~Thank you for your comments~

Jessica masih menangis walau mereka sudah kembali ke kamar kos.
“Aku memang berbeda dari orang-orang…”
“Aku… aku juga telah membuat kamu susah Sunny…”
“Mereka memandang kamu gila… gara-gara aku…”
“Dengar Sica, aku sendiri yang mau pergi. Dan aku senang pergi keluar denganmu hari ini. Aku sama sekali tidak menyesal karena itu jangan nangis lagi ya? Nanti air mataku juga ikut keluar.”
Sunny merasa ada sesuatu dalam sorot mata Jessica.
“Ada apa?” tanya Sunny khawatir.
“Karena aku ini hantu, bagaimana kalau suatu hari aku menghilang? Kalau begitu kita jadi tidak bisa bertemu lagi…”
“Kalau itu terjadi aku akan menemukanmu.”
“Tapi bagaimana kalau tidak bisa? Sunny ah, kamu dan aku berbeda. Aku takut…”
“Tolong jangan berkata seperti itu!” Sunny meraih Jessica ke dalam pelukan. “Meski seandainya kita berpisah, kita pasti akan bertemu lagi, pasti! Walau harus ke ujung dunia sekalipun aku akan mencarimu.”
Jessica membenamkan wajahnya di bahu Sunny. Merasakan kehangatan Sunny perlahan-lahan mulai menenangkan hatinya.
Sunny membaringkan Jessica ke atas ranjang. Menghapus sisa-sisa air mata di pipi Jessica dan memberikan kecupan lembut di keningnya. Jessica kembali membayangkan ciuman pertama mereka di cafe tadi. Ciuman itu masih meninggalkan kesan di bibirnya.
Bibir Sunny turun menelusuri hidungnya kemudian bertemu dengan bibir Jessica. Sunny mengulum bibir Jessica, sambil jari-jarinya meraba leher Jessica. Lalu tangannya turun ke dadanya. Sunny mulai melepaskan seluruh pakaian Jessica.
“A-aku malu…” ucap Jessica dengan wajah merah padam. “Sunny, kamu lepas juga ya?”
Sunny mengangguk dan melepas semua pakaiannya.
Jessica mengagumi tubuh Sunny di atasnya. Jessica tidak menyangka bahwa kali ini mereka akan sungguh-sungguh melakukannya. Tapi dia tidak akan menolak dengan alasan tidak siap lagi. Jessica ingin merasakan memeluk tubuh Sunny tanpa sehelai benang pun yang membatasi mereka.
Tangan Sunny mulai menggosok perut Jessica dalam gerakan memutar. Tubuh Jessica bergetar, sepertinya mengenai area sensitifnya.
Sunny memberanikan diri menyentuh area bawah. Tangan Sunny sekarang menggosok-gosok klitorisnya.
“Ahhhnnn!”
Sunny memandang wajah Jessica yang berada di ambang kenikmatan. Sunny meraih tangan Jessica dan membimbingnya menuju area sucinya. Seperti bisa membaca pikiran Sunny, Jessica sekarang membalas rangsangan yang diberikan oleh Sunny.
Sudah bermenit-menit mereka terus dalam posisi seperti itu. Keduanya sesekali memberikan sedikit tekanan atau variasi pada gerakan tangan mereka.
Keduanya saling memandang, aktivitas seksual membuat keduanya bernafas kian berat.
“Ah ahhh…! Saranghae Sica…”
“Nado saranghae Sunny…”
Sunny memejamkan matanya. Merasakan tekanan dari dalam perutnya. Kedua kakinya yang menopang tubuhnya sedikit gemetar.
“Sicaaaahh… aku sebentar lagi…!”
“Ahh…! Sunny aku juga…!”
Jessica meraih sebelah tangan Sunny yang menganggur dan menyelipkan jemarinya di antara celah-celah jari Sunny dan meremasnya dengan erat.
Kemudian mereka sama-sama mencapai klimaks.
Sunny berbaring di sebelah Jessica untuk mengistirahatkan kakinya yang terasa lemas setelah dari tadi terus dipakai untuk menopang tubuhnya.
Jessica memperhatikan Sunny yang berbaring di sebelahnya. Matanya terpejam, nafasnya masih memburu, dadanya naik turun dengan cepat, warna pipinya sedikit merona. Jessica tahu kalau ini juga pertama kalinya bagi Sunny.
Jessica tidak ingin mengakhirinya secepat itu, jadi dia naik ke tubuh Sunny.
Sensasi kulit dan kulit bersentuhan terasa sehalus kapas dan selembut pudding.
Sunny sekarang membuka matanya dan tersenyum melihat Jessica di atasnya.
“Ini seperti ketika malam pertamaku di kamar ini.”
“Ah.” Jessica juga teringat kembali. Waktu itu dia sempat menindih dan mencekik leher Sunny.
“Mianhae, waktu itu aku membuatmu sangat ketakutan ya?” Jessica bertanya hati-hati sambil membelai pipi Sunny.
“Gwenchana.” Sunny mengalungkan kedua tangannya di leher Jessica dan menariknya merapat. Dia merasa sedikit sesak karena tertindih oleh tubuhnya, tapi justru itu yang mempertegas keberadaan Jessica di sisinya saat ini dan dia ingin merasakan itu. “Sekarang aku sangat bahagia karena bisa memelukmu seperti ini.”
“Aku juga…”
Jessica menggeser sedikit tubuhnya dan merasakan nikmat saat buah dada mereka bergesekan.
“Ahh…”
“Sunny ah…”
Jessica terus menggesek-gesekkan buah dada mereka. Desahan Sunny terdengar seperti musik yang mengalun merdu di telinganya. Kali ini dia yang mencium Sunny duluan.
“Hmmm… ahh…” Desahan keluar dari bibir Sunny di sela-sela berciuman.

Aku rela berwujud seperti ini, asalkan aku bisa bersama dengan Sunny selamanya, batin Jessica.

Setelah melakukan itu selama beberapa lama, mereka kelelahan dan sama-sama tertidur sambil berpelukan.

**

Keesokan paginya, Sunny terbangun dan menemukan dirinya telanjang.
Sunny tersenyum sendiri ketika mengenang kejadian semalam.
“Mungkinkah Sica masih berada di kamar ini?” Sunny melihat ke tempat kosong di sisinya. Dia memang tidak melihat apa-apa.
“Mungkin saja dia sedang tertidur di sebelahku saat ini?”
Sunny tersenyum dan mencoba menyentuh sisi tempat tidurnya. Dia memang seperti merasa menyentuh sesuatu.
“Aku tidak mau membangunkannya. Sica bilang dia tidur pada jam-jam segini.”
Hanya mengetahui Jessica masih berada di kamarnya saja sudah cukup.

**

Selama beberapa hari Sunny pergi bekerja part time pada siang hari.
Dan pada tanggal 17 April, Sunny pergi ke sebuah toko dan membeli sesuatu.
“Aku akan memberinya kejutan. Mudah-mudahan Sica menyukainya.”
Sunny tersenyum sendiri. Membayangkan senyum mengembang di wajah Jessica ketika menerimanya.

**

Malam hari.
“Apa maksud Appa?”
“Hari ini yang terakhir… besok… semua peralatan penunjang hidupnya akan dicabut,” Appa Jessica menunduk untuk menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca.
“Besok?! Kenapa Appa selama ini diam?! Hal sepenting ini kenapa Appa baru katakan sekarang?!”
“Mianhae… karena aku tidak mau memberatkan pikiranmu. Kalau kukatakan kamu pasti akan mati-matian mencari uang sampai tidak mempedulikan kondisi dirimu sendiri, Appa tidak mau kamu juga jadi jatuh sakit.”
“Usahakan sesuatu! Pinjam uang dari siapa! Atau minta keringanan dari rumah sakit!”
“Appa sudah berusaha… tapi memang cuma sampai hari ini saja.”
Sekarang air matanya mengalir dengan bebas di pipinya. Krystal tertegun melihat air mata Appanya.
“Dokter juga bilang… kalau kemungkinan kakakmu tidak akan bangun lagi. Tidak peduli mau menunggu sampai bertahun-tahun…”
Krystal mulai diserang rasa cemas. Pemikiran akan kehilangan kakaknya selama-lamanya mulai menguasainya. Menenggelamkannya dalam jurang rasa takut tak berujung.
“Tapi…! Tapi itu kan tidak berarti kita akan mencabut semua alat-alat ini!”
Tiba-tiba Krystal memegangi dadanya. Wajahnya berkerut kesakitan. Nafasnya putus-putus. Asmanya kambuh lagi.
“Krystal!”
“Hahh…! Ap-pa!”
Appanya cepat-cepat membantu Krystal mengambilkan inhaler. Setelah menghirupnya Krystal kembali tenang.
“Inilah mengapa Appa bimbang mengatakannya padamu. Tapi sepertinya pada akhirnya sama saja…”
“Tidak… tidak…” Krystal menggigit bibirnya kuat-kuat. “Umma sudah pergi meninggalkan keluarga kita, unnie tidak boleh pergi juga!”
“Pukuli saja Appamu yang tidak bisa berbuat apa-apa ini…”
Krystal kembali berpaling pada Jessica.
“Unnieeee,” Krystal menggoyang tubuhnya. “Kalau kamu memang bisa mendengar suaraku, cepatlah bangun.”
“Unnieeeee…!” panggilnya putus asa.
“Sudahlah, kamu juga harus istirahat atau kondisimu juga akan memburuk…”
“Nggak! Nggak mau! Aku akan terus memanggil unnie sampai bangun!” protes Krystal tak bedanya dengan seorang anak kecil yang keras kepala.
Appanya sampai pusing sendiri. Dia mengkhawatirkan kedua putrinya sampai tidak tahu harus berbuat apa.
“Jebal unnieeee! Padahal besok unnie kan ulang tahun! Masa unnie mau terus tidur?!”
“Kita kan sudah janji akan merayakannya sekeluarga!”
Krystal menangis sampai terisak-isak. Jemarinya meremas tangan Jessica kuat-kuat.

**

Jessica POV

Dalam tidur, tiba-tiba saja dadaku terasa sakit. Kugunakan tanganku untuk mengusap-usap dadaku, tapi itu tidak juga meredakan rasa nyeri yang kurasakan.
Kenapa ya… seperti ada seseorang yang sangat penting…
Dia memanggilku…
Tapi siapa?
Tiba-tiba saja aku merasa seperti berada di sebuah ruangan lain. Kamar yang bukan kamar kos yang aku dan Sunny tinggali. Tapi lebih seperti kamar rumah sakit.
“Huuuu… ani… aku tidak mau kehilangan unnie…” suara yeoja yang mirip denganku itu terdengar serak.
Lalu di sebelahnya ada seorang ahjussi yang sedang tertunduk dan menutupi wajahnya dengan satu tangan. Mungkinkah menangis?
Keluargaku? Krystal? Appa?
“Unnieeeee……”
Mendadak semua itu kembali padaku. Juga ingatan saat aku mengalami kecelakaan. Membuatku tertegun dalam batin.
Begitu, jadi begitu ya.

**

Third Person POV

Malam hari, masih tanggal 17 April. Pukul 11.08 pm.
Sunny menunggu dengan jantung berdebar-debar. Dia berniat akan menyerahkan hadiah yang dibelinya pada Jessica.
“Barangkali dia sedikit telat.”
Tapi walau sampai kedua jarum jam sama-sama sudah mengarah ke angka 12, Jessica belum juga menampakkan diri.
Sunny menguap bosan. Tidak ada Jessica, membuat suasana di kamar seperti mati.
Sunny mengeluarkan benda yang akan diberikan pada Jessica dari kotaknya. Ditatapnya benda yang berkilau di atas tangannya itu. Sunny seperti menemukan kembali semangatnya.

Pukul 1:00 am.
“Sudah keesokan harinya…”
Sunny masih berusaha bertahan pada batas kesabarannya yang terakhir.

Pukul 2:00 am
Sunny membaringkan tubuhnya di atas kasur. Sudah berjam-jam sejak matahari terbenam dia menunggu, bergantung pada harapan palsu.
“Kenapa kamu tak ada Sica…”
Sunny merasa sangat kecewa sekaligus kesepian. Perutnya juga terasa lapar. Dia sampai melewatkan makan malam tadi karena tidak sabar untuk bertemu dengan Jessica. Siapa tahu dia muncul lebih cepat seperti pada hari black day waktu itu.
Setelah beberapa menit kepalanya menyentuh bantal, dia mulai merasa mengantuk dan akhirnya tertidur.

**

“Sunny ah…” Jessica membisikkan lembut namanya.
Sunny terbangun dengan cepat seperti diperintahkan secara otomatis. Semua syaraf-syarafnya yang masih tertidur langsung terjaga.
Sunny tidak bertanya soal Jessica yang tidak muncul semalam, dia sudah senang dengan kemunculan Jessica meskipun harus mengganggu tidurnya pagi ini. Jessica juga tidak berkata apa-apa mengenai itu.
“Oh ya, aku punya hadiah untukmu.”
Sunny menemukan benda itu tidak jauh dari tangannya karena semalam Sunny membawanya sampai tertidur.
Sunny meraih tangan Jessica dan menyelipkan sebuah cincin ke jari manisnya.
“Saranghae Sica. Jigeumeun, apeurodo, yongwonhi…” ucap Sunny tulus sambil mengecup punggung tangannya.
“………………”
“Maaf, bukan barang mahal.”
“Ani, aku sangat bahagia.”
Air mata Jessica mengalir keluar.
“Hei hei, saking bahagianya kamu sampai menangis?” goda Sunny.
Jessica menggeleng. “Benda seperti ini… terlalu bagus untuk diberikan pada orang sepertiku…”
“Hei, kenapa sekarang jadi merendah? Sama sekali nggak cocok denganmu Sica,” Sunny terkikik. “Menurutku kamu sangat pantas menerima ini.”
“Gomawo… juga, mianhae Sunny…”
“Eh?”
“Jika saja waktu itu aku tidak mendorongmu…”
Sunny terenyak. Jantungnya mulai berdebar kencang ketika pembicaraan mulai terasa seperti menyentuh topik kejadian di masa lalu. “A-apa yang kamu katakan?”
“Itu adalah penyesalanku yang paling dalam.”
“Penyesalan?” Sunny pura-pura nggak ngerti.
“Ne, karena itu maafkan aku Sunny.”
“………………”
“Mungkin aku tidak akan ingat semua ini… kurasa…”
“Sica?”
“Aku yang eksis sekarang ini bukan aku yang sebenarnya.”
Apa maksudnya?
Sunny tidak mengerti itu, tapi dia tidak menanyakannya.
“Kita harus berpisah… selamat tinggal, Sunny…”
Kemudian tubuh Jessica perlahan-lahan mulai memudar.
“Si-Sica?!”
“………………” Jessica membalas tatapan Sunny sama sakitnya.
“Jangan menghilang!”
“Mianhae…”
“Cukup!” Akhirnya Sunny meneriakkan apa yang sejak tadi berusaha dipendamnya. “Kalau kamu mau minta maaf soal kejadian dulu, aku sudah nggak peduli lagi! Aku baik-baik saja! Kamu bisa lihat kan aku sekarang! Masih sehat sepenuhnya!”
“Ka-karena itu…!” suara Sunny mulai bergetar karena tangis. “Jangan pergi! Jangan menghilang! Tetaplah disini! Aku tidak keberatan kamu hantuin aku selamanya, asalkan kamu tidak meninggalkan sisiku!”
“Gomawo… aku akan menyimpan cincin ini baik-baik.”
“Chankaman!”
“Annyeong…”
Jessica telah menghilang sepenuhnya bersamaan dengan suara cincin yang jatuh dan menggelinding di lantai.
Sunny menangis tersedu-sedu.
“Seperti waktu kecelakaan dulu… lagi-lagi aku ditinggal sendiri…”

**

Jam 8 pagi.
Para dokter dan perawat tiba lebih awal dari yang direncanakan.
Krystal dan Appanya langsung terjaga.
Dokter memberi isyarat agar para perawat melepas semua alat penunjang hidup Jessica.
“Tidak! Jangan! Masa kalian tega?!” protes Krystal sambil berlinang air mata.
“Walau menunggu sampai bertahun-tahun pun hasilnya akan sama.”
“Ani! Dokter masa berkata seperti itu?!”
“Dokter bukanlah Tuhan.”
Krystal bermaksud memukuli para perawat itu, tapi Appanya memegangi Krystal.
“A-Appa?!”
“Tidak ada yang bisa kita perbuat. Ketahuilah Krystal, rumah sakit ini sudah mau menanggung biayanya selama seminggu.”
“Ti-tidak…”
Krystal melihat satu per satu alat itu dicabut. Ventilator, infus.
“Tapi hari ini hari ulang tahunnya! Unnie tidak boleh mati hari ini! Tolong kasihani kami!”
Tapi semua peralatan itu sudah dicabut.
“UNNIEEEEEEEEEEEEEEEE!!”
“Tolong catat waktu kematiannya,” perintah dokter pada perawat.
Air mata Krystal berjatuhan ke lantai. Appa melepaskan Krystal. Krystal merosot jatuh ke lantai dan menangis tersedu-sedu.
“Jessica unnie… aku bahkan belum mengucapkan selamat ulang tahun pada unnie…”
“……………….”
“Krys…tal?”
“!”
Semua yang ada di ruangan itu terkejut begitu mendapati sumber suara itu.
Jessica membuka matanya dan melihat ke arah Krystal dan Appanya.
“Krystal… Appa…”
“Jessica unnieeeee!” Krystal langsung menghambur ke arahnya dan memeluk kakak tersayangnya. Krystal menangis tersedu-sedu di atas dada Jessica.
Jessica menggerakkan tangannya yang masih lemah untuk membelai kepala Krystal.
“Mianhae Krystal…”
“Gwenchana! Yang penting unnie sudah sadar!”
“Ini keajaiban,” ujar Appanya dengan mata berkaca-kaca. “Terima kasih Tuhan.”

**

Jessica melihat kue ulang tahun kecil yang diletakkan di hadapannya.
“Saengil chukae hamnida unnie.”
“Saengil chukae hamnida.”
“Terima kasih Krystal, Appa.”
“Aku sangat senang…” Krystal menghapus air mata haru yang mengalir di pipinya. “Sudah berbulan-bulan aku terus menunggu unnie. Dan akhirnya unnie bangun di hari ulang tahun unnie, ini sungguh hadiah terindah.”
“Krystal, asmamu baik-baik saja kan?”
“Ne, sekarang karena unnie sudah sadar, aku jadi lega.”

“………………..”
Jessica meraba tangan kirinya, tepatnya di jari manisnya. Tidak ada sesuatu yang melingkar di sana.
“Kenapa unnie?”
“Sewaktu masih tidak sadarkan diri, aku bermimpi indah.”
“Mimpi indah?”
“Ne… mimpi yang sangat indah, walau aku tidak ingat detailnya…” sambil mengatakan itu wajah Jessica melembut.

**

Keesokan harinya. Sunny menginjakkan kaki ke sebuah rumah sakit sambil membawa sebuket bunga di tangannya.
“Apakah disini ada pasien bernama Jessica Jung?”
“Sebentar.” Staf resepsionis itu memeriksanya. “Dia ada di kamar nomor 418.”
“Kamsahamnida.”
Sunny berjalan menuju kamar Jessica.
“Akhirnya aku akan bisa bertemu denganmu.”
Berkat petunjuk dari perkataan Jessica, Sunny menyadari bahwa Jessica mungkin masih hidup. Karena itu dari kemarin dia mencari-cari ke berbagai rumah sakit. Terus terang ini lebih cepat dari perkiraannya.
Sunny sudah sampai di depan kamar Jessica. Setelah menarik nafas dalam, Sunny membuka daun pintu.
“Ah.”
Sunny terkejut karena beberapa pasang mata melihat ke arahnya.
“Pe-permisi!”
Sunny kembali menutupnya.
“Huh? Nuguseyo?” tanya Krystal.
“Temannya mungkin,” jawab Appanya.
“Tolong biarkan dia masuk dan tolong Krystal dan Appa biarkan kami berdua.”
Krystal dan Appanya keluar kemudian memanggil Sunny masuk. Sebelum masuk, Krystal sempat memberitahu kalau kemarin Jessica berulang tahun.
Sampai di dalam mendadak Sunny merasa gugup.
“Sa-saengil chukae hamnida. Aku datang sesuai janjiku untuk mencarimu.”
Jessica mengamat-amati Sunny dari kepala sampai ujung kaki.
“Kamu lupa sama aku?” tanya Sunny merasa sedikit terluka.
Jessica terlihat ragu. Entah kenapa Jessica merasa seperti pernah melihat wajahnya entah dimana. Di dalam mimpinya barang kali, tapi siapa yang bisa ingat mimpi kemarin sedetail itu?
Sunny meletakkan buket bunganya di atas meja. “Aku datang kemari untuk menyerahkan ini.” Sunny melepas kalung yang dikenakannya. Di kalung itu tergantung cincin yang kemarin diberikannya pada Jessica. “Kamu lupa membawanya.”
Ketika melihat cincin itu ingatan Jessica berputar di otaknya.
“Saranghae Sica. Jigeumeun, apeurodo, yongwonhi…” ucap Sunny mengulang kalimat itu dengan tulus.
Setitik air mata mengalir di pipi Jessica saat Sunny menyematkan cincin itu di jari manis kirinya.
“Sunny?”
“Lama sekali kamu baru ingat, lemot Sica,” Sunny tersenyum maklum. Dia juga meneteskan air mata bahagia.
“Sunny ah!” Jessica langsung mendekap tubuh Sunny erat-erat. Sunny balas memeluknya.
“Mulai sekarang jangan tinggalkan aku lagi ya?”
“Iya.”
“Mulai sekarang dan ke depannya kita akan bahagia bersama.”
Mendengar kata-kata itu keluar dari bibirnya membuat hati Jessica sangat lega.
“Iya.”

*~Fin~*

Advertisements

Comments on: "My Girlfriend is a Ghost (Chapter 6 – End)" (78)

  1. Hello… Akhirnya sunsica bahagia. Ku berikan selamat jadian kepada kalian.
    Ada nc sunsica tp gak dikasi melihat seluruh adegan nc hehehe. Gak bs kebayang nc dg hantu hehehe.
    Sy tunggu karyamu lain.
    Hwaiting.

  2. huwaaaa udh END aj… Cpt bgt dahh…
    Yeayy happy ending, tpi cpt bgt sunny nemuin Sica… ^^

    Gomawo udh update thor…

  3. Wink(s) said:

    Huhu akhirnya ending juga thor .. Terharu pas perpisahan sunsica. Tapi, untungnya mereka bertemu lagi chukke 😥 *sedih*

    Namanya juga jodoh yah? Haha

    Ditunggu ajah next ff kamu thor.

  4. Daabak!!!!!! Bikin ff sunsica lg ya thor….atau taesun juga boleh….

  5. Sensasi kulit dan kulit bersentuhan terasa sehalus kapas dan selembut pudding.

    wkwkwkwkwk mmg rasanya bener2 lembut kyk puding ya???
    #pasang wajah polos
    pagi2 nyengir sendiri krn membaca chapter nc yg nyempil.
    kasihan sunny, pengalaman pertamanya malah dgn sica yg berwujud hantu.

    hhhh akhirnya hepi end juga.
    itu yg cinta segi sembilan buruan dilanjut thor.

    lanjut thor.
    ditunggu karyamu selanjutnya.
    hwangtaeng!!!
    9( ^o^)9

    • phepie9 said:

      # Minta izin ama author buat nge-reply duluan. Tar kapan2 disogok ama bonus2 TaeNy n SooSun deh.^^

      Pagi2 baca NC bukannya kerja. Mana divisualisasikan di dalam pikiran lagi sampai nyegir sendiri. -_-

      Makanya kamu juga bikin FF-nya happy end dong. Jangan biarkan YoonHyun menderita lebih lama lagi.

      Nyuruh orang lain buruan update, padahal sendirinya……….. XD

      # kabur

      • disini kan aku sebagai reader, jd wajar dong sbg reader berharap author dri ff yg dibacany cepet update. -____-
        itung2 kasih semangat buat author wp ini juga. ^^

        dan jika aku sbg author tentu mpy kebiakan sendiri2 utk wp nya.
        spt aku, di wp ku sudah ada jadwal hanya update sebulan sekali.
        lgpla coba deh kmu nulis dan kmu akan tau susahnya menulis itu spt apa.

      • Aduh… serius amat nona bos tega yang satu ini.
        Aku kan tidak bermaksud.^^ Toh slama ini aku juga tidak prnah cerewet nuntut kamu update kan?^^ Makanya jangan salah paham.^^
        BTW yg ngacau kemarin sudah aku kirimin ‘paket’. Kurasa sharusnya klo nyadar, dia kapok sampai disini. Lengkapnya tar by phone aja. Gak enak ama author-nya. XD

        Oh iya, ini sogokan buat author:
        http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000015808172/49548453764988445824-girls039-generation-one-stop-update—part-2/491

        Sudah agak ‘basi’ sih, tapi lumayanlah. SooSun beda tingginya smakin keterlaluan saja. Dan lagi2 ada Yoonsic. -_-

      • mgkin Soo sengaja pakai hak dikit XD
        kurasa Sunny itu seneng berdiri deket2 jangshin member, biar dirinya makin mencolok wkwkwk
        tp memang Sunny terlihat plng pendek disana 😛

        ada TaeNy^^

        kurasa akhir2 ini Seo sering terlihat bareng sm Soo dlm pemotretan majalah

      • wkwkwk XD kurasa membayangkan nc nya cukup erotis 😛

    • maybe? aku kan blm pernah praktekin XD
      hoho bercinta dgn hantu kurasa menarik jg XD

  6. gak nyangka bakalan secepat ini tamatnya, kupikir masih beberapa chapter lagi 😀
    so sweet bgt deh endingnya :mrgreen:

  7. yoonsic said:

    akhrnya ending ug ney
    sng bgt akhrnya mrka ktmu dn bahagia
    tp amber mana unn kog krystal sndr
    unn klu bwt squel ny kren gk ya tp main cast ny kryber hehehe
    fighting authour jjang d tggu smbgn ff yoonsic ny

  8. udah ending ya,,, cepet ya rasanya hehe
    akhirnya bersatu juga… sunsica wew 🙂
    ditunggu ff lainnya thor

  9. phepie9 said:

    Akhirnya tamat juga. #komentar macam apa ini?^^

    • phepie9 said:

      Pagi2 baca yang sudah ada NC-nya aja.
      Tuh Sica harusnya alat bantu kehidupannya dicabut dari dulu tuh, jadi dia bisa segera bangun.^^
      Kenapa pula itu Krystal dibikin bengek. XD Munculin Amber tuh buat hibur Krystal harusnya.^^
      Sunny pas ngelamar Sica masih sempat2nya pakai slogan SoShi. Benar2 ide yang satu ini gak pernah kebayang. Ngelamar pakai slogan SoShi.^^ Jadinya kayak konyol2 romantis gimana gitu.^^
      Untung Sunny gigih. Gak menyerah bgitu saja. Untung Sica juga ‘lemotnya’ gak lama2 amat, jadi langsung ingat Sunny. Klo gak kan bahaya tuh. Yang teringat cuma sisa ingatannya pra kecelakaan. Tar yang ada ingatnya Taeng lagi yang ngasih cincin. XD
      Bisa gawat kalau begitu. Tar nambah2in drama TaeNySic, yang dimana Sica biasanya jadi pihak ketiga yang patah hati melulu. Kasihan Sunny juga.

      Hore happy ending. \^^/

      • Sica cuma pas bangun pas alat2nya dicabut, kalau gak entar malah tidur selamanya dong >.<
        itu moment keluarga sih, jd rasanya kurang pas nambahin Amber, mian ya penggemar KryBer
        kurasa slogannya cocok dgn situasi SunSica kok XD

        wkwkwk kok jd nyasar ke Taeng yg ngasih cincin XD

      • Aku bukan penggemar KryBer sih. Cuma pernah dngar2 aja.^^
        Slogannya cocok yah.^^
        Iya, maksudnya kan Sica cuma ingat sepotong mimpinya aja. Tahu ada yang ngasih cincin kan (makanya pas bangun dia langsung lihat jari manisnya), tapi gak tahu siapa yang ngasih. Nah, takutnya tar dia ngira Taeng yang ngasih. Kan sblum kclakaan dia sukanya ama Taeng, dan pas bangun dia gak ingat apa pun kejadian selama dia jadi hantu, cuma ingat kjadian2 yang sblum kclakaan aja.^^

      • hmm, tp kan harusnya jg inget cintanya bertepuk sebelah tgn sm Taeng

    • singkat kan ya 😛

  10. ahhh akhirnya happy ending juga :’)
    aku kira ini bakalan sad, tapi ternyata enggak hehehe 😀
    aku menunggu cinta segisembilan thor ;;)

  11. S1 Queen's said:

    Wah dah ending.cpet bgt ya.
    Tpi Untung ny happy end.
    Ayo author q tnggu lg ff mu lain nya.fighting…!

  12. wah, akhirnya ending juga.
    aduh, end aja ada nc nya. jadi malu saya XD
    unnie, itu kok sunny bisa tau kalo tgl 18 hari ultahnya jessica?
    trus kok sunny bisa tau jessica di rumah sakit?

    • itu kan di akhir Sunny diberitahu Krystal
      itu Sunny cuma bertaruh sm instingnya aja, pdhal aslinya sih mereka sekampus cuma Sunny gak tahu

  13. ASIKKK ,,, Kerennn Daebakkk sampe sedih baca nya 😥 😀 #kimHyunJae

  14. ye….happy end
    sneng ny sica n sunny kembali lg

  15. Yey! Ternyata sica belum meninggal, ahahaha

  16. annyeong…

    hhaahh happy ending ternyata,amin aminnn…
    ternyata jessica sadar sendiri huhuhu…
    gagal deh acara obral meng obral jessica d comment kemaren #hapaini
    jadi g dpet piti deh dr sunyeon #dzigh!!!
    gaje amat sih komen ku -___-….

  17. christy said:

    Gila hepy end bgd ni mah.. Sunsic so sweet.. Bacanya ampe ketawa sendiri,palgi bagian nc,amp dipikirin segala itu >.<
    Pokoknya DAEBAK bgd dh ni FF..

  18. step lin said:

    Ending….
    Sunsic bye..bye…
    aku pasti merindukan cerita kalian lagi(ngak nyambung dh gue:)
    Nc ny dikit bget thoorrrr,tapi gue tetap bersyukur yg penting ada..haha…
    fightaengooo……thooorrrr

  19. jidat ber-abs said:

    Awwawawawaw /.\
    happy ending ternyata :’)

    pertama kalinya gue baca sunsica nc, tapi gue gak kebayang thor… Okelah, yulsic taengsic yoonsic jeti soosic hyosic gue kebayang nc’a kayak apa…tapi sunsica…? Argh >,< susaaaaaaah!

  20. Wuakakakamprettt …
    Protes!
    NC nya kenapa ngga hoooottt !!
    *TeriakPakeToakDiatasRumahEyangSubur*

    Haha
    GilaSendiri

    Thor, ada season 2 nya ngga? Aku ngerasa gantung nih 😀
    Tapi bagus thor. Aku suka endingnya..
    Aku kirain sewaktu Jessie ngilang, yaudah, finish, gitu aja.
    Eh rupanya kelanjutannya Sunny nyari Jessie di RS, dan akhirnya ketemu. Jd mereka lanjut hubungan di dunia kesadaran dong ya 😀 Selamat SunSica =))
    *LaluCiumSunnyPelukSica xP

  21. Huaaa …
    End ea thor .. ?
    Akhirnya Happy ending jga …
    Xeexeexee ….
    D tnggu FF YoonYulSic ea …
    Semangat !!!

  22. Kwon Eya said:

    Waah, hepi ending neh. Cenengny. Td qrain sicanya bkal mti. Uda deg degan aja neh. Tp q ttp ja aneh ngbyanginya. Sunsic? Aigoo.. Q kan RF poreper.
    Lnjt th0r! Dtggu ff lainya!

  23. Jadi selama ini arwah jess semacam ndak tenang.. uwahhh aku sempet nyesek aku kira ini bakal sad ending. Ternyata ;;) i like this thor, keep writing more 😀 FIGHTING!

  24. waaahhh… sunsica bahagia… ^_^

  25. Kimtayeoung said:

    Waaaah udah tamat aja ni ff satang sunsic nc’y g nyata sicanya masih jadi hantu dah itu dikit laghe hehehetpi senengnya sunsic happy ending..
    Thor mian klo q jarang koment ya soalnya nih koneksi selalu ngdat jadi pas mw koment tw2 error..mianhae..

  26. Finally nc #readers macam apa ini
    Cieeee sunsica bersatu cie ciiieeee seneng lah sama ini couple unyu unyu gimana gitu~
    Mon nanti bikin yulseo yah haha lagi seneng sama crack pairing gini, tapi jangan bikin crackpair taeny yah udah mereka berdua aja bahagia ^^

    • wkwkwk udh ngarepin nc yah? XD aku jg ngarep *plak
      aku rencananya mau YulSeo, tp itu msh nanti, kadang kusebut YulHyun sih

  27. taengoolapazta said:

    wahhh, ada nc!
    nggak bayangin kalo endingnya secepet ini. tapi untungnya, walopun semasa pacaran, sunny jadi manusia dan sica jadi hantu, akhirnya lanjutannya mereka bisa bersatu tanpa ada perbedaan lagi. asik asik….
    oiya, di ff ini pun kayaknya emang unnie selalu bikin taengsic jadi kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan ya. hahahaha aku mengamati lho..

    daebak ceritanya! 😀

  28. Thor ko udah end sih ?
    Tpi gw sengneng ahir a happy ending juga tanks ye
    sunsica jjang
    Arthur daebak

  29. cepet amat udah abis aja thor.
    tapi ff bagus kok,, banget

  30. Miss New New said:

    HOAAAHHMMMMM
    *bangun dari tidur siang yg panjaaang

    Sunsic hepi ending…!
    Sukurlaah, hati sayah gak kuat buat yg sedih-sedih
    Tapi to be honest, aku sempet nangis pas mereka pisah (sementara)
    Lagi cengeng mode on

    Tentang NC : tiga kata
    Jadi Ngidam Puding

    Vanila caramel enak nih kayaknyaah~
    *lanjut tidur

    • Ada bagian yg kurang rasanya, tp udh terlanjur sih >.<
      Wkwkwk gara2 kata puding ya XD
      Ah aku jg suka tuh pudding vanila karamel

  31. khfflovers said:

    aaah.. so sweet! keren!

  32. astaga sangat menarik sekali!!! Keren!!! Akhir nya Sica bisa mengingat Sunny juga yah.. Hahaha

  33. nie_taeny said:

    Happy Ending (´⌣`ʃƪ)

  34. Thor Hiatus nya jangan lama2 dong aku kangen nih #HiksHiks -_- 😥 😀

  35. Aahh lama aku ga berkunjung kesini,, ternyata udah tamat ya unn hehehe ..
    Aku reader lama ko unn,, tapi ganti id hehe 😀

    ahh suka sangaaaaat sama end’y .. 2 thumbs buat unnie!

  36. Kakak author, aku terharu sama bagian Krystal-Jessica huhuhu T.T

  37. son3lf93 said:

    Happy ending
    Huhu kau selalu bwt ku nangis

  38. Aaahhh happy ending suka banget sama cerita nya akhir nya sunny ga bakal di bilang yeoja gila lagi gara2 ngomong sendiri yyyyeee heppy ending -(ˆ▽ˆ)/

  39. Ahhhh, cepet amat tamatnya…
    Kasih 200 episode lagi kek un XD
    Ah, ceritanya pasti terinspirasi dari drama 49 Days kan un ?
    Soalnya mirip banget. 49 Days juga salah satu dramkor favoritku. Ff yang terinspirasi dari drama favorit, dimainkan sama artis kesayangan, rasanya gimana gituuuu 😀
    Ah, tapi tamatnya cepet amat. Kurang.. kurang… hoek… hoek…
    Hahahaha 😀
    Tapi ya sudahlah, yang penting happy end^^

    Tapi un, mau nanya lagi 😀 boleh yah ? Uhm, emang Krystal unnie punya asma betulan, atau semuanya cuma fiksi ? Soalnya kan unnie sering nyelip”in kehidupan nyata tokoh dalam ff 😀 makanya aku jadi penasaran…

    • Inspirasinya bukan dr drama itu sebetulnya 😛 tp dr sebuah visual novel, judulnya Mizuiro kayaknya

      Krystal gak punya asma kok, kalau punya gmn bisa ngedance dan nyanyi kayak gitu

      • Eh, berarti mirip dong visual novel nya sama drama 49 Days…

        Iya juga yah un 😀

      • Hmm, gak ada ngumpulin air mata jg
        Mirip Sica disini koma gitu, terus jiwanya terkurung di satu tempat dan gak bisa nembus tembok
        Begitulah
        Tentu saja di ff ini alasan dan endingnya beda sama visual novel Mizuiro itu

      • Owhhh, begindang toooohhhh 😀
        Arra arra^^

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: