~Thank you for your comments~

Seperti kemarin, hari ini pun Yuri juga diikuti oleh Jang Geun Suk. Namja ini benar-benar keras kepala. Di kampus dia selalu mengikuti Yuri kemana pun dia pergi. Kalau Yuri masuk toilet pun dia menunggu diluar, sampai Yuri dibuat pusing tujuh keliling.
“Sudah kubilang berhenti mengikutiku!”
“Eh, apa kamu sudah mulai ada rasa suka padaku?”
“Jangan mimpi!”
“Tapi kemarin buktinya kamu mau kuajak makan-makan.”
“Aku menyesal! Kalau saja aku bisa mengambil kembali waktuku!”
Dan Yuri memang benar-benar menyesal. Mengapa mesti memberi harapan kalau dia tahu tidak mungkin dapat menepatinya.
“Aku tidak ingin memaksa tapi jika ada sedikit saja perasaan suka terhadapku, tolong jangan menutup dirimu. Biarkan segalanya berkembang dengan sendirinya.”
Sekarang saja kamu sudah terdengar memaksa, Yuri bersungut-sungut dalam hati.
“Yoona unnie.”
“Ke arah mana?” tanya Yuri pura-pura bodoh. Berharap agar namja itu dapat menangkap sinyal yang tersirat dalam nada suaranya, bahwa dia tidak menyukai arah pembicaraan ini.
“Kamu tahu ke arah mana maksudku.”
“Yoona unnie.”
“Tidak, bahkan perasaan suka sebagai teman pun tidak!”
“Yoona unnie!”
Yuri baru menoleh sekarang ke arah sumber suara yang menyela percakapan mereka. Dan matanya langsung bertemu pandang dengan mata yang jernih tapi tegas milik seorang yeoja.
Siapa lagi gadis tidak sopan ini, pikir Yuri.
“Yoona unnie, aku suka unnie.”
Wah, tidak seperti tampangnya yang kelihatan alim. Gadis ini berani juga. Dia berani mengatakannya padahal ada namja ini juga yang mendengar. Sepertinya memang San Fransisco lebih terbuka daripada Korea.
“Aku tidak akan menyerah meski Yoona unnie menolakku, sampai aku bisa mendapatkan hati unnie.”
Yuri memandang keduanya dengan malas. Dia tidak tertarik dengan siapa pun. Baginya hanya ada Jessica, setelah itu baru Yoona. Lalu keluarganya.
Tiba-tiba lengannya diraih oleh yeoja itu.
“Tidak maukah Yoona unnie memberiku kesempatan barang sedikit saja? Aku rela melakukan apa pun yang unnie suruh.”
“Yah! Tidak adil! Lalu bagaimana denganku!?” kata namja itu ikut-ikutan menarik sebelah tangannya.
“Andwae! Yoona unnie akan pergi denganku!”
“Aniyo! Pembicaraan kami masih belum selesai! Antri dong! Tahu diri sedikit, kau yang harus menyingkir!”
“Tidak!” balas gadis itu keras kepala.
Sekarang keduanya malah tampak seperti anak kecil yang sedang memperebutkan mainan. Yuri merasakan gaya tarik menarik dari dua arah yang berbeda. Tangannya seperti mau putus. Keduanya tidak ada yang mau mengalah. Cengkeraman tangan mereka pun semakin erat. Yang lebih penting, Yuri tidak mau ikut pergi dengan salah satu dari mereka.
“ARGH, BERISIK! LEPASKAN AKU!” teriak Yuri frustasi.
Mereka berdua kaget mendengar teriakan Yuri dan cepat-cepat melepaskannya.
“Mi-mianhae unnie…”
“Aku juga, maaf…”
“Cukup! Cukup! Aku tidak mau dengar lagi! Sekarang enyah kalian!” teriak Yuri sengit.
Dan mereka memang tidak perlu diusir dua kali. Mereka segera menjauh sebelum kemarahan gelombang kedua Yuri meledak. Yang lain pun tidak ada yang berani mendekati Yuri karena melihat dari tampangnya saja jelas mengatakan kalau dia sedang bad mood.
Huuuuhhhh! Apa mereka juga selalu seperti ini terhadap Yoonaku? Benar-benar mengganggu privasi saja!

**

“Ne, umma.”
Yoona mengangkat kepalanya dari buku yang dibacanya dan mempelajari gerak-gerik gadis di depannya. Jessica sedang menelpon seseorang yang tampaknya adalah Ummanya.
“Iya, umma, aku sehat-sehat saja kok. Aku makan dengan benar, tidak usah khawatir. Teman sekamarku? Kami baik-baik saja. Tidak, aku tidak merepotkannya kok.”
Bohong, batin Yoona sambil tertawa tanpa mengeluarkan suara.
“Ne, umma. Sudah dulu ya.”
Kemudian Jessica menutup teleponnya.
“Umma bilang apa?”
“Biasa, menanyakan kabar.”
“Ohh.”
Yoona sempat berpikir apa mungkin suatu hari Ummanya akan datang berkunjung.
Ah biarlah, selama tidak datang saat aku berada disini itu urusan Yuri unnie.
“Seobaaanngggg~” nada Jessica berubah dari serius menjadi manja.
“Ya Sica-baby?”
“Kita pergi nonton bioskop yuk? Ini kan week end. Bosan nih di rumah saja. Kamu sedang tidak ada pekerjaan kan?”
Setelah tinggal bersama selama seminggu, Yoona sudah terbiasa sama panggilan ‘seobang’ Jessica. Juga nada suaranya yang manja. Juga memanggilnya dengan Sica-baby. Dia memang cepat beradaptasi. Sudah tuntutan dari dunia akting.
“Kamu sendiri juga sedang kosong?”
“Ya.”
Pekerjaan Jessica sebenarnya adalah seorang pengacara. Namun karena dia masih hijau, dia jarang mendapat klien. Jadi dia sering malas membuka kantornya, terutama kalau weekend. Pekerjaan lainnya dia hanya seorang freelancer di sebuah restoran.
“Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo kita segera pergi,” sahut Yoona sambil mengedipkan sebelah matanya.
“Asyiiiikkkkk!” Jessica melonjak kesenangan. “Tapi tunggu sebentar, aku mau ganti baju dulu.”
“Jangan pakai baju yang terlalu terbuka. Diluar dingin.” Pesan Yoona sebelum Jessica masuk kamar untuk mengganti baju.
Tempatnya hanya sekitar 15 menit dengan berjalan kaki. Mereka berjalan berdampingan. Yoona yang berinisiatif meraih jemari Jessica, kemudian membiarkan jemarinya itu masuk di antara sela-sela jarinya. Mereka tidak saling melepaskan sampai tiba di tempat tujuan.
Disana diputar movie-movie terbaru. Pilihannya lumayan. Ada movie horror, animasi 3D, movie barat bergenre action yang penuh dengan efek-efek yang mencengangkan, movie korea bergenre romance, dan movie luar yang sepertinya berasal dari tanah air Thailand.
Yoona tahu kalau Jessica sangat penakut sama yang namanya horror jadi dia tidak akan merekomendasikan movie horror. Tentu saja informasi itu didapat dari chattingnya dengan Yuri.
Yoona sudah memilih dalam hati ingin nonton movie barat. Tapi tampaknya Jessica ingin sekali nonton movie Korea bergenre romance. Jessica bahkan sudah memandang Yoona dengan puppy eyes.
Wah, padahal Yoona bisa ngantuk! Belum selesai filmnya saja bisa-bisa dia sudah ketiduran di tengah-tengah.
Tapi kalau dia adalah Yuri sudah pasti dia akan mengikuti kemauan kekasihnya walau harus mengorbankan keinginannya sendiri.
Jadi Yoona hanya tersenyum dan membeli 2 karcis untuk movie yang Jessica inginkan.
Jessica tersenyum senang karena kekasihnya itu seolah sudah mengerti bahkan tanpa dia mengucapkan sepatah kata pun.
“Oh Yuri, kau benar-benar mengerti diriku. Tapi aku jadi nggak enak karena kau selalu mengalah demi aku. Lain kali kita nonton movie yang kamu inginkan ya?” kata Jessica sambil memeluk lengan Yoona.
“Ya, mau popcorn dan minuman?”
“Mauuuu~ tapi apa nanti tidak terlalu menghabiskan uang?”
“Gwenchana, sehari ini saja. Lagipula kita datang kesini tanpa menggunakan biaya transportasi. Jadi, kekasihku ini tidak keberatan kan kalau pulang nanti kita juga jalan kaki?” tanya Yoona sambil mencolek pipi Jessica.
“Hehe, tentu saja aku tidak keberatan asal ditemani sama kamu, Yul. Bagiku jalan kaki sejauh 15 menit tidak terasa apa-apa kalau ada kamu di sisiku.”
Yoona balas tersenyum. Tidak sadar betapa cheesy nya mereka saat ini.
“Hitung-hitung sebagai olahraga juga.”
“Benar.”
Mereka duduk di ruang tunggu sambil menunggu film yang sebentar lagi akan dibuka. Yoona tidak henti-hentinya mencomot pop corn. Sedangkan Jessica makannya pelan-pelan.
“Kalau begini bisa-bisa pop cornnya sudah habis duluan sebelum film dimulai.” Komentar Jessica setelah tangan Yoona tidak sengaja menghalanginya dari mengambil pop corn.
“Haha, sudah biasa. Kalau habis tinggal beli saja lagi.”
“Pemborosan.”
“Kalau begitu bikin sendiri.”
“Harus punya mesinnya.”
“Dan berarti pengeluaran lebih banyak.” Yoona yang menyelesaikan kalimatnya sambil bercanda. “Ah lihat, pintunya sudah dibuka ayo kita masuk.”
Begitu masuk, suasana temaram dan hawa hangat bioskop menyambut mereka. Mereka duduk di barisan tengah dan juga di deretan tengah. Tidak terlalu depan, juga tidak terlalu belakang.
Jessica tidak segan-segan menunjukkan PDA dengan merebahkan kepalanya di bahu Yoona, menikmati harum tubuhnya, hangat tubuhnya.
Yoona malah tidak sadar. Atau barangkali sudah terbiasa dengan sifat clingy Jessica. Dia hanya meneruskan makan pop corn sambil melihat trailer film yang ditayangkan.
“Nggak mau makan pop cornnya?”
“Nggak usah, buat kamu saja.”
“Sungguh? Jadi boleh kuhabiskan nih?”
“Boleh.”
Bantal berupa bahu kekasihnya sudah cukup bagi Jessica. Dia merasa nyaman, bahagia, dan hanyut dalam nuansa romantis. Apalagi ketika melihat kekasihnya ini masih memakai jam tangan dan cincin pemberiannya. Dan cinta Jessica kepada kekasihnya semakin melimpah.

**

Yoona berhasil mempertahankan dirinya agar tidak ketiduran selama nonton. Untung filmnya cukup menarik.
Hari sudah mulai gelap begitu mereka keluar dari bioskop.
“Gimana kalau sekalian kita makan-makan diluar? Aku akan mengajakmu ke tempat yang istimewa.” ajak Yoona.
“Tempat yang istimewa?”
“Lihat saja.”
Yoona tersenyum penuh percaya diri. Dia yakin Jessica pasti akan sangat suka.
Yoona membawa Jessica ke sebuah restoran yang mewah yang berada di dalam sebuah hotel. Letaknya di lantai paling atas. Dimana banyak jendela yang memberikan pemandangan malam kota yang sangat indah. Kalau melihat keluar semua lampu-lampu tampak seperti lautan permata.
Kemudian pelayan datang membawakan buku menu. Mereka berdua membukanya.
Jantung Jessica hampir copot melihat harga yang tertera di setiap nama makanan. Ada yang harganya mencapai satu juta pula! (kalau diuangkan dalam rupiah)
Serius?! Padahal hanya makanan sepiring saja! Batin Jessica. Dia sampai membacanya sekali lagi untuk memastikan, saking tidak percayanya.
“Mau pesan apa?”
Jessica tampaknya kebingungan.
Untung Yoona cepat mengambil keputusan. “Steak saja gimana?”
Akhirnya Jessica mengiyakan saja, menutup buku menunya, dan meletakkannya kembali di atas meja. Sumpah, melihat harganya saja sudah tidak baik untuk jantungnya.
Lalu untuk minumnya, Yoona memesan dua gelas wine.
Kemudian pelayan itu membawa buku menunya dan pergi untuk menyampaikan pesanan mereka.
“Apa tidak apa-apa Yul? Restoran ini mahal kan?” tanya Jessica khawatir.
“Tidak apa-apa, jangan pikirkan soal harga, cukup nikmati saja.”
“Aduh, mestinya aku tadi pakai baju yang lebih bagus.” Duduk Jessica jadi tidak tenang. Dia merasa seolah dirinya tidak pantas berada disini.
“Di mataku malam ini kamu sudah sangat menarik, princess.”
Rayuan itu tiba-tiba saja meluncur begitu saja dari bibirnya. Bersamaan dengan itu, Yoona meraih tangan Jessica dan memberi kecupan lembut di punggung tangannya.
Jessica tersipu-sipu. Jantungnya berdebar bahagia oleh perlakuan kekasihnya.

Hehehe, kekasihmu sepertinya senang sekali. Kamu mesti berterima kasih padaku, Yuri unnie. Karena khusus untuk malam ini aku yang bayarin semuanya. Dan semua uangnya ini hasil dari kerja part time-ku sebagai pelayan hotel di USA lho!

Dan malam itu benar-benar tidak mengecewakan. Jessica sama sekali tidak menyesal diajak kesini. Yoona bersikap sangat manis. Lembut. Romantis.
Dia begitu terpesona. Matanya hanya fokus pada Yoona sepenuhnya. Dari cara Yoona memotong dan menyuapkan steaknya. Bahkan caranya makan begitu menawan!
Rasanya Jessica seperti terbius kembali. Seolah baru pertama kali jatuh cinta pada kekasihnya.
Melihat sorot mata Jessica, Yoona sempat menjadi tegang.
Ups, mudah-mudahan aku tidak keluar terlalu jauh dari sifat Yuri unnie. Aigoo, lain kali aku mesti membawa Yuri unnie makan-makan di restoran semacam ini dan mengajarinya etika makan.
Tapi sepertinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan ketika Yoona melihat senyum tulus tersungging di bibir Jessica.

Ketika mereka keluar dari hotel, salju terlihat melayang turun. Sekeliling mereka mulai disepuh warna putih.
Yoona merasakan belaian salju menyentuh wajahnya. Rambutnya. Tangannya.
Sebelum Jessica melakukannya, Yoona sudah lebih dulu menggenggam tangannya.
“Tidak apa-apa kan jalan?”
Jessica hanya mengangguk sambil tersenyum.
Mereka berdua berjalan dengan tubuh merapat. Yoona merasa sedikit lebih hangat.
“Sudah lama ya tidak turun salju?”
“Iya, indah sekali.”
Salju seakan menyapa sepasang insan ini dengan ramah. Beberapa tetes menitik ke bibir Yoona. Dan Yoona menjilatnya dengan lidahnya. Seolah-olah dia sedang mencicipi es serut.
Jessica tersenyum dan mengikuti apa yang dilakukan oleh Yoona.
Tidak terasa, mereka sudah tiba di depan apartemen mereka tinggal.
Mereka menghabiskan malam dengan menonton TV sesudah itu tidur dalam satu ranjang.

**

Ranjang berderit ketika seorang gadis di atas ranjang merubah posisinya. Sekarang berada di atas tubuh Yoona. Seorang gadis dengan gaun malam berwarna putih yang seksi. Dengan celah yang sangat rendah di bagian depannya, sehingga memperlihatkan lekuk menggiurkan di dadanya.
“Sudah lama kita tidak melakukannya…” bisiknya penuh harap. Matanya menatap Yoona dengan kemesraan bercampur gairah.
“Eh?”
Wajah Jessica semakin dekat. Sampai Yoona bisa merasakan deru napasnya. Yoona tidak sempat bereaksi ketika Jessica mencium bibirnya. Yoona merasakan bibirnya dikulum dengan lembut. Jantungnya memukul dengan keras.
Yoona merasakan tangan Jessica meraba-raba perutnya dibalik bajunya. Kemudian semakin naik. Tubuhnya mulai merasakan sensasi aneh. Seolah terbakar oleh sentuhan Jessica.
Yoona tidak dapat berpikir jernih saat melihat Jessica mulai menurunkan gaun yang dikenakannya. Sehingga tampaklah sosok Jessica yang polos. Tanpa mengenakan dalaman.
Kemudian dengan senyuman dan sorot mata menggoda, Jessica mulai melepaskan baju Yoona.

Sebelum hal itu keburu berlanjut Yoona telah melompat bangun. Tidak ada Jessica di atas tubuhnya. Dia masih tertidur di sampingnya.
Begitu sadar kalau semua itu hanya mimpi dia menghembuskan nafas lega.
“Gila… mimpi apa aku barusan. Masa aku bercin-” Yoona tidak jadi melanjutkan kalimatnya, takut kalau Jessica mendengar.
“Kenapa aku bermimpi seperti itu…”
Jantungnya masih sedikit berdebar. Kepalanya terasa pusing, jadi dia tidak mau berpikir lebih jauh lagi. Mau dipikir bagaimanapun mimpi ya cuma mimpi. Yang penting bukan kenyataan.
Karena merasa badannya lemas, dia kembali menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.
Akibat dari perbuatannya, Jessica jadi terbangun.
“Selamat pagi.” Sapa Jessica. Meski matanya masih setengah terpejam, tapi senyum bangun tidurnya tetap sangat atraktif.
“Ya, pagi, chagiya.”
“Lesu amat jawabannya.”
“Aku sedikit capek.”
Jessica meraba keningnya.
“Sepertinya kamu demam.”
“Ya, sepertinya.”
“Kalau begitu hari ini istirahat saja seharian. Aku juga mau lanjut tidur lagi sekalian menemani kamu. Mau sambil kunyanyikan sebuah lagu?”
Yoona ingin mengatakan ‘tidak usah’ dengan tambahan kalimat extra ‘nanti aku makin pusing’. Tapi kalau Yuri pasti nggak akan menolak.
“Ya.”
Jessica menyanyikan lagu berjudul That One Person, You.
Mwo? Ternyata Yuri unnie memang bukan hanya sekedar membanggakan kekasihnya. Suaranya memang bagus!
Yoona menemukan dirinya terhanyut oleh suara merdu Jessica. Bibir Yoona merekah membentuk sebuah senyuman saat dia kembali larut ke dalam alam mimpinya.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Secret of the Twin Sister (Chapter 4)" (55)

  1. yeoja yg nyatain cinta ny sm yoona palsu tuh hyunie kn….

    mimpi yuri palsu udh melayang2 smpek ksna…. untung aja itu blom kejadian tpi akn kejadian…

    dtnggu soosun ny thor…

    • haha tau aja itu Hyunnie 😛
      tp terserah, boleh anggap yeoja itu Hyunnie atau bkn, karena hanya fifty-fifty #plak author gak tanggung jawab

      wkwkwk yuri palsu terus XD

  2. NewReader said:

    ya ampun yoong,untung cuma mimpi sebelum bertindak jauh…aigoo
    nuguya yg suka ma yoona a.k.a yuri ?
    makin seru thor ceritanya 🙂

  3. Lee Eun Soo said:

    Yeoja yg blg cinta ama Yul itu Hyunnie yah?
    Haduhhh, Yoong hampir mimpi basah tuh.. Ckckck.. XD
    jgn ampe kejadian deh..

    • iya, Hyunnie sebenarnya, fifty-fifty #plak gaje
      sebenarnya memang sdh mimpi basah, tp kalimatnya malah kuhilangin XD

  4. AAAHHHH~ gue hapir ajah ngamuk untung cuman mimpi… huft *elus2 dada*

    gini nih kalo ngeship yoonsic di real life bukan di ff jadi ketar ketir.. xD

  5. Wkwkwk
    Yuri di perebutkan 2 orang,maksa lagi kedua.a . Poor yuri
    Yoona mimpi.a. . .
    Kekeke apa itu bkn keinginan di bawah sadar??

    Wkwkwk nc gagal XD

  6. annyeong…
    ijinnn savee dulu’-‘

  7. gw kra knyataan. Trnyta cuman mimpi. Ingat yoong it pnya twin lu. Jgn di embat ya

  8. Gaega93 said:

    Yah cuman mimpi batal deh nc nya hehehe , itu gadis yg bilang suka sama yuri itu seohyun kah ?, sok tau deh gua

  9. Yulsicbaby said:

    Aww saya kira itu nyata >.~

  10. Teryta cuma mimpi NC ea ..
    Xeexeexee …
    Yul bner2 dah darah tinggi nie ..
    Haahaahaa ..
    Yoonsic ea bikin diabetes nie ..
    Kwkwkwk

  11. hana mutia said:

    JGS kePDan bgt blg yuri klo ad rasa ke dy. wahhh ngarep bgt itu dy #jitak 😀

    omo! yeoja, brani, alim.
    hyunnie kahh itu yg blg suka ke yuri??
    tp kok sdkt kras kpala n agresif ya #mkir mkir

    nah nah, cm mimpi oiiii mimpi yoon.
    mmpi indah lg itu, ga basah kan ya yoong ahahaha
    klo autor bkin brbau mimpi gni, biasany dkit lg ad NC Alert nih. ahahaha #kabur ahhh

    oke, dtnggu sunny bunny nya jg ya thor 🙂

  12. gorjes spazer said:

    wah..ni jd yoonsic ap yulsic thor?lnjut thor…soon y..thx.

  13. ternyata cuma mimpi toh, kirain beneran fiuhh….
    Yeoja itu sapa??? hyunni bukan thor????

  14. begrippen_yoong said:

    aigo…kasihannya Yuri & begitu populernya Yoong di USA. siapa ya yeoja itu?? Hyunnie kah??

    aw..aw….aw, YoonSic so romantic pisan euy…..

  15. agustina_huang said:

    Waduh…yuri pusing tuh diklilingin org2 yg suka sm yoona… Sdgkan yoona lg gantiin posisi yul utk ngebahagia in sica…sweet bgt… Oh lala…yoona ada2 az mmpinya..hahaha

  16. dian yoonsic said:

    yoonsic jjang authour ny apalagi
    gomawo unn

  17. Yoong romantisnya
    Truz itu sica gak curiga gitu sama yoong

  18. Monik andai kalau sampai yoona sama sica beneran kaya gitu aaaaaa ga kebayang ._.
    Cewe yang suka sama yoona palsu hyunnie ya?soalnya manggilmya unnie, tapi knp hyunnie agresif sekali

  19. hello…
    enak yoona mimpi basah sementara yuri mimpi buruk yaitu geun suk dan yeoja kejar tanpa henti.

  20. yoonyul_acoy said:

    Wih yoona mimpi apaan tuh coy?
    apkh yg ngejar2 yul itu hyunie coy?
    oklh dtunggu kelanjutannya!

  21. JGS trlalu PD…
    Yoonsic terlalu…er… Sangat romantic!!

  22. Wow yoong ituh cuma mimpi tpi nyampe lemes gitu.?

    Yul a kasian tuh Di tarik2 gitu kan sakit.?
    Thor soosun a ko lum update lgi sih Di tungu ne.~_^

  23. taengsicless said:

    wahhh sweet moment
    jgn2 nti sica malah jatuh cinta beneran sm yoong

  24. nahhh… siapa yeoja yg nembak yuri (yoona)?? Seohyun??

    ehh.. si Yoona mimpiny byun.. tpi kra2 klo bnran gmn ya???

    thanks for update mon..

  25. Ugh, untung cuma mimpi. L0w kenyataan gmna cba? Maza y0ona nyicipin propertinya yul? Plak!
    Eh, itu cpa tdi cewek yang ngungkapin cintanya ke yuri? Seohyun yah? Eh, tp maza cih seagresif itu? Lnjt!

  26. yaahh, kirain yoonsic mau berNC ria, ternyata cuma mimpi u,u #plaaak
    cewe yg nembak yoona itu seo kah? kok aku malah berpikirnya krystal #loh?

  27. shosiiinewreader said:

    wah,cewek yang nembak yoona unnie kok berani banget ya?semoga itu hyunnie unnie supaya jadi yoonhyun deh..haha..
    yaaa,author jahat NC-nya di palsuin…lanjut thor!

  28. Aaaahh co cuuiittt… Sicababy suaray emg mrdu kok.. Eh eh klau Yoona sdh mpi kyk gtu,ad tnda2 Yoona bkal ksengsem sm Sicababy ni.. Hmm.. Rumit rumit rumit klau bgini..

  29. yeoja yang nyatain prsaan ma yoona jdian” itu hyunnie kan… #plak
    Hmm.. Di lnjut thor….

  30. untung gak jadi 😛

  31. waw. ternyata cuma mimpi toh.. kirain bakal beneran #plakk ngarep.
    yoong apa tahan ya akting trus.. gimana kalo suatu saat dia akhirnya suka ama sica.. wah wah.. tapi kayaknya masih lama ya. hehehe
    lanjuttt

  32. wah Yuri di buat frustasi oleh fans fanatik Yoona 😀
    berni jga yah tuh cwek nembak Yoong x_x
    Aigoo.., Yoong apa yg kau mimpikan???
    oke dah d tgg next postny 🙂

  33. Shin Young said:

    Aihh yoong kau memang hebat,tpi mimpi mu sungguh gila!

  34. blue ocean said:

    aaiigggooo aq melted berat thorr.. daebak!!!

  35. Uuuhhh romantis nya makan malem di hotel,pergi ntn bioskop,pulang jln kaki sambil bergandengan nikmatin salju turun hhmm romantis banget 🙂

  36. I love yoonsic

  37. hennyhilda said:

    Th kn yoona amp mimpi bcinta m jessica hehehe
    semangat author

  38. Kim/Choi said:

    Lanjuuuuutttttttttt 😀

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: