~Thank you for your comments~

Taeyeon sangat mengharapkan Tiffany mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Jam digital sudah menunjukkan pukul 9 malam, tapi Tiffany belum juga menampakkan dirinya di kamarnya.
Selama ini bila berada di depan Jessica, Taeyeon selalu berusaha meredam perasaannya pada Tiffany karena tidak mau menyakitinya. Taeyeon teringat kata-kata Jessica.
“Pasti selama ini kepala dan hatimu hanya dipenuhi dengan dirinya! Ketika kita bersama juga! Kamu hanya memikirkannya seorang! Pada akhirnya kamu menerimaku menjadi kekasihmu karena sekedar pelampiasan!”

Taeyeon masih dapat mengingat betapa terlukanya Jessica saat melontarkan kalimat yang menyesakkan itu. Mata Taeyeon menjadi berair.
“Tidak, itu tidak benar… kamu bukanlah pelampiasan, Sica. Tapi aku…”
Taeyeon sepenuhnya sadar bahwa Jessica adalah kekasihnya, sedangkan Tiffany hanya cinta pertamanya. Taeyeon seharusnya melupakannya, tapi dia tidak bisa.
Cintanya benar-benar telah terbagi dua. Taeyeon tidak ingin kehilangan salah satu dari mereka.
“Tiffany…”
Taeyeon ingin bertemu. Hanya mendengar ucapan selamat ulang tahun darinya saja sudah cukup. Taeyeon juga ingin memastikan kondisinya. Jantungnya sempat nyaris berhenti ketika mendengar Jessica waktu itu berkata kalau dia hampir bunuh diri.
Taeyeon bangun dari tempat tidurnya. Dengan hati-hati menginjakkan kakinya di lantai. Taeyeon berdiri sambil berpegangan pada kasur. Matanya tertuju pada kursi roda yang terletak di dekat tembok.
Taeyeon menarik nafas dalam lalu mencoba berjalan selangkah. Tugas yang seharusnya begitu mudah, rasanya menjadi begitu sulit dilakukan. Kakinya sedikit gemetar, seolah tidak sanggup menopang berat tubuhnya. Taeyeon menghembuskan nafas lalu mengambil langkah kedua. Tangannya mulai dilepas dari kasur. Langkah kedua aman. Langkah keti-
“Waaa!”
Untungnya dia masih bisa menahan tubuhnya dengan kedua tangan ketika terjatuh sehingga kepalanya tidak terbentur. Sekarang tubuhnya menyentuh dinginnya lantai. Lantai yang terasa keras dan dingin seakan memusuhinya. Seperti hendak menjadi penghalang awal yang menguji hatinya. Seolah mau berkata ‘Kamu mau menemuinya? Sudah lupakan saja, kamu tidak akan bisa. Lihatlah dirimu sendiri. Berjalan saja kamu sudah tidak sanggup.’
“Uhhh…”
Taeyeon mengatupkan rahangnya dan mengepalkan tangannya. Tapi tidak, dia tidak akan memanggil Jessica dengan tombol darurat. Taeyeon sudah memutuskan.
“Meski sudah tidak bisa berjalan pun, aku akan tetap menemuinya dengan kemampuanku sendiri.”
Taeyeon berusaha menyeret tubuhnya menuju ke kursi roda. Jarak yang begitu dekat mendadak terasa begitu jauh. Belum-belum dia sudah kehabisan nafas. Sepertinya staminanya telah menurun dengan drastis selama dia dirawat di rumah sakit ini.
Dalam kepalanya, dia masih teringat Tiffany. Tapi detik berikutnya mendadak semuanya menjadi kosong.
“Eh?”
Kosong. Benar-benar kosong.
“Hah?! HAHH??!!”
Taeyeon tahu dia tengah melakukan sesuatu, tapi apa? Kenapa mendadak dia lupa? Untuk apa dia menyeret dirinya di lantai yang dingin seperti ini?
Taeyeon merasa sesak. Sesuatu dalam dirinya seakan hancur. Dia tahu dia harus melakukan sesuatu yang sangat penting, tapi kenapa mendadak otaknya tidak bisa mengingatnya?
“Uwaaaaa!” Taeyeon memukul-mukul kepalanya sendiri. “Jangan lupa! Jangan lupa, bodoh!”
Taeyeon membanting kedua tinjunya ke lantai. Rasa sakit yang ditimbulkannya pun tidak dipedulikan.
“Kenapa malah lupa… disaat sepenting ini…”
“…………….” tangannya mengepal semakin kuat. Air matanya mulai melesak keluar.
“Kalau sudah begini… apa yang harus kulakukan…?”
Ikuti suara hatimu.
Taeyeon mendapat bisikan seperti itu. Kemudian dia menguatkan hatinya dan menyeret dirinya menuju kursi roda, membuka kursi rodanya dan naik ke atasnya. Semua dilakukannya dengan susah payah dan peluh bercucuran.
Taeyeon mengayuh kursi rodanya. Membuka pintu kamarnya dan keluar.

**

Tiffany sedang memeriksa Seohyun yang berbaring di pembaringan pasien.
“Tidak apa-apa, bukan penyakit yang berbahaya, kalau istirahat dan minum obat demamnya akan segera turun.”
“Syukurlah,” Yoona menghembuskan nafas lega.
Seohyun bangun dan menoleh ke arah Yoona yang berdiri di sebelahnya. “Unnie, makanya sudah kubilang nggak perlu dibawa ke rumah sakit segala.”
“Mau gimana lagi, aku kan khawatir. Soalnya tadi siang kamu masih baik-baik saja.”
“Tapi ini berlebihan.”
“Tidak berlebihan, tadi panasmu sudah sampai 39 derajat, Hyunnie!”
Tiffany tersenyum melihat kedekatan mereka berdua.
“Hehe, kalian benar-benar akrab ya, apa kalian pacaran?”
Paras Yoona dan Seohyun sontak memerah.
“Kami tinggal bersama,” jawab Yoona malu-malu.
“Seohyun, kamu harus lebih menjaga kondisi tubuhmu, pikirkan bagaimana perasaan Yoona yang mengkhawatirkanmu. Kamu pasti mengerti karena kau pernah membawanya kesini waktu Yoona mengalami gangguan pencernaan bukan?”
“Ne…”
“Yoona kamu juga harus lebih memperhatikan kondisi tubuhmu, jangan makan terlalu banyak.”
“Ne.”
“Baguslah kalau kalian mengerti, sebab kesehatan adalah hal yang utama. Ini juga demi kelangsungan hubungan kalian. Karena kalian tinggal bersama, aku harap ke depannya kalian akan terus saling menjaga seperti ini.”
“Dokter Tiffany, terima kasih atas sarannya, juga terima kasih karena telah merawat kami,” ujar Yoona sambil membungkukkan badannya.
“Sama-sama.”
“Apa dokter akan pergi?” tanya Seohyun tiba-tiba.
“Eh?”
“Soalnya rasanya… dokter Tiffany seperti akan pergi jauh.”
Tiffany hanya tersenyum dan berpesan. “Yoona, baik-baiklah dengan Seohyun ya.”

**

Taeyeon sudah berkeliling dengan kursi roda tanpa tujuan yang jelas. Dia berhenti dan mengistirahatkan tangannya sejenak. Kepingan puzzle yang terpecah di otaknya masih belum dapat dibentuk kembali. Taeyeon masih bertanya-tanya apa yang hendak ia lakukan. Kenapa ingatan itu tak kunjung kembali? Tapi ketika melihat Tiffany, muncul debaran aneh di dadanya.
“Tiffany…”
Tiffany tidak melihatnya.
“Tiffany,” panggil Taeyeon. Karena tubuhnya lemas, Taeyeon tidak sanggup berteriak.
Tiffany tidak mendengar. Dia terus berjalan ke arah yang berlawanan.
Taeyeon kembali mengayuh kursi rodanya.
Barangkali karena Tiffany seorang dokter, jalannya cepat karena terbiasa mendapat panggilan untuk keadaan darurat. Sedangkan tangan Taeyeon sudah berteriak minta diistirahatkan. Taeyeon terpaksa berhenti. Keringat mengalir membasahi pipinya.
Melihat punggung Tiffany yang semakin menjauh membuat mata Taeyeon terasa perih.
Menolehlah… menolehlah kemari!
Tiffany!
Teriak Taeyeon dalam hati sebagai bentuk usaha terakhirnya.
Seperti mendengar suara hatinya, Tiffany tiba-tiba menghentikan langkahnya. Dia diam di tempatnya berdiri sejenak, kemudian berpaling ke belakang. Mulutnya langsung terbuka.
“Tae…tae?”
Tiffany berjalan cepat menuju ke arahnya.
Taeyeon berterima kasih dalam batin.
“Ada apa?!” tanya Tiffany di depannya. Wajahnya menunjukkan kekhawatiran.
“A-ah, tidak ada apa-apa. Tadi ada sesuatu yang penting yang kuinginkan darimu tapi aku sudah lupa apa,” Taeyeon menggaruk-garuk pipinya yang tidak gatal, merasa sedikit malu.
Melihat Taeyeon berada di depannya, Tiffany jadi membatin.
Sekarang dia ada di depanku. Sekarang masih hari ulang tahunnya. Bolehkah aku mengucapkannya?
“Tapi aku lega sudah melihatmu. Maaf kalau aku mengganggu, kamu pasti sedang sibuk kan? Aku kembali ke kamar.”
“A-ah! Tunggu Taetae!”
Tubuh Taeyeon menjadi tegang karena Tiffany memegang pundaknya. Jarak di antara wajah mereka sangat dekat karena Tiffany membungkukkan tubuhnya.
“A-apa?” tanya Taeyeon gugup.
“Taetae, sae…”
“Uh?” Taeyeon mengangguk pelan.
“Sae-”
Mendadak Tiffany merasa kesusahan mengucapkannya. Tiffany berusaha mengumpulkan keberanian dalam dirinya. Tapi belum selesai kalimatnya terucap keluar, sudah kedatangan seseorang yang sangat tidak diharapkannya saat ini.
“Taeyeon, kenapa kamu diluar sini?”
Tiffany langsung menarik wajahnya.
Taeyeon menoleh ke arah perawat yang berdiri di sampingnya.
“Ah, Sica.”
“Kamu bosan? Tapi ini sudah hampir jam sepuluh, sudah waktunya kamu kembali ke kamar.”
Tiffany tidak berkata apa-apa, dia hanya menghindar berkontak mata dengan Jessica.
“Fany ah, aku bawa Taeyeon kembali ke kamar,” katanya dengan nada suara datar, lalu memutar dan mendorong kursi roda Taeyeon menjauh.
Saat dibawa pergi oleh Jessica, ingin sekali Taeyeon menoleh ke belakang, tapi cepat-cepat diurungkannya niatnya.
Sementara Jessica mati-matian berusaha meredam kecemburuannya. Dia sempat melihat tadi jarak wajah Tiffany dan kekasihnya terlalu dekat untuk sekedar mengobrol. Dia ingin sekali bisa melarang Taeyeon menemui Tiffany. Tapi juga takut kalau Taeyeon akan tersiksa karena dikekang oleh keegoisannya. Taeyeon sudah sakit parah, setidaknya Jessica tidak ingin menambah penderitaannya. Terpaksa dia hanya bisa menyimpan semuanya dalam relung hatinya. Tanpa sadar, Jessica meremas kuat-kuat pegangan kursi roda.

________________________________________________________________________________________________________

Bulan maret sudah berlalu. Kini sudah menginjak bulan april. Menurut spesialis kanker otak, Taeyeon tidak menunjukkan kesembuhan, kondisinya malah memburuk. Tapi di depan Taeyeon, Jessica ingin tetap berusaha optimis. Sementara hati Tiffany semakin hancur bersamaan dengan kondisinya yang memburuk.

Kemudian tiba hari ulang tahun Jessica.
Tanggal 18 April.
Jessica sedang menyuapi Taeyeon makan pagi.
“Ini memang hari ulang tahunku, tapi khusus kali ini spesial, kamu boleh memohon apapun dariku.”
“Jinjja? Apa nggak kebalik tuh?”
“Ne, khusus hari ini aku akan menjadi Genie yang akan mengabulkan segala permohonanmu.”
Taeyeon teringat kembali permohonannya saat dia berulang tahun.
Semoga Tiffany dan Jessica bahagia.

“Kalau begitu tidak ada.”
“Tidak ada? Yakin?”
“Hmm,” Taeyeon mengangguk. “Karena kamu sudah sangat membahagiakan hidupku. Kamu sudah memberi terlalu banyak bahkan melebihi harapanku. Jadi aku tidak akan meminta lebih darimu.”
“Ahhhh~ aku punya pacar yang super cheesy.”
“Ahaha, cheesy ya,” Taeyeon menunjukkan senyum dorkynya.
Tapi mendadak dia teringat masa lalu.

Eh bukannya dulu juga.
“Aku harap kita nggak terlalu cheesy sekarang^^”
“Memang sudah cheesy, maksudku pastanya.”

Kenangan manis itu mengembalikan senyum nostalgia di wajahnya.
Benar juga, waktu itu pernah ada kejadian seperti itu ya.

“Tapi sifatmu itulah yang kusukai darimu. Kalau begitu Taeyeon, kamu mau kan mengabulkan permintaanku?”
“Tentu saja, katakan apapun itu.”
Jessica pura-pura berpikir sejenak.
“Aku ingin bercinta denganmu.”
Taeyeon langsung tersedak oleh makanannya.
“Ah Taeyeon! Gwenchana!?”
“Uhuk! Uhuk!” Taeyeon menepuk-nepuk dadanya.
“Ini, minum.” Jessica menyodorkan segelas air.
Selagi Taeyeon minum, Jessica berkata sendiri. “Apa permintaanku terlalu intens ya?”
“Si-Sica, kamu serius?”
“Gimana sih, tentu saja aku serius.”
“O-oh…”
“Bercanda bercanda, aku cuma mau melihat reaksimu saja.” Jessica menepuk-nepuk pundak Taeyeon untuk menenangkannya.
“Tapi aku akan menantikannya kalau kamu sudah sehat kembali,” kata Jessica sambil melempar senyum nakal.
Taeyeon hanya tersenyum dengan pipi bersemu merah.
“Ahhh~ pasti kamu sudah mikir byuntae kan?”
“A-aniyo!” sangkal Taeyeon cepat.
“Hehehe, kalau begitu permintaanku ini adalah… kencan denganku ya?”
“Kencan?”
“Ne, walau kubilang kencan, tapi bukan berarti kita pergi ke mall atau gimana. Kita hanya jalan-jalan di halaman rumah sakit.”

**

“Ini kencan kedua kita di halaman rumah sakit.”
“Berarti waktu itu yang pertama?”
“Kalau bukan kencan, lalu apa dong?”
“Kupikir hanya jalan-jalan?”
“Kalau di antara sepasang kekasih itu namanya kencan.”
Jessica berkeliling mendorong kursi roda Taeyeon, melihat bunga warna-warni bermekaran. Ketika menemukan tempat yang sejuk, Jessica mengajak Taeyeon duduk disana. Jessica memegangi Taeyeon yang berdiri dari kursi rodanya dan mereka sama-sama duduk di rerumputan.
“Tae, tidurlah di pangkuanku.”
“Mwo?”
“Sini, letakkan kepalamu di pahaku.” Jessica menepuk pahanya. “Sekali-sekali aku ingin mencoba seperti di drama-drama, ya?”
Taeyeon mengubah posisi duduknya dan sedikit ragu-ragu menjadikan paha Jessica sebagai bantal. Mengistirahatkan sebelah tangannya di atas perutnya. Taeyeon dapat merasakan banyak pasang mata memandang ke arah mereka. Sementara Jessica hanya senyum-senyum sambil memandang wajahnya.
“Sica, orang-orang pada menontoni kita.”
“Sudah, tidak usah pedulikan mereka.”
“Tapi kita pasti terlihat lucu, perawat dan pasien menunjukkan PDA seperti ini.” (Public Display of Affection)
“Bukannya justru romantis? Benar-benar jadi seperti dalam drama kan?”
“Sica ya, aku rasa kamu terlalu banyak menonton drama.”
“Kalau tidak mau ya sudah aku tidak memaksa, kamu boleh turunkan kepalamu.”
“Ah, umm… biarkan aku seperti ini sedikit lebih lama lagi?” Taeyeon menggigit bibirnya sambil tersenyum, dia tampak malu memintanya.
“Hehe.” Jessica membelai-belai rambut Taeyeon. “Bagaimana kalau kuceritakan saat kita merayakan ultahku tahun lalu?”
“Ceritakanlah.”
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kau selalu membuatkanku kue ulang tahun dan menyiapkan kejutan kecil.”
“Kau menghias ruang apartemenmu, lalu mengundangku masuk sambil menutup mataku. Kita merayakannya berdua saja. Setelah potong kue kamu iseng menempelkan krim ke mukaku. Aku kesal dan bermaksud membalasmu.”
“Lalu kamu lari, tapi aku berhasil mengejar dan menempelkan krim ke mukamu. Kemudian kamu menyudahinya supaya muka kita tidak semakin belepotan krim.”
Karena penyakit yang dideritanya, Taeyeon sering merasakan ngantuk yang berkepanjangan. Apalagi karena suasananya mendukung. Dan suara Jessica yang lembut terdengar seperti senandung di telinganya. Matanya menutup. Kemudian Taeyeon memaksa membuka kembali, tapi tak dapat dipertahankan lama. Kelopak matanya turun lagi dan terlalu berat untuk dibuka kembali.
“Lalu kamu tiba-tiba menjilat krim yang menempel di pipiku sebelum aku sempat mengelapnya.”
“……………..”
“Taeyeon, kamu tidur?”
“…ne…”
Taeyeon masih terjaga karena itu dia masih dapat menjawab Jessica, walau suaranya sangat lirih.
“Kalau begitu tidurlah, kau boleh meminjam pahaku selama yang kamu mau,” ucap Jessica lagi-lagi melupakan pekerjaan utamanya, tapi Jessica tidak peduli. Baginya, Taeyeon lebih penting dari apapun. Profesi bukanlah penghalang.
Tak lama kemudian, Taeyeon tenggelam ke dalam alam mimpinya.

**

Taeyeon melihat Tiffany menangis.
“Kenapa kamu menangis?”
“…………….” Tiffany tidak bersuara. Hanya air mata yang berjatuhan dari matanya menjawab semua pertanyaannya.
“Aku nggak ingin melihat kamu pasang wajah sedih terus.”
“…………….”
“Gimana kalau kamu tunjukkan pesona khasmu, yaitu eye smilemu?”
“…………….”
“Ayolah tunjukkan padaku.”
Pelan Tiffany berusaha menghentikan tangisnya. Kemudian menunjukkannya pada Taeyeon. Eye smile yang selalu dikagumi oleh Taeyeon.
“Nggak berubah… yeppeuni, eye smilemu masih tetap secantik dulu.”

**

“Tiffany…”
Jessica tak berkedip. Dia kaget karena Taeyeon tiba-tiba menyebutkan nama Tiffany di tengah-tengah tidurnya. Jessica memperhatikan wajah Taeyeon lebih lama. Taeyeon memang masih tertidur. Bisa dirasakan dari nafasnya yang lambat juga.
Dia pernah membaca di suatu tempat bahwa kata-kata yang diucapkan dalam keadaan tidak sadar adalah kata-kata yang jujur.
Jujur.
Jujur.
Kata-kata itu terus mengiangi benak Jessica.
Berarti Taeyeon ingin bertemu dengan Tiffany?
Hatinya terasa sakit. Jessica meremas rumput di bawahnya.
Pelan-pelan dia bergeser sambil menyangga kepala Taeyeon, berhati-hati agar tidak membangunkannya. Kemudian setelah dia bergeser sepenuhnya, Jessica meletakkan kepala Taeyeon di atas rerumputan.
“Baiklah kalau itu memang keinginanmu Taeyeon, aku akan mengabulkannya… karena aku akan menjadi Genie untukmu.”

**

Ketika Jessica masuk ke ruangannya, Tiffany baru saja menghabiskan segelas air putih dan meletakkannya di atas meja.
“Pergilah temui Taeyeon.”
Tiffany menoleh ke arahnya. Ekspresinya seperti mau berkomentar ‘Ada angin apa tiba-tiba Jessie berkata seperti itu?’
“Sekarang Taeyeon ada di halaman rumah sakit.”
“Kenapa kamu memberitahuku begini? Bukannya kamu kekasihnya? Kamu sendiri yang bilang kalau kau tak akan menyerahkan Taeyeon bukan?” ucap Tiffany datar tanpa emosi.
Jessica tidak mau menatapnya, tatapannya hanya bisa ia hadapkan ke arah lain selain Tiffany. Sebenarnya dalam dirinya masih mengalami pergolakan batin. “Taeyeon mencintaimu. Kalau dia benar-benar ingin bertemu denganmu maka aku akan mengabulkan keinginannya.”
“……………..”
“Sekarang pergilah.”
“Arraseo.” Tiffany meninggalkan mejanya dan berjalan melewatinya menuju ke pintu. Tiffany berhenti di ambang pintu.
“Jessie…”
“Cepat! Sebelum aku berubah pikiran!”
“Terima kasih atas segalanya…”
“Sudah pergi saja!”

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Eien no Kizuna (Chapter 13)" (81)

  1. mrz_love_taeny said:

    Jessi sini cium dulu
    kekeke
    jessi cintanya k tae bener2 tulus yeee mau ngelakuin apa aja biar tae seneng termasuk nyuruh ppany buat nemenin tae :*

    ppany ayo buat tae bs sembuh

  2. annyeong…

    wwwiihh “kontak batin” taeny kuat bgt yya…
    eh tp apa mksud dr perkataan seo apa?klo ppany akan pergi jauh??
    apakah dy akan pulang kampung?aaatttaaauuuu….#ahh positive thinking dulu deh#
    please thor..”malhaebwa”..

    say thanks to ssica yg udah mw ngjinin ppany bwt nemuin taeng,huuu *sini aku cipok*

  3. Hmmn.. Jd itu alsn knp tae mnhn prsaanny k ppany d dpan sica..

    Iktn batin Taeny keren deh…. *sweett
    Sica baik, tulus ma Taeng, ap krna Taeng sakit?
    Gk sabar buat next chap, ap yg akn trjdi ma TaeNy y?

    Thanks for update thor, FIGHTING!!

  4. wink(s) said:

    Benar kata-kata Seo semoga jangan berpikir yang aneh-aneh kalau tentang Fany pergi JAUH U,u gak tega lah .. Jadi sedih yah?? Yapz TaeNy salut banget punya kontak batin yang begitu erat ckck … Sica harus rela yah mungkin beberapa jam aja gak selamanya hehe … Thor penyakit Tae semakin parah yah 😥 akan sad donk yah?? 😥 … Oke next chap moment TaeNy??? Wkwkwkwk~

  5. annyoooong…
    wawww…..gomawo thor dah updt…
    dtggi next chap nya @_@….

  6. phepie9 said:

    Wah kayaknya chapter depan penghabisan nih. Itu Taeng roman2nya kayak sudah mau…………… (gak tega nulisnya). >.<
    Yah, brarti Fany gak smpat ngucapi slamat ultah dong buat Taeng, gara2 Sica. Tapi abis baca Sica yg jadi Genie buat Taeng jadi kasihan juga ama dia. Trus Taeng juga milih dua2nya lagi. Bnar2 deh cinta segitiga yg kompleks. Gimana ama yg segi sembilan tuh? XD
    Thor biarkanlah Taeng hidup setidaknya sampai ultah Fany tanggal 1 Agustus. Bnar gak yah? Tar critanya molor dong. Gak apa2, maksudnya biar Taeng gak mninggal gitu.^^
    Atau jangan2 Fany tar yg mninggal? Abis tanda2nya kayak mau prgi jauh bgitu sih dia thor. Hiks………..
    Ihh YoonHyun tinggal bareng??? ahahhahahahahhahhahahahha
    Yoong prhatian bangt yah ama Hyunnie, suka deh.^^ Pasti Fany yang lagi ditinggal Tae-Tae dalam hati iri tuh ama kemesraan YoonHyun.XD

    • Ya chpr berikutnya sptnya udh the end
      Memang bakal sad abis, mudah2an aja gak di bash >.<
      Sabar Fany

      • Sad abis? brarti jangan2 gak cuma Taeng yg mati? Fany juga nyusul yah? Feeling aku sih bilang bgitu. >.<
        Brarti chaptr dpan itu 6 cameo bakalan muncul lagi dong nganterin bunga, tapi bunga buat pmakaman. T.T

  7. q g tega sma sica dya terlalu baek,,,

  8. Omo omo sicababy sini aku peluk, uuuu baik banget sih ngasihin tae buat fany. Tapi kasian ya taeyeon kaya orang pingsan aja gitu tergeletak di taman sendirian -_-
    Sica ga punya hp apa ya buat sms fany hehe

  9. yoonsic said:

    knpa mesti sica yang jd pelampiasan wlupn taeng blg bkn tp mnrt ak iya
    ap slh ny sih se2x ending ny taengsic knp hrs taeny
    wlupn ak sk taeny tp dsn aku dkg taengsic

  10. Gum Jhundy said:

    waah,jessie baik yah. Mau minjemin taeyeon ktiffany. Tp kaciaan, pzt htinya trluka tuh. Thor, datengin kw0n seobang dunk bwt ng0batin luka hatinya sica. Kacian dya!

  11. Kwon Eya said:

    yaaah, bkalan sad ending yah? Nyezek dunk! Liat cinta mreka yg rumit gt ja uda kacian kuq. Kwon seobang ga bkal didatengin neh? Kacian sica… Tae sembuh dunk!

  12. taengSic taeny,bnggung gue thorr,,liat next nya nnti saja lh..atau mlah jeti..wkwk…

  13. yaahh, sekarang gantian hyunnie yg masuk rumah sakit.
    aduh, maksudnya tiffany bakal pergi jauh apa nih unnie?
    emang kalo kanker otak juga mengakibatkan lupa ingatan juga yaa unnie?

  14. TaengooisMybias said:

    Kayaknya hrs siap2 nangis bombei lagi neh kaya pas baca gidarida,,, secara gidarida kan ff pertama yg sukses bikin gue nagis sesegukan n nyesek bgt,,, hwuueeehhh,,,

  15. taengfany said:

    Aaaaaa!!!!
    TaeNy moment!
    TaeNy moment!
    TaeNy moment!
    D’tunggu lanjutan’a
    Jgn lama2 ya thor, please… Bgt

  16. kasian sica kasian jg fany
    ah… puyeng
    enk bner hdup tae dkeli2ngi 2 yeoja cntik yg tulus cnta sma dia
    ckckck

  17. wah taeng sbnrna kmu suka sama syp???
    pilih salah satu donk tae kan kasihan jeti…

  18. aduh kaka sica, kenapa ninggalin kaka taeng bobok di rerumputan?

  19. Around the nine said:

    Tae kalo ga sanggup manggil fany biar saya aja yg manggilin wkwk.. itu fany mau blg saengil chukkae aja ga kesampean aduh hehe.. Aww udh ada hawa2 ending kah? Diliat dari alur ceritanya emang kyknya mengarah ke sad ending nih nantinya~
    wah sica emang genie yang buaek hihiii~ tapi tetep, sempet misahin taeny-_- wkwk
    semangat thor!

  20. udah sicabeb sama yul aja kekeke..
    sica bikin gemes deh ya :3
    si taeny kontak batinnya erat banget cieeee :p

  21. taeblue said:

    aduh taetae endingnya bakal……?
    sica bener” jg genie bwt taeyeon :’)

  22. S1 Queen's said:

    Halo author…
    Aq reader bru,ank nya taeny kmbran nya hyunie,clon mmber snsd ke 10*ngarep.

    Seharian aq bca ff ini dri part awal. Suka ma crita nya. Mian ya lngsung coment d sni. Ok thor aq tnggu chap slnjut nya..
    Author fighting..!

  23. christy said:

    Hai aku reader baru *bow*
    Ceritanya keren dr part 1 amp sekarang,tapi sica kasian y,aku bisa rasain perasaan sica disini.. Tae ayo cepet sembuh fighting *cium tae* *dimutilasi JeTi*
    Author jg semangat 🙂
    Sica permintaanny ada” aja -_-

  24. christy said:

    Hai q reader baru *bow*
    Ceritanya keren thor,baca dr part 1 amp yg sekarang,campur aduk perasaan,entar senang entar sedih,author mw bkin sinetron y? Kkkkk~
    Buat tae cepet sembuh y *cium tae* *dimutilasi JeTi*
    Sica ada” ja y permintaanny,byun sica and byun taeng 😀
    Ditunggu lanjutanny thor..
    Author Fighting !!!
    Thor jgn pisahin TaengSic,gx tega liatny T.T

  25. christy said:

    Hai q reader baru *bow*
    Kq tae tambah parah c,gx tega liat sica dsne.. Tapi salut buat sica yg rela apa aj demi tae,tapi kq dsne byun sica muncul c XD
    Tae cepet sembuh y *cium tae* *dimutilasi JeTi*
    Author Fighting di tunggu part selanjutny.. Thor jgn pisahin TaengSic,gx tega liat sica T.T

  26. Sica you are thebeast
    love sica sica jjang sica jjang
    hwaiteng Thor Di tungu next chap a jangan lama2 ya

  27. Klo d pkir2 sih ksian jga sica ny,, tpi mau gmna lgi tae ny cinta bgt ma fany.

  28. lucu ekspresi taeng waktu sica minta di ajak bercinta,., hahah
    wow taeny apa bakalan come back ini,., hmm

  29. blackpearljess^^ said:

    Wahh,, sy ketinggalan deh,,
    udh ada part ending na d atas,,
    Lnjut akhh,,,e
    Mksh^^

  30. Ulfaa said:

    Suka banget wktu bagian Tae manggil Ppany..
    Ada kontak batin gitu~
    Daebak thor! Jessie udh ngijinin Ppany ketemu sm Tae~
    *ngilang*

  31. lee deyeon said:

    Ni suasana nya jga mndukung pas baca nya, jadi srasa sedih nya..
    Sica ngelepasin Taeng untuk Ppany, nah skrang kasian ma Sica..

  32. Waaaa sedih bgt jessica :^( aku taeny shipper tp kalo yg ini berubah jd taengsic shipper :”

  33. Halo thor aku reader baru nih boleh minta pw nya yg cp 14 ga? Kirim ke taeny.shidae@yahoo.com aja ya ^^ gomawoo penasaran bgt nih sm endingnya :”(

  34. hallo thor,,
    blh minta pwnya eizen no kizuna chapter 14 gk??
    penasaran ama kelanjutan ceritanya nih,,
    hehe,,
    gomawo

  35. hallo thor boleh minta yang cap 14 gak? kirim ke email aku ya fsulistiani@rocketmail.com

  36. taenyshidae said:

    Thorr….
    Minta pw part 14 dunk…

  37. lagi menghayati crita mlah TBC 😦
    minta pw chap end nya thor
    akhirnya gmn ni nasib taenysic
    kuroshiro17@rocketmail.com
    gomawo ^^

  38. Thor, plis bagi pw yg chapter 14 donk, aku suka bgt ceritanya, ni alamat email q nirma.cing@ymail.com

  39. annyeong kak author, new reader disini. Terimakasih buat kumpulan ff nya, alur ceritanya bagus, dan penggunaan bahasa author juga mudah dimengerti 🙂 btw boleh minta password kelanjutan chapter 14 kak? kirim ke e-mail nurryunyin98@gmail.com terimakasih sebelumnya ^^

  40. thor,buat chapter berikutnya boleh minta pw nya kan?
    oh,ya,kenalin reader baru.maaf sebelum-sebelumnya cuma jadi sider

  41. thorr pw chapt 14 pleaseee nih email taengkiddoo@gmail.com

  42. TaeNy_ said:

    pw chap 14 yahh thor.. fikhaj@yahoo.com

  43. Minta PW chap 14 Thor….please..thanks…eraichi0gmail.com

  44. Minta PW 14 donk Thor..please.. thanks…eraichi0@gmail.com

  45. fangtaeng said:

    uargh bikin penasaran T___T. itu sumpah Taeyeon~ kok bacanya jadi ikutan bimbang yah… tapi tetep keren seperti biasah (y) thor.
    chap selanjutnya di pass ya? author yg baik hati, minta dong~ salsa.conancudo@gmail.com

  46. richie said:

    daeeebaaakkk… sicababy rela mnggil tiffany buat taetae sungguh pengorbanan cinta yg luar biasa..
    sicababy emang cocoknya sma seobang yuri #d’gorok author :p
    bagi donk pw 14 thor

  47. vitha_Taenyulsictae said:

    knp ekspresi Taeyeon begitu ya? kan byun hahahha
    thor.. minta clue nya buat yg end dong

  48. hennyhilda said:

    Ehhh ehhhh tiffanny abz mnum paan th?
    jgn blg jgn blg…haduhhh mdh2n…
    cuzzzz
    semangat author
    ganbatte

  49. author aku ngfans banget sma smua tulisanmu
    kereeeen abis pokonya, imajinasinya sampe semua aaa.
    aku juga baca semua cerita yg lainnya , keren-keren.
    tiap hari mantengin tulisanmu sampe lupa diri.
    author minta password dong yg k 14
    kirim k email Anastasyaratna23@gmail.com ya
    aku tunggu

  50. aku bukan gk mau komentar tapi lebih suka menghayati ceritamu thor
    asli imajinasinya mulus banget
    dan lagi menurutku ceritamu gausah dikomentar cukup dikasih jempol aja

    • Haha janganlah
      Bagi seorang author itu komentar sangat berarti. Meski mgkin di mata sebagian readers komentar tampak remeh. Km akan mengerti kalau km seorang author

  51. Thor chap dpn di proteck?? Gmn cara dpetin pwx.?? Thor smsin di no aku yaa thor 085753650826. Gomawo thor

  52. Thor minta pw yg chapter terakhir nya dong, gomawo^^ ceritanya bagus bangettt

  53. Sumpah lucu banget pas scene fanny mw ucapin met ultah sama taeng jess dateng. Wkwk emang bener” bikin drama nih si adminya^^, mungkin karna kseringan kehasut drakor jd sebagus gini yaa ff ya heheh*pece V* thor. Tp jujur ni ff paling drama genre tragis,nyesek, tp justru di dalam unsur ketragisan itu terselip humor wkwkw^^. Pnasaran sama end y . Wahh moga Taengsic ya, tp klo taeny endingnya mending di adilin aza deh, taeng y d buat Death? Lagian gk tega klo jess ujung2 y tersakiti lagi.

    • Haha pdhal Fany gak sempet ngomong malah dibilang lucu
      Yah aku bkn kepengaruh drakor jg, tp memang suka bikin yg sad. Apalagi karakter TaeNySic lumauan cocok sama drama yg serius dan mellow2

  54. novilrs said:

    yoonseo nya tiap muncul lucu kwakwk sica bercanda nya skrg byun, ketuluaran tae ya. penasaran gmn endingnya, fany sama tae jadi nya gmn. minta pass chap 14 dong thor, tolong kirimin ke email aku

  55. VinaMonica said:

    Hallo..ak reader baru..krna baru baca jadi mungkin ak belum sempat coment nih ;).. tapi alsi Keren banget ceritanya thor.. minta pass chapter 14 dong thor..kirim ke email ak yah. Penasaran nih.. @luexo779@gmail.com

  56. kim9eric said:

    Episode 15??

  57. Thor, minta pw part 14. Kalau boleh, kirim ke email ivanafc03@gmail.com

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: