~Thank you for your comments~

Repeat (Chapter 7)

A/N : Lebih baik dibaca setelah berbuka (karena some part cukup meracuni pikiran)
enjoy~

Ini adalah rahasia yang tidak pernah kukatakan pada siapapun itu. Sebenarnya aku adalah keluarga turunan time traveller. Dengan karunia yang kuwarisi dari keluargaku secara turun temurun aku bisa memutar waktu kembali ke masa lalu untuk mengulangnya kembali. Dan kini sepertinya aku harus menggunakan kekuatan ini.
Padahal kupikir aku tidak akan pernah menggunakannya karena merasa seperti menentang hukum alam. Tapi kalau ini demi menyelamatkan Taeyeon, apa pun akan kulakukan, sekalipun harus menentang alam sekalipun!
Kembali.
Ke saat jauh.
Jauh sebelum Taeyeon terluka.
……………………………………..
Aku seperti tenggelam dalam pusaran waktu.
Sangat dalam. Seolah kamu terbenam ke sebuah lautan dalam yang kamu tidak bisa mengapung kembali. Rasanya sesak… Barangkali karena aku menggunakan kekuatan ini untuk pertama kalinya.
Ketika aku membuka mataku suasana sekeliling sudah berubah.
Ini…
Aku berada di tengah kantin markas.
“Jessica. Jessica.”
Sebuah tangan melambai-lambai di depan wajahku.
“Eh?”
“Kamu melamun.”
Di balik tangannya yang besar dan kokoh itu aku melihat wajah tampannya.
Oppa…
Yang berada di depanku adalah namja yang dulunya sangat kucintai. Tapi kini Daniel oppa sekalipun, tidak mampu mengobati lubang yang menganga di hatiku. Lubang karena kehilangan Taeyeon.
“Jessica, kamu pasti ingin pulang menemui keluargamu bukan?”
“Ah? N-ne.”
Pertanyaan ini pertanyaan yang kuhapal betul. Sama persis.
Aku tahu apa yang akan terjadi setelah ini.
Karena aku memilih Daniel oppa… Taeyeon jadi terluka dan kemudian dia berpaling pada Sunny. Kali ini tidak akan kubiarkan itu terjadi.

Third Person POV

Taeyeon memandang keduanya dari jauh.
“Taeyeon ah~”
Telinga Jessica tidak sengaja mendengar nama Taeyeon dipanggil. Segera dia berpaling ke sumber suara itu. Dilihatnya dari jauh Taeyeon sedang bersama Sunny.
“Mianhae oppa,” kata Jessica sambil beranjak dari kursinya.
“Eh? Mau kemana?”
Jessica sudah memalingkan wajahnya dari Daniel dan tidak menggubris namja itu lagi. Dia berlari menghampiri Taeyeon.
“Kamu sedang apa?” tanya Sunny.
“Tidak sedang ap-!“ Taeyeon kaget ketika seseorang tiba-tiba menubruknya. Gadis itu langsung merangkul Taeyeon. Dia bahkan juga tidak mempedulikan orang-orang sekitar yang melihat dan mendengar apa yang akan dikatakannya selanjutnya.
“Taeyeon, aku mencintaimu!”
“Haahh?”
Tubuh Taeyeon menjadi kaku dalam pelukan Jessica. Tapi Jessica sudah bertekad tidak akan melepaskan Taeyeon kali ini. Dia sudah membuang jauh-jauh egonya.
Mata Sunny membulat dan mulutnya terbuka melihat aksi Jessica, tidak terkecuali Daniel Henney.
Jessica menatap Taeyeon dengan tatapan yang dapat membuat hati siapapun luluh.
“Aku sungguh-sungguh!”
“……………..”
“Kenapa kamu memandangku seperti itu Taeyeon? Aku tahu kamu mencintaiku juga!”
Taeyeon memegang kedua pundaknya seolah memohon secara halus agar Jessica melepasnya. “Sica, semua orang melihat.”
“Biar siapapun yang melihat, aku tidak peduli!”
“Tenang dulu.”
“Bagaimana aku bisa tenang?!” pekik Jessica dengan mata berkaca-kaca.
Setelah aku sempat kehilanganmu, tambah Jessica dalam hati.
Jessica sekarang menangis tersedu-sedu di bahu Taeyeon. Tangannya meremas kuat-kuat baju yang dikenakan Taeyeon seolah tidak ingin Taeyeon pergi.
Bagi Sunny pengakuan Jessica barusan terasa benar-benar dari lubuk hati Jessica yang paling dalam dan diam-diam dia merasa patah hati.
“Kenapa dengan Jessica-ssi?” tanya seseorang yang kebetulan lewat.
“Ah, sepertinya dia hanya sedang tidak enak badan makanya omongannya meracau. Aku akan membawanya kembali ke kamar.” Kemudian Taeyeon berpaling pada Sunny. “Sampai nanti, Sunny.”
“Iya, Sica juga jangan memaksakan diri ya.” kata Sunny sambil berusaha menampilkan sebuah senyum.
Taeyeon membawa Jessica menuju ke kamar mereka berdua sambil bergandengan tangan. Sepanjang jalan keduanya tidak saling berbicara.
Jessica merasakan kesedihan sekaligus kebahagiaan saat tangan mereka berdua terhubung seperti ini. Taeyeon berada di depannya, hidup dan menggandeng tangannya.
Mereka berdua sudah masuk kamar. Pintu dikunci untuk memberi privasi. Setelah itu tanpa membuang waktu lagi, Taeyeon langsung mendekap Jessica dalam sebuah pelukan hangat.
“Benarkah apa yang kamu katakan tadi?”
“Hmm…” Jessica memejamkan matanya dan membalas pelukan Taeyeon, menyerahkan seluruhnya pada indera perasanya untuk merasakan kehadiran Taeyeon.
“Keberatankah mengulanginya sekali lagi?”
Jessica mengeratkan pelukannya dan mengucapkannya tanpa ragu sedikit pun. “Aku mencintaimu, Taeyeon ah…”
“………………”
Jessica merasakan tubuh Taeyeon sedikit bergetar.
“Tae?”
“Kupikir kamu mencintai namja itu…” jawabnya lirih.
“Sekarang sudah tidak lagi…”
“Benarkah?”
“Ne, karena sekarang aku hanya mencintaimu.”
Taeyeon memiringkan kepala dan menempelkan bibirnya ke bibir Jessica. Tangan Jessica berpindah ke belakang kepala Taeyeon dan menekannya untuk ciuman lebih dalam.
Taeyeon sedikit terkejut dengan perlakuan Jessica. Tapi dia sudah lama mengidamkan ini.
Keduanya mundur ke belakang tanpa melepas ciuman mereka. Jessica berbaring di atas ranjang diikuti Taeyeon di atasnya. Taeyeon membelai pipi Jessica, bibirnya masih menekan bibir Jessica.
Setelah paru-parunya membutuhkan udara, Taeyeon melepaskan ciuman dan menjauhkan wajahnya untuk memandang wajah gadis di bawahnya. Sebelah tangan Jessica terangkat.
“Yeppeo,” ucapnya sambil menyelipkan rambut yang menghalangi wajah Taeyeon ke belakang telinganya.
“Kamu justru yang lebih cantik Sica ya.”
Taeyeon kembali mencium Jessica. Kali ini lebih lama dan lebih berperasaan.
Jessica membuka matanya di tengah ciuman hanya untuk mengukir rasa ini dalam-dalam ke relung hatinya, bahwa momennya bersama dengan Taeyeon saat ini nyata bukan sekedar delusi untuk menghibur hatinya yang terluka.
“Lebih baik kita sudahi saja.”
“Eh?”
“Kalau lebih dari ini aku bisa kehilangan kendali.”
“Tidak apa-apa.”
“Eh?”
“Aku tidak keberatan melakukannya denganmu sekarang juga.”
“A-ahaha!” Taeyeon tertawa untuk menepis pikiran mesum yang mulai bekerja di otaknya. “Aku senang dengan perasaanmu tapi kurasa ini bukan saat yang tepat karena besok kita akan berperang.”
“………………..”
“Jadi lebih baik kita istirahat untuk menyimpan tenaga.”
Jessica menempel lebih dekat saat Taeyeon berbaring di sebelahnya.
“Kenapa denganmu? Hari ini clingy seperti anak kucing.”
“Tae… jangan pernah pergi dari sisiku. Aku membutuhkanmu disisiku…”
“Ne.”
Taeyeon menanamkan ciuman di keningnya, kemudian memeluk Jessica dalam tidurnya.

**

Hari berganti. Perang hari ini bukan perang yang menentukan masa depannya dengan Taeyeon. Tapi Jessica tetap merasa dia tidak boleh lengah.
“Sica, kondisimu hari ini baik-baik saja kan?”
“Eh?”
Tanpa disadari Jessica, dari tadi dia memasang wajah tegang.
Kalau Jessica yang dulu pasti akan berkata kalau Taeyeon orang yang terlalu khawatiran. Tapi kali ini justru Jessica lebih mengkhawatirkan Taeyeon ketimbang dirinya.
“Habis kemarin kemarin kakimu sempat kram. Apo!”
“Ah Taeyeon!”
Jessica lupa kalau disini tangan Taeyeon tergores duri tanaman.
Jessica mengambil tangan Taeyeon dan melakukan persis seperti apa yang Sunny lakukan, mengemut lukanya.
“Si-Sica?!”
Taeyeon merasa malu karena hampir seluruh pasukan mereka kini melihat PDA mereka.
“Sudah hentikan, cuma luka segitu saja!”
Setelah dirasa cukup Jessica melepaskan jarinya.
“Aku cuma tidak ingin kamu terluka seujung jari pun…”
Andai Taeyeon tidak menganggapnya serius, kata-katanya akan terdengar seperti rayuan, tapi Jessica sungguh-sungguh mengucapkannya. Sekarang muka Taeyeon memerah, cepat-cepat dia berpaling ke arah lain.
“Ki-kita harus bersiap-siap akan sinyal.”

**

Beberapa hari setelahnya. Malam itu, hanya ada mereka berdua di dalam kamar dengan diterangi cahaya kuning dari night lamp. Taeyeon duduk di atas ranjang setelah selesai mengganti baju dengan piyama berwarna birunya. Dilihatnya Jessica juga memakai piyama longgar berwarna pink. Aroma wangi menguar dari tubuhnya, membuat jantung Taeyeon berdebar.
“Kamu tahu… Daniel oppa pergi ke SM.”
“Ya, aku sudah tahu.”
“Kamu tidak ingin menyusulnya?” tanya Taeyeon sempat ragu untuk menanyakan ini.
“Tidak, bukannya sudah kubilang kalau aku mencintaimu Taeyeon?” Jessica menyelipkan jari-jarinya di sela-sela tangan Taeyeon. “Aku sama sekali sudah tidak ada perasaan pada Daniel oppa.”
“…bagaimana caranya supaya aku yakin… kalau hatimu sekarang hanya untukku seorang…”
“Bercintalah denganku…”
Nafas Taeyeon tertahan mendengar ucapannya.
“Dengan begitu kamu akan yakin kalau hatiku saat ini hanya dipenuhi oleh dirimu seorang.”
Taeyeon seolah meleleh oleh tatapan lembut Jessica ketika mengucapkan kalimat itu.
Jessica mulai melepaskan kancing piyamanya. Taeyeon hanya menonton dan menelan ludah dengan gugup saat Jessica melepaskan seluruh pakaian yang menempel di tubuhnya di hadapannya. Kini tidak tersisa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Taeyeon mengambil waktu sejenak untuk memperhatikan seluruh tubuh Jessica, merasa tubuhnya sangat indah dan seksi.
“Tae, kamu juga…”
Taeyeon menjadi tegang ketika tangan Jessica menyentuh piyamanya. Kemudian dia membiarkan Jessica melepaskan seluruh busananya.
Jessica menarik tubuh Taeyeon merapat. Sekarang posisi Taeyeon di atas Jessica.
Jessica mengusap-usap pipinya dengan lembut. Taeyeon memejamkan matanya bagai anak kucing yang menikmati belaian majikannya.
Tangannya turun mengusap leher berikut bahunya. Kemudian menarik bahunya mendekat. Jantung Taeyeon berdebar semakin kencang ketika merasakan tubuh mereka menempel dengan erat tanpa sehelai benang pun yang membatasinya.
“Malam ini, peluklah aku…”

**

Tak lama tibalah waktunya untuk perang selanjutnya.
Taeyeon hampir tidak pernah berduaan dengan Sunny lagi. Sunny sendiri seolah mengerti dan mundur dengan sendirinya karena tidak mau menghalangi hubungan mereka. Dan dengan mundurnya Sunny, otomatis hubungan Taeyeon dan Jessica semakin dekat. Karena itu selama perang, tidak pernah terjadi kejadian dimana Taeyeon terluka parah karena melindungi Sunny, karena selama berperang, Taeyeon dan Jessica selalu berdua dan saling menjaga punggung satu sama lain.
Malamnya, keduanya saling berpelukan di atas kasur tanpa mengenakan busana. Mereka tidak melakukan apa-apa, hanya saling berpelukan. Taeyeon membuka percakapan lebih dulu setelah lama mereka saling membisu.
“Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang?”
“Tentu saja kamu Taeyeon ah,” Jessica membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang. “Syukurlah kamu baik-baik saja, aku sangat was-was selama berperang…”
“Hemph,” Taeyeon tersenyum di depan dada Jessica. “Kita pasti sehati, karena sewaktu berperang aku juga terus was-was memikirkan keselamatanmu.”
“…………….”
“Beberapa kali aku terus menengok ke belakang untuk melihat keadaanmu.”
“Taeyeon, itu berbahaya!”
“Mianhae… dan kemudian aku jadi tenang setelah mendengar suaramu. Lalu aku baru sadar kalau selama di belakangku kamu terus melindungiku. Terima kasih.”
“Kamu juga melindungi punggungku.”
“Kita sama kalau begitu.”
“Aku akan melakukan apapun kalau itu demi kamu.”
“Jangan…”
“Taeyeon…”
“Aku tidak mau kamu berkorban demi aku. Hatiku tidak akan tahan melihatnya kalau kamu sampai terluka gara-gara aku.”
“Begitu juga denganku!”
Taeyeon mengangkat wajahnya dan menatap ke wajah Jessica. Dilihatnya kedua bola matanya berkilau tergenang air.
“Kalau begitu kita sama-sama harus saling melindungi, ya?”
Jessica mengangguk pelan, air mata menetes dari matanya.
Kemudian Taeyeon mencium bibir Jessica, seolah mengikat janji mereka.

**

Belajar dari pengalaman. Pada hari H, Jessica meminta agar seluruh pasukan untuk waspada. Walau mereka tidak mengerti, tapi untungnya sebagian besar masih mau menuruti perkataannya.
Jessica tidak akan membiarkan malam itu terulang lagi. Itu tergambar jelas dari ekspresi wajahnya yang keras. Sampai para junior pada takut melihatnya karena Jessica saat ini tampak seperti ice princess yang memerintah dengan tangan besi.
Sebentar lagi waktunya.
Sambil berpikir begitu, Jessica meremas tangan Taeyeon. Sama sekali tak berniat membiarkan Taeyeon menjauh sedikit pun.
“Apo, Sica!”
“Eh?! Mi-mianhae Taeyeon!”
Jessica tanpa sadar melepaskan genggaman tangannya, tapi kemudian menggenggamnya lagi. Kali ini tidak sekencang tadi.
“Sica, kamu-“ Sebelum Taeyeon meneruskan ucapannya, tiba-tiba markas bergetar.
Datang!

*~To Be Continued~*

A/N : Maaf kalau kurang panjang. Apakah ada yang kecewa karena NCnya cuma segitu saja? hoho maaf saja karena memang bukan NC XD
Bagi yang mau PW Petting 5 tapi belum dikasih itu karena gak bisa kekirim ke email kalian, jadi bagi yang masih berminat, sertakan nomor HP saja (nanti bisa author hapuskan)

Advertisements

Comments on: "Repeat (Chapter 7)" (52)

  1. dzulfikar said:

    makin seru, cepetin updatenya thor hehe

  2. ngoho.. waktu2 yg sudah terlewati taesun lenyap sudah terhapus sudah :/ *pok pok sunny*

  3. annyeong…

    ternyata Jessica mempunyai kekuatan time traveler 🙂 dan dia bner2 memegang janji nya buat mencintai dan melindung taeng 😉
    moga2 aja pas hari H nya juga sesuatu yg tdk di inginkan Jessica ga terjadi,dan juga aku berharap semoga kejadian taeyeon itu ga berbalik arah ke Jessica 😦 #jauh amat mikir nya

  4. tantysone said:

    NC nya nanggung wkwkwk.
    Ah syukur untung sica bisa memutar ulang wktu jdi taeyeon bsa idup lgi dah. Gue jga pngen bisa muter ulang wktu, gue mau buddy gue yg dlu #curcol ^^

  5. akhirnya update lagi thor.
    wahh sica daebakk~ punya kekuatan time traveler

    taengsic backk haha, kasian sunny nya euyy
    lanjut thorr

  6. Ach taengsic manis banget momentnya gmn kelanjutannya yach pa ada seseorang yg mati ditunggu ja

  7. Hahaha ..aku lupa unn ini cerita nya tentang apaa ..*drooll xD

    tapi tak papa tak papa.. Aku suka huhuhu ..nanti lah aku ubek2 lagi wp unnie, mencari kepastian ehehe 🙂 hmm..aku paling suka bagian ‘Jessica seperti ice princess yang memerintah dengan tangan besi nya’ aduduhh aku langsung melting karena nyaa hahaha 😀 ditunggu update lainnya ya unn .. Annyeong~ 😉 eh, aku mah baca petting 5 itu sbelum ke’pw,, sama aja kan isinyaa? Hahaha … 🙂

  8. hyun bi said:

    daebak monnnn…
    next yaaa…

  9. Fiuhh sica teryta bsa mngulang wktu kmbli …
    Tpi apakh takdir bsa d rbhh ??
    Ksian ma sunny ..
    Tpi dya rela nglepasin taeng dmi kbhgiaan ea …
    Lanjut thor ..
    Thor FF yg YoonYulsic tuhh d lnjut donk ..
    Xeexeexee

  10. Keren Sica, bsa blik k msa lalu… Nah hari yg d tunggu dtang, apkh takdir Tae akn ttp sama mski wktu d ulang, ataukh tkdir akn bribh mnjdi sbuah kbhgiaan.. Mari kta tanya author monic…^-^

  11. defy86 said:

    Anyeong…
    Daebak jessica langsung tembak cinta ke taeyeon krn gak mau kehilangan org Чaήğ berharga.
    Sunny sabar dan akan menemukan org Чaήğ mencintaimu…

  12. bertolak blkng bgt..
    dri yg sblmnya sica tergila2 sampai gila dan buta pada daniel henney, kini baginya taeyeon seorang.
    aiiihhhh…

    akhirnya tiba juga ya serangan yg menewaskan taeyeon dulu.
    semoga kali ini sica bisa nglindungi taeyeon.

    • Hidup TaengSic, haha \^^/

      • tapi klo dipikir2 kasihan bunny.
        sejak awal dia cinta sama taeng.
        smntra sica?
        dia curang.
        awalnya nolak, tpi setelah taeng meninggal setelah sblmnya sukses berpaling pada sunny.
        saat tau tyt perasaanny selama ini salah, mentang2 punya kemampuan mengembalikan waktu jadi ke masa lalu.

      • Haha curang ya, apa blh buat
        Sdh karunia
        Dan yg mencintai duluan gak selalu end up together

  13. agustina_huang said:

    T.T brsdih utk sunny yg pth hati 😦
    Tp klu mmg spy taeyeon bahagia gpp deh..
    Lanjut thor ^^

  14. agustina_huang said:

    T.T brsdih utk sunny yg pth hati 😦
    Tp klu mmg spy taeyeon bahagia gpp deh..
    Lanjut thor ^^
    Hwaiting

  15. shosiiinewreader said:

    uaaaawww,author update!
    sica unnie hebat banget bisa mutar waktu,dan yang lebih hebatnya lagi semua dilakuin buat tae unnie..sooosweettt..
    tapi kalau tae unnie sama sica unnie,yang ngelindungin sunny unnie siapa dong?

  16. alhmdullah tae gk jadi koit,,,,
    Yeee taengsiccc
    Ciat ciat ciat.

  17. unnie aq jd curiga,, jgn2 gara2 sica nentang hukum alam,, memang bukan tae yg mati tp sunny unnie.. huwaaa,,, T__T..
    lanjut thor,, jjang!!!

  18. uwwaa, so sweet XD
    adegan yang mereka naked sambil berpelukan pernah aku liat difilm. hihi =)
    unnie, jangan hiatus lagi yaa. aku galau nih nungguin apdetannya u,u. hehe 😉

  19. kurang hot thor heheheh “kumat byunnya” taeng sica.. lanjut thor

  20. Wha keren
    sica ga mau mengulang kesalahan yg sama jdi dia pilih taeng
    moga Di perang selanjut a tidak terjadi apa2 sama taengsic
    ok Di tungu next chap a Thor
    cayo

  21. Yah~
    NC.ny cuma nyempil doank
    dkit bgt#plak*otak yadong
    apa nnti dha kjadian jessie yg gnti xlamet.in tae?moga jha g
    q g tega jessie mati~#nyesek
    petting.ny kpn ni dlnjut?

  22. Yah~
    NC.ny cuma nyempil doank o.o
    dkit bgt#plak*otak yadong
    trut berduka(?) deh buat sunny#baca yasin*plak
    apa nnti dha kjadian jessie yg gnti xlamet.in tae?moga jha g
    q g tega jessie mati~#nyesek ;-(
    petting.ny kpn ni dlnjut?

  23. Hmmm. . Andai aku pny kekuatan ky Jessica, aku akan memutar wkt utk mengambil lg hati ku yg sdh tercolong olehnya. .
    #halllaaah die mlh curcol pletakkkkk

    TaengSic, gw suka bgt ma niy couple. . .
    Lanjut thor. . .^_^

  24. tuh kan, apa gue blang, taeyeon kagak bkalan die, kan dia main castx, wkwkwkwk

  25. cir cie sweet bgt moment mereka.
    hmm apa yg bakal terjadi selanjutnya yaa????

  26. untung aja sica punya kekuatan memutar waktu
    tapi jangan2 ada resiko karena sica berani menentang waktu
    bisa sunny atau sica yang die, to jangan2 taeng tetep die
    sperti MV ya xian oppa

  27. Setelah lama menunggu akhirnya dateng juga ni cerita .suka banget deh sama taengsic disini ..

  28. Ahh~ author Php :p aku udh mikir kelanjutan dari kicing” taengsic #plak :p thor bagi PW taeny dong 😀 gomawoo 😀

  29. hiks, ketinggalan baca..
    eh padahal aku rajin buka wp lho, kok ga nemu updatenya ffmu ya un?
    lanjutt next chapter deh.
    😀

  30. Shin Young said:

    Kecewa :(#plak… XD

  31. Kim/Choi said:

    Keren binggo ceritanya, keren binggoooooooooooooooo
    Awalnya aku dukung TaeSun, tapi, TaengSic pun boleh lah. Yang penting endingnya bahagia, hahay 😀

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: