~Thank you for your comments~

Sunny tidak merasa kesepian karena Jessica menemaninya. Tapi kemudian Sunny mendengar perkataan yang mengejutkan.
“Andaikan aku bisa menjadi yeoja chingumu, aku pasti akan sangat bahagia…”
Sesaat Sunny tergoda ingin menanyakannya. Untuk memastikan apakah pendengarannya tidak salah.
Sunny tidak tahu harus berkata apa, sekaligus merasa malu jadinya dia berpura-pura memaksakan diri tidak mendengar dan berkonsentrasi tidur. Walau dengan jantung berdebar kencang di dadanya.

**

Hari itu, seharian aku istirahat dan menjelang sore aku sudah merasa baikan.

Sunny POV

“Sica, kita pergi jalan-jalan keluar yuk?”
“Waahhh, asyik! Eh tapi kamu sudah sembuh?”
“Kamu tidak lihat aku yang enerjik ini?”
“Oh, syukurlah.”
“Kamu mau pergi kemana?”
“Taman hiburan.”
Senyumku memudar seketika dan kalimatku selanjutnya hampir berupa cibiran.
“Fiuhhh, taman hiburan.”
“Ke-kenapa nadamu seperti itu?”
“Ya karena…” aku tidak melanjutkan dan malah membiarkan kalimatku menggantung di udara. “Ah sudahlah.”
“Waeeee? Katakan.”
“Baiklah, kukatakan saja, tempat yang banyak orang itu nggak baik.”
“Eehh? Waeee~?”
“Wae juga!” balasku tak mau kalah. “Kenapa harus taman hiburan?!”
“Huuu…”
“Jangan pasang wajah cemberut.”
Tapi benar kan. Soalnya hanya aku yang bisa melihat wujudnya. Di tempat seramai itu bakal kelihatan seolah aku sendirian. Berasa awkward dan menyedihkan.
“Ke tempat yang dekat saja.”
“Dekat?”
“Ya, tempat yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki lebih bagus.”
“Oke, sebentar aku pikir dulu.”
“………………”
Sepuluh menit kemudian.
“Lemot Sica…”
“Ah! Kalau gitu antar aku keliling kota.”
“Kota? Kota ini?”
“Ne.”
“Baiklah, ayo.”
Aku mengenakan jaket dan syal lalu berjalan membuka pintu kamar, tapi tiba-tiba terdengar seruan dari Jessica.
“Ah, ottoke?”
“Ada apa?”
“Aku baru saja sadar… kalau aku telanjang kaki karena aku nggak punya sepatu.”
Perhatianku tertuju ke bawah. Dan kata-katanya memang benar, Jessica tidak memakai alas kaki sama sekali. Karena dia selalu berada di dalam kamar, aku tidak pernah kepikiran. Tapi kalau diingat-ingat selama ini dia memang tidak pernah memakai alas kaki.
“Sunny ah, ottoke?”
“Pakailah sepatuku yang mana saja.”
“Ne.”
Aku bersama Jessica berjalan keluar kos. Angin dingin langsung berhembus ke arah kami.
“Ah, dingin.”
Menurut berita, cuaca malam ini mencapai 6 derajat celcius.
“Kamu nggak kedinginan kan Sica?”
“Nggak…”
Ah lagi-lagi aku lupa
“Yuk?”
Tapi baru berjalan beberapa meter dari kos, terdengar teriakan seorang yeoja.
“Kyaaaa!”
“Hah?”
“Se-sepatunya…!” tunjuk yeoja itu dengan mata membelalak lebar.
“Ya?”
“?”
Aku dan Jessica menatapnya dengan tatapan bingung.
“Barusan sepatunya bergerak sendiri!”
Kemudian yeoja tak dikenal itu langsung mengambil langkah seribu sambil berteriak.
Aku hanya terdiam di tempat.
“Hei Sunny…”
“Ah, aku juga ceroboh, bisa lupa.”
“Lalu gimana? Ottoke?”
“Gimana katamu.”
Sekarang kita bahkan baru menginjakkan kaki keluar dari tempat kos dan keributan sudah terjadi. Kalau ini terus berlanjut, aku mendapat firasat buruk.
“Apa boleh buat, Sica. Kita kembali ke kamar.”

Akhirnya kami berdua kembali ke kamar.
Setelah kututup pintu kamar, Jessica berkata.
“Setelah dipikir, tidak apa-apa meski aku tidak bisa pergi…”
“Tapi bukannya kamu sangat menginginkannya?”
“Tidak apa-apa. Karena begini saja sudah menyenangkan. Kita berdua mengobrol bersama dalam kamar.”
Jessica berusaha tersenyum di depanku. Tapi aku tahu kalau dia pasti berusaha keras menahan perasaannya. Dadaku terasa sakit memikirkannya.
“Ani…”
“Sunny?”
“Aku ingin pergi denganmu. Karena itu ayo kita pergi ke tempat yang sedikit orangnya.”
“Eh?”
“Yang penting jika orang lain nggak lihat nggak apa-apa kan?”
“Ya kurasa…”
Aku tidak keberatan pergi kemana saja sekarang. Sekalipun pergi malam-malam yang berisiko untuk seorang yeoja sepertiku. Aku hanya tidak mau melihat gurat kesedihan di wajahnya lagi.
“Kalau begitu gimana kalau ke taman dekat sini?”
“Taman?”
Karena taman itu sepi dan rute perjalanannya tidak jauh.
“Kamu tidak suka?”
“Ani.”
“Atau karena dingin?”
“……………….”
“Kalau begitu lebih baik tidak usah?”
“Ah jangan~!”
“Lalu?”
“Jika bersama dengan Sunny aku mau pergi kemana saja…”
“Kalau begitu ayo kita pergi sekarang.”

**

Akhirnya kami meneruskan jalan-jalan kami yang sempat tertunda.
“Sebentar lagi sampai.”
Kadang-kadang kalau aku melihat bayangan seseorang, kami berdua berhenti berjalan. Supaya orang lain tidak melihat penampakan sepatu berjalan sendiri.
Tidak lama kemudian kami berdua sampai di taman yang kumaksud.
Di sisi barat terlihat kursi taman dan ayunan yang berwarna keperakan karena sapaan cahaya bulan.
Suasana disana sangat sunyi. Tentu saja karena waktu aku melihat jam di ponselku sudah hampir jam sebelas malam.
“Sunny ah…”
“Hmm?”
“Mulanya aku memang sempat merasa tidak yakin tapi… sepertinya aku memang benar hantu.”
“………………”
“Soalnya meski berpakaian setipis ini, aku tidak merasa dingin sama sekali. Mungkin… terjadi sesuatu padaku kemudian aku meninggal.”
Jessica menunduk sedih.
Angin tidak berhembus, sehingga rumput, bunga-bunga, dan pohon pun terlihat seakan akan mati.
Aku merasa harus berkata sesuatu untuk membangkitkannya dari keterpurukannya.
“Sica… kamu dingin kan?”
“Eh?”
Aku melepaskan syal yang kupakai dan mengalungkannya di leher Jessica.
“Ta-tapi aku…”
“Gwenchana, pakailah.”
“Aku tidak kedinginan…”
“Gwenchana.”
Aku hanya bisa mengulang kata itu, kemudian menambahkan.
“Soalnya kamu kelihatan kedinginan di mataku.”
“………………” Jessica menyentuh syal yang melilit lehernya.
“Gomawo…” bisiknya lirih.
Aku menengadah ke langit malam, melihat bulan sabit yang menerangi kami.
Aku rasa aku memang mencintainya. Mungkin lebih baik kukatakan sekarang untuk memulihkan semangatnya.
“Sica, aku juga ingin menjadi yeoja chingumu.”
“Eh?”
Kali ini aku tidak melepaskan tatapanku darinya, untuk menunjukkan keseriusanku.
“Waktu aku masih sakit, aku mendengar kamu berkata kalau menjadi yeoja chinguku, kamu akan sangat bahagia.”
“Ka-kamu mendengar?”
“Karena itu mulai sekarang kamu harus bahagia karena kita sudah jadian.”
Sekarang Jessica malah kelihatan seperti mau nangis.
“Ke-kenapa kamu malah nangis??!”
“Aku nggak salah dengar kan, Sunny ah? Kamu barusan bilang kita jadian?”
“Aish, harus kubilang berapa kali? Ya, sekarang kita jadian, jangan buat aku mengulangnya lagi.”
“Sunny ah!”
Jessica mendekap tubuhku erat-erat. “Saranghaeyo!”
Aku tersenyum kecil dan balas memeluknya.
“Nado.”

**

Aku terbangun saat matahari hampir terbenam.
Benar-benar siang dan malam jadi terbalik.
Aku mandi kemudian pergi ke mini market untuk membeli makanan dan minuman, sekaligus membeli majalah bulanan.
Pulangnya aku menghabiskan makanan yang kubeli sambil membaca-baca majalah sampai Jessica datang.
“Hehe, kangen sama aku?”
“Mungkin,” jawabku tanpa melihat ke arahnya.
“Kok sama pacar sendiri bilang ‘mungkin’ ”
“Hehe.”
Padahal sebenarnya aku memang sangat menunggu kedatangannya. Karena kalau ada Sica aku jadi tidak merasa kesepian di dalam kamar.
“Lagi baca apa Sunny ah?”
“Majalah bulanan.”
Jessica duduk di sebelahku dan ikut membaca.
“Hei lihat.”
Kami berdua berhenti di halaman yang sama. Foto sebuah taman hiburan menarik perhatian kami.
“Waaaaa~ ada taman hiburan baru saja dibuka.”
“Hmm, aku nggak tahu.”
“Disini tertulisnya baru buka bulan lalu.”
Taman hiburan ini menempati posisi teratas dalam tempat-tempat populer untuk kencan akhir-akhir ini.
“Kelihatannya menyenangkan,” kata Jessica sambil memandangi foto permainan coffee cup taman hiburan. Dengan pemandangan malam yang cantik sebagai latarnya. Dan di gambar itu terdapat pasangan yang kelihatan gembira.
“Ehehe.”
“……………..”
Omo…
Melihat senyumnya itu aku sudah berfirasat.
“Sunny ah~”
“Nggak mungkin!”
“Ishh, aku bahkan belum bilang apa-apa,” rutuk Jessica kesal.
“Walau tidak dikatakan pun aku sudah tahu apa yang akan kamu katakan.”
“Huuuu…”
Tentu saja aku mau pergi bersama. Namun kejadian kecil tentang sepatu waktu itu, dan aku yang nampak luar sendirian.
“Hei, gimana kalau sebagai gantinya.”
“Ya?”
“Di kamar ini, aku akan lakukan apa pun yang kamu mau. Kita main apa saja.”
“Jinjja?”
“Yaksokhae.”
“Tapi mau main apa?”
“Hmm… gimana kalau seks?”
“Mwo?!” ekspresinya berubah menjadi kaget.
“Ya itu saja, ayo kita lakukan~”
Aku mendekat dengan kedua tangan terangkat di udara.
“Cha-chakaman!”
“Kenapa? Bukannya sekarang kita sepasang kekasih? Hehehe, jadi ayo kita lakukan.”
“Byuntae!”
“Ya! Bukannya kamu duluan yang pertama kali melakukannya padaku? Kenapa sekarang aku yang dibilang byuntae, o?”
“Waktu itu aku cuma iseng! Aku belum siap!”
“Kalau begitu sebagai gantinya.”
“Ga-gantinya?”
“Serangan gelitikan!” kataku sambil tersenyum nakal tanpa menurunkan kedua tanganku.
“Jangan!” Jessica menutupi tubuhnya dengan kedua tangan.
Tapi aku tidak berniat menghentikannya, jadi sebelum aku berhasil menyentuhnya, Jessica sudah kabur. Tapi dia cuma bisa berada di dalam kamar. Jadi akhirnya kami malah berlari berkejar-kejaran di dalam kamar.
“Hahaha! Ya jangan lari kau!”
“Aniyo! Jangan Sunny ah! Aku nggak tahan gelitikan!”
Tapi aku berhasil menerkam dan menindihnya.
“Nah bersiaplah.”
“Kyaaa jangan!”
Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu.
“Sunny? Kamu kenapa?”
“Ehh?”
Aku merasa mendengar suara Taeyeon. Kemudian aku melepaskan Jessica dan berjalan ke depan pintu. Kubuka pintunya dan ternyata benar Taeyeon.
“Dari luar kamu kedengaran bicara sendiri. Apa ada sesuatu?”
“Ah, enggak kok Taengoo.”
“Atau hantu yang kamu ceritakan itu masih di dalam kamarmu?” tanpa permisi, Taeyeon langsung masuk ke dalam kamarku.
Taeyeon celingukan, melihat-lihat ke setiap sudut kamar. Memeriksa apakah ada sesuatu yang ganjil.
Aku menelan ludah, posisi Taeyeon berdiri sekarang ini tepat berada di depan Jessica.
Aish, apa yang dia lakukan? Kenapa dia malah berdiri di depan Taeyeon?
Sepertinya Taeyeon memang tidak bisa melihatnya. Tapi kenapa dia tidak menyingkir? Akan berbahaya kalau Taeyeon menyadari Jessica masih mendiami kamarku. Bisa-bisa dia memanggil paranormal.
Jessica tetap mematung disana.
Aku membuat isyarat dari belakang Taeyeon agar dia menyingkir.
Tapi entah kenapa saat itu aku melihat sesuatu di mata Jessica.
Segurat rasa perih menoreh hatiku.
Apa? Kenapa dia memandang Taeyeon dengan tatapan seperti itu? Sorot matanya itu… penuh dengan cinta, sekaligus rasa sakit bercampur di dalamnya. Pertama kalinya aku melihat ekspresinya seperti itu.
Kemudian Jessica mengangkat sebelah tangannya.
E-eh?! Gerakan itu, apa dia bermaksud menyentuh Taeyeon?
Jangan! Bagaimana kalau Taeyeon sadar?!
Tapi tepat saat itu Taeyeon berpaling ke arahku, sehingga tangan Jessica hanya menyentuh udara.
“Sepertinya memang sudah tidak ada apa-apa.”
“Ah!” perhatianku kembali terfokus pada Taeyeon. “Memang! Kan sudah kubilang kalau dia sudah kembali ke alamnya berkat jimat darimu!”
Aduh, mudah-mudahan Taeyeon tidak menyadari nadaku yang jadi lebih tinggi satu oktaf.
“Hmm.”
“Tadi itu aku cuma lagi bosan makanya ngomong sendiri!” kataku cepat-cepat mencari alasan.
Mianhae Sica, tapi aku mengatakan ini untuk melindungi kamu.
“Ya sudah kalau begitu. Kalau ada apa-apa cerita padaku.”
“Ya, ya, pasti!”
Akhirnya Taeyeon keluar kamar.
Aku mengunci kamar dan menghembuskan nafas panjang.
“Fuuhhh…”
“……………….”
“Sica, tadi kamu sudah kusuruh untuk menyingkir tapi kenapa kamu malah nggak?”
“……………….”
“Sica?”
“Eh?”
“Waeee? Jangan bilang kalau kau terpesona sama Taeyeon?”
“Taeyeon siapa? Oh orang yang tadi ya…”
Kemudian dia kembali terdiam.
“Waeeeeeee? Kamu teringat sesuatu? Apa jangan-jangan Taeyeon itu cinta pertamamu sebelum kamu jadi hantu?” tanyaku asal saja.
“……….mungkin…”
DEG
“Eh?”
“Ah sudahlah, aku tidak mau bahas soal ini lagi, Sunny.”
“Eh kenapa? Jangan begitu dong, sebagai kekasihmu sekarang aku ingin tahu.”
Karena kalau kamu begitu aku malah jadi semakin penasaran!
“Aku sendiri tidak begitu tahu, tahu-tahu saja hatiku terasa sakit saat melihatnya…”
“Maksudmu kamu tetap tidak ingat?”
“Ya, mianhae…”
Kemudian saat itu aku semakin menyadari bahwa aku tidak tahu apa-apa soal masa lalu Sica. Tapi kurasa walau aku mendesaknya pun aku tidak akan bisa mendapat jawaban yang bisa menghapus keraguanku.

**

Malam berikutnya.
Kali ini kami tidak mempermasalahkan soal kejadian kemarin.
“Jadi apa yang akan kita lakukan malam ini?”
“Hmm, terserah.”
“Baiklah, kalau terserah bagaimana kalau kita lakukan seks?” tanyaku sekali lagi untuk menggodanya.
“Ehhhh???!!”
“Bercanda.”
“Ish, byuntae!”
“Kayak sendirinya yang ngomong nggak byuntae,” balasku sambil merong.
Karena aku mau membuatnya senang, aku ingin membawanya keluar jalan-jalan. Tentu saja aku sudah memikirkan risiko-risikonya.
“Bagaimana kalau kita pergi ke laut?”
“Tapi bagaimana kalau nanti…”
“Tidak apa-apa, kita tetap pergi sambil menghindari publik.”
“………………”
“Atau kamu tidak suka ke laut?”
“Aniyo…”
“Lalu kenapa kamu seperti enggan?”
“Habis… aku khawatir sama kamu Sunny.”
“Khawatir kenapa?”
“Kemarin aku lupa, tapi setelah kupikir… karena kamu seorang yeoja dan kita selalu pergi malam-malam.”
“Gwenchana, aku kan punya dewi pelindung.”
“??” Jessica hanya memiringkan kepalanya sambil menatapku.
Ya, walau dia mungkin tidak bisa melindungiku, tapi setidaknya dia sudah mengobati rasa sepiku.
“Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Lagipula aku memang ingin pergi jalan-jalan sama kamu, kajja!”

**

“Hei, ada orang lewat!”
“Ne!”
Jessica segera menghentikan langkahnya.
Berkat strategi itu, kami berhasil menghindari tatapan orang. Saat melalui persimpangan, aku memeriksanya lebih dulu untuk memastikan apa ada orang di sekitar sana.
“Aman.”
Cepat-cepat kami menyeberang.
“Kyaaaa!”
Tapi Jessica tersandung dan jatuh.
Ish pacarku ini… mana ada hantu tersandung kan? Tapi aku masih tetap merasa dirinya manis.
Kuulurkan tanganku padanya.
“Pegang tanganku.”
Jessica terlihat senang saat menerima uluran tanganku, setelah itu kami tidak saling melepaskan lagi.
Setelah berjalan lebih jauh, sampailah kami di tepi pantai.
Kami sama-sama memandangi garis horizon yang terlihat jelas di pantai malam ini. Suara deburan ombak menjadi pengisi suara dalam telingaku.
“Cantik ya Sunny…”
Kalimat yang klise, tapi aku menanggapinya dengan senyuman.
“Ya.”
Jessica berjalan setapak demi setapak, semakin mendekati garis pantai. Tiba-tiba ombak besar bergulung dan menghempas bibir pantai. Sebagian airnya menciprat Jessica.
“Kyaaaa!” Jessica cepat-cepat menjauh.
“Ah, hei!”
“Ahhhh~ aku nggak menyangka bakal basah!”
“Hahaha.”
“Jangan ketawa Sunny ah.”
Aku sudah menutup mulutku tapi tak juga bisa menghentikan tawaku.
“Huhuhu mianhae, habis lucu sih!”
Jessica menggembungkan pipinya dan tanpa peringatan tiba-tiba mendorongku. Aku berhasil mempertahankan keseimbanganku, tapi tiba-tiba ombak kembali menghempas pantai dan kali ini membasahi celana panjang dan bagian dalam sepatuku.
“Ahh!”
“Nah, sekarang apa kamu masih bisa berkata lucu atau nggak?”
“Haha, berarti sekarang kita jadi impas ya?”
Memang menyenangkan menghabiskan waktu bersama dengan Jessica. Karena itu aku tidak akan lagi mempertanyakan masa lalunya. Bisa berduaan dengannya seperti ini saja sudah lebih dari cukup.

**

Matahari sudah hampir terbenam.
Sambil menunggu malam tiba, aku pergi mandi dan makan setelah itu menyiapkan beberapa permainan untuk kita berdua. Kartu, buku quiz. Aku hanya punya ini. Belum tentu Sica akan menyukainya. Tapi tidak masalah, yang penting kami bisa melakukan sesuatu berdua.
“Aku harap dia cepat muncul.”
Dan baru saja dikatakan, dia sudah berada di sampingku. Benar-benar umur panjang! Ah salah.
“Sedang apa?”
“Oh Sica!”
“Kamu kelihatan lebih ceria.”
“Ya, soalnya aku sudah tidak sabar.”
“Jinjja? Jadi kamu menunggu aku?”
“Salah kalau aku menunggu pacarku?”
“Hehe.”
Syukurlah hari ini juga mood Jessica baik.
“Sica, besok muncullah lebih awal.”
“Kenapa?”
“Karena besok black day. Sekarang aku sudah punya kekasih, jadi aku tidak mau melewatinya sendirian.”

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "My Girlfriend is a Ghost (Chapter 4)" (49)

  1. So sweet…..tp kok sunny pervet amat -_-

  2. annyeong…

    sunsica jadian..yeay chukkae..
    tapiiii..knapa pas ng liat taeng,ekspresi na jd beda?apakah taeng juga termasuk dalam daftar masalalu ssica?*idih bahasanya*

    hantu bisa kesandung?*baru tau*
    ahhhh mungkin karna efek pake sepatu (ng jawab ala ssica)

  3. bagus thor ceritanya

    ;0
    jadi penasaran sama masa lalu sica

  4. taeyeon apanya sica ne?jd penasaran. .next un XD

  5. new fan of snsd said:

    like this yo!!!

  6. Wink(s) said:

    Hahah.. Jadi ngakak diri eng! Ckck koq hantu bisa kesandung? Ckck hahay :p
    Hmm.. Taeng bener termasuk masa lalu sica thor? Ng! Masih pengen tahu apa yang menyebabkan sica jadi hantu thor. Hehe
    Woah.. Selamat noh sunsica buat jadiannya haha langsung ajah nih jadian tanpa ehemm ehemm *tenggerokkan.kering* #plakk#
    Ini.. Masih panjang thor chap nya? Hehe
    Bukan byuntae thor haha byusun cocok noh hahah

  7. prillyties said:

    q

    • prillyties said:

      uhuh akhirnya update jg, yeah akhrnya mereka bersama sunsica, ngebayangin mereka bersama jadi lucu, ekh ya sepertinya sica punya masa lalu dengan taeng dah itu terlihat dari sikapnya. ternyata sunny romantis jg. wuah gomawo udh update. 😉

  8. gila nih pasangan frontal banget ga ada basa basi nya..XD

    sweet…sweet…minta di keplak..ah..jejes lemot bener..-_-”

    wih…ada apa dgn taengsic di masa lalu..mudah2an taeng anak baik baik…>,¤

  9. Miss New New said:

    hm
    Ok… *garuk2 telinga
    Thor, kalo jejes menghilang itu, dia menghilang ke mana?
    Apa semacam kayak jin dalam botol gitu, jejes-nya masuk ke sebuah galon aqua berukuran sedang?

  10. Aduh, koq aku curiga sama taeng ya?
    -_-
    taeng my unyu”.
    Sica knpa bisa sakit hati ngeliat si taeng,??

  11. satu2 ny hantu yg bsa ksandung d dunia#tunjuksica
    thor crta ny agk mrip the magistrate apa gtu aku lpa jdul ny…
    lanjut thor

  12. Cie, cie.. akhirnya sunsic jadian juga.
    Kenapa sica sedih liat taeng? Jadi penasaran. Apa sica pacarnya tae, trus tae ninggalin sica gitu aja? Trus tae pacaran sama fany. Jadi TaeNySic lagi dong.
    Penasaran. Tunggu next chapter aja deh.
    wkwk, emang sica lemot banget yaa, suruh mikir pergi kemana aja lama banget.

  13. S1 Queen's said:

    Wah bner2 hntu yg lemot..
    Hem…Ada hub.apa tu taeng ma sica??
    Bnyk rhasia yg blum trungkap nih.
    Author lnjut.
    Fighting…!

  14. sunsic udh jdian horeeeee,,,,

  15. Hoho bagus bagus bagus. Tambahin yuri dong sebagai mantan nya sica, jadi sunny punya saingan ._. #ini komen apaan

  16. nuriiiin said:

    unik ya, sica itu hantu, jadi orang g bisa liat dia..tapi dia bisa pake sepatu, bisa kesandung, bisa kecipratan air.. dan cuma sunny yg bisa liat.. oh oke, the power of fanfic, g usah dijawab kenapa krn hanya author yg mengerti XD

    dan tiba2 uda jadian ajaa ahahahaha chukkae~ tapi cepet amet prasaan hahaha

  17. khfflovers said:

    wah alamat taeng jd org ketiga neh

  18. phepie9 said:

    Sudah critaya SunSica, TaengSic masih nyempil aja.
    Wah ada angin apa hari ini, author update 2 chapter skaligus.^^
    Pasti Taeng dulu nolak Sica n dia pula orang yang membuat Sica jadi stngah hantu sprti skarang. #mulai berimaginasi.
    Atau jangan2 Taeng itu kturunan pembasmi setan lagi, abis dia nanyain trus apa hantu di kamar Sunny sudah hilang atau blum, mana punya jimat aneh2 lagi. #masih berimaginasi.

    Chapter ini panjang skali dan full SunSica moment.
    Iya, makanya tadi aku mikir, “Lho? Itu gak apa2 Sica paki spatu Sunny? Tar jadi klihatan spatunya jalan2 sndiri dong.” Eh bnaran kjadian. Trus di pantai, malah pakai mngalungkan syal lagi. Bisa2 klo ada yang lihat kaget stngah mati tuh nglihat spatu grak sndiri n syal mlayang di udara.^^

    Ihhh Sunny byun juga yah, masa sex dibilang main. Sex itu kan sakral, bukan ‘mainan’.
    Byun sica kalah nih critanya ama byun sunny.^^

    • lg ada ide kali 😉
      haha imajinasi yg bagus XD
      nah itu, aku jg mau bilang syal melayang di udara XD tp kan mumpung disana lg sepi jd gpp
      wkwkwk kayaknya banyak karakter yg sering kujadiin byun dlm ffku XD

      • phepie9 said:

        Dasar author prusak image elegan SoShi. Tar dimarahin ama LSM baru tahu rasa lho.XD
        Kayak SooRi yang dipringatkan buat jaga image SoShi n skarang SooRi jadi kalem bgitu, bnar2 jauh bda ama pas awal2. >.<
        HaHA asal nanti jangan sampai aja ada yang namnya byun Hyunnie. Andwae!!! Jangan sampai. Saya tidak trima thor.^^
        Ngomongin soal byun, jadi ingat ama posting instagram Taeng bbrapa hari lalu, yang pnutup matanya pas tidur dijadiin bra buat bonekanya. ByunTaeng always byunTaeng. XD

      • pdhal aku suka tingkah SooRi yg dulu
        haha gak kali
        iy tuh byun bgt, tp ada jg yg bilang itu postnya Fany lg gara2 soal tipe hatinya

      • phepie9 said:

        Itu kan mang gak khusus instagramnya Taeng aja, tapi instagram share antara TaeNy. Buktinya porsi Fany nympil di sana banyak bangt tuh.^^

  19. Sica itu macem hantu bolot ya pake acara kesandung terus kenapa dia mesti oake sepatu ._. Dia ngga melayang ya hhe
    Mon itu kenapa lagi sica sama taeyeon?ini curiganya sica korbannya taeyeon nih :p

  20. chapter ini penuh funny momen, gak sabar nunggu chapter selanjutnya 😉

  21. step lin said:

    Sudah lemot,kesandung lgi,hehe…..
    taengsic nyempil walaupun taenggo cuma peran pembantu(?)di ff ni,tapi apa ada sesuatu dibalik itu..(bahasague)….
    moga next ff mereka bener2 bermain sexs(byunkumat)..haha ya kn thor.jeling author…..author:sipp…
    serius thor..aseeekkkkk…..
    author:mimpi kali loe bwahaha….
    tega banget lu thorr…

  22. Wah so sweeeeeeeeet banget sih sunsica unyu jdi tambah suka aja ni ma compel ini

    sunny byun juga ya ga nyaka hehe

    ok semangat terus Thor buat ff ff nya
    sunsica jjang
    snsd daebak

  23. taengoolapazta said:

    lucu nih chapter.
    dibaca berulang kali lama-lama pairing sunsica nggak kerasa aneh ternyata. hahaha
    padahal awalnya aku ngerasa bakalan gimnaaa gitu. eh, aku kok jadi punya bayangan kalo taeyeon itu pacarnya jessica sebelum dia meninggal ya. 😛
    ah yang penting nih ff keren.
    lanjutt unnie!

  24. wew mkn keren aja nih cerita

  25. TaengSicababy said:

    Wah ada apa nih antara taengsunsic,,
    mkin pnsaran.. 😀

  26. heran banget sama sica jadi hantu kok bisa kesandung trus gak pake sepatu lagi haha
    btw, bukannya sica gak bisa keluar kamar lah kok sekarang malah bisa jalan2 mulu sama sunny??
    wah wah… ada hubungan apa nih sica sama taeng? jadi makin penasaran nih…
    ditunggu updatenya… hwaiting

  27. christy said:

    Thor ni ff kapan dilanjutin -_- tiap maen ke blognya yg ni belom dilanjutin -_-
    Kenapa c y TaengSic tu cuma masa lalu,kayanya sica tu korban taeng kyny tu…
    Q rasa hantu yg lemot trs kesandung,kemana” pake sepatu tu q rasa cuma sica -_-
    Semangat thor 🙂

  28. son3lf93 said:

    So sweet *cipok sunsica

  29. Next next next next….
    Aku nggak tau mau komen apa. Cuman berharap happy ending aja. Aminnn
    Semakin kesini, aku jadi semakin penasaran…

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: