~Thank you for your comments~

A/N : Padahal tadinya chapter ini mau di publish tanggal 9 Maret sekalian merayakan ultah kid leader, tapi ternyata nggak sempat +_+
Maaf kalau kelamaan, habis sudah semester akhir jadi sibuk
enjoy~

Flash back

Kalau aku melihat keluar, butiran salju putih mulai berjatuhan dari atas langit. Entah sudah berapa musim yang kulewati tanpa dirimu di sampingku…
Kumainkan lagu Can You Hear Me. Perasaanku kucurahkan sepenuhnya dalam lagu ini. Lagu yang pada akhirnya belum sempat kumainkan untuknya. Padahal aku yang benar-benar pemula ini sudah berlatih susah payah disela-sela waktu belajar untuk ujian. Awal mula main, jari-jariku sakit karena menekan senar gitar kuat-kuat, tapi untunglah akhirnya aku terbiasa.
Kemudian aku teringat kembali perbuatan kejamku pada Tiffany. Aku telah menorehkan luka yang tidak akan bisa disembuhkan padanya. Masih terngiang betapa kerasnya tamparan Tiffany di pipiku waktu itu. Tiffany pasti sangat membenciku sekarang. Dan sekarang dia sudah pergi jauh…
Mataku kembali berair.
Jangan nangis, jangan nangis…
Menangis tidak akan membuat Tiffany memaafkanmu.
“Aku tahu itu…”
Tapi aku tidak bisa menahan air mataku lagi.
“Mianhae… mianhae Ppany… tapi aku sangat mencintaimu…”
Sumpah aku tidak akan mengulanginya lagi. Mulai sekarang aku akan selalu jadi anak baik, supaya kalau kita bisa bertemu lagi suatu saat nanti.
Kau akan memaafkanku…
“………………”
Satu jam kemudian, kuputuskan untuk menuangkan perasaanku dalam sebuah surat. Dan ketika ujung bolpoint menyentuh kertas, semuanya mengalir begitu saja.

Tiffany yeppeuni,
Korea tenggelam dalam musim salju. Dimana-mana yang terlihat hanyalah butiran kapas-kapas putih yang berjatuhan dari langit. Kapas-kapas itu terlihat halus dan indah, seindah dirimu…
Setiap saat aku berada di bawah curahan salju, aku selalu berpikir menembus jarak dan waktu. Apa yang sedang kamu lakukan sekarang? Meski aku tak tahu dimana kamu sekarang…
Apa kau ingin melihat salju di Korea lagi?
Aku selalu merindukanmu dan memikirkanmu.
Aku membayangkan suatu hari aku membuka pintu apartemen dan melihatmu diluar, dengan koper dan eye smilemu yang selalu kuingat.
Bersama-sama kita berdua duduk di balkon apartemen.
Menghabiskan masa tua bersama. Membiarkan masa lalu tertinggal kelelahan di belakang. Bolehkah aku berangan-angan seperti itu?
Tiffany… Tiffany… Tiffany…
Selalu kuucapkan nama itu di hatiku dan kubisikkan kepada angin agar mungkin angin itu akan mampir mengetuk kaca jendela rumahmu.
Kuucapkan ‘saranghae’ di hatiku dan kubisikkan juga pada bintang-bintang di langit. Supaya rinduku dapat tersampaikan dalam mimpimu.

End of flash back
___________________________________________________________________________________________________

Jessica POV

Aku percaya cerita Tiffany. Tapi bagaimanapun juga perasaanku tetap tidak akan berubah. Benar, karena meski sudah tahu segala keburukannya, bagiku Taeyeon tetaplah orang yang tak tergantikan dalam hidupku.
Pasti ini yang namanya mencintai dengan tulus.
Hari ini pun aku menjalani kebiasaan rutinku, yaitu berada di sisi Taeyeon. Kalau bisa aku ingin selalu menemaninya di saat suka dan duka.

**

Third Person POV

Jessica sedang menggenggam tangan Taeyeon di dalam kamarnya. Sama sekali tidak berniat beranjak dari sisinya.
Taeyeon memandang keluar jendela, tapi fokusnya tetap pada kehangatan yang tersalurkan dari genggaman tangan Jessica. Dia tidak ingin Jessica melepaskannya. Tapi kalau Jessica terlalu lama disini, keberadaannya akan semakin kuat terasa di kamarnya. Bisa-bisa Taeyeon akan menangis dibalik selimutnya kalau Jessica nanti harus pergi meninggalkannya karena pekerjaan.
“Sica, kenapa kamu terus disini?”
“Aku tidak boleh?”
“Bukan begitu, tapi bagaimana dengan pekerjaanmu? Pasienmu bukan hanya aku seorang bukan?”
“Sekarang ini aku hanya ingin berada di sisimu…”
“Mereka membutuhkanmu…”
“Kamu mau mengatakan secara tidak langsung kalau kamu tidak membutuhkanku di sisimu?”
“Andwae, tentu saja aku membutuhkanmu. Aku merasa lebih nyaman dan tenang kalau kamu berada di sampingku. Tapi aku tidak boleh memilikimu untuk diriku seorang. Kamu seorang perawat dan banyak pasien membutuhkanmu. Aku tidak boleh egois. Kalau kamu terlalu lama disini, nanti aku jadi tidak mau kamu pergi…”
“Tapi aku hanya ingin dimiliki olehmu seorang, Tae…”
“Sica, kamu sudah terlalu mencintaiku…”
“Apa aku tidak boleh?”
“Bukan, hanya saja… akulah yang tidak pantas mendapat cintamu, karena aku tidak bisa mencintai dirimu sepenuh hatiku…”
“Tae, cinta itu memberi bukan menerima, aku tidak keberatan dengan itu.”
“………………”
“Biarkan aku sedikit lebih lama lagi di sampingmu… satu menit bersamamu pun sangat berarti bagiku.”
“………………”
“Kenapa kamu terus diam Tae? Aku harap aku tidak membuat kamu ilfil dengan perasaanku…”
Takut Jessica akan salah paham, Taeyeon cepat-cepat menyangkalnya. “Ani! Aku hanya sedang berpikir.”
“Berpikir?”
“Sica, apa ada yang bisa kulakukan untukmu?”
“…mwo?”
“Barangkali ada sesuatu yang ingin kamu mau kita lakukan berdua? Yang belum kesampaian…”
“……………..” Jessica meremas tangan Taeyeon lebih erat.
“Adakah?”
“Tetaplah hidup Tae…”
“!”
“Hanya itu permintaanku… jebal… lakukan demi aku…”
“……………..”
“Kalau permintaanku saja tidak cukup, tolong lakukan demi Tiffany juga… Tiffany… dia…” Jessica menggigit bibirnya. “Dia hampir bunuh diri karena takut kehilangan kamu…”
Taeyeon berkedip sekali. Jantungnya sempat berhenti berdebar.
Tiffany? Hampir bunuh diri? Omo…
Taeyeon tahu dia tidak bisa menjanjikan sesuatu yang tidak pasti, jadi dia hanya berkata.
“Aku akan berusaha melawan penyakitku.”

**

Setelah Tiffany berjalan pergi dari bagian administrasi. Dia mendengar suara Jessica dari arah belakang.
“Ternyata memang kamu yang selama ini membiayai biaya rumah sakit Taeyeon. Seharusnya aku cepat sadar.”
Tiffany berpaling untuk membalas tatapan Jessica. “Aku tahu kamu kekasih Taeyeon, tapi apa aku tidak boleh membayarinya sebagai sahabat lama?” tanya Tiffany datar.
“Kalau begitu mulai sekarang kau tidak usah, karena biaya Taeyeon sepenuhnya akan ditanggung olehku.”
Tiffany hanya terdiam, tidak mau berdebat lebih panjang dengan Jessica.
________________________________________________________________________________________________

Tanggal 9 Maret.
Saat Jessica hendak masuk ke kamar Taeyeon membawa sekotak kue dia melihat ada enam orang yeoja berdiri di depan pintu kamarnya.
“Ada perlu apa? Oh!”
Setelah diperhatikan lebih dekat, Jessica mengenali mereka semua. Mereka adalah pasien-pasien yang sempat dirawat di rumah sakit ini, tapi mereka semua sudah keluar karena sudah sembuh. Mereka adalah Sunny, Hyoyeon, Yuri, Sooyoung, Yoona, dan Seohyun yang kini memakai pakaian bebas.
“Hai Sica~” sapa Hyoyeon duluan.
Yoona menunjukkan cengirannya sambil tersenyum malu-malu.
“Kenapa kalian ada disini?”
“Yaa bisa dibilang kami ini fansnya Taeyeon,” jawab Sooyoung jujur.
“Fans?” Jessica tertegun.
“Bulan lalu, saat acara untuk menghibur pasien, kami semua terkesima mendengar suaranya saat dia maju ke depan dan berduet denganmu, Sica,” kata Yuri.
“Ohh.”
“Suara Taeyeon unnie sangat bagus,” puji Seohyun.
“Kami dengar hari ini dia berulang tahun, jadi kami bawakan bunga,” kata Sunny sambil memberikan sebuket bunga matahari.
Jessica menerimanya. “Oh, kalian baik sekali. Akan kusampaikan padanya.”
“Kami dengar sakitnya parah, kami akan mendoakan supaya Taeyeon cepat sembuh,” kata Sooyoung.
“Kamsahamnida.”
Setelah itu mereka pamit dan Jessica berjalan masuk ke kamar. Menempatkan buket bunga itu di meja samping. “Tak disangka ternyata kamu punya penggemar. Barusan para penggemarmu menitipkan bunga ini khusus untukmu.”
Taeyeon menatap sekumpulan bunga matahari berwarna cerah. “Cantik. Sica, kamu sudah menyampaikan ucapan terima kasih pada mereka untukku?”
“Tenang saja, aku sudah. Nah sekarang, kamu masih belum lupa hari ini hari apa kan?”
Taeyeon melirik sekilas kalender di meja samping. Pada tanggal 9 Maret telah dilingkari dengan spidol warna merah dan ada icon kecil berupa kado terikat pita, Jessica yang menggambarinya beberapa hari yang lalu.
“Hari ulang tahunku?”
“Tepat.” Jessica membuka kotak kue yang dibawanya. “Saengil chukae hamnida~!”
“Wah, kau sampai repot-repot membawa kesini.”
“Sama sekali tidak merepotkan.” Jessica mengeluarkan lilin kecil dan memasangnya di atas kue, kemudian menyalakannya dengan lighter.
Jessica mulai menyanyikan lagu Happy Birthday dalam bahasa inggris.
“Happy Birthday Taeyeon~ Happy Birthday Taeyeon~”
Taeyeon tersenyum senang dan menanamkan dalam dalam kenangan saat Jessica menyanyikan lagu ini untuknya, supaya selamanya akan terkenang di hatinya. Hatinya sempat mengingat ketika dirinya sedang merayakan ulang tahunnya bersama Tiffany beberapa tahun silam. Senyum Tiffany. Nyanyian Tiffany. Hadiah ulang tahun pemberian Tiffany.
Setelah Jessica selesai menyanyi, Taeyeon memejamkan mata dan memohon sesuatu dalam hatinya.
Saat itu Jessica pun memohon sesuatu dalam hatinya.
Semoga kamu lekas sembuh Taeyeon. Hanya itu harapanku. Aku tidak akan minta yang lain.
Tidak lama kemudian Taeyeon membuka matanya dan meniup lilin di depannya.
Jessica bertepuk tangan.
Taeyeon berkata, “Tak kusangka meski aku masih dirawat di rumah sakit tapi bisa merayakan pesta ulang tahun yang menyenangkan seperti ini.”
“Hehe, kamu senang?”
“Sangat.”
“Taeyeon, kamu ingat saat kita pertama kali merayakan ulang tahunmu sebagai sepasang kekasih?”
“Ya aku ingat, waktu itu kamu bilang akan memasak sendiri mie ulang tahun untukku. Tapi akhirnya kamu malah memasak ramen karena mie buatanmu gagal.”
“Ya, aku benar-benar payah dalam memasak. Kamu sampai harus membereskan dapur karena kondisinya benar-benar kotor.”
“Tapi aku sangat bahagia. Perasaanku saat itu dan rasa ramennya masih dapat kuingat.”
Jessica memperhatikan senyum yang mengembang di wajah Taeyeon. Kemudian matanya hanya tertuju pada satu tempat.
“Taeyeon…”
“Ya?”
“Boleh aku menciummu? Di bibir…”
Taeyeon berhenti tersenyum kemudian mengangguk. Jessica mendekat dengan kelopak mata yang semakin terpejam saat jarak mereka semakin dekat. Tiba-tiba Taeyeon menghentikannya dengan memegang kedua pundaknya.
“Tunggu.”
Segurat rasa perih menusuk hatinya, Jessica terlihat sangat sedih karena merasa ditolak. “Wae? Kau tidak mencintaiku lagi Tae?”
“Biar aku yang melakukannya padamu.”
Sesaat Jessica sempat tidak mempercayainya. Tapi Taeyeon sedang menatapnya dengan sungguh-sungguh.
“Pejamkan matamu.”
Dengan dada berdebar-debar, Jessica menutup matanya. Kemudian dia merasakan hembusan nafas Taeyeon di pipinya. Lalu kehangatan yang menyatu dengan bibirnya. Jessica begitu merindukan ciuman ini. Ciuman pertama dari Taeyeon sangat membekas di hatinya, seperti baru saja terjadi kemarin.
Di tengah ciuman Jessica membuka matanya. Dan dia sangat kaget karena melihat air mata mengalir di pipi kekasihnya.
Kemudian mereka melepaskan ciuman.
“Kenapa? Ada yang sakit?”
Taeyeon hanya tersenyum sambil menyeka air mata di pipinya. “Tidak apa-apa, tiba-tiba saja air mataku mengalir.”
Tiba-tiba saja Jessica merasa sangat takut kehilangan Taeyeon, sehingga dia memeluk Taeyeon erat-erat.
“Ada apa?”
“Saranghae…” jawab Jessica sambil membelai lembut kepala Taeyeon, tangannya yang merangkul tubuh Taeyeon gemetar. “Saranghae…”
Taeyeon membalas pelukannya dengan erat untuk menghentikan tubuh Jessica yang gemetar. “Nado…”

Dari luar Tiffany sedang mengamati keduanya berpelukan. Tiffany membalikkan badan dan menarik nafas untuk meredakan rasa nyeri di hatinya.
“Happy birthday Taetae…”

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Eien no Kizuna (Chapter 12)" (59)

  1. phepie9 said:

    Tinggalin jejak dulu.

    • phepie9 said:

      Kayaknya authornya lagi demen bangt ama pasangan TaengSic ya? Kmsraan TaengSic dan stalker Fany kmbali lagi. Hufhh tambah molor aja chaptrnya thor. Gak sesuai tuh jalan critanya ama tag line author yg ‘SNSD makes my live complete, especially TaeNy’. XD
      Tapi awal chaptr yg Taeng’s POV romantis bangt lho kata2nya, apalagi yg bagian suratnya itu. Tapi apa2an itu yg dia bilang janji akan jadi anak baik? Kan slama ini Taeng gak nakal. Yg ama Fany cuma kbawa emosi aja. XD
      Trnyata tamparan Fany bnar2 mnyakitkan yahN sampai2 diingat bgitu ama Taeng. ^^
      Trus itu cameo 6 orang cuma ngantarin bunga aja? Ramai bangt dong. Fany mau bunuh diri, tapi reaksi Taeng kok cuma ‘bgitu saja’? Kurang greget rasanya. Aku kira dia bakalan langsung ninggalin Sica n nyari Fany.

      • Hoho blh dong kalau lg demen TaengSic buat beda sensasi XD
        Tp banyak reader yg bilang Tae nakal tuh
        Cameo 6 member itu cuma tiba2 kepikiran aja
        Karena Taeng takut nyakitin Sica di depannya

    • phepie9 said:

      Lho? Masih sibuk aja? Bukannya waktu itu sudah ujian akhir ya?

  2. yanra14 said:

    waah.. Unnie ! Aku senyum2 bacanya.. Taengsic Jjang.. Author Daebak.. Hahaha 😀

  3. Gue ngak tau mau blng ap thor,gue snang krna ada taengsic moment,tpi gue jga sedih,bgaimna dgn nasip taeny….

  4. poor fany….
    tq udah update thor…
    dtggu next chap nya..@_@

  5. mrz_love_taeny said:

    Hiks sedih nih
    moga taetae bs sembuh
    ayolah ppany berjuang ksh hadiah special buat tae jgn kalah ma sica
    hiks taeny moment d chap ini tk ada sama sekali u.u

  6. wink(s) said:

    Walaupun aku juga suka sama TaengSic couple tapi sedikit ngerasa gimana gitu gak ada sama sekali moment TaeNy nya thor 😥 … Hmm,, cameo nya rombolan banget haha … Aku senyum senyum sendiri tuh pas baca surat yang Tae tulis wkwkwkwk~ romance … Tae cepat sembuh + Fany koq diem aja terus ckck dan Sica beri waktu buat Fany bentaran bisa? Heheh … Ini masih panjang yah thor? Maksudnya 5 chapter ran lagi atau lebih? Woah~ #lebaydaku# … Next nya ditunggu thor^^

  7. pasti hatinya ffany lagi mengaduh-aduh tuh… kayaknya sakittt banget.
    lah kok malah aku yang jadi nelangsa. 😛
    kemaren liat taeny n taengsic moment di hiroshima bikin hati berbunga-bunga. ahahaha
    kamu juga udah liat kan un?
    sayangnya yang aku liat cuma foto. nggak ada fancam. 😦

  8. taengfany said:

    Huaaaa…
    Fany kasian bgt sumpah
    Sedih bgt jadi tiffany
    Harus nahan smw sakit T_T
    D’tunggu lanjutan’a

  9. annyeong….

    ppanyppanytippany…apakah dirimu sangat menikmati peranmu sbg seorang stalker taengsic??u,u
    sampe” mw ng lakuin apapun yg berhub. ma taeng hrs slalu ke tikung duluan ma ssica…

  10. suka….suka pake bgt moment taengsicnya…owh taengsic kissu2,maaf fany utk saat nii q lbh memilih jessi jdi psngn taeng di sini…kkeke
    Moga aja ada ke ajaibn bwt taeng dia bisa smbh n bhgia brsama sica^^
    SEMANGAT THOR^^

  11. Naa Noo said:

    “Sakit. Sakiiiiittttttt….”. Teriak Tiffany sambil meremas dadanya. Hahahahahaha. Gak apa-apa sekali-kali Fany yang sakit hati. ^^

  12. sica the best bgt pas tae nawarin dya tuk nglkuin sesuatu,,,eh sica’y mlah blang mau tae sembuh ja,,taengsic jjang author daebak,,lg suka taengsic q

  13. Bagus tiffany selalu aja mergokin taengsic u,u
    Tapi ternyata di dunia nyata juga faenysic ini saingan ya, sayangnya tiffany yang masih menang kayanya pas ultah tae itu tiffany hyper banget dan sia nempel mulu kayanya sama taeyeon

  14. TaengooisMybias said:

    Akhirnya update jg,,, neomu gomaweo thor,,^-^
    Rada nyesek siihh liat taesic n perasaan taeng kaya jd nguap gt yah sm ffany,,, ilang kmn rasa cintanya yg ngegebu n rasa bsalahnya sm ffany slm ni thor,,??
    Jd mau poliandri gt?? Ssica iya, ffany iya?
    Hokkeh!! Choa!*plak. Eheee

  15. taeblue said:

    fany unni kasian amat ngeliat taengsic moment terus u.u sabar ya unni, author pasti tau yg terbaik untukmu (?)

  16. Taengsic… Aaaah!
    sakit….
    Jiaah
    taeng jangan pergi..

  17. Love Trooper said:

    Daebak thor.
    Akhirnya update juga.

    Kasian Tiffany, tapi aku jdi lebih suka Sica ama Taeyeon di cerita ni #maaf ya Fany, bnyakin lg m0mentx Taengsic thor.
    Jdi penasaran ama ending. Eh, endingnya kapan nich?
    Hehe.
    Gomawo.

  18. jreng…jreng…jreng….gatau mau komen apaT_____T

    gila…di tiap chap nih ff kayanya tamparan udah jadi corihas nih ff yah..monik di ungkit mulu..lol hehe

    pany ini lo serius bener lo..moto wepe lo mau di kemanain kl endingnya jeti/taengsic tapi oke lah gimana pun hasilnya gue percaya ama lo ko :*

  19. thorr.. jangan bikin taetae meninggal T.T
    bikin taeny bersatu kembali ya ;hiks

  20. SooJung said:

    Huffft taengsic, gak tega aku sama fany thor!! Tolong beri pendamping untuk fany ku thor misalnya aku gitu sebagai cameo #jedeer atau Yul yg tiba2 jatuh hati sama fany *bikin ff sendiri aja woy* ahaha

  21. Ppany-ah… #peluk ppany
    kasian bgt ppany… T.T, dia yg prhi tpi dia jg yg mrsa pling sakit..

    Tae kyk gk cnta lg ma ppany, dia jauh lbih mntingin Sica..

    itu cameo 6 cewk lucu dehh..

    thanks for update thor..^^

  22. TaengSicababy said:

    Horeee taengsic si couple unyu.. 😀
    taeng klo sm sica lembut bgt, mana keByun’an mu taeng.. :p

    author jjang, moga sukses yah thor..

  23. gak tau mau komen pa
    hanya mau blg poor fany stalker setia taengsic…

  24. Around the nine said:

    KYAAAA.. Taeeeng aku juga fansmu kok~ *nitipbungakejessicajugakayaksunny* wkwk kirain anak soshi yang lain kagak diungkit ternyata mereka masih nyelip walopun jadi figuran~ wkwk
    Wohoho untuk kesekian kalinya tippany ngestuck didepan pintu~ jleb aja deh dia hehe
    Btw saya new reader annyeong thor salam kenal hwaiiiitaeng buat ffnya~ ^^

  25. Ohh ohh ooooohh adegan taengsic selalu bikin ffany ngilu.. T.T
    masi brharap taeny balik lagi hiks hiks..
    Lanjuut thor.. 😀

  26. akhirnya di update
    keren nih thor dapet banget feel nya jarang lo taesic moment kadang-kadang kalo ada di ff lain berakhir tragis T.T
    ini ff taeny y kasihan sica yg tersakiti kenapa tae gk sma sica aj y ? *dibakarls

    ditunggu next chap thor
    kudoain ujiannya lancar ^^
    semangat

  27. blackpearljess^^ said:

    Aduh thor makin mengharu biru aj nih crita,,
    jd bimbang pengen taengsic or taeny???
    Dua2ny gw dukung aj deh,, yg penting happyending,, *loch???* 😀
    mksih^^

  28. cie, cie.. tae sekarang punya penggemar. bukan penggemar tulisannya tapi malah suaranya 😀
    oh iya btw itu hyo, soo sama sunny kapan masuk dan kapan keluar rumah sakitnya?

  29. Wah taengsic jjang
    Thor biar kan lah taengsic bersatu jebal Thor

    taengsic jjang taengsic jjang taengsic jjang
    i love taengsic
    always snsd

  30. Wah aku ktinggalan nih,, tpi klo d pkir2 taengsic cocok jga. Hehe

  31. taeng nangis kenapa yach,., hmm kasian juga ma fany kalo begini tapi aku suka pairing taengsic,., hahah

  32. Ulfaa said:

    Disetiap chapter, Tiffany selalu sakit hati dan pasti selalu mengintip momentnya TaengSic..
    Jadi kasihan sama Ppany~
    *ngilang*

  33. lee deyeon said:

    Pas bagian Taengsic, sumpah nyesek bnget..
    Takut itu ciuman prpisahan..
    Huuuh lanjut baca aja deeh..

  34. Lama2 jd taengsic shipper nih ._.

  35. hennyhilda said:

    Haduhhhh bingung lg mw ngo pa
    maaf y author krn aq bkn seorang yg pinter berkata2
    Semangat author
    ganbatte

  36. novilrs said:

    sica keren banget sumpah. kata”nya bikin kena, kuat bgt rasa cinta nya ke tae. tae nya lucu jadi punya byk fans, padahal sama” sebagai pasien

  37. kim9eric said:

    Hye ,how to read episode 14 ..its locked ..ive been tried to put password but still nothing ..help meee T.T

  38. Tinggalin jejak. Maaf Thor, baru comment di part ini. Ceritanya keren.

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: