~Thank you for your comments~

Eien no Kizuna (Chapter 6)

A/N : Untuk lebih menghayati baca chapter ini, siapkan lagu
Heaven (by Jessica & Tiffany)
Because it’s You (by Tiffany)
Sharala (by Taeyeon & Jessica)

Happy Reading 😀

Jessica menyambut malam itu dengan wajah sumringah. Dia pergi menuju kamar 903 untuk menemui kekasihnya.
“Taeyeon~” Jessica mendekati ranjangnya dan menggoyang lengannya. “Bangun, ayo kita kesana. Acaranya sebentar lagi dimulai lho.”
“…huu… huu…”
“Tae?”
“Uuuu…… kumohon jangan benci aku…”
“Eh?”
“…aku salah…….. jeongmal……. mian…hae……”
“Taeyeon ah!”
Taeyeon membuka matanya, menatap kosong ke arahnya. Tampaknya masih belum sadar sepenuhnya.
“Mianhae…” katanya lagi.
“Taeyeon! Sadarlah!” Jessica mengguncang tubuhnya lebih kencang.
“Hah?” Taeyeon baru tersadar sekarang. Semua kabut yang menutupinya seketika sirna. “Oh, Sica…”
“Taeyeon, barusan kamu menangis?” tanya Jessica khawatir.
Taeyeon menangkup wajahnya dengan sebelah tangan. “Aku tidak tahu… rasanya barusan aku bermimpi dibenci seseorang. Dan mendadak aku jadi sedih sekali.”
“Dibenci?”
“Ne, orang itu berkata kalau dia tak sudi melihat wajahku lagi… tapi aku tidak tahu siapa orangnya…”
“Sudahlah, itu hanya mimpi buruk, Taeyeon, nah sekarang ayo kita pergi.”
“Pergi? Pergi kemana?”
“Kamu sudah lupa??”
“Ah, uhuh… memangnya kita mau ngapain?”
“Malam ini kan ada acara hiburan di rumah sakit untuk para pasien rawat inap. Kamu ingin mendengar nyanyianku kan?”
“Oh iya ya.”
“Kajja.”
Jessica membantu Taeyeon duduk lalu berdiri, tapi begitu mau berjalan dia kehilangan keseimbangan.
“Waaaa!”
“Taeyeon!” Jessica memegangi lengan Taeyeon.
“Haha mianhae Sica, sepertinya gara-gara bangun tiba-tiba, aku jadi sempoyongan.”
Jessica mendudukkan Taeyeon kembali. “Kalau begitu kuambilkan kursi roda saja ya untuk mempermudahmu?”
“Nggak usah.”
“Eh, tapi tempatnya cukup jauh lho. Gwenchana, aku segera kembali.”
Tanpa persetujuan Taeyeon, Jessica sudah pergi duluan mengambil kursi roda. Dia kembali tidak lama kemudian.
Jessica membawa Taeyeon ke lantai dasar, menuju ruangan yang sekarang berfungsi seperti aula. Disana para pasien yang cukup sehat untuk menghadiri acara itu sudah berkumpul. Suasananya ramai oleh mereka yang saling bercakap-cakap. Interior didesain dengan warna-warna yang menyejukkan hati, seperti warna biru dan hijau. Dan ada peredam suara untuk mencegah suara bocor keluar ruangan. Di lantai telah digelar karpet hijau yang menutupi seluruh lantai ruangan.
Jessica mendorong Taeyeon ke dekat pasien-pasien lain di area depan. Dia memang sudah mengosongkan area ini spesial buat Taeyeon. Secara pribadi karena Jessica ingin Taeyeon dapat melihatnya tampil lebih jelas.
“Nah Taeyeon, kamu nonton dari sini saja ya. Aku mau ke sana untuk mempersiapkan diri untuk giliranku.”
“Ne.”
Jessica pergi menemui Tiffany yang terlihat sibuk memasang 2 buah mic di tengah panggung kecil.
“Kenapa lama sekali sih?”
“Mian, terakhir aku menjemput Taeyeon tadi. Karena Taeyeon terlihat lemah, aku ambilkan kursi roda untuknya. Nah, sekarang semua pasien sudah berkumpul. Gimana persiapannya?”
“Sudah beres! Tinggal mulai opening speechnya.”
“Sudah siap Fany ah?”
“Aku siap kapan pun!”
Tiffany menyalakan micnya.
“Aaa.”
Suaranya bergema di seluruh ruangan. Semuanya menunggu apa yang hendak diucapkannya.
“A-a…”
Tadinya Tiffany begitu percaya diri. Tapi mendadak dia merasa gugup gara-gara ratusan pasang mata memandangnya. Tiffany mulai berkeringat dingin karena kata-kata yang ingin diucapkan seketika lebur di tenggorokan, tidak mau terucap dari bibirnya. Apalagi karena ini pertama kalinya diadakan acara seperti ini.
Jessica yang berdiri di sebelah kanannya, menggenggam tangannya dan meremasnya.
“Fany ah, tidak usah gugup. Ada aku di sampingmu.”
Tiffany berpaling ke arah Jessica dan mendapat senyum darinya.
“Thanks, Jessie^^” Tiffany tersenyum sambil balas meremas genggaman tangannya.
Menemukan keberaniannya yang baru, Tiffany mengangkat wajahnya ke depan mic dan berseru lantang.
“SEMUANYA, BAIK-BAIK SAJAKAH?!”
“BAIIIIIIIIIKKKKKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!”
“Wah, semuanya semangat sekali! Terima kasih karena malam ini sudah pada mau hadir dalam acara ini. Ini pertama kalinya kami mengadakan acara seperti ini, tapi aku harap kalian semua terhibur.”
“Sebagai acara pembuka, aku, yang kalian akrab panggil dengan dokter Tiffany bersama dengan perawat Jessica di sampingku ini akan membawakan duet lagu bahasa inggris yang berjudul Heaven.”
Selesai berkata begitu, semua lampu dimatikan. Hanya tersisa lampu yang menyinari panggung.
“UWOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!”
“Kyaaaa dokter Tiffany!!!!”
“Perawat Jessicaaaaaaa!!!”
Keduanya mendapat sambutan yang sangat meriah dari para pasien. Ada juga yang sampai menyiapkan light stick berwarna pink dan mengayun-ayunkannya dengan semangat.
Tiffany melirik ke arah pianis Seohyun yang sedang bersiap-siap dengan pianonya. Di sebelahnya ada Yoona yang menemaninya. Ketika mata Tiffany dan mereka bertemu, mereka saling melempar senyum. Seohyun memberi tanda bahwa dia sudah siap. Tiffany merasa bersyukur bisa bertemu dengan mereka.
Lalu dia saling berpandangan dengan Jessica.
“Tak kusangka semuanya seantusias ini.”
“Sepertinya kita sukses ya^^”

Dalam lagu berjudul Heaven itu…
Dibalik lirik yang terkandung di dalamnya, sebenarnya ada maksud tersembunyi.
Tanpa saling mengetahui, keduanya diam-diam menyanyikannya spesial untuk seseorang.

Taeyeon POV

Aku senang melihat keduanya akrab seperti itu. Saling mendukung dan memberi kekuatan.
Para pasien yang lain mulai heboh meneriakkan nama mereka. Haha, mereka disambut seperti artis saja. Sepertinya mereka bakal menciptakan fans club baru di rumah sakit ini. Hehe, nanti aku godain Sica mengenai ini ah. Dokter Tiffany juga.
Oh, Sica melihat ke arah sini. Dia tersenyum sambil melambai kecil.
Aku mengangkat tanganku untuk membalas lambaiannya.
Dan dokter Tiffany juga melihat ke arah sini. Dia memberiku senyum yang tak kalah cantik. Saat dia melakukan itu, matanya juga ikut tersenyum.
DEG
Melihat eye smile itu, tiba-tiba saja hatiku seperti dirajam. Perihnya menyusup sampai ke ulu hati. Tapi kenapa?
Lagu pembuka Heaven mulai mengalun lembut.

[Jessica] “Oh, thinking about our younger years
There was only you and me
We were young and wild and free”

Wah suaranya benar-benar indah.

[Tiffany] “Now, nothing can take you away from me
We’ve been down that road before
But that’s over now
You keep me coming back for more”

Wow dokter Tiffany benar-benar bisa menyanyi juga.

[Jessica] “Baby, you’re all that I want
When you’re lying here in my arms
I’m finding it hard to believe
We’re in heaven”
[Tiffany] “And love is all that I need
And I found it there in your heart
It isn’t too hard to see
We’re in heaven”

Suara mereka berdua seperti membiusku…

[Tiffany] “Oh, once in your life you find someone
Who will turn your world around
Pick you up when you’re feeling down”

Entah kenapa aku merasa…

[Jessica] “Now, nothing can change what you mean to me
There’s a lot that I could say
But just hold me now
Cause our love will light the way”

Kalau lagu yang mereka nyanyikan saat ini seperti ditujukan untuk seseorang.
Aku melihat Sica sedang memandangku dengan sorot mata yang lembut.
Ah… jadi untukku ya?
Eh? Dokter Tiffany juga sedang melihat ke arahku ya?

[Jessica & Tiffany] “Baby, you’re all that I want
When you’re lying here in my arms”

Ketika suara mereka bercampur jadi satu menciptakan harmoni yang begitu indah. Sejak lagu dimulai jantungku terus berdebar-debar.
Timbul keinginan dalam diriku untuk berdiri di antara mereka berdua. Pasti aku akan sangat senang kalau bisa bersanding dengan mereka berdua.
Ah, tapi itu cuma andaikan… kalau saja bisa terkabul…
Kulihat Sica dan dokter Tiffany kembali saling berpandangan dan tersenyum. Kemudian mereka berjalan turun panggung sambil tetap menyanyi.

[Tiffany] “I’m finding it hard to believe
We’re in heaven”
[Jessica] “And love is all that I need
And I found it there in your heart”

Eh? Eh?
Mereka berdua berjalan menuju ke arahku.

[Jessica & Tiffany] “It isn’t too hard to see
We’re in heaven”

Sekarang keduanya sudah berdiri di depanku sama-sama mengulurkan tangan sebelahnya yang tidak memegang mic padaku sambil tersenyum.
Aku terpana sesaat. Ini benar-benar seperti yang aku pikirkan barusan. Apa mereka bisa membaca pikiranku?!
Tapi aku tak boleh terus begini. Kalau diam saja setelah diajak, mereka yang akan terlihat buruk.
Jadi aku menerima uluran tangan mereka berdua dan berdiri.
Mereka berdua langsung menggenggam erat tanganku. Tangan kananku menggenggam tangan dokter Tiffany, tangan kiriku menggenggam tangan Sica. Tangan mereka berdua terasa hangat, pas, dan nyaman di tanganku…
Mereka kembali berjalan ke atas panggung sambil menggandengku. Di setiap langkah aku merasa sangat gugup diperhatikan semuanya. Tapi aku juga tak ingin menyia-nyiakan ajakan mereka.

[Tiffany] “I’ve been waiting for so long
For something to arrive
For love to come along”
[Jessica] “Now our dreams are coming true
Through the good times
And the bad
I’ll be standing there by you”

Sekarang aku sudah berdiri di tengah mereka di atas panggung.
Wo-wow! Aku merasa menjadi orang yang sangat spesial karena bisa terpilih berdiri disini secara kebetulan. Aku pasti sedang beruntung! (sebenarnya bukan kebetulan^^)

[Jessica & Tiffany] “Baby, you’re all that I want
When you’re lying here in my arms
I’m finding it hard to believe
We’re in heaven
And love is all that I need”
[Jessica] “And I found it there in your heart
It isn’t too hard to see
We’re in heaven”

Ohh ohh ohh
Ohh ohh ohh
We’re in heaven”

Dengan berakhirnya lagu, semuanya bertepuk tangan riuh. Mereka melambai pada para pasien yang bersorak.
Wow mereka benar-benar daebak!
Saat sedang turut berbahagia bersama para pasien yang lain tiba-tiba aku merasakan sesuatu. Tanganku diremas dengan sangat erat dari sebelah kiriku…
Dokter Tiffany?
Aku menoleh ke arahnya, tapi dia tak menatap wajahku.
Sinar lampu panggung memantulkan sesuatu yang berkilau di bola matanya.
Eh??
Itu bukan riasan.
Dokter Tiffany sedang tersenyum. Tapi matanya tidak ikut tersenyum seperti saat aku melihatnya tadi. Kenapa dia justru malah tampak seperti mau menangis?
Mendadak timbul perasaan ingin melindunginya dalam diriku. Aku tidak ingin melihatnya berwajah seperti itu. Jadi, aku balas meremas tangannya.
Aku merasakan sedikit perubahan pada wajahnya setelah aku melakukannya. Seakan tidak menyangka aku akan melakukan itu.
Sekarang kurasakan tangannya sedikit gemetar.
Kemudian kami harus turun panggung karena selanjutnya akan diisi acara-acara lain.
Tangan yang menggenggam tangan kiriku melepaskanku.
DEG
Saat itu…
Waktu serasa berhenti berputar di sekelilingku. Semua suara-suara yang berdengung di telingaku tak terdengar lagi.
Seakan sebagian dari diriku baru saja direnggut pergi.
Tiba-tiba saja aku merasa ditinggalkan meski tangan di sebelah kananku masih menggenggamku dengan hangat.
Aku tertegun dengan perasaan-perasaan aneh yang baru saja menyergapku. Kira-kira kenapa aku didera perasaan seperti ini?
“Kenapa Taeyeon?” tanya Sica.
“Ah? Gwenchana…” jawabku sambil menatap ke arah tangan kiriku sendiri.
Setelah itu acara selanjutnya diisi oleh pertunjukan drama dan komedi yang diperankan oleh dokter-dokter lain.
Sica masih di sisiku, menggenggam tanganku.
Aku celingukan kesana kemari. Sama sekali tidak melihat dokter Tiffany.
Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya di tengah acara tadi, tapi sekarang aku jadi kepikiran.
“Sebentar lagi giliran Tiffany.”
“Eh?” aku berpaling pada Jessica.
“Dia akan menyanyikan lagu berjudul ‘Because It’s You’. Ost dari drama Love Rain.”
“Kamu tidak menyanyi sekali lagi Sica?” godaku.
“Aku nggak mau kalau besok para pasien terus menggodaku tanpa henti gara-gara aku nyanyi hari ini.”
“Oh, haha.”
Rupanya dia sadar.
“Aku cuma akan menyanyi untukmu seorang Tae, kalau kamu ingin mendengarnya.”
Aku tersenyum menanggapi ucapannya.
Tepat seperti perkataan Jessica, setelah acara selesai berikutnya giliran Tiffany.
Aku melihatnya sekali lagi berdiri di atas panggung. Kali ini dia sendirian karena menyanyi solo. Tatapan matanya sayu, seperti sedang berusaha menghayati lagu yang akan dinyanyikannya.

Tiffany POV

Rasa sakit setelah berpisah denganmu. Kesakitan yang tiada tara. Kesakitan yang membunuhku pelan-pelan. Kesakitan yang sampai saat ini masih kurasakan.
Di dalam lagu ini terkandung perasaanku yang sebenarnya.
Lihatlah aku Taetae…
Semoga lagu ini dapat menyentuh palung jiwamu…
Aku mengeringkan mulut dan menarik nafas dalam kemudian mulai menyanyikan lagu Because It’s You dengan segenap jiwaku.

mianhadan mal haji marayo
naege sarangeun kkeuti aninde
ireohke uri heyeojindamyeon
eotteokhaeyo eotteokhaeyo
(Jangan katakan kamu menyesal
Cinta belum berakhir bagiku
Jika kita putus seperti ini
Apa yang harus kulakukan, apa yang harus kulakukan?)

sarang hana ppuninde saranghal su eoptko
cheongmal hagoshipeun mal hal sudo eomneunde
cheomcheom meoreojyeoganeun sarangi
jigiji mothal maldeuri nal ulke haneyo
(Aku hanya punya cinta saja tapi aku bahkan tidak bisa mencintai
Aku bahkan tidak bisa mengatakan kata-kata yang benar-benar ingin kukatakan
Cinta yang semakin menjauh
Kata-kata yang tidak bisa kutepati – membuatku menangis)

komapdaneun mal haji marayo
nae modeun sarang jugo shipeunde
ireohke uri nami dwehndamyeon
eotteokhaeyo eotteokhaeyo
(Jangan katakan terima kasih
Aku mau memberimu seluruh cintaku tapi
Jika kita benar-benar menjadi seperti orang asing seperti ini
Apa yang harus kulakukan, apa yang harus kulakukan?)

sarang hana ppuninde saranghal su eoptko
cheongmal hagoshipeun mal hal sudo eomneunde
cheomcheom meoreojyeoganeun sarangi
jigiji mothal maldeuri nal ulke haneyo
(Aku hanya punya cinta saja tapi aku bahkan tidak bisa mencintai
Aku bahkan tidak bisa mengatakan kata-kata yang benar-benar ingin kukatakan
Cinta yang semakin menjauh
Kata-kata yang tidak bisa kutepati – membuatku menangis)

saranghaeyo saranghaeseo eotteokhaeyo
(Aku mencintaimu – apa yang harus kulakukan karena aku mencintaimu?)

apeun sarangirado kwaehnchanha
jiwodo jiulsu eomneun geudaenikka
seulpeun unmyeongirado keudaereul bonaelsu eopseo
saranghaeyo keudaenikkayo
(Tidak apa-apa meski ini cinta yang menyakitkan
Walaupun aku menghapus cinta terakhir dalam hidupku
Kamu adalah seseorang yang tidak bisa kuhapus
Walaupun ini takdir yang sedih, aku tidak bisa melepaskanmu
Aku mencintaimu karena dirimu)

naegen geudaenikkayo…
(Karena bagiku, kamu)

Taeyeon POV

Sesekali aku menangkap matanya sedang melihat ke arahku. Aku tidak tahu kenapa, tapi dari awal lagu sampai akhir aku tidak bisa melepaskan pandanganku darinya. Dadaku terus berdebar menyakitkan tanpa alasan yang kuketahui.
Bahkan setelah lagu berakhir dan semua orang bertepuk tangan riuh pun aku masih tenggelam dalam sihir magisnya.
Suara Sica menyadarkanku dari sihirnya.
“Taeyeon, kamu terpesona sama Tiffany?”
“Eh? Ah.” mendadak aku jadi gelagapan. Jadi begini rasanya ya kepergok kekasih saat sedang memperhatikan orang lain? Aduh, mudah-mudahan dia tidak marah.
“Yaaa… aku mengerti nyanyian Tiffany memang jjang. Lihat saja semua pasien seperti terbius oleh suaranya.”
“Sica, kamu cemburu?”
“Ya, aku cemburu, tahu begini harusnya aku nggak usah pedulikan godaan mereka nanti dan nyanyi saja ya.”
“Ahaha…”
“Taeyeon ah, gimana kalau kita duet bareng juga?”
“Ehh??”
“Kita nyanyi lagu Sharala, kamu bisa kan?”
“Uh… bisa.”
“Kalau begitu, kajja!” katanya bersemangat sambil menarik tanganku.
“Eh? Sekarang?”
“Memangnya mau kapan lagi? Ya sekarang.”
“Memangnya aku boleh?”
“Ya ampun Taeyeon, acara ini untuk pasien. Tentu saja boleh!”
“Ta-tapi, aku belum siap.”
“Nggak usah khawatir ataupun banyak dipikir. Kalau kamu lupa liriknya, aku yang akan nyanyikan bagianmu.”
“Aku gugup kalau semuanya melihat.”
“Ah tadi kamu juga sudah berdiri disana. Sekali dua kali apa bedanya.”

Tiffany POV

Aku melihat Jessie menariknya naik ke atas panggung. Kemudian setelah berdiskusi singkat dengan Seohyun, mereka menyanyikan lagu bersama juga. Hatiku terasa nyeri melihat kemesraan keduanya. Apalagi suara mereka yang terdengar begitu serasi ketika dipadukan.
Sungguh ada banyak hal yang tidak bisa kupahami dari cinta. Setidaknya hingga saat ini, aku masih belum bisa memahami mengapa cinta bisa begitu kuat menguasai manusia, hingga membawa mereka keluar dari ambang logika.
Mestinya aku tidak boleh mencintainya lagi. Tapi hati ini sungguh payah dalam memilih kepada siapa mestinya ia berlabuh. Yang tersisa hanya pertanyaan mengapa hari perjumpaan itu mesti ada.
Kemudian aku berjalan keluar meninggalkan ruangan itu. Dengan gema suara Jessica dan suaranya yang masih mengikuti setiap langkahku.

*~To Be Continued~*

A/N : Haha aku senyum-senyum sendiri membayangkan Tae diajak JeTi naik ke atas panggung lalu bersanding di antara mereka, menurutku itu golden moment dalam chapter ini^^
please comment 😉

Advertisements

Comments on: "Eien no Kizuna (Chapter 6)" (55)

  1. yaa sprti’a tae sdh mrskan ada sesuatu nii ke tiffany,,tnpa dia sdri.
    Tapi mdh2 aja msh lma lupa ingatanya..kekeke
    Jessie co cweet bgt si pke ngajakin duet brng taeyeon sgla.
    Oke deh di tunggu lanjutanya & SEMANGAT!!

  2. Ia itu setuju pasti lucu banget taeng di antara duo amerika beuh pertempuran itu namanya
    Aku bahagia sama chapter ini walaupun taengsicnya masih ada tapi taeyeon mulai sedikit mengingat masa lalunya yeeessa ^^

  3. daebak….. ky.y bntr lg taetae bakal inget prsaaan kuat dia ke fany
    hmmm…tp sica kasian jg…
    thor ntar dimunculin yuri gk ?
    hehehe

  4. o. . o. . . sosweet… itu yoonhyun siapany fany??

  5. sosweet… Tq updateanya thor..

  6. annyeong….

    aaaaaa ppany unnie AKU PADAMU….
    lagu nya menyentil (?) sekali…u,u
    unnie,apakah next chap akan ada taeny moment?

  7. Jadi kepingin thor kalau bener-bener Taeng berdiri ditengah-tengah duo Amerika -JeTi- hahahahah 😀
    Yah buatin lah lagu duet buat merek bertiga. Hahahaha XD
    Okeh buat lagunya emang bener-bener menyayat hati (?) thor yang ma Fany maxudny. Heh^^
    Next chap moment TaeNy gak thor? Yach ngobrol aja gitu diruangan Taeng? Maybe. Heheh~
    Okeh ditunggu thor lanjutannya. Semoga besok #maunya :/

  8. tuh kan bener, fany emang sengaja mau buat tae inget ama dia. Aduh, unnie jangan biarin tae inget dulu ama fany yaa, kasian sica *hehe* .
    btw, itu yoong udah sembuh, unnie? kok bisa nemenin seo? ^^

  9. enak banget dah nasibnya taeyeon di gandeng ma duo america,., haha
    itu tadi yang taeyeon mimpi’in apa tiffany yach,., hmm
    walaupun ga secara terang2an fanny mencoba mengingatkan masa lalu mereka ke taeyeon tapi efeknya langsung ngena banget ke taeyeon,., hahahah

  10. Aku suka pas, tae ngerasa kehilangan pas fany ngelepas pegangan tangan tae… Aduh aku sukaaaa… Rasanya… JLEB! Bgt. Hadeuh….. Kek ikutan ngerasa perih.

  11. halo! aku new readers disini salam kenal
    ceritanya keren ^^ hahahaha aku jadi lucu denger pasiennya megang light stick.
    jadi lucu ngebayangin taeyeon berdiri ditengah-tengah JeTi terjadi perang dingin diatas panggung.
    ok ditunggu lanjutannya thor. 😉 semangat!

  12. ppany knp nangis?dan taeng sprtna mrasakn sesuatu pas ppany genggam tanganna taeng?
    sica dah mulai cmburuan ya hehe
    seneng ngliat duo american ngrebutin taeng
    …haha

  13. chapter ini kren thor,,,udh taeng ambil 22′ ja q ikhlas koq hehe,,,

  14. gila…gila…JETI…ajip…haha *ga mau mihak ah Taeng buat gue ajah ‘0’*

  15. TaeNy4Ever said:

    Kyak’a Tae udah mulai ingat sma Fany nih…>aq ingin’a TaeNy ber1 tpi jga nggak tga sma Sica..>smoga Yul cpat mncul….Fany bsa dmam pnggung jga trnyata..

    Cpat dilnjut Eonni…CINTA SEGI 9’a slalu ditunggu

  16. Tae mlai mrsakn gtaran pd ppany..
    Ingtan bsa lpa tpi hati gk bsa brbhong… Taetae……
    Ksian bgt ppany q, sini2 aku peluk #HUG

  17. mrz_love_taeny said:

    yap kemajuan buat hubungan taeny karena tae mulai sedikit ingat tentang mreka
    wlpn ingatan dia tentang ppany ilang tp hatinya msh bs sedikit mengingat ppany 😀
    ehm tp knp yg dirasain tae itu wkt ngeliat ppany hatinya kyk dirajam…? !
    ehm bener2 semakin penasaran knp mereka bs pisah

    moment taeng diajak jeti k panggung itu bener2 siswanto bgt dah thor
    enak bener taeng dikelilingin 2 makhluk kyk jeti gitu
    kekeke

  18. blackpearljess^^ said:

    Nyeseeekk bngtt jd fany dsini,, 😦

    Tp tae mulai ada rasa2 ke fany,, kcian sica nti na, kn sica jg tulus ke tae, n bukn ngerebut tae tp dtng d saat fany ninggalin tae,,
    Jd binun moo pilih taengsic? Or taenyi? #labil^^#

    Serahin ke author na aja deh,, hehee,,

  19. ‘Seandainya aku bisa bersanding dengan mereka berdua’ —> Astaga, Taeng player banget. XD Langsung trkabul lagi impiannya itu.^^ Kok itu bisa2nya Sica biarin Fany ikutan gandeng taeng? Bukannya dia cemburuan ya?^^
    Idih, ada YoonHyun couple lagi. Makasih lho author.^^ Banyakin aja YoonHyun moment-nya (nyelip2 juga gak apa2). XD Itu Yoong ngapain juga brdiri di sblah Hyunnie? Kan dia gak ikutan main? Nmanin Hyunnie nih critanya? Yoong baik juga yah, walaupun tangannya sudah ktusuk jarum suntik ama Fany tapi masih mau brkolaborasi ama mrka.^^
    Lho? Ini comment-ku buat YoonHyun couple lbih banyak daripada buat TaeNySic-nya. XD
    Yah, dikira ‘srangan balasan’ Fany lbih hebat dan agresif lagi, trnyata tidak sesuai ekspektasi. Tapi, lumayanlah, Taeng mulai mrasakan gtaran2 cinta lagi. Prhatiannya mulai tralihkan dari Sica.
    Ahh, aku tahu itu Taeng mimpi sampai ngomong ‘jeongmal mianhae’ itu pasti karena dia punya ‘dosa’ ama Fany, sampai2 Fany benci ama dia (atau stidaknya bgitulah mnurut Taeng) hingga mninggalkannya. Jangan2 ‘dosa’-nya itu ada hubungannya dngan ptunjuk Fany di chaptr sblumnya: “dia telah… dia telah…..”
    Jangan2 Taeng telah……….. telah……… (mlakukan ‘itu’ dngan Fany tanpa sadar, dan baru mnysal keesokannya —> kayak Soo di FF sblumnya).^^ Biasanya kan bgitu. XD

    nb: Ada yang janggal di chapter ini. Bukan masalah besar sih. Hanya saat Taeng ditarik ke atas panggung ama JeTi dideskripsikan klo tangan kanannya menggenggam tangan Fany n yang kiri Sica. Tapi ktika di atas panggung n ditinggal ama Fany, dikatakan klo tangan kiri-nya diremas oleh Fany. OK aku anggap aja spanjang prjalanan mrka brtukar genggaman tangan.^^

    • Taeng perlu dijitak nih 😛
      Sica blm ada rasa cemburu itu, karena dy jg pingin Taeng berdiri di sebelahnya sih
      haha gpp, drpd gak ada yg komentarin YoonHyun disini, nanti mereka merasa terlupakan pdhal udh nongol wkwkwk XD
      untuk Hyunnie apapun la, meski udh disuntik sm Fany 😉

      gak bisa agresif karena Fany jg tau diri
      wkwkwk Soo memberi pengaruh buruk nih XD

      hmm gmn ya menjelaskannya
      kalau dr sudut pandang mata penonton(Taeng sendiri) ke panggung itu posisinya begini -> Jessica – Taeng – Tiffany (jd Fany sebelah kanan)
      lalu kalau di atas panggung kan memang harus menghadap ke arah penonton, jd Fany ada di sebelah kiri Taeng.
      ya sama sajalah tukar genggaman tangan 😛

      • Tapi kan pendeskripsiannya ttap dari sudut pandang Taeng. Sharusnya sama dong.^^ Yah sudahlah author ‘dimaafkan’ karna sudah memunculkan YoonHyun couple (apa hubungannya?). XD
        Untuk Hyunnie, apa pun iya. Wkwkwwk…………XD
        Iya nih, pngaruh buruk dari Soo. XD

  20. taengfany said:

    Jujur deh thor
    Aku nangis2 baca’a
    Sedih bgt arti’a T_T
    Fany….
    Turut bersedih
    D’tunggu lanjutan’a thor

  21. Iya setuju! Moment Taeng d tarik JeTi emg jjang..!! Berasa duo amrik itu emg punya Taeng dh! *digampar Yuri 😀

    Btw new reader imnida Thor..
    Salam kenal.. 🙂

  22. sumpah deh, ff ini bikin aku galau un… aku taeny shipper, tapi aku juga memuja taengsic. wkwkwkwk

    sebenernya pada akhirnya aku ga pengen salah satu diantara mereka ada yang terluka #halah.
    kalo ntar jadinya taeny, aku kasian ama jessi. tapi ntar kalo jadinya tetep taengsic. aku berduka buat fany. apalagi kalo ntar jadinya malah jeti.. wuahhh nggak tau deh. 😛

    eh, itu bertiga diatas panggung? kenapa tae ga ikut nyanyi sekalian… hehe. ada yoonhyun juga lagi, nih chapter emang sukses bikin senyum2 sendiri.
    GOOD JOB!

  23. yeay.. TaeNySic.. 😀
    ninggalin jejak dahulu.. Haha
    Semangat unnie buat chapt dpan, Fightaeng !! 🙂

  24. TaengSicababy said:

    Wahhh bahaya taeng udh mulai inget fany..
    Kasian sica klo dtinggalin…
    Taengsic jjang..!! Hehe

    daebakk thor..

  25. Wahahaha taaee kalo kalo seneng ngeliat dua2nya akrab gitu ya udahh pacarin aja 22nya..gampang kan..?? #deziiiggg XDD
    sprtinya sdh trlihat ciri2 taeyeon mo inget siapa tiffany *sotoy gw* 😀 😀
    Lanjooott..!!

  26. amelTaeGangster said:

    Part ini aku sukaaa…. So sweetttt….
    Mian langsung komen ke part ini…

  27. Waah, JeTi rebutan Tae nih ceritanya (dri awal mmg begitu kali)
    Tapi, jangan sampe deh ada konflik diantara mereka semua..
    *ngilang*

  28. lee deyeon said:

    Enak nya Taeng dtngah2 sama Jeti, Ppany sngaja bner kaya nya natap Taeng smpek sgtu nya, tkut Taeng nya knpa2..

  29. wah enak banget jadi taeyeon diajak jeti naik ke panggung huft jadi iri hehe

  30. Seperti nya taeyeon lebih ke fany perasa’an nya deh bukti nya dia langsung ngerasa sakit hati nya pas fany nangis

    Hhuuuhh makin seru nih kaya nya cerita nya author 🙂

  31. TaeNySic Jjang said:

    Taeyeon ditarik JeTi ke atas panggung…Iriiiii…..

  32. hennyhilda said:

    Taeyeon bruntung bgt dcintai 2 org yg sgt mncintainya
    semangat author
    ganbatte

  33. Mian thor,q loncat komenx,q gak komen di tiep chap,abis udh ktinggalan bngeu q ini,ff ne kn udah da endingx,q ngjer bcax haha

  34. Igis Rinjani said:

    tuh kan tiffany…..
    aigooo, sebel gue -_-

  35. Bner banget kalo kjadian itu bner2 terjadi emg Moment yg paling terkesan bgt buat pgemar Taenysic^^. Sayang skali aku baru nemu ff skg hehe kbetulan jd taengsic ahipper juga baru sihh@curhat@ aaa seneng skali rasanya nemu ff yg jarang2 gini cast y taenysic lagi yg seru bgt klo jd triplet love huhuhu. Thanks chingu atas critanya bikin senyum2 sndiri bacanya ^^

  36. novilrs said:

    enak bgt jd tae, direbutin ama jeti :3 tae udh mulai sadar nih ada sesuatu sama fany

  37. Tippanny 😢😢😢 taeyeon 😢😢 nyesek makin ksni bacany 😭😭

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: