~Thank you for your comments~

Sunny Bunny (Chapter 5)

“Sooyoung, seperti biasa kami akan pergi ke kota.”
“Jaga rumah ya.”
“Ne Umma, Appa.”
“Syukurlah kali ini ada Sunny yang menemanimu. Sunny, tolong temani Sooyoung ya?”
“Ne, ahjumma.”
“Karena Sooyoung suka kesepian,” goda Appanya.
“Kalau sudah tahu gitu mestinya Umma dan Appa jangan pergi!” kata Sooyoung pura-pura ngambek.
“Yahh, soalnya kamu kan sudah besar sekarang.”
“Mianhae Sooyoung, mungkin kami akan pergi cukup lama.”
“Neeeee~ sudah tahu. Selalu saja itu yang kalian katakan.”
“Sunny tolong hibur Sooyoung ya, supaya tidak bad mood lagi.”
“Ne, ahjumma.”
“Itu makan pagi sudah disiapkan. Makanlah dengan Sunny.”
“Ne, hati-hati.”
“Jangan lupa kunci rumah selalu.”
Setelah mengantar kepergian kedua orang tuanya, Sooyoung dan Sunny makan pagi.
“Kamu marah sama orang tuamu karena mereka meninggalkanmu Sooyoung?”
“Tidak juga, sejak aku remaja mereka memang sudah biasa pergi bekerja di kota. Dulu sebelum ada wabah kelaparan menyerang desa, mereka juga yang menangani mengantar hasil panen ke kota untuk dijual.”
“Ohh.”
“Lagipula, sekarang ada kamu Sunny, jadi aku pasti tidak akan kesepian di rumah. Dan kita malah bisa menghabiskan banyak waktu berduaan.”
Wajah Sunny memerah mendengar kata ‘berduaan’.
“Nah ayo makan sepuasnya, kemarin malam aku sudah minta agar mereka memasakkan masakan wortel.”
“Ne.”
Sunny menunjukkan senyum itu. Eye smile yang sangat disukai Sooyoung.
Sooyoung jadi berpikir mungkin begini tidak buruk juga. Dengan tidak ada orang tuanya, Sooyoung jadi bisa menghabiskan 24 jam penuh bersama Sunny, tanpa ada pengganggu. Untuk pertama kalinya ditinggal, Sooyoung sama sekali tidak merasa buruk hati.

Sooyoung POV

Lima belas menit kemudian.
“Gomawo atas makanannya.” Lalu Sunny mengelap-ngelap mukanya dengan kedua tangan.
Ah, waktu itu juga dia sering mengendus makanan sebelum memakannya.
Setelah tahu Sunny adalah reinkarnasi bunny, aku baru memperhatikan kebiasaan uniknya, kalau tingkah Sunny memang seperti kelinci. Bahkan yang paling jelas adalah makanan kesukaannya, yaitu wortel. Kalau saja aku tidak tahu mungkin aku malah tidak akan pernah sadar.
Ketika dia menyadari aku sedang memperhatikannya, wajahnya jadi memerah. Sunny segera menurunkan tangannya dan matanya menghindar bertemu pandang denganku.
“Maaf, kebiasaan lama.”
“Manis.”
“Heh?”
“Tingkahmu barusan terlihat manis sekali, seperti bunny.”
“A-aku memang bunny…”
Tapi tak kusangka kalau tindakan sepele seperti itu dilakukan oleh manusia seperti Sunny malah justru tampak manis.
Bahkan wajahnya yang lagi malu-malu malah membuatnya tampak semakin manis. Padahal dia bukan berwujud kelinci saat ini tapi aku malah jadi ingin mengelus-elus rambut dan pipinya. Tapi kalau kulakukan itu, aku jadi seperti orang aneh. Mungkin karena aku tidak bisa melakukannya, tanpa sadar aku jadi menghela nafas.
“Kenapa sih kamu bisa manis sekali, Sunny? Selain itu kamu juga punya tubuh seksi…”
“Ja-jangan puji aku terus…” Wajah Sunny semakin memerah.
Aku kepikiran untuk menjahilinya lebih jauh karena penasaran dengan reaksinya. Jadi saat dia malu-malu begitu, kucuri piring berisi potongan wortelnya.
“Ah!”
“Hap!” Kumakan dengan nikmat di depan Sunny. “Nyam, nyam, nyam!”
“A-aaaa…”
Mwo? Kenapa dia sekarang malah tampak seperti mau menangis? Seperti anak kecil yang mainan favoritnya diambil saja. Aish, berlebihan sekali. Padahal cuma kumakan satu iris wortelnya saja kok
“Maaf maaf, nih kukembalikan.” Kuletakkan di depannya lagi piring berisi wortelnya.
Wajah Sunny berubah kembali jadi ceria.
Uhhh, tidak bisakah dia bertingkah lebih manis? Sunny seperti bisa mengeluarkan aegyo secara alami.

Third Person POV

Siangnya mereka pergi ke gunung untuk memetik buah berry kesukaan Sooyoung.
“Waahhh, hari ini juga banyak yang matang.”
Sunny berdiri di sebelah Sooyoung, ikut menengadah ke atas pohon.
“Taruhan pasti kamu suka juga. Waktu kuberi kamu langsung memakannya.”
“Iya.”
Sooyoung berkacak pinggang. “Kamu bisa manjat pohon nggak, Sunny?”
“Nggak.”
“Benar juga, kelinci kan nggak bisa manjat pohon.”
Sunny hanya diam setelah Sooyoung berkata begitu.
“Ah, jangan tersinggung ya kalau aku bilang begini.”
“Aku tidak tersinggung. Aku hanya berpikir disini adalah tempat kita pertama kali bertemu.”
“Ya, kamu benar. Nah, kamu pegangkan keranjangnya dari bawah, aku akan memanjat dan melempar berrynya.”
Sooyoung melemparkan keranjangnya, Sunny menangkapnya dengan kikuk. Sooyoung mulai memanjat berry itu dengan lincah dan langsung menuju ke sasaran.
Sunny memandang dengan takjub dari bawah.
“Sunny! Aku akan lempar. Kamu siap ya!”
“Ne!”
“Nih tangkap! Jangan sampai jatuh!”
Sunny kewalahan menangkap berry-berry yang dijatuhkan Sooyoung dengan keranjangnya. Sooyoung sengaja sedikit mengerjainya, kadang dia melemparnya jauh supaya melihat Sunny bolak-balik. Tapi Sunny tetap tersenyum menikmati apa yang dilakukannya dengan Sooyoung. Senyum juga terus menghiasi wajah Sooyoung.
“Lihat, dapat banyak! Pohon ini pasti sedang berbaik hati dengan kita sehingga dia menghasilkan banyak untuk kita berdua. Yuk pulang. Ah tapi sebelum pulang.” Sooyoung berbalik dan mengelus pohonnya. “Terima kasih, lain kali berbuahlah lebih banyak. Aku akan rajin-rajin datang, hehe.”
Sunny tertawa kecil mendengar doa Sooyoung yang lucu.
Lalu mereka pulang dengan keranjang penuh, juga dengan hati yang puas.

**

Sorenya mereka lewatkan dengan memakan buah berry itu bersama.
Kemudian saat menjelang malam.
“Oke, jendela dan pintu sudah dikunci. Sebentar lagi matahari terbenam.” Sooyoung duduk di atas kasurnya. “Kalau tidak ada Umma dan Appa rumah ini jadi terasa lebih sepi. Sunny, malam ini kamu tidur disini saja denganku ya. Aku merasa lebih tenang daripada kamu tidur di gudang.”
“Ne.”
“Kalau begitu karena tidak ada yang bisa dilakukan kalau hari sudah gelap, kita tidur sekarang saja.”
“Sooyoung…”
“Ne?”
“Mungkin kamu sudah tahu, tapi biar kukatakan supaya jelas. Kalau matahari sudah terbenam, tubuhku akan berubah kembali menjadi kelinci…”
“Ne, aku sudah tahu. Waktu menjagai kamu tidur kemarin, saat matahari kembali bersinar aku melihatmu kembali menjadi manusia.”
“Kamu pasti kaget.”
“Sangat.”
“Tapi begitulah… entah kenapa hanya kalau ada sinar matahari aku bisa menjadi manusia. Barangkali karena anugerah alam…”
“Sunny ah.”
“Ne?”
“Kalau kamu jadi bunny lagi, bolehkah aku mengelus-elus tubuhmu lagi seperti dulu?”
“Ah, iya,” jawab Sunny sedikit malu. Barusan pikiran mesum sempat singgah di otaknya.
“Hehe, soalnya waktu kamu jadi bunny, kamu tampak manis sekali sampai rasanya aku ingin mengelus-elus tubuhmu.”
Sedari tadi Sunny tidak melepaskan pandangannya dari Sooyoung. Tatapannya seolah menyimpan sejuta pertanyaan.
“Wae Sunny?”
“Sooyoungie… ada yang ingin kutanyakan.”
“Apa itu?”
“Sebenarnya kamu lebih suka sosokku sebagai manusia atau sebagai kelinci?”
“Mwo? Kenapa kamu malah bertanya seperti itu? Sudah jelas aku lebih senang kalau kamu menjadi manusia. Karena aku bisa bicara denganmu dan kita bisa melakukan banyak hal bersama seperti ini. Hal-hal yang tidak bisa kita lakukan saat kamu masih berwujud kelinci.”
Sunny tersenyum lega.
Dan aku juga bersyukur karena diberi anugerah untuk bisa mencintaimu, Sooyoung. Kuharap nantinya kamu juga akan membalas perasaanku. Semoga aku bisa terus menjadi manusia, supaya aku bisa selalu dekat denganmu, batin Sunny.
Keduanya berbaring bersebelahan, sekarang saling berpandangan. Tanpa disadari oleh dirinya sendiri, Sooyoung menatap Sunny dengan pancaran kasih sayang yang sama besarnya dengan Sunny.
Tiba-tiba Sooyoung usil. “Ayo kita main permainan tidur lebih cepat.”
“Eh?”
“Sampai besok pagi, tidak boleh bergerak. Yang bergerak berarti kelinci. Mulai!”
Sunny cekikikan, merasa ucapan Sooyoung sangat konyol.
“Ah Sunny, kamu bergerak barusan. Kan sudah dibilang jangan.”
“Mwo? Memangnya tidur tidak boleh bergerak?” tanya Sunny masih tersenyum. “Lagipula permainan macam apa itu? Aneh sekali.”
“Ini permainan masa kecil yang kulakukan dengan teman-temanku dulu pas menginap. Supaya kita tidur lebih cepat dan nggak malah mengobrol terus sampai subuh.”
“Hehe, lucu. Seperti apa waktu kamu kecil Sooyoung?”
“Aku? Hanya seorang bocah tomboy karena kedua orang tuaku tadinya menginginkan anak laki-laki. Bahkan mereka menyiapkan baju untuk anak laki-laki dulu.”
“Begitu ya, aku jadi membayangkan dulu pasti kamu sering berlari-larian di sawah, mengusili ternak, dan memanjat pohon.”
“Aku nggak cuma nakal saja tahu. Terkadang aku juga membantu Umma dan Appa bekerja. Atau kerja sambilan mengurus ternak sama kenalanku. Dan memang sampai sekarang pun aku masih memanjat pohon,” kata Sooyoung sambil merong.
“Iya, demi buah berry, dasar shik shin.”
“Ahaha! Ya, aku memang shik shin nomor satu di desa ini.”
Dan meski wabah kelaparan menyerang, kamu tidak memakanku waktu itu, batin Sunny merasa seluruh hatinya saat ini dipenuhi oleh Sooyoung.
Rasanya setiap detik, Sunny semakin jatuh cinta.
“Hahaha, dari tadi kita hanya membicarakan tentang aku terus nih. Sekarang aku mau dengar tentang kamu, Sunny. Ceritakan.”
“Eh?”
“Terserah apa itu. Cerita apa saja.”
“…tidak ada yang menarik untuk diceritakan.”
“Ayolah, pasti ada kan? Kamu kan memandang dunia melalui sudut pandang kelinci. Aku jadi penasaran seperti apa rasanya.”
“Hmm, aku merasa dunia itu sangat luas dan aku sangat kecil.”
“Ya, tentu saja.”
“Aku sangat suka melihat pemandangan yang dipenuhi dengan warna hijau. Terasa damai sentosa.”
“Hmm, aku sangat mengerti perasaan itu. Coba ceritakan masa kecilmu.”
“Terakhir kali kuingat, saat aku sudah tidak menyusu pada Ummaku lagi, aku sudah sendirian.”
Mendadak keceriaan Sooyoung jadi lenyap.
“Terkadang ada beberapa orang yang turun naik gunung sepertimu, Sooyoung. Mungkin mereka… Umma dan Appaku sudah…”
Sebelum Sunny berkata lebih jauh, Sooyoung sudah memeluk tubuhnya.
“Sunny, sudah jangan diingat lagi kalau memang menyakitkan. Maaf aku sudah menanyaimu…”
“Tidak apa-apa. ”
“Kalaupun kamu tidak punya siapa-siapa lagi, kamu punya aku sekarang. Jadi jangan merasa kesepian lagi, Sunny. Kamu boleh bergantung padaku. Aku tidak akan membiarkan terjadi apa-apa pada dirimu lagi, aku akan melindungimu dengan seluruh keberadaanku.”
Sunny merasa ingin menangis sekarang. Berada di dalam dekapan orang yang sangat dicintainya dan mendengarkannya mengucapkan kata-kata tulus itu… Rasanya semua penderitaan yang selama ini membebaninya jadi tidak terasa berat lagi.
“Iya, Sooyoungie…” Sunny meneteskan air mata bahagia.

**

(NC alert)

Malam tiba. Sooyoung sudah lama terbawa ke alam mimpi, sementara tidak dengan Sunny. Dia tidak kembali ke wujudnya sebagai kelinci.

(Dalam mimpi Sunny)
Sooyoung tiba-tiba naik ke atas tubuh Sunny. Sunny bertanya-tanya dalam hati apa yang akan dilakukan Sooyoung sampai bibirnya merasakan ciuman yang lembut.
Sooyoung memiringkan kepalanya ke arah berlawanan dan mengulum bibirnya. Dengan ujung lidahnya, Sooyoung menggelitik dan menjilat bibir Sunny.
“Mmph…” Sunny mendesah di sela-sela ciuman.
Tangan Sooyoung meraba-raba pangkal pahanya dan menyusup masuk ke balik celana dalamnya. Mata Sunny terkatup rapat ketika merasakan jari-jari Sooyoung menggosok-gosok area sensitifnya, membuat Sunny mulai bergairah.

Dan mimpinya baru sampai disitu ketika Sunny terbangun.
“Haa… haaa… haaa…”
Nafas Sunny jadi memburu. Suhu tubuhnya lebih tinggi. Semuanya dikarenakan libidonya sedang tinggi akibat mimpinya barusan.
Sunny merapatkan pahanya, merasa sangat gelisah di bawah sana. Tubuhnya semakin bergulung akibat hasrat seksual yang besar di dalam dirinya. Melihat ada guling di sebelahnya, dia mengambilnya lalu segera menjepitnya di antara kedua pahanya dan menggesek-gesekkannya.
“Hmm… ahh…” desah Sunny tertahan. Tapi gesekan yang ditimbulkan itu tidak cukup baginya.
Kemudian akhirnya dia bangun ke posisi duduk. Dalam suasana yang gelap dan sunyi ini pikirannya semakin liar. Kepalanya hanya berisi satu perintah.
Harus kawin, harus kawin.
Dia butuh hubungan seksual untuk memuaskan birahinya, sementara tidak ada siapa-siapa disana selain…
Sunny memandangi wajah Sooyoung yang sedang tertidur di sebelahnya. Melihatnya menarik dan menghembuskan nafas dengan ritme yang teratur.
“Soo…youngie…” Sunny mendekatkan wajahnya. Nafsunya semakin tinggi.
Dalam kepalanya langsung jadi berisi. Kawin dengan Sooyoung. Harus kawin dengan Sooyoung. Sekarang.
Sementara di satu tempat di hatinya, dia tidak ingin memanfaatkan Sooyoung. Dengan menjadikannya sebagai obyek pemuas nafsu binatangnya.
Sebagian dalam diri Sunny masih punya akal sebagai manusia untuk segera menghentikan dirinya.
“Emmh…”
Sunny sekali lagi merapatkan pahanya, berusaha menahan nafsunya.
“Tidak boleh… tidak boleh…”
Dalam kepalanya terus memerintahkan, sementara tubuh Sunny juga merasa ingin terus berhubungan seksual dengan Sooyoung. Hasrat dalam dirinya seperti mau meledak tak tertahankan.
Sunny berpikir mungkin lebih baik memuaskan dirinya sendiri.
Sunny menurunkan celana beserta celana dalamnya dan meloloskannya melewati kakinya kemudian mulai menyentuh dirinya di bawah sana. Tangannya juga menyusup ke balik bajunya yang tidak mengenakan bra dan menyentuh puncak dadanya.
Sunny membelai dirinya sendiri. Tapi ini juga masih belum cukup untuk memuaskan nafsunya.
Sunny kembali melihat Sooyoung yang masih tertidur dengan nyenyak di sebelahnya.
Sunny tak lagi bisa menahan hasrat yang meledak-ledak dalam dirinya saat ini. Hasrat ingin merasakan belaian tangan Sooyoung di sekujur tubuhnya yang polos.
Nafasnya tak beraturan. Pandangan matanya semakin sayu.
Sunny tidak bisa menyangkal kalau akhir-akhir ini tubuhnya selalu menginginkan lebih dari sekedar skinship.
Ingin… Ingin sekali disentuh olehnya… ahhh Sooyoungie…….
Akal sehat sudah meninggalkan Sunny sepenuhnya. Tubuhnya otomatis bergerak mendekat ke tubuh Sooyoung yang masih tertidur dengan damainya. Perlahan-lahan diraihnya tangan Sooyoung dari atas tempat tidur. Jari-jarinya yang lentik…
Pikiran Sunny sudah semakin liar memfantasikan dirinya bercinta dengan Sooyoung. Dan bagaimana tangan ini menggerayangi seluruh tubuhnya.
Sunny menuntun tangan Sooyoung menyusup masuk ke balik bajunya dan tepat di atas dadanya. Sunny merasa nafasnya tercekat ketika merasakan kehangatan tangan Sooyoung di dadanya.
Tubuhnya seolah merespon oleh sentuhan tangan Sooyoung.
Hanya dari sentuhan tangannya saja, Sunny sudah merasakan nikmat.
Sedikit… sedikit saja lagi. Pikir Sunny.
Sunny menggunakan tangan Sooyoung untuk meremas-remas dadanya dan membuat jarinya mencubit putingnya.
Sedikit lagi…
Kemudian Sunny membawa tangan Sooyoung membelai perutnya dan semakin turun ke bawah.

Saat itu Sooyoung yang kesadarannya masih di awang-awang merasa aneh. Telinganya seperti menangkap suara desahan-desahan. Lalu merasa seperti ada sesuatu yang membasahi jarinya. Dalam kesadaran yang masih belum kembali sepenuhnya, Sooyoung mencoba mengumpulkan indera perasanya di sekitar sana. Dia merasakan beberapa jarinya seperti keluar masuk sesuatu yang basah dan hangat.
Apa ini? Batin Sooyoung dalam mimpi.
Selain itu ada rasa seolah jari-jarinya diremas oleh sesuatu yang hangat dan basah itu.
Sooyoung ingin bangun. Tapi matanya masih terpejam. Tubuhnya juga terasa lumpuh dan tidak dapat digerakkan. Kemudian dia merasa sesuatu menindih tubuhnya, di bagian pinggang.
Lalu bunyi decakan-decakan aneh ini tiap kali jarinya…
Setelah beberapa saat memaksa bangun karena penasaran, baru kesadaran itu perlahan mulai kembali padanya. Dalam kegelapan Sooyoung membuka matanya. Sinar bulan membiaskan cahaya melalui jendela, memberinya penerangan akan sesosok tubuh di atasnya. Ketika rasa kantuknya menguap, mata Sooyoung melebar melihat sisi Sunny yang baru kali ini dilihatnya.
Sunny sedang berada di atas tubuhnya, tanpa mengenakan bawahan. Mengangkat tubuhnya turun naik menaiki tiga jarinya. Sesekali Sunny memutar tubuhnya supaya jari Sooyoung terasa mengaduk bagian dalamnya. Karena rasa kantuknya sudah sirna sepenuhnya, Sooyoung dapat merasakan jarinya yang basah. Dan mata Sooyoung sekarang tertuju pada jarinya yang tampak keluar masuk milik Sunny yang paling berharga. Sooyoung sungguh syok. Sementara Sunny masih tidak sadar kalau Sooyoung sudah bangun dan masih menggerakkan tubuhnya turun naik dengan liar.
“Mmm… ahh… ngghh….!”
Peluh bercucuran di wajah Sunny. Bersama dengan desahan-desahan erotis yang keluar dari bibirnya.
“Su-Sunny…?” kata Sooyoung dengan suara gemetar tidak percaya.
Gerakan tubuh Sunny langsung kaku. Di tengah nafasnya yang tersengal-sengal dan kenikmatan, Sunny membuka matanya dan melihat Sooyoung sedang menatapnya dengan mata terbelalak lebar.
Sunny baru tersadar dari kabut nafsunya. Kalau dia telah menggunakan dan menaiki jari Sooyoung. Dan dirinya sekarang dalam posisi yang sangat tidak pantas pula. Seperti ini, sama saja dia telah menodai Sooyoung.
Sunny cepat-cepat mengangkat tubuhnya dari atas Sooyoung. Duduk berlutut dan menarik ujung bajunya untuk menutupi daerah kegadisannya yang sudah sangat basah. Merasa wajahnya sangat panas karena ketangkap basah.
Sooyoung bangun.
“Apa yang kamu lakukan barusan…? Kenapa kamu…”
Sooyoung tidak bisa mengusir perasaan lengket di jarinya. Jari Sooyoung yang ‘dinaiki’ Sunny barusan terlihat berkilau oleh cairan cinta Sunny. Dan terlihat sedikit noda kemerahan disana. Darah?
Sooyoung masih tidak mau percaya ini. Sunny baru saja melakukan tindakan seksual dengan menggunakan jarinya.
Sunny mengatupkan mulutnya rapat-rapat, merasa ingin menangis karena sudah berbuat melampaui batas. Sampai melibatkan Sooyoung lagi.
Sunny meraih bawahannya lalu keluar kamar.
Untuk sesaat, Sooyoung masih diam terpaku tidak tahu harus berbuat apa. Sampai dia mendengar suara pintu depan terbuka.
“Eh?!”
Sooyoung segera bangun. Dia masih bingung, tapi yang jelas saat ini dia tahu dia tidak bisa membiarkan Sunny keluar rumah sendirian.

*~To Be Continued~*

A/N : Apakah NCnya terlalu yadong? wkwkwk XD

Advertisements

Comments on: "Sunny Bunny (Chapter 5)" (82)

  1. Fiuhhh …

  2. nie_taeny said:

    Yadong but I Like IT hehehe xD

  3. ugh biar bgaimanapun kan sunny msi jelmaan so wajar aja dia mw kawin. Wkwk. kejar soo.. Jgn smpai ilang tu anak

  4. annyeong…

    Hhaahh..Hhaahh..Hhaahh…
    Oh GOD!!! NC nya o.0

    Kudu married…kudu married..kudu married ma SooYoungie kalo udah gini mah 😉

  5. Kwonyoonyul_Acoy said:

    Waow asoy yadong sekali coy…! wadoh soo kjar tuh sunny…

  6. Sooyoung-ah jgn mrh ma sunny y… Sunnykn msih jlmaan bunny, wjar sih.. Soo, kjr sunny… Thanks for update mon^_^

  7. wiiihhhh…
    NCan dg soo g sadar.. cuma jd alat pemuas. … hahaha

  8. Huh ncnya hot

  9. Hahahaha banjirrrr ahahahaha
    sunny. Kelinci mesum. Wkwkw

  10. Gaega93 said:

    No comment ka ._.

  11. Ah cie cie. . .soosun d tnggl berduaa. . .hihihi, emm, tapi kok nc nya bkin sedih sih, bnrn gue brasa kasian ma sunny. . .pengen nangis, gk ada kesan yadong, bnrn gue nie. .apa gue aneh?hehe. . .
    Baru kali ini, baca ff yg ad scan nc, bkan bkin eeerrr. . .mlh bikin sedih . .eemm,, ayoo soo kjar sunny, psti sunny ngrasa brslh. .sangat. . 😦

    ditnggu lnjtnx ya. . .lanjuuut. . .
    Keep spirit. . .

  12. wowowowow nc nc nc…
    wajib kawin wajib kawin wajib kawin.
    sunnu hebat. dari mana dia dptkan kekuatan utk berbuat itu dg sooyoung tertidur. sy pengin rekam video buat koleksi nc snsd (?).
    sooyoung, jgn biarin sunny kabur krn takutnya sunny bunuh diri.

  13. hana mutia said:

    harus KAWIN harus KAWIN…
    hahaha
    ngakak bcany 😀
    otak binatang sih ya, klo emg kawin kn mwny lngsung aj.
    tp soo blm sadar spnuhny itu kan, jd sunny hrs main sndiri ya. poor sunny 😥

    tp lumayan PANAS itu Ncny thor. smpe nahan napas dkit hehehe
    lnjut thor 🙂

  14. aku skip NC nya u,u
    ngga tau kenapa, ngga nahan #plaakk

  15. Cho HyeHyuk said:

    0.o fiuhhh *akhirnyanafas*
    NC nya hot banget noona

  16. Takuma Loper ( LoyalistTrooper ) said:

    Birahi sunny meluap
    harus kawin harus kawin
    ahahaha

  17. sunny udh kepalang basah.. knp gk dilanjuti aja sih
    yadong tpi aku suka…

  18. bacanya kenapa malah jadi kocak ya hahhaa….

  19. Hareuuuh sunkyu, napa ngabur. . ??
    Syoung, kejar sunny nya tuh ntar apa kt tetangga klo liat dia keluar rumah kaga pake baju ??
    Haha. .#pletakkk

  20. Ah…. o_O

    aku baca apa tadi… *syok*

    hahaha…. aduh ada yg ke pergok xD

  21. Aduh ketinggalan lagi deh .. *hhahh hhaahh

  22. Kyaaaaa youre the best nic
    hahahah sat pagi” buta mataku ngantuk malah dapet nc wakakakaka
    sunny ga tahaaaaaannn

  23. wahhhh,,, sunny bunny byun jg ternyat,,,,,
    ternyata kelinci klo musim kawin gitu ya,,,, hehehe

  24. Takut NC nyaa 😦 ..serem ,, tapi bunny nya luchu kok, aku makin suka ..^^

  25. noeyanzien said:

    Kawin, Kawin, Kawin, Kawin, Kawin, 😀

  26. sad nc!
    dilema banget tuh sunny. di satu sisi dia ga pengen memanfaatkan sooyoung, di sisi lain dia juga nggak bisa menahan naluri binatangnya.
    soo pastinya bingung dong.. kenapa sunny ampe kek gitu. lagian masalah libidonya sunny kan belum diceritain.
    overall kereeeenn!!!

  27. yeah i like it xD

  28. Cho HyeHyuk said:

    noona, chap selanjutnya bakal di proteck gak? *mudahmudahankagak:D*
    kalau iya kasih info yo ^_~

  29. Sunny kasian banget.
    Maunya kawin tapi jadinya masturb***, pake jarinya Sooyoung pula wkak =D

    Chap berikutnya, NC nya lanjutin ya Thor.
    Harus lanjut harus lanjut! Wkwk xD

  30. taenygee said:

    oh ya tuhan.. >,<
    Kkyaaa ^o^

  31. noeyanzien said:

    author yg ini memang jjang bikin NC,
    mungkin karna namanya moNiCa haha #plakkk

  32. sunny…..

  33. kwonbori said:

    aigooo, sunny kok jadi liar(?) gitu, biasanya kan sunny yg di ‘serang’ kkk~
    padahal bilang aja sama syoung kalo mau, pasti syoung akan melayani dengan senang hati *plak, abaikan* 😀

  34. nuriiiin said:

    tadi perasaan gw baru bilang jgn ada NC eehh ternyata sudah apdet hahaha

    baru kali ini gw kasian ngeliat NC.. maklum, dia masih setengah hewan (?) juga sih ya

  35. agustina_huang said:

    Sunny akhrnya gk mampu nahan diri… Weww….()
    Mianhe thor,chapter sblmnya kirain yg disukai soo itu yeoja,trnyta namja toh..hehe..*.* jd malu slh nebak…

  36. Miss New New said:

    hahaha untuk chapter ini hasil risetnya dari pengalaman pribadi
    pasti monic dulu sering ngintip kelincinya berkembangbiak xD
    *ngakak

  37. Lee Eun Soo said:

    Hot.. Hot.. Hot summer.. *eh

    next chapter NC beneran yah?

  38. Cup .. nak share kat fb laa … best laa … bleh kan ?? 😉

  39. adegan ncnya agak kuskip sedikit, hehehe

  40. kwonratna said:

    nc nya lmyan hot jg hehehe…..
    bunny udh gak tahan, pngn kawin aja dia:-):-):-)

  41. terlalu yadong? sangat yadong thor.. sisi binatangnya sunny sangat liar. kelinci lucu, manis tapi ternyata…. ayo kejar dia soo!!

  42. the kid said:

    bener-bner “berduaan” hm it’s hot not so hihi ^_^

  43. hennyhilda said:

    Errrrr PANAS bgt baca ni jd gelisah trz haduhhhh -.-
    Sunny hot bgt c >.<
    Semangat author
    ganbatte

  44. FF ini romantis.. aqw yg baca berasa jd pemeran di dalamnya . .
    .
    mmm.
    kira2.. gmn y ending dr FF ini.???
    .
    jd penasaran

  45. waa…
    .
    mian.. harus nya komen ini bwt FF yg baru.. salah enter aqw.. hahahha

  46. Astaga 😨 sunny agresif banget ya wkwk

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: