~Thank you for your comments~

Eien no Kizuna (Chapter 11)

“Aku… aku harus mati.”
“Mwo?”
Jessica sempat berpikir dia salah dengar, tapi tiba-tiba Tiffany berlari pergi. Jessica tetap diam di tempat. Seluruh informasi seperti lambat sekali untuk masuk ke otaknya. Tapi tiba-tiba dia merasakan firasat buruk menggumpal di dadanya.
“Fa-Fany ah!”
Jessica segera mengikuti langkahnya. Dan benar saja, Tiffany menuju sekumpulan rak obat. Mengambil obat tidur.
Jantung Jessica hampir copot melihatnya. Tiffany hendak menelan obat tidur dengan jumlah overdosis. Kalau memang bisa diselamatkan pun akan susah karena sudah masuk ke darahnya.
“APA YANG KAMU LAKUKAN PABO?!”
Jessica menahan tangannya. Tiffany berusaha menyentakkan tangannya.
“Lepaskan! Aku harus mati sebelum dirinya!”
Jessica melayangkan tamparan ke pipi Tiffany. Obatnya terlepas dari genggaman tangannya. Jessica menampar Tiffany dua kali lagi untuk menyadarkannya.
Sesaat Tiffany tak berkutik, dia hanya diam saja sambil mengangkat tangannya dalam gerakan slow motion untuk memegangi pipinya yang menyengat. Sorot matanya hanya mampu ia hadapkan ke lantai. Jessica masih menatapnya dengan tatapan tajam.
Tapi Jessica kaget karena Tiffany tiba-tiba melakukan hal lain yaitu mencengkram bahunya. Pertama kalinya dia melihat Tiffany memasang wajah seperti itu.
“Jessie tolong… aku nggak mau hidup tanpa Taetae…”
Baik wajahnya maupun suaranya terdengar sangat hancur.
“Kenapa bukan aku saja… kenapa harus dia yang mengalaminya…”
Tiffany tak dapat membendung air matanya lagi. Pipinya mulai bersimbah air mata. Nada suaranya juga naik turun.
“Setelah kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya… setelah alergi yang kuakibatkan! Lalu kanker…” Tiffany menunduk, air matanya bertumpahan ke lantai. “Kenapa dia harus menderita lebih jauh…”
Jessica kehilangan kata-kata.
“Kalau Taetae memang harus pergi… lebih baik aku yang pergi duluan saja… supaya aku tidak perlu hidup tanpa dirinya. Kami sudah janji… janji…”
“Hentikan! Hentikan! Aku nggak mau dengar!” Jessica melepaskan tangan Tiffany dengan kasar. “Lagian kamu sadar nggak sih kata-katamu itu sangat egois! Kamu tidak memikirkan perasaan orang yang ditinggalkan olehmu!”
“Iya aku tahu, tapi apa boleh buat, aku sangat mencintainya… sangat sangat mencintainya…”
“Taetae adalah segala-galanya bagiku. Kalau sampai aku kehilangan dirinya… rasanya aku seperti kehilangan setengah hidupku…”
Jessica merasa muak. “Kalau kamu memang sebegitunya mencintainya lalu kenapa waktu itu kamu pergi meninggalkannya?!” bentaknya. “Kamu sadar kan kalau Taeyeon begitu menderita karena ditinggalkanmu?!”
Tiffany bisa mengerti kenapa Jessica emosi. Karena dia kekasih Taeyeon, tentu saja dia berharap yang terbaik untuknya.
Peristiwa saat itu kembali membayangi benaknya.
“Karena… aku benci Taeyeon.”
Ekspresi Jessica berubah. “Mwo?”
“A-aku… karena dulunya aku sangat membenci Taeyeon… sampai-sampai aku tidak mau melihat wajahnya lagi,” kata Tiffany dengan suara gemetar.
Jessica terlihat sangat terkejut mendengar pengakuan Tiffany. Dia pasti sama sekali tidak menyangkanya kalau melihat dari perasaan Tiffany yang sekarang.
“Sica, kamu tahu… dulunya aku juga nggak percaya kalau perasaan benci bisa berubah jadi cinta, tapi justru itu yang terjadi padaku.”
“Sebenarnya apa… apa yang terjadi sampai kamu begitu membenci Taeyeon lalu meninggalkannya?”
“Aku tahu… akan kuceritakan.”

Sementara di saat yang sama Taeyeon sudah bangun dan sedang melihat keluar jendela. Diluar hujan rintik-rintik mengguyuri jendela. Benaknya kembali bernostalgia pada kejadian yang terjadi beberapa tahun silam.

Flash back

@rumah Taeyeon
Saat itu tidak ada siapa-siapa di rumah selain Taeyeon karena seluruh keluarganya sedang pergi keluar kota. Tadinya Taeyeon seharusnya juga ikut, tapi dia tidak mau ikut dengan alasan capek. Padahal sebenarnya karena dia punya rencana lain. Dia akan mengundang Tiffany main ke rumahnya. Membujuknya untuk menginap selama keluarganya pergi. Pokoknya ingin menghabiskan waktu berduaan dengan Tiffany.
Taeyeon sudah mandi dan bersiap-siap untuk menyambut Tiffany, malah sedang bingung memikirkan menu makan malam nanti. Di kulkasnya juga sudah ada pudding pink rasa strawberry untuk dimakan berdua. Taeyeon bukan penggemar rasa strawberry, tentu saja dia memilih rasa ini untuk Tiffany.
Tak henti-hentinya dia melihat jam. Tinggal dua puluh menit lagi sampai Tiffany datang. Ketika melihat ada sampah yang berceceran cepat-cepat dia membereskannya layaknya mau menyambut tamu yang akan berkunjung ke pesta.
Seharusnya Tiffany datang jam 6, tapi sampai jam 8 pun dia masih belum muncul juga. Tidak ada satu sms pun darinya di dalam inboxnya. Semangatnya sudah lama turun sejak tadi. Tapi Taeyeon masih tetap berharap Tiffany akan datang apapun yang terjadi, tidak peduli sampai jam berapa dia akan menunggu. Dia mulai khawatir terjadi sesuatu menimpa Tiffany dalam perjalanan.
Berpikir begitu, Taeyeon segera menelponnya. Sudah dua kali tidak diangkat. Mungkin saja dia sedang sibuk. Taeyeon ingin memastikannya dengan menelpon sekali lagi untuk yang terakhir kalinya. Sebenarnya dia ingin menelpon lebih, kalau saja bisa. Karena Taeyeon beranggapan kalau menelpon lebih dari itu, Tiffany akan menyadari keposesifannya dan mungkin dia akan jadi kesal padanya.
Pada dering kelima, telepon diangkat.
“Aku lagi dalam perjalanan sekarang,” kata Tiffany singkat kemudian ditutup.
Setidaknya itu sudah membuat Taeyeon lega karena tidak terjadi sesuatu pada Tiffany. Sekitar lima belas menit kemudian, Tiffany tiba di rumahnya.
“Kenapa baru datang sekarang? Bukannya kamu bilang akan datang ke rumahku dua jam yang lalu?”
Itu yang pertama diutarakan Taeyeon ketika dia membuka pintu.
“Mianhae.”
Taeyeon menyilakan Tiffany masuk kemudian mereka bersama masuk ke kamar Taeyeon.
“Seorang sunbaenim mengajakku kencan.”
Mendengar kata ‘kencan’ dada Taeyeon langsung terasa panas.
Mwo?! Beraninya!
“Kamu kan bisa menolaknya.”
Taeyeon menelan kata-kata ‘kamu kan sudah janji lebih dulu denganku’ sebelum terucap keluar dari bibirnya. Dia masih bisa menahan diri agar tidak terdengar terlalu memaksa.
“Mianhae Taeyeon, soalnya Siwon oppa memaksa karena hari ini ulang tahunnya katanya.”
Darah Taeyeon semakin mendidih. Dia tahu Siwon tertarik pada Tiffany dan akhir-akhir ini sering berusaha mendekatinya.
“Dia bisa saja berbohong!”
“Untuk apa dia repot-repot berbohong?”
Taeyeon sempat tercengang oleh kenaifan Tiffany.
“Untuk apa lagi, ya tentu saja demi mendapatkan waktumu! Supaya kamu mikir-mikir untuk menolak ajakannya!”
“Begitu ya? Tapi ya sudahlah, kan sudah terlanjur. Lagipula aku kasihan sama dia.”
“………………”
Saat ini Taeyeon lebih ingin mengasihani dirinya sendiri. Jatuh cinta gara-gara Tiffany yang mulai menciumnya duluan. Lalu mengalami cinta tak berbalas dan orang yang dicintainya sama sekali tak sadar dan malah kencan sama sunbaenimnya sementara dia menunggunya.
Meskipun seharusnya ini bukan masalah besar, tapi baginya ini cukup melukai hatinya.
“Kamu mau makan?”
“Ah, aku sudah makan tadi.”
Taeyeon mendelik.
“Dibayarin sama Siwon oppa, sebenarnya sih aku juga nggak mau dan menolak, tapi dia memaksa karena ulang tahunnya.”
Semua rencana yang sudah disusun dengan rapi oleh Taeyeon seolah runtuh di depan matanya. Sebenarnya Tiffany juga sudah membuat perasaannya kacau selama dua jam itu tanpa disadarinya. Dan ternyata dia sedang menikmati makan malam bersama seorang namja.
“Oppa sempat memegang tanganku dan memintaku untuk jadi pacarnya sih, tapi tentu saja aku tolak. Setelah dia membayariku es krim dan semua makanan itu rasanya sekarang aku jadi nggak enak. Memang sih ngobrol bersamanya aku merasa santai, tapi…”
Pikiran posesif kembali menguasai Taeyeon.
Menyebalkan… menyebalkan…
Selagi aku tidak tahu menahu, seorang namja menghabiskan waktu berduaan saja bersama Tiffany.
Tiffany itu istriku!
Amarahnya memuncak. Taeyeon mendorong Tiffany hingga dia jatuh ke ranjang. Tidak memberinya kesempatan bangun, Taeyeon langsung menindih tubuhnya dan menahan kedua tangannya.
“Taetae?”
Taeyeon menyipitkan matanya. Suara yang keluar dari bibirnya hampir tidak terdengar. “Fany ah…”
Mata Taeyeon sedikit lembab. Tiffany bisa melihat dirinya terpantulkan di bola matanya. Tapi dia sedikit takut melihat wajah Taeyeon yang begitu serius menatapnya.
“Kamu milikku…”
Jari-jari Taeyeon yang menggenggam pergelangan tangannya mengencang. Selama beberapa saat, seolah ada bayangan merah membayangi matanya.
“Ka-kamu mau apa?”
Tiffany merasakan ketegangan di dadanya. Tapi tidak yakin apa yang harus dia lakukan sekarang.
“Milikku…”
Nafas Tiffany tertahan saat Taeyeon menghembuskan nafas hangat di lehernya. Tangan Taeyeon mencoba menyusup masuk ke balik bajunya.
“!”
Refleks Tiffany bermaksud mendorongnya, tapi kedua tangannya masih ditahan dengan kuat sama Taeyeon. Sekuat tenaga dia mencoba melepaskan pergelangan tangannya dari cengkraman tangan Taeyeon, tapi sama sekali tidak bisa digerakkan. Dia hanya bisa mengepalkan kedua tangannya.
Sejak kapan Taeyeon sekuat ini?!
Tentu saja Tiffany sama sekali tidak tahu bahwa dalam setiap game adu kekuatan yang dia menangkan, Taeyeon selalu mengalah untuknya. Karena Taeyeon lebih suka melihat wajah senang Tiffany yang berhasil mengalahkannya. Tapi kali ini Taeyeon tidak akan mengalah untuknya.
Taeyeon menahan kedua tangan Tiffany di atas kepalanya dengan satu tangan, lalu sebelah tangannya menyingkap kaus Tiffany. Tangannya mulai menggerayangi perutnya.
Tiffany merasa merinding oleh sentuhan jari Taeyeon. Dia juga tidak bisa menggerakkan tubuh bagian bawahnya. Sebab kedua pahanya ditindih dengan berat tubuh Taeyeon. Tiffany merasa sangat takut. Perasaan yang dia rasakan sekarang ini seperti seorang gadis yang tengah mengalami detik-detik menjelang diperkosa.
Ini seperti bukan Taeyeon yang dikenalnya.
Taeyeon yang biasanya sangat lembut…
Sangat pengertian…
Walau terkadang gayanya norak.
Sehingga Taeyeon yang sekarang tampak buas berusaha menjamah tubuhnya ini seperti bukan Taeyeon sama sekali!
Meski begitu, Tiffany tetap berusaha melawan. Dia harus mempertahankan kesuciannya. Tapi setelah lama memberikan perlawanan, tubuhnya mulai lelah kehabisan tenaga. Sedangkan Taeyeon tampaknya masih punya banyak tenaga tersisa. Tiffany tidak juga berhasil lolos dari tindihan Taeyeon.
Taeyeon meremas-remas dadanya yang masih terselimuti bra, kemudian tangannya turun ke bawah.
“Taetae, jangan…”
Tanpa memedulikan permohonan Tiffany, Taeyeon melepas celananya turun beserta celana dalamnya dengan paksa.
Tiffany menelan ludah dan berkata sekali lagi dengan suara yang lebih lirih.
“Taetae, please jangan… aku masih perawan…” mata Tiffany sekarang berkaca-kaca begitu menyadari bahwa dia tidak akan bisa menang dan hanya bisa pasrah memelas padanya.
Tapi mata dan telinga Taeyeon sudah tertutup dari semua itu. Yang dipikirkannya sekarang hanyalah memiliki Tiffany. Menandai bahwa Tiffany miliknya.
Taeyeon memasukkan kedua jarinya secara paksa.
“Arrrghhh sakit Tae!” erang Tiffany.
Apalagi karena Tiffany sama sekali belum ‘basah’.
Taeyeon menambahkan satu jari lagi. Menusukkan jarinya lebih dalam. Lebih kasar. Sampai tiga ruas jarinya semuanya terbenam. Tampaknya Taeyeon memang berusaha merobek selaput daranya.
“Awww!”
Tiffany menggigit bibirnya merasakan selaput daranya terkoyak. Hilanglah kesucian yang sudah dia pertahankan selama belasan tahun ini.
Tiffany terus meringis kesakitan saat Taeyeon memajumundurkan jarinya.
“Sakit Taetae! Hentikan!”
Darah membasahi jari-jari Taeyeon, paha Tiffany dan juga menetes ke seprai kasurnya, tapi Taeyeon tidak menghentikannya.
Tiffany memejamkan matanya rapat-rapat. Air mata mengalir keluar dari celah-celah bulu matanya. Tangisan Tiffany berubah menjadi raungan yang menyayat.
Untuk membungkam mulut dan isak tangisnya, Taeyeon memagut bibir Tiffany. Menghisap bibirnya seolah kehausan.
“Nnggh!”
Begitu mendapat kesempatan, Tiffany sengaja menggigit bibir Taeyeon kuat-kuat sampai berdarah. Pikirnya supaya pegangan dan ciuman Taeyeon mengendur. Tapi Taeyeon seakan tidak mempedulikan rasa sakit dan darah yang keluar dari bibirnya, Taeyeon tetap mengulum bibirnya.
Tiffany merasa kesulitan bernafas. Apalagi rasa besi di mulutnya membuatnya mau tersedak. Ditambah rasa sakit di selangkangannya saat jari Taeyeon keluar masuk.
Tiffany merasa tersiksa secara lahir dan batin.

**

Ketika sinar matahari masuk melalui gorden jendela dan terdengar suara kicau burung, Tiffany bangun dari kasur. Setelah pemerkosaan semalam, dia terlelap di kasur Taeyeon karena kelelahan.
Tiffany menatap dengan hampa bekas-bekas darah keperawanannya. Baik di kasur maupun di pahanya. Tiffany memakai kembali pakaiannya. Dalam seribu tahun pun dia tidak pernah menyangka kalau Taeyeon akan melakukan hal seperti ini padanya.
Taeyeon juga sudah terbangun. Seharusnya akan lebih mudah kalau dia terus melanjutkan pura-pura tidur, tapi dia tidak bisa. Karena sekarang barulah Taeyeon menyesal telah menyakiti Tiffany dengan perbuatannya.
“Fany, aku…”
PLAK!
Wajahnya dipaksa menghadap ke arah kanan, Taeyeon kembali menghadap ke arah Tiffany.
“Mianhae…”
PLAK!
Tamparan keras kembali mendarat di pipi kirinya. Luka yang sudah kering di bibirnya akibat gigitan Tiffany semalam kembali terbuka dan mengalirkan darah segar.
“Jeongmal-“
PLAK!
Kali ini Taeyeon tidak meneruskan kata-katanya dan mengatupkan rahangnya, bersiap menerima hukumannya karena dia merasa pantas mendapatkannya.
PLAK! PLAK! PLAK!
Nafas Tiffany memburu. Kemarahannya meluap. Seakan masih belum puas, dia melayangkan tamparan ke pipi kiri Taeyeon sekali lagi.
PLAK!
“Tak kusangka kau akan berbuat seperti ini terhadapku Taetae… ah bukan, Taeyeon!” tukas Tiffany dingin.
“……………..” Taeyeon memilih bungkam mendengarkan semua kata-kata Tiffany yang menyakitkan hatinya. Dia memang merasa perlu menghukum dirinya.
“Kau sungguh tega… melakukan hal seperti ini terhadap sahabatmu sendiri. Apalagi setelah aku sudah berteriak-teriak memohon padamu. Sekarang aku kehilangan milikku yang paling berharga.”
“Kamu telah merusak kepercayaanku. Maaf saja tidak akan cukup untuk membuatku memaafkanmu.”
“Aku benci kamu Taeyeon. Jangan harap aku sudi melihat wajahmu lagi!”
Tiffany membuang muka, kemudian pergi dan membanting pintu di belakangnya.

End of flash back

“Begitulah… Taeyeon telah merenggut keperawananku…”
Mendengar semua kenyataan yang diungkapkan Tiffany, Jessica merasa seluruh isi ruangan seolah berputar memilin pikirannya. Dia masih merasa kesulitan mempercayai semuanya.
Benarkah apa yang dia dengar barusan? Dulu Taeyeon memperkosa Tiffany?
Benarkah Taeyeon yang itu? Bukan orang lain?
Taeyeon yang gentle…
Taeyeon yang selalu memikirkan perasaan orang lain…
Semuanya sukar dipercaya! Tapi Tiffany tidak kelihatan seperti sedang mengarang-ngarang cerita.
“Setelah itu aku jadi sangat membencinya kemudian aku memaksa Appaku untuk pulang kembali ke San Fransisco, jauh dari Korea. Karena dalam hatiku saat itu aku sungguh-sungguh muak melihat wajahnya. Bahkan hanya mendengar nama Taeyeon disebut oleh Appa saja sudah membuat darahku mendidih.”
Bagi Tiffany menceritakannya kembali berasa seperti ada tombak yang menghujam dadanya.
“Tapi apa yang terjadi, selama di San Fransisco justru aku malah semakin memikirkannya. Tadinya Taeyeon selalu berada di sisiku di saat suka dan duka. Tapi kini setelah dia tidak ada lagi untukku, aku seperti kehilangan penopang hidupku. Aku merasa kesepian dan hampa…”
Tiffany meremas sebelah lengannya.
“Setelah kehilangan sosoknya yang mengisi hidupku, kupikir tahun-tahun yang berlalu akan bisa membuatku mengubur kenangan tentang dirinya. Kupikir setiap kutiup lilin ulang tahun yang angkanya terus bertambah akan bisa menghapus jejaknya. Ternyata tidak. Aku belum sanggup melupakannya.”
“……………..”
“Heh ironis kan, padahal aku sendiri yang meninggalkannya karena membencinya. Tiap hari yang kurasakan hanya perasaanku yang begitu ingin bertemu dengannya lagi. Aku seperti perlahan-lahan melupakan apa yang sudah dia lakukan padaku. Dan akhirnya entah sejak kapan perasaan benciku lenyap tak berbekas dan justru aku malah jatuh cinta padanya. Kian hari tanpa kusadari perasaan itu semakin bertumbuh dalam diriku. Mendadak aku jadi menyesali keputusanku sendiri…”
“……………..”
“……………..”
“Hu-huh! Menyesal juga nggak ada gunanya! Waktu nggak akan bisa diputar kembali!” semprot Jessica setelah terdiam cukup lama.
“Karena itu dalam hati aku selalu berdoa agar ada kesempatan kedua. Aku ingin bertemu dengannya setidaknya satu kali lagi. Dan memaafkan perbuatannya.”
“Sekarang keinginanmu itu sudah terpenuhi, lalu apa yang akan kamu lakukan?” tanya Jessica penuh kecemburuan.
“Aku tahu, karena itu aku akan berhenti sekarang. Tolong bahagiakan Taeyeon, Sica. Hanya kamu yang bisa membahagiakannya karena kamu kekasihnya…”

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Eien no Kizuna (Chapter 11)" (91)

  1. Ninggalin jejak dulu. XD

  2. Wah daebak chapter ini sungguh jempol sekali bukan karena NCnya doang tapi karna alurnya juga
    Taeyeon kalau cemburu bisa jadi bejat gitu ya kasian ppany jadi korban tapi fany juga bego sih ngga sesitif banget jadi orang
    Kesimpulannya sih ini semua gara gara siwon!

  3. Hai,aku reader baru*membungkuk*
    Ihh taeyeon kq bs bgto y,kasian kn fany,di tambah jessica jg dbwt kecewa..
    Hadeh jd pusing*tutup muka*
    Tapi NCny boleh lah #PLAK# *digampar fany*

  4. fany kasihan diperkosa tae…
    tae qm kesurupan setan mana..? #plaaaakkk….
    gomawo thor dagh update

  5. Kok aku brasa de javu yah bacanya thor? Kok kayak yang Yoong lakukan waktu itu yah? Cuma bdanya klo Yoong paginya bangun gak nysal sama-skali n Seo-nya juga gak marah ama Yoong, pasrah n ikhlas aja.
    Bnar kan “Dia tlah… Dia tlah…” Itu pasti bgini nih, abis apalagi yang bisa bikin hubungan TaeNy yang erat jadi pisah bgitu. Ini smua gara2 SiWon nih. Taeng juga sih.^^
    Wah bnaran yah klo orang cinta tapi cmburu n rasa ingin memilikinya tinggi, didukung olh suasana yang mendukung, bisa jadi kayak bgini nih. Gak Yoong, gak Tae-Tae sama aja. -_- Klo sudah nyadar pas trlambat kan sia2 tuh.
    Ini FF full adegan tampar-mnampar ya. XD
    Fany nampar Sica skali. Sica nampar Fany 3-4 kali. Fany nampar Taeng brapa kali yah? Hmm… 7 kali? XD

    • Haha deja vu dgn rape scene
      Sekali kali pingin bikin yg begini karena ada sensasinya tersendiri XD
      Kayaknya ni ff bisa termasuk penghargaan adegan tampar terbanyak hohoho 😛

      • Sensasi apa coba? XD
        Tapi gak kaget amat sih, karna sudah kuprediksi dari awal. Gak mungkin kan brantem masalah biasa bisa bikin Fany sampai gak mau ktmu ama Taeng lagi. Apalagi pas awal2 sudah ada tanda2 Taeng yang sndirian di rumah ngajak Fany nginap barng.
        Pas Fany prgi gitu, Taeng gak ngjar atau skdar panggil namanya gitu? Sgitu mrasa brsalahnya yah? Ini klo bukan Taeng yang mninggal pasti Fany nih, dilihat dari psan Fany k Sica di akhir chaptr buat jagain Taeng.
        Wah jarang2 lho ada crita dimana is ‘korban’ jatuh cinta ama ‘plaku’nya. TaeNy mang tak trpisahkan. XD
        Klo sudah rape scene bgini jangan2 tar kayak YoonHyun ending-nya. >..< Cukup YoonHyun aja yang brakhir sad n pnuh pnysalan. T.T Jangan ada lagi 'korban'.
        Hiks, tapi trsrah author juga sih (merajuk). Stidaknya klo TaeNy efeknya k aku gak bakalan sampai skuat YoonHyun.
        Kayak SooSun dong, walau ada rape scene dimana-mana akhirnya bahagia juga.^^

      • sensasi yg sulit dijelaskan dgn kata2 fufufu XD
        kalau dilihat dr kemarahan Fany saat itu, kalau dikejar malah makin dibenci
        wkwkwk itu Sica yg di rape Soo malah mau kok XD
        kalau disini sih YoonHyun bahagia

      • Itu kan mang Sica yang dari awal sudah suka. Sama kayak Sunny yang di-rape Soo juga. XD
        Klo Fany kan blum sadar ama prsaannya saat itu. Klo sudah cinta kayak SunSicSeo, mau dixxx juga trima n memaafkan aja.
        Sensasi apa tuh? Sensasi coca cola atau sensasi delight? XD
        Wah parah ini ngomongin r*p* scene trus. Jadi comment gak bnar ini. Author gak bnar, reader gak bnar. XD
        Yah yang tabah aja deh buat TaeNy.^^ Locksmith brsama kalian. XD

      • wkwkwk jd pengen pizza XD
        entahlah, sensasi yg mirip spt membaca NC tp lbh mendebarkan kali

      • BTW kjadian itu trjadi saat mrka blum SMA kan? soalnya pas flashback2 ama Sica sblumnya kan ktmu Soica pas SMA tapi sudah gak ada Fany. Brarti mrka mlakukannya, eh maksudku Taeng mlakukan ‘itu’ pada Fany saat masih SMP??? Oh My GOD.

      • hmm sepertinya

      • Jawabannya kayak gak yakin gitu. Ini author-nya bingung sndiri ya? XD
        Taeng baru SMP sudah bgitu aja. Anak2 SMP zaman skarang smakin ‘brkmbang’ aja ya. XD
        Bapaknya Fany critanya gak tahu ya ‘aib’ putrinya?

      • wkwkwk aku jg bingung sendiri XD
        haha gak tau

  6. fany kasihan diperkosa tae…
    tae qm kesurupan setan mana..? #plaaaakkk….
    gomawo thor dagh update……

  7. Waduh coment yg td msk gx tu y *lemotny sica dateng* #PLAK#

  8. Beneran gx msk *nangis guling-guling*

  9. Oh jadi itu yah masa lalu nya TaeNy ckck menyedihka juga 😥
    Benci kan gak juga harus jadi benci tuk selamanya. Jadi, sekarang didiri Fany hanya ada dan selalu ada rasa penyesalan 😥
    Hh.. Chap ini kembali membuat sedih lagi 😥
    Next chap ditunggu thor. 😦

  10. nyesek…
    Gak nyangka. Tae bkl kek gitu?
    Lebih nyesek lagi sica,
    ah gila gila chapter ini mengorek hati, bget! Heyeh bahasa we?
    Dae to the bak!

  11. annyeong…

    o.ow taeng merebut kesucian ppany dgn paksa??sulit..di..percaya..
    gggaaahhh…pantes ajj klo gitu mah ppany ninggalin taeng..
    tapi itu tangan ppany kuat amat yya,nampar taeng ampe 7x,,knapa ga +2 lagi??kan jd soshi dech..#sumpah,aku brasa cari mati komen kek gini hahaha..piss ahh

    • Sebenarnya tdnya mau 9 kali lho 😀 tp udh kebanyakan sih, jdnya 7 kali aja untuk mewakili member yg abstain^^
      aku gak pernah liat dlm drama ada yg nampar sebanyak ini berturut-turut
      Pernahnya 5/6 kali dlm anime
      Pasti rasanya maknyus tuh pipi

  12. taengfany said:

    Huuueeeee
    Aniyo!!!
    Fany
    Jgn nyerah
    Kok taeyeon sadis ya??
    D’tunggu lanjutan’a

  13. ooo jd itu yg terjadi sma taeny dlu,,,ok q ngerti skrg,,,fighting thor

  14. Ya allah ternyata ada ‘sedikit nc’ nya kenapa gak banyakin thor ? #eh
    Keren banget sumpah, ini author dapet inspirasi dr mana kali sampe buat ff sekeren ini :*

    • Haha malah dibanyakin? XD
      Entah, inspirasi dr Yang Di Atas kurasa
      Tdnya cuma mau bikin cerita di rumah sakit, ada adegan operasi lalu berkembang jd begini 😀

  15. Krystalized said:

    Taetae harusnya kamu ngambilnya jangan kasar2 gitu, tiffany pasti ngasih miliknya buat kamu u.u
    hwaaa, itu kata2 terakhirnya kayanya tanda2 miyoung mau pergi T.T

  16. Wauw! ada adegan ho’oh-ho’oh nya =D
    kece! :p

    akhirnya,
    terungkap juga alasan Fany ninggalin Tae.

    ya memang, pengalaman begituan yg pertama kali ngga akan bisa dilupakan, apalagi sama orangnya.

    dan lagi-lagi ada adegan tamparan disini.
    jadi kayak KDRT. wkwk

    aah, Korean banget sih.. pake acara bunuh diri segala xP
    berarti yang jadi pasangan Tae nanti adalah Sica ya, Thor?
    Ceritanya juga bentar lagi mau tamat nih..

    Bagus.
    Ditunggu chap selanjutnya ya 🙂

  17. TaeTae jahat bngtttttt…. TT.TT
    ppany jgn mnyrah dunk..
    jgn bnuh dri….
    huh Sica jd judes bgt ma ppany y…

    Tpi aq jd inget crita SooSun nehh…

    Next chap d tunggu…
    Mmm Cinta segi sembilan blom dpt moodny yahh!

  18. Omaigod…..
    Taeyeon memperkosa tiffany???
    Gak kebayang gmna tpi wow aja gitu,,
    Di tunggu lanjutanya & semangat!!!

  19. mrz_love_taeny said:

    astaga tae bkn salah tiffany klo dia benci kamu
    kamu udh memperk**a dia
    cewek mana yg gk marah klo dia digituin ma sahabatnya sendiri pula ._.

    andwaeeee tif jgn nyerahin tae k jessi,tae msh cinta ma kamu u.u
    akhirnya terungkap jg knp tiffany ninggalin tae
    thank thor atas update annya
    daebak dah ._.b

  20. setuju ama jessica!
    aku juga ga nyangka tae-tae jadi gitu. cinta membutakan segalanyaaa….
    hahahha..
    nice story unnie!!!
    😀

  21. Salam kenal thorrr…reader baru nonggol..wah..wah..makin seru aja nih,lnjut thorr..

  22. salam kenal thorr,reader baru nonggol nih.
    wajar aja pany marah,taeng koq tega bnget sih..cemburu membawa nafsu tu.
    tapi pany tetap gak bisa bhong,kalau dia sangat mncintai taeng,tpi taeng udah milik sica.
    pany udh nyerahin taeng kh.galau nih…

  23. Thorr kenapa comment gue gak bisa sih….

  24. m0w? Tae mmperkoza fany? Oh n0! Ga mgkn. Tae krazukan apa kmu, zmpe tga brbuat kya gt? Ah, jgn2 pnyakitnya tu hkum karma gra2 prbuatanya dlu?
    Fany ngrelain tae bwt sica? Hadeuh… Lnjt th0r!

  25. TaengSicababy said:

    My baby Taeng jadi ganas bgtu..
    –”
    pelan2 taeng, ksian fanny..

    Kira2 ending nya bkal taeny apa taengsic yah..
    Jng2 Jeti ending nya.. Hehe

  26. Keren tho lanjut next chap a jangan lama2
    n cinta segi 9 a Thor lanjut donk

  27. Ohmyy..ternyata taeyeon memper**** fany hahaha..
    Dooh gara2 cemburu berat jadi buta dh taeyeonnya..
    Dari benci jadi cinta *embeeer*
    bersyukurlah kperawananmu hilang sm orng yg km cintai ppani..LOL XD
    ntar ppani ngrelain taeyeon gitu aja sm sica..ato mlh taeng milih sm ppani..? Hmm ditunggu slnjtnya.. 😀

  28. nie_taeny said:

    Jdi masa lalu Fany kaya githu, moga gak sad ending crita’ny .
    #poor Fany

  29. oh jdi gini ceritanya bagus lah kalo begitu ‘-‘ kyknya kurang NC nya XD
    Taeng teganya memper**** tiffany. kasihan tiffany dia benci sama taeyeon tapi dia malah kena karma *poor fany
    kyknya adegan tampar-tamparan’na kurang tuh
    Terus apa akhirnya tiffany bakal mati atau ninggalin tae ? ap sica yg ninggalin Tae ?
    semua akan terungkap di chap selanjutnya XD

    ffnya keren lanjut terus thor
    Semangat 😉

  30. TaengooisMybias said:

    Ah ffany… Blg aja emg suka dijamah sm taeng,,, cuman lg kurang siap ajaaa…*plak!(¬˛ ¬”)==ː̗̀☀̤̣̈̇ː̖́(“ _ *)!(¬˛ ¬”)==ː̗̀☀̤̣̈̇ː̖́(“ _ *)!*
    Ngliat ffany yg pgn bunuh diri jd ingt kata2nya ffany yg buat taeng,”aku ingin hdp 100 dkurangi 1 agar aku tidak prnh hdp tanpamu”.*klo ngga slh ingt itu jg. Eheee*

  31. Taetae, kenapa kamu nakal sekali nak? Tapi makin nakal makin unyu sih. Mau dong dinakalin. :3 *eh* haha.

  32. Miss New New said:

    moniccc aku dataaang
    Bawa utaang *eheheh

    Sorry agak telat, aku mesti mempersiapkan mental dan akalku karena ada burung kecil yg bilang ada adegan yg cukup ‘inovatif’
    *kenapa gue jadi keranjingan begini yaak

    Taeng tatang yaa~
    Gak boleh gitu doong
    Masih untung cuma di tampar
    Gimana kalo di lempar pake tabung gas 50 kilo?

    *reader yg hanya muncul kalo mood mesumnya sesuai selera

  33. ya ampun thor kok bkin taeng kyk gtu cey?aq ngeri bca na serem bgt ksihan fany..
    ga tega…

  34. blackpearljess^^ said:

    Yaaa ampuuuunnn tae???!!!
    Bnr2 d luar dugaan tae smpe perkaos? Fany.. Heheee,,
    NC na bikin tahan nafasss *mate donkk* wkwkwkk,,

    Fany ngalah ke sica,, taengSic kah akhir na??
    Maybe yes maybe no or maybe baby,, *apadeh koment na??:D*

    Mksh yaaa dah update^^

  35. halllo salam kenal,saya new reader ni..
    daebak nih si author, bikin ff yang ga bisa d duga-duga, sampek shock bacanya #lebay :p
    bikin ga sabar baca chapter selanjutnya 😀

  36. oh itu kata katanya fany yg “dia telah.. dia telah” itu yaa?
    biasanya emang kalo kenangan2 gitu emang membekas yaa :D. maksudnya kenangan2 yg menyakitkan.
    ditunggu kelanjutannya yaa unnie 😀
    maaf ngga komen dichap sebelumnya..

  37. omo!! taetae bisa jd jahat gitu ama fany hiks
    berat banget jd fany kayanya 😥
    poor fany fany tiffany

  38. makin menarik aja ni cerita thor…. tpi ksiha jga tu thor taetae di tampar sampai beberapa kali

  39. makin menarik aja ni cerita thor…. tpi ksiha jga tu thor taetae di tampar sampai beberapa kali, cinta membuat taetae merasakan sakit yang amat pedih meski itu kesalahan yang ia perbuat sendiri

  40. taetae yang buta akan cinta bisa menyakiti orang yang begitu dia cintai dan sayangi

  41. jessica nampar fanny terus fanny nampar taeyeon,., hahahh

    cinta bisa membuat orang berada dalam kedamain tapi cinta juga bisa membuat seseorang menjadi jahat,., dan taeyeon pernah merasakan menjadi keduanya,., hehe

  42. annyeong thor
    salam kenal
    sebenernya aku udah lama jadi reader disini tapi baru komen sekarang hehe mianhae 😀

  43. bagus tuh ppany namparin taengo, lucu aja sica n ppany kalo lagi ngobrol soal taetae ya; sica kebanyakan diem oleh ngeliatin ppany mulu, n ppany gak tahu tuh kalo sica seneng ngeliatin dia (eh ini tentang taengsic vs taeny, bukan jeti) ehehehehhe gak apakan maifate senpai? Wong baca a juga jump jump an, cuma kebaca plak plak aja nih gegara ada insiden

  44. Ulfaa said:

    Dia telah…dia telah~
    Ternyata…dia telah…itu
    Dia telah… #plak *ngomong apasih?

  45. lee deyeon said:

    Taeng klo udah mrah serem jga ya, hiii ngeri deeh..
    Taeng jga siih ngapa ga blang suka ma Ppany jdi nya kan cmburu buta, Taeng mmperkosa aja..
    Wajar Ppany benci ma Taeng..
    Tpi thor agak aneh ya dngan kta “perkosa” klo di genre Yuri, hehe..

  46. TaeNySic Jjang said:

    Kasian Taeng ditamparin sama Tiffany…
    Gak nyangka taeng bakal melakukan hal seperti itu ke fany

  47. Thor minta pw yg part terakhir dong……

  48. hennyhilda said:

    Hahhhhhhhhhhhhhh???????????,??
    WTH taeyeon…aishhhh #efek syokk
    semangat author
    ganbatte

  49. novilrs said:

    omoo! ternyata tae disini masa lalunya bad girl kwkwk rasa cemburu dan marahnya tae malah bikin dia nyakitin fany

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: