~Thank you for your comments~

Flash back

Karena rasa bersalahnya terhadap Sunny, Jessica memutuskan untuk pindah sekolah ke Amerika. Dan 14 tahun kemudian Jessica kembali karena rindu Korea.
“Rasanya seperti baru terjadi kemarin…” desah Jessica sendu saat dia berjalan melewati sekolah dasarnya.
Kemudian Jessica kembali teringat pada anak perempuan yang dia celakakan waktu dulu.
Anak perempuan waktu itu… sekarang gimana kabarnya ya?

Jessica kembali terkenang pada raut wajah anak kecil itu. Air matanya… juga isakan tangisnya…
Dadanya kembali berdenyut nyeri. Jessica menggeleng untuk menghapus kenangan lama itu. Kemudian memutuskan untuk berangkat ke kampusnya. Jessica sudah merencanakan bahwa sepulangnya dari kampus dia akan mencari tempat kos dekat kampus. Karena otaknya dipenuhi dengan pikiran itu, dia tidak melihat ke depan dan bertabrakan dengan seseorang.
Jessica menjatuhkan tasnya, barang-barangnya bertumpahan keluar.
“Mianhae!” sahut orang itu sebelum Jessica sempat membuka mulut.
Dia langsung berjongkok mengumpulkan barang-barang Jessica. Buku, notes, bolpoin, peralatan kosmetik, dll.
Jessica juga merasa sedikit bersalah karena itu dia tidak marah. Jessica ikut berjongkok dan mengambil tasnya, tapi daripada ikut membereskan dia lebih memperhatikan raut wajah orang yang ditabraknya itu.
Yeoja itu memiliki rambut panjang lurus berwarna coklat. Wajahnya cantik, bentuk wajahnya sempurna, dalam dirinya memancarkan aura-aura maskulin yang membuatnya makin mempesona.
Saat pertama kali melayangkan pandangan ke wajahnya, Jessica sudah langsung merasakan getaran-getaran aneh. Dia tidak bisa berhenti menatap yeoja itu.
“Ini, mudah-mudahan sudah semuanya,” kata yeoja itu menyerahkan barang-barang Jessica sambil tersenyum minta maaf.
Jessica menerimanya. Bibirnya terlalu kaku untuk digerakkan atau mungkin karena dia terlalu terpesona oleh yeoja di depannya.
Melihat Jessica hanya diam, dia bertanya. “Ah, ataukah kamu terluka?”
Jessica cepat-cepat menggeleng.
“Syukurlah, sekali lagi maaf.”
Kemudian yeoja membungkuk dengan sopan lalu berlalu meninggalkan Jessica yang masih terpesona nggak jelas sendirian.

**

Saat Jessica berjalan pulang dari kampus kebetulan dia melihat sosok yeoja yang tadi ditabraknya dari jauh. Jessica masih ingat betul karena wajah itu… sudah terpatri dalam hatinya.
Tanpa sadar Jessica berjalan mengikutinya dan sampailah dia di sebuah kos. Yeoja itu masuk ke dalam.
“Apa mungkin yeoja itu kos disini?!”
Lalu Jessica jadi tertarik kos di tempat yang sama. Segera dia menanyakan pada admin apakah masih ada kamar yang disewakan. Dan kebetulan bagi Jessica, dia mendapat satu kamar tersisa di lantai 3.
Tanpa berpikir dua kali, Jessica langsung pindah kesana.
Jessica menyelidikinya dan akhirnya berhasil mengetahui namanya. Nama yeoja itu adalah Kim Taeyeon.
Kemudian sejak saat itu mata Jessica jadi sering mengikuti kemana Taeyeon pergi. Jessica sering melamun. Bahkan sampai pernah menunggu di lantai bawah hanya untuk melihat Taeyeon lewat sekilas di depannya. Hampir mendekati seorang stalker, Jessica menikmati cinta sepihaknya pada Taeyeon.
Sampai seminggu kemudian Jessica mulai merasa tidak puas dan benar-benar ingin berkenalan dengan Taeyeon. Tapi dia tidak begitu tahu bagaimana caranya. Dia sengaja berpapasan dengan Taeyeon dengan harap agar Taeyeon menyapanya. Jessica memasang wajah setenang mungkin, walau jantungnya berdebar kencang. Tapi pertemuan itu tidak berjalan seperti yang diharapkannya karena tampaknya Taeyeon tidak ingat.
Jessica sadar tentu saja dia tidak bisa berharap banyak karena pertemuan mereka waktu itu sangat singkat dan tidak berkesan.
Saat dia sedang berjalan sambil melamun. Sebuah motor melanju kencang ke arahnya.
Tiba-tiba langkahnya terhenti karena seseorang memegang kedua pundaknya.
“Awas!”
Jantung Jessica berhenti berdetak kemudian kembali berdebar dengan kecepatan di atas rata-rata begitu menyadari siapa yang berdiri di belakang memeganginya.
“Hampir saja.”
Orang itu adalah Kim Taeyeon, orang yang selama ini dicintainya diam-diam.
“Te-terima kasih,” ucap Jessica terbata-bata.
“Lain kali hati-hati.”
Jessica merasa sedih karena Taeyeon benar-benar tidak mengetahui siapa dirinya. Tapi Taeyeon yang menolongnya saat itu telah menguatkan rasa cinta yang berakar di hatinya.
Kemudian setelah itu selama berhari-hari Jessica merancang skenario dalam otaknya. Dia akan berkenalan dengan Taeyeon dan kalau mungkin juga sekalian menyatakan perasaan yang selama ini dipendamnya.
Tapi tampaknya nasib memang tidak berpihak padanya.
Suatu hari sepulang dari kampus di dekat persimpangan, saat sedang menyeberang Jessica melihat pujaan hatinya dari jauh. Tapi Taeyeon tidak sendirian. Di sisinya ada seorang yeoja yang tidak Jessica kenal. Mereka berdua berdiri sangat dekat. Yeoja itu merapikan rambut Taeyeon dengan menyelipkan sebagian di belakang telinganya, dan Jessica melihat dengan jelas rona merah di pipi Taeyeon.
Firasatnya yang kuat mengatakan kalau Taeyeon mencintai yeoja yang menyentuhnya itu.
Kemudian Taeyeon pergi bersama yeoja itu dengan wajah sumringah.
Jessica merasa sangat terpukul.
“Barangkali ini yang namanya kalah sebelum bertanding ya…”
Denyutan di dadanya terasa menyesakkan sehingga Jessica terlambat menyadari bahwa ada sebuah mobil melintas ke arahnya.
Saat Jessica berpaling ke arah mobil itu dengan mata terbelalak, mendadak dia merasa seperti ditempatkan dalam situasi seseorang. Seseorang yang dulu dia pernah celakakan bertahun-tahun yang lalu.
Jessica tidak sempat berteriak ketika ingatan saat gadis kecil yang dia dorong ke belakang dan tertabrak tepat di depan matanya kembali terlintas di benaknya.
Waktu itu Jessica sudah pernah lolos dari kecelakaan sekali. Tapi kali ini tidak ada seorang pun yang menolongnya. Dan ironisnya, orang yang pernah menolongnya waktu itu adalah orang yang secara tidak langsung membuatnya mengalami kecelakaan naas ini.
Jessica tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Dan juga tidak mendengar jelas percakapan-percakapan orang-orang yang mengerumuninya di sekitarnya. Kekuatan dalam tubuhnya seperti berangsur-angsur menghilang.
Mungkin ini karma…
Batin Jessica sebelum matanya menutup dan kehilangan kesadaran.
Dan seakan menambah penderitaannya, Taeyeon sama sekali tidak tahu menahu tentang apa yang terjadi pada Jessica.

**

Jessica menemukan dirinya berada dalam sebuah kamar. Satu hal lain yang Jessica sadari adalah ini kamar kosnya, hanya saja dia tidak melihat barang-barang miliknya yang seharusnya ada.
“Kemana perginya semua barang-barangku?”
Jessica sempat berpikir apa yang dialaminya adalah mimpi sampai dia tidak bisa keluar dari kamarnya sendiri.
Jessica tidak mau percaya bahwa dirinya sudah meninggal dan jadi hantu.
“Andwae… andwae!” teriak Jessica frustasi.
Dia merasa terkurung. Sendirian di dunia ini.

Waktu berlalu dan kemudian datang penghuni kamar yang baru.
Untuk suatu alasan, Jessica tidak menyukai yeoja yang menempati kamarnya sekarang ini.
Sebenarnya karena yeoja itu adalah Tiffany Hwang, yeoja yang dicintai Taeyeon, dan penyebab dirinya mengalami kecelakaan secara tidak langsung walau Jessica tidak tahu.
Jessica tidak mengerti, tapi dia benar-benar ingin mengusir yeoja itu keluar dari kamar ini.
Jadinya dia mulai menakut-nakuti Tiffany.
Dimulai dari mencoleknya. Menyembunyikan barang miliknya. Sampai menindih Tiffany.
Tiffany yang memang sudah dasarnya takut sama hal-hal yang berbau mistik pun cepat-cepat pindah.
Dan rantai itu terus berlanjut. Penghuni-penghuni kamar yang berikutnya pun juga mengalami nasib yang sama. Mereka semua ditakut-takuti Jessica.
Mungkin karena sebagian dalam diri Jessica, dia masih belum mau mati. Mungkin juga karena dia masih menganggap kamar ini miliknya.
Entahlah, Jessica sendiri menikmati melihat mereka ketakutan karena ulahnya.
Jessica pikir mereka bisa melihatnya, tapi sebenarnya tidak satu pun dari mereka yang bisa melihatnya. Dan itu yang bikin mereka lebih takut dan cepat-cepat minggat dari sana.

Saat siang tiba, kekuatannya melemah, jadinya dia menggunakan waktu itu untuk tidur sehingga kehadirannya di dalam kamar tidak terasa.
Jessica merasa sedih berpikir bahwa kehidupannya yang dulu sudah dirampas darinya dan mulai sekarang dia akan menjadi arwah penasaran seterusnya. Jessica meneteskan air matanya.

(Di saat yang bersamaan)
Krystal tergerak ketika melihat air mata mengalir keluar dari celah-celah bulu mata kakak perempuannya.
“Unnie?!”
Krystal menyentuh pipi Jessica. Matanya memandang Jessica yang masih tertidur dengan pancaran kekhawatiran dan kasih sayang seorang adik.
“Apakah unnie sedang bermimpi buruk? Apa yang mengganggumu unnie?”
Krystal menempelkan dahinya di dahi Jessica. “Kapan unnie akan bangun? Aku rindu padamu unnie…”
“Mungkin ada sesuatu yang membuatnya tidak mau bangun,” Amber menyuarakan pendapatnya di sebelahnya.
Krystal mengangkat kepalanya, tampaknya perkataan Amber barusan menarik perhatiannya.
“Sesuatu itu apa? Apa unnie tidak mau bertemu kembali dengan aku, adiknya?”
“Bukan begitu, mungkin saja pengaruh psikologi, kan bisa saja kakakmu tidak bangun-bangun karena ada sesuatu yang menyakitkan secara psikologinya, makanya dia memilih tetap dalam keadaan koma sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri alam bawah sadarnya. Supaya dia tidak terluka…”
“Apa hal seperti itu bisa terjadi?”
“Entahlah, tapi itu bisa terjadi pada orang yang mengalami trauma. Mereka takut untuk mengingat kembali karena tidak mau terluka.”
“Lalu apa yang membuat kakakku terluka?”
“Entah, kau bisa menyebutkan berbagai macam alasan seseorang terluka. Yang paling sering biasanya berhubungan dengan cinta. Mungkin saja kakakmu syok karena melihat cintanya berjalan dengan orang lain.”
“Sembarangan saja kamu! Masa karena hal seperti itu.”
“Namanya saja kemungkinan.”
Krystal mencuekin Amber dan meremas tangan Jessica.
“Unnie, apapun yang terjadi aku akan selalu setia menunggumu disini.”
“Aku harap unnie cepat sadar supaya kita bisa menghabiskan waktu berdua lagi.”
“Aku menyayangimu unnie… aku harap unnie bisa mendengar suaraku…”

End of flash back
___________________________________________________________________________________________

Selesai mandi yang panjang dan lama, Sunny pergi makan malam setelah itu dia menunggu kekasihnya di dalam kamar.
“Rasanya sudah tidak sabar.”
Dari tadi Sunny merasa hyper. Ini adalah pertama kalinya dia melewatkan Black day berdua dengan seorang kekasih.
Dan sesuai janji, kali ini Jessica muncul di sore hari.
“Sica,” Sunny menampakkan senyum bahagia yang tidak dibuat-buat.
Jessica sangat menyukai senyum Sunny yang seperti itu. Dia merasa dicintai.
“Hehe, lama nunggu?”
“Ani, ayo sekarang kita pergi ke tempat yang kamu inginkan.”
“……………..”
“Kenapa? Kamu nggak mau?”
“Ah bukan, gomawo Sunny.”
Sunny memberikan tangannya. Jessica langsung mengerti dan menggenggam tangan Sunny. Mereka sama-sama berjalan keluar.
Tapi begitu hampir keluar, Jessica tiba-tiba menghentikan langkahnya.
“Ah, tapi apa yang harus kita lakukan dengan sepatu? Di luar masih terang.”
“Oh benar juga.”
“Ne, aku tidak bisa keluar seperti ini. Orang-orang akan takut…”
Sunny sudah memikirkan solusi untuk mengatasi masalah ini. Dan dia tidak keberatan harus repot demi Jessica. Sunny sudah bertekad akan mengorbankan apa pun itu demi melihat senyum kembali merias wajah Jessica.
“Nggak usah khawatir.”
Sunny berjongkok di depan Jessica. Sambil mengulurkan tangannya ke belakang, seolah memberikan akses untuk menaiki punggungnya. Lalu dia menoleh ke belakang.
“Ayo.”
“Eh?”
“Tunggu apa lagi? Naiklah ke punggungku.”
“Ta-tapi.”
Tiba-tiba Sunny menarik kedua tangan Jessica melewati bahunya. Kemudian dia berdiri.
“Kya-!”
“Nah, lihat.”
“……………..” Jessica tampaknya setengah tidak mempercayainya. Dirinya sekarang digendong Sunny.
“Dengan begini kita bisa pergi kemana-mana.”
“Ya, tapi… kamu akan kecapekan…”
“Gwenchana.”
“……………..” Jessica kelihatan sedih.
“Karena itu jangan berwajah seperti itu. Kita akhirnya sudah bisa keluar kan.”
Kemarin kemarin, waktu melihat foto taman hiburan dalam majalah, Jessica bilang ingin pergi kesana. Karena itu kali ini Sunny akan mengabulkannya.

Badan Sunny condong ke depan, tampak seperti sedang memikul benda berat di punggungnya. Walau di mata orang lain, sama sekali tidak terlihat apa-apa.
Beberapa orang melihat ke arahnya.
Jessica menepuk pundak Sunny, “Sunny, sudahlah, turunkan aku, orang-orang melihat aneh ke arahmu…”
“Cuek saja,” jawab Sunny acuh tak acuh.
“Tapi aku tidak mau orang-orang melihatmu sebagai orang aneh.”
Sunny tidak peduli.
“Sunny, aku bisa jalan sendiri.”
Sunny hanya mempererat pegangan tangannya pada paha Jessica, sebagai jawaban bisu kalau dia tidak akan membiarkannya.
Melihat perjuangan Sunny demi dirinya, diam-diam Jessica merasa tersentuh.
Padahal tubuhnya lebih kecil darinya, tapi Sunny tetap bersikeras menggendongnya.

20 menit kemudian.
“Kita sampai, Sica.”
Begitu keduanya sampai, hari sudah mulai gelap. Dan dari kejauhan mereka sudah langsung bisa melihat bianglala yang menjadi simbolis berdiri tegak di tengah-tengah taman. Lampu-lampu menghiasi taman hiburan itu, sehingga suasana di sekitar sana terang benderang.
“Kecuali kalau kamu tidak suka datang kesini.”
“Aniyo, aniyo!”
Kalau mendongak ke atas, mereka bisa melihat rel lintasan untuk jet coaster.
Dan walau hari sudah mulai gelap, taman hiburan itu masih dipenuhi dengan manusia.
“Hebat ya, walau sudah malam masih ramai,” Sunny berdecak kagum.
Mereka juga melihat banyak pasangan berlalu lalang disana.
“Semuanya terlihat mesra ya.”
“Iya.”
“Dilihat dari wajah-wajah mereka, semuanya terlihat sangat menikmati datang kesini.”
“Iya.”
“Kalau begitu seperti semua pasangan yang ada disini, ayo kita juga bersenang-senang, Sica.”
“Hmm!”
“Kalau begitu mau naik apa dulu?”
“Emm…”
“Jangan mikir lama-lama,” Sunny memperingatkan.
“Iya, kalau begitu pertama-tama aku mau kamu untuk…”
“Ya?”
“Menurunkan aku.”
Dari berangkat sampai sekarang Sunny memang masih terus menggendong Jessica.
“Tapi kalau telanjang kaki nanti kamu kedinginan.”
“Gwenchana, lagian seperti semua orang, aku mau berjalan dengan normal.”
“Arraseo.”
Sunny menurunkan Jessica, dengan begitu sekarang Jessica berjalan telanjang kaki.
Kemudian sama seperti pasangan-pasangan yang lain, Sunny dan Jessica mengantri di antrian wahana Coffee Cup.
“Kamu yakin nggak kedinginan kan?”
“Tidak.”
“Kalau mulai terasa sakit segera bilang-bilang sama aku ya? Aku akan langsung gendong kamu.”
Jessica mengangguk. “Gomawo.”

**

“Uwaaaaaa~” seru Jessica senang saat wahana mulai bergerak.
Keduanya melihat-lihat sekeliling dari dudukan coffee cup, lampu-lampu berwarna-warni menerangi sekeliling mereka.
“Sica ya, pegangan kesini.”
Di tengah-tengah coffee cup ada sebuah meja berbentuk roda setir. Sunny dan Jessica berpegangan disana.
Suasana malam hari yang diterangi oleh lampu warna-warni memang memberi nuansa keindahan tersendiri yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
“Ehehe, menyenangkan kan Sunny?”
“Ne!”
Kemudian Sunny mengerahkan segenap tenaga dan memutar-mutar meja di depannya.
“Sunny ah~ jangan diputar terlalu kuat!”
“Ahahahaha!” Sunny masih terus memutar-mutar, sama sekali tidak menghiraukan sedikit rasa pusing akibat berputar terlalu cepat.

“Hei hei, yeoja itu.”
“Hebat ya, dia naik sendiri dan senyum-senyum sendiri.”
Sunny berhenti tertawa. Senyum Jessica juga lenyap. Orang-orang yang menudingnya itu sama sekali tidak sadar kalau suara mereka terlalu keras hingga mereka bisa mendengar.
“Apa dia nggak malu sama sekali?”
“Ya, kalau aku sih pasti sudah berasa awkward.”
“Hei, jangan terlalu dilihat, nanti dia sadar kita dari tadi memperhatikannya.”

“Huh, merusak suasana saja,” cibir Sunny.
“………………” Jessica kembali terlihat down.
“Pabo, nggak usah pedulikan omongan mereka.”
“Ta-tapi…”
“Gwenchana, terserah mereka mau bilang apa, yang penting kita bersenang-senang.”
“………………”
Ingin rasanya Sunny memaki orang-orang yang telah menghapus senyum di wajah Jessica. Tapi dia tidak melakukannya dan sebagai gantinya menggenggam tangan Jessica di atas meja setir.
“Sica ya, senyum dong buat aku?”
“N-ne!” Jessica perlahan-lahan berusaha memasang wajah ceria lagi.
Sunny merasa tidak keberatan walau hanya dirinya seorang yang tahu kehangatan tangan dan senyuman hangat Jessica.

**

Saat mau naik bianglala, Jessica naik lebih dulu, Sunny sengaja naik belakangan supaya Jessica tidak tertinggal.
“Yang sendirian di malam black day,” komentar pedas seorang yeoja ketika giliran Sunny dan Jessica yang naik.
Dan pacarnya malah mengiyakan.
“Hehe, aku punya kamu jagiya~” kata yeoja itu manja.
Di mata orang lain memang Sunny selalu tampak sendirian. Sampai terkadang bikin miris. Karena Sunny kelihatan seperti orang gila yang tertawa-tawa sendiri.
Mereka duduk bersebelahan.
“Aish, mereka nggak tahu sih kalau aku ditemani yeoja secantik artis. Kalau tahu dijamin sirik dah!” canda Sunny untuk mengembalikan mood. “Ya kan Sica?”
Jessica hanya tersenyum. Tapi Sunny dapat menangkap sedikit tanda-tanda kesedihan yang terpancar di matanya.
Bianglala sudah bergerak. Semakin menjauhi tanah dan semakin tinggi di udara.
“Lihat Sica, indah sekali.” Sunny meremas tangan Jessica.
Jessica melihat ke samping sambil menyandarkan kepalanya di bahu Sunny. Sunny balas menyandarkan kepalanya di kepala Jessica. Mereka terus berada dalam posisi seperti itu sampai bianglala mencapai bawah.

**

Mereka sudah naik beberapa wahana dalam waktu 4 jam ini. Sunny merasa sudah waktunya pulang.
“Lain kali kita datang lagi ya?”
“Iya…”
“Yuk pulang.”
“Ah!”
Sunny langsung menggendong Jessica di punggungnya lagi.
“Mianhae, aku berat ya?”
“Pabo, nggak usah khawatir,” kata Sunny sambil berusaha menyembunyikan rasa lelah dalam suaranya. Dia juga tersenyum sendiri atas jawabannya yang lembut. Kalau dia yang dulu pasti sudah godain Jessica habis-habisan.
“Barusan sangat menyenangkan kan?”
“Ne.”
“Lain kali kita naik lebih banyak wahana. Ah, tapi, karena kamu gampang ketakutan, aku jadi khawatir. Tadi saja kamu tidak berani naik jet coaster. Gimana kalau Sica sampai nangis~?” goda Sunny seolah-olah Jessica itu anak kecil.
Jessica menggembungkan pipinya dan dia mencubit sebelah pipi Sunny.
“Awww awww, apo! Nanti kuturunin nih!”
Akhirnya Jessica melepas cubitannya.
“Dibanding aku, kamu yang lebih seperti anak kecil, Sunny ah.”
“Iya deh~” Sunny ngalah saja.

Sepuluh menit kemudian.
Jessica merasa mereka melewati tempat asing. Ini bukan jalan yang sama yang dilalui saat mereka berangkat.
“Sunny ah, kita mau pergi kemana?”
“Karena kita sudah repot-repot pergi keluar, bagaimana kalau sekalian kita pergi ke tempat yang tadinya kita tidak bisa datangi?”
Jessica melihat-lihat etalase toko yang berjajar di pinggir jalan. “Disini tempatnya?”
“Ah bukan disini, masih agak jauhan.”
“Oke.”

Lima menit kemudian. Sunny dan Jessica berada di daerah pusat belanja.
“Sudah sampai.”
Sunny menurunkan Jessica dari punggungnya.
“Nah, ayo kita masuk.”
Jessica menengadah, membaca nama toko di depan. Tapi sebenarnya bukan toko melainkan sebuah cafe.
“Sunny, ini kan…”
“Kajja.”
Sunny berjalan masuk lebih dulu.
“Ah tunggu!”
Sampai di dalam, Sunny mengedarkan pandangan ke sekeliling.
“Agak ramai ya.”
Padahal jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, tapi suasana dalam cafe itu seperti bukan pada jamnya. Wajar saja, karena cafe itu buka 24 jam.
“Duduk sana, Sica,” Sunny menunjuk ke sebuah meja dekat jendela.
Sunny menarikkan kursi untuk Jessica lebih dulu.
“Silakan.”
“Gomawo.”
Kemudian baru Sunny menarik kursi untuk dirinya sendiri. Sunny melihat buku menu sekilas.
Tidak lama kemudian, seorang pelayan datang pada mereka.
“Sudah memutuskan mau pesan apa?”
“Segelas jus jeruk.”
“Arraseo,” jawab pelayan itu sambil mencatat pesanan Sunny. Pelayan itu sudah hampir berbalik, tapi Sunny belum selesai memesan.
“Tolong berikan sedotan ekstra,” kata Sunny sebelum pelayan itu pergi.
“Eh?” pelayan itu tampak bingung.
“Jadi 2 sedotan,” Sunny menegaskan.
“A-rraseo.”
Sunny mengalihkan pandangannya keluar jendela. Baik Jessica maupun Sunny tidak terdorong untuk memulai percakapan. Jessica masih tenggelam dengan perasaan tidak enak. Melalui jendela kaca, Sunny melihat bayangan Jessica yang hanya dia sendiri yang bisa lihat.
Kemudian segelas jus jeruk dihidangkan di depan mereka. Dengan 2 sedotan.
Sunny memasukkan kedua sedotan itu ke gelas. Satunya diarahkan ke Jessica.
“Yuk minum. Aku ingin mencoba minum mesra ala sepasang kekasih.”
Mata Jessica berbinar mendengar usul Sunny.
“Kecuali kalau kamu nggak mau?”
“A-aku mau!”
Jessica mendekatkan wajahnya dan ikut minum jus jeruk itu.
“Kamu minum banyak Sunny?”
“Hmm,” jawab Sunny sambil masih menyesap isi gelas itu.
Sudah tentu Sunny sendiri yang meminum isinya, dan Sunny juga tahu Jessica hanya berpura-pura minum. Tapi Sunny tahu Jessica sangat senang minum berdua seperti ini.
“Ehehe, rasanya kita seperti sepasang kekasih sungguhan.”
“Apa yang kamu katakan? Kita kan memang real.”
“Ahaha, real ya?” Jessica tertawa oleh pilihan kata Sunny yang menurutnya lucu.
Tapi lagi-lagi ada saja yang mengusik kebahagiaan mereka.
“Lihat yeoja itu, apa yang dia lakukan?”
“Dan barusan dia juga ngomong sendirian.”
“Hari ini kan black day, mungkin dia tidak punya pacar jadinya dia begitu.”

“Sunny ah…”
“Biarkan saja…” kata Sunny tegar walaupun suaranya lirih meredam rasa sakit yang menikam hatinya. Sedari tadi dia telah berusaha untuk cuek, namun lama-lama hatinya mulai tertikam juga oleh berbagai perkataan orang-orang yang tidak berperasaan.

Karena mereka duduk di dekat jendela, orang-orang yang lewat semua melihatnya. Satu demi satu, komentar-komentar keluar dari mulut mereka.
“Uwaaa, yeoja aneh.”
“Mungkin habis diputusin pacarnya, jadi stres.”
“Benar, saking gak relanya mentalnya jadi terganggu.”
“Kasihan ya padahal dia masih muda.”
“Sayang padahal cantik, tapi sepertinya agak miring.”

Sunny dan Jessica berpandangan. Keduanya saling berbicara hanya melalui pandangan mata. Sama-sama memancarkan rasa sakit yang hanya mereka berdua saja yang mengerti.
“Sica…”
“Ne…?”
“…kamu mau… ciuman?”
Sunny meraih tangan Jessica di atas meja dan meremasnya. Sunny perlahan mendekatkan wajahnya. Saat jarak hidung mereka semakin dekat, Sunny melihat mata Jessica berkaca-kaca. Dan di dalam mata itu, Sunny hanya melihat bayangan dirinya.
Jessica memejamkan matanya dan menyambut bibir Sunny. Air matanya bertumpahan keluar.
Sunny menekankan lembut bibirnya.
Sunny juga jadi ingin menangis. Kata-kata mereka yang menusuk. Juga karena mereka tidak bisa melihat Jessica. Juga karena Jessica yang tampak terluka mendengar ucapan mereka.

*~To Be Continued~*

A/N : FYI, Tiffany tinggal di kos itu karena sebenarnya ingin satu kos sama Taeyeon, tapi akhirnya terpaksa dia keluar karena takut. Karena enggak ada kamar lain yang kosong selain kamar bekas Sica.

Terima kasih 😀

Advertisements

Comments on: "My Girlfriend is a Ghost (Chapter 5)" (73)

  1. Duhh ksian bgt nie sunny ma sica …
    Lanjut thor …

  2. annyeong…

    yah ternyata bener klo ssica itu koma…
    tapi nantinya siapa ya kira” yg bisa membangunkan ssica dr koma,apakah sunny or taeyeon?
    hhaaayyooo ssica dipilih-dipilih-diplilih mana yg passss *lukirajualanbaju wkwkwk…

    ahh koq d potong sih kissing scene nya?nanggung tuch,baru jg encup-encup belum lumat-lumat #uwow

  3. Wink(s) said:

    Semoga sukses thor 🙂
    Hmm,, jadi itu masa lalu sica ? Jadi, sica belum meninggal yah? Cuman lagi koma ajah! Gara-gara trauma dengan kecelakaan yang merenggut sunny gitu thor? Hehe
    Ng! Jadi, tiffany pernah ngekos dikamar yang sekarang ditempatin sama sunny? Ckck.. Kasihan ditakut takutin.
    Dah ngerti juga, kenapa cuman sunny yang bisa lihat sica.. Karena emang saat itu sica mikirin sunny(tentang kecelakaannya)

  4. Aaahhh ternyata sica cinta sepihak ya cupcup ciiaaannn sicanya~
    sunny perjuangannya keren banget buat bikin sica senyum yah walau ujung ujungnya dia nampak kaya orang streesseeeuu

  5. Yulsicbaby said:

    Ooh Jessica koma toh… Bagus deh, tar abis ciuman bangun gak tuh ?? Sapa tau jessica mencari ciuman dari orang yg mencintainya. wkwk….XD

  6. Takuma Loper ( LoyalistTrooper ) said:

    Wkwkwkwk
    cantik2 tp miring. . .
    Penghinaan pangkal di hantui. .
    Jd,sica nuna cuma koma ne. .
    Kencan yg menyenangkan tp jg menyakitkan. . .
    Ne,di tunggu updatenya lagi XD

  7. yoonsic said:

    wah mkn seru aj ney thour
    ok fighting thour d tggu ff slnjt ny apalagi ff yoonsic yg twin tu

  8. Ternyata benar Sica koma. BTW ada KryBer nyelip2 sdikit.^^
    Itu klo Sica ngusir Fany sih gak aneh. Tapi knapa yang gak ada hubungan ama Taeng juga diusir (5 cameo lainnya)?
    Aduh kasihan SunSica dicibir melulu. Terutama Sunny yang klihatan kayak orang stress di mata orang2.
    Tapi Sunny kuat yah gendong2 Sica lama bgitu. Jadi ingat lagunya siapa itu lupa, yang “tak gendong kemana-mana…..” XD

    Pas flashback prtama muncul yeoja yang menolong Sica sudah langsung mrasa kalau itu Taeng. Apalagi ada kata ‘aura maskulin’ segala lagi. XD
    Tapi sayang Taeng sudah punya pujaan hati sendiri. Lagi2 Sica jadi orang ketiga.
    Tapi apakah Sunny hanya pelarian Sica saja yang patah hati? Semoga saja tidak.^^

    Bonus (Taeng tambah keren aja): http://www.kaskus.co.id/show_post/5172cce27c12432d27000004/9738/

    • Berarti kalau Sica ikut kuliah di kampus-nya Taeng dan di chapter 1 dicritakan klo Sunny juga satu kampus dngan Taeng, kampus Sica = kampus Sunny juga dong.
      Berarti klo sudah sadar, SunSica masih bisa sering2 ktmu tuh.^^

    • entah tuh, tiba2 aja ada KryBer nyempil XD
      itu karena Sica udh kecanduan ngusilin mereka hohoho XD

      nah Sunny itu mempraktekkan langsung lagu itu wkwkwk XD
      menurutku Taeng memang maskulin sih^^
      jitak Taeng deh

      makasih bonusnya
      haha I see kebiasaan Taeng yg muter2 pulpen msh blm hilang 😀

  9. Kwon Eya said:

    Uuuu, kacian bgt c0uple ni. Apalagi sunny, diejek2in org mulu. Tp aseek kuq. Mezraa bgt! Lnjt th0r!

  10. sica cepet bangun dari komanya dong biar sunny gak dikira miring 😦
    ditunggu next update thor

  11. sngkain aku sica ny udh mati rpa ny dia cman koma….syukur dech
    sunny-ya jgn pkir kn komen org..

  12. Kasian bgt SunSica gue….

    Oh.. Jd sica koma y? Nah, gue udh mlai ngrti knp wktu itu authorny blng mo d buat halpy ending..

    Thanks for update thor, lg sibuk Ujian y?? Smngt buat ujianny, n d tunggu update-an slnjutny ^^

  13. Sunkyu gimana km bisa tinggi nak.. kalo km gendong2 bayi raksaksa gitu…-_-” #plak

    tuh kan taeng lo… lo…yah elo si kelewat keren jadi ginikan…>,<

  14. taenytebs said:

    sunny so sweet bgt,,b’arti sica blm die donk syukur dh,,,

  15. Kasian sunny di blang miring >< !
    Nice ff thOr !
    LanjOot, semangat !

  16. Miss New New said:

    Shika-yah
    Kalo mau jadi stalker propesional
    Gabung yuuk ke klab eyke~
    DeSSInaUni
    DesperateStalkerStalkerIndonesiaUnited
    Hehehe
    Gabung sekarang, dapet bonus gayung cantik x))

    Thor, sibuk2 tapi masih bisa update
    Thanks yaak

    Emang apa yg salah dengan pergi sendiri? Mungkin yg agak bikin aneh ya Sunny keketawaan sorangan yaa hmmm

    Salut ama upaya Sunny membahagiakan jeung Jejes
    Ampe sekituna
    So sweet

  17. Annyeong….
    wahhhh….sunsica unyu2 deh…^_^
    kasihan juga tapi orang ngelihatnya,,
    Ntar kalo sica dah siuman, apakah dia bakalan inget sama sunny ?

    • jitak aja kalau gak inget XD

    • S1 Queen's said:

      Hai riyu. Aq jga ska nih bc ff di wp mu.
      Tpi aq mw tnya nih,kq mlai ff yg jjww part 4 itu mw coment g’ bsa ya.kq hrus pke msuk log dlu klo mw coment.knpa yah???

  18. khfflovers said:

    hny reader dan sunny yg tau kl dia ga miring tp sama yeoja sekece artis. kalo tau sirik lu! haha

  19. christy said:

    Wahhh sunsica so sweet bgd >..<
    Ok d thor,semangat bwt skripsi deh min,hahahaha..

  20. christy said:

    Wahhh sunsica so sweet bgd >..< Gr" TaeNy sica koma,aigoooo.. Ikh kesel ma tu couple *bakar TaeNy*
    Ok d thor,semangat bwt skripsi deh thor,hahahaha..

  21. Wah sunkyu romatis banget ya
    uh tpi kasian ya jdi Di sangka streeeeees .?

    Aduh moga sica cepet sembuh ya tpi klo dah sembuh jangan lupain sunny ya ok

    ok Thor semngat terus
    n Di tungu update’n a
    sunsica jjang

  22. wah, ternyata sica koma. moga cepet sadar. supaya bisa jadian beneran ama sunny

  23. S1 Queen's said:

    Oh jdi begitu crita nya.trnyta jesica msh koma.trz ntar yg bsa mmbuat si ice princess sdar spa???

    Ayo thor lnju…t.

  24. Hiks ,
    smakin lama smikin seru critany..

  25. jidat ber-abs said:

    Sunny setrong ya bisa ngegendong sica -..-
    kalo orang lain yg liat, pasti kesannya sunny lagi encok atau jalan ala anak alay gituu :3

    oalah ternyata taeny toooh u__u
    cukstaw aja

  26. kasihan bgt sunny lgi kencan tpi dikira org sinting. -___-

  27. uaaahh, tuh kan bener taenysic lagi.
    kesian bener sica jadi orang ketiga mulu.
    kesian sica napa unn.
    yaah, kepotong *apanyaa?*
    sukses yaa unnie buat semester akhirnya.
    oh iya, bias unnie di snsd siapa?

  28. uwaaa baguss 😥 miris banget nasibnya sica sebagai hantu..
    ga kebayang sakitnya sica ya denger kata-kata orang itu…
    tapi sumpah sunny tulus sekali.. walaupun dibilang stress sekalipun dia tetap so sweet..
    ahh gapapa updatenya lama, setiap chapter selalu memuaskan ^-^
    lanjutkan thor~ 🙂

  29. nuriiiin said:

    aah.. sweet, tapi kasian jg lama2.. tidak bisa berkata apa2 lagi..

    heee trnyata dia blm mati ya?? dan tetep ya.. ada taeny ada taengsic kekekeke tapi untuk di sini mending sunsic dah 😀 (dan jrg2 ni nongol kryber ^^) syukur deh dia masi idup, brarti ada ksempatan sunsic jd real bneran woohooo~

  30. Hai thor. . .

    Waah. . .wktu bca flshbk yg awal2. . .z kira yg nabrak sica unnie itu yuri unnie soalx ciri2nya itu mrip yuri unnie, ,eh. .trnyata tae unnie. . .hahahaha. . .

    Ok deh. . .ttp smngt thor. . .lnjuuttt. . .

    Ma’acii. . .:D

  31. prillyties said:

    oh ternyata sica masih hidup dan koma tapi arwahnya masih gentayangan

  32. Uwaaaaa
    sunsica sweeet..
    Huhuhuh…kasiaaan nangis beneraaaan T,T
    direalnya lucu..
    Tp ceritanyaa ngenes..
    Hwaiting yah,,jangan lama” jgak…
    Ak tunggu selanjutnyaa…

  33. hehe, aku hanya menyampaikan keluh kesah sica (?)
    hehe, pantes tae sering nyempil di ff unnie yaa 🙂 *kalo main castnya bukan taeyeon*

  34. Aduh..SunSica kasian bgt sech..
    Tenang ada aq yg mendukung kalian..
    #lebay kumat
    sukses truz ya thor 🙂

  35. annyeong~~~ akuh reader baru ^^ *bow
    ceritanya seru thor!! tapii…
    agak miris baca pas bagian si sunny ngomong sendiri .___.
    fiiuh~~ untung nya sica cuma koma. moga” abis siuman sica ketemu sunny >.<

  36. Padahal udah baca end nya, eh blum bca chapt sblum’y ahahaha

    mau nangis deh 😦

  37. Itu mereka ciuman masih di cafe?
    Jadi bisa diliat orang2 dong?

  38. Ah, pada sirik aja memang tuh SunSica unnie, nggak usah dipeduliin. Kalian tetap yang ter-so sweet pasti 😀
    Aw ciuman…….
    Pasti kalok ada yang liat ngerasa aneh. Tapi yang penting SunSica unnie happy^^
    Jadi pingin ke wahana bermain sama lalalalalala….. XD
    Oh yah unnie, Black Day itu apa yah ? 😀
    Ahahahaha 😀

    • Black Day/Hari Hitam adalah hari yang diperingati tanggal 14 April di Korea Selatan oleh pria dan wanita yang tidak punya pacar dan tidak menerima hadiah di Hari Valentine maupun White Day.

      Pria dan wanita yang tidak punya pacar merayakan Black Day dengan berpakaian serba hitam dan menghadiri acara kumpul-kumpul secara informal dengan rekan senasib. Acara diisi dengan makan mi bersaus kental berwarna hitam yang disebut Jajangmyeon dan minum kopi hitam.

      (Menurut sumber wikipedia)

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: