~Thank you for your comments~

Di restoran udon. Dengan setengah memaksa Sooyoung telah membawa manajer oppa kesini.
“Aish sebel… jangan-jangan mereka sengaja nggak mengajakku, atau bahkan malah mereka nggak peduli.”
“Kamu berpikir berlebihan,” hibur manajer oppa.
“Aku pesan Niku Udon 2 porsi, oppa yang bayar!” sahut Sooyoung seenaknya.

**

Yoona menebarkan pandangan ke sekeliling restoran itu. Saat itu sedang sepi. Beberapa waiter dan waitress yang melihat trio Yoona, Seohyun, dan Hyoyeon langsung memekik kecil sambil bisik-bisik.
Yoona berjalan mendahului mereka berdua dan memilih tempat duduk di pojokan.
“Silakan,” kata Yoona sambil sedikit membungkukkan badan.
“Lagakmu seperti waitress disini saja,” Hyoyeon menertawakan tingkah Yoona.
Seohyun juga ikut tersenyum.
Seohyun dan Hyoyeon bersebelahan, sedang Yoona duduk di depan Seohyun.
Salah seorang waitress menyambar kertas notes dan mengeluarkan bolpoin lalu mendekati mereka bertiga yang sudah mengambil tempat duduk.
“Bo-boleh minta tanda tangannya?”
Mereka bertiga tersenyum dan masing-masing menorehkan tanda tangan di atas notes itu.
“Kamsahamnida, kamsahamnida!” waitress itu tak henti-hentinya berterima kasih dengan wajah tersipu-sipu. “Aku sangat menyukai lagu-lagunya!”
Yoona menyunggingkan senyum sambil berkata. “Boleh minta menunya?”
“Ya, silakan!” kata waitress itu sambil memberikan 2 buku menu dan kertas untuk menuliskan menu. “Kalau sudah nanti panggil saja, permisi!” Kemudian dia menuju ke belakang dengan langkah melambung.
“Kyeopta,” kata Yoona.
“Hehe, iya,” kata Hyoyeon.
“Sekarang pesan apa?” Yoona memperhatikan buku menu.
“Tulis Haejangguk, Yoona.”
“Ok, Hyunnie, kamu mau makan apa?”
“Aku juga sama.”
“Oh? Kalau begitu aku juga.”
“Ikut-ikutan,” komentar Hyoyeon.
Yoona terkekeh. “Minum?”
Hyoyeon dan Seohyun sama-sama memperhatikan deretan minuman.
“Jus Traffic Light,” jawab Hyoyeon.
“Jus semangka,” jawab Seohyun.
Dan lagi-lagi Yoona ikut-ikutan memilih minuman yang dipilih Seohyun. Jujur, Yoona nggak begitu peduli dengan apa yang akan dimakannya malam ini. Setelah selesai Yoona mengangkat tangannya, meminta perhatian dari waitress di sekitar mereka. Kemudian menyerahkan kertas itu bersama kedua buku menu.
Hyoyeon mengeluarkan ponselnya, sesaat dia berpikir ingin mengirim pesan untuk Jessica. Tapi mengingat Jessica saat ini sedang berduaan dengan Yuri, dia mengurungkan niatnya dan ganti sms Nicole.
“Lagi apa, Nic? Sudah makan belum? Aku lagi makan bertiga sama Yoona dan Seohyun, nanti kukirim foto makanan yang kupesan, pasti kamu ngiler.”
Yoona mendapati dirinya semakin santai sampai matanya beradu pandang dengan Seohyun di udara. Mereka saling menatap dan tersenyum. Semakin Yoona terhanyut di kedalaman mata Seohyun, mendadak dia jadi merasa sedikit nervous. Apalagi mengingat Seohyun muncul dalam mimpinya semalam. Malah Yoona sendiri yang mengakhiri tatapan mereka dengan pura-pura peduli pada keadaan di sekeliling mereka. Dia berdeham pelan untuk mengatasi perasaan nervous yang menyerang dirinya.
Hyoyeon sempat mengangkat pandangannya dan melihat ke arah Yoona.
Tak lama kemudian waitress itu kembali datang membawa jus yang mereka pesan. Dia meletakkan ketiga jus itu di atas meja. Kemudian tiga buah sedotan berplastik bening yang diselipkan di balik tisu kecil.
“Kamsahamnida,” kata Seohyun sambil tersenyum. Waitress itu balas tersenyum, kemudian meninggalkan mereka.
Yoona menggeser jus traffic light ke depan Hyoyeon yang matanya masih terpaku di depan ponselnya.
Yoona merobek ujung plastik pembungkus sedotan dengan giginya. Sambil matanya sesekali mengawasi Seohyun yang duduk di depannya. Dia melihat Seohyun membuka segel plastik sedotan itu. Lalu mendadak Yoona merasa gerah saat melihat Seohyun menjepit sedotan itu di bibirnya. Yoona memegang sedotannya sambil menelan ludah. Tiba-tiba saja dia merasa iri dengan sedotan itu. Tanpa sadar desahan lirih keluar dari mulutnya.
Mendengar itu, Seohyun berhenti menyesap minumannya dan bertanya. “Kenapa Yoona unnie?”
“Ah, ani. Besok jam berapa ya kita berangkat?” Yoona harus bertanya demi mengalihkan pikirannya dari bibir merah muda Seohyun.
“Penerbangan pertama yang jam 9 pagi, unnie.”
“Sudah tahu masih nanya,” komentar Hyoyeon. “Nggak sekalian nanya kapan pulangnya?”
“Ahaha,” Yoona tertawa hambar.
Sebenarnya karena Yoona tidak sempat berpikir, jadinya pertanyaan itu yang langsung terlontar dari mulutnya.
Tapi Yoona malah kembali menonton Seohyun menyesap jus semangkanya lagi. Bibir Seohyun bergerak pelan, menyesuaikan dengan irama sesapannya di sedotan plastik itu. Tenggorokannya naik turun di balik leher berkulit putih itu. Rasanya Yoona betah berlama-lama melihat aktifitas sepele itu.
Seohyun bukannya tidak menyadari tatapan intens Yoona. Tapi entah kenapa dia malah membiarkannya saja.
“Mudah-mudahan pesanannya nggak lama, bisa-bisa minumannya keburu habis,” komentar Hyoyeon sambil meraih gelas jusnya dan melihat minuman Seohyun sudah habis setengah.
“Kalau mau, kamu boleh minum bagianku juga, Hyunnie,” Yoona menawarkan dengan lembut.
“Gomawo, unnie.”
Kemudian pesanannya datang. Tapi Hyoyeon tidak langsung makan, malah memotretnya.
“Kenapa di foto unnie?”
“Ah, iseng saja.”
Hyoyeon mengirimkannya pada Nicole seperti yang dia janjikan.

**

Taeyeon, Tiffany dan Sunny pergi ke restoran hamburger.
Sunny menghempaskan tubuhnya ke atas kursi dengan lesu. Dia tidak langsung memakan hamburgernya.
“Kenapa Sunny?” tanya Tiffany setelah mempelajari raut wajah Sunny sejak beberapa menit yang lalu.
“Ah nggak, aku cuma memikirkan Sooyoung, apa dia sudah diajak yang lain makan atau belum.”
“Kalau khawatir, gimana kalau ditelpon saja?”
“Ne.”
Sunny mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor Sooyoung lalu menelponnya. Sunny mengeringkan mulutnya sambil menunggu. Dan pada dering kelima terdengar suara dari seberang sana.
“Mwo?” itu pertanyaan yang pertama keluar dari mulutnya, bukan yeoboseyo.
“Sooyoungie, kamu dimana sekarang?”
“Heh, baru sekarang nanya begini. Aku lagi di restoran udon tak jauh dari dorm.”
“Sama siapa? Apa kamu pergi sendiri?” tanya Sunny khawatir.
“Ani, sama manajer oppa.”
“Mwo?! Apa yang kamu lakukan?! Kenapa kamu malah pergi berdua saja sama manajer oppa?!”
Sekarang Sunny malah lebih khawatir dibanding saat menduga Sooyoung pergi sendiri.
“Yeah, aku tahu, manajer oppa juga sudah mengingatkanku, tapi ya karena aku tidak punya siapa-siapa untuk diajak pergi,” jawab Sooyoung santai saja.
“Pergi dari sana sekarang juga.”
“Ya! Mana bisa begitu, bahkan udonnya juga belum datang. Kasihan manajer oppa juga, sudah kuajak masa malah kutinggal pergi?”
“Kalau begitu aku yang akan kesana sekarang.”
“Mwo?”
Sebelum Sooyoung berkata lebih jauh, Sunny sudah keburu mematikan ponselnya. Kemudian dia bangkit berdiri.
“Mianhae Taeyeon, Tiffany, tapi aku harus pergi ke tempat Sooyoung. Si shik shin itu… masa dia malah pergi makan berdua saja sama manajer oppa.”
“Ya silakan,” jawab Tiffany terdengar tidak keberatan sama sekali. “Titip jaga Sooyoung, Sunny ah.”
“Ne.”
Taeyeon tetap diam bahkan setelah Sunny sudah keluar dari restoran.
“Hehe, akhirnya hanya kita berdua saja^^”
“Kamu kelihatan senang.”
“Ne, karena kita bisa makan di restoran yang kuinginkan.”
Dan karena berdua denganmu, tambah Tiffany dalam batin.
“Hmm.”
“Apa kamu merasa tidak nyaman berdua saja denganku?”
“Ani, kamu berpikir berlebihan.”
Tapi Tiffany merasa bahasa tubuh Taeyeon sulit dibohongi.
“Kalau kamu khawatir soal gosip, tenang jangan terlalu dipikirkan.”
“Gosip? Gosip apa?” tanya Taeyeon pura-pura polos.
“Aku rasa kamu hanya sedang pura-pura tidak tahu, iya kan?^^”
Taeyeon memilih menggigit hamburgernya karena malu.
Tiffany merasa senang karena reaksi Taeyeon tidak sedingin sebelum-sebelumnya.
Tiffany memutuskan untuk memberanikan diri mengutarakannya. Tapi melalui pesan singkat supaya tidak ada yang tahu selain dirinya.
Ponsel Taeyeon di atas meja menyala, menandakan bahwa pesan yang dikirim Tiffany sudah diterima.
Taeyeon mengambilnya tanpa tahu menahu bahwa Tiffany yang baru saja mengirimnya.
Matanya membulat begitu membaca nama sender.
“Tapi soal aku yang mencintaimu itu benar, Taetae (:
Saranghae. I love you!! ❤ ”

Tiffany terus memperhatikan reaksi Taeyeon.
Kedua sudut bibirnya perlahan bergerak membentuk sebuah senyum.
Dan saat itu Tiffany merasa mendapat sinyal baik. Harapan dalam hatinya kembali menyala.

**

Jessica dan Yuri duduk berhadapan sambil menunggu pesanan datang.
“Kira-kira gimana dengan Sooyoung ya?”
“Maksudmu?”
“Apa member yang lain ada mengajaknya? Soalnya tadi kan hanya dia sendiri keluar.”
“Entahlah.”
“Tapi aku sempat kaget Sunny tiba-tiba menangis seperti itu. Kusangka ada apa.”
“Ya.” Yuri mendapat firasat percakapan ini akan mengarah kemana.
“Ternyata soal pinky promise pas konser dulu.”
DEG
Yuri merasa jantungnya berhenti berdebar. Dia ingat, dia pernah melakukannya beberapa kali dengan Jessica.
Oh tidak, kenapa sekarang malah jadi ngebahas ini, pikir Yuri tidak tenang.
Harus ganti topik.
Tapi mendadak lidahnya terasa kelu.
“Hmm…” Jessica melipat semua tangan kanannya kecuali jari kelingking. Memandangi jari kelingking miliknya.
Yuri menelan ludah, sudah menunggu-nunggu kata Jessica yang akan keluar selanjutnya.
Mata Jessica tertuju pada tangan Yuri yang tergeletak begitu saja di atas meja.
Jessica mendekatkan tangannya dan mengaitkan jari kelingkingnya di jari kelingking Yuri.
“Ini pinky promise, hehe.”
Badan Yuri menjadi kaku saat terlambat menyadarinya.
“Hahaha, Sica, nanti dilihat orang,” Yuri melepaskan jarinya, berusaha dengan sikap sealami mungkin.
“Hmm,” Jessica hanya meminum tehnya.
Apa dia marah? Batin Yuri.
Tapi Yuri memang akhir-akhir ini tidak mau menunjukkan kemesraan seperti ini di depan umum lagi.
Saat sedang berpikir begitu, Yuri baru menyadari betapa dekatnya posisi duduk mereka sekarang. Memang booth di tempat mereka duduk ini di desain untuk menambah keintiman dengan teman makan.
Jessica mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Yuri. Yuri menerimanya tanpa mengerti maksudnya.
“Apa?”
“Tolong fotoin aku.”
Yuri menekan icon kamera dan mengarahkannya ke depan Jessica.
Jessica menunjukkan aegyonya di depan kamera. Jessica memajukan bibirnya. Dan mendadak Yuri tidak bisa mengalihkan matanya dari bibir itu.
Klik.
“Sekali lagi?”
Kali ini Jessica mengedipkan sebelah matanya. Jantung Yuri sedikit berdebar ketika menatap aegyo Jessica melalui jendela kamera ponsel.
Lama-lama Yuri mulai sedikit pusing dengan ledakan aegyo yang Jessica tunjukkan padanya. Lebih tepatnya pusing karena berdebar-debar.
“Nah, sekarang giliranmu,” tiba-tiba Jessica mengambil ponselnya dari tangan Yuri.
“Hah?”
“Nah, sekarang tunjukkan aegyomu kesini.”
Yuri mendadak bingung harus berpose apa. Akhirnya dia hanya tersenyum dan kedua jarinya membentuk huruf V.
Selesai memfoto Yuri, Jessica berpindah tempat duduk, sekarang duduk tepat di sebelah Yuri. Menggamit lengan Yuri.
Jessica mengubahnya menjadi self portrait dan mengarahkannya ke mereka berdua.
“Nah, senyum, cheese.”
Yuri tidak sempat berpose dan perhatiannya bukan tertuju ke kamera, tapi ke arah lengannya yang berada tepat di depan dada Jessica.
Klik
Lalu Jessica menertawakan hasil jadinya.
“Hahaha! Tampangmu aneh Yul.”
Tapi setelah mengikuti arah pandangnya, muka Jessica menjadi panas.
“Kamu melihat kemana, byunYul?”
“A-ah…” Yuri menghindari tatapan tajam Jessica sambil menggaruk-garuk pipinya yang tidak gatal.
Tapi Jessica sama sekali tidak keberatan. Dan malah menyandarkan kepalanya di pundak Yuri.
“Menjauh dikit, nanti orang melihat,” kata Yuri sambil menyentakkan sebelah pundaknya supaya Jessica memberi jarak.
“Hehe.” Meskipun begitu Jessica tetap merasa senang.

**

Seperti scene-scene dalam drama. Datang-datang Sunny langsung menghampiri meja Sooyoung dengan tampang seperti pacar yang baru saja mengetahui dirinya diduakan.
Sooyoung tidak perlu menoleh untuk mengetahui siapa yang berdiri di sebelah mereka. Dengan rambut pirang seperti itu tentu saja sangat menarik perhatian. Dan dia juga tidak perlu menerka-nerka apa yang akan dilakukan Sunny. Sooyoung berlagak pura-pura tidak melihat.
“Ah, Sunny-ssi, kebetulan.”
Manajer itu juga sebenarnya sudah kewalahan menanggapi Sooyoung yang ngambek terus gara-gara nggak diajak. Dari tadi daripada sebagai teman makan, manajer oppa lebih merasa seperti menjadi tempat pelampiasannya.
Setelah bertukar tatapan dengan manajer oppa, Sunny tahu apa yang harus dilakukannya.
Sunny menarik lengan Sooyoung dengan mengerahkan kekuatan. Memaksanya berdiri.
“Ya!” protes Sooyoung.
“Kajja.”
“Ish, lepas!”
Tepat saat Sooyoung diseret pergi, waiter itu sedang membawa udon pesanannya ke meja. Dia menatap dengan tercengang Sunny yang menarik tangan Sooyoung.
“Udonku! Ya! Bagaimana dengan udonku?!”
Tapi Sunny malah mempererat genggamannya dan dengan langkah mantap membawa Sooyoung keluar.
Sementara itu yang bingung sebenarnya justru malah manajer oppa. Dia duduk disana memandang 3 mangkok udon yang mengepulkan asap. Baunya mengundang selera, tapi di kepalanya dia memikirkan masalah yang baru saja timbul sebagai akibat dari absennya Sooyoung.
Bagaimana aku bisa menghabiskan 3 mangkok udon sendirian?

Setelah berjalan cukup jauh dari restoran udon itu, Sooyoung menyentakkan tangannya sampai terlepas dari genggaman Sunny.
“Gara-gara kamu, aku jadi kehilangan 2 mangkok udonku. Aku juga jadi nggak enak sama manajer oppa yang sudah mau menemani dan membayariku.”
Sooyoung melihat mata Sunny berkaca-kaca.
“Mwo? Mau nangis lagi? Ini di tempat umum tahu. Mau bikin malu?”
“Mianhae Sooyoungie… tapi aku benar-benar sangat mencintaimu…”
“Mwo?”
Sooyoung tidak terkejut lagi mendengar pengakuan itu. Malah dia merasa Sunny benar-benar nggak tahu malu. Bisa-bisanya berkata seperti itu di tempat umum. Untunglah dia terselamatkan dengan keadaan sekeliling yang sepi.
“Mianhae… kalau sikapku selalu saja membuatmu kesal…”
Sooyoung mendengus.
Akhirnya sadar juga gadis pendek ini, pikirnya.
“Tapi itu karena aku sangat mencintaimu, makanya…”
“Ya, stop! Cukup sampai disitu.”
“?”
“Bisa-bisa malam semakin larut kalau aku mendengar ocehanmu sampai selesai. Perutku sudah lapar nih. Sebagai tanggung jawab, kamu harus traktir aku makan!”
Sebenarnya itu juga alasan Sooyoung supaya tidak perlu mendengar pengakuan Sunny yang panjang. Bisa-bisa nanti dia malah jadi kepikiran semalaman sampai tidak bisa tidur.
“Ne.”
“Pali pali, perutku lapar,” desak Sooyoung pura-pura tidak sabar. Hatinya juga harap-harap cemas takut melukai Sunny.
Melihat senyum telah kembali merias wajah Sunny, Sooyoung merasa lebih lega. Meski dia masih tidak suka sama Sunny yang terlalu nempel, dia tidak ingin sampai bertengkar dengan Sunny.
“Hehe, dasar shik shin.”
Sunny meraih tangan Sooyoung dan meremasnya. Kali ini Sooyoung membiarkan Sunny menuntunnya.
Sooyoung memperhatikan Sunny yang berjalan di depannya. Pandangan matanya tertuju ke kepala Sunny. Dia bertanya-tanya dalam batin, apa masih sakit tidak ya kepalanya yang terbentur tadi?
“Mianhae juga kalau aku sudah menyakitimu tadi siang, Sunny.”
“Ah gwenchana, yang penting ayo sekarang kita ke restoran udon. Kita makan udon seperti maumu. Mau pesan berapa banyak juga boleh, aku yang traktir.”
“Gomawo…”
“Buat apa? Karena kutraktir?”
“Ani, karena kamu sudah datang mengajakku.”

Sementara itu…
Mereka tidak menyadari penderitaan manajer oppa yang sedang berusaha menghabiskan 3 mangkok udon sendirian.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Cinta Segisembilan (Chapter 22)" (79)

  1. anyeong. wakakaka kasian manager snsd musti makan 3 udon. bagi ke sy dong hehee.. akhirnya tiffany ungkapkan perasaan ke taeyeon. aku senang banget. jjang taeny.

  2. author….? itu fanfic “locksmith” nya ndak mau dilanjutin kah…..penasaran ama hubungan Taeny setelah mereka akhirnya mengikuti kata hati mereka 😦

    eh ini kok taeyeon sok cool sih…..padahal chapter2 sebelumnya hampir cium tiffany waktu tidur….-_-

  3. chapter ini sesuatu ya…
    udah pada balik kepasangannya masing” ya thor 🙂
    ditunggu next chapter

  4. kasian manejer oppa arus ngabisin 3 mangkok udon sndrian…ye…dorm penuh dgn bunga2 cinta…

  5. annyeong…

    yoong,klo aku sih iri ma jus na (?) bkn krn suka semangka,tp coba bayangin deh,itu jus lebih bruntung dr sedotan.udah nyentuh bibir,meluberrr d mulut,masuk tenggorokan,brakhir dgn menyatu sama tubuh seo *kaya biologi ajj kekekek*
    apakah sedotan bisa spt itu,huh?hahaha

    semoga ajj dgn seucrit senyuman taeng,itu pertanda ada sinyal cinta buat ppany #eeeaaa

  6. Haha poor manager oppa, knp ngga dia bungkus aja itu udonnya dari pada tersiksa kaya gitu
    Sip nih benih benih cinta yang seharusnya(?) mulai tumbuh

  7. Haahaahhaa ..
    Yulsic sweet bgt nie …
    Ksian bner mnger oppa …
    Xeexeexee .
    Lnjut thor …

  8. Hahahaha. . .beni2 cinta mulai kembali ke RF. .byun yoonyul bener2 kambuh.next un ^^/

  9. Wink(s) said:

    Thor, ini masih jauh yah menuju ke arah RF kembali? Hehe
    Huah, suka banget noh ma taeny *di.dunia.nyata.juga.emang.gitu*`V`. Disini emang memakai sipat fany beneran hehe yah agresif suka mulai sendiri hehe terutama noh sama pernyataan cintanya wiiih bikin meledak(?)
    Ckck.. Byunyul mode on.. Dasar, untuk gak dapet hellsica hahah
    Soo udah ngerasa nyama yah? Walau dengan alasana udon ntuh? Ckck gak kepikir noh manager nya :/
    Yoong juga byun? Hahah napa seo biarin ajah cih? Wkwkwk
    Hyo mulai ke nic nih haha

  10. phepie9 said:

    Hiyaaaaa……formasi RF-nya kembali.^^
    Yang paling kasihan di chapter ini sudah pasti manager oppa. Lagian knapa makanannya gak dibungkus saja? Oh iya, klo udon yang sudah dikuahi dibungkus pasti rasanya gak enak lagi.
    Hyo juga kasihan sih, gak dapat pasangan, jadi juga deh ama Nicole.^^

    Buat scene YoonHyun: Aih, Yoong sampai sebegitunya ama Hyunnie, masa sama sedotan saja iri. Mana proses minumnya Seo juga diperhatikan dengan detail lagi, dari awal dihisap sampai ditelan.XD Suka deh sama duo maknae di sini. Imut sekali.

    Buat scene TaeNy: Taeng masih malu2 sama Fany, tapi Fany-nya tetap aja agresif. Untungnya Tae-Tae gak sedingin sblumnya sikapnya. Kan klo Tae-Tae bgini lebih asyik.^^

    Buat scene YulSic: Sica cerdik yah, sudah sengaja pilih tempat yang romantis, nyuruh Yuri buat photo dia saat ber-aegyo supaya Yuri ‘lumer’. Dan caranya Sica ini tampaknya mempan buat Yuri. Dan tetap saja yah, yang namanya Sica tetap clingy aja bawaannya.^^

    Buat scene SooSun: Saking seringnya Sunny ngomong cinta ke Soo, efek-nya sudah gak ‘dahsyat’ lagi tuh. Soo jadi biasa2 saja. Sunny main nyamber Soo bgitu saja lagi, gak peduli shikshin kesayangannya sedang kelaparan tuh. Ahh iya, Sunny juga tetap clingy kayak Sica.^^

    Asyik, sebagai RF shipper, aku senang sekali formasi RF-nya sudah mulai kembali. Berarti sudah mau tamat yah thor?^^

    • ya makanya lbh baik dimakan langsung, poor manajer oppa wkwkwk XD

      karena Yoong ngarep dicium tuh sm bibir Hyunnie wkwkwk XD

      begitu ya, aku memang suka shy Tae^^

      entah strategi Sica disengaja atau gak 😉

      msh panjang kok XD
      amin deh kalau bisa smp 30 chpt 😉

      • phepie9 said:

        GIF-nya Soo yang cocok buat chapter ini, yang menunjukkan ke-shiksinan-nya. XD

      • haha wajahnya dkt bgt XD
        itu sm Yuri ya?
        kejadian pas acara apa? aku gak tau, pastinya udh lama bgt

      • phepie9 said:

        HaHA aku juga gak tahu pas acara apa itu. Mungkin UnStoppable Married kali yah? Kan sama Yuri juga tuh.
        Kbtulan aja ktmu, ada yang share di forum.^^

      • dikit lg SooRi kissing tuh, tp kocak jg XD
        hmm, maybe

  11. Eh, soosun mau makan udon dimana? Ngga di t4 yg tadi? Apes banget manajernya. Makan sendirian pula. Wkwk
    Ngga nyangka thor, pas aq datang kesini tau-tau ff cinta segi9 udh sampe chap 22. Ini ff yg paling panjang & paling lama waktu pembuatannya ya. 3 bulanan kan. Haha
    Mian ya thor udh lama aku ngga komen. Sebelumnya cuma baca doang tapi ngga ninggalin jejak.
    Ceritanya makin menarik. Kira* ada berapa episode lagi thor?

    • habis Sunny kan maunya berduaan aja, ya kasihan manajer oppa XD
      memang sejauh ini ff cinta segisembilan itu yg plng panjang di wp ini 😉 entah udh brp bulan
      blm bisa memperkirakan tp sptnya msh panjang

  12. Kwon Eya said:

    Waduh, ini ci sec0nd maknæ kuq uda byuk ktularan papa mertuanya yak. Dr tdi intens bgt ngliatin hyunienya.
    Sicanya agresif tp yulnya pasif. Ah, yul ga asik!
    Cie, fany uda ngungkapin prazaanya nih yew! Taeng snyum2!
    Soo kuq kliatan alergi bgt yah ma sunny. Waeyo?

  13. Mwahaha aaa part ini m’bwt pipiku keram(?), bru pembukaan aja udah ada tingkah konyol sooyoung, haha kasian itu manager oppa,,
    ciyee yoonhyun n taeny udah siap lepas landas (?) yaa, aa cute, aku suka unn,, tpi d’sini soosun n yulsic’ku mzh di awang2 yaa, ughh aku tk tega melihat’y,,
    eh tunggu, ada aroma hyonic(?) ya unn, aa tk apa, b’arti smua’y dpett pasangan hehe,,
    ayo unnie update lagi,, aku tunggu hehe annyeong^

  14. haha ngkak pas baca part manager oppa,,,kya’y dh dkt nh sma RF,,,

  15. wakwkakwak 😀
    ngakak manager oppa makan udon 3 mangkok sendirian 😀 BWAHAH
    wk sica jadi nempel2 gitu sama yul.
    lanjut thor 😀 Fighting!

  16. yeay, akhirnya udah makin deket sama couple masing2 :3
    yulsic masih malu2 aja nih , soosun lucu kalo berantem, yoonhyun taeny lopek ❤

  17. anisa23zahra9 said:

    Hahahah Daebakkk!! Aku seneng banget sama FF ini 😀 Lanjut Thorr 😉 TaeNy Jjang

  18. prillyties said:

    kasihan manager oppa , jessie modus tuh dan yuri ngambil kesempatan dalam kesempitan. cie taeny makin mesra

  19. haha lucu bngt dah.. Makin seru nih cerita yah…

  20. ashleyrfs said:

    Udh lma g komen.
    Bnran jdi royal family y. Nicole jg muncul..

    Author, ff soosun’a g dlanjutin??

  21. nuriiiin said:

    sejak kapan tiba2 ada nicole di sini? gpp deh, daripada sama sooyoung..agak aneh klo ngebayangin hyoyoung soalnya hehehe

    yoonhyun uda mulai oke.. justru soosun-yulsic-taeny yg masih galau.. aah sunny, harusnya lo balik lagi ke restoran tadi, kasian tuh manajer oppa hahahaha

  22. locksmith said:

    Hahahahaha^^
    Part ini lumayan lucu 😀
    Oh iya, ff mu yg baru tuh ngambil dr novel ya? Kalau nggak salah, “Di Bibirnya Ada Dusta”. Bener nggak? Kalau nggak bener juga nggak apa” 😀

  23. waw..akhir nya ada titik terang juga…’0′ ayoloh jadi pada ganjen ganjen gituh…XD parah tuh manager oppa yg jadi korban soosun -_-” haha…ga nyangka pany bisa sweet juga yah..XD

  24. ds@yulsic said:

    wiih dah mulai ada tnda” nih smua’y…
    haha yul kau liat apa sech…
    lanjut, hwaitiing!

  25. Ah moga aja ga ketuker lgi persan mereka masing2 coz ni dah pas banget Thor

    rf jjang

  26. jidat ber-abs said:

    Sedih banget ceritanya T.T kenapa? Kenapa manajer oppa harus menderita? WAE? *lebay*

    okay, disini gue udah menemukan titik cerah kejelasan hubungan mereka :’) ha..haha..hahaha..

  27. kasian manager oppa ngabisin udon tiga porsi u,u
    udah mulai ada tanda2 pada mau balik ke pasangannya nih 😀
    sunny so sweet abis. pantang menyerah banget. ayo ayo sunny! semangat!!
    unnie juga semangat yaa!

  28. S1 Queen's said:

    Hahaha… Yoong iri sma sdotan(?).
    Fanny udh ungkapin prasaan nya,,trz taeng gmna tu..kq g’ ngjawb..

    Manager oppa,klo ga da yg nemenin mkan udon aq brsedia kq bwt nemenin*???

    Author lnjut.
    Fighting…!

  29. ahh telat. telat… *manyuunn..
    hehehe.. suka ama moment YoonHyun.nya.. kereen..
    ampe nyengir” nggak jelas sndirian. hihi^^
    YulSic juga kereen. kerenn smua dehh..
    ‘n yg jelas lebih enak dibaca coz lebih panjang dr part sblumnya, hoho..
    lanjut eon.. hwaitaeng..^^

  30. Miss New New said:

    Udon 3 mangkok…

    Hedeh daripada mubazir mending bagi2 ke readers-nya maifate
    Dapet kali sorang sesuap mah wkkwkwkw
    Aku ngantri paling pertamaaa

    Soo manis ya, walau agak geuleuh sama Sunny tapi dia mikirin juga palanya Sunny masih sakit apa gak c:

    Ayo jangan menyerah Sunny
    Aku mendukungmuuu
    *kibar2 jeans belel

  31. khfflovers said:

    uoh kl g hbs bwt aku aja manager oppa! hehe

  32. gregetan nih lht pasangan soosun. taeny kyknya udh ok. yulsic jg. tggl yoonhyun yg msh lambat. bykin moment dua maknae ini ya thor. kshan ya manager oppa dilupain ma soosun. he3

  33. paling ngakak sama part
    “Sementara itu…
    Mereka tidak menyadari penderitaan manajer oppa yang sedang berusaha menghabiskan 3 mangkok udon sendirian.”

    sesuatu bgt 😀

  34. Annyeong ,,,,,,,

    Yyeeyeee ,,,, Akhirnya,,,,,
    Niceeeeeeee ,,, aku suka nih ,tidak ada kegalauan d sni,,, kkkeee

    Yoong ,, Pikiran nyah,,,,jadi ngkut byangin ,,,loj
    Yeee,, YulSic ,,,,,
    Yul nya malu” yeh,,, sneng lihat YulSic nyah,,,,

    D tunggu Next nyaaah,,
    SEMANGAAAAAT

  35. wah part ini so sweet banget plus kocak juga 🙂
    tiffany bilang saranghae-nya di sms haha… yulsic selca2an trus soosun deket lagi gara2 sunny mau nraktir soo makan udon 😀
    next part bakalan ada drama lagi atau banyak sweet momentnya nih?

  36. Tanty_sone07 said:

    Bca ny jdi kacau,, hrus ngulang dri prtma lgi.
    Aku ktinggalan 2 chap *huhu :'(*
    Tpi ngga papa deh,, aku rela.

  37. bossanova said:

    maaf nubie ikut nimbrung, suka ceritanya… tapi lanjutannya mana thor? apa memang sudah kelar??

  38. Udon itu mie yah ?
    Jadi kepengen 😀

    Woaaahhh, tinggal 3 chapter lagi nih^^
    Nggak sabar nunggu end-nya gimana XD

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: