~Thank you for your comments~

“Sunny ahhhh~!”
“Sicaaaaaaaaaa~!” balas Sunny sama riangnya.
Mereka berdua berlari-lari sebelum akhirnya keduanya bertemu di satu titik dan saling berpelukan dengan mesra.
“Ahaha, kita lebay sekali!” kata Sunny.
“Benar, seperti sudah berpisah bertahun-tahun padahal kita hanya tidak bertemu selama beberapa hari.”
Meski begitu, mereka merasakan hormon endorphin memenuhi diri mereka saat kembali bertemu seperti ini. Sudah sejak remaja, mereka berdua memang saling mencintai. Akhirnya suatu hari Jessica mengumpulkan keberanian untuk menyatakan perasaannya pada Sunny. Dan Sunny menerimanya. Lalu sejak saat itu mereka berdua berpacaran diam-diam.
Kemudian mereka melepaskan pelukan mereka dan saling tersenyum.
“Aku pulang.”
“Selamat datang kembali.”
Jessica baru saja pulang dari misi membantu para penduduk korban perang mengungsi ke tempat yang aman.
“Hehe, kamu kangen aku, Sunny?”
“Ne, tak cium nih! Mwah! Mwah!” Sunny mengirimkan flying kiss ke arah Jessica karena saat ini mereka masih di depan umum.
“Ehehe, aku juga kangen sama kamu Sunny. Tiap hari aku tidak bisa berhenti memikirkanmu,” kata Jessica sambil memeluk cintanya kembali.
“Terus terang sekali… rasanya pipiku akan memerah.”
“Hehe.”
“Jadi itu sebabnya kamu telepati aku terus.”
“Aku mengganggu?”
“Tidak sama sekali, aku malah senang kamu ganggu aku lebih sering.”
Untuk yang kedua kalinya, mereka melepaskan pelukan.
“Ah, sekarang pipi kamu juga memerah, Sica.”
“Aw, jeongmal?” Jessica memegang kedua pipinya dan tersenyum malu-malu.
“Ne.”
Sunny ingin menggoda Jessica lebih lama, tapi dia tahu Jessica baru saja pulang dari misi.
“Ayo, kita makan lalu setelah itu istirahat, kamu pasti lelah.”

**

Malam harinya, Jessica dan Sunny tidur satu ranjang. Sudah 1 jam mereka berbaring disana. Sunny memeluk punggung Jessica.
Jessica bergerak sedikit dalam pelukannya, jadi Sunny membuka matanya.
“Belum tidur?” tanya Sunny pelan.
“Mengenai peperangan besok, entah kenapa firasatku tidak enak…”
“Jangan bilang begitu. Aku tidak mau firasatmu jadi kenyataan.”
Jessica berpaling untuk menatap wajah Sunny.
“Sunny ah…! Aku takut…!”
Meski dalam suasana kamar yang remang-remang, tapi Sunny dapat membaca sorot ketakutan dalam matanya.
Sunny membelai pipi Jessica.
“Semua akan baik-baik saja.”
Jessica menunduk. “Aku tidak tahu… ada suatu perasaan dalam diriku yang aku sendiri tidak mengerti… seolah ini bukan pertama kalinya…”
Sunny tidak mengerti maksud perkataan Jessica.
“Apa maksudmu?”
“Entahlah, Sunny, tapi rasa cemas ini tidak mau hilang… terus… semakin menumpuk di dadaku…”
“Lebih baik kamu tidur sekarang. Sudah, jangan mikir apa-apa lagi.”
Jessica meremas lengan Sunny. “Sunny, berjanjilah padaku jangan pernah pergi dari sisiku. Aku membutuhkanmu disisiku!”
Saat mengatakan itu tiba-tiba saja Jessica merasa seolah pernah mengucapkan kalimat itu sebelumnya. Tiba-tiba saja suara dalam kepalanya mengatakan dia pernah mengatakan itu orang lain. Bukan Sunny.
“Aku janji…”
Sunny tahu kata-katanya sama sekali tidak dapat menghilangkan ketakutan yang dirasakan Jessica. Tidak tega melihat Jessica terus resah, akhirnya Sunny terdorong untuk melakukan sesuatu.
“Sica, saranghae…”
Sunny mencium bibir Jessica.
Ketika merasakan bibir yang lembut dan basah itu, Jessica merasakan kelopak matanya perlahan-lahan semakin berat. Kelopak matanya turun hingga terpejam. Jessica membukanya sekali lagi. Dan kemudian akhirnya tidak membuka matanya lagi.
Kemudian Sunny melepaskan ciuman beserta spell tidur yang diselipkan melalui sentuhan bibir.
“Selamat tidur…”

**

Jessica POV

Malam itu aku bermimpi aneh. Beberapa kilasan yang rasanya tidak nyambung dengan adegan sebelumnya.
Tentang seorang anak perempuan seumuranku yang tak kukenal tiba-tiba saja menjadi bagian dari keluargaku.
Siapa?
Aneh, harusnya aku tidak kenal dia. Tapi kenapa aku tahu namanya?
Ada Sunny juga. Kemudian kami sama-sama tumbuh bersama. Dan bersama-sama kami jadi penyihir.
Gadis itu tumbuh menjadi cantik, tapi juga memiliki ketegasan seorang namja pada wajahnya.
Aku jatuh cinta pada Daniel oppa.
Tapi gadis itu mencintaiku.
Berkali-kali aku menyakitinya. Tapi berulang kali juga gadis itu dengan gigih selalu berusaha melindungiku.
Saat aku merasakan berada di atas punggungnya saat kakiku digigit ular aku jadi berdebar… sebuah perasaan aneh…
Tapi Sunny malah mencintai gadis itu. Kemudian mereka terus bersama yang membuat hatiku terasa perih. Aku sendiri tidak tahu apakah hatiku perih melihat Sunny bersama gadis itu… atau karena melihat gadis itu bersama dengan Sunny.
Akhirnya gadis itu meninggal…
Karena melindungiku…
Dengan nyawanya yang hanya satu… dia melindungiku berkali-kali…

Third Person POV

Jessica terbangun dan mendapati bantalnya telah lembab.
“Sica, kamu menangis?”
Jessica menoleh ke arah Sunny dan tanpa berkata apa-apa langsung memeluknya. Saat ini dia hanya butuh dipeluk.
“Jangan sedih Sica… tenanglah, karena kita akan bahagia bersama.”

Dan apa yang terjadi sesudahnya, sama seperti apa yang dilakukannya terhadap Taeyeon. Sama seperti perkataan Sunny. Firasatnya menjadi kenyataan.
Karena Sunny gugur di medan perang karena melindunginya, Jessica kembali mengulang-ulang waktu. Sampai Sunny yang melihatnya miris sendiri.

…………………………………………..
…………………………………………..
…………………………………………..
Di suatu masa yang jauh. Taeyeon bertemu dengan Jessica di dalam ruang dan waktu.
“Sica…”
“!”
Jessica berpaling dengan cepat. Ingin melihat siapa pemilik suara itu. Suara yang persis sama dalam mimpinya.
“Kamu-”
“Aku Taeyeon.”
“Begitu ya, jadi kamu Taeyeon. Pantas rasanya aku pernah melihatmu di suatu tempat dalam mimpiku. Jadi ternyata sebenarnya bukan mimpi ya… aku pernah mencintaimu…”
“Jessica, sudah, hentikan semua ini. Jangan mengulang-ulang lagi waktu untuk mengubah sesuatu yang tidak dapat kamu ubah.”
Tapi tatapan mata Jessica tidak berubah. Sorot mata itu begitu dingin, bahkan Taeyeon sempat tidak mengenalinya.
“Lalu kamu bilang aku harus bagaimana? Aku harus relakan semua dan menerima kematian kalian, begitu? Lalu untuk apa kekuatan time travelku?! Bukankah kekuatanku ini ada untuk mengubah itu?! Kalau aku berhenti sekarang, untuk apa perjuanganku selama ini?! Semua jadi tidak ada artinya!”
“Sica…”
“Jangan sok menasehatiku! Kamu yang memilih mati dengan gampangnya demi menghindari kematianku mana ngerti perasaanku, orang yang ditinggalkan oleh orang yang dicintai!”
Taeyeon tertegun. Yang ada di depannya sekarang bukanlah Jessica yang lemah dan cengeng seperti dulu, tapi Jessica yang telah melalui cobaan berat setelah berkali-kali melihat kematian orang yang dicintainya dan mengulang-ulang kejadian yang sama. Sorot matanya dingin, tidak menunjukkan emosi apa pun. Tidak ada lagi kelembutan di matanya seperti ketika menatapnya dulu.
“Sementara kamu dengan pasrahnya menerima semuanya, aku terus berjuang memutar balik waktu. Terus… berkali-kali… demi menolong orang yang kucintai, tidak peduli berapa lama aku terjerat dalam labirin waktu. APA KAMU TAHU BAGAIMANA RASANYA??!!”
Taeyeon menunduk. Kalau dari sudut pandang Jessica, semua yang dikatakannya benar.
“Lalu kamu seenaknya menghapus pertemuan kita kan?! Kamu pikir semua akan beres dengan membuat seolah kita tidak pernah bertemu?!”
“………………” Taeyeon baru menyadari kesalahan yang dibuatnya. Walau saat itu dia pikir ini adalah pilihan yang benar.
“Jangan pikir aku tidak tahu! Suara-suara dalam kepalaku telah mengatakan semuanya, ada yang tidak beres! Dan disini baru saja kamu telah membuang semua keraguanku! Kalau kamu telah menghapus pertemuan kita!”
“SUDAH HENTIKAN!!” teriak Taeyeon, hanya supaya Jessica mau mendengarnya sejenak. “Kamu menderita, aku pun juga menderita! Karena itu mari kita sama-sama akhiri penderitaan ini!”
Paras Jessica bertambah gelap. Yang baru saja dikatakan oleh Taeyeon adalah pernyataan yang sensitif bagi dirinya. Dia menyipitkan matanya seolah meragukan perkataan Taeyeon. “Akhiri?”
“Ayo kita mati bersama.”
“Mati… bersama?”
“Ne.” Sorot mata Taeyeon melembut, kemudian dia mengulurkan tangannya. “Mari kita lupakan semua ini dan beristirahat dengan tenang. Aku akan menemanimu kemana pun kamu pergi, jadi tidak usah takut.”
Saat Taeyeon hendak meraih tangannya, tiba-tiba.
PLAK!
Jessica menepisnya dengan kasar. Taeyeon tidak menyangka akan mendapat perlakuan seperti itu.
“JANGAN SEMBARANGAN!! KAMU PIKIR AKU MAU MATI?! Kalau mau mati sudah kulakukan dari dulu!”
Melihat sorot mata Jessica, Taeyeon takut Jessica akan semakin lepas kendali.
“Sica sudah cukup! Kalau kamu terus mengulang-ulang begini lama-lama kamu bisa gila!”
“Mwo?! Aku? Gila? Terima kasih atas perhatianmu. Kalau kamu khawatir, aku nggak akan gila! Yang gila itu justru dunia ini yang tidak membiarkan aku bersama dengan orang yang kucintai! Kenapa dunia sekejam itu?! Aku tidak meminta banyak! Aku cuma ingin hidup bahagia bersama dengan orang yang kucintai! Kalau saja aku punya kekuatan, sudah kuhancurkan dunia ini!”
Taeyeon tercengang dengan semua perkataan Jessica
“Aku akan melakukan semua ini dengan caraku sendiri. Kau tidak usah sok menasehatiku,” kata Jessica dingin kemudian pergi meninggalkan Taeyeon.

…………………………………
…………………………………

Taeyeon POV

Aku gagal menghentikan Jessica…
“Heh, mana ada happy ending di dunia ini. Itu cuma ada dalam fiksi…”
Taeyeon terbayang kembali pemandangan menyakitkan hatinya. Saat Jessica terlihat begitu bahagia di sisi Daniel Henney.
“Haha… hahaha…”
Entah kenapa aku malah tertawa. Mungkin malah aku yang sudah gila.
“Mungkin benar kata Jessica… lebih baik kuhancurkan saja dunia. Mungkin saja dengan kekuatanku yang sekarang aku bisa melakukannya. Lagipula, sku sudah muak sama dunia berserta dengan semua isinya.”
Dunia yang tidak berjalan sesuai dengan kehendak, meski telah berkali-kali mengulang. Perjalanan memutar waktu yang lama…
Mungkin memang lebih baik musnah saja…
“Benar, kalau aku putar balik waktu dan meneror dunia… menjadikan seluruh dunia berbalik melawanku, maka tidak akan ada perang antar negara. Dan Jessica tidak akan perlu menderita. Ya, mungkin lebih baik begitu. Akan kulakukan saja.”
“Jangan Taeyeon!”
Tiba-tiba aku merasakan sepasang tangan memelukku dari belakang.
“Sunny…?”
“Tolong jangan melakukan hal menyedihkan seperti itu…”
Dia membenamkan wajahnya di bahuku dan menangis.
“Betapapun menderitanya kalian, tolong jangan sampai mengambil tindakan seperti itu… seperti yang sudah kukatakan, kamu hanya akan menciptakan tragedi baru.”
“Tragedi…”
“Bagaimana kamu bisa menjamin Jessica kelak tidak akan menderita karena pilihanmu barusan?”
Kata-kata Sunny benar, jadi aku hanya bisa merenung.
“………………..”
“………………..”
Sunny masih terus menangis. Lama-lama kurasakan bahuku menjadi basah oleh air matanya.
“Tapi aku gagal, Sunny… aku tidak bisa menghentikan Jessica. Aku sudah capek hidup di dunia ini… rasanya aku ingin mati saja. Tapi selama masih mengetahui Jessica terus memutar balik waktu, aku tidak akan bisa beristirahat dengan tenang…”
“………………..”
“Aku harus bagaimana… kalau aku mengambil keputusan yang salah nanti orang lain akan ikut terseret dalam masalah ini dan menderita juga. Aku jadi takut melangkah…”
“Taeyeon… aku punya sebuah rencana, maukah kamu mendengarku?”
“Rencana?”
“Untuk menolong Jessica. Akan kujelaskan nanti, tapi pertama kamu harus membawaku kembali ke masa lalu. Sebelum hari peperangan itu.”
Aku mengangguk.
Jadi akhirnya aku kembali memutar balik waktu sambil membawa Sunny bersamaku.

**

“Taeyeon, Sunny! Kalian dari mana? Aku mencari-cari ka-”
Sebelum aku menjawab, Sunny sudah maju duluan ke depanku. Tangannya menyentuh kening Jessica.
“Lian…” kata-katanya hanya terhenti sampai sana, kemudian matanya terpejam dan tubuhnya ambruk ke depan. Sunny langsung memeluk tubuhnya.
“Sunny, apa yang kamu lakukan?”
“Aku baru saja menaruh sihir…”
“Sihir apa? Kamu tidak… membunuhnya kan?”
“Aniyo, aku tidak akan mungkin melakukan itu. Aku baru saja menaruh sihir…” Sunny memandang wajah gadis dalam dekapannya. “Untuk membuat Jessica tertidur selamanya…”

**

Third Person POV

Di suatu ruang bawah tanah.
Taeyeon dan Sunny sama-sama saling membantu membaringkan Jessica di atas tempat tidur. Kemudian Sunny menyelimuti tubuhnya.
“Lebih baik begini… biarkan dia terus tertidur dalam keabadian. Supaya dia tidak memakai kekuatan time travelnya. Saat perang berlangsung nanti, tempat ini aman dari musuh. Kurasa ini pilihan yang tepat. Ah ani, hanya ini satu-satunya cara.”
“………….”
“Maaf aku tidak mengatakannya padamu sebelumnya tentang rencana ini. Karena kupikir mungkin saja kau akan mencegahku.”
Taeyeon hanya mengawasi Jessica yang tertidur dengan hati tidak rela. Jessica terlihat sangat damai. Tidak ada gurat-gurat penderitaan menghiasi wajahnya.
“Seperti sleeping beauty…” ucap Taeyeon.
“Ya…”
Taeyeon berlutut di sebelah tempat tidurnya dan menggenggam tangannya. Lalu mendekatkan wajahnya hingga dahinya berkontak dengan tangannya.
“Sunny… aku tidak mau begini. Apa tidak ada cara supaya kita semua bahagia…?”
“Aku juga tidak mau! Waktu kecil, semua buku dongeng yang kubaca selalu berakhir bahagia. Aku merasa kalau tidak happy ending maka belum berakhir namanya!”
“………………”
“Taeyeon, aku… aku akan terus terang sama kamu. Sekarang aku juga mencintai Jessica, mianhae…”
“Kamu tidak perlu minta maaf, aku mengerti…”
“Tapi bukan hanya itu, sekarang begitu bertemu denganmu lagi.” Sunny menggigit bibirnya. “Hatiku terbagi menjadi dua…”
“Eh?”
“Taeyeon sendiri, bagaimana perasaanmu?”
“………………”
“………………”
“Aku masih mencintai Jessica…”
“Begitu ya…”
“Tapi kurasa aku juga memiliki perasaan terhadapmu, Sunny…”
“Apakah itu cinta?”
“Mianhae, karena aku masih bingung…”
“Tidak apa-apa, segitu sudah cukup, aku senang kamu masih memikirkanku.” Sunny menghapus air matanya dan sekarang dia berwajah lebih tegar. “Belajar dari Jessica yang tidak pernah menyerah.” Sunny mengulurkan tangannya. “Taeyeon, ayo kita sama-sama ubah masa depan. Kita cegah kematian kita berdua.”
“Ya.” Taeyeon menerima uluran tangan Sunny dan berdiri dengan tegap.

Demi orang yang kita cintai, batin keduanya.

___________________________________________________________________________

Sica…
Sica…
Jessica merasa di awang-awang. Telinganya mendengar dua suara yang berbeda memanggil namanya.
“Engg…?”
Jessica membuka matanya. Matanya masih belum kembali fokus. Pemandangan di depannya seakan blur. Dia melihat sosok seorang yeoja berambut coklat panjang dan yang satunya berambut pirang pendek, berada di kedua sisinya. Begitu pandangannya kembali fokus, dia dapat melihat dengan jelas siapa kedua yeoja itu.
“Taeyeon…? Sunny…?”
Mereka hanya tersenyum padanya.
“Oh.”
Jessica baru sadar ternyata sedari tadi tangan kanannya digenggam oleh Taeyeon dan tangan kirinya digenggam oleh Sunny.
Jessica mengubah ke posisi duduk, tapi mereka berdua tetap tidak melepaskan genggaman tangannya.
“Dimana kita?” Jessica melihat-lihat sekeliling. Dia melihat hamparan warna-warni sejauh mata memandang. Angin menerbangkan beberapa kelopak bunga warna-warni. Kelopak warna-warni itu seperti menari-nari di depan matanya. “Taman bunga?”
“Di dunia yang damai,” jawab Sunny.
“Indah sekali bukan?” Taeyeon tersenyum.
“Eh? Maksud kalian, kita sudah mati begitu? Jadi ini surga?”
“Tidak, ini adalah dunia dimana tidak ada perang sama sekali,” kata Taeyeon.
“Eh? Jadi?”
“Perang sudah selesai, pasukan kita menang. Sudah dua hari berlalu sejak perjanjian perdamaian,” jelas Sunny.
“Kami membawamu kesini untuk memperlihatkan pemandangan indah ini padamu,” tambah Taeyeon.
Tiba-tiba saja air mata meluncur turun di pipi Jessica.
“Kenapa kamu nangis, Sica?” tanya Sunny khawatir.
“Apa kamu sakit?” tanya Taeyeon sama cemasnya.
“Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku tapi entah kenapa aku merasa sangat lega. Seperti ada beban berat diangkat dari hatiku…”
Taeyeon dan Sunny merasa lega mendengarnya.
“Taeyeon… Sunny…”
“Ne?” tanya mereka berdua bersamaan.
“Saat aku mengatakan begini mungkin kata-kataku terdengar tidak meyakinkan, tapi aku… sungguh-sungguh mencintai kalian berdua…”
Taeyeon dan Sunny saling berpandangan lalu tersenyum.
“Ya, kami tahu,” kata Sunny.
“Mulai sekarang, aku bisa bersama dengan kalian berdua selamanya kan?”
“Tentu saja,” jawab Taeyeon dengan yakin.
“Kita kan sudah berjanji,” kata Sunny.

*~Fin~*

Omake / ekstra (di taman bunga, sebelum Jessica bangun)

“Nah kita sudah disini. Sekarang, bagaimana cara membangunkan Jessica?” tanya Taeyeon.
“……………….”
“Yah, tolong jangan membuatku takut. Kamu pasti tahu bagaimana caranya kan?”
“Seperti dalam dongeng, dia hanya bisa bangun… kalau dicium di bibir oleh orang yang dicintainya…”
Mulut Taeyeon membentuk huruf O.
“Dan harus kita berdua.”
“M-mwo?!”
“Serius, kamu tahu kan kalau Jessica saat ini mencintai kita berdua?”
“Aigoo, kenapa harus jadi serumit ini.”
“Jangan lupa ini semua karena perbuatanmu.”
“Ukh… tapi ini semua sangat awkward.”
“Jadi mau gimana? Hanya bisa cara ini.”
“Kalau gitu ka-kamu duluan deh Sunny.” Taeyeon memalingkan wajahnya.
Sunny menunduk dan mencium bibir Jessica.
Chu~
“Sudah.”
Taeyeon menoleh dengan cepat. “Cepat sekali!”
“Sekarang kamu.”
“O-oke.”
Sunny tidak memalingkan wajahnya saat melihat Taeyeon perlahan-lahan menunduk dan jarak wajah mereka semakin dekat. Jantungnya berdebar-debar, benar-benar perasaan aneh yang sulit untuk dijelaskan.
Taeyeon sendiri semakin wajahnya semakin dekat malah semakin gugup. Dia hanya memandang wajah Jessica yang tertidur dengan berbagai macam pikiran berseliweran dalam otaknya.
Sunny baru saja habis mencium bibirnya, lalu sekarang aku! pikirnya.
“Cepatlah Taeyeon! Kalau kelamaan aku yang melihatmu seperti ini tidak tahu harus bersikap seperti apa!”
“Kalau begitu jangan lihat!”
“Tapi aku kan penasaran!”
“Omona! Jangan bikin aku tambah malu!”
“Apa perlu kubantu dorong!?”
“Tidak usah!”
Taeyeon memejamkan matanya dan menempelkan bibirnya pada bibir Jessica. Pipinya merah padam.
“Aigoo, aku tidak tahu harus cemburu sama siapa.”
“Sunny ah, jebal jangan ungkit-ungkit lagi!”
“Ya ya, sekarang kita tinggal tunggu sampai dia membuka matanya.” Sunny menggenggam tangan kiri Jessica dan memangginya dengan lembut. “Sica.”
Taeyeon juga menggenggam tangan kanan Jessica, dan sambil berusaha meredam rasa gugup yang tadi dirasakan ikut memanggil namanya.

A/N : Akhirnya end. Bagian ekstra kutambah biar sedikit komedi saja 😉

Advertisements

Comments on: "Repeat (Chapter 10 – End)" (50)

  1. jjang…. !

  2. wowow. rencana sunny brilian. dia pantas jadi komandan (?).
    mereka bertiga saling mencintai. mereka perlu beli ranjang super gede yang memuat 3 org.
    keren dan bagus.
    ku tunggu ff karyamu lain dan hwaiting.

  3. annyeong…

    yeay happy ending 😀
    scene tambahan nya ngahahaha~ eeeuuuuhhhh *ketawaGaje* dandyu harus nyium Jessica secara gantian,beruntung sekali bibir Jessica bisa merasakan bibir mereka berdua #salahFokus 0.o

  4. taeng, jessie, sunny jdi sling mencintai..
    Keren!

  5. gak nyangka endingnya bakal begini.
    hmm di luar ekspetasi ku.
    aduhh aku maunya sica hanya untuk taeng. and tae just for sica.
    tapi mo gmn lagi semuanya terserah author.
    yh thor bkin ff taengsic lagi dong yg sweet moment and happy ending

  6. Ooh, jadi pairing rahasianya sunsic yaa.
    Ceritanya sweet banget. Mereka bertiga saling mencintai 😀

  7. shosiiinewreader said:

    omo akhirnya masalah terpecahkan dan….heppyyy ending…

  8. menurut aku sih ceritany bagus, tpi mulai dri part 6 smpe abis tu alurnya kecepetan…
    ya cukuplah, gak jelek jelek amat….

    • ya mgkin ada sebagian yg merasa begitu
      menurut author sendiri cukup, soalnya bagi author kecepatan alur gak mesti harus sama dr awal smp akhir (alasan pdhal karena kurang ide wkwkwk)
      thanks for comment 😉

  9. yey! happy ending!
    sarannya sunny emang daebak, walaupun ntar jadinya gimanaa gitu ya. hahaha
    jadi ini cinta segitiga yang bener-bener rumit.
    lucu nih “Apa perlu kubantu dorong!?” hahaha.. dan dia juga bingung mau cemburu sama sapa?
    nice ff!!!

  10. Bru kli ini cinta segi tiga tpi berakhir dgn bahagia ..
    D tnggu FF YoonYulSic ea thor ..

  11. Antika Nabila said:

    Akhirnya end juga 😀
    Wah ternyata 3some ya kkk xD kutunggu ff kamu yang lainya ka 😉

  12. Padahal mengharapkan cuman taengsic tapi tak apalah yang penting happy ending ^_^

  13. ini nih yg namanya cinta segitiga beneran hehe
    sica yang rapuh itu selalu dilindungi sama orang yg dicintainya
    bonus partnya lucu tuh 😀
    kak author, request yulsic dong >< hihihi

  14. happy ending deh
    jangan lupa ya author nuat lanjutin ff Secret of the twin sister

  15. agustina_huang said:

    Taesunsica…sipp abiezz…^^
    Author jjang!!!
    Ttep dtunggu deh pairing2 ff yg laen…
    SNSD hwaiting
    Author hwaiting 🙂

  16. Endingny lucu, cnta sgi tiga.. Hehehe… ap lg pas sunny blng, ‘aku tdk tahu hrus cmburu pd siapa’… ㄱㄱ

  17. Wahh daebak
    asli nie cinta segi 3
    author jjang

  18. hahaha cinta segitigaaa,,, happy ending,,

  19. 제시카 said:

    Wah ceritanya bgus bgd.. 10jempol buat author xD doh,tadi q galau bgd pas baca awal,yg sica sm c daniel,trs taeng mati.. Tapi akhrnya ending juga,bagus bgd dh..
    Ceritanya Maifate emang bagus” deh,hehehe.. Sica sleeping beauty di cium 2prince,enak bgd sica hahaha.. Tapi gpp TaengSic bersatu x) thank you author udh buat Taengsic bersatu *muah* Fighting thor ^-^

  20. akhirnya ending juga kekeke
    woahh jd TaeSunSic 😮 padahal gua ngarep TaengSic loll
    anw daebakkk ceritanya memuaskan banget 😀 😀
    author jjang

  21. Eh,, aku ga tau nih,, udah end aja ternyata…hahahahaha ending nya kece,,, #spechless

  22. bossanova said:

    keren ceritanya…
    bisa minta request gak? ada lagi donk cerita seofany hehe soalnya jarang banget nih thor

  23. hahaha, ending yg menyenangkan thor. akhirnya taeyeon gak jadi mati 😀

  24. Shin Young said:

    Etdah cinta yg rumit

  25. blue ocean said:

    authorrr.. aq puas bgt bacany
    . satu yg aq pnasaran.. rencanany sunny gmna kok tau2 trjadi prjanjian prdamaian.. waadduuhhhh authoorrrr kisi2 donk

  26. Daebak ff nya keren ada tegang nya juga baca ff nya sunny emang paling ok deh pantes di jadi’in pemimpin sunny keren semua nya keren author nya daebak (y)

  27. Daebak ff nya keren ada tegang nya juga baca ff nya sunny emang paling ok deh pantes di jadi’in pemimpin sunny keren semua nya keren apa lagi pas perang itu keren banget akhir nya taeng,sica,sama sunny bahagia sumpah puas banget baca ni ff ga salah deh author bikin ff nya emang keren2 (y)

    Author daebakkkkkk author keren (y)

  28. Kim/Choi said:

    Huh, kerennnnnnnn gile ceritanyaaa
    Author hebat (y)
    Sempat berfikir ending cerita ini nggak bakalan bisa happy, ternyata bisaaaa!!!!!

    Senang sama endingnya. Lanjut Thor!!! 😀

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: