~Thank you for your comments~

Sunny Bunny (Chapter 6)

A/N : Apakah sudah pada menebak apa yang akan terjadi selanjutnya? Yep, tentu saja NC XD
Apa boleh buat soalnya alur ceritanya membutuhkan adegan semacam ini #plak yadong
Dalam pembuatan chapter NC ini ada dibantu temanku yang tidak mau disebut namanya lagi
enjoy~

“Sunny!”
Di tengah malam, Sunny terus berlari dengan mata berkaca-kaca, tanpa menghiraukan Sooyoung yang terus memanggilnya di belakangnya.

Kalau ada lubang, ingin rasanya Sunny bersembunyi sekarang. Tapi dia tidak menemukannya dan tubuhnya masih berwujud manusia.
Aigoo, lari gadis pendek ini cepat sekali, batin Sooyoung sambil memperpanjang langkah larinya.
“Chankaman! Mari kita bicarakan baik-baik!”
“Yaaa! Kenapa kamu terus lari, Sunny?!”
Sooyoung terus mengejar Sunny sampai mereka tiba di dekat sungai. Sampai disana Sunny baru memperlambat larinya jadi Sooyoung berhasil mengejar dan menangkap tangannya.
Mereka berdua berhenti untuk mengatur nafas mereka yang tak beraturan.
“Kan sudah kubilang kita bicarakan baik-baik.”
Tapi Sunny tidak menjawab dan malah menepis tangan Sooyoung. Kemudian dia berjalan menjauh.
“Yah! Kamu mau kemana lagi?!”
“Aku harus pergi… karena aku sudah tidak pantas berada di dekatmu lagi.”
“Wae? Soal tadi? Mana mungkin kubiarkan pergi tanpa mendengarkan penjelasanmu dulu. Aku butuh penjelasan sekarang.”
“Kalau kukatakan padamu, mungkin kamu akan jadi jijik atau bahkan nggak mau dekat-dekat lagi denganku. Ta-tapi baiklah akan kukatakan supaya kamu dapat memahami diriku, meski sebenarnya aku sangat malu untuk mengutarakannya.”
Sooyoung tidak membuka suara, tetap menunggu Sunny melanjutkan.
“Se-sebenarnya, akhir-akhir ini kalau berada dekat denganmu aku jadi menginginkan lebih dari sekedar skinship. A-aku menginginkan hubungan seksual…” ujar Sunny setelah satu tarikan nafas berat.
Mata Sooyoung membulat tidak percaya mendengar Sunny menginginkan hal seperti itu.
“A-aku ini setengah binatang… siluman…” jelas Sunny dengan suara bergetar. “Aku tidak bisa mengontrol birahiku, karena itu sudah naluriku…”
Sunny merasakan perpaduan antara rasa sakit, sesak, dan malu di dadanya ketika mengucapkannya.
“Dan karena tadi kamu tak terjaga seperti itu. Aku jadi kelepasan. Mianhae, padahal kamu sudah begitu baik padaku…”
“………………”
“Aku memang pantas mati. Lebih baik aku mati saja…”
Sooyoung mendekat dan memeluk Sunny dari belakang.
“Maafkan aku Sunny… Padahal aku selalu berada di dekatmu, seharusnya aku lebih cepat sadar…”
“Eh?”
“Kalau kamu memang menginginkannya, ayo kita lakukan sekarang.”

Mwo?! Ta-tapi bukan kewajiban majikan untuk memuaskan nafsu binatang peliharaannya! Ah tidak, walau seorang teman pun tetap saja!

Sooyoung membalik tubuh Sunny pelan dan memandangnya dengan tatapan nanar.
Sebelum Sooyoung semakin mendekat, Sunny keburu mendorong tubuh Sooyoung untuk menjauhkan gadis jangkung itu.
“Ani Sooyoung, tolong biarkan saja aku.”
“Sunny…”
“Hal seperti ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Kau harus melakukannya dengan orang yang benar-benar kamu cintai. Aku akan pergi… supaya aku tidak pernah menjadikan kamu sebagai- hmmph!”
Tiba-tiba Sooyoung membungkamnya dengan sebuah ciuman di bibir. Bayangan mereka menjadi satu. Bibir mereka bertemu dan menyatu, saling mengunci satu sama lain. Terasa hangat. Sunny merasakan paru-parunya sesak dan darah di sekujur tubuhnya menggelegak. Anehnya sensasi ini malah membuatnya mabuk kepayang. Seperti inikah rasanya berciuman? Pikir Sunny.
Kemudian Sooyoung melepaskan ciumannya.

“Sooyoungie, kenapa…?”

“Saranghae Sunny… aku mau melakukannya karena aku mencintaimu.”

Mata Sunny bisa melihat cinta yang besar terpancar dari bola mata Sooyoung. Benarkah ini? Orang yang ia cintai setengah mati yang mengucapkannya? Apakah ini berarti perasaannya berbalas?
“Karena sama Sunny, aku mau melakukannya. Kalau sama orang lain, aku tidak mau. Jadi tolong jangan katakan kalau kamu ingin mati atau pergi dariku…”
Sooyoung kembali mengulum bibir Sunny dengan perasaan meluap-luap dalam dadanya. Hidung Sunny bisa mencium bau feromon Sooyoung yang sangat khas. Telinganya hanya menangkap suara tarikan dan hembusan nafas di antara mereka.
Sunny tidak memejamkan matanya selama ciuman. Dia masih tidak percaya karena semua ini terlalu indah untuk jadi kenyataan. Matanya berpendar penuh keharuan.
Apakah ini boleh? Apakah aku boleh memiliki Sooyoung seutuhnya? Awalnya aku sudah puas hanya dengan keberadaannya yang menemaniku dan mencintainya sepihak. Tapi semakin lama aku merasa semakin egois. Apakah permintaanku ini trlalu muluk? Bila mengharapkan cintanya juga? Bagaimanapun aku ingin hidup bersama selamanya dengan Sooyoung sebagai manusia. Apakah aku terlalu serakah dan mengada-ada mengharapkan semua itu menjadi kenyataan?
“Saranghae Sunny…“ bisikan lembut itu menyadarkan Sunny dari lamunannya.
Direngkuhnya Sunny agar semakin mendekatkan jarak mereka. Bibir Sooyoung kini menyapu daun telinganya, membuat Sunny merasa geli sekaligus nikmat. Ia seolah terbang ke awang-awang. Kini Sunny tak peduli lagi akan keresahannya. Apakah mereka akan bisa bersatu dengan kondisinya yang seperti ini. Baginya saat ini hanya ada Sooyoung. Itu yang terpenting. Ia tak peduli lagi akan hal lainnya.
Perlahan air mata menetes dari kedua bola matanya yang indah. Lagi-lagi Sooyoung membuatnya meneteskan air mata kebahagiaan.
“Nado saranghae, Sooyoungie…”
Setelah puas ‘bermain’ di area telinga Sunny, kini bibirnya mulai menyapu leher Sunny. “Ahhh Sooyoungie… hahh…hahh…” Nafas Sunny semakin tak beraturan menanggapi permainan lidah Sooyoung. Sesekali desahan-desahan keluar dari mulutnya. Nafsunya smakin tak terkendali. Kini Sunny mulai aktif menyusup ke dalam baju Sooyoung.
Menyadari tangan Sunny yang mulai beraksi membelai abs-nya, Soo berkata. “Lakukanlah Sunny. Mulai sekarang aku milikmu, dan kau pun milikku.”
Merasa mendapatkan izin dari Sooyoung, perlahan-lahan tangan Sunny melepaskan pakaian Sooyoung satu per satu. Sebelum ia menanggalkan bra milik Sooyoung, Sunny merasa ragu sejenak. “Apakah tidak apa-apa kalau aku melepaskan pakaian dalammu juga Sooyoungie? Kamu tidak kedinginan?” tanya Sunny sedikit khawatir dengan Sooyoung yang belum lama ini sembuh.
“Gwaenchana. Lanjutkan saja Sunny. Aku tidak selemah itu, arra? Lagipula aku sudah merasa cukup hangat dengan panas dari tubuhmu.”

Walaupun sudah pernah melihat tubuh polos Sooyoung tanpa sehelai benang pun sebelumnya, tetap saja kali ini Sunny merasakan sensasi yang berbeda. Jauh lebih dahsyat dibandingkan sebelumnya. Mungkin karena suasana romantis yang menyelimuti keduanya saat ini. Belum lagi pandangan mata Sooyoung yang berpendar penuh cinta menatapnya.

Sooyoung membaringkan tubuh mungil Sunny dengan perlahan dan hati-hati di atas rumput seolah Sunny adalah karya seni yang rapuh. Sambil menjadikan telapak tangannya sebagai bantalan untuk kepala Sunny.

Setelah itu dia mulai menanggalkan satu per satu pakaian Sunny. Sama halnya dengan Sunny, Sooyoung pun merasakan hasratnya kian membesar. Ini sama sekali berbeda dengan nafsu. Lebih daripada itu, hasratnya berasal dari perasaan cintanya yang tulus kepada Sunny, yang entah sejak kapan telah mencuri hatinya tanpa disadarinya.
Tangan Sooyoung mulai membelai perut Sunny. Tidak ingin membuat Sunny ketakutan, ia melakukannya dengan tidak terburu-buru dan memastikan membelai seluruh tubuhnya. Baginya perasaan Sunny di atas segalanya. Sooyoung ingin memberikan rasa nyaman kepada gadis mungil yang telah membuatnya jatuh cinta ini.
Seluruh indra di tubuh Sunny hanya menangkap eksistensi Sooyoung di hadapannya saat ini. Sekujur tubuh Sunny merasa nyaman oleh kehangatan belaian tangan Sooyoung. Hawa dingin tidak lagi terasa menusuk kulit.
Bulan purnama bersinar dengan terang menerangi kedua insan yang sedang dimabuk gelombang asmara itu. Kunang-kunang di sekeliling menjadi saksi bisu atas cinta mereka.
Beralaskan bumi dan berlangitkan bulan dan bintang yang berpendar menerangi malam, kedua insan itu menikmati momen kebersamaan mereka.
Sooyoung mengulum, menjilat, dan menghisap puting Sunny.
Sunny mendesah penuh nikmat disertai dengan nafas yang memburu.
Saat sedang melakukannya pada dadanya yang satunya tiba-tiba Sooyoung berhenti.
Sunny membuka matanya dan menatapnya dengan penuh tanda tanya.
“Mianhae Sunny… aku bukan namja, jadi mungkin aku kurang bisa memuaskanmu…” kata Sooyoung berkecil hati.
Sunny memeluk tubuh Sooyoung rapat-rapat supaya tidak ada jarak lagi di antara mereka. Keduanya saling berbagi kehangatan tubuh masing-masing.
Sunny tidak peduli meski Sooyoung tidak dapat memuaskan seluruh hasratnya, sekarang hanya dengan melakukan ini sama Sooyoung saja dia sudah sangat bahagia.
Setelah meninggalkan kiss mark di dada Sunny, ciuman Sooyoung meluncur turun ke perut, lalu semakin turun ke bawah. Sunny merasa geli merasakan rambut Sooyoung seperti menggelitik tubuhnya ketika dia bergerak turun.
Sunny membuka kakinya lebih lebar untuk memudahkan akses Sooyoung.

Sooyoung tidak pernah punya pengalaman bercinta sebelumnya, tapi anehnya dia tidak merasa jijik ketika mendekatkan wajahnya ke depan milik Sunny yang sudah sangat basah. Yang dia inginkan saat ini hanya memuaskan Sunny.
“Ahh… ahh… Sooyoungie…!” desah Sunny tertahan ketika merasakan lidah Sooyoung menggelitik daerah kewanitaannya.
Rasa Sunny… Pipi Sooyoung menjadi panas ketika memikirkannya.
Ketika Sooyoung menjilatnya, lebih banyak cairan cinta semakin keluar membasahinya.
“Ahhhh… enak sekali Sooyoungie… haahh…!
Sunny dibuat kaget ketika merasakan lidah Sooyoung menerobos masuk ke dalam. Lidahnya keluar masuk membelai dinding-dinding dalamnya.
Sunny menjadi semakin liar. Dia sedikit menekan kepala Sooyoung dan menggerak-gerakkan pinggulnya supaya dapat lebih merasakan lidah Sooyoung di dalam.
“Sooyoungie…! A-aku…! Sebentar lagi… haaahh… haaahh…!”
Mendengar itu, Sooyoung semakin mempercepat gerakan lidahnya. Sekarang dia bahkan menambah dengan ikut memasukkan dua jari ke dalam.
Punggung Sunny sedikit terangkat ketika merasakan klimaks yang luar biasa.
Sehabis orgasme, dada Sunny masih bergerak naik turun dengan cepatnya. Tubuhnya mulai berkeringat meski hawa di sekitar cukup dingin.
Sooyoung pun ingin merasakan tubuh mereka bersatu, jadi dia mengubah posisinya sekarang. Dengan posisi gunting, sehingga kelamin mereka saling menyentuh.
“Sooyoungie…” Sunny menatapnya dengan tatapan memelas.
Sooyoung mulai bergerak dan menggesek-gesekkan miliknya dengan milik Sunny.
Gelombang rasa nikmat kembali menyerang Sunny.
Ahhh tubuh kami seperti menyatu. Rasanya sungguh menyenangkan, batin Sunny mulai merasakan sekujur tubuhnya lemas seperti dialiri oleh listrik yang berasal dari pangkal pahanya.
Sooyoung lebih mencondongkan tubuhnya ke depan, sehingga sebelah paha Sunny terangkat. Kedua tangannya bertumpu di atas rumput, Sooyoung menghentakkan pinggulnya dan menggesekkan lebih keras. “Nngghhh…! Sunny…!”
“Ahhh… hahhh…”
Semilir angin berhembus, menebarkan aroma dedaunan dan rumput di sekitar mereka. Pijar cahaya kunang-kunang yang indah.

Saat melakukannya dengan Sooyoung yang kucintai setengah mati seperti ini aku benar-benar merasa sangat bahagia. Tidak hanya sekedar nafsu. Aku bisa melihat ada cinta yang besar terpancar dari matanya. Seperti inikah rasanya saat melakukan dengan orang yang kita cintai?

Peluh mulai membasahi pipi dan leher Sooyoung. Nafasnya semakin tidak teratur. Sooyoung menjalin tangannya dengan Sunny. Dia semakin diujung klimaks.

“Sooyoungie, sebentar lagi aku akan…”
“Ayo kita klimaks bersama.”

Sunny mencapai klimaks untuk yang kedua kalinya. Setelah orgasmenya reda, Sunny menjadi mengantuk.
“Ayo kita pulang Sunny. Disini memang indah, tapi kita tidak bisa tidur disini sampai besok pagi.”
“Ne…” jawab Sunny lemah dengan mata sudah terpejam.
Sooyoung yang pengertian kemudian memakaikan seluruh busana Sunny kembali. Lalu dia juga berpakaian. Kemudian mengangkat Sunny dalam gendongannya. Memandang gadis dalam gendongannya dengan tatapan sangat lembut.
Sepanjang perjalanan, Sunny merasa nyaman dalam gendongan Sooyoung dan tertidur nyenyak.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Sunny Bunny (Chapter 6)" (84)

  1. omg! nc di luar rumah….. kalian gila ya dan berani nc di tmpt itu. gimana warga melihat dan menyebarkan video? kalo ada, sy beli video itu dg harga paling mahal di dunia.

    • haha tenang aja sih, soalnya spt yg sdh disebutkan di chapter2 sblmnya kalau matahari sdh terbenam, para penduduk sdh ada di rumah masing2, hampir gak ada yg keluar

      aku jg jd pengen XD #plak

      coba kalau itu villa pribadi milik SooSun, pasti sdh bermalam diluar deh XD

  2. bossanova said:

    cuma bisa mengucap dua kata “Daebaakk abiees”

  3. Wkwkwk
    author.a emang byunn,tp aku suka. . .
    Ohh soosun sweet moment terus
    *nangis terharu

  4. knp rumput ny gk dialesin tiker aja si biar kgk gatel2…
    soosun emg daebak arieluna aja klah…

  5. Ohh ..cukup tau aja#plakk haha 😀 lama sudah aku tak innocent lagi,, hikss* 😦 ciyeee sooyoungie pengertian banget yaa, mau menerima sunny apa adanya,, 😉 aku malah takut sama sunny nya dehh kak,, 😐 ditunggu next and secret of twin sister nya yaa ..lumutan tuhh #hahaha peace 🙂

  6. GUE SKIP NIH CHAPTER.. TT____TT

    NC NYA PUANNNJANGGGGGGG~

  7. Gaega93 said:

    Berasa panas bacanya ckck jadi ngebayangin*nosebleed* yeaay nc lagi , banyakin aja nc nya hohoho 😉

  8. Aigooo…
    Ini wow.
    Aaaih, ceritanya jadi ngalir enak deh thor.
    Maksud nya. Jadi ke bawa enak. Mlah gak ada kepikiran yadongnya.
    #duh ngemeng apa sich we. Ribet bget.
    Pokoknya daebak

  9. nie_taeny said:

    NC ny outdoor , ap gak k’tangkep basah tuh ama yg ronda malam? Wkkkk

  10. Nc yang memberikan efek keringetan *kipas-kipas*
    gak kebayang nanti pas dia pacaran atau menikah ..
    Apa sunny bakalan jadi manusia seutuhnya?
    kalo appaumma sooyoung pergi terus entar mereka kawin kawin mulu dong hehehe

  11. noeyanzien said:

    romantis yah, NC-nya outdoor hahaha XD

    ditemani bulan bintang, beralaskan rerumputan, dan kunang-kungang menjadi saksi cinta mereka berdua.. hahaydeuh

    LANJUTKAN……. NC-nya hahaha #plakk

  12. annyeong…

    adduuhh ekhm!!! aigooo~ NC nya outdoor??? bayangkan pemirsah,sekali lagi OUTDOOR??? o.0 tapi untung juga yah kaga ketauan warga sekitar 😀
    #udah ahh,aku mau berendem dulu u,u panas ini epek NC 😦 *apa hubungan nya

  13. ngantuk2 baca NC lgsg melek… ^_^

  14. hana mutia said:

    heh!
    itu ngelakuin d dket sungai tepatny d rumput???
    aissshhh sking g bs nahannya yaa. ngeri wrga yg lg ngeronda ngliat prbuatan mreka trus ortu soo tau gmn. #drama 😀
    tp prtanyaan, soo blm prnh ad pngalaman dlm hal itu kan. tp kok tau carany? mna ngelakuinny kya org berpengalaman. ahahaha

  15. NCnya Daebak,,,,,
    JJang<<<
    mantap surantap pokonya mah,,, teruskan,,,,
    hehheheh

  16. dua chapter terbaru yg bikin ‘sesuatu’ di pagi hari…
    #plaaakkk

    pagi2 udh baca chaptr bgini.
    aiihhhh melalui hari dgn semangat nih…
    (*^*)/ wkwkwkwk

    setelah chptr sebelumnya bunny nyolong2 dan diem2 kini mereka berdua sama2 sadar.
    romantis juga iihh mskpn sedikit nekad.
    di atas rumput.
    sambil melihat bintang.
    bahkan ada kunang2 d sekitar mereka.
    aaiihhh sweet bgt~

    buruan update chingu~
    hwangtaeng!!! 9(^o^) 9

  17. icepearl_choding said:

    wow soosun ber-nc-ria diluar rumah hahaha

  18. ngga aku skip lagi loh, unn 😀 karena lebih hot dan lebih romantis kali yaa 😀 #plaakk
    bangun tidur jadi melek nih 😀

  19. kwonbori said:

    tuh kan ak bilang juga apa, coba sunny bilang dari awal syoung pasti bakal ngasih kok 😀
    itu aja deh yg ak tau, banyak yg ak skip nc nya,
    nanti deh ak baca ulang kalo pikirannya lagi jernih 😀

  20. aawww…. NC ini yg paling romantis..

  21. Kyaaaaa full enceeehhhhhhh
    ahh dikitt sekali nicc..
    Kuraaangggg #pletaaakk..
    Ya ampunn naluri bintang sebesar itukah?
    Sunnny gue ga bsa mikirin lu kalo lu bener” kelinci :3

  22. ahh speechless!.

  23. nc nya keren thor, bnyakin nc dong #otakbyunkumat# hahaha. Soo keren nrima sunny ap adany

  24. kalau kaya begini terus, bisabisa saya lupa nafas 😀
    muka gua jadi panas noona 😀
    bacanya sambil senyum sendiri.

  25. NC d pinggir sungai, beralaskan rumput beratapkan langit yg d terangi rembulan n kemintang, ditemani kunang2 sbgai saksi bisu.. Romantic… tapi dingin kyknya… Nah, klo udh sling berucap cinta gni, psti akn ad prsaan untul bisa sling mmliki n brsma slamanya.. mungkinkah??? Dengan keadaan sunny yg sprti itu??

    thanks for update mon… Oh, jd td mlm twet mnta d bntuin buat NC itu bnran y… hehehe

  26. astaga, mereka melakukan itu di outdoor….

  27. shosiiinewreader said:

    waduh mereka ngelakuinnya di…gak usah di bahas deh..yang penting great!!

  28. Miss New New said:

    anyeoong
    uuh guntiing pemirsaah

    waaah mesti latihan mental nih
    jangan smpai kalo gue denger kata ”gunting” gue malah blushing

    *langsunggooglingsigunting

  29. Jiaaaaaaaah. . .yg ini baru berbanding terbalik ma yg sblmnya. . .hihihi. . .yg sblmnya bkin gue sedih. . .tapi kali ini, buat guee. . . eeeeerrrrrr. . .huaahahaha. . .akhrx soo ngungkapin prasaan yg sbnrx ma sunny. . .hehe, aseeekk. . .emm,, sunny mnusia seutuhnya gk yaa??

    Lanjuuut. . .
    Keep spirit ne.

  30. cieelahh soosun….
    kerennn abiss dah

  31. Fiuhhh ….

  32. yoonyul_coy said:

    gileee asoyyy waduh sungguh hot thir .kok ngelakuin ‘itu’ dluar sih, ntr kalau da yg lht gmana hayo!
    ok deh dtunggu klanjutannya 🙂

  33. Antika Nabila said:

    Nc nya hot BGT x_x

  34. weeeeeew eddan !! harreuuh. .nahan nafas gua baca nya. .kebangetan klo mnrt gua yg blng ini ga hot. .#pletakkk
    jd geli sndr gua pas baca kt “Gunting” itu. . untung tuh kunang2 ga pd mati liatin mrk lg pd maen “gunting2an”. .
    agagagagagg #plakplakplakkkk
    daebak thor, next chapt. . .

  35. wuih gaswat soosun jadi byun ngalahin taeny shiper ke byunx ane pernafasan nih eh penasaran lanjutanx i always waiting for next chapter thor

  36. cukup satu kata KEREN….

  37. Lee Eun Soo said:

    *tarik nafas*
    KYAAA.. NC’na hot bgt.. Di rerumputan pula.. >,,<

  38. ya amplop, outdor gitu 😛

  39. jadi ikut keringetan ahahahaha 😀
    walaupun sebenernya aku kurang berani tp aku paksain baca ini chap ampe selesai cuma demi soosun.. gila aja mereka melakukannya di luar rumah ditemani cahaya bulan, ditemani bintang dan angin malam.. dan diatas rumput sbg alasnya…

    Thor belajar bikin NC drmana sih? jadi pengen bikin juga nih… ahahaha 😀

    • Cara belajarnya ya sering membaca NC #plak ketahuan sering baca 😛
      Baca dr komik jg bisa, tentunya komik yg begitu begitu

  40. Omo baru kali ini baca NC di luar rumah apa lagi ngelaku’in nya deket danau yg indah aahh bener2 romantis abis bener2 keren soosun emang bener2 gokil abis author daebak keren abis (y)

  41. full!! gue baca kayak d tempat sauna masa?!

    posisi gunting?? hmm #mikirkeras

  42. the kid said:

    baru mylai konflik ^_^
    dapt bangt feelnya ^_^d

  43. hennyhilda said:

    Kynnya utk NC ff soosun,author jagonya bqn readers ikt terhanyut j ky bnrn brrr
    omg..omg..omg…
    semangat author
    ganbatte

  44. Walah ngelakuin nya di pinggir sungai hahaha gokil Thor
    Ntar di rumah gitu lagi nggak wkwk *bunga mind

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: