~Thank you for your comments~

Pairing : SooSun
Genre : Romance, drama, comedy
enjoy~

Namaku Lee Sunny, seorang gadis SMA biasa.
Akhir-akhir ini mitos cinta di sekolahku menjadi sangat populer di kalangan para yeoja. Dan menjadi salah satu perbincangan hangat di kelas. Dan sama seperti teman-teman yeojaku yang lain, aku juga percaya.
“Kyaa, kata mitos yang pertama jika melihat 7 warna pelangi di sekolah, maka kau akan segera bertemu dengan belahan jiwamu. Lalu, jika seminggu kemudian kau kembali ke tempat waktu kau melihat pelangi itu pada waktu yang sama, maka belahan jiwamu akan muncul disana.” ujar Jessica bersemangat.
“Benarkah?! Aku jadi ingin cepat-cepat melihat pelangi, kyaaa cepat hujan dong^^” kata Tiffany.
Tapi disaat kita sedang asyik mengobrol.
“Ck, buat apa percaya takhayul?” tukas Sooyoung yang tiba-tiba menyela pembicaraan kita.
“Sooyoung ah!!” kata Jessica gusar.
Sooyoung sering kali ikut campur di saat kita sedang mengobrol dengan asyik-asyiknya. Dan sering kali pula ia menyindir, mengejek, atau mengomentari yang jelek-jelek. Karena itu Jessica dan Tiffany menjulukinya sebagai NaSoo.
“Seperti orang bodoh saja,” kata Sooyoung sambil menggeleng.
“Kalau nggak percaya, nggak akan terkabul tahu,” bela Tiffany.
“Ya, ya,” sahut Sooyoung acuh tak acuh sambil melangkah keluar kelas.
Aku penasaran sama sikap Sooyoung, kenapa dia selalu bersikap seperti itu?
Choi Sooyoung seorang gadis feminin berambut panjang. Sikapnya supel. Karena itu dia bisa dekat dengan siapa saja.
Tapi dia cuek terhadap semua mitos-mitos cinta sekolah ini. Apa Sooyoung sudah punya kekasih jadi dia tidak percaya pada mitos?
______________________________________________________________________________

Pulang sekolah.
Karena hari ini Sunny bertugas membersihkan kelas maka dia tetap tinggal di sekolah sehabis jam pelajaran.
Wah sudah telat sekali, pikir Sunny sambil melirik jam.
Cepat-cepat dia segera meninggalkan kelas dan ketika Sunny melintasi gerbang sekolah dia melihat pelangi.
“Wah ada pelangi, tadi sempat hujan ringan sih ya.”
Mendadak kesadaran itu menyentakkan Sunny.
Eh tunggu itu berarti ! Aku akan bertemu dengan belahan jiwaku seminggu lagi disini!
Esok harinya buru-buru Sunny menceritakannya pada teman-temannya.
“Eh?! Kamu lihat pelangi sepulang sekolah di dekat gerbang sekolah?!” kata Jessica.
“Ne!” Sunny mengangguk senang.
“Wah coba saja kemarin aku nungguin Sunny pasti aku juga bisa lihat,” keluh Tiffany sedikit kecewa.
“Hehe apa mitosnya benar ya, jadi tidak sabar.” Sunny senyum-senyum.
“Jam berapa waktu kamu lihat?”
“Ngg, sekitar dua puluh menit setelah bubaran sekolah sepertinya?”
“Wah kamu beruntung, karena kudengar banyak yang setelah itu mereka benar-benar jadian^^”
“Jeongmal?”
“Ne.”
Dari luar kelas Sooyoung mendengar percakapan mereka secara tidak sengaja.
“Mana mungkin…” bisiknya tak terdengar oleh siapapun.
______________________________________________________________________________

Seminggu kemudian, tepat setelah habis piket sepulang sekolah Sunny bergegas pergi ke gerbang sekolah.
Sudah jamnya! pikirnya sambil melirik jam ponselnya.
Tapi ketika ia sampai di depan gerbang sekolah tidak ada siapa-siapa disana. Wajar saja karena semua siswa sudah pulang. Padahal baru dua puluh menit semenjak bel pulang berbunyi.
Tiba-tiba Sunny merasakan kehadiran seseorang di belakangnya.
“Ngapain kamu.”
“Sooyoung? Kok kamu ada disini, kan kamu nggak ada piket?” Sunny terkejut ketika melihat Sooyoung masih di sekolah.
“Yeah, mengecek orang bodoh yang percaya sama mitos,” ejek Sooyoung sambil memutar bola matanya.
“Mwo?! Jadi kamu sengaja belum pulang dari tadi hanya untuk mengolokku?!”
“Ya, cuma buang-buang waktu saja.”
“Grrr! Liat aja! Nanti aku pasti akan mendapatkan pacar yang super keren dan ganteng! Irilah!” jawab Sunny judes.
“Heh,” Sooyoung tersenyum menyeringai sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya.
“Mwo?!”
“Belum tentu belahan jiwa yang kamu harapkan itu ganteng ataupun keren, jelek kali.” Sooyoung tertawa mengejek.
“Pasti!”
“Bagaimana kamu bisa begitu yakin.”
“Insting. Pokoknya aku akan tunggu, pasti sebentar lagi dia akan datang.”
Tapi setelah 15 menit berlalu pun tidak ada seorang pun yang datang.
Sunny mulai bertanya-tanya soal mitos itu dalam hati.
Gimana sih, kok belum datang juga? Kan sudah lewat dari jamnya!
Sunny sekali lagi mengecek jamnya untuk memastikan, tapi dilihat berapa kalipun waktunya sudah lewat lama.
“Hei… mau berapa lama lagi kamu menunggu?”
“Terserah aku dong!”
“Nggak ada artinya. Semua sudah pada pulang termasuk guru-guru.”
“Berisik Sooyoung! Kalau kamu disini hanya mau mengolokku lebih baik kamu pulang saja!”
“Lho, aku kan mau membuktikan kebohongan mitos itu.”
“Kamu hanya mau menertawakanku! Kamu kan nggak percaya!”
“…hei”
“Mwo!”
“Mitosnya kan bilang kalau belahan jiwamu akan muncul di jam dan tempat yang sama kamu melihat pelangi seminggu yang lalu kan?”
“Terus?”
“Karena hanya ada aku selain kamu disini berarti….” Sooyoung mendekat sampai wajahnya sangat dekat dengan Sunny. “Aku belahan jiwamu dong?”
Dari jarak sangat dekat, Sunny menengadah ke atas membalas tatapan yeoja jangkung itu. Tanpa sadar dia menelan ludah dengan gugup.
Sunny mundur selangkah. “Ma-mana mungkin! Kamu kan yeoja!”
“Makanya itu.”
“Maksud kamu?”
“Berarti mitos itu bohong.” Setelah mengatakan itu Sooyoung merong pada Sunny.
“A…” Sunny tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk membalas perkataan Sooyoung.
“Atau mungkin kamu mau bilang kalau belahan jiwamu itu satpam sekolah ini,” kata Sooyoung sambil melihat dengan lelah ke arah satpam setengah baya yang sedang berjaga tak jauh dari gerbang sekolah.
“! Maldo andweeeeeeeee!!!” jerit Sunny kencang sampai satpam itu menoleh dengan kaget. Untung saja dia tidak punya penyakit jantung.
“Anio! Cheoldae aniya!”
“Suaramu keras sekali, Sun Kyu.”
“Aku pulang!” dengusnya sambil pergi meninggalkan Sooyoung yang memegangi perutnya dan tertawa keras-keras.
Setelah Sunny sudah tidak ada dalam pandangannya, Sooyoung menghela nafas.
“Karena aku yeoja ya…” bisik Sooyoung dengan suara kecil. Entah kenapa wajahnya terlihat muram ketika mengawasi punggung Sunny yang menjauh.

**

Keesokan harinya
“Hei Sunny! Gimana?! Kamu ketemu belahan jiwamu?! Dia ganteng gak?! Terus kalian jadian?!” Tiffany langsung nyamperin Sunny begitu dia datang dan dengan bersemangat membanjirinya dengan sejumlah pertanyaan.
Sunny menghela nafas.
“Nggak ada…”
“Eh?”
“Belahan jiwaku nggak datang..”
“Aneh, memang betul-betul nggak ada siapa-siapa yang datang?” tanya Jessica.
“Semut juga nggak datang?” canda Tiffany.
“Sooyoung ada datang, tapi dia hanya mengejekku, selain dia yang ada hanya satpam, tapi dia kan sudah beristri!”
“Berarti Sooyoung belahan jiwamu dong?” ejek Tiffany dengan nada bercanda.
Jessica tertawa, “Hahaha iya! Berarti belahan jiwamu itu memang Sooyoung!” lalu mereka berdua sama-sama tertawa.
“Nggak lucu! Sooyoung kan yeoja!”
Tapi mereka masih tertawa.
“Yah! Fany ah! Sica ya!”
“Oke oke, mianhae,” kata Tiffany sambil berusaha meredam tawanya.
“Sudahlah! Aku mau lihat apa mitos selanjutnya!”
“Oke,” Tiffany membuka majalah sekolah dan membacanya untuk mereka. “Yang kedua adalah jika sepasang kekasih berciuman di hari Valentine di sekolah ini, maka cinta mereka akan terikat dalam keabadian, kyaaaa romantis!”
“Hmm, sayang aku nggak punya kekasih,” tutur Jessica.
“Baiklah!” kata Sunny tanpa patah semangat.
“Tapi Valentine tinggal satu minggu lagi, apa bisa punya pacar dalam waktu seminggu?” Jessica meletakkan jarinya di pipinya sambil mengutarakan fakta.
“Itu bukan hal yang mustahil,” kata Sunny dengan optimis sambil menunjukkan tanda peace.
Dari jauh lagi-lagi Sooyoung menguping percakapan mereka.
“……………..”

**

Seminggu kemudian.
Sunny menghela nafas panjang.
“Aku ditolak melulu.”
“Kamunya juga yang terlalu ngebet Sunny, jadi namja-namja pada kabur,” kata Jessica.
“Kenapa malah jadi kalian berdua yang punya pacar huuuuu…. Dunia memang tidak adil” pekik Sunny.
“Hehe, sekarang aku sudah ada Taetae^^”
“Siapa Taetae? Nama yang lucu.”
“Kim Taeyeon yang sekelas sama kita.”
“Mwo?!”
“Wah Fany ah, kamu juga? Sebenarnya aku juga jadian sama Yuri, hehe.”
“Mwo?!”
“Dan kami juga sudah ciuman tadi! Kyaaaa!! Jadi malu!^^” Tiffany memegang kedua pipinya. Mendadak wajahnya merona merah. “Ah itu Taetae, Taetae!” Tiffany segera melambai padanya. Dan Taeyeon membalasnya dengan lambaian disertai senyuman mesra.
“Kyaaaaa! Senyumnya menawan kan?^^” ujar Tiffany bangga.
“Gimana kalian bisa jadian?” tanya Jessica.
“Akan kuceritakan^^ tapi nanti kamu juga ceritakan soal gimana kamu dan Yuri bisa jadian ya?”
“Ne.”
Sementara mereka berdua saling bertukar cerita, Sunny hanya diam mendengarkan cerita mereka berdua.

**

Pulang sekolah
Lagi-lagi Sunny menghela nafas panjang. “Hahh… Valentine yang dilewatkan sendirian itu menyedihkan… aku kan sudah SMA.”
“Kalau menghela nafas terus nanti cepet tua lho.”
“Suara menyebalkan ini pasti,” kata Sunny sebelum berpaling ke belakang.
“Mwo? Kenapa menatapku dengan tatapan sebel seperti itu?” cibir Sooyoung.
“Karena kamu pasti mau mengolokku lagi! Sudahlah! Aku bosan berdebat denganmu!” kata Sunny buru-buru membalikkan badan.
“Sunny, chankaman,” Sooyoung memegang tangan Sunny.
“Apa lagi?!” Sunny kembali memandang Sooyoung dengan sengit.
Pada saat yang hanya sesaat itu Sooyoung menutup jarak di antara mereka dan mencium Sunny tepat di bibir. Kejadian itu hanya terjadi sedetik jadi tidak ada yang menyadarinya selain kedua pelaku.
Sunny buru-buru mundur dengan kaget sambil menutupi bibirnya yang baru saja dicuri.
Ciuman pertamaku! Bibirku yang masih perawan! teriaknya dalam hati.
“Nah berarti mitosnya bohong,” kata Sooyoung sambil menjulurkan lidahnya.
“APANYA! Kamu kan bukan kekasihku ya jelas saja!” Sunny merasa parasnya terbakar akibat ciuman curian barusan.
“Pueh… padahal bibirmu seksi tapi ternyata nggak enak ya,” kata Sooyoung menunjukkan tampang seolah mual.
“Kembalikan ciuman pertamaku!” kata Sunny dengan suara yang hanya cukup didengar Sooyoung saja. Karena dia tidak mungkin meneriakkannya keras-keras, bisa-bisa nanti beredar gosip seantero sekolah.
Sooyoung hanya merong lalu berjalan pergi tanpa menghiraukan lagi perkataan Sunny.
Benar-benar deh Sooyoung itu! Apa sih maunya! Untung nggak ada yang lihat, kalau sampai nanti beredar gosip-gosip yang nggak benar aku nggak akan memaafkannya!
Apalagi kalau sampai Jessica dan Tiffany tahu, mereka pasti akan tambah mengejeknya.

**

Keesokan harinya
Uhh… aku nggak mungkin cerita sama Jessica dan Tiffany kalau aku dicium Sooyoung kemarin, pokoknya aku harus menghindari maniak cium itu!
“Ada apa? Kok wajahmu kelihatan bermasalah pagi-pagi?” tanya Tiffany.
“Ah nggak, nggak ada apa-apa,” kata Sunny takut ketahuan dan buru-buru mengubah topik. “Eh mitos berikutnya apa?”
“Emm.. kalau nggak salah jika kau mengubur kue berbentuk hati di bawah pohon dekat gerbang sekolah, maka kau akan bisa bersama dengan orang yang kau cintai.”
“Aneh-aneh saja mitosnya” potong Sooyoung.
Hii Sooyoung! batin Sunny mulai panik.
“Makin banyak saja orang bodoh yang percaya,” Sooyoung menggeleng-geleng dan pada saat itu matanya bertemu dengan Sunny. Paras Sunny mulai memerah sampai ke telinganya, dia buru-buru memalingkan wajahnya.
Uwaaaa! Jangan sampai bertemu pandang!
“………………” Mata Sooyoung terus mengawasi Sunny.

**

Keesokan harinya. Di bawah pohon dekat gerbang sekolah setelah pulang sekolah.
Nah mumpung nggak ada siapa-siapa lagi, tinggal dikubur.
Sunny bahkan belum sempat berjongkok ketika Sooyoung datang.
“Sudah kuduga kamu ada disini. Mau mengubur kue itu kan.”
“Kalau sudah tau nggak perlu nanya,” jawab Sunny tanpa memandang Sooyoung.
“…memang kamu punya orang yang kamu sukai?”
Jantung Sunny berhenti sesaat.
“Kamu selalu saja mengikuti mitos-mitos itu, tapi bagaimana dengan kamunya sendiri? Apa kamu punya orang yang benar-benar kamu sukai?”
Jantung Sunny berdetak kencang ketika mendengar kata-kata Sooyoung. Dia sendiri mulai ragu.
Apa aku memang punya orang yang benar-benar aku sukai? Apa berarti aku CUMA terlalu mengikuti mitos saja?
“Bu-bukan urusan kamu kan!” Sunny berpaling padanya, sembari berusaha memadamkan keraguannya.
“…urusanku…”
Eh?
Sooyoung mendekat. Dan kedua tangannya menyentuh pohon di belakang Sunny, mengunci pergerakan Sunny di tengah-tengah lengannya.
“Karena kamu begitu percaya sama mitos-mitos itu, aku jadi gelisah..” Sooyoung memandang kue yang dipegang Sunny dengan sedih.
Jantung Sunny mulai berdegup kencang.
Apa… yang dia katakan?
Sooyoung mengangkat dagu Sunny supaya dia menatap ke arahnya. “Sunny, aku…”
Sooyoung menunduk dan menyapukan bibirnya ke bibir Sunny dengan lembut. Mendadak Sunny merasa terlena. Sensasi ini bahkan melebihi ketika dia dicium kilat tempo hari.
Kenapa aku nggak ingin lepas?
Sunny sama sekali tidak bergerak ketika Sooyoung memagut bibir atasnya dengan lembut. Dia bahkan lupa pada apa yang akan dikerjakannya.
Sooyoung menjilat bibir bawahnya. Ketika bibir Sunny sedikit terbuka, lidahnya melesak masuk ke dalam. Sooyoung melilitkan lidahnya dengan lidah Sunny.
Sooyoung begitu mahir menciumnya sampai Sunny mendesah di sela-sela ciuman.
Tapi tiba-tiba ponsel Sooyoung berbunyi. Sooyoung melepaskan ciumannya dengan kesal.
“Cih, ganggu…”
Kemudian dia berjalan pergi sambil mengangkat ponselnya.
Sunny tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, sehingga dia hanya membeku di sana selama beberapa saat.

**

Keesokan harinya.
“Tidak bisa kupercaya…” kata Sunny masih dengan kata-kata yang sama yang sejak kemarin dilontarkannya sepulang ke rumah.
“Ada apa? Kok mendung gitu wajahmu?”
“Nggak ada apa-apa.” Sunny menyandarkan kepalanya di atas meja.
Tidak bisa kupercaya, kemarin aku bisa terbawa suasana sampai membiarkan diriku dicium Sooyoung lagi, dasar memang maniak cium.
Sunny memegang bungkusan kue di laci mejanya.
Gara-gara itu kuenya jadi nggak kukubur kemarin, ah sudahlah pokoknya hari ini pasti!
Tapi ternyata tidak berjalan semulus itu.

Pada saat jam istirahat. Di lorong kelas.
“Ngapain sih kamu deket-deket Sooyoung terus?!” kata seorang yeoja dengan sengit.
“Iya, menyebalkan liatnya tahu!” kata yeoja yang satunya lagi.
Siapa sih mereka? Fansnya Sooyoung? Jadi dia punya fans juga ya heee… nggak nyangka.
“Aku dan Sooyoung nggak ada apa-apa.”
Faktanya dia malah sering mengejekku, tambah Sunny dalam hati.
“Bohong!” yeoja itu merampas bungkusan kue yang dipegang Sunny. “Coba apa ini?!”
“Ah itu…”
“Kamu mau memberikan kue ini sama Sooyoung ya?!” desak gadis itu sambil menatap Sunny dengan tajam.
“Bukan, aku mau kubur kue itu di pohon dekat gerbang sekolah.”
“Hah kubur??? Jangan bilang kalau kamu juga ikut-ikut mitos bodoh itu?”
Gadis itu membuka bungkusannya dan menumpahkan kuenya keluar lalu menginjaknya.
“!”
“Nih kubur tuh kue!” lalu gadis itu berjalan pergi dengan kesal.
“Ah…” Sunny berjongkok dan melihat kuenya yang sudah hancur berantakan, sekarang bentuknya sudah tidak lagi berbentuk hati.
“Padahal aku sudah membuatnya susah payah. Jadi harus bikin yang baru deh…”
“Ngapain kamu?”
“Eh? Sooyoung?”
Sooyoung mendekat dan berjongkok di dekat Sunny. Melihat kuenya yang sudah hancur hatinya menjadi nggak enak. Tadi dia tidak sengaja melihat dari jauh saat yeoja itu menginjak kue Sunny.
“Mianhae terkadang mereka suka keterlaluan…”
“Bukan salah kamu, yeoja itu yang salah.”
Sooyoung memungut salah satu remahan kuenya dan memakannya.
“Mwo?! Sooyoung, itu kan sudah kotor!”
Tapi Sooyoung tidak peduli dan tetap memakan potongan yang lain.
“Belum ada lima menit.”
“Ish! Tapi itu tidak berarti masih bisa dimakan!” Sunny merenggut tangan Sooyoung supaya kue itu terlepas dari tangannya sebelum Sooyoung sempat memakannya.
“Tapi rasanya enak kok.”
“Tidak ada tapi-tapian! Kue sudah kotor ya jangan dimakan!”
“Habis kamu sudah susah-susah bikin kan?”
Dada Sunny berdebar senang. Karena Sooyoung menghargai kue bikinannya. Tapi biar begitu Sunny tidak bisa membiarkan terus memakannya. Perasaannya saja sudah cukup.
“Tapi nanti kamu sakit! Aku nggak mau tanggung jawab kalau kamu sampai sakit ya!”
Sooyoung bermaksud mengambilnya dengan satu tangannya yang bebas tapi lagi-lagi Sunny mencegahnya.
“Kubilang jangan!”
“Tapi perutku lapar.”
“Aish, dasar shik shin! Ternyata benar julukan ‘akan melakukan apapun demi makanan’ itu pantas buat kamu!”
Akhirnya Sooyoung menghentikan perbuatannya dan cengengesan mendengar kalimat Sunny yang terakhir.
Melihat wajahnya yang tersenyum itu, jantung Sunny kembali berdebar senang. Rasanya penilaian dirinya terhadap Sooyoung di hatinya sudah naik.

**

Keesokan harinya sepulang sekolah
Aku sudah bikin yang baru, batin Sunny.
Ketika sudah mau menguburnya entah kenapa hati Sunny menjadi ragu. Lama dia tetap jongkok termenung disana.
“Kenapa? Kamu mau mengubur kue itu kan?” Sooyoung yang sejak tadi mengawasi tingkah gadis itu mulai merasa bosan melihatnya.
“Sooyoung?”
Gadis itu selalu entah kenapa muncul di saat Sunny ingin mencoba mitos itu.
“Biar kubantu.”
Sooyoung pergi mengambil sebuah batu di dekat sana lalu dia mulai menggali.
Kenapa Sooyoung membantuku?
Sunny terus mengawasinya selama dia menggali lubang kecil untuk mengubur kue itu.
“Nah kurasa sudah cukup” Kemudian Sooyoung berpaling pada Sunny. “Masukkan kuenya”
“…………….” Sunny tetap tidak bergerak untuk mengeluarkan kue itu dari bungkusannya.
“Kenapa? Ayo cepat kubur kuenya.”
“Bukan untuk itu…”
“Hah?” Sooyoung menatap wajah Sunny, mencoba menerka-nerka apa sebenarnya yang mau dilakukan gadis ini jika bukan untuk mengubur kuenya.
“Aku membuat kue ini untuk Sooyoung,” ujar Sunny tertunduk malu-malu.
Sooyoung tertegun. Sunny menyerahkan kuenya. Sooyoung menerima kuenya lalu membuka bungkusnya dan memakannya sesuap.
“Nggak enak,” katanya datar.
“E-ehhhh?!”
“Bercanda, enak kok.” Sooyoung tersenyum nakal sambil menjulurkan lidahnya.
“Huhhh dasar.”
Aku memang akhirnya tidak jadi mengubur kuenya tapi kurasa ini nggak buruk juga, pikir Sunny bahagia melihat Sooyoung memakan kue buatannya.
______________________________________________________________________________

“Jika sepasang kekasih saling bertukar barang milik mereka satu sama lain maka mereka akan bisa bersama selamanya.”
“Barang yang dimaksud disini itu apa?” tanya Sunny penasaran.
“Entahlah, pokoknya barang kepunyaan mereka masing-masing, bisa cincin, gelang, kalung, atau yang lainnya.”
Sunny membentuk kata O di mulutnya.
“Aku dan Taetae bertukar kalung^^” ujar Tiffany sambil menunjukkan kalung gembok yang dipakainya.
“Gelang ini kutukar dari Yuri,” ujar Jessica sambil mengelus gelang yang melingkari pergelangan tangannya.
Sunny berpikir sambil memegang cincin di jari manisnya yang sudah dimilikinya selama hampir tiga tahun. Teringat kenangannya waktu membeli cincin itu. Walau dia tidak selalu memakainya, itu adalah cincin kesayangannya, namun dia rela jika harus menukar cincin itu dengan barang milik Sooyoung.
Kira-kira Sooyoung mau bertukar denganku nggak ya?
Tatapan Sunny pada cincin itu benar-benar terlihat seperti gadis yang sedang jatuh cinta.
“Yaaaaa Sunny aahhhh~” goda Tiffany.
“Mwo?” Sunny mengangkat wajahnya dan menatap keduanya dengan heran.
“Siapa orang itu?”
“Apanya?”
“Siapa orang yang kamu pikirkan barusan?^^”
“Terlihat jelas di wajahmu, barusan wajahmu bersinar penuh dengan cinta.” Tambah Jessica yang membuat wajah Sunny semakin memerah.
“Apakah Sooyoung?^^”
“Benar ya? Kamu mau tukar cincin itu dengan Sooyoung?”
“A-apa-apaan sih? Bukan kok!” Sunny menutupi cincinnya dengan sebelah tangan.
“Ahaha, Sunny malu-malu, berarti benar^^ menurutku kalian berdua pasangan yang manis kok.”
“Jangan lama-lama ya Sunny. Supaya kita bertiga bisa triple date.”

**

Jam istirahat.
“Huuuu setelah itu Sica dan Fany jadi keasyikan menggodaku, tapi…” Sunny memegang kedua pipinya yang terasa panas. “Kekasih ya…?”
Sunny membayangkan dirinya jalan berdua sama Sooyoung sambil bergandengan tangan.
“Ani, aku akan terlihat lucu kalau berjalan di sisi yeoja jangkung itu. Orang-orang akan menertawakan perbedaan tinggi kami.”
“Ngapain kamu disini bicara sendiri.”
“Sooyoung?!”
Walau Sunny berkata seperti itu barusan atau menyangkalnya, tapi sosok di hadapannya selalu dapat membuat jantungnya berdebar lebih cepat.
“Mwo?”
“Uh… Sooyoungie, kamu tahu mitos cinta yang terakhir di sekolah ini?” tanya Sunny menyelidik.
“Nggak.”
“Mau tahu?”
“Nggak perlu,” jawab Sooyoung datar.
Sunny sedikit kesal, lalu segera menarik tangan Sooyoung. “Akan kuberitahu,” katanya sedikit memaksa.
“Oke, tapi lepaskan.”
Sunny melepas tangannya.
“Jika sepasang kekasih saling bertukar barang milik mereka satu sama lain maka mereka akan bisa bersama selamanya.”
“Lalu?”
“Makanya cincinku…” Sunny melepas cincinnya. Matanya mencari-cari barang apa saja yang saat ini dikenakan Sooyoung.
Dia tidak melihat ada asesori di rambutnya, atau di lehernya, maupun tangannya. Ketika Sunny hampir kecewa, dia melihat sebuah cincin melingkar di jari manisnya.
Sunny meremas cincin miliknya dan memberanikan diri. “Tukar… dengan cincin Sooyoung ya?” pinta Sunny. Wajahnya yang malu-malu terlihat begitu manis mengundang pelukan.
Sooyoung merasa tersentuh. Dan ketika dia hampir membuka mulutnya tiba-tiba datang seorang yeoja. Yeoja yang waktu itu menginjak kue Sunny.
“Sooyoung! Rupanya kamu disini!” jerit gadis itu senang.
Lalu tanpa mengacuhkan Sunny yang sedang berada disisi Sooyoung dia melanjutkan sambil memegang tangan Sooyoung.
“Eh eh Sooyoungie~ tukar kalungku dengan cincinmu dong, ya? Jebal,” pinta yeoja itu, dipeluknya lengan Sooyoung dengan manja di dadanya.
Sunny merasa sakit hati, lalu dia buru-buru kabur meninggalkan mereka.
“Eh?! Sunny!” Sooyoung melirik ke arah Sunny yang sudah berlari menjauh dengan bingung, dan tiba-tiba dia baru sadar.
Sooyoung segera melepaskan lengannya dari gadis itu.
“Mau kemana?”
“Mianhae, tolong jangan pernah dekati aku lagi.” Setelah berkata begitu Sooyoung berlari mengejar Sunny.

Setelah lelah berlari yang ternyata sudah sampai di halaman belakang sekolah Sunny mulai berpikir.
Apa Sooyoung menyukai yeoja itu?
Ketika Sunny sudah mau menangis, tiba-tiba seseorang meraih tangannya kemudian sebuah cincin diselipkan di jari manis kirinya.
“Sooyoung?” Sunny berpaling menatap Sooyoung yang berada dibelakangnya dengan mata berkaca-kaca.
“Kenapa sih kamu! Tiba-tiba lari seperti itu! Kan pembicaraan- kita belum selesai!” kata Sooyoung dengan nafas terengah-engah.
“Cincin ini…” ucapnya sambil mengangkat tangannya untuk melihat cincin itu.
“Kamu kan bilang mau tukaran.”
Senyum merekah di bibir Sunny. Kemudian dia juga memakaikan cincin miliknya di jari manis kiri Sooyoung.
“Sooyoungie, berarti kamu juga menyukaiku kan? Apa ini berarti kita resmi pacaran?” tanya Sunny penuh harap.
“Kalau mau jadi pacarku kamu harus memberiku bekal makan siang setiap harinya, tentu saja buatan sendiri,” kata Sooyoung tersenyum nakal.
“Eehhhhhh?!” pekik Sunny tidak percaya.
Sooyoung hanya merong pada Sunny untuk yang kesekian kalinya.
“Uuuuuu Sooyoungie~” rengek Sunny dengan aegyonya, berharap agar Sooyoung menarik kembali ucapannya.
“Aku kan shik shin.” Sooyoung tertawa.
Melihat tawa Sooyoung sekarang mendadak Sunny jadi mengerti…
Cinta terkabul karena keajaiban, bukan karena mitos
“Sooyoungie, jadi kita akan selamanya bersama kan?” Sunny menatap Sooyoung dengan penuh kasih sayang, berharap Sooyoung akan berkata manis. Tapi tentu saja jawaban Sooyoung adalah-
“Kalau kamu nggak bertambah pendek ya.”
“Mwoooo?!” tanya Sunny tidak percaya.
“Bercanda,” kata Sooyoung sambil cekikikan.
“Ih, kenapa sih kamu nggak bisa berkata manis sekali-kali?” Sunny memukul lengan Sooyoung dengan gemas.

*~The End~*

A/N : Walau nggak bisa ngasih apa-apa tapi aku mau ngucapin Happy Birthday Seohyun unnie^^

Advertisements

Comments on: "Mitos Cinta di Sekolah [One Shot]" (69)

  1. Akakaka
    sueer tingkah soo yg slalu ada dimana2 dan jd penguping setia bener2 bikin ngakak xp

  2. Aaaa… couple favorite gue… Unyuuuuu…. si Sooyoung niat bgt ngabulin tu mitos, tsk bilang aj dia suka Sunny dri awal… hadehh.. Thanks for update mon, next part repeat di tunggu… ^^

  3. annyeong…

    Sunny tumben ga peka yah,harusnya dia curiga kalo Soo itu adalah jodohnya..coz disetiap dia melakukan mitos itu pasti Soo selalu muncul hehe 🙂
    tapi ngakak pas Sunny bilang minta di balikin ciuman pertamanya hahaha kocak,mana ada coba 😉

  4. Akhirnya baca lagi soosun nih, udah lama ga ada yang bikin ttg mereka
    Kalau baca ff soosun pasti senyum senyum deh mereka tuh sebenernya sweet tapi sooyoungnya yang emang suka ngeruasak suasana ._.
    soosun moment udah jarang yah sekarang

    • haha Sooyoung yg ngerusak suasana jg termasuk daya tariknya pairing ini XD wkwkwk
      iya nih, udh kangen berat T_T pingin deh SooSun pergi berduaan gitu, coba kalau SooSun semesra TaeNy >.< #ngarepku

  5. Haahaahaa ..
    Soosun mank couple tergokil nie ..
    Soo bner2 berjuang nie demi dptin sunny ..
    Dan akhirnya sunny gx prcya lagi ma yg nama ea mitos …
    Xeexeexee

  6. 'rusa' said:

    emang lah soosun itu pasangan paling kocak XD

  7. gila.. manis banget sumpah diabet gue bisa bisa kalo lo suguhin ginian mulu nik.. ah meleleh gue >,<

  8. manis ceritanya.
    itu ibu2 rumpi amat yaa sekolah malah ngomongin mitos-mitos. aduh. 😀
    itu yeoja yg ngancurin kuenya sunny dipercakapan itu keliatannya ga percaya sama mitos itu. nyatanya di mitos yg terakhir dia malah minta tukeran barang sama sooyoung. huhuhu 😀

  9. couple satu ini mmg menggemaskan…
    awalnya aja pake acara sebel dan benci tpi ujungnya pasti cinta juga. -_-

  10. Tsam27 said:

    bagus.. aigoo mitosnya ada-ada aja XD cuma sunfanyjess lagi yang ngelakuin.. eh beneran ._. bikin sequelnya dong thor! taeny yulsic soosun triple date :3 pasti unyuu~

  11. sone17 said:

    kocak XD
    soo ga ada romantis-romantisnya -_-

  12. icepearl_choding said:

    soo kok kamu kaya hantu sih slalu muncul tiba2 dmna2 hahaha

  13. Hiakaka…
    Soosun
    lucu…
    Mitos nya.. Lucu tuh masa ngubur kue…
    Ada” jha thor.. Daebak dh.!

  14. nuriiiin said:

    “happy birthday seohyun” yg muncul di cerita yg g ada hubungannya sama sekali sm seohyun #plak #mintadihajar hahahaha ampun mon bcanda~~

    “tapi aku lapar”
    “kalau kamu tidak tambah pendek, ya”
    gemes deh sama sooyoung :3 ahhhhh gw kangen soosun! hahaha

  15. shosiiinewreader said:

    wah…..ff soosun!!
    haha ternyata soo unnie jga ska sma sunny unnie,hahaha..ksah cinta yang menakjubkan..
    good story..

  16. akh emang dri awal lu emang uda suka ama sunny kan soo. Makany lu pngen bgt ngebuktiin. Soo lo romantis dikit kek. Kasian sunny di antara smw wifey. Seobangnya gk bsa romantis, bljr dri yuri dong, ice princess aj meleleh. Hahaha

  17. prillyties said:

    tuhkan tanpa harus adanya mitos itu sunn6y tetap kok punya pacar , lagian percaya aja yang namanya mitos seperti itu si sunny u,u

  18. stalker soo…
    soo ngemeng yg agk manisan dkit kek k sunny skali2….

  19. eaaaaa soosun ini lucu kok,. walaupin soo gak bisa bersikap romantis kyk seobang yang lain, tapi cara menunjukkan cintanya beda sama yang lain :3

  20. Miss New New said:

    Hahah
    Soo masa makan kue yg udah diinjek seh
    Ciri khas ke-charming-an Soo?
    paporit gue neh Soosun

    Soo asal bgt,,, Sunny.mau dijodohin ama satpam mana dah ada bini nya pula *ngakak

    thank you ya mon~

    • haha mkn kue yg udh diinjak sih cuma bisa-bisanya aku doang sbg pengarang XD sbg rasa sayang Soo pd Sunny^^
      kalau aslinya kurasa gak deh 😛
      yo sama2 😉
      tp gak jd YulTi atau YulSun deh u.u

  21. Miss New New said:

    gak apa
    tabung aja buat ff slanjutnya ^_^
    *reader maksa

    soo sweet pisan, klo aku sih mikir2 wkwkk

  22. uah….keren bngt ff nya….. mesra bngt lagi dan lucu juga…

  23. pasangan soosun mang selalu kocak

  24. soosun keren

  25. Klo yg main cast ny soosun crita ny psti kocak haha.

  26. Lucu banget liat couple soosun.
    Soo nya apalagi.
    Nice ff anyway.
    😀

  27. Wakakakka soosun lucu yaah…yg satu malu” yg satu jaimm..*lol
    haha akhirnyaa km ga jd hiatuss yeweee

  28. gadamayanti said:

    kyyyyyaaaaaaaaa ,,, soosun akhirnyyaaaa ! jarang banget nemu nih pairing , akhirnya seneng deh ada yang mau bikin nih pairing .

  29. Shin young said:

    Annyeong…
    “klau kamu gx bertambah pendek” kwkwkwwk…
    Gila ketawa w disitu,soosun memang slalu kocak! 😀

    Lanjut ff baru
    Hwaitaeng…! 🙂

  30. MiDhe said:

    Huaaaaa. . .z ktinggalan. . .hahaha. . .eemm soosun. . .aseeeekk. . .soo karakterx keren deh ach .. .hihihihi

  31. kwonbori said:

    kalo pairing nya soosun pasti deh selalu unik bin kocak kkk~
    hwaaa~ seperti biasa ak ketinggalan banyak cerita 😥 *sorry author*, sekalinya mampir kesini, udah banyak banget ceritanya, seperti biasa bingung deh mulai dari mana :D,
    btw itu kenapa yg paling atas di protek ya? suka penasaran sama yg diprotek2 gitu 😀 ,,

    • karena di publishnya pas bulan puasa makanya di protect, ada mengandung unsur 18 ke atas
      PWnya udh kukirim ke emailmu yg yahoo kalau mau baca 🙂

      • kwonbori said:

        ooo begitu,
        makasih kalo udah dikirim pw nya, padahal belum minta :D,
        nanti ak bacanya udah buka aja kkk~

  32. huahhh ud lama ga berkunjung ke sini kekekeke
    Soo emang jual mahal banget disini loll
    SooSun emg kocak banget >.<

  33. kyaaa….
    lcunya pasangan ini….
    suka deh…
    brasa lg bca komik jpang…

  34. Soosun… gemes >.<
    Couple yg satu ini kisah cintanya selalu komedi tp justru itu yg bikin mereka unik ahahaha 😀
    Pokoknya manteplah 🙂

    • ho oh 😀 gomawo
      tp aku ada bikin SooSun yg gak komedi melainkan super duper romantis di ff yg judulnya Sunny Bunny 😉 #promosi

  35. healaaaahhhh….manis nyaa (?)

    haha…soo disini cool y

  36. blue ocean said:

    pairing favoritku author.. mreka brdua agresif.. sooyoung tu seneng banget ya ngrebutin mkanany sunny.. bikin ngakak ne chapterny.. sweet

  37. N_Locksmith said:

    Ngakak + terharu baca x ..
    😀 🙂

  38. ah, ini sweet banget~
    sooyoung eonni itu romantis karena perbuatannya bukan ucapan ne?
    adakah sequel? gaya soosun pacaran di sekolah ;w;

  39. Always loyalist said:

    Gak tahu mau ngomong apa,soalx dari awal sampe akhir sm ajah*plak digaplok author, mian thoor maksudq tuh sm ajah ituh ttap jjang kok hehehehe.
    Lanjut thoooorrrr#kebur di kjar author.

  40. Jail bgt ya soo, sunny ga akan nambah pendek paling sooyoungnya aja yg nambah tinggi berarti mereka bklan bersama selamanya hehe smangat trus thor

  41. snsd lover said:

    aww >< bru kusedar couple SooSun pn sweet..gaduh-gaduh sayang..I love SooSun..annyeong :-)..sorry deh klu nggak komen..akan ku ushakan

  42. kim yoon su said:

    Keren

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: