~Thank you for your comments~

Sunny Bunny (Chapter 4)

A/N : Hati-hati dengan SooSunbetes wkwkwk 😛
Silakan menikmati chapter yang manis ini^^

Keesokan harinya, jam 8 malam tepat setelah matahari terbenam. Sooyoung yang sudah sembuh ngotot mengajak Sunny pergi melihat kunang-kunang. Meskipun orang tuanya sudah menyuruh agar dia menundanya besok.
“Tidak! Kalau menunda sampai besok siapa tahu hujan deras, nanti kunang-kunangnya tidak ada!” protes Sooyoung.

Akhirnya orang tuanya menyerah dan mengijinkan Sooyoung pergi dengan Sunny dengan syarat dia harus mengenakan jaket.
Tentu saja semua baju Sunny juga pinjam sama Sooyoung, termasuk jaket. Sooyoung memakaikan jaket pada Sunny dan sedikit menggulung ujung lengannya karena sedikit kepanjangan buat Sunny.
“Sudah siap kan?”
“Ne.”
“Yeah! Kajja!”
Sunny mengangguk. Sunny berkata pada dirinya sendiri ‘tidak apa-apa’ karena dia sudah latihan menahan diri kemarin malam.
Begitu keluar dari rumah, angin malam langsung menerpa wajah mereka. Mereka berdua berjalan berdampingan dalam kesunyian menapaki tanah yang tidak rata. Sekeliling mereka ditemani suara jangkrik yang mengiringi simfoni malam. Langit hari ini sangat jernih, makanya terlihat ribuan bintang menghiasi langit malam. Sebelum matahari terbenam biasanya semua penduduk sudah pulang ke rumah masing-masing, jadi jalanan sepi. Pada malam hari jarang ada orang yang jalan-jalan kecuali yang ronda malam.
“Kamu tidak kedinginan kan Sunny?”
Sebagai kelinci, Sunny sudah terbiasa dengan hawa dingin malam.
“Tidak, karena jaketmu sangat hangat, dan juga…”
“?”
“Aku bisa mencium feromonmu dari jaket ini.”
“E-ehem.” Sooyoung berdeham karena malu. “Sebentar lagi kita sampai.”
Sunny tersenyum. Pasti dia merasa betah kalau harus terus memakai jaket ini. Dia menyukai bau Sooyoung yang melekat pada jaket yang dikenakannya. Sunny jadi merasakan seolah Sooyoung sedang memeluknya. Terasa hangat.
Dan jujur, dibalik itu, sebenarnya Sunny sedikit terangsang mencium bau Sooyoung. Sunny merasa putingnya sedikit mengeras dibalik bra yang dikenakannya sebagai efeknya. Sebelum matahari terbenam, Sunny sempat ‘menyentuh’ tubuhnya sedikit supaya dia sedikit birahi. Dan kalau sedang birahi memang kekuatan Sunny meningkat, jadi dia bisa mempertahankan sosok manusianya.
“Sudah sampai, lihatlah Sunny.”
Dari atas jembatan mereka melihat ke bawah banyak sekali cahaya-cahaya kuning kecil alami yang berasal dari kunang-kunang di pinggir sungai.
“Waaaaaaa~!”
“Hehe, indah kan? Dan walau tidak begitu terlihat karena ini malam hari, di sepanjang pinggir sungai ini ada banyak bunga lonceng pink yang sudah mekar.”
Samar-samar Sunny memang dapat melihatnya, lalu dia merasa familier dengan tempat ini.
“Eh Sooyoungie, ini sungai yang sama dengan waktu kita datang memancing kan?”
“Benar, tapi waktu itu bunganya masih belum mekar semua.”
“Aku tidak memperhatikannya.”
Sunny berdiri merapat ke Sooyoung saat mereka berdua hanya diam disana menikmati pemandangan. Pendar cahaya kunang-kunang memberi perasaan damai di hati keduanya. Tampak sungai di depan mereka bergelimang akibat biasan sang bulan. Bintang-bintang di atas langit juga mengerlipkan cahayanya. Beberapa kunang-kunang berterbangan. Membuat cahaya-cahaya kuning itu bergerak. Pemandangan saat itu sangat indah, benar-benar mengundang gumaman terpesona bagi siapapun yang belum pernah melihatnya.
“Waktu kecil aku pernah menangkap beberapa kunang-kunang, lalu kumasukkan ke dalam toples kecil. Lalu kumatikan lampu kamar. Bersama dengan Umma dan Appaku, kami menikmati pendar cahaya kunang-kunang. Lalu Appa bercerita tentang kunang-kunang. Saat itu benar-benar momen kecil yang membahagiakan.”
Sunny mendengarkan cerita Sooyoung dan membayangkan seandainya dia juga bisa punya kenangan seperti itu. Sudah lama sejak ditinggalkan oleh keluarganya, Sunny harus bertahan hidup sendirian.
“Pasti romantis sekali kalau bisa menonton pemandangan ini bersama dengan orang yang dicintai.”
“Eh Sooyoung, kamu punya orang yang kamu cintai?”
“Eh? Punya sih, tapi itu dulu.”
“Dulu?”
“Ya, aku berpikir akan mengajaknya ke tempat indah ini lalu menyatakan cinta padanya. Mungkin moodnya akan jadi lebih romantis dan dia akan menerimaku.”
“Lalu apa yang terjadi? Kalian jadian?”
“Yahh, tidak, karena sepertinya dewi cinta tidak berpihak kepadaku karena saat aku hendak mengajaknya tiba-tiba hujan deras selama beberapa hari. Jadinya setelah itu tidak ada kunang-kunang sama sekali.”
“Ohh.” Sunny sedikit tersenyum. Dalam hati berkata ‘baguslah’
“Sekarang dia sudah keluar desa dan hidup di kota besar. Aku sudah lama melupakannya, jadi sekarang ini bisa dibilang aku tidak mencintai siapa-siapa.”
“Jadi bagaimana cara kamu menyatakan perasaanmu padanya? Apa kamu akan langsung bilang suka?”
“Iya, kurasa. Karena kalau memang suka kurasa lebih baik bilang terus terang secara langsung daripada pakai perantara lain seperti lewat orang ketiga atau telepon. Karena perasaanku akan lebih sampai kalau kukatakan langsung dan aku akan bisa melihat ekspresinya juga karena mata tidak akan berbohong.”
“Begitu ya.”
“Tapi kalau dipikir-pikir mungkin saja aku akan ditolak. Soalnya waktu itu aku masih cupu sekali. Yahh, kalau sekarang dia pasti tidak bisa menolak pesonaku,” kata Sooyoung sambil tersenyum narsis.
“Coba tunjukkan disini.”
“Hah?”
“Cobalah nyatakan perasaanmu pada orang yang kamu sukai. Sebagai latihan, anggaplah aku sebagai orang yang kamu sukai itu.”
“Kamu?”
“Iya kenapa? Kan cuma latihan jadi nggak apa-apa kan? Nah sekarang ayo mulai.”
Sooyoung tidak punya pilihan selain mengikuti permainan Sunny.
“Tunggu sebentar.”
“?”
Sunny tidak mengerti apa yang hendak Sooyoung lakukan.
Sooyoung turun ke bawah, memetik setangkai bunga lonceng berwarna pink dekat sungai lalu menangkap seekor kunang-kunang kemudian mengarahkan kunang-kunang itu untuk memasuki kelopak bunga lonceng itu. Jadi sekarang bunga itu bersinar, terlihat seperti lentera pink alami.
Untuk sesaat Sunny sempat takjub dengan ide Sooyoung.
Kemudian Sooyoung membawanya ke depan Sunny.
Cahaya dunia membias, menciptakan siluet kedua insan di atas jembatan di tengah keheningan malam.
“Sunny… emm…”
Entah kenapa dia merasa gugup ketika bertatap muka langsung dengan yeoja yang lebih pendek darinya itu.
“Sejak dulu aku selalu menyukaimu.”
“Tolong…” Sooyoung memegang tangkai bunga itu dengan kedua tangan dan mengangkatnya ke depan Sunny. “Jadilah kekasihku!”
Sunny hanya membisu, merasakan getar kebahagiaan merambah dadanya. Sementara Sooyoung merasakan perannya seakan-akan hidup. Mendadak dia merasa seolah benar-benar sedang menyatakan cinta saat ini. Jantungnya berdegup kencang.
“Ne, aku mau menjadi kekasihmu, Sooyoungie,” jawab Sunny lembut.
Nafas Sooyoung tertahan. Senyum Sunny sekarang terlihat paling cantik dari yang pernah dilihatnya.
Karena suasana yang mendukung, Sooyoung jadi ikut tenggelam dalam keromantisan ini. Jantungnya berdebar kencang mendengar perkataan Sunny. Sampai Sooyoung merasa kata-kata dan senyumnya barusan bukan akting. Ketika Sooyoung hampir sepenuhnya menganggap serius.
“Dan, begitulah~”
“Eh?”
“Simulasi selesai. Hihihi, pernyataan cintamu klasik sekali, tapi masih kurang.”
“Mwo? Kupikir ini sudah cukup bagus,” kata Sooyoung sambil berusaha meredam perasaannya yang entah kenapa merasa sedikit kecewa karena ini hanya latihan.
“Benar, bagus. Tapi yang kumaksud kurang disini itu barusan kamu lebih terlihat seperti seorang namja yang sedang menyatakan cinta daripada seorang yeoja.”
“Ehh?! Jeongmal?!”
“Iya, hehe. Jadi melihatmu terasa lucu.”
Wajah Sooyoung memerah sekarang.
“Kesimpulannya, kamu harus lebih memperhatikan elemen dalam menyatakan cinta. Kalau kamu menyatakan cinta pada namja barusan seperti apa yang kamu lakukan padaku, malah akan jadi seperti romantic comedy dimana peran namja dan yeojanya terbalik.”
“Ah begitu ya, kurasa kamu benar. Eh tapi darimana kamu tahu hal seperti ini?”
“Jangan remehkan aku, pas kamu sakit aku belajar dari baca buku di gudang.”
“Begitu ya. Kurasa aku memang kurang pengalaman soal romance.”
“Tapi.” Sunny menyentuh kedua tangan Sooyoung yang masih memegang bunga itu. Perlahan-lahan melepaskan kedua tangan Sooyoung, sehingga bunganya sekarang berpindah ke tangannya. “Kalau aku jadi orang yang kamu nyatakan cinta barusan, maka aku pasti tak akan ragu menerimanya.”
Sooyoung merasa sekali lagi jantungnya berdebar kencang.
Sunny memandangi bunga lonceng pink yang bersinar itu. Sang kunang-kunang pun masih dengan sabar menetap di dalam bunga itu dan membagikan sinarnya.
“Cantik sekali…”
Seandainya sungguhan. Sekarang aku dan Sooyoung pasti sudah jadian…
“Semua ini sangat indah…”
Sampai-sampai Sunny ingin meneteskan air mata.
“Sooyoungie…”
“Hmm?”
Berfantasi sedikit saja tidak akan melukai kan?
Sunny menggandeng tangan Sooyoung.
“Terima kasih sudah membawaku kesini. Aku tidak akan pernah melupakan pemandangan cantik ini, juga waktu yang kita habiskan bersama malam ini.”
“Sama-sama, aku senang kamu suka.”
“Bisakah lain kali kita kesini lagi?”
“Ya, saat kunang-kunang menghiasi malam seperti ini, kita akan kesini lagi,” jawab Sooyoung sambil balas menggenggam tangan Sunny. Tangan Sooyoung sedikit dingin, jadi menggenggam tangan Sunny terasa nyaman karena hangat.
Sekarang nafas Sunny menjadi berat. Keringat bercucuran dari tubuhnya. Sunny merasa lemas, tubuhnya sangat lelah. Sedari tadi dia berusaha mempertahankan baik birahi maupun sosok manusianya di depan Sooyoung. Kini sudah hampir mencapai batas.
Tahan… tahan…
Kalau aku berubah jadi kelinci disini, Sooyoung akan tahu. Kalau itu terjadi apa yang akan dipikirkannya?
“Sunny, kenapa kamu berkeringat seperti itu?”
“Eh?”
“Padahal hawanya dingin, kamu tidak apa-apa?”
“I-iya…” ujar Sunny dengan sisa-sisa oksigen di paru-parunya. Bahkan untuk sekedar menjawab omongan Sooyoung saja sudah terasa sangat susah buat Sunny.
Bahkan Sooyoung merasakan tangan Sunny yang sedang digenggamnya berkeringat.

Aku tidak boleh berubah. Tidak boleh… kalau berubah Sooyoung akan tahu, pikir Sunny.
Jantung Sunny berdebar-debar, bukan karena pengaruh bersama dengan Sooyoung lagi. Tapi karena dirinya yang sebentar lagi akan kembali ke wujud kelincinya.
“Su-Sunny?” Tampaknya Sooyoung mulai menyadari keanehan pada Sunny dan mulai khawatir. “Gwenchana?”
“Gwen…chana…”
Tak kuat berdiri lagi, Sunny sekarang bersandar pada tubuh Sooyoung. Bunga loncengnya terlepas dari tangannya.
“Yah! Sunny! Apa yang terjadi padamu?!”
“……………..” Sunny ingin menjawab, tapi hanya hembusan nafas yang keluar dari mulutnya.
“Kamu bilang kamu nggak apa-apa tapi sebenarnya kamu bohong kan?! Lihat, tubuhmu panas begini!” kata Sooyoung semakin cemas karena tidak mendapat jawaban dari gadis pendek itu.
“……………..” mata Sunny terpejam.
Sooyoung sekarang harus menahan berat badannya sepenuhnya karena Sunny sudah kehilangan kesadarannya.
“Yah Sunny!”

Dalam keadaan tidak sadar, Sunny masih berpikir.
Kumohon jangan lihat aku Sooyoung… aku akan segera berubah.
Kamu akan menganggapku siluman.
Ya, mungkin aku memang siluman. Tapi aku sungguh tidak ingin kamu tahu aku adalah siluman. Aku ingin kamu terus melihatku sebagai manusia. Karena… aku ingin dicintai olehmu…

“Tubuhnya panas sekali! Jangan-jangan dia ketularan demamku?!”
Mengira Sunny demam, Sooyoung segera melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada Sunny.
“Setidaknya dia akan lebih hangat kalau memakai 2 lapis. Aku harus segera membawanya pulang dan membaringkannya di kasur.”
Sooyoung menggendong Sunny dengan kedua tangannya.
Kemudian hal mengejutkan terjadi yang membuatnya tidak mempercayai matanya sendiri. Tubuh Sunny terasa lebih ringan sekarang. Dan yang ada dalam gendongannya sekarang dan berada di dalam timbunan pakaiannya adalah seekor kelinci berwarna kuning kecoklatan.
“! Eh… bunny?”
Sooyoung kehilangan kata-kata, tapi dia tetap membawa Sunny pulang dengan berbagai pertanyaan yang belum terjawab.

Keesokan paginya.
Sooyoung duduk di sebelah ranjang, sesekali memperhatikan Sunny. Karena cukup syok, dia hanya bisa tidur separuh dari waktu tidurnya yang biasanya. Bagaimana tidak, manusia yang dinamainya Sunny yang selama beberapa hari ini dikenalnya tiba-tiba berubah menjadi kelinci. Itu cuma terjadi dalam fiksi.
Sooyoung mulai sedikit mengantuk dan kepalanya terantuk-antuk.
“Uhhh…”
Dia langsung terjaga sepenuhnya ketika mendengar suara Sunny.
“Tolong jangan takut sama aku…”
“Sunny…”
“Aku tidak akan… menyakiti… yaksokhae… Sooyoungie… jebal…”
Karena ngingau Sunny terdengar menyakitkan, Sooyoung menggenggam tangannya. Dan ingauannya terhenti.
Sooyoung menggunakan sebelah tangannya untuk membelai-belai rambut Sunny.
Memang cukup syok, tapi Sooyoung sama sekali tidak takut. Pikirnya, kenapa harus takut pada Sunny yang semanis ini? Lagipula Sunny tidak pernah mencoba untuk menyakiti siapa pun.
Kemudian akhirnya Sunny membuka matanya.
“Sunny, syukurlah kamu sudah sadar.”
“………………”
“Sunny, kamu itu sebenarnya… bunny?” tanya Sooyoung langsung tepat pada sasaran.
“………..ne, sebenarnya aku adalah bunny…” Sunny bangun dan melepaskan tangannya dari genggaman tangan Sooyoung. “Kalau malam, tubuhku selalu kembali ke wujud asliku sebagai kelinci. Maaf karena selama ini aku diam.”
Sooyoung masih tercengang mendengar perkataan Sunny.
“Karena kamu sudah mengetahui rahasiaku, kamu pasti akan memandangku berbeda sekarang.”
Sunny berpikir apa yang harus dilakukannya sekarang. Haruskah dia pergi? Tapi dia masih ingin bersama dengan Sooyoung.
Tiba-tiba Sooyoung memeluk tubuhnya.
“Bunny…! Kupikir kamu sudah mati!”
“Eh…?” Sunny kaget karena suara Sooyoung terdengar serak.
“Kamu kembali padaku… tidak ada yang lebih membahagiakan dari ini…”

Sooyoungie… apa segitunya perasaanmu padaku waktu aku masih menjadi bunny?
Oh Tuhan, mungkin aku memang meminta terlalu banyak, tapi apa aku juga boleh mendapatkan cinta dari manusia ini? Cinta yang lebih dari sekedar cinta manusia pada binatang piaraannya… cinta antar sepasang kekasih seperti dalam novel romantis yang kubaca.

“Maafkan aku tidak bisa melindungimu waktu itu.” Sooyoung melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi Sunny. “Waktu itu sakit ya? Kamu pasti sangat menderita… tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa…”
Sunny melihat air mata Sooyoung lagi. Bagi Sunny, air mata adalah sesuatu yang paling indah dan tulus yang pernah diciptakan oleh manusia dari pandangannya sebagai kelinci liar. Karena ciptaan manusia seringkali malah merusak alam.
“Tidak apa-apa, Sooyoungie, semua sudah berlalu. Masa lalu adalah masa lalu. Sekarang aku sudah bahagia dengan kamu yang mau menerima diriku yang seperti ini. Kalau diijinkan, aku ingin lebih lama tinggal disini bersamamu, berada di sisimu sebagai teman.”
“Iya Sunny, tentu saja.” Sooyoung tersenyum senang dan menghapus air matanya.

Sooyoungie, terima kasih untuk air matamu…

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Sunny Bunny (Chapter 4)" (61)

  1. annyeong…

    Kreatif + Romantis banget sih cara SooYoung ‘nembak’ Sunny u,u pake bunga lonceng di tambah kunang-kunang,keren ><
    Andai itu nembak bneran bukan contoh,pasti jadi nilai plus tuh 😉

  2. Ketauan dehhh… Manis seh moment d sungainya… Tpi prnyataan cinta Sooyoungie pendek bgt, mngkin krna dia baru sbntar brsma sunny jd knabgannya jg msih sdkit… Nah, klo udah ktauan trus apa yg akan trjdi? Soo jtuh cnta ma sunny? Sunny bsa jd mnusia seutuhnya? Atau sunny kmbli prgi stlah mmbuat Soo mnyrahkan smua hatinya..? gak sbar buat chap slnjutnya mon.. thanks for update mon..^_^

  3. icepearl_choding said:

    sooyoungie romantis bgd sih tpi sayang tdi cuma contoh doang coba klo beneran pasti lebih romantis lgi deh kekeke

  4. hana mutia said:

    akhirny soo tau klo sunny itu bunny, klinci yg d bnuh oleh orgtuany itu.
    huft, sdihh bca part akhir 😥

    tp kok sbg tman itu?
    bkankah sunny n soo sling suka? emmmm

  5. Kwonyoonyul_Acoy said:

    yeah aq kira sdh end coy,eh trnyata blum,asoy soosun rmantis sekale… 😀

  6. Ayam goreng pakai capcai, so sweet bener nie say. . .eh. . .hahaha. . .*plaaaak juedeeeeeerr. . .hihi, brasa alay bnget. . .hehe,, eh tpi sykrlah persaan soo kgk berubah, walau udh tau wjd aslix sunny. . .mlh soo ksenengan. . .hahaha. . .lanjuuutkan. . .

    Keep spirit ne. . .

  7. yah kirain soosun bakal jadian beneran pas simulasi itu >_<

  8. Aduhh…bunny,,, aku terharu yakin sama chapt ini,, hueehh kereeeenn ^^

  9. Kyaa sweet bnget suka suka lanjut tor

  10. Gaega93 said:

    Kyaaaa >.< soo romantis banget !!! Emang bener dah bisa2 kena soosunbetes ini mah -.-'

  11. knp sunny belai(?) tubuh ny sndr…. knp gk nyuruh sooyoung aja biar lbh afdol…

    sooyoung nerima sunny apa ada ny…

  12. lanjut lanjut

  13. Yeahhh akhirnya soo tw yg sbner ea soal sunny bunny ..
    Xexeexee ..
    Takut ea sunny ntar gx bsa brubah lgi jdi mnusia nie ..
    Lanjut

  14. terharu…
    lanjut… 😀

  15. akhirnya sooyoungie sudah menerima sunny yg sebenarnya. tinggal sooyoung harus berusaha menjaga rahasia dr ortunya.
    sunny, km gila dan menyentuh dirimu. apa km gak waras lakukan itu. aigooooo…

  16. hello thor..agak suprise juga liat nih wordpress, terakhir kali liat repeat baru chap 6. eh ternyata sakarang buka repeat udah ending, trus ada judul baru, udah chapter 4 juga..
    hahaha
    author sudah comeback dari hiatus kah??
    sebenernya saya menunggu kelanjutan cinta segi sembilan hehehe
    itu ff pertama yg aq baca T.T (sumpah ga bohong). jadi agak-agak berharap wktu buka site ini muncul tulisan cinta segisembilan chapter 22//
    gue bawel ya thior?wkwk

    tpi yang penting author ttp sehat n fighting!!!kkkk

  17. akhrny soo uda tw sunny adlh bunny.

  18. yoonsic said:

    d tggu ff twin ny unnie

  19. annyeong
    wuih daebak thor in the last youngie was knew sunny is bunny two mother finger to you hwaiting

  20. agustina_huang said:

    Kembali tersajikan soosun moment yg bgtu romantis,jd khayal ndri nih @,@…tp sweet bnrn deh tuh moment…akhrnya soo udh tau klu sun itu bunny…kr2 sp ya cew yg prnh disukai sm soo…msh tanda tny nih…seru…ditunggu klnjutannya ya thor ^^

  21. Tareetaree Lezthare said:

    Omg! Soosun ini romantis banget!
    Hiahahaha.

  22. dugaanku salah. kupikir ngga akan ketauan.
    kalo soo suka sama sunny lebih dari pet nya, berarti soo pacaran sama petnya sendiri dong, unnie?
    apakah ada cara buat sunny agar seutuhnya menjadi manusia? kaya ramuan-ramuan gitu XD *maap, terlalu banyak nonton film fiksi*

  23. nuriiiin said:

    kamvreeeet hahahaha diabetes gw!! XD XD

  24. Cerita nya emang bener” manis ya..
    Kapan paitt nya ?? Atau asem gitu

  25. Hyaaaaa
    akhirnya soo taauu,,,
    ahh maniss sekali soosun #tebar kiss
    ffnya keren”

  26. kwonbori said:

    waaa, sepertinya ak menderita soosunbetes juga 😀 soo sweet banget tuh adegan menyatakan perasaannya, coba beneran pasti makin parah nih soosunbetes nya 😀

  27. aiihh tyt soo bisa romantis juga.
    akhirnya soo tau klo sunny itu bunny..

    next chapter~
    hwaiting thor~ 9(^o^) 9

  28. sooyoung romantis bngt..
    Ud ketahuan..
    Sunny ‘menyentuh’ diriny demi soo..so sweet

  29. Lee Eun Soo said:

    Huwaaa.. Manis bgt moment di sungainya..

  30. akhirnya ketauan juga…

  31. aku suka gemes kalo soo narsisnya kumat ahahahaha 😀
    Pernyataan cinta yang romantis sooyoungie.. 🙂
    Sunny udh ketauan dan syukurlah soo bisa menerimanya, kalo gini aku malah jadi berharap kalo sunny bisa jd manusia seutuhnya dan hidup bahagia dengan sooyoung hehehe ^^

  32. kwonratna said:

    moment soosun manis bnget ya:-):-):-):-)
    untung aja soo gak takut sm bunny, makin cinta nih kyknya sooyoung sm bunny….

  33. Aaahhh romantis abis soosun emang keren banget apalagi sooyoung nya bener2 sayang banget sama sunny bunny nya author bikin ff nya keren banget sih suka banget sama alur cerita nya

  34. “….sebagai teman” kata2nya sunny kok….

  35. the kid said:

    aku suka kata yg intinya kalau kita menyukai sesustu katakanlah langsung tanpa ada pibak lain sebagai perantara agar semuanya langsung k tujuan. pesan moral ^_^d
    sedikit sedih hehe

  36. hennyhilda said:

    Mqn tmbh penasaran m ff nya
    semangat author
    ganbatte

  37. Akhirnya soo tau kalo sunny itu bunny

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: