena kita sudah membohongi banyak orang.”
“Mianhae unnie… jeongmal mianhae…”
“Sudah kubilang ini bukan salahmu. Dari awal ini salahku… seharusnya aku berkata terus terang pada Appa… sekarang beginilah akibatnya…”
“Lalu apa yang akan unnie lakukan?”
“Aku akan pulang dan minta maaf padanya.”
“Sekalipun unnie akan diusir?”
“Ne… setidaknya aku ingin dia mendengar permintaan maafku. Sekalipun dia tidak mau melihat wajahku lagi, aku tetap harus meminta maaf untuk menunjukkan bahwa aku benar-benar menyesal telah membohonginya.”

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Secret of The Twin Sister (Chapter 6)" (62)

  1. nggak mungkin. aku ngga percaya. bener-bener diluar dugaan *speechless*
    aku kira ngga bakal ketauan sampe semuanya berhasil.
    nyeseeell #loh?
    beneran deh unnie, ini jauh diluar pikiran.
    perasaan aku bener-bener dicampur aduk u,u
    *tissue, tissue T.T *bantingmejakursi

  2. Yulsicbaby said:

    Loh ketahuan ??
    Hubungan yulsic jadi gimana nih ??
    Semoga baik2 aja deh..

  3. Yah…. Ketahuan haha….
    Untung ajj sica lagi lemes klo ngga abis kau yoong.
    Hmm.. Lnjt thor….

  4. Nah kan ktahuan. Hellsica pzti nakutin bgt tuh. Sica emang jjang. Pham bgt dya ma yul. Jd ga gmpang dboh0ngi. Lnjt!

  5. gorjes spazer said:

    ketahuan….ya ud blik2 yulsic2 yoonhyun2…..next chap soon y…thx.

  6. hana mutia said:

    kya~
    smw sudah brakhir. terbongkar smw topeng yg mnutupi yoona sbg yul. akankah yul bkal d maafkan oleh sica??

    pnya feeling klo nntiny sica bner2 suka sm yoona tnpa dsadari.
    sbgian drah yg d sumbangkan yoona dgn reflek itu mngkin pnyebabny. cz itu bsa d sbut mnyelatkan sesorang. #oke abaikan ahahaha

  7. artis piala oscar akhir ny ketahuan.jg….
    psti klau yoonyul brtukar k wujud asli ny sica psti.merasa kehilangan…

    siap2 aja si kwon babo hadapin sica yg lg murka

  8. Kyaaa , yul unnie cool banget ngomong nya >.< . Makin terharu pas yoona nyumbangin darah nya , walaupun pd akhirnya tetap ketauan juga .

  9. Huaaa sica mrah2 trus dehh jdi ktabrak khan …
    Wlaupun dah kthuan tpi perjuanagn yoong bner2 patut d acungi jempoll nie …
    Lanjuttt ..*bekusicaeffect#

  10. Deer Yoong is my hero.. Gmn y ntar?? Mgkn g y Sica maafin Yuri?? Mmm kyky mw lh y.. Klo g mw ntar aq yg nangis..

  11. shosiiinewreader said:

    Aduh…mati kau yoonyul unnie..
    aku kok jadi deg-degan sendiri ya…kasihan banget sih yoona unnie ketahuan..

  12. ah.. ketahuan.. padahal udah sweet sweet unyu pas yoong ngejar2 sica eh malah kecelakaan 😦

  13. prillyties said:

    akh kenapa cepet ketahuan siih~ yaah gimana tuh nasibnya yoong setelah ini~ yah gak yoonsic lagi dah

  14. yah ketauan deh, tapi semuanya ga bakal berhenti di situ kan?? o_o

  15. nyesss~
    jlebb~ banget ni chapt. ditugu nextnya yaa

  16. ketombetuyul said:

    anyeong thor salam kenal.
    Aku salah satu silent reader di wp author yg udah tobat 😀 /okeinimasabodo

    gak nyesel nunggu dah.. Chap yg ini *speechless*

    jd gk sabar nunggu yuri pulang balik. kira2 ditabok kg ya dia gara2 udah bohongin sicanya wkwkwk(?)
    lebih seru nh kaya nya kalo sica ngambek berkepanjangan /loh wkwkwk (?)

    ff sunny bunny.a jg ditunggu ya thor TAT
    Sekian. Gomawo….

  17. Ketauan!!!!”
    eumm… curiga ni sma Yoona, jgn2 dia udah jtuh cnta ma Sica…
    Klo bnran… brarti… Drama di mulai… hahaha…

    thanks for update Mon..^^

  18. dian yoonsic said:

    ahh yoonsic heuheu akhr ny ketauan mdh2n sica udh cnt ma yoong
    cpt update ya unnie
    fighting

  19. yaah ktahuan..
    Gw kra sampe akhr gk ktahuan trnyta perkara darah.. Kalo gtu smngt yul minta maafnya.

  20. jessica hebat mengeluarkan kartu as.
    deg deg krn hubungan yulsic akan menghadapi ujian. yuri juga akan hadapi appanya.
    kalo yuri diusir, yuri bs pindah ke rumahku hehehe.

  21. Yahh ketahuan deh 😦 yaampun sica nyeremin banget kalo lagi marah, semoga aja dia mau maafin yuri yg asli

  22. Irma yoonaddict said:

    Ahir’y terbongkar lah semua sandiwara yoonyul

  23. ketauan juga akhirnya.
    tpi masa iya saudara kembar bisa beda golongan darah sih?
    bukannya saudara kembar itu brasal dari satu sel telur ya?
    seharusnya sih golongan darahnya sama?
    -_-

    penasaran bakal kyk gmn lagi kelanjutannya.
    hwaiting. (9 ^o^)9

    p.s. kpn nih yg cinta segi sembilan di update?

    • bisa, karena kembar ada 2 jenis
      kalau kembar identik berasal dari satu sel telur yg membelah diri, kembar fraternal berasal dari 2
      dan kembar fraternal memungkinkan golongan darah yg berbeda
      disini mereka itu adalah kembar fraternal sebenarnya, walau author gak pernah nyebut mereka kembar jenis apa (biar scene dlm chapter ini jadi unexpected jg)

      untuk cinta segisembilan author masih bingung dgn cara penulisannya, you know lah

      • hoo aku baru tau tyt bgtu..
        #mengangguk2
        kupikir klo yoong dan yuri diceritakan kembar aplg wajahnya sama smpe bisa bertukar identitas mrk kembar identik.
        tyt bkn ya.
        hmmm

        hooo wabah mentok cerita yg sering dialami author.
        aku juga sering gtu kok.
        #plaakk

      • haha iya sih biasanya memang yg wajah dan fisiknya benar2 sama itu kembar identik apalg smp bisa tukar identitas
        kalau kembar fraternal lbh kayak kakak adik, tp kadang kakak adik pun bisa sgt mirip
        YoonYul gak semirip itu, cuma dulu ada kalanya saat dimana YoonYul sgt mirip smp mereka saja bisa ketukar wktu liat fotonya XD (ini bicarain soal YoonYul yg di dunia nyata)

  24. yah tragis banget. penasaran ama cerita selanjutnya :3

  25. Waoww…akhrnya ktauan jg… Yoonyul emg mrip,tp drh mreka bd,akhrnya sica bs tau jg…
    Hmmm…mdh2an az sica bs maafin yuri

  26. agustina_huang said:

    Ooww…ketahuan jg pd akhrnya…
    Mau gk mau ya msti crita sm sica yg sbnrnya… Mskpun wjh yoonyul mirip,tp trnyta drh mreka bd… Sica udh tau nih,gmn dgn seo nantinya ya..

  27. akhirnya yang ditunggu tunggu dateng juga. hahaha #evilalugh.
    akhirnya yoong ketahuan! bakal lebih heboh deh chap depan.
    kalo dari kacamata readers ya.. baca ff mu ini di awal itu ngerasa flat, semua berjalan nyantai-nyantai aja, jadi ga disangka eh tiba-tiba satu chapter bisa ngerubah segalanya. seru deh pokoknya.
    😛
    lanjuttt

  28. Yaahhh akhirnya ketahuan juga ,,
    smoga sica gax marah .. *plakkk udah marah dri tadi kaliiii hehe

  29. ketahuan… 0.0..
    #hellsica mode : on

  30. uaaaah. .yoongie, ceroboh amat sie. .! ice princess nya jd murka tuh. .
    haha gw jd pnasaran niy gmn rasa nya klo da d hadapan c ice princess yg lagi murka. .bsa2 gw jd patung es jg kali hanya dgn atu tatapan ja. .whuuussszzzz
    #plakkk kekekekk

    next thor. .

  31. Lee Eun Soo said:

    Semoga YulSic gak pisah ranjang apalagi talak.. >,<

  32. noeyanzien said:

    yah gara” yoona lengah, akibatnya ketauan ama sica, ternyata benar manusia tak luput dari kesalahan.

    kirain teh mau sampe ahir gak ketauan karena judulnya secret, eh trnyata ketaunnya skrng.

    wah jessica bkl ktmu yoonyul dong, penasaran reaksinya gimana? author cepet update lagi 😀

  33. Yoonyul_coy said:

    Asik akhrnya ketahuan jg nih…sip2 drma sesungguhnya akan dmulai …
    okdeh coy dtunggu kelanjutannya… 😉

  34. TaengSicababy said:

    Wihhh,, Sica psti marah besar,,
    yuri siap2 ajah di aniaya sica + bisa2 jd jomblo lg..
    Hehehe..
    Dtunggu thor lnjutan nya.. 🙂

  35. gowawo sudah buat ff ini 😉

  36. Shin Young said:

    Daebakkkk,ceritanya menarik bangett sich!!!!

    Geregetan sendiri w,gx tau kenapa kyak orang gila XD
    Pdahal bakalan ada badai bwat yulsic

  37. wah gimana tuh lanjutanya.,
    penasaran..,,
    greget.,,
    smua kartu sdh kluar.,,
    haduh d tgg next post dah 🙂

  38. akhirnya ketahuan juga plok…plok…plok…# loh

  39. Oh NO! Akhrx ktauan jg! Wah jgn mpe yulsic putus donk! G rela dunia akherat!

  40. yah ketauan deh acara tukar pertukaran nya..
    Wah kebayang tuh muka Sica klo lgi marah psti seremmmm..
    ditunggu kelanjutannya …
    gomawo

  41. oh tidak akhirnya ketauan jga,,tp kasian Yoona jdi sasaran kemaran Sica..kebayang klo Sica lgi marah iihkk seremm..
    ditunggu klanjutannya

  42. blue ocean said:

    mwoo sica bner2 mngerikan…
    author…hwaiting nunggu updateny.. ga sabar mw bc lanjutannya.. gomawo

  43. Hiks,hiks semua nya udah ke bongkar terus gimana nih kelanjutan nya apa yuri bisa balikan sama sica ToT

    Author ff ini masih ada lanjutan nya kan

  44. Author ff ini udah end atau masih ada lanjutannya ?

  45. hennyhilda said:

    Lohhh mzh TBC y 😮
    haduhh pnsrn bgt nh endingnya nnt gmn
    jgn lm2 y thor,dsni aq mnunggu
    semangat author
    ganbatte

  46. Kim/Choi said:

    Tinggalin jejak dulo 😀

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: