~Thank you for your comments~

Repeat (Chapter 9)

Lutut Jessica menyentuh dasar. Hatinya terkikis. Sudah kesembilan kalinya dia mencoba memutar balik waktu, tapi dia tidak juga berhasil menyelamatkan Taeyeon. Pada akhirnya Taeyeon selalu mati karena melindunginya. Padahal dia sudah cukup bersabar untuk mengulanginya yang kesembilan kalinya.
“Kenapa… berapa kalipun aku ulang hasilnya selalu sama… apa aku memang tidak punya kekuatan untuk mengubahnya. Apa aku segitu powerlessnya…”
Jessica meremas dadanya, air matanya mulai membanjir keluar. “Apa ini memang sudah takdirnya…? Tapi hatiku tidak rela kalau hubungan kami harus berakhir seperti ini…”
“Mianhae Sica…”
Tangis Jessica terhenti.
“! Taeyeon?! Itu kamu?!”
“Ne…”
Dari balik kabut putih, Jessica melihat sosoknya berjalan mendekatinya. Semua ini terasa seperti mimpi bagi Jessica.
“Kita berakhir seperti ini karena campur tanganku. Karena aku tidak menemukan jalan lain.”
“Eh? Aku tidak mengerti maksudnya…”
“Aku juga adalah keturunan dari time traveller.”
“!”
“Sama seperti kamu.”
“Tu-tunggu, barusan kamu bilang kamu juga keturunan time traveller?!”
“Apa boleh buat, mungkin seharusnya aku mengatakannya dari dulu.” Taeyeon menarik nafas. “Apa kamu tidak pernah merasa wajah kita sangat mirip? Faktanya, sebenarnya kamu dan aku adalah saudara kembar…”
“!! Kembar…? Aku dan kamu?”
“Aku tidak bohong, suatu hari tiba-tiba aku datang dan tinggal dengan keluargamu, tidakkah kamu merasa aneh? Lalu aku berusaha mencari tahu dan menemukan kenyataan mengejutkan ini, tapi-”
“Kalau kamu tahu kenapa selama ini kamu diam saja?!”
“Aku tidak bisa membawa diriku untuk mengatakannya padamu. Karena kalau kukatakan, selamanya kamu hanya akan menganggap diriku sebagai saudara. Sementara aku sudah terlanjur menaruh hati padamu.”
Taeyeon menarik nafas, dadanya terasa sesak. Kemudian dia melanjutkan.
“Maafkan aku karena tidak mengatakannya… Kita sesama yeoja. Dan apalagi kalau ditambah kamu tahu kalau kita adalah saudara sekandung… sudah jelas kemungkinan kamu akan menolakku. Makanya aku berusaha supaya kamu tidak pernah menyadarinya. Karena perasaan egoisku yang menginginkan kamu membalas perasaanku… meski tahu ini hubungan terlarang…”
Jessica syok.
Kenyataan bahwa Taeyeon adalah saudara kembarnya adalah hal yang tak pernah terpikirkan oleh Jessica sebelumnya. Memang bukan hanya sekali dia merasa wajah Taeyeon mirip dengannya. Tapi ini berarti… mereka telah melakukan hubungan sedarah?!
Tapi sekarang ada persoalan yang lebih penting dari hubungan darah mereka.
“Kalau begitu, kalau kamu juga punya kekuatan seperti ini, kenapa kamu malah biarkan dirimu sendiri mati?! Jawab Taeyeon kenapa!”
“Karena kalau aku tidak melakukannya… kamu yang akan mati, Sica.”
“Mwo?!”
“Kamu sendiri sudah lihat kan… kamu selalu nyaris mati.”
Benar, kalau saja dia tidak terus dilindungi oleh Taeyeon, maka dia yang akan…
“Ini harga yang harus dibayar. Sejak awal kita berdua tidak ditakdirkan untuk bersama. Salah satu dari kita harus mati. Karena aku tidak mau kamu mati, lebih baik aku-”
“ANDWAE!!” potong Jessica dengan mata berkaca-kaca. “Aku tidak mau dengar!”
“Sica, kamu harus menerima-“
“Sudah cukup pembicaraan ini! Masa depan bisa berubah selama kamu tidak menyerah!”
“Sica!”

Taeyeon POV

Dia tidak mau mendengar omonganku dan kemudian dia memutar balik waktu lagi.
Hidup melewati kejadian yang sama berkali-kali. Berusaha mencari jalan keluar. Untuk menyelamatkanku dari kematian.
Aku tidak peduli soal diriku yang harus mati berulang-ulang untuk menyelamatkannya.
Tapi…
Melihatnya berjuang seperti ini menyakitkan…
Walau Jessica tidak memperlihatkan air matanya lagi, tapi aku tahu hatinya pasti menangis.
Tiba-tiba saja pikiran itu menyergapku.
Kalau saja… Jessica tidak pernah bertemu denganku. Pasti masa depan tidak akan seperti ini.
Benar.
Tentu saja aku sempat mempertimbakan bagaimana jika Jessica tidak pernah mengenal sihir. Tapi aku rasa itu mustahil diubah. Mencegahnya supaya tidak bertemu dengan Daniel Henney yang mengenalkannya sihir… aku merasa itu sesuatu yang tidak bisa kucampur tangani. Walau aku berhasil pun, mungkin itu hanya menunda sesuatu yang tak terelakkan. Entah kenapa firasatku mengatakan begitu. Jadi aku hanya punya pilihan yang satu. Yaitu mencegah diriku sendiri dari bertemu Jessica. Kalau aku sendiri, pasti aku bisa mengontrol sepenuhnya.
Jadi, dengan pemikiran itu memenuhi otakku, aku pun menggunakan kekuatan time traveller yang kumiliki dan kembali ke masa lalu yang jauh. Sebelum aku bertemu dengan Jessica.
Aku sendiri tidak menyangka bisa kembali ke masa lalu sejauh ini, apalagi karena aku tidak pernah menggunakan kekuatan time travelku.
Aku kembali saat usiaku masih 11 tahun. Bahkan tubuhku juga kembali mengecil seperti saat aku berusia segitu.
Setelah lahir aku dan Jessica hidup terpisah karena Umma dan Appa yang tidak akur, meski mereka tidak sampai bercerai. Aku dibawa oleh Umma dan tinggal bersamanya. Tapi suatu hari Umma tutup usia dan meninggalkanku seorang diri. Karena itu Appa membawaku untuk tinggal bersama dengannya.
Pada hari itu, Appa kandungku berniat membawaku untuk bersatu dengan keluarganya. Yang berarti bertemu dengan Jessica.
Aku dengan ingatan penuh akan apa yang terjadi di masa depan, harus mencegahnya.
“Appa, aku mau es krim.”
“Eh? Nanti saja ya, setelah pulang ke rumah?” bujuk Appaku.
“Angggg~ tidak mauuu~! Maunya sekarang!” rengekku.
“Baiklah baiklah, tetap tunggu disini ya. Jangan kemana-mana.”
Appa akhirnya menyerah dan pergi membelikan es krim. Saat itu, aku menggunakan kesempatan ini. Saat Appa sudah tidak ada dalam pandangan. Aku menjauh dan kemudian berlari sekencang-kencangnya.
Ya, aku sengaja menghilangkan diri. Untuk memutuskan hubunganku sepenuhnya dari Jessica bermula dari sini.
Tiba-tiba hujan deras turun. Hujan yang semakin memberatkan setiap langkahku. Hujan yang menambah keputusasaanku.
Sekarang aku sendirian. Sebatang kara. Tidak punya siapa-siapa. Di usiaku yang masih 11 tahun, aku harus memutuskan hubungan dengan keluargaku. Semuanya demi menghindari masa depan yang menyedihkan.
Aku harus lari sambil sembunyi-sembunyi. Pada akhirnya, Appa tidak berhasil menemukanku. Dan pencarian dihentikan. Setelah menggelandang selama berhari-hari dengan perut kelaparan, sekarang aku tinggal bersama seorang ahjumma janda yang baik hati. Walau aku tak mengenalnya, dia membesarkanku seperti anaknya sendiri.
Kemudian tiap kali ada waktu, aku mencari Jessica. Aku menunggunya tak jauh dari rumahnya, hanya untuk mengetahui keadaannya.
Jessica tetap menjalani hidupnya dengan biasa, dengan tanpa aku di sisinya tentunya.
Aku lega, karena tampaknya dia baik-baik saja. Meski hatiku sakit karena seharusnya kalau aku tidak memutuskan hubungan, aku akan berjalan di sisinya dan menapaki jalan yang sama dengannya.

**

Tiga tahun sudah berlalu. Waktu yang lama tapi juga singkat.
Aku memandangi sosok Jessica yang sudah berusia 14 tahun dari kejauhan. Dia semakin hari semakin cantik.
Hari ini pun dia berangkat ke sekolah seperti biasanya. Tentu saja sekolah normal, karena saat itu Jessica masih belum mengenal sihir.
Ah, dia bersin.
Ah, dia dijegal.
Aku tersentak kaget.
Eh? A-apa-apaan itu?!
Aku melihat beberapa yeoja satu sekolahnya mengelilinginya dan mengejeknya.
Jangan-jangan… Jessica ditindas?!
Tidak mungkin! Dulu sewaktu aku bersama dengannya ini tidak pernah terjadi!
Jangan-jangan! Karena sekarang aku tidak bersama dengannya… makanya Jessica di…!
Benar, kalau dipikir-pikir ketika pertama kali mengenal Jessica pun, dia tidak banyak bicara. Mungkin karena itu dia tipe yang mudah ditindas.
Aku tidak perlu mempertajam pendengaranku untuk mendengar perkataan mereka.
“Nggak usah sok cantik deh!”
“Jangan lewat sini, merusak pemandangan saja!”
“Oplas dimana tuh muka?”
Ku-kurang ajar!
Hatiku terasa mendidih.
Aniyo. Sabar Taeng, sabar… mereka masih belum bertindak lebih jauh. Masih tidak apa-apa.
“Hei jelek! Kenapa diam saja? Bisu?”
Aku menggigit bibirku.
Jangan ditolong… jangan ditolong…
Kalau tidak, sia-sialah aku berusaha menghindarinya selama 3 tahun ini.
“Huff… fuhhh…”
Tarik nafas dalam. Hitung satu sampai sembilan.
Salah seorang yeoja menyambar tas Jessica, membukanya dan menumpahkan isinya keluar sampai buku-buku dan alat tulisnya berserakan.
“Pungut sana!”
Saat Jessica hendak memungutnya, tangannya diinjak oleh yeoja itu.
“Apoooo!!” Jessica meringis kesakitan.
“Heh! Makan tuh, jelek! Gimana rasanya?!”
“Ahhhhh!!” Jessica semakin kesakitan karena yeoja itu menekankan kakinya lebih kuat.
Aku merasakan mataku menjadi perih. Tanpa kusadari ternyata aku sudah menangis.
Aku…
Aku jahat…
Aku sudah berjanji akan melindunginya, tapi di saat begini malah menutup mata dan tidak berbuat apa-apa untuk menolongnya. Padahal aku jelas-jelas mendengar teriakannya.
Uhh… apa orang seperti aku masih pantas mengatakan kalau aku mencintainya?
Orang yang bahkan membiarkan orang yang dicintai tersiksa di depan matanya…
“Ya kalian! Jangan mengganggu yang lemah!”
Teriakan seorang yeoja menembus kedua telingaku yang tertutup, membuatku segera melihat mereka sekali lagi.
Seorang yeoja cacat berambut coklat panjang, mengayuh kursi roda dengan kedua tangannya mendekati mereka.
Nafasku tertahan begitu menyadari siapa yeoja itu.
Sunny!
“Halah, si yeoja cacat.”
“Nggak usah ikut campur deh!”
“Kalian sendiri, apa kalian tidak punya kerjaan sampai-sampai menindas orang lain? Kalian pikir kalian bisa jadi kuat dengan menindas orang yang lebih lemah?” kata Sunny tanpa rasa takut di depan ketiga yeoja yang berdiri dengan sombongnya.
“Nggak usah sok menceramahi orang deh! Kamu sendiri nggak bisa apa-apa dengan kedua kakimu yang bergantung pada kursi roda!”
“Lebih baik kamu pulang dan menyusu sama ummamu selama kamu masih memakai kursi roda begitu! Menghalangi jalan saja tahu!”
Yang bikin mereka kaget termasuk aku, tiba-tiba Sunny menapakkan kakinya ke tanah dan berdiri dari kursi rodanya.
“!”
Aku tahu pasti dibutuhkan segenap tenaga untuknya bisa mempertahankan diri untuk berdiri. Kulihat kedua kakinya gemetar.
“Aku datang kesini untuk belajar… daripada kalian yang hanya mengganggu orang lain…”
Kedua tangannya yang sekarang masih menyangga berat seluruh tubuhnya gemetar. Kemudian perlahan, Sunny melepaskan kedua tangannya dari kursi roda. Sekarang dia sepenuhnya berdiri dengan hanya kedua kakinya yang belum pulih.
“Huhh, situasinya jadi nggak enak, kita cabut saja yuk.”
Kemudian ketiga yeoja itu pergi. Dan aku menghembuskan nafas yang tanpa kusadari sedari tadi terus kutahan.
Kemudian Sunny kembali berpegangan pada kursi rodanya dengan paras menahan rasa sakit.
“Kamu tidak apa-apa?!”
Jessica langsung mendekatinya dan membantu Sunny kembali duduk di kursi rodanya.
“Haha, jujur aku tidak menyangka akan bisa mengintimidasi mereka dengan keadaanku yang seperti ini. Tapi syukurlah mereka akhirnya pergi.”
“Mianhae… jeongmal mianhae…”
“Jangan dipikirkan.” Sunny menepuk pundak Jessica dan tersenyum hangat seperti seorang sahabat baik padahal mereka belum kenal.
Tapi Jessica tidak membencinya dan balas tersenyum padanya.
“Lee Sunny imnida, kamu?”
“Jessica Jung imnida.”
DEG!
Mendadak hatiku terasa sakit saat melihat keakraban mereka.
Orang yang kucintai dan orang yang mencintaiku menjadi akrab… tapi tanpa aku yang tadinya berada di tengah mereka.
Ah tidak, pertemuan mereka juga pastilah cepat atau lambat pasti terjadi.
Aku bersyukur setidaknya Sunny datang tepat pada waktunya untuk menolong Jessica.

**

Third Person POV

Dari kejauhan Taeyeon melihat Jessica dan Sunny tumbuh bersama, hingga menginjak usia dewasa.
Jessica juga bertemu dengan Daniel Henney di usianya yang ke 15.
“Ya, lebih baik begini… kalau Jessica tidak pernah bertemu denganku, dia tidak akan menderita seperti ini. Dengan begini dia akan berbahagia bersama dengan Daniel Henney.”
Air mata Taeyeon berjatuhan.
“Apakah harus ber ending seperti ini? Setelah akhirnya dia mencintaiku… aku malah merelakannya pada orang lain…” Taeyeon membenamkan wajahnya ke kedua tangannya. “Tidak mau, tapi ini satu-satunya jalan agar Jessica bahagia…”

………………………………….
…………………………
………………….

Taeyeon POV

Forever alone
Mungkin itu kata-kata yang pantas untuk diucapkan padaku saat ini.
Jessica… Sunny…
Karena aku telah menyakiti hati keduanya maka aku tidak pantas bersama dengan mereka…
Aku tidak tahu… sudah berapa lama waktu berlalu. Dan aku juga tidak pernah bisa melupakan mereka.
Karena selalu sendirian. Aku telah lama kehilangan jejak waktu. Sehingga sekarang aku terombang-ambing dalam ruang dan waktu.
Aku teringat wajah semua orang yang pernah kutemui. Bukan hanya Jessica dan Sunny.
Tiffany, Hyoyeon, Yuri, Sooyoung, Yoona, Seohyun.
Juga Appa. Umma yang merawatku. Dan semua yang ada di markas.
“Semuanya sedang apa sekarang? Aku kangen kalian…”
Tiba-tiba aku begitu merindukan dengan suasa akrab yang dulu sudah menjadi hal yang biasa buatku.
“Aku tidak akan bisa hidup… kalau terus sendirian seperti ini…”
Hatiku rasanya hampa. Sudah sampai titik tak tertahankan lagi. Satu-satunya yang bisa mengakhirinya adalah…
Ujung tangan kananku mengeluarkan light saber.
“Lebih baik aku mati saja…”

Third Person POV

Saat Taeyeon sudah hampir mengakhiri hidupnya, mendadak sebuah suara menyentakkan dirinya.
“TAEYEON!!”
“Eh?” mata Taeyeon membelalak lebar. Sesaat dia tidak mempercayai penglihatannya.
Yang ada di depannya adalah seorang gadis berambut pirang pendek.
“Su… nny? Ke-kenapa bisa? Kamu kan seharusnya bukan time traveller, sebab hanya time traveller yang bisa mengakses ruang waktu ini, tapi kenapa kamu bisa ada disini-”
“Memang, aku bukan!”
Taeyeon kaget karena Sunny menaikkan intonasinya. Ada sesuatu yang berbeda pada Sunny, Taeyeon dapat merasakannya. Matanya berkilat-kilat penuh kemarahan.
“A-ada apa?”
“Ini semua gara-gara kamu Taeyeon! Kamu hanya mengulang kembali tragedi!”
“Gara-gara aku? Apa maksudnya…”
“Dasar, apanya yang membiarkan Jessica berbahagia sama Daniel Henney. Dengar! Setelah kamu memutar balik waktu dan membuat pertemuan kalian tidak pernah terjadi. Jessica…! Jessica malah jadi jatuh cinta padaku!”
“Eh…?”
Taeyeon merasa dunianya seolah berputar. Otaknya berusaha mencerna perkataan Sunny.
Jatuh cinta? Karena pertemuanku dengan Jessica tidak pernah terjadi lalu Jessica malah jadi jatuh cinta sama Sunny? Bukan Daniel Henney?
“Pada malam takdir itu, ketika seluruh pasukan kita disapu habis. Aku pun ikut gugur dalam medan perang. Kamu tahu apa yang dilakukan Jessica setelah itu?! Sama! Sama seperti apa yang dilakukannya padamu! Dia terus mengulang-ulang waktu berharap agar dia dapat mengubah masa depan, yaitu menghindari kematianku!”
“Mustahil…” Taeyeon mendadak merasa kakinya melemah. Light sabernya pun menghilang.
“Lalu gara-gara Jessica terus mengulang-ulang sesuatu yang tidak mungkin bisa diubahnya. Waktu di seluruh dunia jadi berpusat padaku. Aku jadi bisa mengetahui segala hal yang terjadi di dunia ini, termasuk time travel yang kalian lakukan!”
“Padahal aku melakukan semua itu untuk menghindari hal yang paling tidak kuinginkan…”
“Ya, aku tahu semuanya. Alasan kamu menghapus pertemuan takdir kalian dalam sejarah adalah kamu pikir dengan begitu Jessica tidak akan menderita karena terus menerus berusaha mengulang waktu untuk menyelamatkanmu. Tapi sekarang sayangnya justru tragedi itu kembali terulang. Dan aku yang menjadi alasan dia memutar ulang waktu. Kamu harus bertanggung jawab, Taeyeon!”
“Tapi aku harus bagaimana…”
“Kamu harus mengakhiri semuanya, Taeyeon. Hanya kamu yang bisa. Sebab kamu yang menciptakan tragedi ini. Kamu harus membebaskan Jessica dari penderitaannya seluruhnya dan itu bukan dengan cara memutar ulang waktu dan mencegah pertemuanku dengan Jessica. Kalau kamu bisa melakukannya sekali pun, kamu hanya akan menciptakan rantai tragedi yang sama pada orang lain.”
“A-aku…”
“Cepatlah Taeyeon, selagi kita berbicara disini, Jessica masih terus mengulang peristiwa yang sama. Ingat mottomu Taeyeon! Jangan lakukan sesuatu yang akan kamu sesali!”
“Motto…”
Seperti mendapat kekuatan baru, Taeyeon pun langsung pergi menemui Jessica.
“Pergilah Taeyeon… demi menolong orang yang kamu cintai… dan juga… orang yang kucintai…”

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Repeat (Chapter 9)" (30)

  1. oke update 🙂 tambh bingung, tp akuh ngeh , hehehe

  2. annyeong…

    Sekarang malah usaha TaengSic yg menciptakan Time Traveler harus di akhiri dengan kejadian yg sama 😦
    Jadi percuma saja TaengSic terus memutar waktu juga,kalau pada akhirnya kejadian hal serupa terus terjadi di masa depan nya 😦

  3. ternyata taeyeon punya time traveler tohh .
    sunny penyelamat hubungan taengsic

  4. Gadamayanti said:

    Makin kesini jadi makin seru , penasaran apa yg bakal taeyeon lakuin setelah ini ,

  5. Annyeong.

    Gabisa kebayang kalo waktu cuman diulang ulang ama Jessica dan Taeyeon. Kayak muter-muter itu lagi, itu lagi. Tapi tetep kasian ama Jessica gatau kenapa.

    Keep writing ^^

  6. jadi tae sama sica dua-duanya mutar waktu?
    kayanya kalo ngga dibaca dengan saksama ngga mudeng deh. hehe

  7. Oh jadi taengsic sodara kembar toh hemzz makin menarik ja ceritanya

  8. taengsic saudara kembar…

    Gw pnsaran apa yg akn dilakukan taeng

  9. shosiiinewreader said:

    ckck,tae unnie itu saudara sica unnie ya..
    pantesan tae unnie mati terus…tapi waktu tae unnie mutar waktu jadi sunnie unnie yang mati..
    jadi ribet..

  10. Memusingkan memutar waktu….
    trus kaget pas tahu taengsic saudara kandung.
    Moga taeyeon menemukan jalan keluar utk mereka agar wkt itu tak terulangi lagi.

  11. Bner2 tmbah ribet ea nie taengsicsunny …
    Lanjut thor ..

  12. Kalo mereka kembar emang bisa mereka tetep bersama ya?
    Entar bakalan jadi sad ending dong?

  13. Antika Nabila said:

    Ff nya tambah seru !!
    Mudah mudahan ga sad ending

  14. Woaaa… trnyta Taeng jg Time traveler… Sia2 pngrbnan Taeng kmbli k msa lalu n mnhn dri unk gk ktmu sica, tpi akhirny tragedi yg sma trjd jg…

  15. Aku bingung sama dialognya yg disaat muter2 waktu itu.
    Tp di dialog “Oplas dimana tuh muka?” bener2 bikin keki, Thor. Frontal banget!
    Hahaha xD

    eh Thor, bulan September nanti GG tur ke Indonesia.
    Author nonton konsernya ngga?

  16. wahh bener² comlicated.
    sica terus mengulang waktu,taeyeon pun melakukan hal yg sma demi melindungi sica. hingga keputusan yg amat fatal yg di ambil olehnya.
    aihh dunia teralihkan kepada sunny.
    dengan cara apa tayeon mengmbalikan situasi kembali normal.
    apa harus membuat sica jatuh cinta dengannya.
    hmmm maybe!!
    di tuggu kelanjutannya

  17. ternyata taengsic bersaudara dan taeng mempunya kekuatan yang sama dengan sica
    jadi sia2 dong semua pengorbanan sica klo ujung2 ya kejadiannya juga sama aja cuma bedanya malah sunny yang jadi alasan sica memutar waktu

  18. wah.. sama-sama jadi time traveller.
    kek muter dilingkaran aja dong. hmmm
    penasaran ama yang selanjutnya..
    nice chapter!

  19. agustina_huang said:

    Sunny jd korban time traveller taengsic…critanya tmbh brdbar2 nih…wuihh…ikut ngosh2an jg gr2 time travellerr nya…haha…

  20. knp jadi merembet kmn2???
    gak ada taeng malah sica jatuh cinta sama sunny.
    bhkn sica lagi2 menggunakan kemampuannya utk menyelamatkan sunny sama spt dgn taeng dulu.

    rumit aah…

  21. seru thor, aku lanjut dulu 😛

  22. Shin Young said:

    Wuahh jadi bingung sendiri -_-

  23. Kim/Choi said:

    Merasa de javuuuuu

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: