~Thank you for your comments~

Repeat (Chapter 6)

“Serangan mendadak! Musuh datang menyerang! Semua member harap waspada!”
“Mwo?! Kenapa harus di saat seperti ini?!” ungkap Sunny kecewa karena momen romantis berdua mereka terganggu.

Kemudian Taeyeon menangkap sinyal telepati dari Yuri.
Yuri! Bagaimana keadaan disana?!
Kacau Taengoo! Tiba-tiba saja berdatangan musuh dari berbagai arah! Sooyoung baru saja memberitahuku kalau sisi barat markas terbakar!

Jantung Taeyeon langsung berdebar kencang. Kamarnya terdahulu berada di sisi barat. Saat ini dia pasti sudah tidak terjaga, yang berarti nyawa gadis itu terancam.
Jessica!

Sekarang aku harus konsentrasi melawan musuh, jadi untuk sementara sambungan telepati akan kuputus. Jangan mati!

Kemudian sambungan terputus. Mata Taeyeon tertuju ke pintu markas, ketika dia bermaksud bergerak kesana, seseorang menarik lengan bajunya.
“Taeyeon jangan!”
“Sunny.”
“Sooyoung baru saja memberitahukan garis besar kondisinya padaku. Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Tidak boleh! Aku tidak akan mengijinkanmu bertarung! Kamu belum sepenuhnya pulih!” Sunny memohon dengan amat sangat. “Serahkan saja padaku! Kamu bersembunyilah di tempat yang aman!”
Taeyeon menarik tangannya hingga tangan Sunny terlepas dari bajunya. Kemudian Taeyeon mengambil langkah seribu menuju pintu masuk.
Tiba-tiba tangan kanannya tertahan di tempat. Udara di sekitarnya telah memadat dan membentuk sebuah gelang cahaya sihir yang menahan tangan Taeyeon.
“Ukh!”
Butiran keringat mengalir di sudut pipinya ketika Taeyeon berusaha dengan sia-sia menarik tangannya. Tapi tangannya telah terperangkap dengan kokoh oleh gelang sihir itu. Taeyeon jadi tidak bisa kemana-mana.
Taeyeon melihat ke arah gadis di belakangnya. Tangan Sunny terangkat di udara, telapak tangannya mengarah kepadanya.
“Aku tidak akan membiarkanmu pergi.”
Bibir Taeyeon membentuk sebuah senyuman yang tidak sampai ke matanya. Sorot matanya memandang Sunny dengan tatapan melankolis.
“Sunny, kamu memang perhatian, tapi…” Di ujung tangan kiri Taeyeon terbentuk sebuah pedang cahaya berwarna biru sepanjang satu meter. “Mianhae…”
“Percuma, dengan kondisimu sekarang kamu tidak akan bisa melepas atau menghancurkannya,” kata Sunny dengan sangat yakin, sorot matanya seolah menantangnya untuk mencobai kekuatannya.
“Kamu benar, makanya.”
“?”
Taeyeon mengarahkan Blue Light Saber itu ke tangan kanannya.
Jres!
“!” Mata Sunny membelalak lebar tidak percaya. Mendadak dia merasa lehernya tercekik. “TAEYEON APA YANG KAMU LAKUKAN?! APA KAMU SUDAH GILA?!”
“Benar… aku sudah gila.” kata Taeyeon sambil melanjutkan menggergaji tangan kanannya dengan enteng seolah hanya sedang memotong daging. Darah semakin banyak bermuncratan dari luka di tangannya.
“Taeyeon stop! Kamu akan kehilangan tangan kananmu!” pekik Sunny dengan air mata berlinang.
“Karena aku harus pergi… meski harus kehilangan tangan kananku sekalipun,” ucap Taeyeon sambil mengerenyit sakit tanpa menghentikan gerakan memotong tangannya.
Sunny menarik nafas sesenggukan dan tanpa punya pilihan lain terpaksa melepaskan gelang sihir yang membelenggu tangan Taeyeon.
Taeyeon melangkah terhuyung ke belakang, light saber di tangan kirinya hilang dan langsung memegangi tangan kanannya yang mengeluarkan banyak darah. Untung tulangnya belum sampai terpotong.
“Mianhae…” ucap Taeyeon dengan bibir gemetar. Kata itu seolah ditujukan pada perasaan Sunny.
Sunny merasa hatinya perih seperti dirajam ribuan jarum.
Kemudian Taeyeon langsung meneruskan lari, meski beberapa langkah awalnya sempat tidak seimbang. Darah bertumpahan mengikuti jejaknya.
Sunny bermaksud mengejarnya tapi tiba-tiba sebuah serangan sihir mengarah padanya. Refleks Sunny menghindar. Beberapa pasukan musuh mengepungnya dan mereka kelihatannya kuat-kuat.
“Cih!”
Dalam situasi markas yang kacau balau, tekad Taeyeon membara dalam hatinya. Nafas Taeyeon memburu, karena sekarang dia cacat, dia tidak akan bisa terbang.
Dan hanya hatinya pula yang mendorong Taeyeon untuk terus berlari menuju ke sisi barat markas tanpa mempedulikan luka yang membanjir dari tangan kanannya.
Sambil berlari Taeyeon berusaha menghubungkan telepati ke Jessica.

Sial! Kenapa kamu tidak menjawab telepatiku?!
Tolong! Semoga kamu masih selamat!

Sementara saat itu.
“Panas!”
Mata Jessica langsung terbuka lebar. Dia masih berbaring di atas kasur di dalam kamarnya.
“Kenapa ruangan ini terasa panas sekali?”
Kemudian Jessica melihat sekeliling. Dan mulutnya langsung terbuka lebar ketika melihat ada api di depan pintu kamarnya.
“A-apa yang terjadi?!”
Kemudian langit atasnya runtuh dan jatuh tepat di sebelahnya.
“Kyaaaaaaaaaaa!!”
Melihat runtuhan kamar itu tepat di sebelahnya, Jessica jadi bergidik ngeri. Andaikan dia bergeser sedikit saja tadi, pasti sudah kena.
“Andwae… ini bukan mimpi.”

Sicaaaaaaaaa!!
Jantung Jessica berhenti berdetak.
“Eh? Tae… yeon?”
Sesaat sebuah harapan sempat terbit di dadanya, tapi Jessica menggeleng.
“Tapi itu mustahil… karena sekarang Taeyeon membenciku…”
Sicaaaaaaaaaaaaaaaaa!!
Jessica memegangi kepalanya dengan kedua tangan.
“Ani… apa ini…”
Jawab aku, Sicaaaaaaaa!!!
Jessica memejamkan matanya rapat-rapat.
“Tolong hentikan, delusiku!!”
Jessica meremas rambutnya sendiri.
“Kalau kamu terus berteriak dengan suara Taeyeon dalam kepalaku lama-lama aku bisa gila!”
Krek
“??? Siapa?”
DUARRRRRRRRR!!! PRANG!!
Kaca pecah bersamaan dengan ledakan yang dahsyat. Jessica terlempar ke udara dan terbanting ke tembok dengan keras. Pecahan kacanya berterbangan ke arahnya.
“Kyaaaaa!” Jessica menjerit dan menghalangi mukanya dengan kedua tangan.
Pecahan kaca itu menggoresi lengan Jessica. Dan ada satu yang menusuk perutnya.
“Uhuk!”
Darah keluar dari mulutnya.
Kini kamarnya telah hancur sepenuhnya. Kemudian dari balik api muncul bayangan seorang penyihir.
Jessica mengangkat tangannya dengan geram.
“White Breaker!”
Penyihir itu menggunakan barrier. Sihirnya tidak bisa menembusnya, sepertinya rangking penyihir itu sama dengannya.
“Ukh…. kkhh…!” Jessica mengatupkan rahangnya. Tubuhnya seperti hampir mencapai batas pertahanannya. Punggungnya yang terbentur tembok dan semua luka-luka akibat pecahan kaca itu jadi terasa lebih menyakitkan. Tanpa menghentikan serangannya sama sekali, dia mengumpulkan segenap kekuatan dalam dirinya dan memperkuatnya. “Hahhh!!”
Krek prak prak PRAK
BLARRRRRR!!!
White Breaker Jessica telah berhasil memecahkan barrier penyihir itu dan serangan itu mengenainya dengan telak.
“Hahh… hah… hahh…”
Jessica mencabuti pecahan-pecahan kaca yang menancap di tubuhnya.
“Aww… ukh…”
Jessica berdiri dengan susah payah sambil memegangi perutnya. Kepalanya terasa pusing. Luka di perutnya berdarah cukup banyak. Jessica bermaksud keluar dari kamarnya, tapi ternyata dia kedatangan penyihir lagi.
Kali ini bukan hanya satu. Dua… tiga… empat… total ada lima.
Sementara belum apa-apa, tubuhnya sudah babak belur. Kalau mereka semua penyihir setingkat dirinya, maka dia tidak akan bisa menang.
Apa aku akan mati? Batin Jessica.
Jessica merosot jatuh ke lantai.
“Taeyeon ni aitai… (Aku ingin bertemu denganmu)” ucap Jessica lirih dengan mata berlinang air mata. Itu bahasa jepang yang baru-baru ini dipelajarinya, entah kenapa dia menyebutkannya di saat seperti ini.
Kelima penyihir itu sudah bersiap-siap akan menyerangnya sekaligus.
Sicaaaaaaaa!!!
Terdengar suaranya dalam kepalanya sekali lagi.
Menyebalkan, mungkin karena kematian semakin dekat, delusiku jadi bertambah parah… batin Jessica sebelum menutup matanya. Dia sudah pasrah menerima takdir yang akan menjemputnya.
Tiba-tiba dia merasa seperti diselimuti oleh cahaya yang lembut.
Ah kehangatan ini… seperti Taeyeon. Apakah malaikat datang menjemputku?
Jessica membuka matanya kembali. Seseorang berdiri di depannya. Tanpa melihat wajahnya sekalipun, Jessica dapat mengenali sosoknya dari belakang.
“Nggak mungkin…”
Tangan kanannya menangkup mulutnya. Matanya kembali basah.
Jadi suaranya yang memanggilku bukan hanya sekedar delusiku ya?
Saat ini dirinya dan Taeyeon diselimuti oleh cahaya lembut berwarna biru muda.
Taeyeon menatap kelima penyihir di depannya. Urat-urat kemarahannya sampai nampak di wajahnya.
Jessica melihat sesuatu menetes dari tangan kanan Taeyeon.
“!”
Darah! Ya Tuhan! Darahnya membanjiri sampai pergelangan tangan ke bawah. Dan darahnya masih belum berhenti mengalir.
Bibir Taeyeon bergerak-gerak mengucapkan mantra, tidak terdengar dengan jelas di telinga Jessica tapi dia merasa rumit.
“Sekarang!” aba-aba salah seorang penyihir. Dan mereka bersamaan melancarkan serangan ke arah Taeyeon.
BLARRRRRRRRRR!!
Jessica memejamkan matanya rapat-rapat ketika merasakan hembusan angin yang sangat kuat menerpa wajahnya. Ketika sudah reda, Jessica meneriakkan namanya.
“Taeyeon!”
Kabut asap perlahan-lahan menghilang, Taeyeon masih berdiri di sana, seolah semua serangan itu tidak berarti apa-apa.
“Blue Moon-”
Terbentuk sebuah bola bagaikan bulan biru raksasa di belakang mereka berlima.
“A-apa?!”
“Cepat mundur!”
“BUSTER!”
“Uwaaaaaaaa!!”
DUARRRRRRRRRRR!!!
Hembusan angin besar sekali lagi menerpa wajahnya.
Kalau dilihat dari serangan mereka, mereka berlima pasti termasuk kategori penyihir rangking S. Taeyeon… apakah rangkingnya sekarang sudah lebih tinggi dari S?
Begitu pikir Jessica.
Mereka semua lenyap jadi abu.
Hebat, tapi juga seram…

Terdengar sorak sorai dari luar.
Kemudian datang telepati dari Yuri di kepala Jessica.
Musuh telah mundur. Kita berhasil!
Jessica menghembuskan nafas lega.
Hei, masih hidup kan?
Pabo, tentu saja aku masih hidup, kalau tidak telepatimu tidak akan tersambung.
Oh iya ya.

Sementara datang telepati dari Sooyoung ke Taeyeon.
Yeeeeee! Sekarang kita bisa makan-makan!
Sooyoungie, kebetulan, aku punya permintaan…
Apaan?
Mulai sekarang tolong jagakan Sunny untukku…
Hehhhh?! Kenapa aku Taeng ah, Sunny kan sudah punya kamu! Jangan seenaknya menimpakan tanggung jawab menjaga leader padaku! Tiap hari aku sudah kerepotan mengurus Yuri yang bawel! Oh tunggu sebentar, sepertinya ada telepati yang masuk di antara kita… dari Sunny!
Karena aku tidak sang…
Hoi Taeng! Yang jelas kalau ngomong! Sudah pakai telepati juga!

Telepatinya terputus sepihak dari Taeyeon. Jessica juga sudah menghentikan telepatinya dengan Yuri.

“Syukurlah Taeyeon, kata Yuri tidak ada seorang pun yang mati, yang ada hanya luka-“
Kata-katanya terhenti ketika melihat tubuh Taeyeon terjatuh ke depan. Seperti adegan slow motion, Jessica hanya melihat dengan mulut setengah terbuka sampai tubuhnya membentur lantai. Mata Jessica melebar karena syok melihat cara jatuhnya. Karena sewaktu jatuh tangan Taeyeon bahkan tidak bergerak sama sekali. Biasanya itu gerakan refleks manusia untuk mencegah wajahnya dari menerima benturan.
“Tae-Taeyeon?!”
Jessica segera menghambur ke sisi Taeyeon.
“Hei… jangan bercanda Taeyeon.”
Jessica menyentuh punggungnya.
“!”
Jessica kaget melihat darah keluar dari sudut bibirnya.
“Taeyeon, masa kamu mati?”
Jessica mengguncangnya pelan. “Bohong… seharusnya hal seperti ini tidak cukup untuk membunuhmu. Hei! Kamu penyihir rangking S kan?!”
Taeyeon tidak bereaksi sama sekali.
“Andwae! ANDWAE!”
Mendadak pandangan Jessica juga berkunang-kunang. Dan rasa sakit di punggung, lengan, dan perutnya mengingatkannya kembali.
Oh iya, kenapa aku lupa… aku kan juga terluka…
Jessica terjatuh di samping Taeyeon dan kehilangan kesadarannya. Api masih menyala di sekitar mereka walau tidak seganas tadi.
Yang ada di ruangan itu sekarang hanya sepasang insan yang terbaring tak sadarkan diri dengan wajah saling berhadapan.

___________________________________________________________________________

Perlahan Jessica membuka matanya. Dan tatapannya langsung tertuju pada langit-langit kamar.
“Sudah sadar?”
Jessica berpaling ke sumber suara itu dan melihat seorang gadis berkulit coklat sedang duduk di sampingnya. Kwon Yuri. Kemudian dia melihat sekitarnya dan ternyata dia sedang berada di suatu ruangan besar dengan banyak ranjang. Semua ranjang lain ditempati oleh member-member yang terluka.
“Ini…”
“Ya, semua member yang terluka akibat perang kemarin di rawat disini.”
Jessica melihat sisi tepi ruangan ada yang berlubang dan kelihatannya baru diperbaiki seadanya.
“Daniel oppa?”
“Dia baik-baik saja karena selama serangan mendadak kemarin dia bersembunyi di ruang bawah tanah.”
“Hoohh…” Jessica menebah dadanya, merasa lega karena tunangannya tidak terlibat dalam perang tak terencana kemarin. “Tapi untunglah tidak ada korban jiwa ya.”
Yuri diam cukup lama sebelum membuka mulutnya.
“Ada, seorang… penyihir rangking S.”
DEG
“A-pa…? Katamu kemarin tidak ada yang meninggal?!”
Yuri mengepalkan tangannya di atas pahanya.
“Itu berita tak lama setelah musuh mundur dari markas kita.”
Jantung Jessica berdebar-debar. Darahnya berdesir.
Apa? Kenapa aku merasa seperti ini?
Kejadian kemarin terulang kembali dalam kepalanya. Dia ingat bagaimana Taeyeon tiba-tiba ambruk di depannya.
Jessica menegakkan posisinya menjadi duduk lalu cepat-cepat memandang sekitarnya.
“Tae…yeon? Mana?”
Tapi dia tidak melihat Taeyeon dimana-mana.
Jessica tiba-tiba mencengkram lengan Yuri terlalu kuat, kuku-kukunya menghujam kulitnya sampai Yuri merasa sakit.
“Awww! Sakit Sica!”
“Taeyeon! Taeyeon tidak kenapa-kenapa kan?!”
“Pe-penyihir rangking S yang kubilang itu…”
Dada Jessica dipenuhi rasa sesak sampai-sampai rasanya dia tidak ingin mendengar lanjutannya.
“BOHONG!” jerit Jessica yang membuat sebagian orang dalam ruangan itu berpaling padanya.
“Adalah Taeyeon…”
“Bohong! Kamu bohong! Taeyeon nggak mungkin-!” Jessica memukuli bahu Yuri.
“Sica…”
“Kemarin kemarin waktu terluka parah pun Taeyeon tetap bisa bangun! Dia selalu kembali!”
“Justru karena itu!” Yuri mencengkram kedua pergelangan tangan Jessica untuk menghentikan gadis itu dari memukulnya.
“Kejadian saat itu membuat tubuhnya terluka parah! Walau dari luar dia tampak baik-baik saja,” Yuri mengatupkan rahangnya karena emosi. “Seohyun bilang tubuhnya sudah mencapai batas. Karena itu dia pamit dari dunia ini!”
Kenyataan itu memukul Jessica sampai ke dasar hatinya.
“Uhh… uhh… jadi…! Jadi…!” Jessica menangis sesenggukan sampai tidak bisa meneruskan kalimatnya. Ekspresinya terlihat sangat memilukan siapa pun yang melihatnya.
Yuri mendekap tubuhnya erat-erat. Membiarkan gadis itu bersandar di bahunya, setidaknya saat ini dia hanya bisa meminjamkan bahunya. Setelah beberapa saat Jessica baru bisa melanjutkan kata-katanya.“Taeyeon nggak akan kembali…? Taeyeon nggak akan datang lagi untukku…?! Aku nggak akan bisa melihat senyumnya lagi…?!”
Yuri hanya ikut menangis, sementara raungan Jessica semakin keras.
Lalu setelah mendengar semua percakapan Yuri dan Jessica, seisi ruangan jadi dirundung duka.

**

“Tae…tae…”
Di depannya, Taeyeon terbaring dengan wajah pucat, darah sudah dibersihkan dari tangannya.
Sunny terus menangisi kepergiannya. Sekaligus menyesal karena telah melepaskan Taeyeon kemarin malam. Walau dia tidak menyuarakan isak tangisnya, tapi air matanya tidak berhenti mengalir. Membentuk sungai kembar yang mengalir tiada akhir.
Di belakang Sunny, berdiri seorang gadis jangkung.
“Sunny ah…”
Sunny menolak saat Sooyoung hendak memeluknya.
“Tinggalkan aku sendiri…”
Sooyoung mengepalkan tangannya dengan kesal. “Jadi ini maksudmu kemarin?”
Sooyoung bukan sedang berbicara pada Sunny, melainkan pada Taeyeon. Kemudian dia ikut menangis. “Wae…”
Sekarang malah dia yang butuh dipeluk, jadi dia melingkarkan tangannya di pundak Sunny. Kali ini Sunny tidak menolak dan malah berbalik untuk memeluk Sooyoung, sedari tadi dia sudah menahannya karena pembawaannya sebagai seorang pemimpin.
“Sooyoungie, kenapa bukan aku saja?!”
“Jangan berkata seperti itu…”
Keduanya berpelukan lebih erat. Sunny menangis meraung-raung dalam pelukannya.
“Tapi…! Tapi ini tidak adil! Padahal kemarin aku berada tepat di sisinya, tapi aku malah tidak bisa melindunginya! Pemimpin macam apa aku! Seharusnya aku saja yang mati menggantikannya!”
“Sudah kubilang hentikan! Berhenti mengata-ngatai dirimu dengan kata-kata menyakitkan seperti itu! Aku nggak suka dengarnya!”
“Mianhae Sooyoungie… aku hanya masih tidak bisa menerima kepergiannya…”
“Aku pun juga…”

___________________________________________________________________________

Jessica POV

Perasaan sesak memenuhi dadaku sewaktu aku berjalan membawakan bunga untuk Taeyeon. Tiap langkah yang kuambil membuat perasaan sesak di hatiku kian memburuk.
Sekarang aku berdiri tepat di depannya. Bila memandangnya seperti ini dia hanya tampak seperti tertidur pulas. Tidur yang tidak akan pernah bangun…
Taeyeon… bila bukan karena dirimu, aku tidak akan berdiri disini sekarang.
“………………”
Terbesit momen menyakitkan itu dalam kepalaku bagai film yang diputar ulang. Kejadian saat aku menolak Taeyeon dan saat dia datang untukku terakhir kalinya.
Bunga yang kupegang terlepas dari tanganku, lalu aku merosot jatuh ke lantai.
Andwae! Bukan itu!
Saranghae Taeyeon ah… tapi! Kenapa setelah kehilanganmu aku baru menyadarinya?!
Tidak! Aku tidak terima kenyataan seperti ini! Aku bahkan belum sempat menyatakan perasaanku padamu!
Aku benar-benar bodoh. Sampai akhir aku selalu saja menyakitinya.
Aku menyesal! Sangat sangat menyesal!
Kalau begini, aku…
Aku menebah dadaku, merasakan jantungku berdentam keras di dadaku. Ini pertama kalinya. Kupejamkan mataku. Mengumpulkan seluruh batinku pada satu titik fokus. Dunia di sekitarku seolah terhenti, seolah sekarang aku berada di dimensi lain.
Hanya ada satu hal… yang bisa kulakukan untuk menolongnya…

Putar.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Repeat (Chapter 6)" (42)

  1. annyeong…

    Putar??? 0.o
    nah loh? maksudnya,apakah waktu akan kembali berputar ke masa taeyeon belum meninggal? dan disini Jessica akan mencoba menyelamatkan taeng?

  2. Kwon Eya said:

    Ugh, tae meninggal? Andwe… Andwe… Dan apa itu ptar? Jessica m0w memutar wktu? Trz nnti apa yg akn trjd? Jgn zmpe ada yg mninggal yak? Lnjt!

  3. Taengoo!!!!!, kasian bgt, cnta d tolak, luka parah n skrng mati..
    Couple d eps akhir SooSun?
    Putar???, memutar waktu?
    gue curiga Sica bkal nukar nyawanya…
    Thanks gor update, n mian gue bru bca ni FF dti prt 1 kmrn n bru smpt komen skrng, kmrn plsa mdem abis untung udh d bookmars, mian ya mon..^^

  4. Taenytebs said:

    Yeay sica nyesel…

  5. gorjes spazer said:

    yah….ayo sica kluarin jurus time machine .hehe….repeat biar tae g mati…..

  6. taeng nya knp meninggal ?
    apakah sica akan memutar waktunya ?
    hoho~ makin penasaran thor

  7. Thor apa yg akan Di lakukan amat sica ..cayo Thor

  8. EH itu beneran taeng meninggal? o_O
    bener2 tdk bisa dipercaya…

    hhhh kupikir sica yg mati, taunya malah taeng.
    lagi2 krn sica.
    =____=

    tpi kyknya ini bakal ada plot kembali ke masa lalu ya?
    alias berbau time machine gtu.
    #plaaaakkk

    hwangtaeng chingu.
    (9 ^o^)9

  9. mau nangis tapi scene jessica sama sunny&sooyoung bikin ketawa 😀
    eciye, ada momen yulsic nyempil =)
    itu maksud jessica putar apa? mutar waktu kah biar tae selamat?

  10. andwe taeyeon jgn mati.kcian sunny sdh bnyk b’korban perasaan wad tae tae,sica wad yuri aj..ending sunyeon yulsic y thor

  11. shosiiinewreader said:

    tae unnie MATI????jangannnnnnnnn!!!huhu…kshn bnget…tpi sica unnie mau ngapain tuh??mutar wktu???trus nngebatalin pertunangannya ama namja itu trus jadian ama tae unnie ya???wahwah,makin seru aja…semangka ya thor…..

  12. syukurrr masih ada tbc, seenggaknya rasa penasaranku masih terbayar dengan chap selanjutnya. hehhe
    aku nggak mo nebak apa2 deh, yang pasti chap ini daebakkk!!!!

  13. huaaaaaaaaaaa 😥
    sadis bener authornya, tapi kayaknya ada udang di balik bakwan. ada sesuatu yg disembunyikan author yg bakaln terbuka di next chapter. semoga 😛

  14. taeyeon meninggal?? aaakkhh!!!

    Putar? apakh waktu akn kmbli ke saat taeyeon hidup?

  15. putar???maksud ya itu apanya, jangan2 sica punya kekuatan pemutar waktu

  16. 'rusa' said:

    tae udah mati *_* masa cuma sampek situ aja, nunggu update-annya aja deh :^D

  17. apa mungkin jessica mau ngorbankan waktunya dgn menggantikan posisi tae..??
    atau membawa tae dari masa lalu untuk kmbali ke masa sekarang ??

  18. Tsam27 said:

    sial.. Taeyeon mati-_-
    eh itu endingnya.. apakah Taeyeon bakal balik lagi? Maksudnya putar? 😮
    Aduhh, ga sabar chap 7 >< aku kira bakal end di chap 6 karena salah satu main castnya mati.. ditunggu thor 😀

  19. tae mati… huuuu…knp yae arus mati…

    putar???memutar waktu kembali???

  20. apa ini,, kenapa taeyeon di buat mati.. uch~

  21. aish2… pusing saya Thor.. hampir mo nangis ..saya buru2 dengerin lagu riang gembira #ngaco.. yah pokok nya sedih bgnt dah thor… taeyeon emng bener2 mati apa??? sedih bngt dah…semoga lanjutan nya tidak sedih…

  22. Fiuhhh taeng bnran END nie thor ?
    Uhhh gila taeng bner2 brni bgt ..

  23. TaengSicababy said:

    Ksian my hero taetae.. -_-
    ayo sica, tolong taeng..
    Taengsic harus bersatu.. 🙂

  24. step lin said:

    ngak tega gue bcanya thoorrr,,,,moga aja sica dapat memutar waktu,dan brhasil,tanpa ada korban…thoorrr nasib tarngsic ada d tanganmu….moga aja mreka bsa bersatu.

  25. Yahh~ msa taeyeon ny mati sih, kn gak seru pemeran utama mati.
    Itu mksud Putar apa?

  26. taeyeonnnn…. miris banget disini hehe. my wish: moga” TaengSic bisa bersatuuu >.<
    ternyata sica beneran ad feeling sm tae hehe

  27. nuriiiin said:

    Doh! satu lagi author taegang yg tega membunuh taeyeon -.-” itu yg trakhir sica’s pov ye? roman2nya muter balik waktu ato dia ngasi jiwanya buat taeyeon supaya taeyeon idup lagi..hahaha

    prasaan gw doang ato di sini g ada tiffany? biasanya kan lu nyelipin taeny..itu aja ada yulsic sama soosun (oke komen g guna, abaikan)

    • haha soalnya ini kan cuma ff, biar dramatis jg ga perlu dibawa serius ke? 🙂
      emang, karena peran Tiffany disini gak penting, udh ada SunYeon dan TaengSic sih
      YulSic dan SooSun cuma sahabat yg saling menghibur, bkn pairing
      nantikan chapter selanjutnya~

  28. agustina_huang said:

    Sbnrnya agak kcewa jg ktika tae smpe nyakitin dirinya sndri didpn sunny, trs knp jd tae nya mninggal…huhuhu 😦
    Eh…last ending nya apa bkal jd soosun…
    Wah… Msh blm ktebak jg sih crita author..
    Ttep dkung author biar lbh bersemangat…
    Hwaiting thor ^^

  29. Taeng knp mati? Apa maksudnya putar? Apa sica bs bikin taeng kmbali lg? Dtunggu lanjutannta thor..

  30. mending sica ngorbanin nyawanya utk Tae

    supaya Tae bisa sama sunny 😛

    Taeyeon pabo bener masih milih sica disaat-saat seperti itu

    padahal dia baru ciuman sama sunny -_-

  31. hyun bi said:

    mon chap 7 kutunggu yak…ganbatte 😀

  32. Shin Young said:

    Sica egoisnya kebangetan!

    Tae klau sama sica celaka,klau sama sunny tersiksa,udah sama ppany aja XD

  33. blue ocean said:

    authorrr aq ga kuattttt.. T___T
    jessica pabo!!!

  34. Kim/Choi said:

    Nggak tau mau bilang apa
    Ini cerita…… ah sudahlah
    Aku terlena. Korban dari Author kak Maifate

    Aku harap endingnya bahagiaaaaaaa. Pairing apapun, yang penting bahagiaaaaaaaaaa

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: