~Thank you for your comments~

Sunny Bunny (Chapter 9)

A/N : Entah kenapa rasanya ff ini jadi lebih panjang dari yang diperkirakan. Tapi yang penting mengena 🙂 (Dan karena author sangat menggilai SooSun, belum ada obatnya +_+ #ngaku galau gara-gara SooSun)

Happy Reading Everybody~

Begitu saja gelas yang dipegang Sunny terselip dari pegangan tangannya dan tumpah ke lantai. Untung saja gelas yang dibawanya plastik. Kalau tidak kakinya bisa ikut terluka kena pecahan beling.

Namja itu segera menarik dirinya begitu mendengar suara dari balik pintu. Dia jadi salah tingkah. Kemudian dia segera keluar kamar. Saat melewati Sunny dia berkata tanpa berani memandangnya.
“Aku akan pulang. Tolong rawat Sooyoung.”
Jong Hyuk merasa sangat malu karena kepergok. Kemudian dalam hitungan detik, rumah itu sudah hening lagi.
Sunny masih berdiri di sana selama beberapa saat, belum kembali menguasai dirinya. Berada dalam keadaan setengah syok sampai terdengar suara pintu depan tertutup.
“Ah, kunci kunci.”
Pesan Sooyoung sudah terekam dengan jelas di otaknya, jadi Sunny mematuhinya. Dia berjalan ke depan dan menguncinya. Kemudian kembali ke kamar dan kakinya menyenggol gelas plastik yang tadi dijatuhkannya.
“Tumpah… harus di lap.”
Sunny pergi ke dapur untuk mengambil kain. Dia asal saja mengambil kain. Kain yang diambilnya adalah kain yang digunakan untuk mengelap tangan sehabis mencuci. Kemudian Sunny mengelap tumpahan air itu. Saat sedang mengerjakannya, dia mendengar erangan lirih dari arah kamar.
“Hampir lupa, aku kan harus memberi Sooyoungie obat.”
Jadi sekali lagi Sunny pergi mengambil air. Dan dengan gelas yang sama pula, karena dia tidak banyak berpikir. Mata Sunny sempat melihat sekilas kalender. Pada tanggal esok dilingkari dengan spidol merah, tapi Sunny tidak memberi perhatian dan terus berjalan ke kamar. Yang ada di pikirannya sekarang adalah harus segera memberikan Sooyoung obat.
Sunny duduk di sebelah Sooyoung.
“Sooyoungie, aku bawakan obat demam nih. Ayo diminum.”
Jawabannya hanya erangan tidak jelas.
Kemudian Sunny teringat adegan dalam novel yang dibacanya. Meminumkan obat dari mulut ke mulut.
Seharusnya aku tidak boleh melakukan ini, tapi… mianhae Sooyoung…
Dia mulai dengan memasukkan sebutir obat ke mulutnya dan meneguk air. Kemudian Sunny memposisikan dirinya di atas Sooyoung dan menatap lekat wajah tidurnya. Bayangan akan namja itu mencium bibir Sooyoung kembali terlintas di otaknya. Membuat hati Sunny kembali diremas-remas. Meski perasaan Sooyoung sudah berubah sekali pun tidak akan mengurangi cinta Sunny pada Sooyoung.
Sunny menempelkan bibirnya, membuka paksa mulut Sooyoung dan menyalurkan obat beserta air itu ke dalam mulutnya.
Sooyoung merasakan air mengalir masuk ke rongga mulutnya. Karena sesuatu seperti menghalangi mulutnya untuk memuntahkan keluar terpaksa dia menelannya.
Setelah mendengar suara menelan dari tenggorokannya, baru Sunny melepaskannya.
“Istirahatlah…” Perlahan, Sunny menggerakkan tangannya ke wajah Sooyoung, mengusapnya lembut. “Saranghae, Sooyoung.”
Sunny terus menunggu di sisinya dengan sabar. Sunny tertidur di sisinya tanpa sekalipun melepaskan tangan Sooyoung malam itu.
Pagi pun tiba.
Wajah Sooyoung mengerut kesakitan sebelum membuka matanya. Yang dilihatnya pertama adalah seorang gadis berambut pirang.
“Sunny…? Mana oppa?” tanya Sooyoung masih dengan mata separuh terpejam dibalut kantuk.
“Dia sudah pergi sejak kemarin setelah mengantarmu pulang.”
“Ohh…” Sooyoung meraba kepalanya yang terasa pening. “Sepertinya aku memang pingsan. Eh tunggu, berarti ini sudah hari esok?”
“Ya.”
“Jam berapa sekarang?”
“Jam sebelas siang.”
“Aish, lama juga aku tak sadarkan diri. Aku harus segera membuatkan makan pagi… anggap saja sekalian merangkap makan siang.”
“Jangan memaksakan dirimu.”
“Kurasa aku sudah terlalu lama berbaring.”
Ketika Sunny melepaskan genggaman tangannya, Sooyoung baru sadar kalau tangan kirinya langsung terasa sedikit sejuk. Kehangatan masih tersisa di tangannya. Dan membayangkan Sunny menggenggam tangannya semalaman, menghangatkan hatinya.
Setelah membuat makan pagi sekaligus makan siang, keduanya makan dengan tenang.
Rasa lelah di tubuhnya menyita perhatian Sooyoung terhadap Sunny. Dia tidak sempat mencium perubahan sikap Sunny. Termasuk Sunny yang tidak bawel karena tidak ada wortel maupun kangkung di atas meja.
Kemudian setelah beres-beres, Sooyoung kembali merebahkan dirinya di atas kasur.
“Fiuhh… aku jadi seperti sapi saja, habis makan langsung tidur.”
“Kurasa kamu memang perlu menambah sedikit berat badan, Sooyoungie, kamu terlalu kurus.”
“Tapi bukannya berat badanku yang bertambah, malah pipiku yang tambah tembem.”
“Sooyoungie… sekarang kamu mencintai sunbaenim-mu itu?”
DEG
“A-apa, kenapa tiba-tiba bertanya begitu. Mana mungkin.”
Sekarang Sooyoung menatap wajah Sunny. Sorot mata Sunny yang begitu meyakinkan, membangkitkan perasaan aneh di hati Sooyoung.
“Kamu tahu Sooyoungie… kamu tidak perlu berbohong demi aku. Aku bisa tahu… karena aku merasakannya.”
Dan setiap kali pula Sooyoung teringat pada namja itu, jantungnya berdebar aneh.
“Kamu mencintai namja itu.”
Suara Sunny sangat tenang. Bahkan berkesan datar.
Kalimat Sunny terus bergema dalam dirinya, tidak peduli Sooyoung membantahnya ratusan kali.
Andwae… benarkah itu? Aku mencintai oppa? Apakah ini yang namanya cinta lama bersemi kembali?
Semakin dipikir malah membuat jantung Sooyoung semakin berdebar tak karuan.
Sebenarnya apa yang terjadi padaku? Bukannya aku masih mencintai Sunny? Lalu kenapa hatiku terus berdebar memikirkan oppa?

Sunny POV

Benar, selain aku adalah yeoja. Aku juga bukan manusia seutuhnya.
Aku hanya bisa menjadi manusia karena…
Terdengar suara ketokan dari pintu depan.
“Akh, siapa itu, gangguin orang tidur saja.”
Sooyoung beringsut bangun dengan raut wajah jengkel dan berjalan keluar dari kamarnya.
Aku mengikutinya di belakang. Dan melihat namja itu menyambut Sooyoung di depan pintu.
Aku baru sadar.
Kalau aku bisa hidup kembali bukan semata-mata karena bantuan dari sinar matahari.
Tapi aku juga bisa hidup kembali karena cinta yang diberikan Sooyoung padaku.
Perasaannya yang memberiku hidup.
Sewaktu dia meneteskan air matanya di makamku…
Karena air mata itu… merupakan ungkapan perasaannya yang paling tulus.
Berkat cintanya aku bisa hidup kembali.

Third Person POV

Sooyoung kaget ketika menemukan Jong Hyuk tegak di depan pintu rumahnya.
Sebelum dia berkata apa-apa, sebuah karangan bunga disodorkan ke hadapannya. Sebuah karangan bunga anggrek yang sangat cantik. Kuning, putih, dan ungu berpadu serasi. Memancarkan kesegaran dan keindahan yang hanya dapat ditampilkan oleh bunga.
Sooyoung malah tertegun bingung.
“Selamat ulang tahun, chagiya.”
Sooyoung benar-benar lupa kalau hari ini hari ulang tahunnya.
Dia merasa malu sekaligus terharu. Namja ini begitu perhatian justru pada saat dia sendiri melupakan hari ulang tahunnya.
Kata ‘chagiya’ yang diucapkan namja itu bagaikan sebuah tamparan di wajah Sunny.
“Gomawo oppa, kok tahu sih ini hari ulang tahunku?”
“Mana mungkin aku melupakannya.”
Sunny baru sadar kalau tanggal yang dilingkari dengan spidol merah dalam kalender yang dilihatnya kemarin ternyata adalah ulang tahun Sooyoung! Sayang kemarin dia tidak memperhatikannya.
“Dan ada satu hadiah lagi.”
“Apa itu?”
“Sini sini.”
“?”
Namja itu membuat bahasa tubuh seolah ingin membisikkan sesuatu. Sooyoung memberikan telinganya. Dan kesempatan itu digunakan Jong Hyuk untuk mengecup pipinya dengan mesra.
“Aishhh! Oppa ini!”
“Hahaha! Kena!”
Sooyoung memegangi pipinya, tapi dia sama sekali tidak terlihat marah.
Sunny merasa matanya panas. Sunny memalingkan wajahnya. Air mata menggenangi matanya. Biarpun seharusnya dia sudah menduganya, tapi ini masih terasa menyakitkan untuk dilihatnya.
“Kalau kamu sudah baikan, yuk kita pergi jalan-jalan?”
“Eh? Tapi-“
“Ayolah, ini kan hari istimewamu. Lupakan semua urusanmu khusus untuk hari ini saja. Kita pergi makan enak.” Potong namja itu begitu dia membaca kebimbangan dalam suara Sooyoung.
Entah mengapa Sooyoung seperti tidak dapat menolak ajakan namja itu. Dia pikir, kenapa tidak? Kan cuma sehari ini saja. Lagipula dia shik shin. Makannya barusan tidak banyak jadi masih berasa lapar.
“Tolong jaga rumah ya, Sunny.”
Dengan kalimat itu, Sooyoung meletakkan karangan bunganya di dalam rumah dan dia pun pergi bersama dengan Jong Hyuk.

Jong Hyuk POV

Hehehe.
Kamu tidak akan bisa menolakku, Sooyoung. Hatimu sekarang milikku. Karena kamu sekarang berada di bawah pengaruh ‘pelet’ku. Aku membuat ‘pelet’ itu bekerja dengan menciummu kemarin. Tentu saja kamu tidak akan pernah tahu. Dan kamu tidak akan pernah sadar. Mengira dirimu hanya jatuh cinta biasa padaku. Kurasa kamu juga akan lebih bahagia kalau tidak mengetahuinya. Seperti kata orang, ketidaktahuan adalah kebahagiaan.
Tapi kamu tidak usah khawatir, karena akan kubalas perasaanmu itu sepenuhnya. Jadi kamu tidak akan bertepuk sebelah tangan.
Maaf, aku terpaksa melakukan ini. Karena aku benar-benar serius menginginkan dirimu. Mungkin apa yang kulakukan ini salah. Tapi aku bahagia. Kamu pun bahagia. Pada akhirnya, yang penting kita bahagia. Itu saja.

Third Person POV

Sekarang hanya Sunny seorang diri di rumah. Bahkan tidak ada orang tua Sooyoung untuk diajak mengobrol. Bukan pertama kalinya dia sendirian seperti ini. Dia sudah biasa. Tapi ini pertama kalinya dia merasakan sesakit ini.
Sunny meremas dadanya yang lagi-lagi terasa sesak. Rasa sakit itu kembali padanya.
Sunny berjalan terseok-seok menuju kamar Sooyoung dan segera membaringkan tubuhnya di atas kasur.
Sempat terpikir olehnya bagaimana hidupnya jika ia tidak pernah bertemu dengan Sooyoung. Tapi jika ia memang mencintai Sooyoung, ia harus menerima apa adanya. Memberikan ruang yang luas agar hati Sooyoung bisa memilih tanpa adanya paksaan.
“Kalau memang Sooyoung mencintainya…”

Sunny POV

“Uhhh….”
Seluruh badanku rasanya sakit, tapi lama-lama aku mulai bisa beradaptasi dengan rasa sakit ini. Kemampuan manusia untuk beradaptasi memang luar biasa. Bahkan pada rasa sakit sekalipun.
Kalau Sooyoung sampai memberikan seluruh cintanya pada namja itu.
Dan perasaannya padaku lenyap tak berbekas.
Mungkinkah aku benar-benar akan mati…?
“……………..”
Tapi tidak apa-apa, aku juga tidak boleh hidup di sisinya. Karena sekarang aku sadar.
Bahwa selama diriku berhubungan dengan Sooyoung.
Sewaktu kami bercinta.
Bahkan sewaktu kami berciuman juga.
Setiap kali itu pula aku menghisap energinya.
Sooyoung yang pingsan kemarin juga akulah penyebabnya…
Dengan aku terus berdekatan dan melakukan hal-hal romantis bersamanya. Aku sama saja dengan mengorbankan Sooyoung. Kalau begini terus lama-lama…
“……………..”
Kenapa aku terlahir seperti ini? Lebih baik aku…
Kemudian mataku tidak sengaja melihat sebuah amplop di bawah kolong meja.
Hampir lupa, ini kan gajiku.
Benar juga, ini kan hari ulang tahunnya. Dengan uang ini, aku akan membelikan Sooyoung sesuatu.
Aku memaksa bangun tubuhku yang terasa berat.
Mungkin ini juga hadiah terakhir yang bisa kuberikan padanya.

**

Third Person POV

Sooyoung dan Jong Hyuk berjalan bersama sambil bergandengan tangan.
“Kenapa kemarin kamu pingsan?”
“Aku juga tidak tahu, mungkin kelelahan. Oppa yang menggendongku pulang?”
“Ya.”
“Gomawo oppa.” Sooyoung menyandarkan kepalanya di bahu Jong Hyuk. Merasa senang dengan sisi maskulin namja itu. Benar-benar sangat berbeda dengan saat bersama Sunny. Barangkali memang sudah kodratnya untuk mencintai seorang namja.
“Mau makan apa?”
“Lihat saja nanti menunya.”

**

Sunny baru saja menanyakan apakah ada tempat yang menjual berbagai macam barang pada seorang yeoja. Kemudian yeoja itu memberitahu arah untuk ke sebuah market dari tempat mereka berdiri. Sunny mengucapkan terima kasih sambil membungkukkan badan sedikit dan berjalan pergi.
Sunny tidak sadar bahwa dirinya sedang jadi bahan tontonan. Dengan rambutnya yang berwarna pirang dan tubuhnya yang molek. Banyak namja memandangnya dengan tatapan penuh kagum. Tapi dia sama sekali tidak menyadarinya.
“Akh!”
Saat sedang berjalan, Sunny merasakan tusukan yang amat menyakitkan dari dalam dirinya.
Rasa sakit ini tidak main-main… apa aku benar-benar akan mati?
Setidaknya… tahan sebentar lagi…

**

Sooyoung dan Jong Hyuk sudah sampai di sebuah rumah makan paling mewah di desa ini. Suasana di dalam rumah makan itu terasa nyaman dan bersih. Setelah menyebutkan jumlah orang pada salah seorang pelayan, mereka diantar ke salah satu meja atas permintaan Jong Hyuk yang menginginkan tempat yang dipojok, supaya tidak ada pengganggu.
Dua buku menu diberikan pada mereka. Pelayan itu pamit untuk memberikan mereka waktu untuk memilih dan mengatakan jika mereka sudah memutuskan nanti tinggal panggil saja.
Mata Sooyoung menelusuri daftar menu.
Selama beberapa saat, Jong Hyuk membolak-balik halaman itu sebelum bertanya. “Sudah memutuskan?”
“Ah, banyak pilihan sampai-sampai aku jadi bingung.”
“Kamu pernah kesini sebelumnya kan?”
“Tapi sudah lama sekali. Dulu menunya tidak sebanyak ini. Sekarang lebih banyak pilihan.”
“Normalnya seharusnya kamu yang bayar karena hari ini kamu berulang tahun. Tapi khusus kali ini aku yang akan membayarimu.”
“Ah masa?”
“Benar.”
“Oppa baik deh.” Sooyoung menunjukkan sedikit aegyo.
“Jadi mau pesan apa?”
“Sebentar, masih bingung.”
“Sate kelinci bagaimana?”
“Mwo?”

**

“Jadi disini…”
Sunny sudah berada dalam market kecil dan sedang memilih barang apa yang akan dibelikan untuk Sooyoung. Sorot mata Sunny sangat lembut. Kalau dilihat dari luar, tidak akan ada yang menyangka bahwa dalam tubuh mungilnya saat ini Sunny sedang bertempur dengan rasa sakit.
Sunny mengelap tangannya yang sedikit berkeringat di bajunya. Dan mengambil bungkusan snack korea yang lain. Masih dengan jari telunjuk berbalut plester luka.
“Sooyoung suka makan, jadi mungkin dia akan suka kalau kubelikan makanan.”
Sunny tidak peduli dirinya yang bicara sendiri. Hanya memikirkan Sooyoung sambil memikirkan akan membelikan barang yang disukainya berasa dirinya seperti sedang mengalami kisah cinta yang inosen. Jantungnya berdebar-debar seperti ketika baru pertama kali jatuh cinta.
Sunny mengembalikan snack itu ke tempatnya.
“Tapi mungkin daripada makanan, lebih baik beli benda yang bertahan lebih lama. Supaya dapat dikenang walau setelah aku tidak ada di sisinya…”

**

Sooyoung merasa ada yang aneh. Perasaan ilfil seperti memenuhi dadanya. Tapi dia juga tidak mencegah namja itu ketika dia memesan sate kelinci kepada pelayan tepat di depan matanya. Sooyoung berharap rasa ilfil ini cepat-cepat pergi jauh.
Raut mukanya juga berubah ketika Sunny dan bunny terlintas dalam otaknya. Sooyoung jadi jengah.
“Sate kelinci enak,” kata namja itu setelah selesai menyebutkan makanan-makanan yang mereka pesan.
Mendengar itu perut Sooyoung serasa terkocok. Nafsu makannya hilang. Sooyoung berdiri dari tempat duduknya. Berniat ingin pulang saja.
“Mau kemana?”
Sooyoung menajamkan telinganya. Khawatir salah dengar. Tapi dia barusan merasa membaca sedikit nada ancaman dalam suara namja itu. Sejenak mereka saling tatap. Dan dalam sejenak itu, Sooyoung menemukan dirinya tidak bisa pergi meninggalkan namja itu begitu saja. Jadi otomatis jawabannya pun berubah juga.
“Ma-u ke-toi-let.” Mendadak kalimatnya jadi terbata-bata.
“Oh, maaf sudah mencegahmu, silakan.” Namja itu hanya tersenyum simpul dan melipat tangannya di atas meja. Sebenarnya dalam dirinya tadi sudah berfirasat Sooyoung hendak pergi meninggalkannya.
Sooyoung mengangguk pelan dan berjalan menuju kamar mandi.

**

Sunny berjalan terhuyung-huyung menuju rumah.
“Aku sudah beli…”
Uang Sunny yang hanya berjumlah sedikit itu langsung habis tak tersisa.
“Mudah-mudahan dia senang menerimanya…”

**

Sooyoung sudah kembali duduk di hadapan namja itu. Dia merapikan posisi duduknya, supaya terlihat seperti wanita dewasa yang anggun karena ingin memberikan kesan yang bagus untuk namja itu.
“Sambil nunggu pesanan datang. Sebenarnya aku masih punya satu hadiah ulang tahun lagi untuk kamu.”
“Mwo? Bukan cium mendadak lagi kan?”
“Haha, bukan, maaf kalau tadi aku mengagetkanmu.”
Jong Hyuk menyodorkan sebuah kotak berisi cincin berlian yang indah. “Sekali lagi selamat ulang tahun.”
Sooyoung sempat memandang cincin itu dengan kagum. Kalau diuangkan pasti nolnya banyak!
Membaca ekspresi Sooyoung, Jong Hyuk tersenyum yakin, merasa positif Sooyoung pasti akan menerimanya.
“Jangan, oppa.”
Jawabannya sungguh diluar dugaan.
“Aku tidak bisa menerima benda semahal ini padahal pacaran saja kita belum.”
Jong Hyuk merasa terpukul. Dia sempat ke geer an dengan berpikir mereka sudah berpacaran secara tidak langsung. Dia pikir walau Sooyoung tidak mengatakannya terang-terangan, mereka sudah resmi jadian. Orang tadi saja tangannya boleh dipegang. Dan Sooyoung juga menyandarkan kepalanya di bahunya.
“Tapi kamu mulai menyukaiku kan. Gwenchana, terima saja. Aku bisa membeli benda seperti ini sebanyak apa pun.”
“Tapi ini terlalu besar, oppa.”
“Kumohon, Sooyoung, jangan tolak permintaanku. Aku gampang tersinggung.”
“Tapi aku tidak mau memberi harapan terlalu besar kalau nantinya aku malah mengecewakan oppa.”

Apa ini? Jangan bilang peletnya tidak sepenuhnya bekerja!? Kurang ajar! Bilangnya seratus persen cinta akan terbalas. Dukun itu mau menipuku ya?! maki Jong Hyuk dalam hati.

“Kalau oppa memang memaksa, akan kuterima.”
Saat Sooyoung hendak mengambilnya, Jong Hyuk menarik kembali tangannya dan menyimpan kotak itu di sakunya.
“Sudahlah, maaf kalau aku berkesan terlalu memaksamu menerima. Kamu juga punya hak untuk menolak.”
“Jeongmal mianhae, oppa…” Sooyoung menunduk dengan penuh penyesalan.
“Ani, aku yang salah. Aku tidak memikirkan perasaanmu, maafkan aku,” ujar Jong Hyuk berusaha menahan kesabarannya. Bagaimanapun dia ingin tampil sebagai namja yang lembut di mata Sooyoung.
Pelayan datang membawakan makanan.
Sooyoung langsung merasa pucat begitu melihat sate kelinci dihidangkan di atas meja. Rasanya dia sungguh mual. Sooyoung memegangi mulutnya dan berdiri dari tempat duduknya.
“Maaf, aku mau ke toilet lagi.”
“Lho? Makanan baru saja datang kok. Lagipula bukannya barusan kamu ke toilet?”
“Urusan perempuan.” Alasan Sooyoung sambil berlalu tanpa menunggu jawaban namja itu lagi.

**

Sunny sudah sampai di rumah dan sedang berbaring seorang diri di kasur Sooyoung. Merasa sangat lemas setelah tubuhnya dipakai paksa untuk berjalan.
“Uhuk! Uhuk! Uph…!” Sunny merasa mual. Dia berusaha menyamankan posisi tidurnya dengan menyingkirkan bantal di bawah kepalanya.
Sunny menatap lurus ke langit-langit kamar tapi yang dipikirkannya hanyalah Sooyoung.
“Hahh… hahh… hahh…”
“Pulanglah…”
“Sooyoungie…”
Di tangan kanannya yang berkeringat tergenggam sebuah barang yang hendak dia berikan pada Sooyoung.

**

Di dalam toilet, Sooyoung langsung muntah. Untung dia belum mulai makan, kalau tidak semua makanannya akan terbuang percuma.
“Hoeekkkk!! Hoeeeekkkkk…….!!” Sooyoung muntah beberapa kali.
“Haaa…” Setelah memuntahkan, Sooyoung menyeka mulutnya dengan punggung tangan.
“Sate… kelinci…”
Sooyoung jadi ingat bunny nya yang dulu di…
Pemandangan itu mendadak kembali menghantuinya.
“Ani… aku harus kuat. Kalau kelamaan aku akan membuat oppa khawatir.”

**

Setelah itu, sebisa mungkin Sooyoung tetap menjaga ekspresi dan sikapnya. Dia berhasil melaluinya. Makan bersama dengan Jong Hyuk.
Tentu saja Sooyoung tidak memakan sate kelinci itu sama sekali, biarpun baunya mengundang. Biarpun sudah ditawari berkali-kali. Dan biar pun Jong Hyuk menyantap sate itu dengan lahapnya di hadapannya.
Jong Hyuk tidak akan tahu bahwa Sooyoung sudah membuat komitmen bahwa sampai mati pun dia tidak akan pernah makan semua makanan yang memakai daging kelinci!

**

Sehabis makan, selayaknya seorang gentleman, Jong Hyuk mengantar Sooyoung pulang.
“Gomawo untuk hari ini, oppa.”
“Aku menantikan makan-makan bersama denganmu lagi,” kata Jong Hyuk dengan seulas senyum
Asal jangan pesan sate kelinci lagi! gerutu Sooyoung dalam hati. Tapi wajahnya tetap menampilkan senyum.
Setelah keduanya saling melambai, Sooyoung masuk ke dalam rumah dan menguncinya.
Sooyoung geleng-geleng dan sedikit tersenyum ketika melihat karangan bunga dari Jong Hyuk.
“Pasti ini bunga import. Tapi kalau bunga aku tak bisa menolaknya.”
Sooyoung mengamati keindahan bunga itu. Sooyoung tahu bahasa bunga ini karena pernah membacanya di buku.
“Bunga anggrek sendiri bermakna cinta. Kuning berarti keanggunan. Putih, keindahan, kelembutan, kemurnian. Dan ungu sendiri adalah cinta. Oppa romantis juga.”
Lalu Sooyoung berjalan di dalam rumahnya sambil memanggil nama gadis itu.
“Sunny! Kenapa kamu tidak mengunci pintu?!”
Ketika masuk ke kamarnya, jantung Sooyoung langsung berhenti begitu melihat keadaan Sunny.
“Sunny!”

*~To Be Continued~*

A/N : Entahlah, padahal blank tapi tahu-tahu selama bikin ff alurnya bisa mengalir sendiri dalam otak #merinding (mungkin memang lebih baik mikir simple lalu go with the flow kali)
Waktu bikin ff Eien no Kizuna aku juga go with the flow dari awal sampai akhir, dan malah hasilnya memuaskan (menurut author)
Juga habis baca novel untuk peningkatan kualitas kalimat yang hampir menurun #malah jadi curcol

Dan chapter depan bakal jadi post ke-200 di WP ini, upupupu 😀

Don’t forget to comment 😉

Advertisements

Comments on: "Sunny Bunny (Chapter 9)" (66)

  1. Yaaa oppa sialan. .
    Berani.a pake pelet,,
    apa sunny akn mati ??

  2. mudah2an soo emang gk trpengaruh peletnya. Sunny knpa it?

  3. Author paling bisa deh mengacau balau kan perasaan reader. TBC nya itu loh, menyebalkan!
    Xixixi

    Ahh~ ternyata orang Korea tau pelet juga.
    Kirain pelet cinta cuma ada di negara kita doang. Wk

    Pesanku buat Sooyoung, silahkan pakai hati saat Jong Hyuk bersikap romantis, tapi gunakan logikamu saat dia menembakmu, dan km ingin menerimanya. Jong Hyuk itu curang, dan jangan lupakan Sunny!

    *tolong sampaikan pesanku ya, Thor 😀

    • Wkwkwk gak cuma di indo kurasa tp entah kalau korea
      Tinggal import dukun cinta aja #la?
      Sip, pasti kusampaikan wkwkwk XD

  4. Aigoo mas brro, 2013 neeh masi musim aje pake pelet. . .
    Sunny knp tuh ? Sunny, apa yg t’jd pd nya ??
    Next thor. .

  5. hana mutia said:

    aisshhhh
    jong hyuk pke pelet.
    ihhhh jitak jg tuh org, kesel bgt.
    udh main nyosor2 aj kmrin kisseu soo 😦

    untunhny soo g brpengaruh pelet pad nolak cincinny. trus g mkan sate klinci itu.
    soo bner2 stu hati n bsa d ktakan sma2 d kendalikan sunny.

    itu line akhir sunny knp? smga g knapa2 deh ya 😦

  6. shosiiinewreader said:

    aduh,ternyata namja aneh itu melet soo unnie!untung peletnya gak ngaruh..AMEN..
    sunny unnie berkorban banget,tapi hubungan sunny sma soo unnie apa ya?kok kalau sunny unnie sakit hati soo unnie juga rasa ya?

  7. Namja sialan…. Udah maen pelet, psen sate kelinci pula…!!!

    Aduhh… Sunny knp?? Blik jd bunny lg??? Atau kmungkinan trburukny, sunny……..

  8. Tareetaree Lezthare said:

    Soo di pelet.
    Lol
    ck.
    Ini mengharukan.

  9. Sunny kenapa tuch?apa berubah lagi jadi kelinci mudah”an gak

  10. Sunny kenapa tuch?apa berubah lagi jadi kelinci mudah”an gak ouwh ea tor boleh minta pw gak buat yg cerita yg di paspord law boleh kirim kesini
    Addict9113@yahoo.com
    Makasih yach tor

  11. Gaega93 said:

    Oh dpelet toh , ka ini udah mau end ya ? *soktau* eh , tbc nya ngeselin jadi penasaran si sunny nya kenapa .

  12. oh ternyata lee jong hyuk pake pelet toh btw dukun siapa manjur bangget jd pengen melet soo young juga(plak di timpukin reader lain )
    thor kok sunny juga ikut sakit apa itu proses dia jd manusia kayak gumiho dong di film my girl friend is gumiho

    • Karena Sunny bisa hidup berkat cinta Soo jg. Makanya Sunny jd kesakitan karena cinta Soo pd Sunny berkurang smp hampir habis gara2 namja itu

  13. noeyanzien said:

    jadi selama ini, ketika mereka berdua bercinta, sunny secara otomatis ngambil kekuatan sooyoung trus soo jd gampang kecapekan dan jatuh sakit, tapi kalau mereka gak bercinta jd sunny dong yg menderita karna gak punya kekuatan.

    wah bisa saling membahayakan dong itu, apakah gak ada alternatif lain untuk memberikan kekuatan pada sunny tanpa mengambil kekuatan sooyoung?

  14. icepearl_choding said:

    aish jong hyuk knapa kamu jahat bgd sih !!!!
    jgn sampe knapa2 sunny…

  15. wah.. ada pelet juga ya.. kekeke.. aneh sebenernya tapi masuk kok ke dalam cerita.
    sunny kenapa tuh.. cuma sakit aja kan ya.. nggak bakal berubah lagi jadi kelnci. duuh jangan ampe deh.
    soo.. save sunny!

  16. hee mmg di korea ada pelet ya?
    gak elit bgt sih, cinta ditolak dukun bertindak? -_-
    namja apaan tuh.

    entah knp waktu baca ini aku jadi inget dramkor 49 days sama my girlfriend is gumiho ya?
    mngkn krn unsur hidup setelah dpt air mata dan siluman yg ingin berubah jadi manusia.
    hahahaha tpi bagus kok ff nya.

    itu bunny knp? o_O
    masak jadi kelinci lagi dan sekarat?

    buruan update.
    hwaiting.. (9 ^o^)9

  17. yoonyul_coy said:

    kyaaa sialan pkek pelet dia ternyate…si soo jg terpengruh lgi…bagaimana ini coyyy?
    sunny apa yg trjdi pda drimu?apkh dia berubh jd kelinci lagi..jwbannya hnya author n TUHAN yg tau…
    ok deh coyyy dtunggu klanjutannya? 😉

  18. agustina_huang said:

    Arghh… Jong hyuk krg ajar,prlu dihajar nih trnyata pke pelet ke soo… Kasian kan sunny bunny 😦 brtahanlah sunny,jgn ampe mati ya :(‘ hiks

  19. Teruss … Mana lanjutan cinta segisembilan U.U

  20. unnie, aku kurang jelas.
    jadi sunny hidup bukan berkat bantuan matahari? tapi karena soo cinta sama dia?
    karena unnie soosunatic akut, jadi ceritanya mengalir 😀
    nyesek juga, part awal2 sweet, setelah sampe sini nyeseknya bukan main u,u

  21. annyeong…
    jadi sooyoung di pelet?tapi peletnya gak berhasil xD
    -sunny kenapaa!!?

  22. sunny bunny sweety…. knpa tuh??

  23. semoga sunny gak kenapa”…. kasihan. 😦 pasti sakit banget…

  24. pdahak cinta ny blom ditolak ypi dukun udh bertindak. …

    knp dgn sunny….
    jgn blg sunny berubah jd kelinci lg…. andwae

  25. huaa, pengen juga. tapi ngga memungkinkan T.T
    salamkan pesanku pada yulsic yaa unnie, bilang aku royalshipper sejati sampe mati #plaakk
    dan juga taeng yg suruh buruan cepet nikah ama ppany, kalo ngga …
    dan juga hati-hati dijalan. hehe ^^

    • Wkwkwk mendekat aja gak bisa pasti gmn nyampeinnya 😛
      Bawa banner tengsin
      TaeNy nikah itu harapanku, spt keajaiban, kalau seandainya terjadi pasti sdh menghabiskan 9 tahun keberuntungan semua Locksmith 😛 #lebay

  26. dirgantara said:

    Aiisshh…smp than npas bcay. Seru Thor!! Tp pas seru2y tw2 TBC iiiihh nyesek bgt.. Woo,jd cwok kok g gentle?? Pke mbah pelet cb pke mbah google aje hehehe.. SooSun jgn pisah yaaaaaaa..

  27. amin ^^
    abis gitu yulsic, abis gitu soosun, duo maknae terakhir.
    abis gitu aku selametan 7 hari 7 malem kalo royal family nikah XD 😀 *menghayaltingkattinggi*

  28. apa2an ni..jonghyuk pke pelet segala..

  29. aku bakalan jadi penonton nomer wahid yang menunggunya 😀

  30. aisss…ternayata nanja itu pake pelet, pantesan soo berpaling dari sunny
    sunny kenapa tuh, jangan2 berubah lagi jadi kelinci to jangan2 malah sekarat lagi
    ditunggu kelanjutannya thor…

  31. Teryta soo d pelet ..
    Pntes soo koq nurut bgt ..
    Sunny ksian bgt …
    Sunny npa tuhh ???

  32. Emg d k0rea dha pelet?
    Author.ny dha2 jha euy
    hahaha

  33. Lee Eun Soo said:

    Hadeh.. Plis deh mas broh.. 2013 pake pelet?
    Dan emg di Korsel ada pelet yah? XD
    JongHyuk curang.. Gak gentle sm skali.. :-@
    Syoo, cepatlah sadar.. Hanya Sunny Bunny lah yg mencintaimu dgn segenap hati dan perasaannya..
    Sunny knp tuh thor?
    Sunny HwaiTaeng..

  34. Kim eveel said:

    Wooooo ak ga suka namja itu,,trnyata pake pelet siall,,,ahhh sunbun jd sakitt T,T…
    Jd ikutan sedihh,,hampir ga mw bca tp demi soosun

  35. yah ternyata tu namja masang pelet –”

    kasian sunny 😦

  36. MWOOO???? pelet? hellooww ini udh 2013, masih jaman pake pelet-peletan?!
    i hate Lee Ahjussi!!

    yah bunny semoga kau baik2 saja.. 😦

  37. kwonratna said:

    WHAAAATTT…..tuh ahjusi pake pelet, norak bnget ya
    itu sunny sbnarnya knp ya?kasian sunny bunny:-(:-(

    • wkwkwk memang norak XD
      karena Sunny bisa hidup dr cinta Soo (wktu Soo nangisin kematian bunny), makanya ketika cinta Soo pd Sunny hampir habis, Sunny jd kesakitan 🙂

  38. the kid said:

    bikin penasaran penempatan tbc yang tepat.
    baca sunny jadi melowwww T.T
    ^_^d

  39. hennyhilda said:

    Degdegdeg sunny knp 😦
    Abz ni hrz tahan banting #mdh2n g sad ending lg
    semangat author
    ganbatte

  40. Astaga ternyata pake pelet
    Hih namja tai lo beraninya pake dukun lo
    Sini gua abisin lo *marah marah gk jelas
    Aduh ya ampun sunny bunny kenapa ya ampun O.O

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: