~Thank you for your comments~

Repeat (Chapter 8)

Happy-birthday-Tiffany

A/N : This chapter may contain violence
enjoy~

“White Breaker!”
Jessica mengerahkan segenap kekuatannya, membinasakan semua pasukan yang menghadang di depannya.
Tak akan kubiarkan mereka mendekati Taeyeon!
Seorang musuh menyelinap ke belakangnya, bermaksud menyergapnya secara diam-diam.
Bwesh!
Tanpa gerakan yang terbuang cuma-cuma, Jessica berbalik dan menebasnya dengan light saber.
Saat ini keadaan sudah berbalik pada mereka. Berkat Jessica, pasukan musuh mengalami pukulan telak dalam usaha mereka pada penyerangan ini. Hampir seluruh pasukan musuh tersapu habis.
Karena terlalu berkonsentrasi melawan musuh, Jessica sampai tidak menyadari keadaan markas mereka yang terkena imbasnya.
Taeyeon melihat retakan besar tepat di atas Jessica, langit-langitnya hampir runtuh.
“!”
“Jessica, cepat menyingkir!”
“Eh?!”
“Di atasmu!”
Jessica melihat ke atas, tepat saat itu, langit-langit jatuh tepat di depan matanya.
Tepat pada waktunya Jessica melompat ke samping, tapi malang saat itu dia lengah dan musuh menangkapnya.
“Sicaaaa!”
Namja itu terbang keluar melalui lubang di langit-langit yang baru saja runtuh sambil membawa Jessica.
“Sial!”
Taeyeon melompat dan terbang mengikutinya keluar.
Namja itu turun di lapangan terbuka tepat di depan markas, tepat disana banyak pasukan pembebas Sunny berkumpul.
Taeyeon juga turun beberapa meter darinya. Taeyeon memandangnya dengan geram, dia tidak berani bertindak gegabah karena namja itu mengarahkan light saber tepat di leher Jessica. Seinchi lagi akan menggores lehernya.
Jessica sedikit gemetar ketakutan, matanya bertemu dengan mata Taeyeon.
Namja yang menyandera Jessica itu berteriak pada seluruh pasukan Sunny disitu.
“DENGARKAN SEMUA! Aku telah menyandera salah satu dari anggota kalian! Kalau kalian tidak mau gadis ini mati. Tunjukkan pemimpin kalian!”
“!”
Jessica tidak mempercayai pendengarannya. Dia tidak pernah membayangkan ini. Dirinya dijadikan sandera?!
Otomatis semua mata tertuju padanya. Sekarang pasukan Sunny menjadi rusuh karena Jessica merupakan salah satu anggota yang penting.
“Licik!” umpat Yuri muak.
Namja itu sempat mendengar umpatannya. Dia tidak peduli mau dikatai seperti apa. Karena baginya ini adalah salah satu strategi ampuh di saat mereka terdesak dengan perbedaan jumlah pasukan yang besar.
Bahkan tikus kalau sudah terpojok pun akan melawan.
“Atau kalian tidak peduli dengan nasibnya?”
Untuk menunjukkan keseriusannya, namja itu mendekatkan light saber itu.
Jessica takut dan memundurkan kepalanya tapi terdesak oleh bahu namja itu hingga dia tidak bisa mundur lagi. Ujung light saber itu menggores sedikit lehernya.
“Ahh!”
Pasukan Sunny ribut melihat Jessica dilukai.
Sunny sudah datang kesana, berada di antara kerumunan.
“Cepat! Mana pemimpin kalian?!”
Sunny memejamkan matanya rapat-rapat, jantungnya memukul keras di dadanya. Sedang bimbang apakah hendak menyerahkan diri atau tidak. Sunny mengepalkan tinju. Rahangnya mengatup keras. Dia tidak tega membiarkan Jessica, tapi di satu sisi dia juga tidak boleh menyerahkan diri demi para bawahannya. Kalau dia sampai mati, moral pasukannya akan jatuh dan mungkin tidak akan bisa melakukan perlawanan lagi. Sama saja pasukan mereka akan kalah perang. Kalau begitu sia-sialah peperangan yang mereka lakukan selama ini.
Sunny mulai berkeringat dingin memikirkan segala risiko untuk kedua pilihan itu.
Ketika tiba-tiba sebuah tangan menyentuh pundak kirinya. Sunny berpaling dan melihat Taeyeon di sampingnya. Mata Taeyeon menatap lurus ke depan seolah tak ada keraguan. Sebuah sentakan di bahunya dan dia terdorong ke belakang. Kemudian Taeyeon maju dari kerumunan.
“!”
Sunny menyerukan namanya, tapi langsung kaget karena tidak ada sedikit pun suara yang keluar dari mulutnya. Sunny memegang lehernya dengan mata membelalak lebar.
Sunny mencoba mengucapkannya sekali lagi tapi tak bisa, bahkan kalimat lain juga tidak bisa terucap keluar.
Ini… jangan-jangan Taeyeon menaruh spell padaku sewaktu menyentuh pundakku supaya aku bungkam?!
“Aku. Akulah pemimpinnya.”
“!” Sunny semakin syok melihat Taeyeon mengatasnamakan dirinya di depan sana.
Dia mendorong kerumunan-kerumunan di depannya dengan panik, bermaksud berlari ke depan. Tiba-tiba dia merasa semua orang yang berdiri disana seperti menghalanginya. Ketika sudah hampir sampai di depan, tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang kemudian seseorang itu memeluk tubuhnya erat-erat.
“Andwae!”
Lepaskan! Jangan cegah aku! Teriak Sunny dalam hati sambil memukul-mukul yeoja jangkung yang memeluknya.
Tapi semakin Sunny memberontak, yeoja jangkung bernama Sooyoung itu malah semakin mempererat pelukannya.
Taeyeon dalam bahaya! Aku harus ke depan sana meluruskan ini semua sebelum terjadi kesalahpahaman!
Mulut Sunny terbuka menyerukan kalimat itu walau tidak ada kata-kata yang keluar.
“Aku tidak akan membiarkanmu!”

“Jadi kamu pemimpin yang bernama Lee Sunny?”
“Benar.”
“Heh! Bagus! Sekarang kamu harus menuruti perintahku! Kamu harus berdiri diam disitu dan kamu tidak boleh melakukan apa-apa. Sedikit saja kamu bergerak, nyawa gadis ini akan melayang!
Taeyeon menggigit bibirnya. Sorot matanya tetap tajam. Sedang memikirkan strategi dalam otaknya.
“Taeyeon, jangan! Jangan dengarkan! Jebal! Tak usah pedulikan aku!”
“DIAM!”
“Akhh!”
Jessica meringis kesakitan karena namja itu menekankan light sabernya.
Luka di leher Jessica kini lebih dalam. Sampai Taeyeon menjadi ngeri melihat darah yang keluar dari lehernya.
“HENTIKAN!! Aku lakukan sesuai perintahmu!”
“Bagus.”
Kemudian namja itu memberi isyarat sisa pasukannya untuk menyerang Taeyeon secara serentak.
Mata Jessica semakin lebar. Saat ini dia bagaikan tengah menyaksikan hukuman mati yang sebentar lagi dijatuhkan pada orang yang dicintainya.
Sementara di dalam kerumunan, Sunny berteriak dengan suara kosong. Sambil nangis-nangis dan meronta-ronta, masih dicegah oleh Sooyoung.
“Ada kata-kata terakhir?” tanya namja itu seolah mengejeknya.
“………………”
“Tidak ada ya. Lebih bagus. Lakukan sekarang.”
Bukannya tidak ada, tapi Taeyeon mengirimkan kata-kata terakhirnya melalui telepati pada Jessica.
Mianhae…
Jessica memejamkan matanya saat semua ledakan beruntun terjadi di depan matanya.
Begitu kabut asap tersingkap, Jessica melihat Taeyeon terkapar disana dengan tubuh hancur dan berlumuran darah. Dia tak bergerak lagi.
Semua memandangnya dengan syok, apalagi Sunny.

Andwae! Andwae! Kenapa jadi seperti ini?! Ini justru yang paling ingin kuhindari!
Bukannya katamu juga kita sama-sama harus saling melindungi? Lalu kenapa lagi-lagi aku jadi pihak yang dilindungi?

“TAEYEOOOOONNNNNNN!!!” teriak Jessica sekuat paru-parunya.
“HAHAHA! Menangislah! Berteriaklah! Sekarang pemimpin kalian sudah mati! Sekarang ucapkan selamat tinggal pada gadis ini juga!” ucap namja itu menyalahi janji dan menggerakkan light sabernya untuk menyayat leher Jessica.

Jessica POV

Sekeliling sekarang lenyap. Aku telah kembali mengarungi ruang dan waktu, tepat sebelum light saber itu memotong leherku.
Waktu berputar mundur.

Ini semua karena kecerobohanku! Taeyeon jadi begini lagi karena aku…
Aku benci diriku sendiri!
Arrrgggggghhhhhhhhhhhhh!!!
Ulang! Sekali lagi!
Kali ini aku harus berhasil menyelamatkannya!

**

Beberapa hari sebelum hari H.
Aku berlatih dengan sangat keras, bahkan mengacuhkan Yuri dan Sooyoung yang menyuruhku untuk beristirahat.
Karena emosi, kukerahkan tenagaku semaksimal mungkin.
Peluh membasahi tubuhku. Tapi latihan segini masih belum!
Aku harus lebih kuat! Supaya aku tidak jadi beban bagi Taeyeon, dan supaya aku dapat melindunginya.
Para junior memandangku dengan wajah ketakutan seperti saat pertama kali aku melatih mereka dulu. Pasti di mata mereka saat ini aku terlihat menyeramkan.
Begitu lapangan semakin sepi, latihanku semakin brutal.
Bahkan aku tidak menyadari dirinya yang sedari tadi memperhatikan latihanku.
“Sica…”
“Hyaaaaaaaaaaaaa!!”
Tiba-tiba aku dihentikan oleh sepasang tangan yang memelukku dari belakang.
“Sudah, hentikan Sica… kamu sudah berlatih terlalu keras.”
“Jangan halangi aku, latihan segini masih belum cukup.”
“Apakah latihan dari pagi sampai malam belum cukup namanya?”
“Aku sudah istirahat tadi.”
“Kamu cuma berhenti untuk makan dan menuntaskan panggilan alammu kemudian setelah itu latihan lagi, apa itu bisa disebut istirahat? Latihan terlalu keras tidak baik untuk tubuhmu.”
“……………….”
“Sekarang istirahatlah… kalau kamu tidak mau, tolong lakukan demi aku, ya Sica?”
Aku membalik tubuhku dan membalas pelukannya.
“Biarkan aku melindungimu.”
Sesaat Taeyeon sempat tertegun, kemudian dia menggerakkan tangannya untuk membelai-belai rambutku.
“Kalau begitu aku juga akan melindungimu.”
“Andwae! Aku yang akan melindungimu!”
“Sica-“
“Andwae andwae! Pokoknya aku yang akan melindungimu!!”
“………………..”
Tampaknya setelah aku keras kepala, dia tidak berniat untuk berdebat lebih jauh lagi dan memilih diam.
Harus aku… harus aku yang melindungimu Taeyeon… kalau tidak perjuanganku akan berakhir sia-sia…
Mataku tidak sengaja menangkap seorang gadis berambut pirang sedang memperhatikan kami dari jauh. Ketika melihat aku memergokinya dia cepat-cepat berjalan ke arah lain.
Sunny…
Kamu benar… yang kulakukan hanyalah melukai Taeyeon.
Tapi kali ini aku benar-benar sangat mencintainya. Perasaanku bukan sekedar perasaan tidak ingin kehilangan orang yang mencintaiku.
Karena itu aku tidak akan menyerah soal Taeyeon. Akan kuputar ulang waktu berapa kali pun, agar aku bisa bahagia bersama Taeyeon.

**

Pada hari H.
Jessica seperti kesetanan. Kali ini dia membantai musuhnya tanpa ampun. Meski sampai darah musuh membasahi muka dan bajunya, dia tidak peduli.
Kali ini dia membalas pada namja yang waktu itu menyanderanya.
“Ampun! Tolong kasihani nyawaku! Aku masih punya anak dan istri yang menungguku!”
Huh, kalau sudah begini baru meminta ampun. Padahal waktu itu kamu tidak mengasihani aku maupun Taeyeon.
Jessica menusuknya dengan light saber.
“Gyaaaaaaaaaaa!!!”
Segini tidak ada apa-apanya dibanding luka di hatiku dan penderitaan Taeyeon.
Berani-beraninya mereka melukai Taeyeonku.
Taeyeonku yang berharga…
Sialan! Aku tidak akan memaafkannya!
Sorot mata Jessica dipenuhi dendam dan kebencian.
Tiba-tiba Jessica merasa tubuhnya terhuyung. Pandangannya berbayang.
Apa? Kenapa denganku? Apa ini akibat dari latihan terlalu keras?
“Sica! Belakangmu!”
“Eh?”
Taeyeon melindungi Jessica dengan tubuhnya hingga tubuhnya tertembus light saber musuh.
“TAEYEON!!”
Air mata bercucuran dari mata Jessica saat melihat light saber itu dicabut dari tubuh Taeyeon. Melihat wajah kesakitan Taeyeon dan banyaknya darah yang keluar membuat Jessica menjerit histeris.
“HUWAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!”
Jessica mengamuk sejadi-jadinya. Sampai tanah di sekitarnya bergetar oleh kemarahan Jessica yang maksimal. Energi sihirnya meningkat kembali.
Setelah selesai membunuh musuh, Jessica melihat Taeyeon sudah tak bernyawa lagi.
Jessica menggigit bibirnya kuat-kuat sampai mengeluarkan darah. Tubuhnya masih bergetar karena amarah.
Lagi-lagi… karena kelalaianku!
Jessica meremas rambutnya sendiri. Hatinya berkecamuk. Matanya melotot bagaikan orang yang sudah hampir kehilangan kewarasannya.
Aku tidak peduli. Walau harus mengulang berapa kali pun, akan terus kucoba.
Sampai aku bisa menyelamatkan Taeyeon.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Repeat (Chapter 8)" (48)

  1. Oh my god! Sicaaaaa .. 😐 aku ingat tentang ff ini sekarang ..huftt

    seberapa banyakpun kau memutar waktu dan merubah masalalu, masadepan tetap akan seperti itu ..andwe, taeyeon akan tetep mati, gimanapun juga.. *pundung ke pojokan 😦 hikss TT__TT

  2. Gadamayanti said:

    Makin seru ajah ceritanya , tp kok taeyeon nya mati terus gak jodoh kali tuch sm jessica , mungkin jodohnya sm sunny #reader sotoy . Semangat kaka buat ngelanjutin ff lainya ya belum kelar .

  3. Sica keras kpla bgt…. Udahlh Sica, brpa klipun kau mncba, jka memang takdir Taeng untuk pergi saat perang itu karena mlindungimu.. terimalah, ikhlaskan dia untuk tiffany.. #plakkk *komenapanini? Mian kebawa suasana abis liat updatannya taeng di IG… hehehe… Jd pnsaran ini endingnya taeng slamat atau nggak.. #fellingbagus Thanks for update mon..

  4. annyeong…

    Jessica terus saja melakukan time traveler dan berlatih keras,tapi hasil nya ttep aja sia-sia dan selalu berakhir dengan taeng yg melindungi Jessica 😦

  5. Pertama-tama saya mau mengucapkan happy birthday dulu buat ppany ppany tippany unnie ^^. Semoga cepet menikah sama taeyeon unnie yaa #amiinn *walaupun ngga ada hubungannya sama ffnya*
    huhu bacanya ampe ngga nafas T.T
    Kayanya emang tae udah ditakdirin meninggal yaa, mau beberapa kalipun sica mengulang waktu tetep aja tae yang terluka lagi, terluka lagi dan juga meninggal lagi u,u

  6. Kmtian tax bsa d rbah lho sica wlaupun km mengulang ea berkali2 ttep aja percuma …
    Fiuhhhh …
    Sica mpe kya orang gila gra2 pgn nglindungin taeng …

  7. Aih sica sampai segitunya yach cinta ma taeyeon ampe rela beberapa kali mutar waktu

  8. egoiz skali
    udh tae wad sunny hny dy yg bnr mencintai tae

  9. kasian itu taeyeonnya hidup-mati mulu -_-
    percuma sica pake time traveler taeyeon emg udh takdirnya mati kali 😦

  10. shosiiinewreader said:

    omo…sica unnie berjuang banget..mungkin tae unnie udah di takdirkan mati kali…
    tragis thor..

  11. kimhwang said:

    ya ampun sica. kasian liat perjuangan sica yg pda akhirnya sllu saja sia sia. aihh ikutan ngerasain gmn perjuangan sica buat taeyeon. dan rasa sakitnya yg selalu gagal di akhir.. next chap di tunggu

  12. yoonsic said:

    woah daebak
    d tggu ff yoonsic ny unnie

  13. astaga udh bolak balik juga masih aja gagal nyelametin waktu.
    terus apa gunanya punya kemampuan memutar waktu jika pada akhirnya tetap sama.
    -_-
    yang ada malah lelah fisik krn berulang kali melihat org yg dicintai meninggal.
    kasihan.

    p.s. authornya gak ikhlas bgt buat kasih kebahagiaan ke sica.

  14. taeyeon mgkin ud ditkdirkn mati..

  15. agustina_huang said:

    Wah.. Sica pke time travelnya brulang ulang tp tae ttep gk slamat 😦 jd bnr2 pnsrn sm ending nya..

  16. Wih2 sica serem bgt~
    q kasihan sma taeng
    dbkin mati ma author.ny berkali2

  17. omg, sica ngulang waktu melulu, kyak main angry birds, keren 😀

  18. hello…
    sica terima aje krn takdir taeng sudah ditentukan oleh yang atas sekaligus author walaupun sudah beberapa kali merubah waktu. tetap tidak bs mengalah kekuasaan author.

  19. nuriiiin said:

    ini harusnya sedih tapi kok gw ketawa pas taeng mati lagi utk ketiga kalinya -_- hahaha tapi gw yakin mau sica muter balik waktunya berapa kali jg pasti taeng tetep mati kan ya..duh kasian sbnernya

  20. menurut aku sih, alurnya tu agak kecepetan gimana gitu…
    tapi cukuplah…

  21. ehh busettt waktu di ulng2 mulu ampe pusing..

    Wklwkwklw lanjut ..

  22. anyeong! kak, aku reader baru disini!
    aku mau izin sama kakak, buat ngejelajahin blognya kakak!.
    boleh ya kak! 🙂

  23. wow, sampe segitunya pengorbanan sica demi taeyeon, tapi selalu aja malah dia yg dilindungi taeyeon pada akhirnya. ayo sica semangat! kakak author nya juga! hehe

  24. Aya S1 Queen's said:

    Annyeong…

    Woah mau ngulang brpa x lgi tuh sica bwat nylametin taeng.
    Trz ntar taeng nya bsa slamat gak??
    Lanjot thor.

  25. tantysone said:

    Taeyeon ttep mati yah? Sica-nya sih keras kepala.
    Koq jdi ksian ma TaengSic nih..

  26. kak minta pw dong! boleh gak? penasaran nih, kalau ngelewatin partnya! yah boleh ya! 😦

  27. ini seperti ff yang udah pernah w baca berapa kali pun mencoba memutar waktu n mencoba cara yang berbeda tetep aja orang yang dicintai mati, munkin aja taengsic mang tidak berjodoh

  28. Kesian ya jessica sampe kayak gitunya ke taeyeon .. Tapi tetep aja begitu” juga.

  29. ashleyrfs said:

    Author-nim, jahat bgt sma TaengSic. Setiap Sica putar waktu, Taeng tetep mati. Kalo Sica terus2an mutar waktu lma2 Sica jga bsa math..

    Author-nim, cinta segi9’a blm dilanjutin?

  30. hyun bi said:

    yah monica T_T ak sedih bacanya, ahh elah emang taengsic emank kagak takdirnya ye…
    btw mon nntn GGT?ak sms ke num km gak masuk kah?

    • ya TaengSic memang skrng tdk semesra dulu >.<
      mau ntn rencananya, mudah2an bisa, amin
      kayaknya gak

      • hyun bi said:

        ak jg nntn mudah2an ketemu disono hihihi…ambil yg apa rencananya?

      • wah ntn jg ya 😀
        galau nih
        pingin ntn yg dr dkt, tp mahal
        kalau area RED gak mgkin rasanya
        sedang katanya yg pink berdiri (nanti malah kehalang halang sm cowok2 tinggi dan katanya bahaya buat cewek jg -_- )

        km sih ambil apa?

  31. disini aku malah kasian ama sica.
    taeyeon kayaknya ditakdirin meninggal, jadi mau gimanapun juga tetep aja.
    tapi seru nih..
    lanjut ke chapter selanjutnya lagii..

  32. hyun bi said:

    ak juga keknya pink sih mon, gpp dah berdiri wkwk
    ak WA km ada masuk gak?baru miskol sih…udah tau pesen tiketnya dmn?
    kasih tau ya kalo udah..makasih

    • aku aja gak tau pesen tiketnya dmn
      WA itu apa? kayaknya gak ada kiriman apa2

      kalau pink mesti hati2 sm cowok terutama
      lalu jg pasti harus dtng awal2 supaya kebagian tmpt yg enak

  33. Kim/Choi said:

    Mati lagi mati lagi. Udah 3 kali…
    Jessicq unnie kayaknya di ff ini bawa sial sama Taeyeon unnie *maaf
    Tapi Jessica unnie, aku mendukungmu. Apapun yang terjadi, harus bahagia. Pokoknya harus bahagia

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: