~Thank you for your comments~

Repeat (Chapter 5)

A/N : Aku ada menyisipkan lagu instrumental di tengah-tengah cerita biar moodnya lebih mengena 😀
Enjoy~

Sunny berada di infirmary menunggui Taeyeon yang masih belum tersadar. Tangisnya tak kunjung berhenti. Jessica berada di sisinya menemaninya sambil ikut meneteskan air mata.
Teringat ketika Seohyun mengatakan bahwa Taeyeon cacat dan mungkin tidak akan bisa terbang lagi untuk selamanya. Walau Seohyun berkata bahwa diagnosisnya tidak selalu seratus persen benar tapi itu tidak membuat hatinya tenang sama sekali.
“Sunny, aku kembali dulu.”
“Ya…” Sunny menjawab tanpa menoleh pada Jessica.
“Sunny, kamu juga harus istirahat.”
“Aku masih ingin menemani Taeyeon, karena sejak awal Taeyeon terluka karena melindungiku…” dia masih tidak mau menatap Jessica dan perhatiannya hanya fokus pada Taeyeon seorang.
Jessica akhirnya keluar meninggalkannya.
Sunny menghapus air matanya. “Menangis terus pun tidak ada gunanya… semua sudah terjadi. Aku seorang pemimpin, aku tidak boleh terus seperti ini.”
Sementara diluar ruangan Jessica tetap terdiam sambil mendengarkan suara tangisan Sunny. Memorinya berputar lagi ke masa lalu dimana saat itu untuk pertama kalinya dia terbang di angkasa bersama dengan Taeyeon. Waktu itu mereka tersenyum sambil sama-sama memandangi kota dari atas langit. Bahkan Jessica terlalu senang sampai-sampai tidak mau turun.
“Taeyeon…”
Seluruh isi hati Jessica saat ini hanya dipenuhi oleh gadis itu dan sama sekali tidak ada ruang untuk kekasihnya.

Taeyeon POV

Paginya
“Nggh…” aku membuka mataku yang rasanya seperti sudah berbulan-bulan terpejam. Kepalaku terasa pening ketika mataku diterpa cahaya yang menyilaukan.
“Taeyeon…”
“Sunny…”
Kulihat mata Sunny sedikit bengkak, mungkinkah karena sehabis menangis?
Dan Sunny kembali menangis. Sudah lama aku tidak melihat air mata Sunny.
Mata coklatnya… Sunny yang menangis terlihat amat cantik di mataku, mungkin aku jahat karena menganggap sahabatku yang sedang menangis terlihat amat cantik.
Tanganku hangat… apa sedari tadi Sunny terus menggenggamnya ya?
“Kenapa Taeyeon? Hiks… kenapa malah melindungiku?”
“……………..”
“Semalam sebelum berperang aku mendapat mimpi buruk, saat itu kamu diserang. Kamu berdarah banyak sekali… dan sama sekali tidak bergerak… aku jadi takut sekali karena aku tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu aku…”
Aku tidak melanjutkan kalimatku dan kami sama-sama dilanda kebisuan. Akhirnya aku memutuskan untuk jujur saja, meski mungkin aku tidak dapat mengungkapkannya dengan baik.
“Sunny, bagiku kamu adalah teman yang sangat berharga, dan aku akan melindungi semua orang yang berharga bagiku,” kataku sambil mengelap air mata Sunny.
“Aku… berharga?” tanya Sunny dengan mata sembab.
Aku mengangguk pelan. “Ya, karena kamu mencintaiku… baik orang yang kucintai maupun orang yang mencintaiku… bagiku mereka tak ternilai harganya. Karena itu aku akan melindunginya apapun yang terjadi.”
“Taeyeon…”
Aku tersenyum menatap sorot mata Sunny yang memancarkan kasih sayang padaku.
Sewaktu masa sekolah. Sunny adalah anak perempuan yang suka beraegyo. Dia memiliki rambut coklat yang tergerai panjang dan dia juga bisa eye smile. Dia lembut dan manis, juga populer baik dikalangan namja maupun yeoja.
Kalau sedang malu-malu dia akan terlihat lebih manis. Sunny juga bukan orang yang lemah, meskipun dulu dia pernah kecelakaan parah sampai harus memakai kursi roda. Tapi semua itu tidak menghambatnya tumbuh menjadi seorang penyihir yang hebat.
Tubuhnya memang lebih pendek dari aku dan Jessica, tapi semua sifatnya itu membuatmu jadi ingin melindunginya bukan?
Dan dia menyatakan cintanya padaku. Tunggu, kenapa aku jadi memikirkannya? Tapi Sunny dengan setia menemaniku selama aku berada di rumah sakit, membuat aku jadi menyukainya… aku ingin mencintainya.
Dan sekarang pun dia sedang menyuapi makan siangku.
“Sunny, tidak usah, aku bisa sendiri.”
“Taeyeon, sudah jangan keras kepala.”
“Tapi…”
“Anggaplah aku membalas budimu.”
Aku pun hanya bisa menyerah, karena Sunny juga sama seperti Jessica, terang-terangan dan keras kepala.
Sunny yang menyuapiku sambil malu-malu dan tersenyum lembut, membuat aku jadi terpesona.

Third Person POV

Sementara di luar tepat di depan pintu Jessica sedang melihat keadaan di dalam. Entah kenapa dalam hatinya dipenuhi dengan rasa sebal. Setelah ragu sejenak akhirnya Jessica memutuskan untuk masuk ke dalam.
“Hei Jessica,” sapa Sunny.
“Hai…”
“Hei Taeyeon, tumpah tuh!”
“Eh?” Taeyeon baru sadar kalau sebagian makanannya tumpah ke kasur. “Oh maaf!”
“Dasar, seperti anak kecil saja.” Sunny membantu Taeyeon mengelapnya.
Jessica menatap keduanya dengan perasaan cemburu. Lalu kemudian berbalik dan keluar tanpa berkata apa-apa.
“Kenapa Jessica baru datang langsung keluar lagi?” tanya Sunny terheran-heran.

Jessica POV

Diluar kamar.
Huh, kenapa aku sebal?
Padahal aku dan Taeyeon sudah bertemu lebih dulu dari Sunny dan persahabatan kami terjalin lebih lama daripada dengan Sunny, tapi Taeyeon seperti tidak membutuhkanku, dia seperti lebih menyukai Sunny di sisinya.
“………………”
Padahal harusnya aku ikut bahagia karena Taeyeon telah menemukan seseorang untuk berada di sampingnya, lagipula aku sudah ada oppa, tapi kenapa. Kenapa aku merasa seburuk ini?
Lalu kemudian aku masuk kembali.
“Sica, kamu kembali, kenapa barusan-”
“Sunny ah, aku mau bicara sebentar.”
“Oh oke?” kemudian dia berpaling pada Taeyeon. “Taeyeon, aku akan segera kembali.”
Nadanya lembut dan perhatian, seperti sedang berbicara dengan kekasihnya.
“Ya,” jawab Taeyeon dengan anggukan.
Kemudian Sunny berjalan keluar mengikutiku. Aku sengaja berjalan agak jauh dari kamar agar tidak terdengar oleh Taeyeon.
“Jessica, apa yang mau dibicarakan?”
“Sunny ah, tolong jangan terlalu akrab sama Taeyeon.” Aku sendiri tidak menyangka kalau kata-kata itu akan meluncur keluar dari bibirku.
“Mwo?” Sunny berkedip dan menatapku dengan heran.
“Kalau kamu hanya merasa berhutang padanya, lebih baik jangan terlalu akrab sampai mengurusnya seperti itu. Aku tahu kalian bersahabat tapi kalau kamu seperti itu kamu hanya akan memberikan harapan kosong padanya. Bagaimana kalau Taeyeon sampai jatuh cinta padamu…”
Aku sendiri tidak tahu apa yang kukatakan ini.
“……………….”
“Untuk selanjutnya biar aku saja-”
“Kamu salah Jessica.” Potong Sunny.
“Mwo?”
“Aku,” Sunny memegang dadanya seolah mengatakan dari lubuk hatinya yang terdalam. “Memang mencintai Taeyeon.”
Aku melongo, selama ini aku tidak pernah menyangka kalau Sunny menyukai Taeyeon. Kupikir dia hanya suka bermanja-manja pada Taeyeon karena Taeyeon sangat populer yang kepopulerannya bahkan melebihiku menurut hasil polling yang dilakukan secara iseng oleh para anggota di markas. Bahkan begitu semuanya tahu keadaan Taeyeon, bawahan-bawahan banyak yang diam-diam menangisi dan mendoakannya, meskipun tidak ada yang berani mendekatinya.
“Aku dekat dengan Taeyeon bukan karena merasa berhutang padanya yang telah melindungiku. Aku benar-benar mencintai Taeyeon, dan aku juga berharap agar Taeyeon bisa menyukaiku.”
“……………..” aku tidak bisa membalas kata-kata Sunny.
“Jessica?”
Jantungku berdebar-debar.
“A-apa?”
“Kamu sebenarnya kenapa?” Sunny menatapku dengan pandangan curiga bukan khawatir.
“A-aku…”
“Kamu cemburu?”
Jantungku sempat berhenti berdetak. “Aku tidak-”
“Jessica, kamu sudah punya Daniel oppa,” ucapannya seperti memperingatkanku.
“Aku tahu.”
“Jadi jangan dekati Taeyeon lagi.”
Mendadak aku merasa sebal.
“Taeyeon adalah sahabatku! Walau kamu juga sahabatku tapi kamu tidak punya hak untuk melarangku dekat dengan sahabatku sendiri!” balasku sengit.
“Kehadiranmu hanya akan melukai Taeyeon! Tidakkah kamu sadar kalau kamu sudah bersikap egois? Bagaimana kalau kamu sendiri yang berada di posisi Taeyeon?”
“………………..”
Kenyataan itu mendadak mengejutkanku. Aku tidak pernah membayangkan seandainya aku yang berada di posisi Taeyeon.
“Meskipun dirinya terluka tapi dia masih tetap mau membantumu, tapi kamu malah memanfaatkan kebaikannya.”
Rasanya aku ingin menangis.
“Biarkan Taeyeon, jangan memberi harapan kosong lagi padanya. Jangan menorehkan luka lebih dalam di hatinya. Untuk sekarang dan seterusnya biar aku saja yang akan menjaga Taeyeon dan aku janji tidak akan melukainya, karena aku akan membuat Taeyeon bahagia berada di sisiku.”
“Tapi aku-!”
“Wae? Kamu mau bilang kalau sekarang kamu mencintai Taeyeon?”
“A-pa? Aku tidak bilang-”
“Itu bukan cinta Sica. Yang kamu rasakan hanya perasaan tidak rela kehilangan orang yang mencintaimu.”
Mendengar itu aku pun jadi bertanya-tanya.
Benarkah? Apa yang kurasakan ini memang seperti yang dikatakan Sunny?
Sunny menghembuskan nafas. “Sudahlah, lepaskan Taeyeon. Dia juga punya hak untuk bahagia atas cinta.”
Sesudah berkata itu Sunny pun pergi meninggalkanku. Aku merenung sejenak. Benar… aku sudah melukai Taeyeon… aku benar-benar jahat…
_____________________________________________________________________________

Sunny POV

Sejak Taeyeon dirawat di rumah sakit aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengannya dan sudah 1 bulan sejak Taeyeon dirawat di rumah sakit. Aku juga membantu mengantarkan Taeyeon ke tempat rehabilitasi. Kakak laki-laki Taeyeon juga sesekali datang, dia memujiku, berkata kalau aku setia sekali dan tentunya aku sangat senang. Aku seperti diterima dengan baik olehnya.

Sore itu, Taeyeon terjatuh saat sedang berusaha berdiri.
“Taeyeon!” aku bermaksud menghampirinya untuk membantunya.
“Jangan bantu!” teriak Taeyeon dan seketika membuat langkahku terhenti.
“Aku ingin berdiri… dengan kemampuanku sendiri…”
Taeyeon memegang kedua tiang penyangga di sebelahnya dan mencoba untuk berdiri. Kulihat tubuhnya gemetar dengan hebat. Dia tampak sangat rapuh, tapi aku mengagumi tekadnya yang sekeras baja.
Wajahnya berkerut kesakitan tiap kali menjalani rehabilitasi, tapi meski begitu dia tetap berusaha melalui semuanya tanpa bolos sekalipun. Yang bisa kulakukan hanya berdiri di samping, menyemangati dan mendoakannya. Kemudian dia akan tersenyum padaku.
Kuseka keringatnya yang bercucuran.
“Gomawo.”
Tiba-tiba Taeyeon menyandarkan kepalanya di dadaku. Aku sedikit tidak menduganya, tapi aku membiarkannya dan membelai rambutnya.
“Taeyeon, kamu benar-benar sudah berusaha keras.”
“Ne, terima kasih kamu selalu ada buatku Sunny.”
“Apapun untukmu, Taeyeon.”

**

Sekarang ini aku dengan Taeyeon hanya berduaan saja di dalam kamar. Kami hanya mengobrol-ngobrol hal-hal biasa yang tidak penting.
Aku benar-benar menyukainya dan aku berharap agar Taeyeon juga mencintaiku dan memilikinya untukku seorang selamanya.
“Sunny.”
Aku hanya ingin Taeyeon mencintaiku. Cukup itu saja.
Kemudian aku malah terhanyut dalam fantasi romantis dalam kepalaku, meskipun saat ini aku tidak sedang sendirian.
“Hei Sunny,” Taeyeon menaikkan suaranya sedikit.
Suara Taeyeon membuatku tersadar dari lamunanku.
“Eh? oh, apa Taeyeon?”
Taeyeon tersenyum mengejek “Yah, apa yang kamu pikirkan barusan?”
“Ada saja deh,” jawabku tersipu-sipu.
“Katakan saja, hehe. Atau kamu baru saja mikir byuntae?”
“Yah, aku kan nggak seperti kamu, byuntaeng.” Kutekan hidungnya dengan jari telunjukku.
Taeyeon nyengir. “Lalu apa?”
“Aku baru saja memikirkan adegan romantis.”
“Oh ya? Seperti apa?”
“Ehm, berada di tengah-tengah puluhan air mancur kecil. Di sekeliling banyak bunga mawar merah yang harum. Kemudian dengan latar bintang-bintang yang bercahaya di langit malam dengan indahnya. Lalu aku berdansa dengan seseorang dengan ditemani alunan lagu yang lembut.”
“Heee~ terdengar romantis sekali.”
“Ya kan? Aku ingin mencobanya.”
“Lalu siapa yang kamu bayangkan sebagai partner dansamu?”
Kali ini wajahku menjadi panas, bukan hanya wajahku tapi seluruh tubuhku juga jadi panas, jantungku juga berdetak dengan kecepatan tinggi.
“Ta-Taeyeon, kamu…”
Taeyeon tertegun menatapku, dan ekspresinya saat ini benar-benar imut.
“Maaf ya aku seenaknya memakai kamu dalam fantasiku,” kataku sambil menunjukkan aegyoku.
Mendadak aku sempat takut kalau Taeyeon akan membenciku. Takutnya aku terlalu terus terang. Tapi diluar dugaan Taeyeon sama sekali tidak marah dan dia malah terlihat… senang?
“Aku senang Sunny.”
Rasanya aku mau meleleh saking senangnya!
Kami pun berpandang-pandangan seperti sepasang kekasih sampai kami sendiri pun tidak tahu sudah berapa lama kami saling berpandangan.
Dan hal berikutnya yang sama sekali tidak kukira adalah, Taeyeon menciumku! Walau hanya di pipi. Secara refleks aku langsung menyentuh pipi kananku tempat yang dicium Taeyeon barusan. Aku menatap wajahnya dengan tersipu-sipu.
“Hehe, kamu manis Sunny.”
Seluruh perasaan dalam diriku seakan-akan meluap melihat senyumnya yang begitu menawan. Tatapanku tertuju pada bibirnya.

Third Person POV

Sunny meletakkan tangannya di atas tangan Taeyeon sambil memandang ke dalam bola matanya. Taeyeon merasakan getaran-getaran halus di dadanya. Sunny mendekatkan wajahnya dan bibir mereka menyatu dalam sebuah ciuman lembut. Taeyeon memejamkan matanya dan menikmati sensasi bibir Sunny menyentuh bibirnya.
Mereka tidak berbuat lebih, hanya saling menempelkan bibir selama tujuh detik kemudian Sunny melepaskan bibirnya dan menyandarkan dahinya di dahi Taeyeon.
“Taeyeon, mulai sekarang pindahlah ke kamarku…”
Sesaat Taeyeon sempat terbayang kenangan tinggal sekamar dengan Jessica selama setahun ini. Taeyeon berpikir ini mungkin kesempatan yang bagus untuk move on. Lagipula dia memang sudah tidak punya harapan.
“Baiklah.”

**

Kemudian semenjak saat itu Taeyeon tidak sekamar dengan Jessica lagi. Sejak awal barang-barangnya tidak banyak, karena itu tidak membutuhkan waktu lama untuk pindah.
Di kamar seluas itu, Jessica merasa frustasi dan kesepian. Ketika bangun pagi, dia meraba sebelah tempatnya tidur dan merasa seprai itu sangat dingin di bawah sentuhan tangannya. Baru sehari saja, dia merindukan kehadiran Taeyeon dalam kamar itu. Dan Jessica tidak akan memendamnya, dia langsung menemui Taeyeon siang itu juga.

“Taeyeon, kenapa?! Kenapa kamu pindah kamar?!” bentak Jessica meminta penjelasan.
Taeyeon menggigit bibirnya. “Kurasa kamu sudah tahu alasannya kenapa…”
“Kamu bahkan belum meminta persetujuan dariku!” lebih tepatnya Jessica hanya beralasan. Karena egonya masih terlalu tinggi untuk mengakuinya. Kalau dia masih menginginkan Taeyeon berada di sisinya.
Taeyeon membuka mulutnya sedikit, sama sekali tidak menggerakkan bibirnya. Tapi sorotan matanya memancarkan kesedihan.
Jessica yang tidak sabar langsung marah. “Ngomong kenapa?!”
“…Hatiku sakit kalau terus sekamar denganmu, Sica.”
“!”
“Karena kamu sudah menerima lamaran Daniel oppa. Sudah saatnya aku untuk menyerah…”
Mendengar itu Jessica jadi kembali diingatkan pada kenyataan yang sempat dilupakannya.
Dengan berat hati Taeyeon berjalan meninggalkan Jessica.
Tanpa disadarinya, mata Jessica mulai tergenang air ketika melihat punggungnya semakin menjauh.
“Ap-apa-apaan itu… Bukannya waktu itu kamu pernah bilang kalau kamu akan melakukan apapun demi aku? Bukannya kamu tidak ingin aku menangis? Bukannya kamu ingin aku selalu tersenyum? Lalu setelah mengatakan semua itu sekarang kamu tega meninggalkanku?”
Langkah Taeyeon terhenti. Seakan semua kata-kata yang diucapkannya pada malam itu memukul balik dirinya. Taeyeon menggigit bibirnya, tangannya meremas dadanya. Dia memutuskan tidak akan goyah.
“Mianhae… anggap saja semua kata-kata itu tidak pernah kuucapkan,” jawab Taeyeon tanpa menoleh sedikit pun pada Jessica.
“!”
Lalu Taeyeon meneruskan langkahnya. Meninggalkan Jessica yang hancur.

**

Malam harinya. Saat jam menunjukkan pukul 11 malam.
Sunny bertanya-tanya dalam hati.
Taeyeon kemana ya? Sudah selarut ini tapi belum kembali ke kamar. Kutelepati saja.
Tapi sebelum Sunny melakukan itu. Sudah datang telepati dari Taeyeon.
Oh pas sekali.

Taeyeon ah.
Sunny, datanglah ke taman, ada sesuatu yang mau kuperlihatkan.
Apa?
Kalau kuberitahu nanti tidak jadi kejutan. Datang saja. Kamu pasti akan senang.

Kalimatnya yang terakhir membuat Sunny penasaran. Apanya yang bakal membuat dia senang? Memangnya ada apa jam segini di taman?
Daripada terus bertanya-tanya, akhirnya dia pergi ke taman. Sunny melihat Taeyeon berada di tengah-tengah bundaran taman.
“Hei Sunny! Sini sini!” Taeyeon melambaikan tangan mengisyaratkan Sunny untuk datang mendekat.

Sunny melangkahkan kakinya menuju ke tempat Taeyeon berada. Terdengar alunan musik yang merdu membelai lembut telinganya.
“Eh?”
Ketika Sunny semakin dekat, hidungnya juga menangkap bau harum. Sunny melihat di sekitar mereka berdiri dikelilingi oleh pot-pot berisi bunga-bunga mawar merah.
“Taeyeon…”
“Hehe.”
Taeyeon mengangkat sebelah tangannya dan mengayunkannya ke samping dengan pelan. Tiba-tiba muncul puluhan cahaya berwarna biru muda yang mengelilingi mereka. Cahaya-cahaya itu tampak bergerak bagaikan sebuah air mancur.
Sunny menahan nafas karena takjub oleh pemandangan indah yang menyelimuti mereka.
“I-ini…”
“Memang bukan air sungguhan. Karena tidak ada air mancur disini, jadi aku hanya bisa memakai sihirku. Tapi cukup dekat dengan fantasimu kan?”
“Taeyeon, kamu sampai menyiapkan semua ini.”
Taeyeon tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Sunny. “Mari kita berdansa.”
“Ne.” Sunny menerima uluran tangan Taeyeon. Merasa jantungnya berpacu dengan cepat.
Taeyeon meletakkan sebelah tangannya di pinggang Sunny. Sedangkan Sunny meletakkan sebelah tangannya di pundak Taeyeon.
Saat keduanya mulai bergerak mengikuti irama lagu, semuanya mengalir begitu saja. Ada keheningan menyusup di antara mereka. Tapi keduanya merasa sangat rileks dan menikmati momen ini. Taeyeon memutar tubuh Sunny dengan lembut lalu kembali memeluk pinggangnya.
Tiap detik yang berlalu hanya membuat keduanya semakin terhanyut dalam suasana romantis ini.
Taeyeon menyukai binar mata Sunny yang menurutnya saat ini paling indah dari yang pernah dilihatnya. Sementara bagi Sunny, Taeyeon adalah pangerannya. Dan saat ini dia merasa bagaikan seorang putri yang dimanjakan dalam suasana romantis yang telah lama dia dambakan.
“Seandainya waktu bisa berhenti…” Sunny menyandarkan kepalanya di pundak Taeyeon dan mendesah puas. “Baru kali ini aku merasa dadaku sesak karena bahagia. Aku bahkan tidak pernah memimpikan malam seindah ini…”
Taeyeon mengeratkan pelukannya di pinggang Sunny sampai tak menyisakan jarak sedikit pun di antara mereka.
“Aku tidak punya penyesalan…” Sunny mengangkat wajahnya dan menatap ke dalam mata Taeyeon. “Terima kasih sudah mau mengabulkan fantasiku, Taeyeon ah.”
“Sunny…” Taeyeon membelai pipi Sunny. Pandangannya tertuju pada bibir Sunny.
“Saranghae Taeyeon ah…”
Taeyeon melihat bibirnya bergerak mengucapkan kalimat yang sangat indah itu. Ibu jarinya mengusap lembut bibir merah muda Sunny yang setengah terbuka. Kemudian Taeyeon mendekatkan wajahnya. Sunny memejamkan matanya dan merasakan bibir Taeyeon menyentuh lembut bibirnya.
Taeyeon mengulum bibirnya. Sunny meremas tangan Taeyeon lebih erat.
Di saat mereka masih di tengah suasana romantis, tiba-tiba samar-sama terdengar suara letupan dan tanah terasa berguncang.
Taeyeon dan Sunny langsung melepaskan ciuman mereka.
“Ahhh! Apa?! Apa?!” pekik Sunny sambil berpegangan pada Taeyeon untuk menyeimbangkan diri.
Taeyeon memegangi kedua lengan Sunny. Sorot mata Taeyeon langsung berubah jadi tajam. Instingnya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres.
Tiba-tiba terdengar pengumuman yang ditujukan ke seluruh penjuru markas.
“Serangan mendadak! Musuh datang menyerang! Semua member harap waspada!”

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Repeat (Chapter 5)" (41)

  1. Jessica cemburu.tuhhhh :p
    serangan musuhnya dtg saat waktu SunYeonnya lagi mesra”an tuhh -_-
    lanjutkan thoorrr FIGHTING !!!

  2. annyeong…

    uuuaaah sunYeon momentnya~ u,u mana mereka kissu lagi maen kulum-kulum an hehe 🙂
    hayo loh Jessica,bnerkan dia bakalan sadar akan perasaannya stelah taeng ma sunny,nyeselkan sekarang 😉

  3. serangan mendadak! serangan mendadak! serangan mendadak yang sama sekali nggak tau tempat!
    duuhh… disaat romantis kenapa ujungnya kayaknya jadi mau tragis?
    huhuhuhu…

    jempol 9 buat kamu unnie!
    😀

  4. TaengSicababy said:

    Hayooo sica cmburu.. Wkwkwk..
    Tp Ksian sunny klo tae balik ma sica lg.. -,-

  5. Momentny SunYeon so sweeet.. Tpi ad gangguan ..
    Jessica , kau sdh trlmbt..kekekek..brbhgialah dgn oppa-mu itu..

  6. Eerrr…!itu serangan nya gangu moment banget. Tpi gpp deh… Wkwkwk tae itu milik *tuuut *sensor
    beda pairing.

  7. Taenytebs said:

    Yaelah g bisa nunggu sunyeon slsai date’y apa maen serang2 ja,udah sica jgn nangis peluk aj tuh oppa’y

  8. sica cemburu jg akhir ny….
    biarkan sunny sma tae sica kamu sma daniel aja…

    serangan mendadak d saat taesun kissue…

  9. Taesun romantisnya, sica cembura ya, knp dulu nolak cinta taeng sica…. lanjut thor

  10. Bener banget, kata2 unnie persis banget apa yg diucapin temen aku “..perasaan tidak rela kehilangan orang yang mencintaimu”
    omg, serangannya ga tepat waktu

  11. Kwon Eya said:

    Wuah, ini malah taesun. Bnyak bgt m0mentnya. Sica mraza khilangan deh.
    Serangan mndadak? Apa yg bkal trjadi?

  12. shosiiinewreader said:

    hahaha,sica unnie nyesel tuh…kasihan..kasihan..
    aduh koq serangan mendadak sih?padahal tadi aku ngarepnya ada NC*plak..bercanda..
    author memang is the best deh klo masalah FF..ten thumbs up for you thor…

  13. shosiiinewreader said:

    wah sicca unnie cemburu tuh…kshn..kshn…
    aduh knp hrs ada serangan mendadaksih???aku ngarepnya ada NC#plak…bercanda koq..author emang paling top klo masalah per-FF-an…ten thumbs up buat author….

  14. wkakakaka, kesian sica. rasain tuh jess, karma buatmu 😛

    tapi tapi itu lagi asik2nya moment2 indah malah ada serangan -___________-

  15. Wink(s) said:

    Moment taesun terganggu u.u
    Sica, baru nyesel nih wkwkwk~
    Serangan!!! Semoga, selamta semua 😀

  16. waduh….lagi romantis2 nya ada gitu2an yah…. #cemberut dah…

  17. wkwkwkkkwk ngakak ngeliat taesun terganggu,, huhu

  18. agustina_huang said:

    Akhrnya sunyeon moment… Asyik bgt tuh…moment indah terusik oleh moment tempur..Weww….()
    Lanjut thor …
    Hehe…

  19. S1 Queen's said:

    Aih sica cembokur nih,,aq ska tuh klo ada yg cmburu2 gtu ma taeng..slah lu jga sih sica ngpain sma tu namja.

    Aw TaeSun nya cuitcuit…
    Tpi trgngu dgn serangan mendadak…

  20. Tsam27 said:

    aahhhh keseeeeel musuh menyebalkan-_- enggak tahu ada pairing lagi bahagia apa..
    wahaha jessica cemburu.. lagian maunya sama om-om.. gadeng sica, becanda :p
    ditunggu kelanjutannya thor, btw instrumentalnya bagus dan cocok bgt.. emang lagunya enak sih ;_;

    • itu salah satu lagu favoritku ^^ memang berasa cocok bgt apalg yg nyanyi SunYeon sendiri
      tp lbh suka yg versi nyanyi drpd instrumental sih

  21. Kok agak gak rela ya momeny sunyeon lebih sukanya taengsic ._.v wkwkw tapi moment sunyeon sweet banget >.< lanjuttt thor penasaran banget nih kekekeke

  22. Yeayy taeng akhirnya move on dri sica …
    Sudah saat ea taeng bhgia …
    Kmren2 khan taeng naas bgt nasibnya ..
    Sunyeon bner2 sweet bgt ..
    Musuh dtang d saat yg tax tpat nie …
    Lanjut

  23. step lin said:

    Kiss..kiss….apa2an tuh peranggg,menganggu saja…
    sica ah…sini sayang gue peluk loh,gue ngak tega liat loh hancur sperti itu…loe emang tega thoorrr…

  24. gadamayanti said:

    ck lagi romantis romantisan juga , ada aja yg ganggu . kasian banget taesun .

  25. sica bener2 klewatan bgt.
    situ yg nolak, situ pula yg marah waktu taeng move on.
    aih egois bgt sih.
    mending sica dan daniel skalian aja mati dalam perang.
    =___=
    nyebelin bgt.

    taesun moment romantis euy.
    tpi sayang ada pengganggu.

    buruan update.
    hwangtaeng!!!
    (9 ^o^)9

    p.s. kpn cinta segi sembilan update????

  26. Aish romantis ny moment Dandyu ..
    Nah sica udh mulai suka ma taeyeon kn? Itu musuh ngerusak suasana taesun aja.

  27. Shin Young said:

    Entahlah liat sunyeon kisseu”an w sebal sendiri,mungkin karna jiwa locksmith w yg kambuh,tpi klau tae sama jessica enggak karna w juga suka taengsic XD

  28. Kim/Choi said:

    Akhirnya TaeSun moment dapat juga adegan romantisnya 😀
    Ehhmm, maunya Jessica unnie nggak usah ganggu lah XD Udah sweet bingit soalnya TaeSun couple ini 😀

    Next chapter, semoga happy ending

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: