~Thank you for your comments~

Eien no Kizuna (Chapter 8)

A/N : Happy Birthday woori Sooyoung ^O^
H4ppy Ch1n3s3 N3w Y34r juga buat yang merayakan *plak lupakan bahasa alay 😛

Jessica berjalan menuju kamar Taeyeon. Beberapa pasien yang dilewatinya, terutama yang muda-muda menggodanya. Malah ada juga yang melambai-lambai dengan bersemangat.
“Sicaaaa~ lihat sini dong~”
“Kyaaaaa perawat Sica! Aku…! Padamu!”
“Noona! Suaramu indah sekali!”
Jessica hanya memberi senyum seadanya pada mereka sambil meneruskan langkahnya. Jessica menghembuskan nafas lega setelah bersembunyi dibalik daun pintu kamar 903. Taeyeon sudah mendengar apa yang terjadi diluar, apalagi melihat ekspresi Jessica, dia tidak dapat menahan tawa.
“Buh! Hahaha.”
“Eh Taeyeon, kamu malah ketawa.”
“Hahaha, habis kamu populer sekali. Ini sudah hari kedua.”
“Ne, dan mereka masih belum berhenti. Aku sudah kayak artis dalam rumah sakit. Tiffany juga bernasib sama, hari ini saja sama seperti kemarin. Ada beberapa pasien yang datang bukan untuk periksa, tapi cuma untuk menemui kami!”
“Wah, mungkin aku harus minta tanda tanganmu dulu sebelum terlambat. Kalau sekarang kan aku nggak perlu ngantri.”
“Ihh apaan sih!”
“Hahaha!”
Jessica berjalan ke dekat jendela dan membuka tirainya untuk membiarkan sinar matahari masuk.
“Mungkin aku nggak usah balas senyum mereka dan pasang wajah esku saja ya? Habis kalau kuladeni terus mereka nggak ada habis-habisnya.”
“Nanti kamu malah dikira perawat tsundere.”
“Benar juga, serba repot.”
“Hari ini kamu juga akan bercerita?”
“Ne, kalau kamu masih mau mendengarkan,” kata Jessica sambil duduk di kursi spesialnya, yaitu di sebelah ranjang Taeyeon.
“Tentu saja aku mau mendengarkan.”
“Takutnya kamu bosan.”
“Andwae, kalau mendengar ceritamu aku jadi seperti kembali ke masa kecil. Saat mendengar Umma mendongeng untukku. Jadi nostalgia…”
“Taeyeon, aku bukan Ummamu ya.”
“Haha iya aku tahu, aku cuma menggodamu.”
“Jadi mau mulai darimana? Sejujurnya ada begitu banyak yang ingin kuceritakan hingga terkadang aku bingung harus memulai dari mana.”
“Tidak usah berurutan juga tidak apa-apa.”
Jessica memandang keluar jendela. Diluar matahari bersinar dengan cerah.
“Taeyeon, bagaimana kalau aku menceritakannya sambil kita jalan-jalan di halaman rumah sakit? Daripada di kamar terus. Sekali-kali kamu perlu keluar untuk mendapat udara segar.”
“Bagus juga Sica, aku mulai bosan sama pemandangan kamar yang terus sama.”
Ketika Taeyeon hendak menurunkan kaki dari kasurnya, Jessica cepat-cepat mencegahnya.
“Tunggu, aku ambilkan kursi roda.”
“Sica, aku sudah tidak apa-apa.”
“Apanya yang tidak apa-apa, kemarin kamu kecelakaan parah! Jangan lupa tulang rusukmu sempat patah. Dan itu bukan hanya satu tapi tiga! Ditambah dengan alergimu! Aku tidak mau kalau sampai terjadi apa-apa denganmu dan kamu harus diopname lebih lama!”
“Iya iya, kamu khawatiran sekali.”
“Taeyeon, kamu boleh anggap aku terlalu overprotective atau apalah, tapi aku melakukan semua ini demi kebaikanmu.”
“Iya, aku tahu kok, gomawo.”
Jessica pergi dan kembali tidak lama kemudian dengan kursi roda yang terlipat.
“Sica ya.”
“Hmm?”
“Saranghaeyo.”
“Ah apa sih tiba-tiba.”
“Hehe, aku cuma mau bilang begitu ke kekasihku sendiri. Selama di rumah sakit aku belum pernah mengatakannya kan?”
“Ya kamu belum.”
“Mudah-mudahan aku tidak membuatmu merasa kesepian…”
“Aku mengerti kok.”
Taeyeon duduk di kursi roda dan Jessica mendorongnya keluar.
“Nah, ayo kita ke halaman.”

**

Di halaman rumah sakit yang khusus didesain untuk para pasien, banyak orang-orang berpakaian putih serta pengunjung berlalu lalang, rata-rata mereka sedang membawa jalan-jalan pasien berpiyama hijau rumah sakit. Beberapa dari mereka ada yang berkursi roda dan ada juga yang lengannya masih terpasang jarum infus yang kantongnya digantung di tiang dan bisa didorong.
“Indah sekali ya. Untung kita keluar, mumpung cuaca lagi cerah juga.” Jessica mendorong kursi roda Taeyeon berkeliling taman. Dia terlihat sangat menikmati waktunya dengan Taeyeon.
“Lihat, kupu-kupu.” Jessica menunjuk ke arah dua ekor kupu-kupu kuning yang berterbangan di sekitar bunga-bunga yang bermekaran. “Kamu suka kupu-kupu kan, Taeyeon? Aku menyadarinya karena kamu mencantumkannya dalam tanda tanganmu.”
“Ya, aku suka mereka. Mereka makhluk yang cantik.”
Selama beberapa saat mata mereka terus memandangi kedua kupu-kupu yang terlihat seperti sedang menari-nari.
“Mereka pasti sepasang kekasih,” ujar Taeyeon yakin.
“Kenapa kamu berpikir begitu?”
“Lihat saja mereka sangat akrab, seperti kamu dan aku.”
“Oh, haha, Taeyeon kamu lucu!” Jessica merasa gemas dan memeluk kepalanya.
Taeyeon merasa sedikit tersipu karena kepalanya bersandar tepat di dada Jessica.
“Taeyeon, tahukah kamu?”
“Ya?”
“Nan naega neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu joha.”
Taeyeon tersenyum bahagia mendengar deretan kata-kata yang panjang itu. Hatinya berbunga-bunga. Sungguh kata-kata Jessica jauh lebih indah daripada taman di sekelilingnya.

Tiffany POV

Keesokan harinya, matahari sudah membagikan sinarnya saat aku terbangun. Kucoba mengangkat kepala yang terasa berat. Rasanya aku masih pusing, entah karena kurang tidur atau karena terlalu banyak pikiran. Tentang dia yang tak kunjung mengingatku…
Setelah sarapan seadanya dengan sepotong roti bakar dan segelas susu. Aku mandi dan berpakaian setelah itu mendekati meja rias. Melihat laci meja riasku yang berantakan karena akhir-akhir ini aku belum sempat membereskannya, aku terpaksa mengeluarkannya sebagian. Lipstik, bedak, parfum, mascara, sampai aku menemukan sebuah kotak kecil putih.
Jantungku langsung berdebar lebih cepat. Entah sudah berapa lama aku melupakannya. Kubuka kotak tempat aku menyimpan kalung gembok itu. Kuraih kalung itu. Kuperhatikan setiap lekuknya yang menjadi pemandangan indah di mataku.
Lagi, kalung itu berhasil memunculkan sebuah sensasi hangat dalam dadaku. Aku mengecup lembut kalung itu. Air mataku jatuh tanpa ijin. Sudah lama sekali, tapi kenangan itu masih terbekas dengan kuat. Seolah baru terjadi kemarin.
“Waaaaa~”
“Suka? Aku juga punya pasangannya, ini.”
“Manis… aku suka sekali, gomawo.”

“Taetae…”
Tapi kemudian terjadi kejadian itu… yang membuatku secara tidak langsung memutuskan persahabatanku dengannya. Dan pada akhirnya aku menyesalinya. Mungkin karena aku masih sangat muda pada saat itu, harga diriku yang tinggi telah menciptakan jurang yang tak mungkin dapat kuseberangi. Menahanku untuk menemuinya kembali.
Dan sekali lagi, dia kembali muncul di hadapanku dalam keadaan lupa ingatan. Dan dia sudah jadi milik orang lain.
Oh Tuhan… harus kukemanakan perasaan ini?
Kudekap kalung itu di dadaku, berharap dengan begitu dapat meredakan rasa sakit di dadaku.
Andai… aku bisa membuat obat untuk meredakan sakit hati…
Walau seorang dokter aku tetap tak mampu membuatnya…

**

Third Person POV

Taeyeon sedang berkeliling di dalam di rumah sakit menggunakan kursi roda. Kali ini tanpa ditemani Jessica. Karena dia tidak ingin hanya terus berbaring saja. Sebenarnya dia tidak mau memakai kursi roda, tapi entah kenapa kalau berjalan tubuhnya sempoyongan. Dan dia tidak mau membuat Jessica mengkhawatirkannya.
Taeyeon mengedarkan pandangan ke segala penjuru. “Woh? Disana ada yang sedang syuting drama. Hmm, drama dengan setting di rumah sakit ya?”
Taeyeon sedikit tertarik dan ingin melihatnya dari dekat.
“Ah tapi jangan deh, aku kan hanya figuran nanti malah mengganggu.”
Kemudian dia membatalkan niatnya. Tiba-tiba seorang yeoja cantik berjas putih menarik perhatiannya. Taeyeon langsung tahu kalau dia adalah dokter. Ternyata dokter itu adalah Tiffany. Sesaat Taeyeon mengagumi caranya berjalan. Terlihat anggun dan dewasa.
Terdengar suara seorang yeoja berseru. “Fany ah, I love you~!”
“I love you too!” balas Tiffany.
“Aku suka suaramu noona!”
“Gomawo!”
Beberapa pasien menyapanya, Tiffany membalasnya sambil tersenyum. Benar-benar dokter yang ramah.
Hehe, benar-benar seperti perkataan Sica, mereka seperti sudah punya penggemar saja, batin Taeyeon.
Taeyeon sedang berpikir tidak ada salahnya dia ikut menyapanya juga. Karena Tiffany adalah dokter yang mengoperasinya. Dan juga kejadian saat curhat kemarin dan kejadian-kejadian sebelumnya membuatnya merasa lebih akrab dengan dokter bernama Tiffany itu.
Mendadak pikiran iseng telintas di otaknya. Kedua tangannya mengayuh kursi rodanya dengan cepat mengejar Tiffany. Taeyeon bermaksud ingin mendekati Tiffany diam-diam dari belakang dan mengagetinya.
Tiffany masih tidak sadar dengan kehadirannya dan terus berjalan di lorong di depannya.
“Hehehe.” Taeyeon semakin menutup jarak di antara mereka walau dia agak kepayahan juga karena harus mengejarnya sembari naik kursi roda.
Tiba-tiba saat melewati persimpangan, Tiffany tidak sengaja menyenggol kereta obat yang sedang didorong oleh perawat dari arah lain. Dua botol obatnya berjatuhan dan pecah.
“Kyaaaaa mianhae!”
Taeyeon menghentikan kursi rodanya dan tertegun melihat kecerobohan Tiffany. Diam-diam dia membatin.
Wuah, benar kata Sica, dokter Tiffany orangnya ceroboh sekali, pantas saja dia sering ditegur.
Perawat itu mengomelinya. “Lagi?! Dokter! Ini sudah kedua kalinya dalam dua bulan ini!”
“Mianhae! Jeongmal mianhae! Akan kuganti!”
Tiffany membungkuk meminta maaf kepada perawat itu.
Ketika Tiffany membungkuk, sesuatu berjuntai di lehernya. Kalung berbandul seperti gembok. Saat mata Taeyeon tidak sengaja melihat gembok itu.
DEG
Mendadak hatinya seperti dilanda rasa perih yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata.
“Lain kali lebih hati-hati kalau jalan, mengerti?!”
“Arraseo…”
Bibir Taeyeon seperti bergerak sendiri. “Mi Young?”
Mendengar nama itu dipanggil, mata Tiffany membulat. Tiffany mengangkat wajahnya dan berpaling ke arah suara itu berasal. Tidak ada yang memanggilnya seperti itu selain…
Sekejap mata mereka bertemu dalam satu garis lurus. Dada Tiffany bergemuruh.
“Tae…”
Taeyeon masih terdiam sambil menatapnya di kursi roda. Dia sendiri tidak tahu apa yang baru saja dikatakannya.
Tiffany segera melesat ke sisi Taeyeon dan meremas bahunya.
“Ini aku Mi Young, Taetae! Kau sudah ingat aku?!”
Taeyeon memperhatikan wajah yeoja yang setengah berteriak di depannya. Ingatannya masih sedikit berkabut.
“Mi…Young? Mi Young… Mi Young…” Taeyeon mengutarakan nama itu berulang-ulang seolah-olah mau membangkitkan kembali ingatannya.
Tiffany masih menatap Taeyeon dengan wajah harap-harap cemas.
Mendadak sekelebat bayangan terlintas kembali dalam kepala Taeyeon.

“Taetae! Berhenti memanggilku dengan ‘Mi Young’!”
“Ahaha, boleh dong. Kau saja memanggilku dengan Taetae.”
“Ya, tapi aku tidak suka nama itu!”
“Kenapa tidak?”
“Karena kuno dan aneh!”
“Masa sih? Menurutku terdengar cantik kok.”
“Kau cuma menggodaku.”
“Benar kok, sungguh. Pokoknya aku akan memanggilmu Mi Young.”
“Ahhhhh! Nanti kuadukan ke Ummamu biar dia memarahimu!”
“Haha, kamu lucu. Hanya kugoda dengan nama Koreamu saja kamu marah. Mi Young~ Mi Young~”
“Taetae ah!”
“Hei, tidak adil kalau hanya kamu yang memanggil Taetae, jadi biarkan aku memanggilmu Mi Young, Mi Young.”
“Tidak! Pokoknya tidak! Kalau kamu tidak berhenti juga maka aku tidak akan mau bicara denganmu seminggu!”
“Ah arraseo arraseo. Jangan ngambek hanya gara-gara hal kecil begitu dong, Tiffany.”

“Tiffany?”
Air mata menitik keluar dari mata Taeyeon. Melihat air mata itu, Tiffany segera mendekatkan wajahnya untuk membiarkan Taeyeon mempelajari lekuk wajahnya dengan lebih seksama. Hidung itu. Mata itu. Bibir itu. Sorot matanya yang memancarkan kelembutan dan kasih sayang.
“Nggak mungkin… ini benar kamu Tiffany…?”
“Ne! Ini aku Taetae!”
Taeyeon mengangkat tangannya dan menyentuh pipi Tiffany dengan jari gemetar. “Sudah lama sekali… rasanya aku nggak percaya… a-aku nggak sedang bermimpi kan?”
Mendengar itu mata Tiffany mulai berpendar oleh air mata.
“Aniya! Kamu tidak sedang bermimpi Taetae!”
“A-ah, begitu banyak yang ingin kukatakan. Kukira kamu nggak akan mau bertemu denganku lagi…” kata Taeyeon dengan napas tercekat.
Tiffany menggeleng dan segera merangkul Taeyeon yang masih duduk di kursi rodanya. Tidak peduli sekarang mereka menciptakan drama di hadapan pasien dan perawat lainnya.
Taeyeon membalas pelukan Tiffany. Tiffany merasa rindu dengan dekapan tangan Taeyeon di punggungnya.
“Aku selalu ingin minta maaf sama kamu soal kejadian waktu itu…”
“Gwenchana, aku sudah tidak marah lagi kok!”
“Aku sangat merindukanmu…”
“Aku juga sangat merindukanmu Taetae! Selalu!”
“Aku masih mencintaimu Tiffany… dari dulu… sampai sekarang.”
“Iya, iya,” Tiffany mengangguk. Air matanya mengalir semakin deras.
“Ahh, pelukanmu hangat sekali Tiffany… kalau saja aku bisa aku jadi orang yang kamu cintai dan berada dalam pelukanmu selamanya… aku rela memberikan apapun itu…”
“Bisa! Kamu bisa Taetae! Karena aku juga mencintaimu! Aku akan terus memelukmu kapanpun, selama yang kau inginkan dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi…”
“Semua ini terlalu indah… kalau mengingat apa yang pernah kulakukan padamu rasanya aku tidak pantas mendapatkan ini…”
Taeyeon tidak tahu kenapa tapi dia merasa ada yang salah dengan pendengarannya. Suara Tiffany terdengar lebih kecil padahal Tiffany jelas-jelas bersuara melengking di dekat telinganya. Tubuhnya juga dari tadi terasa lemas.
Tapi tidak, dia tidak mau pingsan sekarang. Tidak setelah dia sedang berada dalam kebahagiaan atas reuni mereka ini!
Mendadak kepalanya diserang rasa sakit yang luar biasa. Berdenyut-denyut. Meremas-remas. Seakan-akan mau meledak.
“Aaaaaaa…!”
“Taetae?!”
Taeyeon memegangi kepalanya dan memekik tertahan.
“Taetae, kamu kenapa?!”

Jessica lewat tidak jauh dari tempat mereka berada.
“Aneh, kok disitu banyak yang berkerumun juga? Bukannya syuting dramanya disana?” merasa penasaran Jessica mencoba berjinjit. “Ada apa sih?” tapi dia tetap tidak bisa melihatnya karena terhalang oleh kepala-kepala dan bahu.
“Ya!”
Suara Tiffany yang sarat dengan nada cemas langsung membuatnya bertanya-tanya.
“Apoooo…!”
Mendengar suara yang sangat dikenalnya itu jantung Jessica langsung berhenti berdetak.
“Taeyeon?!”
Jessica berlari menerobos kerumunan pasien dan tamu.
“Permisi! Beri jalan!”
Sampai di tengah, Jessica melihat Tiffany setengah memeluk Taeyeon, sedangkan Taeyeon terlihat kesakitan sambil memegangi kepalanya.
“Kenapa dengan Taeyeon, Tiffany?!”
“Tidak tahu! Tiba-tiba saja dia mengaduh kesakitan padahal tidak ada apa-apa!”
Tidak lama kemudian Taeyeon tak sadarkan diri.
“Jessie, cepat ambilkan brankar!”
“Ya!”
Kemudian Jessica dan Tiffany cepat-cepat membawa Taeyeon untuk diperiksa.

**

Mendengar semua kenyataan yang diungkapkan Tiffany, Jessica merasa seluruh isi ruangan seolah berputar. Seperti ada tombak menghujam dadanya.
“Tidak… aku tidak mau percaya… tapi… kanker otak?!”
“Ya… sudah dipastikan menurut hasil MRI scan,” ucap Tiffany tak kalah pedihnya.
“Andwae! ANDWAE!” pekik Jessica tidak rela. “Pasti ada kesalahan diagnosis!”
“Tapi dokter yang ahli dalam bidangnya juga sudah mengatakan begitu…” Tiffany menggigit bibirnya.
“Taeyeon kekasihku… kekasihku… kenapa dia harus mengalami hal ini… padahal sampai kemarin kami masih bahagia bersama! Kalau begini aku tidak akan bisa melihat tawanya yang lepas lagi!”
Jessica ingin marah-marah meski dia tidak tahu kemarahannya itu mesti dilampiaskan kemana. Akhirnya dia hanya menangis tersedu-sedu.
“…………….” Tiffany hanya bisa menekuri lantai. Menahan perih di dadanya.
“Sica… pernahkah kamu terpikir kalau hilang ingatannya Taeyeon bukan disebabkan oleh kecelakaan tapi karena kanker?”
“…………….”
“Andai waktu itu aku memeriksa otak Taeyeon begitu tahu dia kehilangan ingatan… ini semua salahku…”
“Bukan Fany ah, aku yang lebih bersalah. Padahal aku tahu kalau Taeyeon akhir-akhir ini sering merasa sakit kepala… tapi aku mengabaikannya dan mengira itu cuma diakibatkan oleh lupa ingatan… sebelum dia mengalami kecelakaan pun aku cuma menganggapnya sakit kepala biasa.”
“Sakit kepala? ………..tunggu, apa selama ini Taeyeon tidak pernah menunjukkan gejala-gejalanya?”
“Gejala…”
Jessica dan Tiffany mencoba mengingatnya kembali. Dan kesadaran itu menyentakkan mereka.

“Mianhae, mendadak aku merasa mual…”
Responnya menurun, terbukti dari Taeyeon tidak langsung merespon ketika namanya dipanggil atau tidak langsung menyadari kehadirannya.
Taeyeon sering merasa ngantuk berkepanjangan biarpun sudah cukup tidur.
Taeyeon sering merasa badannya lemas.
Taeyeon sering merasa sakit kepala.
Taeyeon kelihatan sulit mengingat kembali.
Dan Taeyeon memakai kursi roda karena jalannya sempoyongan.

Kedua tangan Jessica meremas rambutnya dan memekik histeris.
“Jadi…! Jadi! Ini salahku! Aku sama sekali tidak menyadarinya meski aku sering berada di dekatnya! Aku tidak mengira keluhannya jauh lebih serius! Huwaaaaaaaa!!”
“Sica! Sica! Tenang! Jangan salahkan dirimu!” Tiffany memegang tangannya berusaha menenangkannya, tapi terkejut karena Jessica langsung menepis tangannya dengan kasar.
“Kau tidak perlu menghiburku! Kenyataan memang akunya yang salah! Padahal aku kekasihnya tapi aku-!”
PLAK!
Mulut Jessica langsung bungkam. Dia memegang pipinya dan menatap Tiffany tidak percaya. Seumur-umur baru kali ini dia ditampar, apalagi sama teman seumurannya. Jessica melihat rasa sakit yang sama besarnya terpancar di mata Tiffany.
“Mianhae aku menamparmu. Tapi aku mau kamu tenang.” Tiffany meraih Jessica ke dalam pelukannya. “Aku mengerti perasaanmu… kita syok, itu sudah pasti. Tapi… kita adalah dokter dan perawat. Selain sebagai pembelajaran buat kita ke depannya, kita juga harus kuat demi pasien. Karena kita harus sama-sama berjuang melawan penyakitnya bersamanya…”
Saat mengatakan kata-kata itu Tiffany menitikkan air matanya diam-diam, tapi terdengar dari suaranya yang parau. Jessica tidak sanggup menjawab dan memilih mengetatkan pelukan dengan isakan yang membuat tubuh mereka sama-sama berguncang.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Eien no Kizuna (Chapter 8)" (55)

  1. annyeong…

    yeahh akhirnya taeng udah ingat ma ppany *prok!prok!prok!
    t-tapi koq d akhir taeng malah kena kanker?otak lagi..jgn ampe karna tu pnyakit,ingatan taeng ilang lagi.huuuaa andwee!! #knapa jd ngeness gini sih unn u,u

    and saengil chukka hamnida uri sooyoungie unnie,wish u all the best!!
    —jjalja~*bbuuiing-bbuuiing*—

  2. Apaini..apaini..apaini…????
    Setelah kecelakaan..trs amnesia..trs udh inget sm miyoung trs tiba2 punya kanker otak..???? OH MY…!!
    Authooorr ngga kasian apa sm taeyeon..?? Hiks hiks
    update soon..!!

  3. Happy Birthday for my Sooyoungie^^ #kissjauh
    Aih koq jadi sedih begini yah thor? u,u 😦
    Seneng udah ingat ma Fany. Tapi, Sedih diakhir 😦
    Thor.. Jangan bilang kalau setelah ini Tae lupa lagi. Bisa sedihnya berkepanjangan nih. Huwaaaaaaa!? 😦
    Berharap aja dinext chap heh~
    Ditunggu thor next chapnya. 😀

  4. Bahagia karena Tae sudah ingat. Tapi kenapa jadi begini? Jangan bilang Tae nanti mati. Ah, kyaaa… T__T

  5. ujung2nya kayak jadi jeti wkwkwkwkw

  6. mrz_love_taeny said:

    Perasaanku ma cerita ini knp mengatakan klo bakal sad ending ya u.u
    knp tae disini slalu sakit2an abis kecelakaan sekarang sakit nya tmbh parah lg kanker otak
    kapan thor penderitaannya tae berakhir…? !
    seneng sih dia udh bs nginget ppany tp tmbh nyesek stlh tau si tae kena kanker u.u
    sica jg kasian bgt pst dia jg terpukul
    wueeee knp disini cast nya tersiksa smua thor T.T

  7. Gila, lo demen banget nyiksa para pemain di ff parah kayak bayaranya gede gajah u,u #plak

    Gila, sad ending nih pasti..parah kangker otak bo gue ga yakin bisa sembuh dan kalo iyah ribet proses penyembuhanya..padahal taeng baru aja inget ama pany..woy untung sica ga denger pas pengakuan cinta taeny kalo denger..auah -_-

  8. TaeNy4Ever said:

    sblum’a aq mau ngucapin slmat Ulang Tahun buat Sooyoung Eonni..smoga sehat slalu….>>>akhir’a Tae ingat jga sma Fany,,kcerobohan Tiff ada untung’a jga…>jdi Tae amnesia bkan krna kcelakaan,tpi krna kanker,,,mkin sedih aja crita’a thor…>cpat dilnjt thorr,and buat TaeNy cpat ber1,Sica ntar sma aq aja..>

  9. TaeNy4Ever said:

    sblum’a aq mau ngucapin slmat Ulang Tahun buat Sooyoung Eonni..smoga sehat slalu….>>>akhir’a Tae ingat jga sma Fany,,kcerobohan Tiff ada untung’a jga…>jdi Tae amnesia bkan krna kcelakaan,tpi krna kanker,,,mkin sedih aja crita’a thor…>cpat dilnjt thorr,and buat TaeNy cpat ber1,Sica ntar sma aq aja..>HWAITING

  10. Baruuu aja ngerasa senang karena Tae udah ingat Fany, eh gapake aba-aba authornya langsung bikin reader sedih.
    hiks hiks huwaaaaaa’ 😥
    TToTT

    Tolong sembuhin Taeng, Thor.
    kesembuhan Taeng ada ditanganmu, bukan ditangan Dokter Tiffany & Perawat Jessica :'<
    *AuthorLangsungTengakTengokTangannya*
    wkwk

    Soyoungiiiee . . . HBD ya.
    wish longlife and happylife ^^

  11. ky’y bkal sad ending nh,,,tpi moga ja g,,,ap jgn2 ntar mlah jadi jeti lg hehe,,,fighting thor,,,

  12. Huaa.. Tae.. Kenapa derita mu bnyak sekali…
    Hiks,hiks, …. Sakit aku bacanya, *lebay. Daebak thor cerita mu menguncang perasaanku. Hiks,hiks daebakk daebakk!!!

  13. Ciyeeee taeng inget pany.. Ciye ciye.. Haha
    Wow.. Kanker ternyata..
    ahhh kasian..
    penasaran ama lanjutannya..
    ditunggu authornya!! 😀

  14. T.T aku gk bisa ngomong apa-apa
    authornya seneng bikin sad ff y padahal baru inget sama tiffany U.u
    apa berakhiran di alang kuburkah si tae (?)*plak
    dan akhirannya JeTi kah ?

    And HBD Buat SooYoung
    Ditunggu next Chapter thor
    SEMANGAT!

  15. Krystalized said:

    sepertinya taeng bakalan death , kekekeke
    terus………. Biarkan My JeTi menyatu kekeke

  16. Aaaaaa TaeNy Comeback !!!! Yeeeesh, thor plis sembuhkan Taeng di Chap selanjutnya u,u gak tega

  17. Aku pilih TaengSic ! Hidup Taengsicles !!*digebukinLocksmith.. Hahaha ..Makin runyam ya , Triangle Love.. 😀

    Happy birthdaY SooYoung Unnie !! Semoga makin sukses.. 🙂
    semangat unnie buat chapt dpan . 🙂

  18. Yeay taeng udh inget ma ppany….
    Tpi kok mlah taeng ny kna kanker otak.. Ohh.. Monta obat AC-7 aj ke SeungHyun oppa #TheThirdHospital…

    Eh.. Sica gk tau msa lalu taetae y… Ntar klo tau gmb konflikny y… Penasaran.. Ceritany keren.. Fighting author..^^

  19. Taeyeon manusia malang hhe
    Ya amoun ya ampun thor itu yang ciri ciri kanker otak asli?ko ada sebagian yang sama ya kyyaaaa harus periksa ini mah

  20. mw0o? Kanker otak? Andwee… Pendritaan apa lg ini? Tae bru ja inget. Maza uda zkit lg. Huee…

  21. taengfany said:

    Kanker???
    Oh my god
    Jgn lg
    Jgn sad ending
    Please
    Udh nggk kuat liat taeny kaya gni thor
    Sedih bgt sumpah deh
    D’tunggu lanjutan’a

  22. Wah, awalnya drama TaengSic, abis itu jadi drama TaeNy, di akhir jadi drama JeTi. XD
    Yah, Taeng kanker otak? Sudah stadium brapa thor? Apakah masih ada harapan untuk dislamatkan? Aku baru tahu amnesia bisa disebabkan oleh kanker otak???
    Yah, brharap yang trbaik aja deh buat Taeng smoga cpat sembuh dan bisa memilih di antara Sica n Fany. Sayang banget tuh, padahal baru juga dia ingat Fany. TaeNy moment-nya walaupun singkat, tapi sangat dramatis, hiks…….
    Atau jangan2 ini ide author untuk ‘mematikan’ Taeng, shingga endingnya tar jadi JeTi (coz rasanya author blum prnah buat FF dngan pairing JeTi sblumnya).^^ Klo iya, kasihan dong Taeng.

    • Mengenai stadium brp msh bingung aku
      Penyakit ini hint tersembunyi yg aku bilang hoho, udh ada dr awal chp
      Entah aku cuma ngarang soal amnesia, habis menurut yg aku baca itu menurunkan daya ingat
      Hmm jeti blh jg wkwkwk 😀

      • Aku tahunya sih ini mang pnyakit mematikan. Tapi klo buat amnesia sih rasanya tidak. Klo berkurangnya daya ingat iya, biasanya untuk ingatan2 jangka pendek. Klo amnesia kan jangka panjang. Biasanya sih gak sampai bgiitu kok. Yang pasti sakit kpala bagai mau pilih mati aja sih sudah pasti. >.<
        Stadium 3 aja thor. Jadi masih ada harapan sembuhnya. Klo stahu aku sih stadium 1 n 2 masih bisa sembuh dengan obat2an n terapi. Klo stadium 3 sudah susah pakai obat, kmungkinan bsar harus dioperasi itu. Nah, klo stadium 4 biasanya sih sudah sprti 'vonis mati'. Biasanya sih dokter hanya bisa bantu meringankan dngan obat2an, tapi klo untuk sembuh sih biasanya mrka bakalan bilang "Kita hanya bisa berharap akan adanya keajaiban saja. Jangan berhenti berdoa. Itu satu2nya yang bisa kita lakukan saat ini."
        Nah, klo lwat operasi pun bisa dibilang sudah sangat trlambat, karena namanya juga kanker, pasti sudah melebar ke sebagian besar tempat persinggahannya (dalam hal ini otak). Dioperasi pun kmungkinan kcil untuk brhasil. Brhasil pun masih harus menunggu, apakah masih ada kanker yang trsisa atau tidak (biasanya sih pasti ada, susah dibersihkan scara smpurna, karna sudah melebar kmana-mana itu).
        Jadi thor makanya Taeng jangan sampai stadium 4 ya (prmohonan seorang Loyalist yang juga seorang Locksmith).^^ Klo stadium 4 juga, biarlah trjadi keajaiban pada Taeng. XD

      • hmm gitu ya, aku blm nyari2 sih
        thanks infonya 😀
        ya mgkin 3 aja

      • Iya 3 aja thor.^^
        Biar Taeng bisa slamat.
        Tapi jangan abis dioperasi, eh…….. dia malah amnesia permanen.
        Aku tahunya itu pngtahuan di atas sih dari pngtahuan umum aja.^^

  23. di tengah2 senang banget ngeliat taeyeon kembali mengingat fanny tapi di akhir ya ampun coba’an apa lagi ini buat taeyeon.,.,

  24. blackpearljess^^ said:

    Omooo…
    Kasian amat taeng thor??
    Bru inget ama fany, eeehh.. d diagnosa kanker,, 😦 😦 😦

  25. annyeong….
    wow…taetae…kanker?? harus nyalahin sp? sica? fany?
    #salahin authornya yg buat cerita…hehehe…
    lanjut thor…

  26. TaengooisMybias said:

    Haadeeuuhhh,,, curiga taeng dbqn tewas lg neh d akhir crt sm kaya gidarida.
    Oh maiguttt!!
    Author sentimen bgt sm bias gw,,, hwuuueeehhh,,,*nagis brg taeng d bwh puun*

  27. smakin lma qu bca crita’y smakin mnarik gan yo donk upload lanjutan’y da ga sbar ni…!
    jgn lma2 ya gan?

  28. Anyongaseo new riders imida
    Thor napa cerita a jdi sedih gini
    moga tae cepet sembuh ya
    n cerita a harus taengsica . Hehehee v Thor

  29. amelTaeGangster said:

    Kecurigaanku bener klo Tae punya pnykit parah krna sblm keclkaan, Sica sms Tae suka sakit kepala…, akhrnya terjwab di part ini…

    Kereenn…
    Makin penasaran….
    Lnjut ksebelah lg…

  30. lee deyeon said:

    Aaaawww skrang moment Taengsic yg so sweet, Author jdi bkin gw galau mau plih Taeny apa Taengsic ya?
    Hhehehe..
    Yeeeeh Taeng udah agak ingetan ma Ppany, tapi Taeng knpa kna kanker otak??
    Aiiiish jinjja, Author bner2 niiih..
    Dah dri pada ngoceh bau, mnding lanjut baca aja..

  31. Akhir nya taeng lebuh inget sama fany ketimbang sama sica tp knp taeng jadi kena kangker otak taeng knp jadi kaya gini sih padahal taeng dah mulai inget sama fany ToT

  32. hennyhilda said:

    Haduhhh author qo srg bgt bqn org skt n g sembuh dg penyakitnya huhuhuhu 😦
    Tp..
    semangat author
    ganbatte

  33. Wah makin seru ja crita thor,v np tae hrus kanker sh,lok mati,pa brkhr dgn jeti? Hehe

  34. SyukurLah tae ingat sama fany.. Tp yg tae kena kanker itu lho thor yg bkin nyesek.. Ato jgn” nnti bkaL jdi JeTi?? Andwee tae gk boLeh prgiiii #apaini

  35. Hwaaa makin tragis aza critanya, Entah knapa suka aza kalo tae d rebutin wkwkwk , pnasaran sam ending y taengsic or taeny, berharap sih taengsic^^ heheehe kasian kalo njess jd plarian si kid leader mulu. ^^

  36. novilrs said:

    jeti jadi artis di rmh sakit wkakwka udh cantik suara bagus lagi. wahh kanker otak, semoga ntar ending nya tae gk meninggal, gmn nasib jeti klo ditinggal tae

  37. Taeyeon kanker otak??!!! Apa ini? Apa ini?

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: