~Thank you for your comments~

Sunny Bunny (Chapter 8)

Sehabis keduanya makan siang.
“Oke, meski malas, sekarang waktunya bersih-bersih rumah. Kamu juga bantu ya, Sunny.”
“Neee~”
Kemudian mereka memulai misi membersihkan rumah. Tapi baru dua puluh menit melakukannya, Sooyoung memegang kepalanya dan menghembuskan nafas panjang.
“Kenapa?”

“Ani, cuma merasa sedikit lelah.”
“Tadi siang kamu kan juga bilang begitu, sudah, istirahat saja.”
“Kukira setelah makan, aku akan pulih kembali ternyata tidak.”
“Biar aku saja yang membersihkan rumah!” kata Sunny sambil mengepalkan kedua tangan di depan bahunya.
“Kamu yakin? Jangan-jangan kalau kuserahkan padamu, rumah ini malah jadi dua kali lebih berantakan,” kata Sooyoung berniat mengejek Sunny sedikit.
“Tidak akan! Pasti akan kubersihkan sampai sudut-sudut rumah sampai kinclong!” kata Sunny mantap.
Sooyoung tertawa mendengar pemakaian kata Sunny yang lucu.
“Ya sudah deh, kuserahkan padamu. Aku mau duduk dulu di kursi.”
“Ne!”
Sooyoung menjatuhkan tubuhnya di atas kursi rotan di ruang keluarga.
“Fuuhhh… kenapa tubuhku lelah seperti ini? Tidak seperti biasanya.”
Padahal biasanya Sooyoung termasuk gadis yang cukup enerjik dan dia tidak melakukan pekerjaan berat seperti menjadi kuli.
Sooyoung hanya menonton selagi Sunny berjalan mondar-mandir dari satu tempat ke tempat lain untuk membersihkan. Gadis itu benar-benar mengerjakannya dengan baik.
“Eh Sooyoungie…”
“Ya?”
“Kalau dipikir-pikir, tidakkah kita sekarang tampak seperti pengantin baru?”
“Kamu baca dari mana lagi? Kuharap buku-buku itu tidak meracuni pola pikirmu.”
“Itu tidak benar! Justru aku malah belajar banyak hal dari buku!” bantah Sunny.
“Kalau dipikir-pikir memang iya sih. Kita hanya berduaan di dalam rumah dan melakukan banyak hal berdua juga.” Sooyoung memperhatikan tubuh seksi Sunny.
“Juga seks.”
Sooyoung sengaja memberi penekanan pada kalimat terakhirnya. Senyum puas tersungging di bibirnya ketika mendapat reaksi malu-malu dari gadis itu. Sooyoung merasa gemas dan jadi ingin menyentuh Sunny.
Melihat Sooyoung beranjak dari tempatnya dan berjalan mendekat, Sunny bermaksud pergi dari sana.
“Mau kabur kemana heh?” Sooyoung menangkap gadis mungil itu. “Kamu mau kugelitikan ya?”
“Kyaaaa~” Sunny memekik kesenangan merasakan jari-jari Sooyoung menggelitik pinggangnya. “Akh! Jangan disana! Geli!”
Sunny meronta-ronta berusaha melepaskan diri, sambil berusaha menutupi pinggangnya dengan sikunya, tapi Sooyoung malah semakin gencar melancarkan serangannya.
“Nih! Nih!”
Tiba-tiba moment bahagia mereka diganggu oleh sebuah suara yang berasal dari depan rumahnya.
“Permisi!”
Sooyoung menghentikan menggelitiki Sunny.
“Mwo? Suara itu… jangan-jangan Jong Hyuk oppa?”
Sooyoung meninggalkan Sunny dan menuju ke depan rumah untuk membuka pintu.
“Oppa!”
“Hai, aku datang.”
“Katanya memang mau datang, tapi kok secepat itu?”
“Aku mengganggu ya? Karena di rumah tidak ada yang kukerjakan, aku jadi bosan. Jadi kupikir lebih baik aku main ke rumahmu.”
“Tidak mengganggu. Silakan, maaf rumahnya sedikit berantakan.” Sooyoung mempersilakan namja itu masuk.
“Kamu sedang apa?”
“Tadi aku sedang bersih-bersih rumah dengan Sunny, makanya mohon maklum kalau rumahnya sedikit berdebu, hehe.”
“Kenapa gadis itu membantumu?”
“Oh, aku belum bilang ya? Selama beberapa saat ini, Sunny tinggal di rumahku, jadi dia ikut membantu.”
“Lalu dimana orang tuamu? Aku mau memberi salam.”
“Mereka sedang pergi bekerja di kota. Aku tidak tahu kapan mereka akan pulang.”
“Jadi sekarang di rumah ini hanya ada kamu dan gadis itu?”
“Iya.”
“Hmm.”
“Silakan duduk, oppa.”
Keduanya duduk berhadap-hadapan sekarang.
“Oppa, mau minum apa?”
“Tidak usah repot-repot, aku tidak lama disini.”
Sunny dapat mendengar keduanya berbincang-bincang di ruang tamu. Tatapan Sunny hanya terus tertuju ke lantai sambil tangannya terus bergerak. Tapi dia tidak menyapu dengan benar. Dari tadi dia hanya terus menggerakkan sapunya di tempat yang sama, dengan sorot mata sayu sambil sesekali mendengar suara dan tawa yang berasal dari ruang tamu.

“Jadi, apa yang membuat oppa pulang setelah 5 tahun? Oppa kangen sama kampung halaman? Kangen sama orang tua? Atau jangan-jangan, malah kangen sama aku? Karena itu oppa datang kesini sekarang, hehe.”
“Ya… sebagian benar.”
Sooyoung merasa sesuatu menggedor sanubarinya mendengar pengakuannya. Jujur, dia tidak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu dari mulut namja itu. Dan kacau, sekarang dia malah jadi susah menatap balik mata namja itu. Untuk mengalihkan Sooyoung bertanya hal lain.
“Jadi, seperti apa pacar oppa?”
“Aku belum punya pacar.”
“Bohong ah, oppa pasti sudah punya. Gadis-gadis di kota kan cantik-cantik, selain itu fashion style mereka juga bagus.”
“Kurasa aku lebih suka gadis yang sederhana.”
“Mwo? Jangan bilang kalau ada gadis yang oppa sukai di desa ini!”
“……………….”
Masa sih? pikir Sooyoung. Sebuah harapan membuncah di dadanya.
“Sooyoung, malam ini kamu ada waktu?”
Sooyoung refleks menjawab. “Ya, memang kenapa?”
“Aku ingin mengajak kamu pergi jalan-jalan ke sungai.”
Bruk
Sunny terjatuh di ruang keluarga. Akibat disengaja dan tidak disengaja. Dia tidak langsung bangun, malah membiarkan tubuhnya terus berkontak dengan lantai yang keras. Rasa dingin lantai mulai meresapi kulitnya.
“…………….”
Meski namja itu berkata dengan suara lebih kecil, tapi dengan pendengaran Sunny yang lebih tajam dari manusia, dia mampu mendengarnya.
Jangan-jangan oppa mau mengajakku melihat kunang-kunang? Pikir Sooyoung mendadak merasa jantungnya berdebar.
Namja yang dulu hendak dia ajak, sekarang malah balik mengajaknya? Tuhan pasti sedang mempermainkannya.
“Kutunggu kamu di tepi sungai jam 8 malam. Kalau kamu tidak datang pun aku akan terus menunggu.”
Lee Jong Hyuk beranjak dari duduknya. “Kalau begitu aku akan pulang dulu supaya kamu bisa menyelesaikan beres-beres rumahmu. Permisi.”
Sooyoung masih tercengang di tempat duduknya, bahkan setelah namja itu sudah pergi.
Lalu Sooyoung melihat jam. Sekarang sudah jam 5.30. Berarti tinggal dua setengah jam lagi.
Lalu Sooyoung teringat kembali kata-katanya.
“Kutunggu kamu di tepi sungai jam 8 malam. Kalau kamu tidak datang pun aku akan terus menunggu.”
“Uhh… dia pasti serius akan terus menungguku. Aku kenal betul sifatnya. Jadi… aku harus datang nih?”
Tapi Sooyoung juga setengah penasaran apa yang akan dikatakan oleh namja itu. Nggak mungkin kan namja itu mengajaknya pergi ke sungai tanpa ada sesuatu yang akan dibicarakan?
Sooyoung kembali ke ruang keluarga dan melihat Sunny sedang tersenyum padanya.
Sooyoung menghembuskan nafas. “Apa saja yang kamu lakukan dari tadi? Ruangan ini tidak terlihat lebih bersih. Selain itu wajahmu juga berdebu. Mandilah.”
“Ne…”
Sooyoung mengambil sapunya dari Sunny dan mulai menyapu ruangan.
Wajah Sooyoung sama sekali tidak menunjukkan perasaan apa-apa, seolah dirinya diajak namja itu bukan masalah besar. Sementara tidak bagi Sunny. Dia merasa sangat khawatir. Tapi disimpannya kekhawatiran itu seorang diri.
Tanpa berkata apa-apa Sunny pun berjalan masuk ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Sunny mengambil gayung dan mengguyur tubuhnya. Sekarang dia sudah bisa mandi sendiri.
“Ah, aku lupa bawa pakaian ganti…”
Sunny kembali mengguyur seluruh tubuhnya mulai dari kepalanya.
“Ah sudahlah.”
Enam menit kemudian, Sunny sudah keluar hanya dengan berbalutkan sebuah handuk.
“Cepat sekali mandinya. Lupa bawa pakaian ganti Sunny?”
“Ne.”
“Sebentar, kuambilkan.”
Kemudian Sooyoung kembali dengan membawakan pakaian bersih. Tak lupa dengan sebuah pembalut.
“Nih.”
“Gomawo.”
Sunny membuka handuknya pelan-pelan. Kemudian mulai mengelap tubuhnya. Tetes-tetes air berjatuhan dari ujung rambutnya. Sebagian berjatuhan ke tubuhnya, sebagian lagi berjatuhan ke lantai.
“Yah, seharusnya kamu mengelap kering rambutmu dulu.”
Sunny berhenti mengelap tubuhnya. “Benarkah?”
“Ya, lihat tuh, lantainya jadi basah.”
“………………” Sunny melihat ke bawah kakinya tanpa berkata apa-apa.
“Sini handuknya, kubantu keringkan rambutmu.”
Sunny menyerahkan handuk yang dipegangnya. Sooyoung menerimanya dan mulai mengeringkan rambut pirang Sunny.
Sunny hanya diam seperti anak kecil yang patuh selama tangan Sooyoung menggerak-gerakkan handuk untuk mengelap rambutnya sampai kering.
“Nah sudah, karena rambutmu pendek jadi lebih gampang kering.”
Setelah handuk itu disingkirkan dari kepalanya, terlihat rambut Sunny jadi sedikit berantakan.
“Ahaha, rambutmu jadi berantakan, seperti kelinci yang bulunya habis dikeringkan.”
Sooyoung mengambil sisir dan menyisir rambut Sunny.
“Sekarang gantian aku yang mandi, kamu pakailah baju.”
Setelah Sooyoung mandi, kemudian dia menyiapkan makan. Dan setelah mereka selesai makan malam, jam sudah menunjukkan pukul 7.30.
Sooyoung sengaja berlama-lama mencuci peralatan makan karena dipikirnya masih cukup waktunya. Di sebelahnya, Sunny juga ikut membantu. Sooyoung baru sadar kalau sedari tadi sore Sunny tidak banyak bicara. Tidak seperti Sunny yang biasanya.
“Sunny kamu sakit?”
“Eh? Aniyo.”
“Ataukah kamu sakit perut karena datang bulan?”
“Datang bulan itu apa?”
“Menstruasi maksudku. Karena datangnya tiap bulan makanya dinamai begitu.”
“Ohh, tidak juga.”
“Lalu kenapa?”
“Tidak apa-apa.”
“………………”
“………………”
Kediaman yang berasa agak canggung, batin Sooyoung.
“Ah!”
Karena tangannya licin, salah satu piring terselip dari tangan Sunny.
Prang!
Sooyoung segera menengok setelah mendengar suara pecah.
“Mianhae…”
Sooyoung memutar bola matanya. “Seharusnya kamu tidak usah ikut mencuci, biar aku saja.”
“Tapi aku ingin membantu…” Sunny berjongkok di dekat pecahan piring.
“Yah! Jangan dipegang!”
Tapi terlambat, Sunny sudah memegangnya dan jarinya tergores pecahannya. Darah mengalir keluar.
“Ah apo!” Sunny cepat-cepat menarik tangannya.
“Pabo!” Sooyoung segera meraih tangan Sunny. Jari telunjuknya berdarah.
“Aku ambil kotak obat dulu. Jangan pegang pecahannya lagi!”
Sooyoung segera mengambil kotak P3K dan melesat kembali ke sisi Sunny. Diraihnya telunjuk Sunny dan dengan lembut mengusap lukanya dengan kapas yang sudah dibasahi dengan obat merah. Sunny merasakan sedikit sakit menyengat saat lukanya berkontak dengan kapas itu. Setelah itu Sooyoung mengambil plester dari kotak P3K dan membungkus lukanya.
“Lain kali hati-hati.”
“Dari tadi aku hanya terus membuat kamu repot. Aku benar-benar tidak berguna…”
Sooyoung menepuk kepala Sunny. “Lupakan saja. Kalau kamu terus berpikir begitu, kamu hanya akan stres sendiri.”
Sunny menatap wajah Sooyoung, masih memasang ekspresi kecewa terhadap dirinya sendiri.
“Bukan masalah berguna atau tidak. Kamu berada di sisiku sudah cukup bagiku.”
“Benar…kah?”
Merasa gemas melihat wajah polos Sunny ketika bertanya begitu, Sooyoung mendesis dan mengacak-acak rambutnya.
“Benar, jadi sudah cukup kan pembicaraan ini?”
Sunny memegang rambutnya yang sedikit berantakan.
Sooyoung melihat jam, tinggal 15 menit lagi. “Masih keburu.”
Sooyoung mulai membereskan pecahan piring. Menyapu dan mengambilnya dengan hati-hati, setelah itu membuangnya.
“Nah, aku mau pergi dulu menemui oppa. Bisa-bisa telat nih.”
Sooyoung mengambil jaket lalu dipakainya sambil berjalan menuju pintu depan rumah.
“Kamu bisa kan jaga rumah? Selalu kunci pintu dan kamu tidak perlu membuka pintu untuk siapa-siapa selain aku.”
Sunny sempat ragu sejenak. Tapi ketika pintu sudah terbuka, dia langsung bertindak seolah bunyi pintu itu memberinya dorongan.
“Sooyoungie, chankaman!”
“Eh?”
Begitu Sooyoung menoleh, sebelah tangan Sunny menekan belakang kepala Sooyoung. Sunny berjinjit untuk menutup jarak di antara mereka dan mencium bibir Sooyoung.
“!”
Sooyoung kaget, tapi dia memejamkan matanya dan membalas ciuman Sunny.
Cukup lama mereka berciuman sampai Sunny yang melepas lebih dulu.
“Kenapa tiba-tiba?”
Sunny hanya membenamkan wajahnya di bahu Sooyoung dan meremas jaketnya.
“Kamu nggak usah khawatir Sunny. Aku hanya akan mengobrol sebentar sama oppa. Yahh, hitung-hitung menghabiskan waktu bersama sebagai teman lama. Sudah itu aku akan segera kembali, ne?”
“………………..”
Setelah melepas kepergian Sooyoung dengan perasaan tidak rela, Sunny pun mengunci pintu dan masuk ke kamar Sooyoung. Membaringkan tubuhnya di atas kasur. Sunny melihat plester yang membungkus lukanya. Lalu mengambil guling dan memeluknya, berandai saat ini yang sedang dipeluknya adalah Sooyoung.
Kemudian Sunny baru menyadari hal aneh yang terjadi pada tubuhnya.
Sekarang sudah malam. Aku tidak berubah kembali menjadi kelinci? Kenapa? Dan apa kemarin juga? Aku tidak begitu yakin karena kemarin aku langsung tertidur. Tapi hari ini aku sangat yakin.
Aku juga mendapatkan menstruasi. Apa betul kata Sooyoung kalau aku semakin menjadi manusia?
Kalau begitu apa kelak aku akan bisa jadi manusia seutuhnya?
Kalau itu terjadi, berarti aku bisa hidup sebagai manusia bersama dengan Sooyoung?

Sooyoung sampai beberapa menit lebih awal dari waktu yang dijanjikan. Tapi dari jauh dia sudah melihat namja itu berdiri di tengah jembatan. Malam ini cerah disertai dengan udara yang dingin dan sekumpulan kunang-kunang di tepi sungai.
Senyum namja itu merekah begitu melihat Sooyoung.
Sooyoung merasa sedari tadi langkahnya terasa berat, tapi dia berusaha tampil ceria saat menghampiri namja itu.
“Cepat benar, oppa. Sudah tidak sabaran ya?” tanya Sooyoung sedikit menggodanya.
“Sooyoung, sebenarnya, aku memanggilmu kesini karena ada hal penting yang ingin kubicarakan.”
Tepat dugaanku, pikir Sooyoung.
“Ada apa?”
Jantungnya sedikit berdebar menanti namja itu menjawab pertanyaannya.
“Sebenarnya, aku ingin kamu menjadi kekasihku.”
“Eh?”
“Maaf kalau dulu mungkin aku belum tertarik padamu. Tapi sekarang aku sungguh-sungguh ingin kamu menjadi kekasihku. Bagiku tidak ada gadis lain selain kamu.”
“Chankaman, berarti ini… oppa menyukaiku?”
“Ya, aku menyukaimu. Mungkin aku terkesan buru-buru. Tapi aku sudah tertarik sejak pertama melihatmu hari ini. Saranghae Sooyoung.”
“………………”
Sooyoung masih menatapnya tidak percaya.
Aroma parfum meruap dari tubuh namja itu, masuk ke hidungnya. Dan Sooyoung baru menyadari penampilan namja ini lebih menarik dibanding yang ditemuinya tadi sore.
“Kamu tidak perlu segera menjawabku. Tapi aku ingin kamu mempertimbangkannya.”
“…lalu bagaimana kalau aku menerima oppa… bukannya oppa akan kembali ke kota lagi? Kurasa aku tidak akan sanggup menjalani hubungan jarak jauh. Apalagi mengingat disana banyak gadis kota yang cantik dan menarik.”
“Tentu saja aku akan kembali ke kota. Tapi aku berpikir, kalau kamu menerimaku, aku akan mengajakmu untuk tinggal di kota.”
“Eh?”
“Kita bisa tinggal bersama di apartemen.”
Wajah Sooyoung menjadi panas memikirkan tinggal bersama.
“Kamu tidak usah khawatir. Aku tidak akan berbuat macam-macam. Lagipula ada kedua saudaraku yang juga tinggal disana. Mereka semua perempuan.”
Lee Jong Hyuk dengan hati-hati menarik Sooyoung ke dalam pelukannya.
“Maukah kamu mempertimbangkannya? Aku janji pasti akan membahagiakanmu.”

Sementara itu, di rumah Sooyoung. Di atas kasurnya, Sunny merasa dadanya sesak seolah kesulitan bernafas. Butiran keringat mulai terbentuk di lehernya.
“Akh……..”
Sunny mengernyitkan dahi. Matanya terpejam erat. Tangannya memeluk guling semakin erat.
Sunny tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Tapi rasa sakit ini berbeda dengan ketika tubuhnya berusaha mempertahankan sosok manusianya waktu itu. Rasanya lebih intens.
Dalam keadaan seperti ini, Sunny hanya ingat satu orang.
“Sooyoungie…”
Tapi orang yang saat ini sangat diharapkan kehadirannya justru malah sedang menghabiskan waktu bersama dengan seorang namja.
“Dowajooseyo…”
“Sooyoungie…”
“Apo…”

Ini impiannya. Berada dalam pelukan seorang namja yang lebih tinggi darinya dan berbahu lebar. Lalu mendengarnya mengucapkan kalimat yang terdengar seperti kalimat lamaran.
Rasanya Sooyoung seperti terhanyut. Tubuhnya semakin lemas. Sooyoung berpikir mungkin tidak apa-apa jika sekali ini saja dia membiarkan tubuhnya mengalah pada rasa lelah yang dari tadi berusaha menguasainya.
Lee Jong Hyuk kaget ketika merasakan tubuh Sooyoung merosot jatuh.
“Ya ampun! Sooyoung! Kamu kenapa?!”
“……………..”
Sooyoung tidak bisa menjawab karena dia sudah kehilangan kesadaran.

**

“Uhuk! Uhuk!”
“Haahh… hahh…”
“Sooyoungie…”
Kepalanya terasa pening. Sunny merasa sangat ingin bertemu dengan Sooyoung sekarang.
Setelah rasa sakitnya berkurang, Sunny bangun dari tempat tidurnya. Berjalan terhuyung-huyung menuju pintu depan. Memegangi dadanya yang terasa sakit. Dibutuhkan waktu tiga kali lebih lama sampai Sunny berdiri di depan pintu sekarang.
Saat membuka pintu depan, sebuah pemandangan mengejutkan menyambutnya.
Sooyoung yang dicintainya… berada dalam gendongan namja itu.
Sooyoung yang gentle dan perhatian… yang biasanya selalu ada hanya untuk dirinya. Sekarang dia tak sadarkan diri dan harus mengandalkan namja itu untuk menopang tubuhnya.
“Tepat sekali!”
“Ke-kenapa dengan-“
“Aku juga tidak tahu! Tiba-tiba saja dia pingsan!”
Sunny menyingkir untuk membiarkan namja itu masuk membawa Sooyoung dalam gendongannya, walaupun dalam hatinya sebenarnya dia ingin berteriak ‘Jangan sentuh Sooyoungku!’
Tapi dengan keadaannya yang sekarang, Sunny juga tidak akan kuat menggendongnya, jadi dia hanya diam saat namja itu membawa Sooyoung ke kamarnya dan membaringkannya di atas kasur.
“Badannya panas, kelihatannya dia demam. Bisakah kamu ambilkan obat untuknya?”

Obat demam? Apakah itu obat yang sama dengan yang diminum Sooyoung saat dia sakit waktu itu?
Dengan pikiran itu, Sunny pergi menuju tempat obat itu disimpan. Saat mengambil obat, Sunny baru ingat kalau dia juga harus membawakan segelas air. Saat menuang air ke dalam gelas, Sunny merasakan tangannya gemetar menahan beratnya.

Kenapa denganku? Apakah aku juga sakit?
Kalau dipikir-pikir kondisiku juga tadi aneh. Ah, tapi sekarang Sooyoung lebih penting. Dia membutuhkan obat ini segera.

Sunny kembali ke kamar membawa segelas air dan sebungkus obat dan ketika dia mengintip dari celah pintu. Dia dikejutkan oleh pemandangan lain. Matanya membelalak semakin lebar.
Bibir namja itu… menempel pada bibir Sooyoung.
Sunny merasa dadanya bagai dihujam sebilah pisau. Kenyataan yang ada di hadapannya sangat menusuk.
Detik itu, Sunny baru menyadari sesuatu… tentang apa yang membuat tubuhnya sakit tadi.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Sunny Bunny (Chapter 8)" (60)

  1. annyeong…

    Jong Hyuk datang nya ga tepat banget siyy,kenapa harus datang di saat SooSun lagi ber-sweet moment ria (?)
    Mana Sunny juga harus menyaksikan saat tuh namja kissu Sooyoungie-nya 😦 ck! cari masalah aja deh tu namja 😮

  2. Tendang aja namja dungu itu bunny !
    Soosun knp ya??
    Soo g boleh selingkuh.

  3. taenygee said:

    *emosi*

  4. SooSun sakitnya barengan… Ap mrka brbgi energi?, mkany Soo jd cpt lelah..

    Soo… jgn trima nmja itu jd kkasihmu y… dia tu nmja yg tdk sopan, brani mncuri ciumanmu saat kau tak sadarkn diri…

    Sunny gk knp2 kn… Thanks for update mon…^^

  5. yaaahh di ahjussi ambl ksmptan cium soo yg pingsan… @@

  6. Yaaaaaa. . .Lee Jong jngn nyium soo, ah ngambil ksempatan ituu. . .ah, soosun kok bsa sma2 sakit ya?,,ah brnan blahan jiwa nie, hehe. . .tau gue obatnya. . .dngan ‘itu’ aja. . .hahaha#plaakYadngOn. .hihi. . .huaaaaa. . .soo nnti bkal mlih yg mana?soo mau gk mau, harus mau, dan memang mesti mau, milih sunny. . .#maksa
    inget janjimuuu soo. . . .haha

    lanjuuut. . .
    Keep spirit. . .

    • ‘itu’ itu apa? XD #plak pura2 polos
      Soo memang gak boleh selingkuh dong ya, kan udh berNC sm Sunny wkwkwk 😛

  7. hana mutia said:

    anjrittt itu namja main nyosor2 aj sm soo.
    ngmbil kesempatan dlm ksempita itu mah 😦
    sunny n soo ky pny ikatan batin yg kuat deh. brharap soo g nrima namja tengik itu. feeling udh mlai g enk ini mah 😀

  8. shosiiinewreader said:

    namja kurang ajar cium2 sooyongie!d depan sunny lgi!gak tau tempat banget…sunny unnie sbar ya..

  9. Sunny, dengan sekuat tenagamu, tendang bokong si musuh ke gunung berapi biarin dia mati terbakar.
    Sooyoung, kami yakin km pasti buat keputusan benar perihal ajakan lee jong hyuk ajak pacaran.

  10. Tareetaree Lezthare said:

    “!!!!”

    sunny.

  11. Ahhhh~

    youngie gue kenapa (>_< apa dia udah mulai terikat ama sunny jadi dia jadi kaya gitu ?? 😦

  12. ini sebenernya soo suka sama sapa? namja itu apa sunny?
    kan kasian sunny.. hiks.
    yah.. ditunggu chap selanjutnya deh.

  13. Gaega93 said:

    Ih , soosun punya ikatan batin ya *soktaubanget* eh , sunny nya ngerasain patah hati ya ?

  14. ah payah,,,
    ngapain juga ganggu moment soosun,,,
    menyebalkan,,,
    padahal soosun udah sweet bgt,,,,
    hadeeh

  15. Sunny ksian amat sie …
    Soo km sbnser ra suka gx sie ma namja itu ????
    Apakah stlah mlhat kjdian itu sunny akan pergi mnjauh dri soo ??
    Huaaaa ksian bgt sunny ea …

  16. Ahh sooyoung gak konsisten nih ..
    Jadi sebel sendiri .. Hufftt
    kesian sunny.

  17. Kim eveel said:

    Ini tdak bsa dibiarkan…buang jauh” namja itu..knpa ak yg jd sakit hati ya?

  18. kutuk aja tuh namja jdi kelinci yg buluk sunny…
    soo jgn smpek selingkuh y…

  19. kasian bgt sunny. Jong hyuk btl2 pnganggu.

  20. agustina_huang said:

    Mskpun bd t4 dgn soo yg lg disungai,tp sun bs ngrasain rs skit jg… Udh skit,mesti ngliat adegan jong hyuk kiss soo lg, nmbh perih dah skitnya…
    *klu ad disana mending nendang si jong hyuk biar cpt2 kluar dr rmh,jd gk dkt2 soo ^^

  21. Kwonyoonyul_Acoy said:

    Wah kurang dihajar tu si namja brani2nya nyosor soo yg tk sdrkn dri…
    ayo sunny buat namja tu jauh dri soo…kau jngn diam sja okey…hehehe apa perlu aq bntu mengusr tu namja tk tau sopan santun?

  22. gak sopan masa namja tpi nyolong2 nyium saat gak sadar.
    bnr2 gak gentle bgt. -_-

    itu sooyoung dan sunny knp?
    msk mereka ‘terhubung’?
    makanya satu sakit yang lain juga sakit.

    buruan update.
    hwaiting~
    (9^o^) 9

  23. Love Trooper said:

    Cyaaaaaaaa….. sunny bunny.. so cute..
    love this story?

    Thor kapan donk secret twinsnya? gak sabar sama cerita selanjutnya HEHEHE.
    #peace

  24. apaan sih tuh namja, dateng-dateng langsung nyatain perasaannya ke sooyoung #kipas-kipasnahanmarah
    aku kira pas sooyoung ngeringin rambutnya sunny mau ditambah adegan kiss kiss 😀 *teringatsesuatu*

  25. Sunny knpa tuch?mkn penasasan ditunggu lanjutannnya

  26. ngeselin bngt si jonghyuk

  27. ya soo young nggak peka ama perasaan sunny padahal cinta sunny tulus juga lee jong hyuk minta di gantung di pohon jeruk purut nganguin hubungan soosun
    pernasaran nih apa yg terjadi pada tubuh sunny ama youngie ane tunggu deh
    oh ya buat chingu reader ama sone ane sedih tiket konser snsd di indonesia udah habis tetapi moga moga aja di siarin di tv nanti

    • Silakan, hantu jeruk purutnya udh nunggu tuh, lg senggang XD
      Pasti disiarin di tv, ini kan termasuk event besar. Thn lalu aja SMTown disiarin kan

  28. dirgantara said:

    Salam kenal.. Sooyoung cm bt sunny aj dong.. Huhuhu.. (nangis g rela smbl guling2 lht Sooyoung d gndong oppa tu kekekekk)

  29. Lee Eun Soo said:

    Huaaa.. Youngie dicium sm ahjussi.. -,-”
    *gak rela
    SooSun koq sakitnya bareng?
    Apa gegara mereka udah…….

  30. aiss…tu namja ga banget deh yuri cium sooyoung…
    yang sabarnya bunny sunny…soo tetep milik kamu ko # sotoy dikit hehhe….

  31. lanjut dulu thor 😀

  32. bener kan firasat buruk aku… *ceilahhh
    Lee ahjussi gangu bgt deh..!!
    Eh ga tau knpa di chap ini aku malah jadi berasa nonton My girlfried is gumiho.. cuma emang lebih cocok sih kalo judulnya diganti jadi My girlfriend is Sunny Bunny 😀

    Soo appa ga usah di pertimbangkan lah pernyataannya Lee ahjussi.. langsung tolak aja, ga usah galau. Tolong pikirin Sunny umma!!

    SooSun Fighting!!!

  33. Eghielf rfShipperONE said:

    Yyaaaa Sunny bunny kok guling sih yang dipeluk… Sini biar aku saja yang peluk Sunny bunny, mumpung Sooyoung lagi sama namja yang tidak tahu malu itu…#plaak katahuan ditampar sooyoung pake gayung..

  34. kwonratna said:

    yaelah si ahjusi nongol lg, gangguin soosun aja…
    omo….itu si ahjusi curi2 kesemptan lg pake cium cium
    sunny bunny sakit apa ya??

  35. the kid said:

    ^_^d

  36. hennyhilda said:

    Haduhhh soosun knp y?qo jd aneh gt c author
    mdh2n g da hal buruk yg trjd skr aq mw ambl pisau bwt nikam jantung namja brengsek yg udh nyium sooyoung huhhhh
    semangat author
    ganbatte

  37. Soo jangan berkhianat.. kasian sunny bunny T_T
    Tuh namja main cium cium segala lagi

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: