~Thank you for your comments~

A/N : YoonHyun back, dengan sedikit NC soft nyempil 😛
enjoy~

Tiga hari kemudian

“Tidak ada gunanya, aku sudah tahu itu,” keluh Seohyun sambil menjauh dari mesin ATM.
ATMnya diblokir. Pasti orang tuanya yang melakukannya. Supaya dia tidak dapat mengambil satu won pun. Dan juga supaya Seohyun menyerah dan pulang.
“Saat ini mereka pasti sedang mencari-cariku.”
“Kita jadi seperti buronan ya?” gurau Yoona. Tapi gurauan Yoona pun tidak dapat mencairkan suasana.
Tidak mendapat tanggapan dari gadis itu, Yoona bertanya, “Kamu menyesal?”
Seohyun menggeleng.
“Memang selama aku tinggal di rumah itu hidupku terjamin, namun aku tidak akan merasa nyaman dan bebas. Sedangkan bersama dengan unnie meski kekurangan aku merasa bahagia.”
Yoona tersenyum puas dengan jawaban Seohyun. “Aku juga bahagia kalau kamu bahagia. Yuk pulang.”
Mereka pulang ke rumah kontrakan kecil yang mereka sewa. Yang seluruhnya ditanggung oleh uang tabungan Yoona. Meski hidup susah tapi mereka sangat mesra. Setiap hari bisa terus berduaan.
Pada awalnya mereka hanya bicara kata-kata yang romantis nan mesra di tempat tidur. Namun tiba-tiba Yoona ingin menyentuh Seohyun. Sambil memandang ke dalam bola mata Seohyun seolah meminta ijin darinya Yoona mulai perlahan melepaskan pakaiannya. Yoona sengaja melakukannya dengan gerakan pelan, supaya kalau Seohyun menolak maka dia bisa segera menghentikannya. Tapi Seohyun tidak menolak bahkan ketika Yoona melepaskan pengait bra sambil menciumi lehernya. Seohyun mendesah pelan ketika dirasakannya bibir Yoona menyesap kulit lehernya. Kemudian Yoona menjilat kiss mark itu untuk sedikit meredakan bekasnya sebelum kembali memandang wajah gadis yang sangat dikasihinya.
“Kamu yakin mau melanjutkan ini, Hyunnie?”
Seohyun mengangguk pelan. “Kalau unnie menginginkannya maka aku juga menginginkannya.”
“Karena ini pertama kaliku mungkin aku nggak bisa lembut…”
“Tidak usah lembut pun tidak apa-apa…” bisik Seohyun sambil melingkarkan lengannya di leher Yoona dan memeluknya. Seohyun seolah begitu mendambakan ingin bisa memeluk Yoona seperti ini, dia bahkan tidak mempedulikan rasa sesak akibat tindihan tubuh gadis di atasnya. “Saat ini aku ingin merasakan sentuhan Yoona unnie.”
Mendengar ucapan penuh perasaan itu, rasanya Yoona ingin menangis bahagia. Gadis yang sangat dicintainya berada dalam pelukannya. Dan menerima segala perlakuan darinya. Air matanya meleleh keluar.
“Yoona unnie? Kenapa nangis?”
“Huuu… aku bahagia sekali Hyunnie… rasanya aku ingin selamanya begini…”
Seohyun membeli pipi Yoona dan menanamkan ciuman hangat di pipinya.
“Aku juga unnie. Aku ingin mengenang momen ini selamanya.”
Yoona memejamkan mata dan mengulum bibir Seohyun.
Seohyun mengumpulkan sedikit keberanian dan berusaha menyambuti ciuman Yoona.
Yoona senang merasakan Seohyun membalas ciumannya, walau terasa agak kikuk. Dalam hatinya dia tersentuh karena merasa seperti diinginkan.
Yoona menghentikan ciumannya dan mulai membuka bajunya sendiri. Nafasnya tertahan waktu pandangan matanya bertemu dengan Seohyun.
Seohyun terus memandangnya tanpa melepaskan pandangannya sedetik pun. Walau ekspresinya innocent tapi Yoona merasa tubuhnya panas dipandangi seperti itu. Yoona melepas seluruh pakaian yang menempel padanya sambil berusaha menahan rasa malunya.
“Hyunnie, sekarang aku akan melepaskan milikmu.”
“Ne.” angguk Seohyun.
Yoona melepaskan celana Seohyun beserta celana dalamnya dengan hati-hati seolah Seohyun adalah barang berharga. Yoona mengagumi keindahan tubuh Seohyun sejenak. Kemudian Yoona mendekatkan bibirnya dan mendaratkan ciuman di dada Seohyun.
“Hahh…!”
Yoona menyesap dan menggigit tepat di area paling sensitif di dadanya.
“Uh, unnie…”
Yoona mengangkat wajahnya.
“Mianhae, apa aku terlalu kasar?”
“Aniyo unnie… teruskan saja.”
Setelah menyelidiki wajahnya dan mengetahui kalau Seohyun tidak memaksakan dirinya, Yoona meneruskan sambil tangannya membelai-belai daerah perut dan pahanya.
Lama-lama Seohyun mulai bergairah oleh rangsangan Yoona, tapi yang sejak tadi memenuhi pikirannya tidak terjadi juga.
“Unnie… kau tidak ingin memasukiku?”
“Eh? Aku takut akan menyakitimu.”
“Tapi aku ingin dimiliki olehmu unnie…” kata Seohyun dengan wajah memelas yang membuat Yoona hampir kehilangan kontrolnya.
“Jebal unnie…”
Yoona menelan ludah gugup, apalagi ketika Seohyun membimbing tangannya menuju area privatnya. Tapi dia juga ingin menyentuh Seohyun di area yang belum pernah dijamah oleh orang lain. Maka dengan hati-hati Yoona menekan masuk jari tengahnya. Ujung jarinya langsung disambut oleh kehangatan dan kebasahan.
Yoona melakukannya sambil mempelajari ekspresi wajah Seohyun, tapi dia merasa tetap harus bertanya.
“Hyunnie, apakah rasanya sakit?”
“Ani.”
“Sekarang aku akan masukkan lebih dalam.”
Yoona mendorong masuk pelan sampai sebatas pangkal jarinya.
“Bagaimana?”
“Uhh… aku merasa sedikit aneh unnie. Tapi aku senang karena aku bisa merasakanmu di dalamku…”
“Masuki aku juga, Hyunnie, aku juga ingin ikut merasakannya.”
Yoona menuntun tangan Seohyun tepat di depan miliknya. Mereka berpandangan sejenak dan Seohyun menuruti perkataan Yoona. Tapi karena Seohyun terlihat ragu-ragu, maka Yoona sendiri yang mendorong jarinya masuk. Sedikit terlalu kasar.
“Aks!” Yoona meringis sakit.
“U-unnie, kamu berdarah!” mata Seohyun membelalak kaget ketika melihat darah mengalir keluar membasahi jarinya.
Melihat kekhawatiran tergambar jelas di wajah Seohyun, Yoona hanya tersenyum di tengah rasa sakitnya.
“Gwenchana, sekarang aku milikmu, Hyunnie. Hati dan tubuhku.”
“Yoona unnie…” mata Seohyun tergenang air.
“Jangan nangis putriku yang cantik.” Yoona menunduk dan mencium dahinya. “Tapi maaf, darahku menodai tanganmu.”
“Ani…”
“Aku mencintaimu Hyunnie, sangat sangat mencintaimu…”
“Aku juga Yoona unnie…”

**

Selama berada di dalam kota suatu saat mereka pasti akan menemukan kita, bagaimanapun kita harus kabur ke luar kota, tapi bagaimana? Baik aku maupun Hyunnie tidak punya uang untuk itu.
Akhirnya Yoona dan Seohyun mencari pekerjaan. Tapi tentu saja tidak mudah. Apalagi karena mereka bahkan belum lulus SMA.
Seohyun sempat menjadi pelayan restoran. Sedang Yoona menjadi pengantar barang dan makanan.
Seohyun menyeka peluh di tengah-tengah pekerjaan mencuci piringnya.

Seumur-umur baru kali ini aku bekerja sama orang. Tapi setelah ini aku bisa bertemu sama Yoona unnie.
Kalau sudah pulang, Yoona akan membawakan makanan yang baru saja dibelinya. Duduk bersama di ruangan yang sempit. Seohyun dengan sabar menunggu Yoona membuka bungkus makanan itu. Lalu jatah satu porsi makanan itu mereka bagi berdua. Terkadang Yoona menyuapinya sambil tersenyum. Dan bergantian saling menyuapi.
Setelah makan Yoona akan bermanja-manja di pangkuan Seohyun sambil masing-masing menceritakan kisah yang terjadi pada mereka hari itu. Atau mandi bersama, Yoona akan membantu menyucikan rambut Seohyun. Lalu sebelum tidur biasanya Yoona akan dengan sukarela memijatnya sambil menyanyikan sebuah lagu. Terkadang kalau mereka merasa lapar di tengah malam. Biasanya mereka akan berpelukan dalam tidur sambil sama-sama berusaha menahan lapar dengan bisikan-bisikan kata cinta.
Dan di tengah-tengah momen kecil yang hangat itu barulah Seohyun merasakan kebahagiaan sejati. Membayangkannya Seohyun menjadi kembali bersemangat kerja.
“Hwaiting!”

**

Percuma, walau sudah berhemat sekalipun, dengan hasil segini, hanya cukup untuk kami makan dan biaya sewa. Aku perlu lebih untuk bisa keluar dari kota ini. Tapi aku juga tidak mungkin pulang untuk meminta uang. Meski mereka menyambutku pun, mereka tidak akan mampu. Padahal aku harus bergegas membawa Hyunnie pergi dari Seoul!
Aku tidak mau hubungan kami berakhir seperti di masa lalu…
Tidak, jangan sampai itu terjadi!
Tiba-tiba entah kerasukan pikiran apa. Sesuatu yang buruk terlintas dalam pikirannya.
Hanya ada satu cara untuk mendapat uang yang banyak dengan cepat, batin Yoona.

Sore itu, Seohyun belum pulang dari tempat kerjanya.
Ini kesempatan, batinnya.
Yoona menyelinap pulang. Dan ia mencari-cari baju yang dikiranya pantas. Lalu ia menemukan baju merah menyala miliknya yang cukup ketat. Bagian lehernya juga rendah. Lalu ia juga mengenakan rok mini.
Kemudian Yoona pergi ke bar.
Ketika sudah sampai disana Yoona menarik nafas dalam. Berusaha menenangkan jantungnya yang berdegup kencang.
Tidak apa-apa, aku tidak kelihatan seperti anak di bawah umur. Lagipula ini bukan yang pertama buatku. Aku sudah melakukannya dengan Hyunnie, gwenchana.
Semua demi Hyunnie, aku akan melindunginya meski harus kukorbankan tubuhku.
Baru beberapa langkah Yoona merasa banyak mata namja memandangnya. Beberapa di antara mereka ada yang bersiul. Tatapan mata mereka seperti menelanjanginya. Dan baru ia menyadari kalau ia telah berbuat hal ternekat yang pernah dilakukannya. Bahkan pakaiannya pun sangat terbuka dibanding yang biasanya dipakai olehnya. Tubuhnya gemetar hebat.
Tunggu, apa yang kupikirkan?! Ini bukan diriku! Kenapa aku bahkan datang ke tempat seperti ini?! Aku takut!
Ekor matanya menangkap seorang namja berjalan mendekatinya. Tidak tahan lagi dengan perasaannya, Yoona keburu berbalik dan berlari sekencang-kencangnya.
Ani…! Ani! Aniyooooooo!

**

Seohyun tidak menemukan Yoona di rumah.
“Pergi kemana ya unnie? Biasanya dia sudah duluan tiba di rumah.”
Dan baru saja Seohyun berkata begitu, pintu terbuka dan Yoona berdiri di ambang pintu dengan nafas memburu.
Seohyun sangat terkejut melihat penampilan Yoona.
“Yoona unnie? Kenapa pakaianmu begitu?”
“Ternyata aku memang tidak bisa.”
“Apanya? Jangan bilang kalau unnie!” mendadak Seohyun langsung mengerti maksud Yoona.
“Maaf, aku sempat kepikir-”
PLAK!
Sebelum Yoona sempat menyelesaikan kalimatnya, Seohyun sudah menampar pipinya. Yoona yang merasa bersalah hanya menunduk, tidak bisa berkata apa-apa.
Karena Yoona hanya membisu Seohyun menjadi bertambah kesal. Ia mengangkat tangannya dan menampar Yoona sekali lagi.
Seohyun sama sekali tidak menyangka kalau Yoona akan melakukan hal seperti itu.
“Kenapa unnie bahkan sempat berpikiran mau jual diri?! Kenapa… kenapa unnie berbuat begitu?” Seohyun mulai terisak, dia merasa sangat syok.
“Aku ingin secepatnya membawa kamu pergi dari sini, supaya kamu tidak dibawa pulang dan dikurung lagi oleh orang tuamu. Kupikir hanya itulah satu-satunya jalan pintas…”
Dan karena aku tidak ingin tragedi yang sama seperti di masa lalu terulang kembali, tambah Yoona dalam hati.
Seohyun mengangkat tangannya sekali lagi. Yoona hanya memejamkan matanya bersiap menerima tamparan sekali lagi. Tapi ia tidak merasakan apa-apa di pipinya. Malahan ia mendapatkan pelukan yang erat.
“Hyunnie…”
“Aku tidak butuh apa-apa unnie! Aku hanya ingin berada di sisi Yoona unnie yang bahagia! Aku tidak ingin Yoona unnie berkorban diri seperti itu!”
Yoona diserang oleh perasaan bersalah yang amat mendalam.
“Kalau unnie sampai benar-benar melakukannya gara-gara aku, seumur hidup aku tidak akan pernah memaafkan unnie…!” suara Seohyun gemetar menahan tangis.
“Maaf… maafkan aku Hyunnie…” Yoona menangis sesenggukan dalam pelukan Seohyun.

Keesokan harinya.
Yoona terbangun dan ia tidak menemukan Seohyun di sisinya. Ia menoleh ke arah pintu ketika terdengar suara pintu terbuka. Dilihatnya Seohyun sudah dalam pakaian rapi dengan rambut setengah basah. Mungkin habis mandi.
Kejadian kemarin masih sangat berbekas dalam ingatannya. Dan hatinya kembali menjadi tidak enak ketika mengingatnya.
“Unnie, kita jalan-jalan ke taman yuk?”
Tapi Seohyun bersikap seolah sudah melupakan kejadian kemarin.
“Oke,” jawab Yoona tanpa prasangka apapun sambil bangkit dari tempat tidurnya. Tak lupa ia membereskan tempat tidurnya lalu pergi mandi.

Taman pada pagi hari memang sangat menyegarkan. Apalagi di saat suasana masih sepi.
“Hmm udaranya segar sekali!”
Ketika menatap gadis itu Yoona merasa ada sesuatu. Seohyun seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
Apakah dia masih marah soal kejadian kemarin?
Karena hati kecilnya tidak tahan lagi Yoona pun memberanikan diri untuk bertanya topik yang sensitif ini.
“Hyunnie, kamu masih marah soal kemarin?”
Mendadak Seohyun terdiam. Ia masih tetap membelakangi Yoona namun Yoona merasa wajah cerianya barusan lenyap seketika.
“Yoona unnie, semalam aku banyak berpikir… kalau lebih baik kita putus saja.”
Yoona membelalak kaget. “Hyunnie?! Kamu serius?!”
Seohyun membalik badan, sekarang matanya menatap Yoona.
“Waktu pertama kali bertemu dengan unnie, jujur aku sama sekali tidak berpikir kalau hubungan kita akan jadi seperti ini. Melalui berbagai hal dengan Yoona unnie aku sendiri kaget karena aku yang biasanya penuh perhitungan menjadi nekat begini. Bahkan aku tidak mengacuhkan larangan orang tuaku sampai lari bersama unnie seperti ini.”
“………………”
“Kalau tidak bertemu dengan Yoona unnie, hari-hariku pasti akan berjalan seperti biasa dan damai. Aku bisa tetap pergi ke sekolah dan nggak akan susah seperti ini…”
Wajah Seohyun terlihat keruh. Sorot matanya tampak begitu menderita. Bahunya berguncang karena tangis. Air matanya meleleh melalui jemari tangannya yang ditangkupkan di wajahnya.
Yoona menatapnya dengan rasa tak percaya. Padahal waktu itu siapa yang bilang meski kekurangan tapi merasa bahagia?
“Bertemu dengan Yoona unnie adalah sebuah kesalahan.”
Yoona terus berteriak-teriak dalam hati agar Seohyun tidak meneruskan kalimatnya.
Tidak! Jangan berkata seperti itu! Sudah cukup! Ini terlalu menyakitkan!
“Karena unnie… hidupku hancur.”
Hancur…
Hancur… karena dirinya.
Kalimat itu terus menggema dalam hati Yoona. Berulang-ulang.
Belum pernah hatinya merasa sesakit ini. Bahkan ketika ia diusir oleh orang tua Seohyun sekalipun tidak separah ini.
Hatinya meraung-raung. Sakit sekali. Kata-kata Seohyun barusan bagaikan pisau yang menyayat hati.
Kalau ini hanya mimpi, rasanya ia ingin cepat-cepat terbangun dari mimpi buruk ini. Tapi sayangnya ini adalah kenyataan.
“Hyunnie…” Yoona berkata dengan getar hebat yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. “Katakan kalau kata-katamu barusan hanya bohong!”
Yoona sudah berada di ambang kehancuran ketika meneriakkan kalimat itu.
Seohyun menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali dan air matanya mengalir lagi.
“Aku mengatakan yang sebenarnya.”
“Tidak… tapi aku sudah berusaha sejauh ini demi kamu Hyunnie…!”
Tapi kata-kata Seohyun berikutnya malah menambah rasa syoknya.
“Yoona unnie sudah mengacaukan hidup tenang yang telah dirancang untukku. Karena itu aku merasa inilah yang terbaik untukku.”
Jari jemari Yoona meremas jeans yang dikenakannya.
“Aku akan menghilang dari hidup unnie. Dan aku harap unnie juga melakukan hal yang sama. Jadi, annyeong unnie, jangan cari aku…”
Seohyun berlari pergi. Tapi Yoona tidak mengejarnya. Bahkan separuh dalam dirinya masih berharap ini bukan kenyataan. Tubuhnya diserang rasa kaku sampai sampai tidak bisa digerakkan. Inikah rasanya syok?
“HYUNNIIIIIIIIIIIIIEEEEEEEEE!!!!!!!!” jerit Yoona keras-keras. Dari jauh Seohyun mendengar jeritan itu. Namun ia menutup hatinya untuk tidak berbalik dan terus berlari.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "A Tale of Love (Chapter 3)" (49)

  1. astaga Thor…. sedih bngt dah… astaga….

  2. annyeong…

    yah malam-malam begini malah d buat ng galau 😥
    meskipun NC yoonhyun terbilang soft,tp ttep memberikan efek yah waw!! o.0
    yoong demi seo dy nekat pergi ke club hiks hiks tp untung dy cepet sadar u,u

  3. astaga ada apa dgn hyunnie? Kasian yoong.

  4. icepearl_choding said:

    sumpah perjalanan cinta.a yoonhyun bener2 mengaharukan bgd 😦
    aku sempet shock yoongie mau ngelakuin kaya gtu tpi untung.a ga jdi
    hyunnie knapa kamu minta pisah dri yoongie ? wae hyunnie ?

    bener2 penasaran bgd sma kelanjutan.a ditunggu kelanjutan.a thor 🙂

  5. defy86 said:

    soooo sedih… huhuhuhu..
    yoonhyun tabah ya..

  6. OMG. Unnie, duo maknae kan masih innocent 😀
    hyuunniieee!! Nooo! Jangan pergi TT.TT miris banget chap ini.
    Kenapa hyunnie pergi, unnie? Apa dia ga mau nyusahin yoona lagi yaa TT.TT

  7. ak gk akn komen tntang NC ny…karna yoonhyun ngelakuin ny malu2 ak jg malu2 buat komen…

    yoong kamu emg nekat….untung aja kamu cpt sadar n kembali k jlan yg bner nak klau eomma(lirik sica) tau abis lh kamu nak…

    wae…wae…wae….
    knp hyunie ninggalin yoong… sbg adik ipar mu ak kecewa sma kamu hyunie…

    huwaaaaaa…..

  8. shosiiinewreader said:

    wah chap 3 nya..astaga yoonhyun..ckck,nti d mrhi loh…lnjt thor..

  9. astaga hyuni ninggalin yoona ? Yakh ada apa dngan mue hyuni tega bngt ma yoona ikh #lemparin author batu 😀

    Oke nexxt thor jgn lama’ ne truz jgn buat yoonhyun mendrita. . Hwaiting !

  10. Wink(s) said:

    Aaaaaaaaaaa.. Jangan sampai yoonhyun bener bener pisah thor u.u kagak kuat aku :pp
    Semoga itu kata kata hyunie cuman bohong ajah #amin

  11. Kwon Eya said:

    Wae,,, ne knapa. Org abiz mezra2an kuq lgzung ptuz. Hyunnie waeyeo? Pzti ada ssuatu bgt neh. Lnjut!

  12. aiihhh aku kok jadi nyengir gaje dan garuk2 kpala yg gak gatel ya waktu baca…
    “Unnie… kau tidak ingin memasukiku?”
    aiggoooo hyunnie knp bisa bertanya seperti itu..
    sbg pembaca aku malah merasa malu dan bersalah krn membayangkan maknae hyunnie yg polos ber nc dgn si rusa.
    #plaaakk

    hmm mengenai kabur?
    yah mereka betah juga ya hdp berdua dgn keadaan serba susah.
    makan sepiring berdua.
    tinggal di tempat sempit.
    bhkn utk mengatasi lapar d tgh malam mrk sampe pelukan gtu.
    -_-

    hyunnie juga sih masa dia yg pintar tdk prnh punya ide buka rekening bank atas namanya sendiri dulu waktu masih tinggal dgn ortunya.
    kan ortunya gak bakal bisa blokir rekeningnya.
    #huh untung deh semua asetku sudah atas namaku, jadi jika aku sampe punya ide kayak yoong dan hyunnie aku gak bakal susah. -,-

    itu hyunnie ninggalin yoong pasti karena dia takut yoong bakal nekad lagi demi dia.
    makanya minta putus.
    trs ntar waktu pulang, karena biar bikin yoong benci jgn2 hyunnie bakal mau dinikahkan dgn yong hwa.
    #hadeehhh

    p.s. oh ya thor, itu knp waktu ‘berbuat’ cuma yoong yg ngeluarin darah, dan hyunnie nya gak ngeluarin?
    #pertanyaan sinting, abaikan saja jika tdk berniat menjawab.
    wkwkwkwk

    buruan update…
    hwangtaeng!!!
    (9 ^o^)9

    • justru itu Hyunnie tanya dgn polosnya pd Yoong wkwkwk
      begitu ya
      jgn nanya pertanyaan yg bikin muka merah ya^^ malu jawabnya XD #sok polos
      Karena Yoong masukinnya pelan2 makanya no blood (berhubungan intim kalau dilakukan dgn pelan & hati2, gak selalu mengeluarkan darah #sotoy)

  13. di chapter ini awalnya so sweet, tapi ending chapternya menyedihkan -_-
    ditunggu apdetannya thor

  14. oke.. ncnya emang soft unnie, tapi ada kata-kata yang bikin geli. hahaha
    munkin nc bukan lagi no children, tapi no comedy. 😛 #plakk
    eh tapi as usual, nc bikinan unnie tu sederhana, nggak perlku kata-kata yang wah tapi maknanya dalem. pokoknya intinya dapet banget dah,

    dan jujur aja, ini ff yoonhyun paling keren menurutku. soalnya ngebayangin hidup susah berdua tapi bahagia itu so sweet banget. so far. chapter ini menghibur banget!
    lanjutkan! 😀
    hwaiting,

    • WKWKWK XD
      gpp la, ada sisipan komedi fufufu 😛
      Haha, terlalu memuji kalau bilang ini ff yoonhyun plng keren

  15. Yoong.. *menatapyoongsendu htiku jg ikut tersyat(?) hyunnie kau teganya teganya teganya #plak mlah nyanyi #abaikan

  16. TaenyShipper_27 said:

    aaaaaaaaaa bca nyabkin nangis 😦

  17. 'rusa' said:

    maaf nih, aku reader tapi jarang2 komen, soalnya udah jarang mampir u_u tapi aku suka kok cerita2nya author ini 😀

    pas abis baca part ini kok serasa diterbangin terus dijatuhin lagi ke bumi u_u di awal seneng2 eh belakangnya yoonhyun putus

  18. Tsam27 said:

    Ya Tuhannn T___T
    Jangan bilang malah sad ending.. huaaa.. ga sanggup xD
    Tapi kalo dipikir-pikir, kelanjutan hidup mereka juga gimana ya, sekalipun berhasil kabur ke luar negeri misalkan amerika (yang notabene memperbolehkan hub sesama jenis) mereka kan juga gak bisa menghasilkan keturunan xD
    Ah, cinta tidak normal itu… bermilyaran rasanya (?)
    Ditunggu lanjutannya thor ^^ fighting!!

  19. ni chap awalnya sweetromantik tapi knp pas akhirnya malah jadi begini ya

  20. agustina_huang said:

    Demi cinta yoong tega melakukan apapun utk hyunnie… Critanya makin ok nih… Sdihh…
    Lanjut thor ^^

  21. sone17 said:

    kenapa jadi semenyedihkan ini ceritanya?!

  22. dongsaeng said:

    Annyeong^^

    aduuh yoonhyun kok hidup klian mndrita bgd eaa di ff ini???*kenapa bgtu tragis crta nya?!

    lnjt thor^^
    fighting

  23. Huaaa ..hiks hiks hiks …
    TIDAK !!!!:…..
    Thor lho tga bgt nie bkn YoonHyun trsiksa hati ea …
    Lanjut

  24. Whaaaaaaaaaatttt. . .apaan ituuuu. . .haiiss. . .knapa itu seo jdi kyk gtuuuu??. . .huufff. . .pdhl baruuu aj msra2an. . .eeehh. . .knapa akhirx nyeseeeekk. . . .aaacchh. . .jngn2 nie ad apa2nya. . .eeemm. . .seo dpt ancamankah??. . .hehhehehe. . .

    Ttp smngt thor. . .lanjuuuutt. . .

    Mksh

  25. Omg… Nyeseg to the seg! Ahahaha

  26. wahhhh seo bimbang dah , dia gak mau nyusahin yoona unnienya~ hua semoga mereka bersatu 🙂

  27. waa… hyunie tega… kasian yoona yg udh berkorban kyk gitu..
    emm… tp NC nya gak baca sih.. gak tega baca NC tg duo innocent itu.. -_-

  28. ya.. allah.. nik.. gue punya salah apa ama lo.. ko lo jahat amat ama gue nik T_T

    astaga tidak kah mereka masih terlalu mudah.. ah anak..anak ku..T_T

    • perasaan aku tdk ada berbuat jahat sm km
      memang di ff ini mereka msh muda, tp aslinya kan sdh cukup umur fufufu #plak

  29. aigoo.. awalnya dibikin cengengesan kayak orang sinting depan laptop gegara baca ensi..
    terus ujung2nya begitu -_-”

    oh my YoonHyun.. smoga kalian bs bersatu lagi dan tidak mengulang kejadian di masa lampau *terpisahh.. hikss..
    kesian si rusa udh berkorban begitu untuk si kodok kalau ntr gbs bersatu. T_T

    >>
    eonni.. diriku lanjut baca next chapter-nya yhaa
    *ngiLang..~~

  30. gadamayanti said:

    yeay nc nc nc
    demen deh kalo author bikin nc
    hyuni ternyata byun juga #plak

  31. MelFany said:

    Wow *blushing
    Hahahaha
    Suka deh yg beginian 😀

  32. jidat ber-abs said:

    Ya elah thor, baru juga awalnya ada sentuhan NC, eh pas deket-deket TBC malah putus gitu aja =,=

    yoonhyun kalo ketemu nc jadi begini deh, soft muluuu :3
    tapi jujur aja nih, mending deh mereka dpt yg soft, jangan yg hard, jangan meniru level taeny dan yulsic -..- kalian masih bocah, mainannya jgn terlalu hot. Kasian kalian kalau kepanasan, keringetan, trus lengket gimana??? uuuh…

  33. RoyalSoosunatic said:

    baca adegan yoona yg di bar itu aku malah pengen ketawa.. udah tau ga sanggup yoong ttep maksa wkwkwkwk.. 😀
    awal2 sih sweet bgt … tapi menjelang tbc muncul i’m teary thor..
    oh yoong-ku yg malang, sini aku peluk 🙂

  34. Yyaaahh author udah dibuat melayang dngan crita yang romantis diatas, eh makin kebawah-bawahnya lagi bikin galau jatoh deh akhirnya…

    Lanjut lagi ah

  35. Kim Byunhwang said:

    Jahat banget seohyun bilang gtu sama yoong:'(

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: