~Thank you for your comments~

Sunny Bunny (Chapter 2)

A/N : Mumpung aku lagi menikmati ff ini, jadi updatenya cepat
dan lagi-lagi ada sedikit kalimat mesum, hoho 😛
happy reading 😉

Sambil berjalan, Sooyoung membuka percakapan.
“Oh ya, aku lupa mengenalkan diri. Namaku Choi Sooyoung, dan kamu? Ah benar juga, aku lupa kamu tidak tahu. Apa ini pertama kalinya kamu di desa ini?”
“Tidak tahu, mungkin iya mungkin tidak.”
“Aish, kamu misterius sekali.”

“Apa itu sesuatu hal yang buruk?”
“Tidak juga, hanya bikin penasaran.”
Sooyoung berkeliling sambil mengajak Sunny. Menanyai setiap penduduk desa yang ditemui. Tapi setiap orang yang ditanyai, jawabannya selalu tidak tahu. Bukan berarti Sooyoung tidak menduganya. Gadis dengan warna rambut sepertinya tentu saja sangat mencolok di desa ini, yang kebanyakan penduduknya berambut hitam. Bila gadis ini memang tinggal disini, sudah tentu Sooyoung pasti setidaknya pernah melihatnya. Akhirnya mereka pulang pada jam 3 siang setelah berkeliling hampir 6 jam.
“Tidak ada hasil. Tapi setidaknya kita sudah mencoba.”
Gadis itu terhuyung dan Sooyoung memegang bahunya untuk menstabilkan berdirinya.
“Kamu capek?”
“Ne.”
“Aku akan masak makanan sekarang, kamu pasti lapar kan? Ah, tapi bakal susah juga kalau kamu tidak punya nama. Masa aku mau panggil ‘kamu’ terus.”
“Aku kasih kamu nama saja, sampai kamu tahu nama aslimu, gimana?”
“Ne.”
“Hemm, nama yang bagus… apa ya?”
Sooyoung mengingat-ingat seperti apa pertemuan pertamanya dengan gadis ini. Kepalanya mulai bekerja.
Aku menemukannya di dekat makam bunny. Bentuk bibir dan warna rambutnya seperti bunny. Dan saat itu tubuhnya bermandikan matahari sehingga terlihat cantik sekali.
Wajah Sooyoung sekali lagi memerah ketika mengingat tubuh telanjang gadis itu.
Matahari bahasa inggrisnya Sun. Lalu bunny…
Sun + bunny = Sunny artinya cerah
“Aku tahu!” Sooyoung menepuk tangannya. “Namamu Sunny saja, kurasa sangat manis dan cocok denganmu! Gimana menurut kamu?”
“Aku suka! Apalagi kamu yang memberi nama padaku, Sooyoung.”
Ada suatu perasaan menelusup ke dalam hatinya ketika untuk pertama kalinya Sooyoung mendengar Sunny menyebut namanya. Terdengar sangat indah.
“Jadi mulai sekarang sudah diputuskan. Aku akan memanggil kamu Sunny.”
“Hmm!” Sunny mengangguk senang.
“Baiklah karena perutku sudah kelaparan sekarang aku akan memasak.”
Sooyoung pergi ke dapur. Ternyata Sunny berjalan mengikutinya.
Sooyoung mengeluarkan bahan makanan lalu menyiapkan talenan. Ketika Sunny melihat sebuah benda tajam mendadak tubuhnya bergidik ngeri.
“Hmm?” Sooyoung melihat benda di tangannya. “Kenapa Sunny? Kamu takut pisau?”
Sunny hanya memeluk tubuhnya sendiri yang gemetaran. Matanya mulai berair seolah detik berikutnya dia akan menumpahkannya.
“Maaf…” Tidak tahu tiba-tiba saja Sooyoung meminta maaf. Melihat Sunny tiba-tiba dia jadi teringat pada bunny nya.
“Sunny, lebih baik kamu tunggu di ruang tengah saja atau di kamarku. Biar aku masak sendiri saja.”
Sunny mengangguk patuh dan mengikuti saran Sooyoung.

**

Satu jam kemudian.
“Sudah jadi, sini makan bareng Sunny.” Sooyoung menghidangkan semua masakannya di atas meja. Tak lupa dua mangkuk berisi nasi.
Lalu mereka berdua duduk berhadapan.
“Mari makan~”
Sooyoung melongo melihat semua wortel dalam supnya hilang. Sunny tidak mengambil kentang atau jamur sama sekali, hanya sedikit sup beserta semua potongan wortel. Tidak ada satu potong pun tersisa. Makanan lain pun juga tidak disentuhnya.
“Kamu suka sekali wortel ya?”
“Ne!”
“Telur dadar?” Sooyoung menawarkan seperempat potong.
“Tidak, terima kasih.”
“Kamu vegetarian?”
Sekarang Sunny malah bertanya dengan muka polos. “Vegetarian itu apa?”
“Serius? Kamu bahkan nggak tahu vegetarian itu apa?”
Sunny geleng-geleng.
“Aish, selama ini kamu tinggal di gua ya, sampai gak tahu arti vegetarian,” jawab Sooyoung tanpa tahu menahu walau sebenarnya kalimatnya ada benarnya juga. “Vegetarian artinya orang yang berpantang mengkonsumsi daging dan produk-produk yang berasal dari daging.”
Sunny mengangguk mengerti. “Kalau begitu kenapa mereka berpantang?”
“Alasannya bisa karena demi kesehatan atau agama tertentu.”
“Yang lebih penting, Sooyoungie, lain kali kamu harus masak lebih banyak masakan wortel, ya ya?!” tanya Sunny bersemangat. “Lalu sup ini juga, kamu tidak usah menambahkan yang lain, cukup wortel saja!”
“Eh? I-iya.”
Kemudian Sooyoung melanjutkan menyuap sesendok nasi ke mulutnya. Saat mengunyah, Sooyoung memperhatikan Sunny dan dia baru sadar kalau sedari tadi Sunny belum menyentuh nasinya sama sekali, satu suap pun tidak.
Sooyoung menelannya sebelum bertanya. “Yah, kamu nggak makan nasimu?”
“Hah? Tidak usah juga tidak apa-apa.”
“Apa kamu bisa kenyang kalau hanya memakan sup berisi penuh wortel? Nanti kamu lapar!”
“Aku tidak makan banyak.”
“Aish, ya sudah terserah kamu deh.”
Selesai makan, Sooyoung membereskan meja makan. Mencuci piring dan menutup makanan sisa untuk kedua orang tuanya.
Lalu Sooyoung melihat jam. Sekarang pukul 4.45 sore.
“Sebentar lagi jam 5, mereka akan pulang. Ah orang tuaku maksudnya,” jelas Sooyoung pada Sunny.
“…………….”
“Sunny, gimana kalau sementara ini kamu nginap saja di rumah ini? Jangan khawatir, selama disini aku akan menjagamu. Heh?”
Sooyoung kaget karena bukannya jawaban dia malah mendapatkan sebuah pelukan.
“Hei.”
“Gomawo Sooyoungie!”
“Ah tidak.”
“Kamu memang sangat baik…”

Tepat jam 5, kedua orang tua Sooyoung pulang.
“Selamat datang,” sambut Sooyoung.
“Ohh, siapa gadis manis ini? Chingu?” tanya Appanya.
“Ne, Appa, Umma, ini chinguku, Sunny.”
Dalam hati, Sunny senang ketika Sooyoung menganggap dirinya sebagai ‘chingu’ nya. Tapi dia harus segera menyalami mereka, jadi dia membungkukkan tubuhnya. “Maaf mengganggu.”
“Silakan.”
“Sudah lama tidak ada teman Sooyoung datang kemari.”
“Boleh kan Sunny menginap disini?”
“Tentu saja, teman Sooyoung selalu disambut disini.”
“Aku sudah menyiapkan makanan di atas meja,” kata Sooyoung.
Lalu setelah itu, Sooyoung mengajak Sunny ke kamarnya. Sooyoung langsung berbaring di kasurnya yang dari tadi sudah digelarkan.
“Memang masih agak awal, tapi gimana kalau kita tidur saja? Seharian berjalan pasti kamu juga capek.”
“Ne.”
Keluarga Sooyoung memang sudah pada tidur saat matahari telah terbenam, karena tidak banyak yang bisa mereka lakukan. Dan subuh-subuh mereka sudah bangun untuk bekerja.

Sunny duduk di sebelahnya.
“Karena hanya ada satu kasur, jadi kita tidur bersama ya?”
“Kamu yakin Sooyoungie? Aku bisa tidur di lantai.”
“Ani, cukup untuk dua orang kok.” Sooyoung menggeser tubuhnya supaya memberi tempat lebih pada Sunny.
“Kalau begitu-” Sunny langsung berbaring di sebelah Sooyoung dengan senang. “Ahhh, nyaman sekali~”
“Haha, kasur ini sudah tua sih.”
“Biar begitu tapi aku tetap suka.”
Ketika tubuhnya menyentuh permukaan kasur yang lembut itu Sunny jadi terkenang waktu dia masih menjadi bunny. Rasanya kangen.
“Aku matikan lampunya ya?”
“Ah Sooyoungie.”
“Kenapa? Mau buang air?”
“I-iya.”
“Kalau begitu ayo sama-sama. Aku juga hampir lupa cuci muka dan sikat gigi.”

**

Sooyoung meminjamkan sikat gigi baru pada Sunny. Kemudian memberinya pasta gigi di sikatnya.
Sunny mencoba menjilatnya, lalu setelah lidahnya merasa rasanya unik, dia pun memakannya.
“Yah! Jangan dimakan!”
“Tapi rasanya enak.”
“Sekali lagi, jangan dimakan ya!”
“Neee~”
Tapi Sunny malah ngeyel dan berikutnya pun dia makan lagi.
“Ehehe.”
“Nanti aku jitak baru tahu rasa.”
“Ah iya, maaf, nggak lagi deh.”
Akhirnya Sooyoung memberi contoh cara menggosok gigi.
Lalu setelah menuntaskan semuanya mereka kembali ke kamar. Lampu dimatikan dan keduanya berbaring di tempat tidur.
“Sooyoungie…”
“Hmm?”
“Aku sangat senang. Pengalaman hari ini sangat menyenangkan bagiku.”
“Ya, baguslah kalau begitu,” jawab Sooyoung tanpa menoleh.
“Semoga aku tidak terlalu merepotkanmu…”
“Jangan khawatir soal itu. Aku juga… cukup senang kok hari ini.”
Lama mereka diam sekitar 15 menit. Sooyoung pikir Sunny sudah tidur sampai dia mendengar namanya dipanggil sekali lagi.
“Sooyoungie…”
“Hmm?”
“Rasanya tidak nyaman, seperti ada yang mengganjal…”
Selama 2 detik Sooyoung sempat bertanya-tanya apa maksud Sunny.
“Bolehkah aku melepas bra-ku?”
Sooyoung tidak tahu apa yang dipikirkannya saat ini. Dia merasa lucu sekaligus malu.
“Ya sudah lepas saja kalau kamu memang merasa nggak nyaman.”
“Ne.”
Kemudian Sooyoung merasakan gadis di sebelahnya bergerak-gerak. Sunny melepas bajunya lalu sekarang berusaha melepasnya.
Jangan suruh aku untuk- batin Sooyoung belum selesai.
“Sooyoungie, aku tidak bisa melepasnya,” rengek Sunny sambil berusaha menarik-nariknya.
“Aish!” Sooyoung langsung bangun tiba-tiba. “Sini!”
Kemudian Sooyoung membantu melepaskannya. Untung saat ini kamarnya gelap, jadi dia tidak begitu melihat tubuh Sunny.
Setelah selesai, karena merasa malu Sooyoung berbaring membelakangi Sunny kali ini.
Sunny memakai kembali kausnya. Lalu kembali berbaring. Sunny merapat ke punggung Sooyoung. Gadis jangkung itu mendadak menjadi salah tingkah ketika merasakan sesuatu yang empuk di punggungnya.
Dia ingin bilang kalau Sunny terlalu nempel, tapi mulutnya tidak sejalan dengan hatinya.
Di lain pihak, Sunny senang dapat tidur sedekat ini dengan Sooyoung, dan tangan dan tubuhnya dapat menyentuh langsung tubuhnya.
“Selamat tidur Sooyoungie…”
Suara Sunny lebih terdengar seperti bisikan kekasih mesra dibanding seorang teman. Dan sekali lagi mengacaukan denyut jantung Sooyoung.
Aish, gadis ini, tapi entah kenapa aku tidak bisa membencinya, pikir Sooyoung.

**

Malam hari, saat semuanya sudah tertidur pulas. Tidak ada seorang pun yang tahu selain Sunny. Kalau tubuh Sunny berubah menjadi kelinci. Sunny sempat khawatir, takut Sooyoung akan memergokinya, tapi untungnya tidak.

**

Pukul 9 pagi.
Sooyoung bangun dan sudah langsung disambut oleh senyum manis Sunny.
“Pagi.”
“Oh, sudah bangun rupanya. Dari jam berapa?”
Sunny melihat jam sebelum menjawab. “Dari satu jam yang lalu.”
“Lalu apa yang kamu lakukan?”
“Aku? Menontonmu tidur saja.”
“Aish.” Sooyoung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, masih mencoba mengusir rasa ngantuk yang menguasainya. “Memangnya tidak ada hal menarik lain untuk dilihat?”
“Tapi wajah tidurmu manis, Sooyoungie, hehe.” Tanpa disadari Sunny menunjukkan aegyonya.
“Ish, jangan bikin aku ingin mencubit pipimu.” Sooyoung gemas ingin mencubitnya tapi dia menahan diri. Sooyoung bangun dan merapikan sekaligus melipat tempat tidur dan selimutnya.
“Makan yuk?”
“Ah, Sooyoungie, tunggu.”
“Neh?” Begitu menoleh Sooyoung langsung tergelak kaget ketika dilihatnya Sunny berdiri di sebelahnya dengan tidak memakai pakaian. Mata Sooyoung melihat dada Sunny yang besar.
“Aku tidak bisa memakainya.” Rengek Sunny.
Lagi-lagi, pikir Sooyoung.
“Aigoo, tapi ingat! Ini yang terakhir kalinya aku akan membantumu memakainya, arraseo?”
“Neee~”
Saat membantu memakaikan, tangan Sooyoung tidak sengaja menyenggol dada Sunny hingga berguncang.
“Ahh…!” desahan keluar dari mulut Sunny. Membuat jantung Sooyoung berdebar panik dan jadi salah tingkah. “Sooyoung… tanganmu…”
“Ya! Aku nggak sengaja tahu!”
Sooyoung cepat-cepat menyelesaikan tugasnya dan berjalan keluar lebih dulu, tapi dia sempat mendengar Sunny berkata.
“Tapi kurasa tidak apa-apa kalau Sooyoungie yang menyentuhnya…”
Sooyoung merasa malu setengah mati dan perkataan Sunny malah membuat wajahnya semakin memerah. Karena darahnya naik sampai ke kepalanya, tangan Sooyoung menyentuh tembok dan bersandar disana.
“Eh kenapa Sooyoung?”
Gadis ini… rasanya aku ingin menghajarnya. Kenapa sih dia begitu menggemaskan. Dan nggak tahu malu lagi diomongkan seperti itu.
Kemudian keduanya makan pagi. Sarapan sudah disiapkan oleh kedua orang tua Sooyoung.
“Aww… kenapa tidak ada wortel?”
“Habis orang tuaku yang masak.”
Bahkan saat cemberut, wajah Sunny terlihat menggemaskan.
“Jangan cemberut begitu dong, nanti siang kita makan wortel.”
“Yeeeeeeee!” Sunny langsung bersorak girang seperti anak kecil. Tanpa disadarinya sikap Sunny membawa senyum ke wajah Sooyoung juga.
“Ngomong-ngomong, orang tuamu dimana?”
“Kerja, dari subuh mereka sudah bangun.”
“Ohh…” Sunny merasa sedikit lega, karena sebenarnya dia agak takut sama orang tua Sooyoung, mengingat apa yang pernah mereka lakukan padanya waktu dirinya masih menjadi bunny.
Tentu saja Sunny tidak akan takut sama Sooyoung. Perasaan sayang Sooyoung benar-benar nyata. Selama menjadi bunny, Sunny dapat merasakan ketulusan hati Sooyoung yang memeliharanya dengan penuh kasih sayang. Sooyoung sama sekali tidak memakannya saat dia sudah mati. Bahkan dia melihat Sooyoung menangisi kematiannya. Air mata yang dia teteskan saat itu, serasa memberi Sunny kekuatan untuk hidup. Sunny tidak akan pernah melupakan pemandangan itu.
“Jadi biasanya kamu selalu makan sendiri?”
“Ini sudah biasa.”
Lagi-lagi Sooyoung melihat Sunny hanya makan sayuran, lebih tepatnya makan kangkung. Nasi juga tidak disentuhnya.
“Ya, kalau cuma makan kangkung saja apa kamu tidak lapar? Kemarin kamu juga hanya makan sup wortel.”
“Humm? Tidak kok. Aku suka kangkung juga, tapi masih lebih suka wortel sih, selain enak rasanya juga manis,” kata Sunny sambil lanjut mengunyah seperti kelinci, berbunyi ‘kruk kruk’ begitu.
“Atau kamu nggak biasa makan nasi? Cobalah makan sesuap.”
Akhirnya Sunny menurut dan mencoba makan sesuap.
“Rasanya hambar.”
“Ya jelas. Lagian nasi hanya karbohidrat yang dimakan bersama lauk pauk.”
“Lalu kenapa kau menyuruhku memakannya?”
“Aku tidak tahu kamu datang dari mana. Tapi nasi dari dulu sudah menjadi makanan pokok di desa ini. Sebagai pengganjal supaya kita tidak cepat lapar juga. Lagipula aku tidak mau kamu pingsan seperti kemarin.”
Sooyoung menambahkan sedikit nasi ke dalam mangkuknya. “Kalau kamu nggak biasa makan nasi, mungkinkah kamu datang dari Amerika?”
“Amerika? Apa itu? Apakah sejenis makanan? Apakah rasanya enak?”
“Ah sudah, lupakan saja.”
Sambil makan Sooyoung masih bertanya-tanya darimana asal gadis ini. Sooyoung memperhatikan Sunny yang masih makan kangkung. Setidaknya cara makannya tidak berantakan.

**

Sooyoung berjalan sementara Sunny mengikutinya dari belakang.
“Kita mau kemana?”
“Sudah jelas kan? Mencari orang yang mungkin mengenalmu seperti kemarin.”
“Kurasa itu tidak mungkin…” kata Sunny dengan suara amat kecil.
“Eh? Kau bilang apa barusan?”
“Ah, tidak ada apa-apa.” Sunny menggeleng sambil tersenyum. “Kajja.”

**

Akhirnya, hari ini mereka tidak menemukan lagi orang yang mengenal Sunny. Dengan demikian seluruh desa sudah dijelajahi mereka. Dan seluruh penduduknya juga sudah ditanyai.
Hari masih siang saat keduanya duduk di sebuah bangku umum di bawah pohon yang rindang untuk beristirahat.
Akan kemana nantinya Sunny? pikir Sooyoung dalam hati.
“Sooyoung…”
“Hmm?”
“Apa aku masih boleh tinggal di rumahmu?” tanya Sunny sedih.
“Tentu saja, kenapa kamu malah bertanya segala.”
“Habis… aku takut membebani keluargamu. Dan akhirnya kalian akan mengusirku.”
“Omona! Mana mungkin kami akan mengusirmu, Sunny! Jangan bilang itu alasan kamu hanya makan sedikit?”
“…………….”
Sunny tidak menjawab jadi Sooyoung menganggapnya sebagai ‘iya’
“Aku sendiri yang menawarkan kamu untuk menginap, jadi mana mungkin aku akan menarik kembali kata-kataku! Soal makan kamu juga tidak perlu sesungkan itu.”
“Tapi… bukannya beberapa waktu yang lalu ada wabah kelaparan di desa ini?”
“Soal itu tidak usah khawatir lagi. Karena desa kami sudah mendapat bantuan pasokan makanan dari kota besar sampai kami dapat menghasilkan sendiri lagi. Lagipula keadaan sekarang sudah lebih baik. Tanaman-tanaman mulai kembali menghasilkan, tinggal tunggu waktu panen. Hasil dari ternak juga tidak lesu lagi.”
Sooyoung jadi melupakan fakta bahwa Sunny mengetahui tentang wabah kelaparan di desa ini.
“Jadi boleh… aku terus tinggal bersamamu Sooyoungie?”
“Tentu saja, selama kamu tidak bosan tinggal bersama kami.”
“Gomawo…” Sunny menyandarkan kepalanya di bahu Sooyoung.
Selama beberapa saat mereka hanya menikmati angin sepoi-sepoi bertiup dan kehadiran satu sama lain.
“Sooyoung.”
“Mwo?”
“Sooyoung. Sooyoung. Sooyoung.”
“Kenapa kamu terus menyebut-nyebut namaku?”
“Tiba-tiba ingin saja. Habis namamu unik.”
Juga karena aku suka menyebut namamu, tambah Sunny dalam hati.
“Gara-gara kamu menyebut namaku aku jadi tahu apa yang sebaikan kita lakukan untuk mengisi waktu.”
“Apa? Berenang?” (Sooyoung artinya berenang dalam bahasa korea)
“Ani, aku jadi mikir sungai. Lalu kepikiran buat mancing. Karena aku nggak bisa berenang, ayo kita pergi memancing ikan di sungai saja. Kita pulang dulu untuk mengambil alat pancing. Tapi sebelum berangkat nanti kita makan dulu. Kajja.”

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Sunny Bunny (Chapter 2)" (70)

  1. hanya makan wortel dan kangkung. sy gak sanggup makan seperti itu krn bs mati kelaparan.
    sunny berubah jd kelinci pd malam hari. moga kelak gak ketauan. kalo ketahuan, nanti disembelih lagi.

  2. noeyanzien said:

    yeay author update..

    oh jd bunny berubahnya malem hari, wah kalau siang lg polos lagi dong ehehe ^^v

  3. Wahh.. sunnu brubah jd bunny klo udh mlm, bisa ktauan ini.. Ehh, kirain sunny gk ingt pas dia jd bunny, trnyta dia ingt… Thanks udh update cpt mon…

  4. hana mutia said:

    nah nahh
    sunny brubah klinci dmlm hri o_O
    curiga nnti soo bkl tau deh.
    hahaha soo kesempatan jg tuh nyntuh melon sunny. mna sunny ngsih izin blh klo soo yg nyntuh 😀
    soo sikat sunny buruannnnn kekeke

  5. annyeong…

    Sooyoung ngajarin Sunny sikat gigi o_0 ga kebayang deh mimik wajah mereka,pasti cute banget. apalagi sunny >.<

  6. g kok g mesum…hhahahaa

  7. noeyanzien said:

    disini diibaratkan soo itu ketiban duren bareng sama pohon-pohonnya, beruntung banget..

    #note : duren –> melon
    pohon –> sunny

  8. selera sunny masi sama sperti bunny..
    Sunny jdi kelinci wktu mlm?
    Jgn smpe ktahuan sama si soo

  9. braaa braaa si biangckerok xD

    ah itu entar gmana kl yoongie tau. :/

  10. taenygee said:

    wah kalau Soo tau Sunny adlh bunny nya gimana tuh ? O_o
    wkwk..melon lagi.melon lagi.. XD

  11. Woaaaaa….soo km tak tau kalo itu kelincimu..
    Ahh soosun manis sekali seperti authornya #plaak
    modus#
    ahh ak sukaa nic ffnya,,keep writing and hwaiting yaaah

  12. Antika Nabila said:

    Itu sunny pas itu nya kesenggol langsung mendesah lol xD
    Thor minta pw ff yang di lock dong
    Gomawo before *bow

  13. Gaega93 said:

    Lah itu tumben soo gak mesum -_-” biasa nya dia yg paling mesum , lanjutin thor kata2 mesum nya ;-)#plak

  14. wkwk lucunyaaa si sunnyyy..
    doh dasar sooyoung sempet2 nya nyenggol2 ‘ituuu’

  15. noeyanzien said:

    thor aku minta password ff yg di protected dong, yah yah yah

    ini nmr aku

  16. Wakh sunny suka mkan wortel ma kangkung ea …
    Xeexeexee …
    Soo bner2 gugup pas denger desahan ea sunny ..
    Haahaaahaa …
    Lanjut thor …
    D tnggu FF YoonYulsic ea ..

  17. Miss New New said:

    author aku juga suka wortel~~
    *GAKNANYAAA

    lugunya sunny bikin gemes haha

  18. Takuma Loper ( LoyalistTrooper ) said:

    Sooswiittt banget dah ni couple padahal biasa.a berantem mulu

  19. prillyties said:

    hahhahaha si sooo lama lama di dekat sunny bisa kayak tae nih , berotak mesum . apalagi tiap hari di kasih melonnya sunny . mana tahan hhahahha…..

  20. jd… sunny gk jd manusia slamany ada kdang2 saat ny dia jd bunny lg y thor

  21. sunny brubah mlm hari ya.. Mkn ny cuman kangkung dan wortel doang ya.. Akh kalo gw gk knyang tu.

  22. Kwonyoonyul_Acoy said:

    Wah asoy soosun lucu deh..?
    ok dtunggu klanjutannya.!

  23. Aya S1 Queen's said:

    Wah klo mlem trnyta msh blik k wjud sbnarnya.
    Gmna ntar klo soo ny tau.

    Lanjut author.

  24. yeeee soosun!! hehe tuh kan manis banget couple ini. kenapa sunny ga ngaku aja ya kalo dia bunny, apa takut sama reaksi sooyoung?? o_o

  25. wkwk, yaaiyalah kelinci gituloh mana suka nasi. hehe
    omo, sunny disini bener-bener lucu. kaya tarzan masuk kota *ehh, keracunan FTV* 😀 ^^V
    berarti sunny ngga bener-bener berubah jadi manusia, yaa unnie

  26. agustina_huang said:

    Sunny cm sk nya sm wortell…untung az gk ktauan wkt brubah jd bunny lg.. Kasian sunny bunny trauma sm pisau…

  27. Waaahh sunny polos ya,,hihihi
    iih makinn gemesss. . .
    Hahaha, soo, jngn maen di tembok. . .hahaha

    lanjuuut. . .
    Keep spirit. . .

  28. hahahah sunny polos ya.. tapi lucu. soo keknya sayang banget ama dia. kira-kira gimana reaksinya soo tau kalo sebenernya bunny tuh sunny.

  29. nuriiiin said:

    ehhh jadi sunny sadar klo dia itu si bunny? yampun..gw kira dia gtau
    aaaah untuk di sini aja, boleh gw cubit sunny? hahaha

  30. jgn2 itu sunny jadi bunny gara2 ada sinar matahari ya?
    bgtu malam berubah lagi jadi kelinci.
    kalo iya, brarti mereka berdua gak bisa nc di malam hari dong.
    #reader otak rusak
    wkwkwkwk

    next chapter~

    hwaiting thor~
    9(^o^) 9

  31. Lee Eun Soo said:

    Sunny unyu bgt masa.. >.<

    Soo tangannya nakal.. XD

  32. mimin, kelinci juga suka ama nasi kok min. kelinciku aja kukasih nasi dia makan, dikasih kopi juga dia doyan banget, pi sayang udah mati T.T. sori thor aku jadi curhat ._.v

    • haha gitu ya, makanya disini Sunny msh bisa mkn nasi
      kelinciku dulu pernah kukasih susu sm kue jg dimakan lho, yg susu malah dijilat dgn lahap 😛
      tergantung sih, ada yg memang suka, tp meski dimkn sm kelincinya gak selalu karena favoritnya jg

  33. pas baca ini ga tau kenapa yg ada di otak aku itu bra.. *LoL
    ga tau krn bnyk kata itu atau emang akunya aja yg byun ahahahaha 😀
    Sunny makannya ga cuma Wortel sama wortel aja ternyata, pasta gigi pun di embat juga 😀

  34. Haha ternyata sunny klo malem jadi kelinci lagi semoga aja ga ketauan klo ga tar di sembelih lagi sama ortu nya sooyoung lagi,lagi sunny minta bantuan sooyoung buat make bra nya lagi sabar ya sooyoung liat dada nya sunny lagi 😀

  35. berarti dia siang jadi sunny, malam jadi bunny? unik juga, jadi keinget werewolf nih

  36. the kid said:

    aku bener-bener telat baca T.T
    ceritanya makin menarik ^_^d

  37. hennyhilda said:

    Waduhhh bahaya bgt sunny brubah d mlm hari 😮
    sooyoong jagalah sunny
    semangat author
    ganbatte

  38. Wah jadi sunny bunny berubahnya saat malem aja Untung soo nggak menyadarinya

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: