~Thank you for your comments~

Repeat (Chapter 1)

A/N : Ngomongnya mau hiatus malah nggak hiatus, benar-benar author tidak konsisten -_- #plak
ah sudahlah, tidak penting.

Kali ini author membawa ff dengan
Pairing : TaengSic dan SunYeon/TaeSun
dan satu pairing lagi yang masih rahasia 😛 (baru keluar setelah mendekati akhir)
#main rahasiaan padahal gak penting -_-

lalu disertai namja pengganggu -_-

Genre : Romance, melodrama, fantasy, magical

enjoy~ 😉

Namaku Jung Sooyeon alias Jessica Jung seorang penyihir berusia 24 tahun. Dari luar aku tampak seperti gadis biasa tapi sebenarnya aku sudah menjadi seorang penyihir sejak berusia 15 tahun. Aku sebenarnya masih punya satu rahasia lagi, yang tidak pernah kukatakan pada siapapun bahkan sahabat dekat maupun pada orang yang mengenalkanku pada sihir. Hanya keluargaku yang tahu. Tapi itu tidak penting sekarang, aku akan menjelaskan situasi saat ini.
Saat ini perang antar penyihir meletus dan aku terlibat dalam peperangan ini. Temanku sejak kecil yang bernama Lee Sunny membentuk pasukan yang bertempur demi mengembalikan perdamaian pada kelompok yang berperang. Didukung oleh aku dan Taeyeon yang juga teman masa kecilku, kami bertiga bersahabat baik. Dan akhirnya dalam beberapa bulan, pasukan kami berkembang semakin luas dan mempunyai banyak anggota. Aku sendiri diangkat menjadi pelatih bagi para penyihir junior bersama dengan Taeyeon, Yuri, Sooyoung, Yoona, dan yang lainnya. Lalu juga bekerja sama dengan Tiffany, Hyoyeon, dan Seohyun yang menjabat posisi lain.
Dan tentunya setiap orang memiliki kisah cinta masing-masing dan ini adalah kisah cintaku.

@Markas, ruang latihan.
“Ya, hari ini cukup sekian!” ucapku pada para juniorku yang mayoritas masih berusia remaja.
“Terima kasih atar kerja kerasnya!” mereka mengucapkan salam dan semuanya bubar untuk melanjutkan aktifitasnya masing-masing.
Aku tersenyum karena perkembangan mereka hari ini dalam latihan bertarung bagus. Dan mereka juga sangat giat untuk seorang junior. Sehabis itu aku pergi untuk menemui namja itu.

“Oppa.”
“Hei Jessica.”
Dia membalas sapaanku dengan senyum khasnya.
Namanya Daniel Henney, namja berdarah campuran Amerika dan Korea. Usianya sepuluh tahun lebih tua dariku, tapi ah, di usianya yang sudah kepala tiga ini, pesonanya pun sama sekali tidak berkurang. Dia sangat tampan, benar-benar tipe idealku, hehe. Orang yang telah membuat aku mengenal dunia sihir, dan juga sekaligus cinta pertamaku. Karena itu dia adalah orang yang penting bagiku. Aku sangat senang ketika bersama dengannya, karena dari dulu sampai sekarang pun aku masih tetap mencintainya.
Dan siang itu seperti biasa kami menghabiskan waktu duduk-duduk berdua untuk berbincang-bincang.
“Hari ini apa saja yang oppa lakukan?”
“Biasa, bantu-bantu di perpustakaan. Ngomong-ngomong, kamu tidak melewatkan makan pagi kan?”
“Hari ini aku sudah sarapan kok.”
“Baguslah, orang sering kali menganggap sepele sarapan pagi. Seperti kamu yang pasti akan memilih tidur dibandingkan sarapan.”
“Haha, karena ada Taeyeon, aku jadi sarapan setiap hari.”
Tidak lama kemudian hamburger pesananku sudah datang.
“Fast food?”
“Ne, lagi ingin makan hamburger sih. Mumpung tidak ada Seohyun, kalau iya dia akan mengomentariku, ehe.”
“Memang apa katanya?”
“Katanya unnie kalau makan fast food, unnie akan mati,” ujarku sambil meniru gaya Seohyun.
“Hahaha, lucu.”
“Ne, aku kan tidak setiap hari makan fast food. Eh Oppa, aku makan duluan ya?”
“Ya.”
Kemudian aku makan sambil meneruskan obrolan.
“Kira-kira sampai kapan perang ini akan selesai ya…” Daniel oppa menghela nafas.
“Ne…” kataku sedih.
Perang sudah berlangsung selama setahun lebih dan belum menunjukkan ada tanda-tanda keredaan, dan malah menjadi semakin panas.
“Jessica, kamu pasti ingin pulang menemui keluargamu bukan?”
“Ne…”
Sejak perang dimulai aku tidak bisa pulang ke kampung halamanku. Aku juga tidak bisa semudah itu memberi kabar pada keluarga dan teman-temanku disana karena adanya perang ini. Mereka pasti khawatir, pikirku dengan sedih.
“Cerialah, kamu pasti akan bisa bertemu dengan mereka, pasti,” ujar Daniel sambil menepuk pundakku.
“Ne oppa,” jawabku sambil tersenyum.
Aku suka Daniel oppa, suka sekali.

Third Person POV

Sementara itu Taeyeon memandang keduanya dari jauh. Melihat Jessica yang tersenyum sumringah pada namja itu, raut wajahnya tidak menunjukkan emosi apa pun. Pemandangan ini memang sudah hal yang biasa dia lihat.
“Taeyeon ah~” panggil Sunny dengan nada ceria seperti biasanya. Menjadi seorang pemimpin tidak berarti sifat dasarnya akan berubah.
“Oh Sunny.”
“Kamu sedang apa?”
“Tidak sedang apa-apa.”
“Ohh…” hanya itu saja yang dikatakan Sunny walau sebenarnya dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan Taeyeon. Sunny kenal betul sifatnya, dari dulu Taeyeon memang selalu lebih memilih memendam perasaannya.
“Ngomong-ngomong, kamu sudah makan siang belum?”
“Eh? Belum.”
“Kalau begitu kita makan siang sama-sama ya,” sebelum mendapat persetujuan darinya, Sunny menarik tangan Taeyeon dan pergi ke kantin.

@kantin
“Aku pikir kamu sibuk, Sunny,” kata Taeyeon sambil meminum black soya yang dipesannya.
“Iya sih, tapi Jessica menyuruhku untuk beristirahat, kalau tidak dia akan terus mengomeliku dan mengatai kalau aku terlalu workaholic,” jawab Sunny terkikik sambil menciduk sesuap es krim vanilla dari piring kecilnya.
“Baguslah, jadi kamu tidak terlalu capek, jangan memaksakan diri ya,” kata Taeyeon dengan lembut.
“Hehe, kamu perhatian sekali, Taeyeon.”
Sunny menyodorkan sesendok es krim ke depan Taeyeon sambil tersenyum manis. Senyum juga tampak di matanya. Sesuatu yang jarang dia tampakkan di depan orang lain.
“Ini, sebagai hadiah dariku atas perhatianmu. Sesendok krim akan membuat moodmu menjadi lebih baik.”
Senyum merekah di bibir Taeyeon. Terkadang dia juga ingin mendapat perhatian seperti ini dari seseorang yang dia harapkan. Tapi dia tidak akan menyia-nyiakan kebaikan Sunny.
“Gomawo, Sunny.”

**

Malam harinya.
“Taeyeon, kamu dari mana saja?”
“Nggak dari mana-mana. Biasa, ngobrol sama Sunny sampai lupa waktu.”
Sejak tinggal di markas ini, Jessica dan Taeyeon tinggal sekamar, dan untuk penghematan tempat, mereka bahkan tidur di kasur yang sama.
“Besok kita akan berperang lagi ya…”
Taeyeon hanya mengangguk.
Setiap satu minggu selalu ada perang, tapi sebenarnya waktu tepatnya tidak menentu juga.
“Kira-kira kapan akan damai lagi… kenapa? Kenapa mereka menginginkan perang… apa yang didapat dari mengerahkan ribuan orang untuk saling bertempur, apakah demi negara? Ataukah memang hanya keegoisan semata… padahal begitu banyak orang menderita. Aku sama sekali tidak mengerti…”
Taeyeon hanya menundukkan kepala dengan sedih. Yang jelas pasukan mereka berdiri untuk mengembalikan kedamaian. Itulah tujuan Sunny ketika dia mengumpulkan orang-orang untuk mengikutinya. Kemudian menjuluki diri mereka pasukan pembebas.
“……………..”
Taeyeon menghampiri Jessica dan duduk di kasur sebelahnya. Taeyeon meletakkan kedua tangannya di atas bahu Jessica.
“Sica, sudah malam tidurlah.”
Jessica mengangkat kepalanya dan bertemu pandang dengannya. Jessica hanya mengangguk kecil. Lalu masuk ke balik selimut dan berusaha membuat dirinya nyaman.
Taeyeon juga berbaring di sebelahnya.
“Selamat tidur…”
Mungkin karena Jessica sudah terlalu mengantuk, dia jadi tidak menyadari betapa lembutnya nada suara Taeyeon. Bahkan juga tidak membalas ucapannya.

**

Keesokan paginya.
“Seperti yang sudah dijelaskan kemarin. Strategi yang akan dipakai adalah berikut ini. Grup utama akan berhadapan dengan musuh langsung dari arah depan. Sementara kedua grup kecil lain akan bersembunyi dalam hutan yang letaknya beberapa ratus meter dari ibukota dan kemudian menyerang musuh dari sisi kiri dan kanan. Dan kemudian setelah perang sudah berlangsung selama beberapa saat, akan ditambah oleh beberapa bala bantuan untuk menekan moral musuh,” jelas Tiffany yang merupakan strategis mereka.
“Grup yang menyerang dari sisi kiri akan dipimpin oleh Yuri dan Taeyeon. Dan gru-“
“Tunggu, biarkan aku bergabung dengan grup kanan,” potong Taeyeon.
“Eh? Tapi tiba-tiba seperti ini,” kata Tiffany.
“Biarkan saja. Lagipula juga tidak akan mengubah strategi,” kata Sunny bijaksana.
“Kalau begitu, grup kiri akan dipimpin oleh Yuri dan Sooyoung. Lalu grup kanan akan dipimpin oleh Taeyeon dan Jessica. Tidak apa-apa Jessica, Yuri, dan Sooyoung?”
Mereka bertiga mengangguk.
“Lalu grup utama akan dipimpin oleh Yoona. Sudah jelas semua?”
“Ya!”

**

Sunny berdiri di depan dan memberikan pidato singkat.
“Semuanya, hari ini kita akan bertempur lagi. Aku mohon kalian jangan memaksakan diri dan aku ingin kalian semua pulang dalam keadaan selamat, kita tentunya masih ingin bertemu dengan orang-orang yang kita cintai lagi bukan?”
“YAAAAA!!!”
Semuanya, hati-hati, lakukan dengan sebaik mungkin, jangan sampai ada yang mati… mohon Sunny dalam hati.
“Sunny,” Taeyeon memegang pundak Sunny dari belakang.
“Ada apa Taeyeon?”
“Lebih baik kamu tidak usah ikut.”
“Eh?! Tapi aku adalah pemimpinnya, aku harus…!”
“Taeyeon benar Sunny ah, soal kepemimpinan serahkan saja padaku,” sahut Jessica singkat tapi mantap.
“Lebih baik kamu berjaga di markas Sunny, aku khawatir,” kata Taeyeon, dari suaranya terdengar dengan jelas bahwa dia mengkhawatirkan Sunny.
“Baiklah kalau begitu…” walaupun sebenarnya Sunny masih tidak rela.
“Kalau begitu kami berangkat.”
Jessica sudah pergi duluan, sekarang hanya tinggal mereka berdua. Sunny menggenggam tangan Taeyeon seolah tidak rela melepaskannya.
“Tidak usah cemas, kami pasti akan pulang dengan selamat.”
“Yaksokhae?”
“Yaksokhae.”
“Hati-hati… aku akan menunggumu…”
“Ya, dahh.”

Sementara itu.
“Jessica.”
“Oppa?”
“Eh, em… hati-hati.” Daniel tidak tahu mau berkata apa lagi.
Daniel bukanlah seorang penyihir yang ikut berperang, dia hanya seorang yang bekerja di perpustakaan.
“Tenang saja oppa,” Jessica tersenyum. Dalam hati Jessica merasa senang karena Daniel mengkhawatirkannya.
“Hei cepat! Kalian yang disana jangan pacaran saja!” teriak Sooyoung dengan tidak sabaran.
“Pa-pacar?!” suara Jessica melengking, warna pipinya juga merona. Sementara Daniel menggaruk-garuk pipinya karena malu.
“Tuh, kamu sudah ditunggu.”
“Ya, oppa tolong doakan.”
“Tidak perlu kamu minta aku pasti selalu akan mendoakan kamu.”
“Bukan hanya aku, tapi semuanya juga,” senyum Jessica lalu berpaling ke arah Sooyoung yang sudah jauh di depan. “Tunggu aku Sooyoung!” Jessica berlari mengejarnya.
“Aish, ngapain kamu ikutan, kan grupnya sudah diubah!”
“Oh iya ya.”
“Cepatlah, nanti kamu ditinggal.”

**

Pasukan Taeyeon dan Jessica terbang menuju ke hutan yang dimaksud dalam peta.
“Tadi kamu kemana? Kamu nggak merasa tidak enak badan kan?”
“Mianhae, aku cuma lupa kalau grup kita sudah diubah.” Jessica tersenyum meminta dimaklumi.
Kemudian mereka turun ke dalam hutan. Taeyeon menyuruh pasukan mereka agar dalam kondisi siaga. Lalu berpaling pada Jessica.
“Sica, kondisimu hari ini baik-baik saja kan?”
“Iya Taeyeon, sudah berapa kali kamu tanyakan itu. Kamu hanya mengubah pertanyaanmu saja.”
Taeyeon menggosok lehernya yang tidak gatal.
“Sumpah, kamu ini orangnya terlalu khawatiran.”
“Habis kemarin kemarin kakimu sempat kram.” Taeyeon menurunkan tangannya. “Apo!”
Tangan Taeyeon baru saja tergores duri dari sebuah tanaman.
“Itu akibat kamu nggak lihat-lihat kondisi sekitarmu. Kamu harus selalu konsentrasi di arena perang, dan apalagi strategi ini memegang kunci kemenangan.”
“……………..” Taeyeon mengusap tangannya yang berdarah.
“Kita bertarung di udara, jadi kaki kram tidak ada hubungannya. Kamu tidak perlu melindungiku juga. Aku tidak jadi penyihir ranking S tanpa usaha.”
“Iya…”
Taeyeon tahu seberapa besar usaha Jessica untuk mendaki hingga sampai di posisi ranking S. Jessica telah berlatih selama 7 tahun 6 bulan. Sangat berbeda jauh dengan dirinya yang hanya berlatih selama 3 tahun 3 bulan namun sudah mencapai ranking S. Meski begitu Taeyeon selalu tetap saja tidak bisa menghilangkan sikap over protectivenya.

**

Pertempuran berlangsung dengan sengit. Langit dipenuhi dengan penyihir-penyihir dan serangan-serangan dari berbagai pihak.
Untungnya pasukan mereka dapat bertahan dengan baik. Dan berkat strategi Tiffany, musuh berhasil dipukul mundur dari ibukota yang dijajah mereka. Dan mereka pun pulang dengan membawa kemenangan. Markas menjadi berisik oleh suara semua orang yang bersorak merayakan kemenangan.
“Taeyeon, kamu terluka?”
Begitu pulang, Sunny langsung menghampiri Taeyeon lebih dulu dibanding Jessica.
“Hanya goresan kecil.”
“Perlihatkan!” ujar Sunny setengah memaksa.
Taeyeon menunjukkan goresan kecil sepanjang 3 senti di tangannya. Sunny menduga ini bukan luka akibat serangan sihir.
“Darimana kamu bisa terluka?”
“Sewaktu sedang menunggu di dalam hutan, tanganku tergores duri tanaman.”
“Sakitkah?”
“Hanya berasa sedikit gatal,” jawab Taeyeon jujur.
Taeyeon bermaksud menggaruknya, tapi Sunny meraih tangannya sebelum dia sempat melakukan itu. Dan yang membuat Taeyeon terkejut Sunny langsung mengemut lukanya.
“Eh? Haaa?! Sunny?! Aku tidak apa-apa kok!”
“Jangan begitu, luka sekecil apapun tetap harus diobati biar tidak infeksi.”
Sunny memejamkan matanya dan terus mengemut luka Taeyeon. Suara cecapan yang dihasilkan dari mulutnya memberikan sensasi erotis pada diri Taeyeon. Membuat pikiran Taeyeon melayang ke arah hal-hal mesum, tapi buru-buru dia membuang pikiran itu jauh-jauh. Wajah Taeyeon menjadi panas tapi dia berusaha untuk tetap kelihatan tenang.
‘Tidak apa-apa, tidak apa-apa, ini sudah biasa. Ya sering ada di film film, itu bukan berarti apa-apa, tenangkan dirimu, pikir Taeyeon sambil berusaha menenangkan debar jantungnya.
Sebenarnya dalam hati kecilnya Taeyeon sempat mengharapkan sebuah reaksi dari Jessica yang berdiri tidak jauh darinya. Tapi tampaknya gadis itu tidak bereaksi apa-apa.
“Kita ke ruang perawatan.”
Taeyeon merasa sikap Sunny berlebihan untuk sebuah luka goresan kecil.
“Nggak usah berlebihan.”
“Tidak, lukamu harus diberi obat merah.”
Akhirnya Taeyeon mengalah saja.
“Jessica…”
“Ah Daniel oppa.”
Daniel mendekat pada Jessica.
“Kami menang, kami berhasil memukul mundur mereka dari ibukota,” Jessica menunjukkan tanda peace pada Daniel sambil nyengir.
Daniel langsung memeluk Jessica.
“Eh? O-oppa?”
“Syukurlah… syukurlah… aku benar-benar khawatir…”
Daniel akhir-akhir ini semakin sering menunjukkan perhatiannya pada Jessica. Dan tentu saja Jessica merasa senang diperhatikan seperti itu. Jadi Jessica balas memeluk Daniel.
Sementara itu Taeyeon dan Sunny yang sedang berdiri di dekat situ melihat Jessica dan Daniel berpelukan.
“Wah wah,” goda Sunny.
Taeyeon hanya menatap mereka dengan ekspresi wajah yang sulit untuk dibaca. Sunny menyadari itu.
“Taeyeon, kita ke taman saja yuk? Setelah habis dari ruang perawatan tentu saja.” Sunny menarik lengan Taeyeon dan membawanya pergi.

@taman markas.
“Wuah, anginnya kencang.”
Taeyeon memegangi sebagian rambutnya supaya tidak terbang dan menghalangi pandangannya.
Ketika anginnya sudah mereda, Sunny membantu merapikan rambut Taeyeon. Karena rambut Sunny sendiri hanya sampai sebahu, dia dapat merapikannya dengan cepat.
“Syukurlah, kali ini tidak ada yang terluka parah.”
“……………..”
“Taeyeon, kamu tidak enak badan?”
Taeyeon seperti tersentak dari lamunannya.
“Ah aku baik-baik saja kok Sunny.”
“Jinjja?” Sunny terlihat meragukan jawaban Taeyeon.
“Lho? Sunny dan Taeyeon, kalian ada disini rupanya.”
“Oppa.”
Orang yang barusan berbicara adalah kakak laki-laki Taeyeon, Kim Ji Woong.
“Sekarang semuanya sedang berpesta merayakan kemenangan, kalian datanglah, sekalian makan bersama.”
“Hah?” ujar Taeyeon tidak menyangka akan ada pesta macam ini.
“Wah kayaknya menarik, ayo kita ikutan juga Taeyeon” Sunny mendadak jadi bersemangat.
“Padahal perang bahkan belum berakhir tapi malah-”
“Tidak apa-apa kan? Pesta itu menyenangkan, lagipula kita belum makan,” Sunny menggamit lengan Taeyeon dan mengajaknya pergi tanpa mempedulikan dia mau ikut apa tidak.

**

Suasana benar-benar ramai, semua orang mengobrol-ngobrol, bercanda dan tertawa-tawa bersama.
Sunny juga ikut berbincang-bincang dengan beberapa orang. Taeyeon hanya diam saja dan meminum minuman di pojokan.
Sebenarnya sedari tadi sudah ada beberapa orang yang memberanikan diri dan mencoba membuka percakapan dengan Taeyeon. Tapi Taeyeon hanya menjawab seadanya dan singkat saja, jadi akhirnya mereka semua meninggalkannya karena merasa Taeyeon suasana terasa agak canggung.
Sunny menyadari Taeyeon sedari tadi sama sekali tidak mencoba berbaur dengan orang lain, lalu dia mendekatinya.
“Taeyeon, kamu dari tadi minum saja,” tegur Sunny sambil merampas gelas yang dipegang oleh Taeyeon. “Sudah datang kesini harus bersosial, jangan hanya berdiri di pojokan.”
“Berisik… kamu sendiri yang mengajakku kesini tanpa meminta persetujuanku, kembalikan minumannya,” Taeyeon merenggut minumannya kembali, lalu menenggaknya sampai habis. “Benar-benar menyebalkan… berpesta-pesta nggak tahu keadaan… padahal perang belum selesai pula, senang-senang aja… dunia benar-benar nggak adil…”
Yang diminumnya adalah bir, karena itu semua kata-kata yang terlontar dari mulutnya adalah isi hatinya yang sebenarnya.
Sunny dan orang-orang lain disekitar yang mendengarnya agak kaget mendengarnya.
“Ada apa dengan Taeyeon-ssi?”
“Kok dia agak aneh.”
“Ah! Sepertinya Taeyeon sedang tidak enak badan! Aku akan mengantarnya pergi istirahat, permisi,” Sunny segera menarik Taeyeon pergi.
Karena jalan Taeyeon sempoyongan, Sunny harus memapahnya. Dia membawanya ke kamar miliknya sendiri karena kamarnya lebih dekat daripada harus repot mengantar Taeyeon ke kamar miliknya.
“Aish jinjja, kamu sengaja bikin diri kamu mabuk ya?”
“Ah cerewet, tinggalkan aku sendiri,” Taeyeon menepis Sunny dan langsung berbaring di tempat tidur Sunny tanpa mempedulikannya.
“Hei, nanti malam aku tidur dimana?”
Tapi Taeyeon sudah keburu tertidur. “Zzzzz…”
“………………”
“Taeyeon… aku tahu kenapa kamu jadi begini,” Sunny berkata dengan suara kecil agar tidak membangunkan Taeyeon. Dia mendekat dan duduk di ujung tempat tidur, mengelus rambut Taeyeon. Sorot matanya berubah.
“Aku tahu perasaanmu pada Jessica. Karena itu aku sengaja menempatkan kalian sekamar dengan satu tempat tidur, kupikir dengan begitu kalian bisa lebih dekat tapi ternyata…”
“Aku mencintaimu Taeyeon…” Sunny menunduk dan mencium kening Taeyeon. Setelah itu Sunny berbaring di samping Taeyeon. Merasa sedikit sempit, tapi justru dengan begini dia merasa lebih dekat. Sunny menggenggam tangan Taeyeon.
“Aku bingung… aku ingin kamu bahagia bersama dengan Jessica, tapi sebagian dari diriku yang lain ingin memilikimu…”
Sunny menarik nafas sejenak untuk meredakan debaran menyakitkan yang memenuhi dadanya.
“Tapi aku tidak mau melihatmu sedih. Karena itu aku akan memilih pilihan yang bisa membuatmu bahagia…”
Sunny menutup matanya yang berair dan tertidur.
Pagi harinya ketika Sunny membuka mata ternyata dia sedang berada dalam pelukan Taeyeon.
Eh eh? Uwahh…
Sunny menatap Taeyeon tapi dia masih tertidur.
Dia masih tidur kan?
“…………….”
Tapi aku senang juga, aku Sunny dalam hati.
Tidak lama kemudian, Taeyeon membuka matanya.
“Waaahhhh!” teriak Taeyeon sambil menjauhkan tubuhnya tapi dia malah terjatuh dari tempat tidur.
“Taeyeon ah, kamu tidak apa-apa?”
“Aku tidak apa-apa,” Taeyeon mengusap-usap pantatnya yang sakit.
“Kenapa kamu tiba-tiba berteriak seperti itu? Aku sampai kaget.” Sunny berusaha menenangkan detak jantungnya yang bergemuruh.
Wajah Taeyeon tiba-tiba memerah.
“Lho Taeyeon?”
“Ah tidak, aku…” Taeyeon menutupi wajahnya karena malu.
“?”
Bagaimana mungkin aku bisa bilang pada sahabat baikku kalau aku baru saja bermimpi melihat dirinya telanjang, berada di atas tubuhnya, dan melakukan seks dengannya… sampai benar-benar terasa seperti nyata pula. Uwaaaaa! Yadong! Aku benar-benar byuntae! Pantas saja dijuluki ByunTaeng.
“?”
Taeyeon melihat ke tubuh Sunny, mematai lekuk tubuhnya, dan belahan dadanya yang tampak jelas karena bajunya yang sedikit turun, mimpinya kembali terbayang.
Taeyeon menampar dirinya sendiri.
“EHHH?! Kenapa kamu memukul dirimu sendiri?!”
“Ani, cuma untuk membuang jauh-jauh pikiran negatif,” ujar Taeyeon sambil menarik nafas dalam beberapa kali.
“Oh, oke…”
Aku pasti sekarang terlihat seperti kepiting rebus…
“Oh ya ngomong-ngomong kenapa aku ada disini?” tanya Taeyeon berusaha mengganti topik.
“Kamu tidak ingat ya?”
“Emm…” Taeyeon memutar otak, mencoba mengingat-ingat.
“Semalam kamu mabuk, terus tadinya mau kubawa ke kamarmu tapi karena agak jauh jadinya kubawa ke kamarku yang lebih dekat dari aula.”
Mabuk?
Di kepala Taeyeon terlintas mimpinya barusan.
Cha-chankaman, aku dan Sunny nggak ngapa-ngapain kan..?
“Taeyeon semalam kamu agak kasar…” maksud Sunny adalah kata-katanya, tapi akibat mimpinya barusan Taeyeon jadi salah persepsi.
Eh?! Masa aku dan Sunny benar-benar…!
Taeyeon tidak sanggup membayangkan dirinya dan Sunny melakukan hubungan seksual. Bertelanjang berdua… di atas ranjang… saling menyentuh… membelai… mencumbu…
Akhirnya Taeyeon pun pingsan.
“Taeyeon! Kamu kenapa?! Bertahanlah!”

……………………………………….
………………………………
Akhirnya setelah Taeyeon sadar dan mendengar penjelasan dari Sunny.
“Jadi begitu ya… bilang dari tadi dong, aku sampai jadi berpikir macam-macam,” Taeyeon merasa lega.
“Macam-macam? Seperti apa?” mata Sunny membulat.
“Ah nggak, nggak ada apa-apa.”
Wajah Taeyeon memerah lagi dan Sunny semakin tidak mengerti, tapi dia tidak menyelidiki lebih lanjut.
“Kita sarapan yuk?”
Taeyeon mengangguk, tapi dia masih merasa kesusahan untuk menatap langsung wajah Sunny karena mimpinya.

*~To Be Continued~*

A/N : Mengenai ff lain, author minta maaf, belum bisa update karena masih hiatus (apa hubungannya? detail tidak penting #plak, hanya saja author masih berharap untuk melanjutkan setelah tugas akhir selesai)
jadi tidak perlu ditanyakan ya^^

Commentlah yang banyak biar author cepet update 😉

Advertisements

Comments on: "Repeat (Chapter 1)" (48)

  1. defy86 said:

    Anyeong…
    Wah ff baru…
    Keren dan daebak.
    Kocak taeyeon tetap byun selamanya.
    Cinta segitiga begitu menyakiti.
    Tadi sy harap taeny tp ya udah ini hak km.
    Kutunggu lanjutan dan hwaiting

    • sebenarnya tadinya mau TaeNy^^ tp karena ada 2 alasan, yg satu tuntutan ceritanya, sedang satunya lg karena ff TaengSic gak sebanyak TaeNy, jd akhirnya diputuskan TaengSic 😉

  2. Taeny"SF said:

    semungut buat tugas akhirnya author…
    and I Like it FF barunya.. ” pairing Taengsic “..

    cinta segi 9 kpan dilanjut thor.. ditunggu yo.

  3. annyeong…

    yeay….taengSic!!! 🙂
    aaahh itu oppa satu brasa kaya hama aja deh,nemplok Jessica terus u,u

    kocak scene SunYeon nya,gara2 taeng meluk sunny dia jadi berfikir yg ngga-ngga wkwkwk..byunTaeng nya ga pernah ilang hahaha 😉

  4. Taengoo887 said:

    Absen,,,^^
    Lanjut author… HwaiTAENG♥!^-^

  5. Kwon Eya said:

    Dasar taeng, skali byun ttep ja byun. Shbt cndiri jga, dmmpiin mesum. Hu… Lanjuut!

  6. Wink(s) said:

    Kirain, mau taeny thor hehe. Tapi, taengsic juga gak apa. Asalkan, ada taetae nya #plakk
    Byuntaeng masih terpakai ternyata -.-
    Next nya ditunggu yo’

  7. Bgus thor FF ea sal sihir2ran ..
    Taeng bner2 byun ea ..
    Xeexeexee

  8. Waktu taeng mabuk kocak abis, mimpi yadongan sama sunny lagi, lol dasar byuntaeng XD
    ceritanya keren taengsic, jarang banget ada pairing taengsic, tapi kenapa ada daniel , ahh my yulsic feeling :((

  9. Jadi ini kaya cinta segitiga yaa, thor? Jessica ga peka T.T
    fighting author!! 🙂

  10. lhah gak jadi hiatus?

    baguslah.

    aiihhh klo namja pengganggunya si tampan maksimal daniel henney sih malah bagus.
    asal bkn si namja ikan pepes ato dong wook. -_-
    aaiihhh daniel oppa~

    yg bener aja itu taeyeon mesum bgt.
    masak di rawat lukany sma sunny gtu aja otaknya nngelayap kemana2.
    teganya. -_-
    udh gtu pas bgun tdr kembali bayangin hal tdk senonoh pula.
    aihhh bener2 byun akut.

    • antara hiatus dan tidak 😛
      ya, sengaja milih Daniel biar selera sekaligus saingannya tinggi
      namja ikan pepes XD

      kasihan bgt Taeng, semua reader bilang dia byun wkwkwk

  11. ceritanya seru nih, padahal baru chap 1, gimana kalo chap selanjutnya ya..
    waduhh.. kali ini taengsic,tapi tumben taeyeon yang patah hati. tapi untung ada sunny…
    adegan tae yang mabuk lucu juga. pikirannya kemana-mana dan tetep aja byun.
    daebak unnie!
    lanjutt!

    • chapter ke depannya lbh seru secara pribadi, mudah2an kalian semua enjoy, terutama buat TaengSic dan TaeSun shipper^^
      biasanya si Jejes yg ngejar2 Taeng sih 😛

  12. Tsam27 said:

    uwahh seru thor XD fantasy~
    aku justru kurang suka sica sama danielnya-_- wkwkwk sica sama om-om-_____-
    hehe becanda deng.. semoga ntar muncul perasaan sica ke teyon deh.. tapi sunny sama siapa dong nanti ;_; #bingungsendiri
    lanjuuut’-‘)9

  13. wahahahaha, taeyeon bisa pingsan 😛

  14. wkwk dasar byuntaeng!!

  15. puputt said:

    ahahaha…
    Kocak banget mimpinya xD
    tp untung posisi tidurnya Taeng cuma meluk Sunny. Kalo bener” menindih Sunny seperti yg dimimpi gimana? Jadi horror wkwk

    Tiffany cuma jadi peran yg ngga berarti ya disini. Ngga terlibat di Cinta Segitiga SunTaeSic.

    Tp, over all, gud job buat author =))

    Lanjut!

  16. hahaha Thor… saya suka cerita nya… fantasy memang… keren.. taeyeon keluar lagi byun nya… haha

  17. taengsic n taesun
    siapa yg akn dpilih tae akhir ny…. sunny ygvidh cinta pda ny dr dulu or sica yg udh punya pcar….

    tae pingsan tuh bkn krn ngebayangin mimpiny tpi krna mimpiny itu gk nyata mkny dia pingsan… byuntae

  18. 'rusa' said:

    hahaha ini nih yg aku suka dari author, jujur aku cuma lebih nyaman baca pairing selain royal family di sini hehehe

    • berarti gak gitu suka royal family ya?
      kalau aku memang suka pairing macam2 dan bereksperimen lol 🙂

      • 'rusa' said:

        bukan gitu, hehe aku rf shipper loh thor, khususnya yulsic, tapi cuma bisa baca ff pairing selain rf di sini, abis ga begitu berlebihan aja, pas gitu 🙂

      • ow gitu, aku jarang bikin YulSic sih (habis udh kebanyakan menurutku)

      • 'rusa' said:

        haha iya, sekali2 mereka sama yg lain boleh kan

  19. jiaaaah tumben taeng yg d cuekin sica ada kemajuan berarti hahahaa,,,

  20. TaengSicababy said:

    Cinta sgitiga antara taesunsic.. 😀
    tp akhirnya tangsic jg yg jd pairing nya.. 🙂

  21. agustina_huang said:

    Keren…keren… Aku sllu nungguin author update ff terbaru,soalnya ff nya author mmg daebak… Sdih jg sih klu author hiatus..
    Nih crita taengsic-sunyeon.. Jarang2 nih ad ff sunyeon,klu pun ad cm lwt doank,akhr crita tae ttep sm fany.. Hohoho..
    Lanjut thor..
    Hwaitaeng ^^

  22. cintanya bertepuk sebelah tangan semua,, uch

  23. Wahhh new ff. Yeyyyy Taengsic!!
    😀 ditunggu sambungan nya kekekeke

  24. Miss New New said:

    anyeoong~

    aku binggung suara mencecap tuh kayak gimana ya?
    apa sama kayak suara makan yg gak jaim alias ceplak?

    coba sinih pinjem tangan author, mau praktek wkwkwk

    • muohoho XD
      suara mengecap masa gak tau, anggap aja pas lg ber NC #plak
      silakan coba dulu dgn tangan sendiri 😉

  25. cornet said:

    kita kompakan thor, maunya juga hiatus dari baca-membaca ff, akhirnya jadi cari-cari ff buat dibaca, sama-sama ga konsistennya kita :p

    tpi jalan cerita repeat ini beda dari ff yang lain, i like it ^^

  26. Shin Young said:

    Aihh si taeng byunnya bener” parah XD

  27. Hahaha taeyeon byun seterus nya tetep jadi byun ya ga berubah dasar taeyeon ada2 aja cinta segitiga hhmmm kaya nya menarik lanjut baja lagi deh biar tau alur cerita nya..:)

  28. Kim/Choi said:

    Hahaha 😀 Taeyeon unnie disini lucu. Kadang dingin kadang aneh XD

    Walaupun pairingnya bukan SooSun, aku tetap semangat bacanya. Karna SNSD adalah satu 🙂

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: