~Thank you for your comments~

Sunny Bunny (Chapter 1)

A/N : Lagi dapat ide manis Soosun berkat ngobrol sama teman^^ lagipula lagi ingin sekali bikin pairing ini, maklum SooSunatic akut dan akhir-akhir ini SooSuntensionku semakin menjadi dikarenakan nggak ada moment baru -_- #curcol

Tentu saja gadis yang belum disebutkan namanya dalam chapter ini adalah Sunny.
Dan juga mungkin ada beberapa kalimat yang agak mesum.

enjoy 😉

Di sebuah desa yang damai, tinggallah seorang gadis jangkung yang periang bernama Choi Sooyoung.
“Umma, aku pergi ke gunung ya~!” seru Sooyoung sambil berlari keluar rumah. Di tangannya membawa sebuah keranjang yang terbuat dari rotan.
Sudah menjadi kebiasaan rutin bagi Sooyoung untuk pergi ke gunung. Sekedar bermain disana atau mencari makanan tambahan. Kadang gunung juga jadi tempat untuk berburu binatang.

“Jangan lari-lari, nanti jatuh lho!” goda ahjussi yang sedang lewat.
“Ahaha! Soalnya aku lagi senang, ahjussi!” jawab Sooyoung tanpa mengurangi kecepatan larinya. Dia sudah melewati daerah tanah yang tidak datar.
“Kamu bukan anak kecil lagi!” kata salah seorang ahjumma yang berjalan di sekitar situ juga.
“Hehe, iya ahjumma!”
Sooyoung excited karena merasa perkiraannya tidak salah.
Sampai disana, Sooyoung langsung menuju suatu pohon. Kemudian dia berseru kegirangan pada pemandangan warna-warna merah yang menghiasi pohon itu.
“Asyik! Seperti yang sudah kuduga, hari ini banyak yang matang!”
Seperti anak kecil, Sooyoung memanjat pohon itu dengan lincah dan memetik berry-berry yang sudah matang.
“Walau aku tidak tahu namanya, tapi berry ini enak sekali!”
Setelah memetik seluruh berry yang matang, Sooyoung turun dari pohon dengan hati-hati.
Ketika hendak pergi Sooyoung mendengar suara gemerisik dari semak-semak di sebelah kanannya. Sesaat tubuh Sooyoung menjadi kaku sampai seekor kelinci berwarna kuning kecoklatan muncul dari balik semak-semak.
“Ma-manisnya!” ucap Sooyoung dengan gemetar karena gemas melihat betapa lucunya kelinci itu.
Kelinci itu menaikkan kedua telinganya yang panjang dan menoleh ke arahnya.
“Kelinci gunung ya. Aku baru pertama kali melihatnya.”
Karena biasanya hewan-hewan di gunung banyak yang diburu untuk dijadikan makanan bagi penduduk desa setempat.
Sooyoung mendekati kelinci itu pelan-pelan. Sepertinya kelinci itu jadi waspada akan kehadirannya.
“Ah.”
Sooyoung cepat-cepat mengambil sebiji berry di keranjangnya dan merendahkan tubuhnya untuk menunjukkannya. Sooyoung pikir bisa memancingnya dengan makanan.
“Ayo sini manis, ada makanan enak.”
Sooyoung berhenti mendekat ketika melihat kelinci itu yang sendiri melompat mendekatinya. Sepertinya pancingannya sukses.
Kelinci itu mengendus berry di telapak tangannya. Kemudian memakannya.
“Enak kan?”
Sooyoung tersenyum melihat kelinci itu makan. Sooyoung memberanikan diri untuk menyentuhnya. Ketika tangan Sooyoung menyentuh telinganya.
“Ah!”
Kelinci itu melompat kabur dan menghilang dibalik semak-semak.
“Apa aku menakutinya ya? Padahal aku hanya ingin menyentuhnya sedikit saja.”
Sooyoung berjalan pulang dengan sedikit kecewa.

**

Keesokan harinya. Sooyoung datang ke gunung itu lagi.
“Hari ini mungkin aku bisa melihatnya lagi.”
Sooyoung duduk di bawah bayang-bayang pohon berry, tempat dia melihat kelinci itu kemarin. Di tangan kirinya menggenggam beberapa berry matang, sambil memakannya satu persatu dengan pelan.
Ketika tinggal tersisa satu, Sooyoung sengaja tidak memakannya.
“Ayo muncul dong, kalau tidak aku bisa tergoda untuk memakan berry yang terakhir ini.”
Seolah harapannya terkabul, matanya menangkap seekor makhluk telinga panjang berbulu kuning kecoklatan.
“Wah! Benar-benar datang! Sini~”
Sooyoung sekali lagi memancingnya dengan berrry di tangannya.
Kelinci itu pelan-pelan mendekat dan memakan berry itu dari tangannya seperti kemarin.
Masih ingin menyentuh, pelan-pelan Sooyoung menggerakkan tangannya untuk mendekati kelinci itu. Jantungnya berdebar-debar.
Tak disangka, kelinci itu tidak kabur seperti kemarin. Malah memejamkan matanya seolah-olah menikmati belaian tangan Sooyoung di kepalanya.
“Uwaaa kyeopta!”
Kali ini, Sooyoung menyentuhnya dengan kedua tangan. Tangan satunya mengelus punggung kelinci itu. Setelah membelai bulunya yang halus beberapa kali, Sooyoung mengangkat kelinci itu ke gendongannya.
“Jinak sekali.”

Beberapa menit kemudian.

“Jadi kubawa pulang deh akhirnya.”
“Tanpa sadar,” Sooyoung menambahkan setelah jeda beberapa detik.
Sooyoung menatap kelinci dalam gendongannya. Sejak dibawa dari gunung tadi, tidak sekalipun kelinci ini memberontak dalam gendongannya. Kelinci itu menatapnya dengan muka polosnya yang imut.
“Tenang saja, aku akan merawatmu baik-baik.”

**

Sejak saat itu, Sooyoung memelihara kelinci itu di halaman belakangnya.
Setiap hari Sooyoung akan mencarikan makanan untuknya dan kalau tidak ada kerjaan, menghabiskan waktu dengan mengelus-elus kelincinya.
“Mungil sekali.”
“Bunny, kenapa kamu manis sekali?”
Karena bingung menamainya, Sooyoung memutuskan untuk memanggilnya dengan ‘bunny’ saja.
Sooyoung mengangkat kelinci itu ke depan wajahnya dan mencium pipinya.
“Mwah!” Lalu Sooyoung memekik kesenangan sendiri. “Waaa, bunny! Aku beruntung membawamu ke rumah! Kamu imut sekali!”
“Yeeyyyy I got a bunny~!” Sooyoung menggerakkan tubuhnya untuk menari gaje selama beberapa detik.
Sooyoung kembali mengelus-elus bunny nya. Makhluk itu dapat merasakan pancaran perasaan sayang yang begitu besar dari elusan Sooyoung. Membuat bunny itu meringkuk manja menikmati belaian tangan Sooyoung yang hangat. Sooyoung melihat mata bunny itu setengah terpejam.
“Sudah mau tidur ya?”
Sooyoung menggendongnya seperti sedang menggendong seorang bayi dan menyanyikan sebuah lagu.
Tidak lama kemudian, kelinci itu tertidur dalam gendongannya.
Kemudian Sooyoung membawanya ke ranjangnya dan meletakannya di sisinya. Kelinci itu terbangun untuk membenarkan posisinya.
“Ah mianhae bunny, aku membangunkanmu.”
Malam itu, Sooyoung tidur bersama bunny nya.

**

Satu bulan kemudian, wabah kelaparan menyerang desa tempat tinggal Sooyoung. Hampir dimana-mana tidak ada sesuatu yang bisa dimakan.
“Gluk, gluk, gluk, fuah!”
Sooyoung meminum banyak air dari sumur sampai perutnya terasa kembung. Sooyoung mengusap bibirnya yang basah oleh air.
“Sial… masih lapar…”
Sudah beberapa hari ini Sooyoung kekurangan makan. Tubuhnya jadi lebih kurus.
Kemudian pandangan mata Sooyoung tertuju pada bunny nya.
Sudah satu bulan sejak dipelihara, bunny miliknya sudah tumbuh lebih besar, dan tubuhnya lebih montok.
“Tunggu ya, aku akan mencarikan rumput untukmu.”
Sooyoung pergi ke gunung.
Kemudian dia berjongkok di depan rumput-rumput yang tampak segar dan mulai memetiknya. Perutnya berbunyi lagi.
“Ahhh…” Sooyoung memegangi perutnya yang keroncongan.
Bukannya Sooyoung tidak pernah kepikiran untuk memakan bunny nya. Tapi mana mungkin Sooyoung tega memakan bunny yang sudah dipelihara selama sebulan dengan penuh kasih sayang itu.
“Makanan yang biasa dimakan bunny… barangkali enak juga. Tapi mana mungkin aku makan rumput.”
Setelah memetik segenggam rumput, Sooyoung pulang ke rumah. Cukup lama perjalanan bolak-balik ke gunung. Sampai di rumah, dari pintu masuk rumah, hidungnya sudah langsung mencium bau enak.
“Bau daging???”
“Oh, sudah pulang? Makanlah, baru saja disiapkan.” Umma Sooyoung mengantar Sooyoung ke meja makan. Di atas sana sudah tersaji makanan berupa daging yang baunya enak.
Seingat Sooyoung, sudah beberapa hari ini keluarga mereka tidak memakan daging. Mendadak firasatnya tidak enak. Saat seluruh keluarganya sudah duduk mengelilingi meja makan, Sooyoung malah berdiri dan langsung lari ke halaman belakang. Tempat bunny nya berada.
“Bunny?! Dimana kamu?!”
Sooyoung mencari sampai ke sudut-sudut, sampai di bawah kolong.
“Bunny! Jangan sembunyi! Keluarlah!”
Sekarang ummanya berdiri di belakangnya. Sooyoung cepat-cepat menghadapnya.
“Umma! Dimana bunnyku?!”
“Mianhae Sooyoung, kami terpaksa melakukan ini.”
“Eh…”
“Benar, kami tidak punya pilihan lain,” timpal Appanya yang sekarang sudah berdiri di sebelahnya.
“Maksudnya…? Tidak… jangan bilang kalau…”
Mereka berdua hanya menunduk dengan penuh penyesalan.
“Jangan bilang kalau daging yang di atas meja itu bunny!?” seru Sooyoung dengan mata berkaca-kaca. Suaranya terdengar seperti tercekik.
“Mianhae Sooyoung, kami tahu betapa kamu sangat mencintai bunny mu, tapi-“
“ANDWAE!!”
“Dengar Sooyoung, sekarang nasi sudah menjadi bubur. Karena itu daripada menyia-nyiakan kematiannya, lebih baik kamu makan meski Umma tahu berat bagimu untuk-”
“Tidak! Bunny pasti sangat menderita sewaktu kalian menyembelihnya! Tapi kalian malah tega! Jahat! Umma dan Appa jahat! Tak kusangka! Makhluk selucu itu kalian potong! Nggak berhati!” jerit Sooyoung dengan pipi bercucuran air mata.
PLAK!
Sebelum disadari, tangan Ummanya sudah melayang menampar pipi Sooyoung.
“Tidak sepantasnya kamu mengatai orang tuamu seperti itu!”
Sooyoung hanya diam sambil memegangi pipinya yang menyengat.
“Berat bagi kami untuk melakukannya juga, tapi ini demi kelangsungan hidup,” kata Appanya.
“Kalau begitu aku tidak akan mau makan kalau itu adalah bunny… Sampai mati kelaparan pun aku tidak peduli. Biar lebih baik aku mati kelaparan daripada memakan bunny!”
Teriak Sooyoung frustasi kemudian berlari masuk ke kamarnya dan membanting pintunya.
“Huuu huuuuuu bunny…”
Rumput untuk bunny masih berada dalam genggamannya. Sooyoung memandang rumput itu. Pandangan matanya ke rumput itu jadi kabur karena air matanya mulai menggenang.
“Bunny…”
Sekarang dia sudah tidak bisa memberikan rumput itu padanya lagi.
Meski berkata begitu pada orang tuanya barusan, Sooyoung tidak ingin mati. Sooyoung masih ingin hidup. Perutnya terasa kosong, tapi dia tidak akan keluar untuk memakan bunny bersama orang tuanya.
Rumput yang biasa dimakan oleh bunny.
Sooyoung membawa sebagian rumput itu ke mulutnya dan menggigitnya. Mengunyahnya beberapa kali dalam mulutnya meski terasa mual.
“Uhhh… Bunny…”
Sambil teringat kenangan ketika pertama kali bertemu dengan kelinci itu dan menghabiskan waktu sebulan bersamanya, Sooyoung memakan semua rumput itu sebagai makan malam.
“Huwaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!” lolong Sooyoung dari dalam kamarnya.

**

Dengan berat hati, Sooyoung mengumpulkan sisa tulang belulang bunny dan membawanya ke bukit yang biasa. Sooyoung menguburkannya di suatu tempat yang tak terhalang oleh bayang pohon dan disinari oleh matahari, letaknya tak jauh dari pohon berry nya.
“Pasti sakit sekali ya bunny? Tapi terima kasih karena kamu telah mau berkorban untuk kedua orang tuaku.”
Sambil mengubur, Sooyoung menangisinya sekali lagi. Membayangkan bunny nya disembelih rasanya sama saja dengan hatinya yang ikut disembelih. Sooyoung tak sanggup membayangkan seandainya dirinya yang disembelih untuk dimakan.
“Karena disini pemandangannya indah, kuharap kamu bisa beristirahat dengan tenang, bunny.”
Kemudian Sooyoung cepat-cepat pergi dari sana karena kalau berlama-lama air matanya akan tumpah semakin banyak.

**

Tanpa diketahui oleh siapapun, keesokan harinya, karena mendapatkan kekuatan sinar surya, sebuah cahaya terbentuk di atas gundukan tanah tersebut kemudian perlahan menjelma menjadi seorang gadis.

**

Pagi-pagi sekali, Sooyoung kembali ke bukit itu setelah dua hari absen pergi kesana. Dengan langkah lesu, dia berjalan dengan satu tujuan dalam pikirannya.
Sooyoung pergi menengok makam bunny nya. Dia sudah berada di depan makamnya sekarang. Sooyoung meletakkan setangkai bunga liar yang dipetiknya di pinggir jalan dan melipat tangannya kemudian memanjatkan doa.
“………………”
Dua menit berlalu. Bahkan angin berhembus kencang yang meniup rambutnya pun tidak dihiraukannya.
Ketika membuka matanya, dia melihat sosok seorang gadis. Sooyoung terkesima melihat tubuhnya yang polos tak berbusana. Sosok misterius nan cantik itu membuat matanya terus terpaku padanya, apalagi ketika tubuhnya bermandikan cahaya mentari pagi. Selama beberapa saat dia hanya mampu memandangi gadis itu tanpa berkata apa-apa. Wajah gadis itu manis. Warna rambut dan bentuk bibirnya seketika mengingatkan Sooyoung pada bunny nya.
Siapa dia? Manis sekali gadis ini, seperti bunny…
Hah? Apa yang kupikirkan? Masa membandingkan manusia dengan kelinci, aish.
Sooyoung mencoba mengajak gadis itu berbicara.
“Ha-hai, kenapa kamu disini? Tanpa mengenakan pakaian juga,” kata Sooyoung sambil mendekati gadis itu dengan hati-hati.
Mendadak dia jadi teringat bahwa pertemuan ini mirip seperti ketika dia menemukan bunny nya.
Saat sudah dekat, tubuh gadis itu limbung seakan mau pingsan.
“Awas!” Sooyoung bergerak cepat menangkap tubuhnya.
Gadis itu terjatuh dalam pelukannya.
“Hei, kamu baik-baik saja?!”
“……………..”
Ketika telapak tangannya menyentuh permukaan kulit lengan gadis itu, terasa dingin.
Sambil memegangi gadis itu, Sooyoung melepas bajunya yang kebetulan berlapis dua. Lalu memakaikannya ke gadis itu. Tapi dia tidak mungkin melepas bawahannya juga, karena hanya satu lapis.
“Setidaknya lebih baik daripada tidak mengenakan apa-apa.”
Lagipula karena tubuh gadis itu lebih pendek dibanding Sooyoung, bajunya jadi terlihat cukup panjang untuk menutupi sampai bagian bawahnya.
“Lebih baik kubawa pulang dan kurawat dia saja dulu.”
Sooyoung menggendongnya ala princess, hanya supaya untuk menjaga privasi tubuh bagian bawah gadis itu. Untung ini juga masih pagi jadi Sooyoung tidak berpapasan dengan siapapun di jalan. Paling hanya mereka yang bercocok tanam di sawah.
Ada suatu perasaan yang menggempurnya dari dalam sejak dia melihat gadis ini. Mendadak Sooyoung jadi terkenang kembali.
“Bunny…”
Perasaan yang sama ketika dia menggendong bunny seperti ini. Juga perasaan sayang yang besar meski ini pertama kalinya dia bertemu dengan gadis ini.

Sooyoung membawanya pulang. Kedua orang tuanya sedang tidak ada di rumah, jadi ini menyelamatkannya dari harus memberi penjelasan panjang lebar.
Sooyoung menggelarkan kasurnya yang sudah dilipat dengan rapi. Kemudian membaringkan gadis itu di atas tempat tidurnya.
“Fuhhh…” Sooyoung mengelap keringat yang membasahi kening dan lehernya.
“Oh.” Sooyoung melihat beberapa bagian pada tubuh gadis itu kotor. Kemudian Sooyoung memanaskan sedikit air lalu menuangkannya ke baskom dan memandikannya dengan sehelai handuk yang sudah dibasahi.
Sooyoung mengelap lengan dan pahanya dengan hati-hati supaya gadis itu tidak kaget dengan kulitnya yang tiba-tiba berkontak dengan air.
Setelah itu mengambilkan celana dari lemarinya dan memakaikannya pada gadis itu. Dia sampai juga meminjamkan celana dalam untuk gadis itu.
“Permisi, maafkan aku ya.”
Sooyoung memakaikan gadis itu celana, berusaha hanya melihat sedikit mungkin. Kemudian setelah itu dia hanya duduk bersila di sebelah gadis yang masih tertidur itu. Matanya menelusuri lekuk wajah gadis itu. Sooyoung merasa yakin tidak pernah melihat gadis ini sebelumnya di desanya.
“Siapa? Apa gadis ini bukan penduduk desa ini? Jadi dia orang luar yang tersesat begitu? Tapi kenapa aku merasa familier dengannya?”
“Nggh…”
DEG!
Sooyoung hanya menonton dengan jantung berdebar saat gadis itu perlahan-lahan membuka matanya.
Gadis itu menatap langit-langit kemudian melihat ke arahnya.
“Ha-hai, kamu pingsan, karena aku nggak tahu rumahmu, makanya aku membawamu ke rumahku.”
Gadis itu bangun ke posisi duduk lalu tersenyum dan tiba-tiba melingkupinya dalam sebuah pelukan. Sooyoung sekali lagi berdebar-debar oleh perasaan aneh yang tak dikenalnya.
Chankaman, masa sih aku jatuh cinta sama gadis ini?! Gadis yang namanya saja tidak kuketahui!
Gadis itu menempelkan pipinya ke pipi Sooyoung dan tersenyum dengan senang.
“Chankaman.” Sooyoung melepaskan pelukannya.
“Kamu ini siapa? Kenapa kamu bisa ada di gunung? Dan lagi, tanpa mengenakan pakaian? Rumahmu dimana?”
Tapi gadis itu malah memberinya tatapan bingung.
“Baiklah, satu-satu saja. Nama, siapa namamu?”
“Nama… nama…”
“Hei hei, jangan bilang kamu tidak punya nama.”
“…………….”
“Atau kamu lupa ingatan?”
“Tidak tahu.”
“Serius nih?” Sooyoung menepuk jidatnya. “Haahhh… bakal repot nih. Kalau begitu aku harus membawamu ke kepala desa dan seluruh penduduk yang lain, siapa tahu mereka mengenalmu.”
Pandangan Sooyoung turun ke dada gadis itu.
“Uhh…”
Mulut Sooyoung terbuka melihat dadanya yang besar dan terlihat… tembus di balik baju tipisnya. Sekarang Sooyoung bahkan dapat melihat putingnya, sampai dia merasa malu sendiri karena telah melihat dengan sengaja.
“Aku tidak bisa membawamu keluar kalau seperti itu.”
“?”
“Karena dadamu besar, kamu harus mengenakan bra. Kalau tidak mata semua orang terutama namja akan terus melihat ke arah dadamu. Tunggu sebentar.”
Sooyoung mengaduk-aduk isi lemari pakaiannya.
“Haaaa… percuma, tidak ada ukuran yang cocok. Besar ukuran kami saja sangat berbeda.”
Sooyoung sekali lagi melihat ke arah gadis itu. Gadis itu hanya tersenyum manis tanpa tahu menahu dilema Sooyoung. Dia hanya senang saat ini bisa berada di dekatnya.
“Umm… aku rasa aku harus pergi membelinya dulu. Kamu tetap disini, jangan kemana-mana ya.”
Kemudian akhirnya, Sooyoung pergi membeli bra yang sesuai.

**

“Nah pakailah,” kata Sooyoung setelah membantu melepas harganya.
Gadis itu mencoba memakainya, tapi sudah dua menit berlalu masih belum berhasil juga.
“Mwo? Kamu tidak tahu cara memakai bra?”
Gadis itu hanya memandangnya seperti meminta tolong.
“Aigoo.” Tapi Sooyoung juga ingat ketika pertama kalinya memakai dia juga tidak tahu caranya. Gadis ini benar-benar seperti anak kecil, pikirnya.
“Ya sudah sini.”
Sooyoung menyuruh gadis itu membalikkan badannya.
“Masukkan tanganmu kesini.”
Sooyoung tiba-tiba merasa gugup sendiri karena sempat melihat dada besar gadis itu. Matanya melihat helai-helai rambut kuning kecoklatan gadis itu. Punggungnya yang terbuka. Jemarinya menyentuh kulit tubuhnya yang mulus. Mukanya terasa panas. Tidak pernah membayangkan akan pernah membantu seorang gadis memakai bra. Sensasi yang membuatnya tidak bisa memikirkan hal lain ketika tangannya mengaitkan kaitan bra di punggungnya.
“Apakah ukurannya pas? Tidak terlalu ketat kan?”
“Ne.”
“Syukurlah.”
Karena tadi Sooyoung membeli tanpa tahu menahu ukuran tubuh gadis itu.
Kemudian Sooyoung menyuruh gadis itu memakai kembali bajunya.
“Nah, ayo kita pergi.”
“Kemana?”
“Kan sudah kubilang tadi, tentu saja mencari orang yang mengenalmu.”

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Sunny Bunny (Chapter 1)" (74)

  1. sooooosssuuunnn….
    hatiku sakit ketika bunny disembelih. yang atas (author) baik hati mau memberi kesempatan kedua buat soobun (?).
    jgn bunny itu menjelma jadi sunny.
    omg melon itu….
    keren banget dan kutunggu lanjutan.

  2. lanjut lanjut

  3. aaahhh sunny bunny b***il hahaaa *mimisan*

  4. seru thor crta nya. Kelinci brubah jd org. Lanjut

  5. Sooyoung byun, liatin melon trs. Ahaha 😀
    lanjut author 🙂

  6. wkwkwkwkkw kocakkk bikin , muka jadi merahh

  7. Hwaaa… bunny menjelma jadi sunny… imutnya… ahahaha… pasti muka si Syoo merah gantiin baju sunny…

    Stuju ama monic, SooSun momen rare bangt, tpi hal itu mlah smakin memicu jiwa soosunatic membuncah…

  8. Haahaahaaa ..
    Soo mupeng nie ..
    Xeexeexee …
    Tuhh psti si bunny ea yg berubah jdi manusia ..
    Sedihh bgt sumpah pas bca bgian bunny d goreng ma ibu ea soo ..
    Huhh ..
    Lanjut thor …

  9. wahahaha….. soosun… jd teringat ma sicaduyung yang polos..hhehee
    oke lanjutt ^_^

  10. shosiiinewreader said:

    wah new story…mirip sama bawang putih dan bawang merah ya??tapi versi kerennya..lanjut..

  11. Gaega93 said:

    Kyaaaaaaaa ! SOOSUN ! Akhirnya ada lagi pairing ini kangen banget sama soosun moment , thx author udah mau bikin ff nya . 😀

  12. Aku bingung pas pertama baca. Kok ada To Be Continued?
    Eh ternyata chapter 😀 kirain one shoot.
    Jadi sunny itu jelmaan kelinci yaa.
    Berarti sunny kaya ngga tau apa-apa, yaa unnie?

    • Haha kalau dirinya kelinci ya jelas Sunny tahu dong

    • bukan, maksud aku sunny disini kaya orang bingung gitu. jadi kaya orang pertama lahir ke dunia *apadah*
      saya bingung meracang kata-katanya 😀
      oh iya, kaya tadi dia ngga pake bra aja ngga malu gitu. kaya masih polos *aduh, kata-katanya berantakan*
      unnie paham ngga maksud saya? kalo ngga abaikan saja komentar tidak penting ini #plaakk

  13. noeyanzien said:

    yeay, soosun…..

    saya penggemar soosun jadi tolog buat ff ini jadi lebih panjang seperti we mean to be together.. ^^v

    • Haha itu sih memang alurnya panjang karena menceritakan mereka mulai dr SD
      Aku jg penggemar SooSun jd jgn khawatir kalau pendek karena nanti pasti bikin yg baru lg 😉

  14. taenygee said:

    annyeong thor..salam kenal.. 🙂
    ceritanya seru..lanjutt thor 🙂

  15. hana mutia said:

    hi kak, slam kenal. aku reader baru d ff kakak 🙂

    hahaha
    soosun kocak nih. n lucu jg itu syoo g bs nhan ke byun nya pas liat sunny d bwah phon tnpa.pke shelai benang pun.
    tp sweet sih.
    lanjut kak 🙂

  16. Antika Nabila said:

    Ff nya keren xD oh iya aku reader baru disini ..aku baca ff mu yang locksmith bagus banget aku suka ! Hehe
    Kutunggu next ff sunny bunny nya ya

  17. Wah ff SooSun ..
    Klo taeng yg ngelakuinnya ,, pasti udah punya pikiran byun ,,hehe

    aku lupa udah pernah komen d WP ini atau ngga ,, tpi klo ngga ,, annyeong thor new reader ..

  18. cerita ya mirip kaya cerita dongeng ikan mas
    sedih pas baca sooyoung tau bunny digoreng ma ortunya
    untung aja bunny hidup lagi dan jadi manusia

  19. agustina _huang said:

    Akhrnya kluar jg ff soosun… Ak jg dah lm nih nantiin ff ttg soosun,emg bnr akhr2 nih udh gk bs dpt soosun moment 😦 tp gmn pun ttep dkung mreka… Mreka kan jg trmsuk pairing fav ku ^^
    Author sipp bangettzz…lanjut ya thor 🙂

  20. prillyties said:

    kelincinya berubah jadi sunny , wew sesuatu banget ama cerita ini , mirip mirip ama cerita bawang putih dan ikan mas .

  21. luhanppany said:

    Akhirnya soosun aaaaaaa
    Ditunggu kelanjutannya 😉

  22. noeyanzien said:

    yeay aku hampir baca semua ff yg ada di wp ini thor #plak gak penting

    tapi buat yg pake password belum dibaca.. #kode author ngerti lah hehe ^^v

  23. gw hmpr nangis ktika bunny disembelih…
    stidakny ad pengganti bunny skrng

  24. Miss New New said:

    bener aje dugaan ane
    bunny disembelih

    kayak iklan mie instan deh hahaha

    aah aku kangen juga ama soosun
    *_*

    seperti biasa tulisanmu simpel, mengena dan apik 🙂

  25. kelinci yg berubah mnjdi manusia…
    crta yg menarik…

  26. Kwonyoonyul_Acoy said:

    Asoy bkalan jd ff menarik nih ^_^
    ok dtunggu kelanjutannya!

  27. Aya S1 Queen's said:

    Annyeong…

    Soosun,, psngan kocak nih.

    Ff ny asik.
    Lnjut ah.

  28. Ahseeeekk ff soosun,,hihi, kasian bunny. . .emm,tapi gk ap udh ad gntinya. . .itu tuh, yg blm ad namax,,wkwkwkw. . .ahh,, lemes gue, ngebayangin sunny eonni mcm tu,,hihihi, untung yg nemuin soo, coba kalo yg nemuin si mata keranjang vesi idung belang ala buaya darat iparnya kutu kupret*plaaaaakk. . .hahaha, testoo. . .hihi

    ahh, lanjut baca yaaa. . .

    Keep spirit. . .

  29. wkwkw.. soo jangan kepikiran yadong dulu ya.
    nice ff. kek dongeng.
    lanjuttt

  30. Tareetaree Lezthare said:

    Buahaha.. Ngakak pas.
    Bunny gak bisa make bra.
    Asli ikutan panas muka we thor. Ngebayanginya. Haha
    soo yaammpun lu unyu banget.

  31. kwonbori said:

    assiiik soosun, dah lama nih gaa ada soosun 🙂
    *lanjut ke chapter selanjutnya*

  32. gileee sempet2nya soo jelalatan gtu.
    dasar byun~ >.<

    itu beneran sunny jelmaan bunny ya?
    jadi sunny siluman kelinci donk?
    #plaakk

    hwaiting!!
    9 (^o^)9

  33. Lee Eun Soo said:

    Wahhh.. Akhrnya nemu ff SooSun jg..
    Keren ceritanya..
    Melon.. Melon.. Melon.. XD

    • knp melon selalu disebut sebut ea, sekali kali semangka dong? XD
      thanks, baca aja lanjutannya, ffnya manis lho^^ #promosi

  34. aigo kejamnya orangtunya s soo. sampai hati motong kelinci selucu itu T.T

  35. bulu bunny kuning kecoklatan… kya kaya kelinci aku >.<
    pas bagian yg bra itu ByunSoo langsung kumat. Untung masih bisa ditahan ahahahaha 😀

  36. kwonratna said:

    soosun is back…..wkwkwkwk lucu nih ff…
    oh anyeong slm knl, ane reader baru:-):-):-)
    byunsoo mode on

  37. Hiks,hiks kasian banget bunny di potong author tega buat cerita nya tp untung di kasih kesempatan ke dua tp dalam bentuk gadis mansi soo sabar ya liat melon nya sunny 😀

  38. kupingku sampe merah nih baca cerita ini.. baca ini expresinya cepet bgt berubah, pertama seneng, sedih, khawatir, marah, dan rasa yg gak ada deskripsinya.. #elapkringet

  39. the kid said:

    nemu soosun lagi.
    baca. ^_^
    ceritanya asik buat d baca b^_^d

  40. hennyhilda said:

    Sooyoong blm pa2 udh mqrn yg enggak2 j hahaha
    semangat author
    ganbatte

  41. Ya ampun sooyoung sebegitu sayang nya sama bunny ;( Kasian bunny masa di makan
    Itu cewek yg muncul jelmaan nya si bunny ya Thor
    Astaga itu…. melon melon 😍

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: