~Thank you for your comments~

Ff ini berdasarkan cerita yang pernah kubuat lalu ku revisi
Pairing : YulTi 😀
Genre : Romance, yuri, gender bender(?)
anggap saja sosok Ryu disini itu spt ketika Yuri cross dress jd namja
Enjoy~

Malam itu, dalam suasana host club yang terang temaram. Kuraih pinggangnya yang ramping lalu kupagut bibirnya dengan penuh kenikmatan. Sementara kedua lengan gadis itu melingkari leherku dengan mesra.
“Mmph…”

Bisa kudengar desahannya yang nikmat terselip keluar dari bibirnya yang ranum.
“Kyaaa, Ryu, aku juga mauuuu!” seru gadis-gadis lain.
Selepas ciuman, gadis itu tampak seperti sedang melayang.
Aku tersenyum dengan penuh karisma, menampakkan deretan gigiku yang berwarna putih. “Bagaimana tuan putri?”
“Selanjutnya aku, Ryu.” Tanpa mempedulikan tamu yang lain, dia langsung duduk di pangkuanku dengan baju setengah terbuka, memperlihatkan belahan dadanya yang besar, lalu tersenyum menggoda.
“Ah curang!” protes tamu yang lain.
Tapi aku sudah biasa menyikapi tamu semacam ini. Aku hanya menampakkan senyum seperti yang biasa kulatih.
“Maaf tuan putri tapi saya bukan host untuk seorang saja, maukah anda memaafkanku dengan ciuman ini?”
“Kyaaaaaaaaa!!”
Teriakan penuh histeris membahana di ruangan.
“Manisnya Ryu!”
“Ryu, cium aku lagi dong!”
“Aku juga!”
“Hei, giliran dong!”
“Aku sudah lebih dulu mengantri, tahu!”
Kemudian mereka semua langsung menempel-nempel padaku.
Dasar cewek…
______________________________________________________________________________
Saat sedang break, di dalam toilet.
Aku mengganti pembalut.
Hari kedua memang paling gak enak. Untung nggak pakai sakit perut segala.
Setelah itu aku membasuh mukaku dan bibirku yang belepotan dengan lipstik dari gadis-gadis itu.
“Huh…”
Namaku Kwon Yuri, ini adalah rahasia, tapi sebenarnya aku adalah seorang cewek. Ryu adalah nama hostku. Hanya kakak laki-lakiku yang tahu ini.
Karena host club oppa sedang berada di ambang kebangkrutan, ia memintaku untuk menjadi salah satu host di barnya. Dan hasilnya seperti yang diperkirakan. Banyak cewek yang menantikan keberadaanku disini.
Yang kuperlukan hanyalah mengganti kacamataku dengan lensa kontak, memerban dadaku dan berbicara dengan suara rendah, tidak ada seorangpun yang tahu. Lalu dengan teknik ciuman dan sedikit rayuan maka cewek-cewek akan berteriak-teriak histeris. Cewek memang mudah ditipu. Walau kadang sering juga kedapatan tamu tante girang.
Aku memandangi bayanganku di cermin.
Cowok cantik… yang digilai cewek.
Aku meraba bibirku yang entah sudah berapa banyak menciumi bibir gadis-gadis.
Tidak, bukannya aku jijik. Meski terkadang ada tante-tante yang sedikit menyebalkan tapi aku sangat menikmati saat-saat menjadi host di malam hari. Meski awalnya aku melakukan ini semata-mata demi menghidupkan kembali bisnis.
Aku benar-benar sangat kontras dengan diriku di siang hari. Dimana aku dijauhi teman-teman cewek karena kuper dan juga para namja yang suka menggodaku karena aku terlalu pendiam.
______________________________________________________________________________

Pagi hari
Aku bangun dengan sedikit malas-malasan. Terkadang aku merasa tidurku kurang akibat pekerjaanku ini.
Aku memandangi pantulan bayanganku.
Ah, aku lupa membenahi penampilanku. Aku melepas wig rambut pendek model cowok dan lensa kontakku.
Aku tidak mungkin memakainya ke sekolah karena lensa kontaknya berwarna biru.
Aku segera melepasnya dan menggantinya dengan kacamata berbingkai hitam. Walau sebenarnya ini hanya kacamata baca, tapi aku sudah terbiasa memakainya saat di sekolah.
Kalau ke sekolah, aku akan kembali menjadi Yuri yang tidak bisa apa-apa dan dijauhi. Saat aku berjalan di sekolah tidak ada yang mau mendekatiku. Jadi aku hanya bisa berjalan sambil menundukkan kepala.
Ah, akankah suatu saat aku akan bertemu dengan seseorang yang menyukaiku apa adanya? Bukan sebagai host bernama Ryu…
Tak sengaja aku menabrak seseorang.
“Ah maaf,” kataku mengangkat kepalaku untuk melihat siapa orang yang kutubruk.
Lalu mataku bertemu dengan mata yang sangat kukenal.
DEG
Tiffany Hwang, gadis turunan Amerika, gadis yang paling digandrungi di sekolah ini. Baik namja maupun yeoja di sekolah ini menganggap suara inggrisnya terdengar seksi dan eye smile andalannya mampu meluluhkan hati siapa pun.
Uwaahh cantiknya…
Aku terkesima sejenak menatap wajah cantiknya yang balas menatapku. Aku sendiri juga mengaguminya, dia berambut cokelat panjang, sangat cantik, feminin. Dia berbeda seratus delapan puluh derajat denganku yang sangat plain. Aku tidak pernah mendekatinya. Ini pertama kalinya aku berada dalam jarak sedekat ini.
Hah?!
Apa yang kulakukan?
Aku buru-buru memalingkan wajahku dan berjalan pergi sambil mempererat buku-buku yang kubawa.
Gadis seperti aku tidak pantas berada dekat-dekat dengannya, nanti akan membuatnya terlihat jelek juga.
______________________________________________________________________________

Malam harinya.
“Hei, Ryu, hari ini ada tamu khusus, dia orang baru, tampaknya dia sudah sering ingin bertemu denganmu. Tolong layani dia,” bisik kakak laki-lakiku.
“Beres, oppa.”
Kemudian aku berjalan masuk ke toilet.
Tamu baru? Hem, mudah-mudahan orangnya cantik. Dalam hati aku lebih suka melayani tamu yang cantik walau di luar aku selalu memperlakukan mereka semua dengan sama tanpa diskriminasi.
Kusemprot sedikit parfum di jas putihku.
Nah sudah oke. Akan kubuat dia tergila-gila denganku dan menjadi pelanggan tetap disini, batinku mantap.
Lalu aku keluar dari toilet dengan penampilanku yang prima.
Dan saat itu mataku menangkap mata itu.
Eeehhh?! Ti-Tiffany Hwang! Kenapa dia bisa ada disini?!
Aku segera mengatur debar jantungku.
Te-tenang, dia pasti tidak tahu kalau aku ini Yuri. Pura-pura tidak kenal dan pasang senyum seperti biasa saja. Ya, anggap saja seperti tamu lainnya yang biasa kulayani.
“Maaf menunggu.”
“Oh hei Ryu, kudengar kamu bisa membunuh wanita hanya dengan ciuman. Aku juga ingin merasakan ciumanmu, padahal sudah lama kutunggu tapi tidak pernah kebagian juga,” dia tersenyum menggoda.
Aku membungkuk memberi salam. “Maafkan ketidaksopanan saya. Seandainya saja saya lebih cepat menyadari kecantikan anda, pasti akan saya dahulukan.”
“Ah Ryu, kamu kerennnn!”
Jujur aku sama sekali tidak menyangka akan bertemu dengan Tiffany di tempat seperti ini. Host club. Tapi tamu tetaplah tamu, aku tetap harus melayaninya tanpa terkecuali, itulah prinsipku.
Kami duduk bersama sambil menikmati minuman dingin.
Tiffany menenggak minuman dinginnya, lalu memandangku. Tatapan matanya seperti menginspeksi seluruh diriku. Dari ujung kaki sampai ujung rambut. Hampir saja aku kehilangan ketenanganku.
“Ah… jadi terbawa suasana,” Tiffany bangkit lalu kali ini duduk di atas pangkuanku.
“Ryu, wajahmu benar-benar cantik.” Dia membelai pipiku.
Tiffany, idola sekolahku, sedang berada disini, dipangkuanku…
Yang lain pasti akan berteriak histeris kalau sampai tahu.
“Nona, anda mabuk,” kataku rikuh karena jarak kami yang terlalu dekat. Memang minuman yang kami minum ada mengandung alkohol.
“Panggil Tiffany saja,” katanya manja sambil memberi sebuah eye smile padaku. Membuatku sempat menelan ludah tanpa sadar oleh kecantikan matanya itu.
Perlahan-lahan lentik matanya menutupi bola matanya yang indah dan wajahnya semakin dekat ke arahku. Bibirnya yang merah muda terlihat begitu menantang.
“Tunggu sebentar.”
“Apa sih~?” tanyanya manja.
“Seharusnya saya yang memberikan ciuman kepada anda, tuan putri,” aku tersenyum ala host.
Kutangkup kedua pipinya dan ia memejamkan matanya, lalu kukulum bibirnya.
Dengan ini, kamu pun pasti akan takluk olehku.
“!”
Tapi ternyata aku salah.
Dia membalas ciumanku. Bibirnya mulai menghisap bibir bawahku dengan lembut, lalu berpindah ke bibir atasku dan kemudian lidahnya memasuki mulutku. Menari-nari dalam rongga mulutku.
Teknik menciumnya begitu menguasai… benar-benar memabukkanku.
Tidak mungkin! Aku?! Aku yang begitu mahir mencium ini kalah?!
Aku menutupi mulutku dengan tidak percaya. Darahku naik sampai ke kepala. Kurasa mukaku sudah merah sekarang.
Tak kusangka ada yeoja yang bisa mencium semahir ini.
Aku memperbaiki posisi dudukku, mencoba untuk tetap tenang.
Kemudian aku merasakan desah nafas di telingaku. “Aku sangat puas, biarkan aku membalasnya.”
Membalas?
Satu tangannya menyibak jasku.
Lalu aku merasa geli di sekitar pangkal pahaku.
Heh?
Begitu aku melihat ke arah bawah, ternyata tangannya sedang melepas sabuk yang kukenakan. Hendak membuka celanaku.
“Ti-Tiffany?!”
Dia menatapku dan tersenyum menggoda. “Akan kuberikan servis spesial.”
“Eeeeekh!?”
Sepanjang pengalamanku bekerja belum pernah ada cewek yang seberani ini.
Dia mendorongku jatuh ke sofa dan menindihku.
“Tu-tunggu-”
Aku hendak mencegahnya tapi dia menahan kedua tanganku di atas kepalaku. Lalu mencium leherku.
“A-ah… Tiffany jangan…!”
Banyak orang-orang mulai melihat ke arah kami.
Kurasakan lidahnya yang menyapu leherku. Meninggalkan jejak basah di leherku yang jenjang. Dadaku bergejolak dengan gairah. Aku tidak bisa menahan desahan yang keluar dari bibirku.
“Mmmm…”
Tangannya menyentuh selangkanganku. Hampir menyentuh…
GAWAT! Bisa ketahuan kalau aku cewek nih!
“Kumohon hentikan!” pintaku.
Di saat terjepit terdengar suara oppa yang datang menolongku. “Mohon maaf yang sebesar-besarnya, waktu anda sudah habis.”
Tiffany bangkit dengan wajah cemberut. “Ish, mengganggu saja.”
Lalu ia berpaling padaku dan mengerlingkan sebelah matanya. “Besok aku akan kembali, Ryu.”
Lalu ia pergi meninggalkanku yang masih dengan jantung berdebar-debar.
Fiuh, nyaris saja. Gomawo, oppa.
______________________________________________________________________________

Keesokan paginya, aku benar-benar stres kepikiran kejadian kemarin.
Ugh… kemampuanku sebagai host sedang mengalami krisis. Tak kusangka ada yang bisa mencium sehebat itu.
Yang benar saja… masa aku bisa dimabukkan oleh cewek?
Tidak bisa dipercaya… mengingatnya saja sudah membuat jantungku berdebar-debar dengan keras.
“Hei lihat, itu si cewek kuper.”
“!”
“Lho, dia cewek ya? Kukira cowok.”
Aku menjadi muak mendengar dua perkataan cowok itu. Entah kenapa terkadang aku tidak dipandang sebagai cewek oleh sebagian murid di sekolah ini. Kehidupan sosialku sebagai Yuri sudah tak tertolong lagi. Makanya sekarang aku hanya bisa mengandalkan identitasku sebagai Ryu di host club.
Karena aku lebih sering berjalan menunduk aku tak melihat ada orang di depanku. Aku menghentikan langkahku sebelum menabraknya.
“Ah, kamu yang kemarin”
Tiffany!
Kami berpapasan!
Mukaku menjadi panas mengingat apa yang dilakukannya terhadapku kemarin malam.
“Kemarin maaf ya aku menabrakmu.”
“I-iya, gwenchana.” Aku tidak berani menatap matanya karena tatapan matanya itu seperti sedang berusaha menyelidikiku.
Oh tidak, dia tidak menyadari identitasku sebagai Ryu kan?
“Hei, Tiffany!” beruntung ada seorang gadis memanggilnya.
“Oh, sudah ya.”
Kemudian aku melihat Tiffany mengobrol-ngobrol dengan gadis itu.
Aku tak bisa menyingkirkannya dari pikiranku bahwa Tiffany yang berada di sekolah sifatnya berbeda dengan Tiffany semalam.
______________________________________________________________________________

Sesuai dengan kata-katanya, hari ini Tiffany datang lagi. Seperti kemarin, hari ini pun penampilannya juga amat menggoda.
“Ryu, aku kangen.” Begitu duduk di sebelahku, dia langsung memelukku. Aku merasa sedikit risih saat dadanya menempel di dadaku.
Kami duduk bersama dan minum-minum. Tanpa kusadari aku duduk dengan mengambil sedikit jarak. Takut kalau dia akan melakukan hal seperti kemarin.
“Eh Ryu, kamu sekolah dimana?”
“Di SMA M”
Dan saat aku mengatakannya barulah aku menyesal kalau aku telah keceplosan. Tiffany kan juga dari sekolah yang sama!
“Benarkah? Tapi kok aku belum pernah melihatmu ya?”
“Eh, anu itu…” dengan sedikit panik aku berusaha beralasan. “Aku menyamar agar tidak diketahui sekolah kalau aku bekerja di host club, haha.”
“Heee~ pantas, kalau begitu Ryu, seperti apa sosokmu di sekolah?”
Seperti apa…
Seorang gadis kuper, berkacamata, dan dijauhi orang-orang. Tapi mana mungkin kukatakan.
Aku menaruh jari telunjuk di bibirku dan tersenyum. “Rahasia.”
“Ah Ryu pelit~”
Tiffany meletakkan tangannya di pundakku lalu mendekatkan wajahnya dan berbisik. “Kalau begitu kalau aku bisa menemukan sosok aslimu di sekolah, Ryu mau ya jadi pacarku?”
Mataku terbelalak mendengar pernyataannya. Sementara Tiffany tersenyum penuh tantangan.
Tapi lalu aku merasa sedih.
Kamu tidak akan mungkin bisa menemukanku, Tiffany, karena aku bukanlah cowok seperti yang kamu kira…
______________________________________________________________________________

Keesokan harinya.
Seperti sengaja direncanakan oleh Yang Maha Kuasa, hari ini aku berpapasan dengan Tiffany lagi.
DEG
“Annyeong.”
“Annyeong,” balasku masih dengan wajah tertunduk.
Tiffany mencondongkan sedikit tubuhnya ke bawah bermaksud melihat wajahku. Tapi aku segera menghindar berkontak mata dengannya.
“Ya, kamu tahu cowok bernama Ryu di sekolah ini?” tanyanya.
Geh!
“Ti-tidak kenal, permisi,” elakku.
Gawat!
Aku menjauh darinya lalu buru-buru kabur.
“Oh cewek kuper.” Kali ini aku berpapasan dengan cowok yang menghinaku di halaman belakang.
Mendadak aku punya ide.
Buk
Aku memukul lehernya dari samping. Dia pingsan dan tak berkutik lagi.
Maafkan aku, batinku tanpa disertai ketulusan.
Lalu kulucuti seragamnya. Melepas kacamataku dan menggantinya dengan lensa kontak biru yang untung kubawa. Dan memakai wig dari rambut asli yang biasa kupakai di host club.
Kemudian aku segera menemui Tiffany.
“Mencariku?”
Seperti orang yang sepenuhnya berbeda. Aku menyapanya dengan penuh senyum.
“Ohh Ryu^^ kok kamu berpenampilan seperti itu? Katamu kamu menyamar?”
“Supaya-” aku mendekatinya dan tersenyum menawan, “Kamu bisa langsung mengenaliku, baby~”
“Kyaaaa senangnya!^^ aku bisa bertemu dengan Ryu di sekolah. Sosokmu dengan seragam juga keren.”
“Go-gomawo.”
Identitasku yang sebenarnya tidak boleh ketahuan. Namaku sebagai host dipertaruhkan.
“Ryu, mau jalan-jalan denganku?”
“Oke.”
Tidak tahu kenapa tapi aku malah mengiyakannya.
Kami berdua membolos dan pergi ke mall, melihat-lihat toko baju. Aku dengan sukarela memakai baju sesuai dengan yang dipilihkannya.
“Gimana?”
“Keren bangettttt!” tanpa malu-malu ia memelukku di depan umum. Meski risih tapi entah kenapa aku juga merasa senang dipeluk olehnya.
“Tolong dikirim ke alamat ini.”
Tiffany membeli banyak sekali baju-baju termasuk baju yang kupakai, katanya buat aku, aku yang melihat jumlah nol di belakangnya sampai membelalak tidak percaya.
Pasti orang tua Tiffany kaya sekali, pikirku.
Saat berjalan-jalan kami melihat pameran mobil.
“Kamu mau?”
“E-enggak, nggak punya sim.”
Dalam batinku, masa dia serius mau membelikanku mobil?
Keluar dari mall, kami berjalan-jalan di tengah kota.
Tiffany bergelayut dengan manja di lenganku, rasanya dia seperti tidak mau melepaskanku. Tapi herannya aku tak keberatan meski banyak orang yang melihat.
“Istirahat dulu yuk?”
Tiffany setengah menarik lenganku sambil menunjuk sebuah gedung.
“?”
Saat kulihat, rahangku langsung jatuh.
Love hotel. Omona!
“A-aku lapar, kita makan saja yuk,” kataku beralasan.
Sebenarnya dalam hati aku sudah berkeringat dingin.
Yang benar saja, masa dia mengajakku ke love hotel?! Lagipula identitasku bisa ketahuan!
Sewaktu di restoran, sambil tersenyum Tiffany terus menyuapiku.
Tapi karena tidak mau menyakiti hatinya, dan eye smile yang indah itu terpaksa aku memakannya semua walau aku tidak terbiasa disuapin di depan umum.
______________________________________________________________________________

Di sebuah taman.
Tiffany berbaring di pahaku. Wajahnya tampak bahagia saat kubelai rambutnya.
Uhh, kenapa ini? Kenapa aku mulai merasa aneh saat bersama Tiffany?
Memang aku mengaguminya tapi…
“Aku menyukaimu, Ryu…” katanya tiba-tiba. “Ini pertama kalinya aku merasakan seperti ini terhadap seseorang…”
“………………….” aku tetap diam bukan karena aku meragukan perasaannya.
“Aku sungguh-sungguh. Jika dengan uang aku bisa melewatkan waktu bersamamu, akan kubeli…”
Dengan gemulai ia menggenggam tanganku dan mengemut jari telunjukku.
Tiffany…
Lalu bibir kami saling bertautan.
Dia merengkuh leherku dengan mesra. Menekankan bibirnya lebih kuat.
Aku bisa merasakan liur kami bercampur.
…kalau seperti ini cowok manapun pasti akan takluk. Sebab Tiffany memiliki pesona yang susah ditepis baik oleh gender mana pun. Baru kusadari kalau ternyata aku tidak tahu apa-apa tentang dirinya.
Tiffany… apa dia sering melakukan ini dengan cowok…?
Mendadak hatiku terasa sakit.
Aku mulai merasakan perasaan sayang pada gadis ini. Akhirnya aku menyadarinya.
“Hei bro, kayaknya asyik banget, bagi dong ceweknya.”
Kami terkejut ketika melihat beberapa preman sudah mengelilingi kami.
Celaka!
Aku mulai berkeringat, menyadari kalau kami dalam bahaya.
“Aku nggak berminat sama makhluk jelek kayak kalian, sana pergi!” usir Tiffany.
Ti-Tiffany!? Kenapa kamu malah manas-manasin mereka?!
“Beraninya,” preman itu mencengkram tangan Tiffany dengan kasar. Kelihatan sekali kalau Tiffany tidak suka diperlakukan seperti itu.
Buk
Sebelum aku sempat berpikir dua kali, aku sudah memukulnya.
“Tiffany, cepat lari!”
Tapi Tiffany malah tidak beranjak dari tempatnya, tampaknya dia khawatir.
“Cepat!”
Buk
Aku tidak sempat menghindar, pipiku terkena tinjunya.
Aku menjadi sasaran kemarahan mereka. Aku meringkuk saat dipukuli dan ditendang oleh mereka.
“Uhuk!” darah keluar dari mulutku.
“Hentikannnnn!” jeritnya. Tapi mereka tidak peduli pada teriakan Tiffany dan terus menghajarku. Tiffany hanya bisa melihatku dipukuli tanpa bisa berbuat apa-apa.
Setelah puas memukuliku mereka baru pergi.
Tiffany membantuku yang sempoyongan berdiri, membawaku yang babak belur ke hotel dan membaringkanku.
……………………………………………
Sentuhan yang hangat dan nyaman menyentuh bibirku.
“Maaf Ryu… kamu baik-baik saja?”
Saat aku membuka mata aku melihat sebuah handuk basah sedang menyeka bibirku, air mata mengalir dari matanya yang cantik.
Aku mengangkat tanganku dan menyeka air matanya.
“Melindungi tamu… juga merupakan tugas kami para host…”
Biarpun aku sadar kalau aku lemah, tapi aku ingin melindungi Tiffany…
“……………….” wajahnya tampak sangat sedih.
Aku memaksakan senyum agar ia tidak khawatir, walau terasa agak sakit ketika aku mencoba melebarkan senyumku.
“Aku akan mengobati lukamu, buka bajumu.”
Aku tersentak saat tangannya hampir mengangkat bajuku. Aku segera mengelak.
“A-aku nggak apa-apa! Aku mau mandi saja.”
Aku bangun dari tempat tidur.
Nyut
Sekujur tubuhku terasa sakit.
Tapi kalau aku tetap disitu, bahaya…
Aku memaksa masuk ke dalam kamar mandi, melepas baju dan menyalakan shower. Air hangat mengguyur tubuhku yang luka.
Aku tak ingin… identitasku ketahuan hanya kepada Tiffany…
Kalau itu terjadi, maka aku tak akan bisa bersama dengannya lagi…
Tok tok tok
DEG
Aku baru ingat kalau lupa mengunci pintu.
“…ya?”
“Boleh aku masuk?”
Aku tahu dia tidak bermaksud apa-apa karena nadanya terdengar khawatir.
“Ja-jangan!”
“…kamu membenciku…?”
Ah… barangkali dia merasakan sikapku yang terlihat seolah menepisnya.
“Ma-mana mungkin! Aku…” aku menarik nafas dan memutuskan untuk terus terang.
“Aku juga suka sama kamu Tiffany… tapi… biarpun suka… kita tidak mungkin bisa bersama…” aku menggigit bibirku. Menahan rasa perih di dadaku.
“Ke-kenapa Ryu? Kalau kita sama-sama punya perasaan yang sama, kenapa tidak?”
“Sebab aku tidaklah seperti yang kau pikirkan… aku yakin kalau kau tahu diriku yang sebenarnya kau akan kecewa dan membenciku…”
Meskipun Tiffany adalah perempuan, tapi aku tetap menyukainya… tapi Tiffany belum tentu akan menerima diriku kalau tahu aku ini perempuan…
Dia mencintai Ryu yang kuperankan… bukan Yuri…
“…………………”
Aku mengeringkan tubuhku dan kembali berpakaian. Lalu aku keluar.
“Tiffany, lebih baik hubungan kita sampai disini saja…”
“Eh Ryu?”
Aku mengecup keningnya, saat melakukannya air mataku jatuh ke pipinya.
“Lebih baik kamu berhenti menemuiku.” lalu setelah berkata begitu, aku berlari keluar meninggalkannya.
“Tunggu Ryu!”
Annyeong Tiffany…
Seluruh tubuhku sakit, tapi lebih sakit lagi hatiku…
Hari itu aku tidak datang ke klub. Kubilang pada oppa kalau aku sakit. Kudengar dari oppa banyak yang mencariku termasuk Tiffany. Tapi aku yang sekarang ini belum bisa menemuinya.

Hari berganti dan sekarang memasuki musim dingin. Beruntung aku bisa menyembunyikan memar-memarku dibalik baju lengan panjang atau jaket.
Saat bangun paginya aku memandangi diriku di cermin. Yang terpantul disana adalah wajah Yuri yang kusut.
Sudah lama aku tidak menjadi Ryu…
Sudah lima hari berlalu. Walau aku masih berangkat sekolah seperti biasa tapi aku masih belum mau kembali klub. Aku tidak tahu sampai kapan…
______________________________________________________________________________

Pagi yang cerah.
Di sekolah aku dapat melihatnya setiap hari dari kejauhan.
Tiffany…
Sudah satu minggu berlalu sejak saat itu.
Rasa sesak itu kembali muncul di dadaku. Hatiku selalu terasa pedih ketika mengenangnya.
Bibirmu yang basah. Suaramu yang indah. Eye smilemu yang manis. Semua yang waktu itu dapat kumiliki… tapi semua itu tidak akan bisa kuraih lagi…
Tidak mungkin dia tahu… dan dia tidak akan pernah tahu… karena aku tidak pernah memberitahunya.
Aku melihatnya berjalan ke arahku dan aku berjalan ke arahnya. Tatapan matanya lurus tidak memandang ke arahku.
“………………….”
“………………….”
Jarak di antara kami semakin kecil.
Tiga meter. Dua meter. Satu meter.
Dan dia berjalan melewatiku.
Ternyata memang, perasaanku harus berakhir disini…
“Ketemu juga.”
Tanganku ditarik.
“Hah?”
“Ryu, ah bukan, Yuri.”
Dia menatapku dengan mata berkaca-kaca lalu memelukku dengan erat. “Akhirnya aku menemukanmu, aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi…”
Otakku masih tidak bisa mempercayai apa yang terjadi.
“Ke-kenapa bisa tahu?” air mata mulai menggenang mataku. “Aku kan tidak pernah mengatakannya.”
“…saat aku bersamamu… aku selalu merasakan getaran-getaran aneh, seperti saat aku sedang bersama dengan Ryu. Tapi aku tak menyangka kalau kamu benar-benar adalah Ryu.”
“Uhh…”
“Makanya selama beberapa hari ini aku selalu memperhatikanmu dari jauh sampai aku yakin kalau kamu adalah orang yang kucari.”
Kemudian ia melepas pelukannya.
“Aku menyukaimu! Tidak peduli kau adalah Ryu atau Yuri, aku tetap menyukaimu!”
“Tiffany…”
“Dan karena aku bisa menemukan sosokmu sesuai janji, maukah kamu menjadi kekasihku?”
Seperti mimpi… aku tidak percaya akan keajaiban yang terjadi padaku.
“Uh… huuu… huuu…”
“Jangan menangis Yuri ah.”
Lalu ia menciumku, tidak peduli kami sedang berada di sekolah. Tapi aku tidak menolaknya dan membalas ciumannya dengan sama panasnya.
Semua murid-murid melihat ke arah kami dan bergosip.
“Serius tuh, Tiffany sama Yuri?”
“Ci-cium?!”
Kami melepaskan ciuman dan sama-sama bertukar senyum, “Kita bakalan jadi gosip seminggu penuh nih.”
“Hehe, kamu malu Kwon Yuri?^^”
“Siapa bilang, justru kamu yang harus bersiap-siap, karena kita akan menjadi artis di sekolah ini,” kataku sambil tersenyum penuh arti.
“Ne^^”
Karena dia sudah menerima diriku apa adanya. Gosip seperti apa pun, tidak akan kupedulikan. Dan juga, terima kasih… karena kau telah menemukan sosok asliku…

Setelah itu aku kembali bekerja sebagai host. Lalu Tiffany akan selalu datang menemuiku. Mulai sekarang kami akan terus bersama-sama baik di host club maupun di sekolah.
Dan akan kuberi servis spesial untuk kekasihku ini.

*~The End~*

Advertisements

Comments on: "My Secret Part Time Job (One Shot)" (78)

  1. owww kereennn nih :)) tapi sayang cuma oneshot :(( aku juga mau diservis sama ryu dong wkwkwk

  2. Weuyyy kerend bgt FF ea thor ..
    Gila ku gx kpkran ada ea crta kya gni ..
    Xeexeexee …
    Asik bgt …
    Trus Yulti jga ccok bgt mrnin krakter msing2 ..
    Dpet bgt fell ea …
    Kerend thor …

  3. derby407 said:

    Gillaaa,, sikapnya fany beda bgt pas di sekolah sma di host
    Ckck
    Gak bisa bayangin fotonya yuri dijejerin sma fotonya ryu haha
    Laaaanjuuuutttt!!!!

  4. dian yoonsic said:

    wow yulti jjang

  5. puputt said:

    ohoho
    Masing” punya kepribadian ganda =D
    Sekuel dong thor, sekuel!

  6. Im JungMickey said:

    Wah.. Nggak tau kenapa abis baca FF ini badan aku jadi gatar-getar..
    YulTi Jjang ,, Buat sequel lagi nih biar seru “I NEED SEQUEL”

  7. keren thor. Gw juga mw diservis ma ryu ato yuri pun jdi lah. Hahaha

  8. keren ceritanya…. pasti susah bgt menutupi identitas asli kyk gitu..
    ehmm…. kiss me ryu.. haha.. 😀

  9. Tareetaree Lezthare said:

    Yulti ya.. Hahah tapi aku mlah ngenayagin nya taeny.
    T,T… Wkwkw

  10. kyaaaa, keren ceritax 😀
    authorx lucu deh,, katax mw hiatus 😛 tp bgus jg kalo apdate trus, hahaha

  11. cerita yang menarik dan unik! ini sih emang yulti yang cocok di ff ini. hehehe.
    tumben un bikin yulti… 😛
    but overall is so good.
    JJang!

  12. woow. . ryu-yuri, sica baby mo d kemanain. . ??
    kekekekkk
    yulti jjang !!

  13. prillyties said:

    kyaa yulti kyaa aku suja suka kukira bakalan tak bersatu ternyata yeay bersatu.siip lah thanks authornya 🙂

  14. defy86 said:

    anyeong.
    awalnya sy enggan baca ff ini krn gak suka yulti. jd sy paksa diriku utk baca ff ini.
    ternyata bagus dan keren banget. tadi sy harap taeny di sini tp yul cocok perankan tokoh ini. daebak.
    sy harap tiffany kasi servis special hehehe.

  15. Krystalized said:

    Lama banget kaga mampir kesini, ternyata banyak smut -_-
    boleh minta pw-nya kaga yg 2ny ??
    Kirimya ke amalia.diyah@yahoo.co.id makasih

  16. wah topppp banget critanya…
    haha pas bka wp ini ternyata author udah update 2 crita..katanya hiatus??gak msalah deh..makasih ya thor..
    oh iya,mnta PW-x petting dong thor..krim ke sherinerunkat@gmail.com..please..gomawo..

  17. 'rusa' said:

    wah, yulti cocok sama cerita ini >_<
    apa ga cemburu tuh fany kalo yul tetep jadi host ngelayani cewek2 lainnya padahal mereka udah jadian? wkwk ah itu mah urusan mereka sih ya 😛
    btw aku minta pw dong 😀 lewat mana nih? lewat fb bisa ga? 😀

  18. nie_taeny said:

    Test

    • nie_taeny said:

      Trnyata ud bisa coment 😀
      Crita ny daebak thor,, trnyata cinta Yuri gx btepuk sblh tngan
      #senengnyAaaa
      Thor, pw petting 5 bagi2 donk
      #puppyeyes
      Qrim k’email ku yaaaa
      *chuuuuU

  19. cerita ny keren nih…
    kirain yuri bkalan jd banci krna liat genre ny….

    fany gk cembukor tuh yuri or ryu ngasi bibir ny buat gadis lain…

  20. Monnnnnnn…utk kedua kalinya ak baca ini dan masih bikin ak takjub, dlu nama cewe yg skrg Tiffany sp ya?hehehe…keren mon
    Yg maria coba di revisi donk 😀
    *plakkk

  21. yulti ya…wah tapi keren thor.suka sama cerita’a 🙂

  22. seingat aku, judul di fictionpress bukan ini kan?

  23. yulti sama2 punya dua kepribadian
    w suka ma jalan ceritannya, bikin sequel ya dong thor

  24. Kyaaaaaaa knpa jd deg”n gni yah?hahahaha….
    Ceritanyaaa asikk..yulti the bestlahh…
    Gada sekuel gtu?knpa ga dijadiin gender bander aja nic?

  25. agustina_huang said:

    Yeah…author muncul lg… Sllu gk sbr nunggu ff buatan author nih… Ff Yulti keren jg nih critanya… Yuri=ryu menarik bgt… Thor tlg mnta pw 2ny ya,dikrm ke email I’d ini.. gomawo ya thor
    Hwaiting.. Ttep ditunggu ff2 slnjutnya ^^

  26. icepearl_choding said:

    aaahhh keren bgd nih ff nya 😀
    wow yul beda bgd ya pas diskolah sma pas jdi host kekeke

    oh iya author boleh minta pw petting 2Ny kah ?klo boleh tolong kirimin ke email aku ya kwon_inka@yahoo.com
    gomawo author 🙂

  27. wow… keren nih ff
    bayangin si ryu jadi cengar cengir sendiri /_\
    squel dong thor kekekeke…

    oiya boleh bagi pw petting 5 (2ny) nya ga?
    kiriminin ke email id ku ya? gomawo~~ OTL

  28. author ada angin apa buat pairing YulTi? katanya ngga suka. hehe
    tapi ceritanya bagus banget. aku suka aku suka 😀
    yuri emang cakep banget kalo jadi namja.
    author yg baik hati dan tidak sombong juga rajin menabung minta pw yg 2ny dong *wink* =)
    kamsahamnida ^^

    • Memang aku gak suka yulti tp aku suka bereksperimen dgn pairing2. Makanya di wpku banyak berbagai pairing ini 😀
      Sdh kukirim

  29. gila kece… ‘0’ ck entar pany ga panas gitu luliat yuri di jamah yg lain u,u

  30. limsilalahi said:

    Ngarepin sequel :3 tapi kalo beneran ada sequelnya jangan2 bener lagi si Pany ikutan ngehost bareng Ryu ><

  31. YulTi YulTi YulTi loll
    Fany agak byun ya disini kekekeke

  32. Shin young said:

    Kerennnn…

    Cuman coment itu aja,bingung sih! 😀

  33. Desi si locksmith said:

    Cman satu kata DAEBAk.
    Wkwkwkwkwkw
    trharu,so sweet,tegang (?),bahagia,smua ada di ff ni.
    Hahahahahah

  34. Ah aku baru nemu FF ini thor.. dari dulu aku tuh nyari2 ff YulTi di wp susah bgt tp berkat author bikin list FF akhirnya aku nemu FF ini 😀
    Suka deh, ceritanya unik.. 🙂

    • gitu ya? kalau indo memang ff YulTi langka
      author kurang suka pairing ini sih, hanya bikin buat iseng aja dan kebetulan karakternya yg paling pas 🙂

  35. yolanda said:

    wow daebak sosweet bgt huuuu

  36. kereeen bgt ff nya author..
    suka bgt ceriitanya, ama kata katanya kaya yg biasa dikomik. author suka baca komik ya?

  37. Ħaǻ •̃͡-̮•̃͡Ħaǻ •̃͡-̮•̃͡Ħaǻ •̃͡-̮•̃͡Ħaǻ •̃͡-̮•̃͡Ħa keren bgt
    Smw psti diselipin nc

  38. Eghielf rfShipperONE said:

    Kyaaaa… Aku juga mau dong Ryu eh Yuri mksudnya…

    Ya ampun thor dpat wangsit dari mana bisa bikin cerita yang super duper Kerrreeen gini..

    Hhehehe. . .

  39. Keren ff nya bagus tp yuri kok jd cw kuper di sekolah tp cool di host club pengen dunk daper ciuman dari ryu 😀

  40. uwo.. karakter yuri sama fany bad girl juga, tapi sweet..

  41. ryuuuuu, aku juga mau/?! wahahaha kukira yuri berubah jadi cowok, ternyata pura-pura jadi cowok :”D lagi feel yulti setelah ada selca yulti sama hani/?
    keren lah, dapat ide darimana sih. kok bagus bagus :”D pengen baca ff lain dulu ah, nanti commnet lagi/? lol /wush/?

  42. Alya Rohali said:

    Baru nemu nih ff 😀
    Ppany disini yadong (?) Banget yaa… 😀
    Bikin YulTi lagii dongg aku suka 😀
    Saya reader baru thor salam kenal 🙂
    FFmu banyak banget yaa klo ada waktu saya mau mampir lagi 😀 #DikacanginAuthor hiks 😥 hiks 😥
    Kaboor ahh sebelum author bawa golok (?) Wkwk xD 😀

  43. hennyhilda said:

    Hai author maaf br kambek lg hehehe bbrp hr k wp yg dsranin m author 🙂 gomawo
    N maaf y klo ff nya aq baca ulang lg abzn bgz
    Semangat author

  44. Wah… ternyata dari dulu imajinasi author sudah ‘wild’ yahh~ amazing~

  45. snsd lover said:

    wow..aku pn diservice sma Ryu..YulTi pn best..bgus deh..ini sudah kali ke-3 aku baca ff ni..mmg deabak thor..minta pw yg diprotect dong..mau baca smua ff nya and comment skali..

  46. Ih, so sweetttttt. Kalau Yuri unnie berubah jadi oppa pasti ganteng banget. Secara gituloh, Yuri unnie punya tatapan elang ^^

    Maifate unnie, lain kali buat cerita kayak gini lagi yah 😀 Kalok bisa yang jadi pairingnya YulSic unnie ^^ Pasti aw aw binggo 😀

  47. Ceritanya keren 😉
    Semangat bikin ffnya..ditunggu karya ff lainnya 😊
    Kalau bisa bikin ff yang pairingnya jarang ada,, kayak soofany itu 😁

  48. zainyjess said:

    Hahaha kebayang thor kalo fany agresive kaya gitu hahaha… Good job thor ,, endingnya enak hahaha
    #hwaiting

  49. Vin RfKimHwang said:

    So sweettt, tapi sedikit ga trllu suka dgn couple ini, tp bagus kuq thor

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: