~Thank you for your comments~

Sunny Bunny (Chapter 7)

A/N : Chapter ini juga berisi sedikit mature content 😀 #plak
happy reading~^^

Sepulang dari sana, Sooyoung membaringkan Sunny ke tempat tidur dan ikut berbaring di sebelahnya. Merasakan kelelahan mulai menyelubungi tubuhnya, tapi dia bahagia. Sooyoung menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. Sooyoung tidak langsung tertidur, tapi cukup lama dia memandangi wajah tidur Sunny dengan penuh kasih sayang.
“Tahukah kamu? Wajahmu sekarang sangat manis…”
Sooyoung menyentuh pipi dan rambut Sunny. Dia melihat bibir Sunny membentuk sebuah senyuman.
“Apa kamu bahagia Sunny? Karena sekarang aku juga merasa sangat bahagia… selamat tidur.”
Setelah mengakhiri malam dengan mengucapkan kalimat itu, Sooyoung menutup matanya dan tidak lama kemudian tertidur dan bermimpi indah.

**

Pagi hari Sunny terbangun, masih tersenyum mengingat kejadian semalam. Kemudian dia pergi ke kamar mandi untuk menuntaskan panggilan alamnya. Kemudian hal yang dia lihat berikutnya membuatnya kaget setengah mati.
“!!!”

Setelah selesai Sunny kembali ke kamarnya dengan hati memendam kecemasan. Wajahnya pucat memikirkan apa yang harus dilakukannya.
Ketika pintu berayun terbuka, dilihatnya Sooyoung baru bangun tidur.
Sooyoung duduk dan meregangkan tubuhnya.
“Pagi Sunny, kamu selalu bangun lebih cepat.”
“Soo-Sooyoungie…”
“Kenapa?”
“Gawat…”
“Ada apa?”
“Sepertinya aku sakit parah…”
“Mwo?”
“Aku berdarah banyak dan sampai sekarang ini masih terus keluar. Aku bakal mati!”
Sooyoung menjadi panik apalagi Sunny terlihat sangat serius. “Berdarah dimana?!”
“Di-di…” Sunny tampak ragu mengucapkannya.
Sooyoung sekarang berdiri di depan Sunny dan meremas kedua bahunya. “Sunny! Jangan disembunyikan! Kalau kamu berdarah dimana kamu harus kasih tahu!”
“Di-di bawah sana…”
“Eh?”
Mata Sooyoung tertuju ke selangkangan Sunny. Warna merah membasahi celana yang dikenakan Sunny. Mulut Sooyoung terbuka.
“Aku harus gimana Sooyoungie…? Darahnya nggak mau berhenti!”
“Sunny… masa sih kamu…?”
“Eh?”
“Coba kulihat!”
“Ekkhhh?!”
Tanpa permisi, Sooyoung berlutut di depan Sunny dan menurunkan celana Sunny beserta dalamannya. Sunny tidak dapat mencegahnya lagi. Sekarang Sooyoung melihat miliknya.
“Apakah rasanya sakit?”
“Ti-tidak…”
Kemudian paras Sooyoung yang tadinya khawatir berubah menjadi senyum.
“Gwenchana, kamu hanya mengalami hal biasa yang dialami gadis manusia seumuranmu.”
“Eh?”
“Namanya menstruasi. Sepertinya tubuhmu semakin menjadi seperti manusia.”
“Jadi ini normal?”
“Ne, semua manusia perempuan juga mengalaminya setiap satu bulan.”
“Sooyoungie juga?”
“Ya tentu saja. Sini Sunny, sekarang kita harus membersihkanmu dulu.”

Sooyoung mengurus Sunny dengan baik layaknya seorang Ibu yang membimbing putrinya yang pertama kali mendapat menstruasi.
“Aku merasa aneh,” kata Sunny merasa ada sesuatu yang mengganjal di bawah sana.
“Kamu masih harus memakainya selama kurang lebih 4 hari.”
“……………….”
“Kenapa Sunny?”
“Kalau sedang dapat begini kamu jadi tidak akan menyentuhku lagi…”
Sooyoung merasa tergerak mendengar perkataan Sunny.
“Kamu ingin kusentuh?” Sooyoung tersenyum menggoda.
“A-aniyo! Bukan itu maksudku!”
“Kalau bukan, apa maksud perkataanmu tadi?” Sooyoung memepet Sunny ke tembok. Menyandarkan kedua tangannya di tembok untuk mengunci Sunny supaya gadis itu tidak bisa kabur. “Kamu ingin melakukannya kan?”
Sunny menghindari mata Sooyoung. Pandangannya menekuri lantai. Sooyoung jelas-jelas dapat melihat rona merah pada pipi Sunny.
“Sunny Sunny, kamu tidak usah ragu meminta apapun dariku, karena aku pasti akan mengabulkannya untukmu.”
“………………”
“Katakan yang jujur kalau kamu ingin melakukannya. Kalau kamu ingin kusentuh.”
Sunny dapat merasakan hembusan nafas Sooyoung di pipinya sekarang.
“Sunny.”
“Kyaaa!” Sunny memekik kecil ketika Sooyoung meniup pelan telinganya.
“Hehe, telingamu sensitif sekali.” Sooyoung tersenyum puas melihat reaksi Sunny. “Kamu ingin merasakan lagi yang kemarin malam?”
“………………”
Sooyoung mencium leher Sunny, sedikit menggigit kiss mark yang ditinggalkannya kemarin malam.
“A-ahh…!”
Sooyoung meniup bekas kiss mark Sunny yang basah oleh liurnya. Membuat Sunny sedikit merinding.
“Soo-Sooyoungie…” Sunny melingkarkan tangannya di bahu Sooyoung.
“Kalau kamu tidak bilang kamu ingin melakukannya, aku akan berhenti sekarang.”
“I-iya aku mau…”
“Mau apa?”
“Ma-mau disentuh sama kamu.”
“Sama kamu itu siapa?” tanya Sooyoung keterusan, mendadak dia malah jadi keasyikan menggoda Sunny untuk berkata jorok.
“Sooyoungie…”
“Bagian mana yang kamu ingin Sooyoung sentuh?”
“Dada…”
Sooyoung mulai membuka atasan Sunny sambil masih menjilati lehernya. Kemudian mengangkat bra-nya. Tangan Sooyoung membelai-belai dadanya.
“Selanjutnya kamu ingin Sooyoung apakan? Katakan dengan detail.”
“Dadaku… dijilat dan diemut sama lidah Sooyoung…” kata Sunny dengan wajah sangat merah dan panas.
Kemudian Sooyoung melakukan tepat seperti permintaan Sunny.
Sunny mendesah-desah nikmat. Tangannya meremas bahu Sooyoung.
“Katakan kalau kamu cinta aku, Sunny.”
“Ahh… ne, aku cinta kamu Sooyoungie…”
Pagi itu mereka lewatkan dengan melakukan petting.

**

Meski hari sudah menjelang siang, tapi hawa di desa selalu terasa sejuk. Sooyoung menggandeng Sunny menuju ke suatu tempat.
“Apa yang mau kita lakukan?”
“Lihat saja sendiri.”
“Pelit, kenapa nggak mau kasih tahu sekarang.”
“Kan biar lebih berasa kejutan.”
Sampai di depan sebuah rumah, Sooyoung memanggil dari luar.
“Ahjumma, aku datang untuk membantu seperti biasa!”
Tidak lama kemudian, muncul seorang ahjumma.
“Wah Sooyoung, kamu datang rupanya.” Ahjumma itu melihat seorang gadis mungil berambut pirang di sebelah Sooyoung. “Wah siapa ini? Temanmu?”
“Nggak, dia ini yeojachinguku, manis kan?” kata Sooyoung sambil mengedipkan sebelah mata.
Sunny menunduk malu.
“Hohoho, Sooyoung ini benar-benar suka bercanda seperti biasa ya.”
“Hehehe!” Sooyoung hanya terkekeh. “Dia akan ikut membantu kali ini.”
“??” Sunny masih tidak mengerti.
“Ohh begitu, siapa namamu?”
Sunny segera mengangkat wajahnya dan menjawab. “Sunny imnida.”
“Tolong juga ya, Sunny,” katanya sambil memberikan 2 buah keranjang pada masing-masing Sooyoung dan Sunny.
“Serahkan saja pada kami!”
Lalu Sunny mengikuti Sooyoung setelah mereka permisi pada ahjumma itu.
“Ya Sooyoungie, sebenarnya kita ini mau apa?”
“Kita akan memanen semua ini!”
Sunny melihat di depannya terhampar lahan luas yang dipenuhi oleh tanaman-tanaman dengan ketinggian rendah berwarna hijau. Tanaman-tanaman itu ditanam dengan rapi sehingga membentuk jajaran barisan yang menyisakan ruang di tengahnya untuk dilewati.
“Strawberry?”
“Benar! Seratus buat Sunny! Terkadang, aku membantu ahjumma saat hari panen seperti ini. Nah, ayo kita mulai sekarang. Panen hanya yang warnanya sudah kemerahan Sunny!”
“Kenapa tidak memilih memanen wortel saja?”
“Sunny Bunny, wortel belum musim panen. Ayolah, memanen strawberry lebih asyik lho. Lagipula tanganmu tidak akan kotor karena tidak perlu menyentuh tanah.”
“Tapi aku lebih suka wortel.”
Sunny berjongkok di sebelah Sooyoung, memandang gadis itu memetik dengan wajah senang. Kemudian dia berpikir untuk mencobanya juga. Matanya melihat dengan penuh ketertarikan pada buah-buah strawberry berwarna merah yang masih menggantung di pohonnya. Juga bintik-bintik pada teksturnya. Buah-buah segar yang sudah matang itu serasa menggodanya untuk memetik.
Sooyoung tersenyum melihat Sunny sepertinya mulai tertarik.
“Kata ahjumma kalau mau makan satu atau dua buah boleh, asalkan jangan dimakan semuanya ya, Sunny, kekeke.”
“Harusnya itu kata-kataku, kamu kan shik shin.”
“Sekalian kita lomba siapa yang memetik paling banyak. Yang belum matang tidak ikut dihitung lho ya.”
“Nanti malah kamu sendiri yang kewalahan menghitungnya.”
Melihat hamparan warna hijau dan latar belakang langit biru yang cerah, membuat hati keduanya terasa sejuk dan bahagia. Mereka memanen buah-buah strawberry tanpa beban.
Sooyoung memegang ujung tangkai sebuah strawberry lalu menunjukkannya ke depan mata Sunny.
“Mau coba makan, Sunny? Tapi rasanya agak asam.”
Sooyoung merasa lucu melihat mata Sunny yang membulat mengikuti strawberry yang digerak-gerakkan di depan matanya.
Sunny membuka mulutnya mencoba memakannya, tapi Sooyoung segera menjauhkan strawberrynya.
“Ahaha~ aku sedang mancing Sunny dengan strawberry~”
Sunny merasa gemas dengan ulah Sooyoung yang mengerjainya.
Seorang namja sedang berjalan-jalan dengan santai di sekitar sana, kemudian dia melihat kedua yeoja sedang bercanda ria sambil memetik strawberry. Namja itu sempat tertegun melihat salah satu dari yeoja itu, kemudian dia tersenyum.
“Lama nggak ketemu Sooyoung.”
Suara itu membuat Sooyoung menghentikan aktifitasnya dan menoleh perlahan-lahan. Dia mendapati sosok seseorang yang sangat dikenalnya beberapa meter di depannya. “Eh… oppa?”
Sooyoung berdiri, tapi dia hanya terpaku di tempat.
Sunny pun ikut berhenti tertawa dan sekarang melihat ke arah seorang namja yang terlihat beberapa tahun lebih tua dari Sooyoung itu. Hatinya mendadak terasa perih.
Namja itu berjalan mendekat, sekarang hanya berdiri sejarak satu meter di depan Sooyoung.
“Kelihatannya kamu sehat-sehat saja. Terakhir kali sudah berapa tahun aku tidak melihatmu.”
Saat melihat wajah namja itu setelah sekian lama tidak dilihatnya, mendadak dia jadi teringat cintanya yang dulu pernah dia berikan hanya untuk namja itu.
“Ah, sudah 5 tahun.”
Dan Sooyoung bahkan masih ingat betul tanggal berapa terakhir kali dia melihat namja itu. Dan hari-hari patah hati yang dia lalui.
“Benar, tidak terasa sudah 5 tahun. Kamu semakin cantik saja.”
Sooyoung merasa sedikit tersipu oleh pujian namja itu. “Tapi aku juga semakin tinggi, ahaha.”
“Tetap saja tidak bisa melebihi tinggiku.”
“Iya deh, oppa sok tinggi, mentang-mentang namja.”
“Kamu sendiri dulu suka mengejek yeoja seumuran yang lebih pendek darimu. Kamu pikir aku tidak tahu itu? Haha.”
“Hehehe, apa boleh buat, habis lucu melihat reaksi mereka.”
Sunny berdiri di belakang Sooyoung. Mendadak dia merasa seperti dilupakan oleh Sooyoung ketika melihatnya terlalu asyik bercakap-cakap dengan namja itu. Sunny memegangi dadanya yang entah kenapa terasa perih. Sunny berharap seandainya dia tidak merasakan gejolak seperti ini.
“Dari kapan pulang kembali ke desa ini?”
“Dari kemarin.”
“Pantas aku baru lihat oppa sekarang. Bagaimana rasanya setelah lama tidak kembali ke desa?”
“Yahh, bisa dibilang desa ini tidak banyak berubah dibanding 5 tahun yang lalu.”
“Tentu saja, ini kan desa, lain dengan kota. Pasti dalam 5 tahun pun lahan yang tadinya kosong bisa tiba-tiba berubah jadi apartemen.”
“Benar.”
“Tapi yang kurasa lebih banyak berubah itu kamu.”
“Masa?”
Sunny mendelik ke arah Sooyoung. Dia semakin merasa tidak nyaman seiring percakapan antara Sooyoung dan namja itu terus berlangsung.
Padahal waktu hanya di depannya, Sooyoung malah kelihatan narsis, tapi Sooyoung yang sekarang berada di depannya ini tampak malu-malu, seperti… gadis yang cinta lamanya bersemi kembali.
“Benar, kalau dulu kamu tomboy, sekarang kamu terlihat lebih dewasa dan feminin. Aku sampai pangling.”
“Ah, oppa ini sekarang sepertinya player, pandai memuji wanita.”
“Tapi aku benar-benar mengatakannya dari hatiku kok. Oh, sepertinya kamu sedang sibuk, maaf mengganggu.”
“Ah tidak mengganggu sama sekali kok oppa, hanya memanen strawberry ini.”
“Masih ingat nggak? Dulu kita juga pernah memanen strawberry bersama.”
Pembicaraan yang terus berlanjut ini semakin membuat Sunny tidak nyaman. Tanpa sadar, tangan Sunny sudah menarik ujung baju Sooyoung. Ketika merasakan bajunya ditarik, Sooyoung seolah baru menyadari kehadiran Sunny.
“Ah oppa, kenalkan, ini Sunny, chingu.”
Tadi kamu bilang aku ‘yeojachingu’mu lalu sekarang di depan namja ini, posisiku turun menjadi hanya seorang ‘chingu’? batin Sunny sedih.
“Lee Jong Hyuk inmida,” katanya tersenyum ramah sambil mengulurkan tangan.
Sunny tidak berkata apa-apa, hanya balas menyalami tangan namja itu. Sunny tahu dia seharusnya setidaknya membuka mulut tapi saat ini dia tidak bisa melakukannya karena hatinya sedang dilanda rasa cemburu.
Dan namja bernama Lee Jong Hyuk ini tidak cukup peka akan perasaan gadis yang dijabat tangannya, setelah itu dia kembali bercakap-cakap dengan Sooyoung.
Untuk yang kedua kalinya, Sunny merasa menjadi orang ketiga.
Setengah jam kemudian, namja itu melihat jam tangannya.
“Waduh sudah jam segini, aku harus pulang.”
“Oppa pasti mau pulang untuk makan siang kan?”
“Haha, aku kan bukan shik shin sepertimu, Sooyoung. Dahh~ nanti aku akan mampir ke rumahmu.”
“Ne.” Sooyoung melambai padanya.
Setelah Lee Jong Hyuk pergi, Sooyoung masih tetap memandangi punggung namja itu yang semakin menjauh.
“Dasar oppa, sekarang aku nggak serakus itu tahu.”
“Sooyoungie…”
Sooyoung merasakan tubuh Sunny merapat, kedua tangannya melingkari perutnya.
“Ya, kenapa Sunny?”
“Barusan itu siapa?”
“Ah teman lama.”
“Kalian terlihat akrab…”
“Kamu ingat dengan orang yang tempo lalu pernah kuceritakan? Yang waktu itu aku hampir mengajaknya melihat kunang-kunang bersama kemudian tidak jadi? Dia lah orangnya, cinta pertamaku…”
“Sooyoungie, kalau sekarang… kalau sekarang apakah kamu masih berniat mengajak sunbaenim-mu itu untuk melihat kunang-kunang di tepi sungai?”
Dihadapkan pada pertanyaan seperti itu membuat Sooyoung jadi berpikir dua kali. Apakah cintanya masih sama dengan yang dulu? Apakah dia masih ingin mengajak namja itu melihat kunang-kunang dan mengenang masa lalu?

Sunny menarik nafas dalam. Membiarkan aroma Sooyoung memenuhi paru-parunya. Tangannya masih melingkari tubuh Sooyoung. Sunny benar-benar tidak rela kalau sampai harus kehilangan kehangatan ini. Karena tidak ada yang lebih sulit daripada melepaskan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin dilepaskan.
Mendadak Sunny jadi ketakutan untuk menanyai perasaan Sooyoung sekarang ini.
Semoga Sooyoung hanya menyukaiku.
Semoga Sooyoung hanya menyukaiku.
Semoga Sooyoung tidak kembali mencintai namja itu.
Kumohon jangan sampai dia mencintai namja itu kembali!
Sunny tidak sadar bahwa bersamaan dengan doanya yang terus diulang-ulang dalam batin, kedua tangannya semakin kencang memeluk Sooyoung. Membuat Sooyoung merasa sakit karena Sunny semakin menekan perutnya.
“Su-Sunny, sesak! Tanganmu!”
Sunny baru sadar apa yang dilakukannya dan cepat-cepat dia melepaskannya.
“Fiuhh… kupikir aku bakal memuntahkan semua yang kumakan tadi.”
“Mianhae…”
“Kenapa Sunny? Kamu capek?”
“Aku tidak capek.”
“Begitu ya, syukurlah kalau kamu tidak capek. Tapi aku yang sudah capek. Hahh, benar-benar tidak seperti biasanya, rasanya sejak tadi tubuhku terasa lebih berat. Apa aku semakin tua ya?”
Sunny tersenyum, merasa ucapan Sooyoung lucu. “Bicara apa kamu, kamu bilang begitu padahal masih muda. Kalau orang tuamu tahu pasti tidak akan diam.”
“Hmm, mungkin aku kurang tidur gara-gara semalam.”
Wajah Sunny memerah mengingat kejadian semalam.
“Kita pulang saja ya? Lagipula perutku lapar.”
“Tuh kan, kamu memang shik shin.”
Kemudian mereka pamitan pada ahjumma dan memberikan keranjang penuh strawberry yang mereka panen.
“Ini, walau hanya sedikit tapi terimalah.” Ahjumma itu memberikan Sooyoung sebuah amplop.
“Tidak usah, ahjumma! Kami tidak memanen banyak.”
“Biar begitu, tetap terimalah. Aku sangat bersyukur dari dulu kamu selalu datang untuk membantu panen.”
“Ah, aku juga merasa senang kok melakukannya.”
Sekarang ahjumma itu menghadap Sunny. “Lalu ini juga, untuk Sunny.”
“Eh?”
“Tidakkah kamu senang Sunny, kamu dapat gaji pertamamu, hehe.” Sooyoung terlihat bangga berdiri di samping Sunny.
“A-apa aku benar-benar boleh menerima ini?”
“Tentu saja, kamu kan sudah membantu panen bersama Sooyoung.”
“Ka-kamsahamnida!” Sunny membungkukkan tubuhnya, lalu melihat amplop itu dengan senang.
Kemudian Sooyoung dan Sunny berjalan pulang.
“Kamu tahu apa itu gaji, Sunny?”
“Ne, aku tahu.”
“Cih, tidak seru, pasti kamu tahunya dari buku lagi.”
“Ehehe, iya.”
“Nah, itu uangmu Sunny. Kamu kerja dan mendapatkannya sendiri. Kamu boleh membeli barang yang kamu mau kalau kita pergi belanja nanti.”
“Ne, barang apa yang kamu inginkan, Sooyoungie?”
“Apa? Jangan bilang kamu mau membelikannya untukku?”
“Ne.”
Kepolosan Sunny menyentuh hati Sooyoung. Dia jadi merasa semakin sayang pada Sunny.
“Tidak usah, perasaanmu saja sudah cukup. Kamu belilah untuk dirimu sendiri.”
“Tapi aku ingin membuat senang kamu, Sooyoung. Selama ini kamu sudah memberi banyak hal untukku, karena itu aku ingin membelikan sesuatu yang kamu suka.”
“Haha, baiklah. Tapi lebih baik sekarang ini kamu simpan dulu uangmu, arra?”
Sooyoung menepuk bahu Sunny dan memasukkan kedua tangannya di saku. Salah satu tangannya memegang amplop pemberian ahjumma di dalam sakunya.
Sunny berhenti berjalan dan memandang Sooyoung berjalan di depannya. Sunny memeluk amplop berisi uang itu di dadanya dengan hati berbunga-bunga. Dia sudah memantapkan hati akan memakai uang ini untuk membelikan Sooyoung sesuatu.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Sunny Bunny (Chapter 7)" (51)

  1. annyeong…

    Lee Jong Hyuk hadir diantara SooSun? apakah dia mencoba untuk merebut kembali hati Sooyoung?? *andwe~

    Jiiaahh Sunny kirain dia berdarah kenapa,tak tau nya~ hmm :/

  2. shosiiinewreader said:

    wah knapa sih selalu ada yang ganggu moment2 soosun yang sweeeettt ini?gak tau orang lagi mesrah apa ya?

  3. wah saingan sunny muncul dan ganggu hubungan soosun. moga sunny menang dlm peperangan berdarah (?) dr saingan itu.
    gila pagi2 mereka melakukan petting. hebat nafsu sunny gede.

  4. akhirx namja yg jadi masa lalu keluar juga pernapasan nih eh penasaran gimana hubungan soosun after this then apa yg di belikan sunny ya untuk youngie

  5. wah uda dtng pnganggu. Dasar pnganggu lg sweet2 ny tba2 muncul.

  6. hana mutia said:

    wahhh panas panas panas bca moment mreka itu. soo jail ya goda2in sunny spya dy bsa jujur apa yg dy inginkan wkwkwkwk

    wahhhh
    mlailah serangga pngganggu hbungan soosun. soo kyny jd galau gtu. huft!

    oke lnjut update kak 🙂

  7. Gaega93 said:

    Jangankan sunny yg ngerasain , aku pun disini ngerasain patah hati :'(:'(

  8. wah, ada orang ketiga nih. seru seru..
    soo masih setia kan ama sunny..
    eh, biasanya kelinci kan identik dengan playboy. tapi keknya sunny setia-setia aja. hehehe

  9. icepearl_choding said:

    lee jong hyuk menjauhlah dri sooyoung karna dia milik sunny…
    hehehe

  10. Aigooo…
    Sunny. Nya unyu banget!
    Boleh pesen satu gak thor.
    Sunny bunny nya.
    Haha

  11. lee jong hyuk?
    aktor yg main a gentleman’s dignity?
    kok bisa milih itu namja?
    o_O

    itu bunny gak ngerti yg namanya menstruasi ya?
    awalnya kupikir infeksi gara2 soo kasar saat berbuat semalam..
    #plaaakkk
    taunya menstruasi…
    hadeehh.. -_-

    buruan update thor~
    hwaiting!!! (9 ^o^) 9

  12. annyeong…
    soosun…….jangan sampe soo jatuh cinta lagi sama lee jonghyuk!!andwaeeee><

  13. kirain sunny sakit parah knp ternyata……

    muncul penganggu soosun nih….

  14. Sunny cemburu… Sooyoung sadar gak ya? Sooyoung, msih sayangkan sma Sunny, belom cinta.. jd ap Sooyoung masih mnghrapkan cinta prtmanya… Oh, satu lagi.. selamat buat Sunny yg udah menstruasi, btw ntr klo dia jd kelinci gmn y?? Thanks for updatr Mon…

  15. selalu ad pengganggu

  16. taenygee said:

    waa stlah baca FF ini, jadi berkurang rasa galau nya gara2 gk dapet tiket GG Tour kmren..

    ya! ada oppa pengganggu *andwae!!*

    wow..sunny napsu bener sma sooyoung..makin so sweet..

  17. sunny kalo horny itu…… hahaha

  18. Ada pengganggu niehh …
    Soo kliatan ea msi bingung nie ma prsaan ea ..
    Tkut ea dya jdi suka lgi ma namja itu …
    Sunny lucu bgt ihh ..
    Xeexeexee

  19. dian yoonsic said:

    d tggu ff yoonsic ny unn fighting

  20. omegod, tiga chapter berturut-turut NC
    kepalanya pusing u,u

  21. yoonyul_coy said:

    waduh gaswat pengganggu dtang ..mga ja soo kgk berpaling.! kn kasihn sunny

  22. yah yah sooyoung noona bimbang -__-
    lanjut noona 🙂

  23. agustina_huang said:

    Wahh…soosun sweet bgt…^^
    Namja pengganggu tlah muncul 😦 , wah sunny msti siaga nih..soo pst bimbang tuh… @,@
    Mdh2an soosun sllu bersatu ^^

  24. nie_taeny said:

    Makin seruu niiiii, ad pihak k’3 wkwkwk

  25. Eh, . .kaget gue. . .dkirain sunny knpa, trxta lagi em. . .hehehe, dn msh smpet2x ‘pengen’, ckckck. . .ah sdhlh nmax jg stngh2 mkhluk hdup lain,hehe. . .but, si namja cnta prtma soo dtg. . .nah lo soo, plih mana??hahaha. . .seru nie seru. . .bkal ad knflik kan. .hehe

    lanjuuut. . .
    Keep spirit. . .

  26. kirain sunny kenapa….eh ternyata cuma datang bulan toh…
    ada orang ketiga dalam hubungan soosun
    bakal ada drama nih…

  27. nuriiiin said:

    lee jonghyuk sapa ya? *ga kenal artis korea*

  28. Lee Eun Soo said:

    Dicuekin itu rasanya…. -,-”
    poor soonkyu..
    Lagi mesra2nya mlh dateng serangga pengganggu.. -,-“

  29. sunkyu cemburu, ahaha 😛

  30. ngakak pas sunny bilang kalo dia punya penyakit serius ahahaha 😀
    Lee ahjussi jauh2 sana hush hush…!!!

  31. kwonratna said:

    aigoooooo….sunny bunny cemburu nih, lagian sooyoung cuekin bunny gara2 tuh namja
    sunny bunny mo beliin sooyoung apaan ya???

  32. Issshhh knp sih selalu aja ada namja yg ngeganggu soosun semoga namja itu ga ngerebun soo dari sunny lucu banget pas sunny baru tau klo dia menstruasi di kira nya sakit keras sunny polos banget sih jadi pengen ncubit pipi nya saking gemes liat ke polosan sunny author ff nya tuh bener2 sweet banget sih suka banget cerita nya

  33. the kid said:

    mulai konflik ya. adanya otang k 3 makn seru.
    pembukaan ceritanya bikin panas hehe ^_^d

  34. hennyhilda said:

    Sll da hama yg bnama namja d ff ni guk guk guk #gigit pengganggu it prince (lohh knp anjing jessica jd d bawa2)
    Mian jessica hehehe
    semangat author
    ganbatte

  35. Kasian sunny di cuek in ama sooyoung
    Cinta pertama nya soo dateng tuh aduh ntar perasaan nya soo berubah ama sunny
    Tidak akan ku biarkan!! Huahahahaha.. *evil laugh

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: