~Thank you for your comments~

Eien no Kizuna (Chapter 9)

A/N : Maaf kalau nggak terlalu panjang, soalnya masih mau dipikir dulu
enjoy~

Ketika Taeyeon tidak sadarkan diri waktu itu, dia bermimpi tentang masa lalunya.
………………………………………
Sore itu berulang kali Taeyeon mengecek jam tangannya. Dia sudah terlambat setengah jam dari waktu yang dijanjikan. Itu semua karena Ummanya melarangnya pergi sebelum membantu-bantu membersihkan rumah.
Sewaktu turun dari kendaraan umum, tak lupa juga dia membawa raket badmintonnya. Akhirnya sampai juga dia di gedung tempat janjian mereka.
“Fany ah, maaf aku te-“

Taeyeon melihat Tiffany sedang ngobrol-ngobrol dengan akrab bersama dengan seorang namja. Bahkan berada di tempat seperti ini pun ada juga yang mendekatinya.
“lat…” Taeyeon berjalan ke dekat Tiffany. Dia tidak berkomentar apa-apa. Hanya berdiri di samping Tiffany sambil memendam rasa cemburu dan sakit di dadanya. Tapi dia terus mendengarkan percakapan mereka.
“Pernah ada yang bilang kalau kamu yeoja yang sangat menarik?”
“Ah, oppa bisa saja.”
“Benar kok.”
Cih, gombal, batin Taeyeon kesal.
Taeyeon merasa sedikit tidak rela melihat Tiffany yang tertawa lepas bersama namja di depannya.
Dia berdoa dalam batin.
Tiffany, jangan sampai kamu tertarik sama namja ini… jebal…
Taeyeon juga merasa semakin khawatir. Karena namja itu kelihatannya sangat tertarik dengan Tiffany, dia bahkan tidak mengacuhkan Taeyeon yang berdiri di sampingnya. Padahal kalau dari segi fisik, Taeyeon juga tak kalah memesona.
“Tiffany, kalau boleh tahu berapa nomor hpmu?”
Mendengar itu Taeyeon langsung memegang pundak Tiffany dengan sikap yang sangat posesif dan berkata. “Jangan.” Dia bahkan tidak mengecilkan suaranya agar namja itu tidak mendengar.
Tiffany juga sebenarnya merasa enggan memberikan nomor ponselnya pada namja tak dikenal.
“Tenang, aku janji nggak bakal ganggu kok,” bujuk namja itu sambil tetap tersenyum ramah.
“Jangan Tiffany.”
Pokoknya Taeyeon sudah menetapkan akan mengusir namja mana pun yang hendak mendekati Tiffany. Tiffany adalah miliknya seorang. Tidak ada siapapun yang boleh memilikinya. Dia juga tidak akan lengah sekalipun yang mendekatinya adalah seorang yeoja. Di matanya Tiffany sangat menarik. Kalau dia saja bisa sampai jatuh cinta. Bukan tidak mungkin seorang yeoja juga akan tergila-gila sama Tiffany.
Namja itu dapat merasakan sikap Taeyeon yang jelas-jelas memusuhinya.
“Dia saudaramu?” tanya namja itu masih tetap dengan nada yang ramah.
“Bukan,” Taeyeon sudah menjawab duluan sebelum Tiffany membuka mulutnya.
“Dia temanku,” jawab Tiffany setelah melihat sekilas ke arah Taeyeon.
“Jadi boleh nggak?”
“Ngg, mianhae oppa, sepertinya aku tidak bisa,” kata Tiffany berusaha menolaknya sehalus mungkin.
“Ohh, oke… ya sudah nggak apa-apa,” kata namja itu tanpa menyembunyikan kekecewaannya, lalu berjalan pergi.
Sewaktu Taeyeon melihat punggung namja itu semakin menjauh, pikiran-pikiran posesifnya kembali menguasainya.
Memang harus begitu. Kamu pikir kamu siapa?
Aku yang lebih dulu dekat dengan Tiffany.
Aku yang kenal Tiffany lebih lama.
Aku lebih kenal sifat-sifatnya dibanding denganmu.
Kamu tidak boleh seenaknya datang dan merampas Tiffany dariku.
Kamu sama sekali tidak pantas untuknya.
Selama jantungku masih berdetak aku tidak akan membiarkan siapapun-
“Taetae.”
DEG
“N-ne?”
“Gomawo.”
“Buat apa?” tanya Taeyeon tidak mengerti. Padahal dia sempat mengira Tiffany akan marah karena mencampuri urusannya.
“Aku tahu kamu bermaksud menjagaku, makanya tadi kamu menyuruhku agar jangan memberikan nomorku kan?”
“Ah.”
Bukan begitu… aku cuma tidak rela kamu jatuh ke pelukan orang lain. Karena sebenarnya perasaanku lebih dari yang kamu kira, aku menginginkanmu…
Tapi dia hanya mengatakan itu dalam hati. Sebab mana mungkin dia bisa mengatakannya.
“Mianhae Tiffany, aku telat.”
“Ya, gara-gara nungguin kamu yang nggak datang-datang, aku jadi digodain sama namja,” kata Tiffany sambil mengambil raket badmintonnya yang dia letakkan tadi.
“Aku datang telat juga bukan karena kemauanku…” kata Taeyeon sambil memandang lantai di bawahnya.
Malah seandainya kalau bisa Taeyeon yang ingin datang lima belas menit lebih awal. Supaya Tiffany tidak perlu menunggu. Hatinya sungguh tidak rela melihat Tiffany digoda orang lain.
“Aku nggak menyalahkanmu kok Taetae. Kajja!” Tiffany menggandeng tangannya.
Taeyeon mengikutinya sambil tersenyum. Tapi Tiffany tidak akan tahu bahwa dibalik senyumnya, Taeyeon sebenarnya menyimpan segudang perasaan yang tidak bisa diutarakannya.

**

“Kankernya sudah stadium 3. Bagaimana kita akan memberitahukannya pada Taeyeon? Dia pasti terguncang…”
Tiffany terdiam sejenak.
Hanya menyampaikannya saja rasanya sudah menyayat hati mereka.
Kemudian Tiffany memutuskan.
“Tapi kita tetap harus memberitahukannya.” Tiffany bangkit dari kursinya. “Aku akan menjenguknya di kamar dan memberitahukannya.”
“Semua ini terlalu tiba-tiba, aku… aku harus menenangkan diri dulu.”
“Ya.”
Tiffany tahu Jessica masih belum bisa menerima kenyataan kekasihnya menderita kanker otak. Karena itu dia berjalan sendirian menuju kamar 903. Tiffany masuk ke dalam dan melihat Taeyeon masih terlelap di atas kasurnya. Tiffany berjalan mendekat dan membelai lembut kepalanya.
“Taetae…”
Seolah menjawab suara Tiffany, pelan kelopak matanya membuka.
“Tiffany…”
Melihat senyum Taeyeon, Tiffany merasa dadanya ngilu.
“Lihatlah dirimu… sekarang kamu sudah jadi seorang dokter yang hebat. Daripada aku yang cuma jadi seorang penulis amatiran…”
Tiffany dapat merasakan kebanggaan dalam setiap kata-kata yang terlontar keluar dari mulut Taeyeon. Tapi dia tidak bisa tersenyum lagi meski Taeyeon sudah ingat padanya.
Tiffany mengepalkan tangannya. Mati-matian berjuang menahan air matanya yang sempat tumpah. Dia tidak ingin menangis di hadapan Taeyeon.
Taeyeon memperhatikan wajah Tiffany. Dia merasa sorot mata Tiffany mengatakan sesuatu yang tidak dapat diungkapkannya.
“Kenapa kamu berwajah seperti itu Tiffany? Apa kamu sedang tidak enak badan?”
Tiffany menggeleng.
“Atau kamu masih marah sama aku?”
Tiffany menggeleng juga, kali ini lebih kencang.
“Syukurlah, aku tidak mau dibenci sama kamu lagi…” Sesaat Taeyeon tersenyum lega. “Ataukah… kamu mengkhawatirkan kondisiku?”
Kali ini Tiffany tidak meresponnya dengan menggeleng, tidak juga berkomentar apa-apa. Taeyeon menganggapnya sebagai ‘ya’.
“Jangan khawatir, meski kepalaku masih sakit tapi aku tidak apa-apa. Mungkin ini karena aku terlalu banyak mikir bahan cerita untuk menulis novelku. Kalau bisa setelah keluar dari rumah sakit aku akan meneruskannya. Yaa meski tulisanku masih hijau, kalau sudah jadi aku ingin Sica dan terutama kamu membacanya.”
Tiffany tidak sanggup berdiri disitu lebih lama lagi. Dia keluar dari kamar sambil menangis.
“Ehh??”
“Kenapa dia menangis?”
“Jangan-jangan… karena salahku?”

**

Tiffany kembali ke ruang istirahatnya sambil menangis. Sebelum Jessica sempat bertanya, Tiffany menjelaskan.
“Aku tidak sanggup mengatakannya…!”
Melihat Tiffany menangkup wajahnya dengan kedua tangan sambil bercucuran air mata, Jessica mendapat firasat buruk.
Bukan, bukan karena penyakit Taeyeon. Tapi sesuatu yang lebih dari itu. Sesuatu yang dia tidak mengerti.
Tiffany tidak seperti biasanya. Memang dia selalu turut berduka dengan pasien-pasiennya tapi kali ini rasanya lebih dari itu. Seolah Tiffany mempunyai ikatan yang lebih dalam dengan Taeyeon…
“Aku akan menemuinya,” jelas Jessica sebelum pergi ke kamar Taeyeon.

**

“Tae…”
“Ah Sica, kamu datang.”
Tatapan mata Taeyeon seperti memintanya duduk di sebelahnya. Dengan takut-takut, Jessica duduk di kursi samping ranjangnya.
“Taeyeon, kamu tidak apa-apa?”
“Kepalaku masih sakit, tapi sebelum itu. Sica, aku mau minta maaf.”
“A-apa? Kenapa tiba-tiba kamu minta maaf.”
“Aku sangat mencintaimu karena itu aku tidak mau bohong dan akan mengatakan terus terang.”
“…?”
“Tiffany adalah cinta pertamaku.”
Jessica merasa jantungnya berhenti sesaat.
“Tiffany yang-“
“Ya, Tiffany yang sangat kamu kenal.”
Rahang Jessica mengeras. Berarti firasatnya ketika melihat Tiffany barusan itu benar.
“Ke-kenapa kamu harus minta maaf. Aku sudah tahu kok kalau dari sebelum pacaran sama aku kamu sudah mencintai orang lain,” kata Jessica berusaha menguatkan dirinya.
“Selama ini aku menyembunyikannya, tapi sebenarnya aku masih mencintainya. Maafkan aku karena tidak bisa memberikan cinta yang utuh padamu.”
“Jadi… kamu mau bilang kalau selama ini hatimu terbagi dua? Antara aku dan Tiffany?” Nafas Jessica memburu. Mendadak kecemburuan yang sangat dalam membakar dadanya. “Kenapa aku harus percaya?!”
Jessica sendiri terkejut mendengar suaranya yang melengking. Mungkin karena dia tidak terima karena cinta pertama Taeyeon adalah Tiffany. Matanya mulai berkaca-kaca. Tapi dia tidak bisa menghentikan dirinya meneriakkan suara hatinya.
“Pasti selama ini kepala dan hatimu hanya dipenuhi dengan dirinya! Ketika kita bersama juga! Kamu hanya memikirkannya seorang! Pada akhirnya kamu menerimaku menjadi kekasihmu karena sekedar pelampiasan!”
Taeyeon menanggapi bentakan Jessica dengan sabar.
“Soal aku mencintaimu aku tidak bohong.”
“…!”
“Mungkin aku tidak pernah mengatakan ini padamu, tapi sejujurnya aku nggak mau pacaran sama seseorang kalau aku nggak punya perasaan cinta padanya.”
“……………..” Jessica menggigit bibirnya.
“Tapi kalau tidak dipercaya aku juga tidak bisa berbuat apa-apa.”
Jessica menarik nafas untuk menahan dirinya yang mulai sesenggukan.
“Aku percaya… karena kamu kekasihku…”
“Gomawo.”

**

Jessica kembali menemui Tiffany.
“Sudah kamu katakan?”
“Belum, aku tidak sempat mengatakannya.”
Tiffany menunduk dan menggigit bibir. Dia tidak ingin mengatakannya. Tapi dia juga tidak bisa menyuruh Jessica untuk mengatakannya, karena dia tidak boleh menelantarkan tanggung jawabnya sebagai seorang dokter kepada perawat.
“Fany ah, ada hal penting yang ingin kubicarakan.”
Tiffany mengangkat wajahnya. Melihat sorot mata Jessica, dia yakin masalah yang ingin dibicarakannya sangat serius.
“Langsung saja. Aku sudah dengar semuanya dari Taeyeon. Tak kusangka ternyata kau orang yang dicintai Taeyeon. Dunia itu sempit ya.”
“…………….”
“Fany ah, jujur. Kamu yang sekarang, nyanyian waktu itu juga. Apa kamu… mencintai Taeyeon?”
Tiffany sempat bimbang mengatakannya karena sekarang berada di hadapan Jessica, kekasihnya, tapi akhirnya dia memutuskan untuk mengaku.
“Ya, aku memang mencintainya.”

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Eien no Kizuna (Chapter 9)" (55)

  1. Jadi sedih nih thor u,u 😥
    Gak tahu hrus ngomen apa lagi.. Ini chap bener-bener bikin hati ini tersentuh deh.
    Yah udah jelas sekarang siapa cinta pertama Taeyeon? Gimana reaksi Jessica saat mengetahuinya. Dan, bagaimana Tiffany mau jawab jika Sicca nanya. Dan ternyata bagus juga dia jawab jujur, dari pada membohongi perasaannya lagi.
    Dinext chap ada apa yah? #MikirKeras
    Ditunggu thor next chapnya^^

  2. Heeaaaa semua sudah terungkap ini tinggal nunggu keikhlasan sica buat relain taeyeon sama fany aja~
    thor jgn bikin taeyeon meninggal ya nanti galau galau para LS hhe

  3. Wah..wah..aku suka tuh ama taeng yg posesif gitu..XD/

    Jeti entar mau jaga taeng sama samakan..u.u ??

  4. annyeong…

    “Ya,aku memang mencintainya”
    JEDEERRR!!!!kpala ssica unnie langsung kehujanan hahaha..
    akhirnya satu masalah udah ter ungkap..
    lalu gmna nasib ssica stelah pengakuan ppany unnie?biar waktu yg menjawab!!
    en engga ding,biar author ajj yg menjawab XD hehehe

  5. gmn tuh reaksi sica klo dya dh tau fany jg cinta sma tae,,,d tggu next chap’y thor fighting

  6. yulia elvira said:

    akhirnx taeyeon siuman jg n udh ingt ma sica n tiffany…^^
    wah sprtinx bkalan da antra sica dgn tiffany nich!? hehehehe
    d tnggu next s’lnjutnx..

  7. Wahh..
    Akhir nya sica tau klau fany cinta prtma nya taeyeon
    Ending nya kyk gmna ya ntr q pnsran hee
    Taengsic or taeny…
    Pa gak ma dua dua nya.
    D tggu klnjtan nya thor hwaiitiiing…

  8. Waaah, uda pda jujur2an neh. Truz gmna? Apa mau rela2an atau taeyeonnya bwat b’dua ja? *plak!
    Lnjt th0r!

  9. wah.. gw suka tae jujur bgd. lanjutin thor

  10. Ihh Taeng yang posesif, makin sukaaa………XD
    Wah, bnaran dijadikan stadium 3? Asyik, brarti Taeng masih punya harapan sembuh dong di FF ini.^^
    Itu Sica akhirnya tahu kbnarannya. Kasihan……….
    Taeng jadi pnulis? Pasti tulisannya tntang cinta prtamanya ama Fany tuh. Eh, tunggu, firasatku kok gak enak ya? Klo dia nulis buku n blum diprlihatkan ke orang lain, biasanya nih tanda2 tuh buku bakalan jadi ‘pninggalan trakhir’ alias Taeng mninggal? Jangan thor, kasihan……….
    Kayaknya chaptr dpan bakalan flashback masa lalu TaeNy, mngapa mrka bisa sampai brpisah. Bnar gak thor?^^

    • aku jd bingung sm jalan ceritanya, gara2 pd gak pingin sad
      hmm I dunno

      • Brarti tadinya mau dibuat sad ending ya? -_-
        HaHA mau dibuat endingnya kayak apa itu kan trsrah author. Reader mah trima jadi aja. XD
        Itu pasti flashback-nya TaeNy ada hubunganya ama “dia telah, dia telah…”, yang dkatakan olh Fany sblumnya.XD
        Taeng tlah mlakukan apa sih sampai Fany gak mau ktmu lagi ama Taeng? Ckckck…
        Pnasaran aku thor.^^ Cpat dilanjutkan ya. XD

      • yep dr awal jg udh hint bakal sad sih
        haha msh inget jg, sptnya yg paling terekam dlm otakmu XD
        amin, mudah2an idenya lancar

      • HaHA jlas masih ingat lah. Kan baru skitar bbrapa chaptr lalu. Update-nya juga cpat. Lagian sjak kalimat itu trlontar dari Fany, aku slalu pnasaran jadinya. XD
        Klo FF-nya TaeNy sad end sih gak apa2. Suadah biasa kok. Banyak juga mang FF TaeNy yang sad end. Walaupun ttap brharap happy end sih.^^ Klo author bikin FF YoonHyun yang sad end baru aku gak bisa trima, aku bakalan mencak2 marahin author n ngbash, marah2 di comnt tar (reader seenak jidat). XD

      • haha tp kok pernah baca ff yoonhyun yg sad ending 😛 wktu itu ngebash gak tuh wkwkwk

      • HaHA waktu itu baca kan gak tahu klo bakalan sad ending. Dikiranya bakalan sadar is Yoong. Gak nge-bash kok. Tnang aja, yang di atas aku cuma brcanda aja. Aku ini tipe reader yang trima jadi kok trlpas endingnya kayak apa.^^
        Klo mang sad yah apa bolh buat, namanya cuma baca n comment, masa mau ngatur2 critanya juga. Klo yang buat YoonHyun sad itu mang jarang2, jadi efeknya juga kuat, apalagi bias aku. Gak nge-bash, paling ngrajuk aja. XD
        Lagian waktu itu juga kan FF Inggris, jadi klo mau marah2 amauthornya juga gak enak, scara gak knal2 amat.^^
        BTW situ bilang klo saya masih ingan bagian yang “dia telah…dia tlah” itu, situ sndiri masih ingat aja klo aku prnah baca n sharing FF sad YoonHyun itu. XD

      • hmm, benar jg, memang jarang
        wkwkwk habis cm situ reader yg sering cerita2 dan ngeshare XD lagian lg pd topiknya jd mana bisa lupa

      • Klo bgitu, izinkanlah saya memperknalkan sbuah blog (WordPress juga) yang brisi FF panjang (sampai saat ini sudah sampai chapter 32) tntang hubungan cinta YoonHyun yang berliku2. Klo bagi yang suka YoonHyun (sprti saya ini) pasti akan menikmati membaca WP ini. Bagi yang tidak suka ataupun tak trlalu suka ada 2 kmungkinan: akan bosan dan brhnti di tngah jalan atau smakin pnasaran dan malah jadi Loyalist. XD
        Ini alamatnya: http://soshilovestoryfanfic.wordpress.com/
        Oh iya, pnulis blog-nya juga salah seorang reader-mu kok thor. Coba dibaca saja dulu. Nanti sampai chaptr trtntu ada chapter yang di-protect dan harus SMS author-nya buat dapat PW. Tar knalan aja.^^

      • wow smp 32, pasti loyalist bgt
        nanti aku coba liat

      • Ralat: Sampai chapter 36.
        Klo dilihat dari ‘Sepatah Kata’-nya sih katanya dia sbnarnya seorang Locksmith.^^

      • locksmith merangkap loyalist berarti

      • Sdikit teaser aja (klo banyak2 tar gak enak ama empu-nya FF n mngurangi rasa pnasaran saat membaca), di FF itu kbanyakan memang tntang YoonHyun karna author-nya fokus ke pairing satu ini n gak mau merembet ke mana-mana. TaeNy moment ada sdikit di bbrapa chaptr (sprti biasa ttap mesum lah pasangan TaeNy itu). XD
        YulSic pairing lbih banyak daripada TaeNy moment, tapi di sini mrka jadi pairing yang cukup dewasa n gak se-byun TaeNy.^^
        Untuk SooSun lbih banyak daripada TaeNy n YulSic (bahkan ada 1 chaptr khusus full SooSun n 1 chaptr dominant SooSun).^^ Soo jadi ‘jerapah mesum’ disini.
        Sisanya mostly YoonHyun moment. XD

      • ow gitu, tp kadang gak gitu suka jg kalau berasa ooc
        TaeNy dan Soo pelaku byun spt biasa XD

      • Oh iya thor, knapa judulnya ‘Eien No Kizuna’? Knapa pakai bahasa Jepang? Kan lbih cocok klo pakai Bahasa Korea gitu kayak ‘Gidarida’. Jangan2 author gak tahu Bahasa Korea-nya ya? (Aku juga gak tahu sih). XD

      • memang gk tau b.koreanya
        tp memang sekali kali pingin bikin judul b.jepang 😉 mereka kan sering debut di jepang jg soalnya, lagu jepangnya jg banyak

      • Oh trnyata bnaran karna gak tahu bahasa Korea-nya? Padahal aku ngomomg gitu tadinya brcanda aja. XD
        Sbnarnya gak OOC bangt. Yuri ttap player tapi sudah tobat abis ktmu Sica. Klo Sica juga ttap dingin sprti biasa. Gak se-byun TaeNy di sini lbih karna mang gak ada yang bisa nandingin pasangan mesum ini. Kayaknya couple ini punya slogan ‘kapan saja dan dimana saja’. XD
        Tnang aja kok, FF-nya gak OOC n mnarik kok. IMO lho.^^
        Yah, padahal sndirinya suka bikin karaktr yang OOC. XD
        Taeng di sini n di Gidarida gak byun n dorky sama skali, malah jadi romantic n charismatic + cool gitu. Walau (aeng juga aslinya charismatic n cool sih.
        Yang pas di yandere Fany itu Fany juga OOC bangt.^^
        Seo juga kadang2 dibuat sdikit OOC kayak yang pas dia lang tahun itu mimpi yang gak2.^^

      • Hmm memang sih
        Tp aku sdh berusaha supaya gak terlalu ooc.. kan gak mgkn jg Tae mau dorky trus, apalg ceritanya serius
        Kalau yandere fany sih memang iy, tp ada yg bilang cocok jg tuh XD

  11. Ahhgggrrr… JINJA!!!!!
    TaeNy udah jujur ma Sica..
    Nah Sica aq gk bsa bayangin gmn rsany jd dia.. Hurt Hurt Hurt.

    Itu kanker Taetae udh stdium 3 lg..
    Ini Taetae ny bkalan smbuh kan y?!

    Wookehh… Next chap jgn lma2 thorr Fighting!!!

  12. senang banget kenyata’annya taeyeon udah mengingat fanny tapi untuk kenyata’an yang satu lagi bahwa taeyeon terkena kanker stadium 3 och no,.,

  13. sepertiny konflik akan bertambah. Aku suka kata2 Tae ke Sica “Aku Sangat Mencintaimu” . Sica unnie pertahankan cintamu ke Tae unnie. *digaplokFany unnie . 😀

    Hidup Taengsicles !! Hahahaha *dikeroyokLS.

    Semangat unn buat chapt depan . 😀

  14. mrz_love_taeny said:

    semakin complicated
    taenya disembuhin dong thor please bikin happy ending dong u.u
    Gk tega liet taenysic kyk gini terutama tae nya
    ehm makin salut ma tae karena dia mau jujur k jessi

  15. Omaigah thor !! Makasih bangeet udah update! Duh keren keren bangeet ceritanya sumpah!! Hwataeng thpr !! penasaran sama kelanjutanya plis bangeet TaeNy atau TaengSic bersatu!! Taeng nya jangan mati thor:(

  16. blackpearljess^^ said:

    Wahh fany n tae lngsung jujur2an gtu ke sica,, *apadah bahasany??!!^^*
    Kasian sica double shock bahkn triple deh,,
    Heeehee,,
    Tambah, makin n sngt penasaran deh thor,,

    D tunggu lnjutanny y,,
    Mksh^^

  17. skarang masih penasaran ama kalimat “tapi dia kan Sudah…..sudah…..” di beberapa chapter lalu……
    dah dapet gambarannya sih…..klihatannya hal itu yg membuat Fany marah sama Taeyeon dan akhirnya dia pergi/…….sayang skali kepergiannya dimana dia akhirnya sadar akan perasaannya sama Taeyeon harus menjumpai situasi dimana taeyeon adalah milik orang lain

  18. taengfany said:

    Eeuuggghhhh
    Mepet bgt tbc’a
    Kepo tingkat dewa!!!
    D’tunggu lanjutan’a

  19. Hemmz.
    Kebongkar semua, jadi taengsic? Bagaimna ya?

  20. akhirnya…
    pasti chapter-chapter berikutnya makin seru.
    tae gentle banget pas ngaku ke sica.
    keren un..
    jempol 99
    😀

  21. Taeng jujur banget jadi orang ‘-‘
    inget tiffany sicanya dilupain langsung
    “Ya,aku memang mencintainya”
    tiffany langsung to the point banget ya

    and thor lanjutin yang cinta segisembilan’a thor aku juga nunggu ff itu
    semangat thor ^^

  22. Aw aw awwww pendek thor tapi kena..kkkk
    udh jelas smuanya skrng..cmn masi penasaran sm pnykit kankernya taeyeon..jgn dibikin mati y taeyeonnya..?? XD

  23. Suka banget Thor
    apa pun tar jdi a mau taeny taengsic maupun jeti aq suka good job Thor

  24. mianhae unnie, udah lama ga mampir. semester 2 ini sibuk sekali >,<
    mianhae lagi langsung komen chap ini.
    aku nangis baca chap ini. unnie buat karakter sica menghayati sekali. seneng sih tae udah inget lagi tapi kasian sica. trus itu tae jujur banget yaa, fany first lovenya.
    sakit banget pasti rasanya TT

  25. amelTaeGangster said:

    Taeyeon so gentle,, karakterny di sini bner” gentle….

    Ak mencintaimu jg Tae… *digampar Jeti, hhee.

  26. Akhiirnya terungkap sudah…
    Untung TaeNy jujur-jujuran, jadi nanti gak ada yang lama tersakiti~
    Sica, kuat yah!

  27. lee deyeon said:

    Woooo bner dah pas Taeng dah sadar psti keadaan nya bkal runyam..
    Sica psti ga mau ngelepasin Taeng untuk cinta prtama nya, Taeng jdi bngung dah mau mlih ya mana..

  28. TaeNySic Jjang said:

    TaeNy ngaku juga akhirnya…
    Taeng pasti bingung mau pilih Jessica atau Tiffany
    Sabar ya Taeng….

  29. hennyhilda said:

    Haduhhh aq baca nya jd H2C
    semangat author
    ganbatte

  30. Ahh sicaaa pasti hati loe skrg lgi nyut-nyutan yaa skrg.?? Bca next ah thor

  31. novilrs said:

    tae nya cemburuan kwakkaw fany ngenes bgt deh, klo gk ngintip kamar nya tae pasti nangis mulu

  32. Stadium 3?? OMG….

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: