~Thank you for your comments~

Eien no Kizuna (Chapter 4)

Baik memasak, menyanyi, menari, sampai bermain gitar, aku belajar semuanya demi kamu. Karena aku ingin bisa menyenangkanmu.
Tapi terlebih dari semua itu. Karena aku ingin bisa membuatmu jatuh cinta padaku…

**

“Sicaaa~ Sicaaaaaa~” panggil Tiffany dengan nada khasnya.
“Mwo? Kalau kamu memanggilku dengan nada seperti itu biasanya ada maunya,” jawab Jessica tanpa menoleh.
“Bukan begitu, dengar, beberapa hari ini aku berpikir… gimana kalau kita usul pada direktur rumah sakit untuk adakan acara demi menghibur para pasien rawat inap? Yaa walau hari Valentine memang sudah lewat sih. Kita pinjam ruangan besar lalu kita kosongkan dan kumpulkan para pasien disana.”
Sekarang perhatian Jessica sepenuhnya mengarah padanya. “Kenapa tiba-tiba?”
“Ah nggak, waktu kemarin aku berkunjung ke kamar-kamar pasien. Aku jadi menyadari betapa sepi dan hampanya ruangan tempat mereka dirawat. Kupikir kalau kita adakan acara yang meriah, hati para pasien pun akan jadi lebih bahagia sehingga mereka tidak akan begitu merasa resah tinggal di rumah sakit ini.”
“……………..”
“Gimana?”
“Aku baru saja berpikir idemu benar-benar hebat, Fany ah! Aku sepenuhnya mendukung usulmu!”
“Good! Maukah kamu membantuku mempersiapkan semuanya?”
“Of course!”

**

Jessica melangkah sambil bersenandung kecil menuju kamar Taeyeon. Rencananya dengan Tiffany barusan telah membuatnya jadi lebih bersemangat menjalani hari ini. Jessica membuka pintu dan menyapa Taeyeon dengan nada satu oktaf lebih tinggi dari biasanya.
“Tae-!“
“…zzzzz…”
Dia langsung tidak jadi memanggilnya ketika dilihatnya Taeyeon sedang tidur pulas. Jessica menutup pelan pintunya dan berjalan tanpa bersuara ke sisi Taeyeon. Senyum menghias bibirnya melihat wajah tidur Taeyeon yang damai.
“Hehe, kadang wajahnya seperti anak kecil.”
Biasanya dia tidak punya waktu sebanyak ini untuk bertemu dengan Taeyeon. Tapi sejak Taeyeon kecelakaan, dia bisa menemuinya setiap hari. Mungkin ini hikmah dibalik penderitaan.
Jessica menyingkirkan anak-anak rambut yang menghalangi wajah Taeyeon supaya dia dapat melihat wajah tidurnya sepuasnya.
“………nggh…..”
“Hmm?”
“…lagi…”
“???”
“…..lagi………… lagi……….” Taeyeon terus mengingau.
“?!”
Jessica cepat-cepat menutup mulutnya untuk mencegahnya dari tawa yang sebentar lagi akan meledak. Selama beberapa saat dia tertawa tanpa bersuara.
Aish, anak ini, apa yang sedang diimpikannya?
“Dia tidak mungkin bermimpi sedang bercinta denganku kan? Byun-taeng~?” senyum Jessica sambil mencolek pipinya pelan.
“…………….”
“Tapi walau iya aku juga nggak keberatan sih, hehe.”
“…mm…….” Taeyeon sedikit mengerutkan dahi kemudian membuka matanya.
“Oh, mianhae Taeyeon, aku membangunkanmu ya?”
“Ternyata Sica…… ngggh…….. mianhae… aku masih ngantuk…”
“Pasti itu pengaruh obat alergi yang kamu minum.”
Taeyeon merubah posisinya menjadi duduk.
“Apa tidak apa-apa? Kamu tidak mau lanjut tidur?”
“Tidak apa-apa, aku sudah tidur cukup. Kalau terlalu banyak tidur, tubuhku bisa bertambah lemas…”
“Kalau begitu setidaknya bersandarlah.” Jessica membantu mengubah posisi kasur. Dinaikkan agar punggung Taeyeon bisa bersandar.
“Ternyata benar kata orang kalau dengan tidur selama seminggu di rumah sakit saja sambil dikelilingi obat-obatan dapat membuat staminamu turun ya.”
“Taeyeon… kalau misalnya kamu merasa sakit dimanapun lekas katakan padaku ya?”
Taeyeon tersenyum lembut menatap kekasih perawatnya yang perhatian. “Gomawo, tapi justru aku lebih mengkhawatirkan kamu, Sica. Kamu masih punya banyak pasien lain selain aku yang harus kamu rawat. Aku nggak mau kamu jadi harus bekerja extra keras demi aku…”
“Aniyo, aku tidak overwork. Lagipula…” Jessica mengangkat tangan Taeyeon dan menempelkan wajahnya ke tangannya. “Bagiku kamu jauh lebih berharga dari apapun…”
Taeyeon sempat berdebar oleh perlakuan dan kata-kata Jessica.
“Sica… aku pasti sangat beruntung memiliki kamu sebagai kekasihku.”
Jessica menutup kelopak matanya, tersenyum atas pujian Taeyeon. “Tidak, akulah yang lebih beruntung, Tae…”
“Tapi kalau dilihat dari perspektif orang ketiga, akulah yang lebih beruntung.”
“Begitukah? Itu karena dia tidak mengerti perasaanku makanya bisa berkata begitu.”
“Pembicaraan kita jadi mengarah ke soal siapa yang beruntung dan yang lebih beruntung.”
“Oh haha, benar juga. Jadi… kamu mau mendengar lanjutan kisah kita?”
“Ya, tolong…”

Flash back

@apartemen Taeyeon.
Taeyeon dan Jessica hanya berduaan saja di atas sofa. Jessica meletakkan kepalanya di pangkuan Taeyeon dengan manja. Tangannya memain-mainkan jari-jari Taeyeon.
“Taeyeon ah.”
“Ne?”
“Aku ingin bisa selamanya begini bersamamu. Tidak perlu menikah. Begini saja terus. Hidup bersama dan tua bersama… kedengarannya indah bukan?”
“……ne…” Taeyeon tersenyum sambil menggunakan satu tangannya yang tidak dimainkan Jessica untuk membelai rambutnya.
Selama beberapa menit Jessica terus berbaring di pahanya sampai matanya berkali-kali terpejam.
“Tae… aku ngantuk…”
“Tidurlah.”
“Tapi aku masih mau melihat wajahmu…”
“Haha Sica, kalau sudah ngantuk tidak usah memaksakan diri. Pergi ke kamar dan tidur sana.”
“Gendong~”
“Manja.”
“Hehe, boleh kan? Aku kan yeojachingumu.”
“Haha oke.”
Taeyeon bangun kemudian menggendong Jessica ala putri.
“Wah! Tak kusangka kamu kuat menggendongku, Taeyeon!”
“Meskipun aku kelihatannya seperti ini, dulu aku sering berantem, termasuk sama kakak laki-lakiku. Bahkan sampai pernah mimisan,” kata Taeyeon sambil membawa Jessica ke kamar.
“Ahaha, jinjja?”
“Jin-jja.” Taeyeon memberi penekanan.
“Kamu benar-benar sangat…”
“Manly?” Taeyeon tersenyum dorky.
“Benar.”
“Hahaha, tapi aku cukup bangga dengan itu.” Taeyeon menurunkan Jessica di tempat tidurnya.
“Ahh, gomawo…” ucap Jessica sambil membuat dirinya nyaman di atas kasurnya.
Taeyeon duduk di sebelahnya. “Kamu sering menginap di tempatku, apa orangtuamu tidak khawatir?”
“Khawatir kenapa?”
“Yaaa… seperti orangtuamu berpikir kalau kamu mungkin menginap di tempat namja.”
“Oh, haha, aku sudah minta tolong Krystal. Dia selalu membelaku, jadi tenang saja. Lagipula kamu bukan namja.”
Mata Jessica melihat sebuah gitar di sudut ruangan. “Taeyeon ah, nyanyikan lagu untukku dong? Sambil mainkan gitar itu.”
“Iya, my princess.”
“Ah Tae, kamu gombal.”
Taeyeon terkekeh. Lalu dia mengambil gitar dan duduk di samping Jessica. Taeyeon mulai memetik gitar sambil menyanyikan sebuah lagu berjudul Can You Hear Me.
Jessica memejamkan matanya. Membiarkan senandung lagu yang dinyanyikan Taeyeon dan iringan gitarnya menyelimuti dirinya. Menggetarkan sanubarinya.
Empat menit kemudian, Taeyeon menyudahinya.
“Permainan gitarmu bagus…”
“Kukira kamu sudah tidur.”
“Aku ingin mendengar nyanyianmu sampai selesai makanya aku tak tidur…”
“Tahu nggak? Seharusnya lagu ini diiringi oleh piano, tapi dimainkan dengan gitar juga tak kalah bagus kan?”
Jessica tersenyum memancarkan raut bahagia. “Ne, bagus sekali. Dan jujur, ini pertama kalinya ada seseorang yang bermain gitar sambil menyanyikan lagu untukku.”
“Jinjja?”
“Ne.”
“Wah berarti suatu kehormatan buatku.” Taeyeon sedikit membungkukkan badannya.
“Darimana kamu belajar bermain gitar?”
“Ah, aku belajar sendiri dari buku,” kata Taeyeon tersenyum bangga sambil meletakkan gitarnya di bawah kasur.
“Jarang ada yeoja bisa main gitar. Kamu pasti belajar agar bisa memainkannya buat seseorang kan?”
“Eh?”
“Lho? Benar ya? Apakah buat aku? Hehe.”
“………………”
“Bukan ya? Tapi tidak apa karena sekarang kau memainkannya khusus untukku.”
Taeyeon hanya membetulkan posisi duduknya.
Jessica masih senyum-senyum memandang Taeyeon.
“Wae?”
“Ah tidak, aku hanya sedang berpikir betapa sempurnanya kamu, Tae. Kamu tidak hanya cantik dan kuat, tapi juga sangat gentle. Selain itu, kamu juga bisa memasak, menyanyi, menari, dan memainkan alat musik. Pokoknya kamu benar-benar jjang!”
“Sicaaa~ Aku tidak sesempurna itu, karena itu Tuhan menghadirkanmu untuk memenuhi sebagiannya.”
Jessica tak tahan lagi melihat Taeyeon yang memasang wajah lugu sambil berkata begitu. “Taeyeon ah saranghae~” Jessica melingkarkan tangannya ke leher Taeyeon dan menjatuhkan dirinya.
“Waaahhh!”
Sekarang Taeyeon berada di atasnya.
“Hehehe.” Jessica hanya senyum-senyum tanpa melepaskannya.
Ketika tubuh mereka saling melekat satu sama lain seperti ini, Taeyeon merasa hangat. Membuatnya merasa dicintai. Dia tidak merasa kesepian lagi.
Taeyeon memiringkan kepalanya dan bibirnya bersentuhan dengan bibir Jessica. Taeyeon menciumnya begitu lembut seperti kapas dan sangat perlahan. Jessica memejamkan mata, menikmati setiap geraknya. Deru napas terasa satu sama lain, Taeyeon mengelus sepanjang bahu ke lehernya.
Jessica merasakan paru-parunya hampir kehabisan nafas. Ciuman Taeyeon semakin cepat, seolah tidak mengijinkannya menarik napas. Tapi Jessica tetap menikmatinya, membiarkan Taeyeon meluapkan perasaan dan emosinya dalam ciuman itu.
Kemudian Taeyeon melepaskan bibirnya dan menatapnya dengan napas tidak teratur. Taeyeon melihat Jessica sedang tersenyum padanya.
“Mwo?”
“Kamu jarang memulainya duluan.”
“Ah…” Taeyeon baru menyadari kepasifan dirinya. Dia tersenyum canggung.
“Hehe, aku senang.”
Taeyeon merasa pipinya menjadi panas. Dia membaringkan dirinya di sebelah Jessica. Jessica bergeser mendekat. Tangannya memeluk pinggang Taeyeon.
“Malam ini bisakah kita tidur sambil tetap berpelukan seperti ini?”

End of flashback

“Awww!” Taeyeon merasakan sakit yang menyengat di kepalanya.
“Ada apa, Taeyeon?!” tanya Jessica cemas.
“Kepalaku sakit…”
“Jangan memaksakan diri mengingat.”
“Semakin aku mengetahui tentang diriku, semakin baik.”
“Tidak usah terburu-buru.”
“Tapi aku ingin bisa mengingat dirimu sepenuhnya, Sica. Aku merasa semakin kamu menceritakan tentang hubungan kita, aku jadi semakin mengenal dan mengingatmu, kekasihku sendiri.”
“Taeyeon… boleh aku memelukmu?”
Taeyeon mengangguk.
Hati-hati Jessica memeluknya. Menyandarkan kepala Taeyeon di bahunya.
“Hanya berada di sampingmu saja aku sudah bahagia. Kau tidak usah memaksakan diri. Bagiku kau sudah memberiku lebih dari apa yang kuharapkan dari seorang kekasih.”
Sementara itu dari luar kamar, ada seseorang berdiri disana yang memandang keduanya dengan hati tidak rela.

Tiffany POV

Antara aku dan dia yang selama ini terbentang jarak tak bertepi, kini hanya terpisah beberapa meter. Tapi… bahkan jarak sedekat itu pun tetap tidak bisa menyatukan kami. Karena ketika aku hampir melangkah masuk untuk memastikan kondisinya, seseorang sudah berada disana lebih dulu.
Dari tadi aku telah sukses tersihir jadi patung. Aku hampir tak beranjak dari sana. Kenapa aku tidak bisa berhenti melihat mereka berdua?
Come on Fany, meski kamu kembali berjumpa dengannya lagi. Tapi sudah saatnya kamu move on. Dia sudah punya orang lain! Dia juga sudah melupakanmu!
Betapapun kamu tidak bisa melupakannya tapi kamu tetap harus melupakannya! Lihat, betapa bahagianya wajah Taeyeon dalam pelukan Jessica! Kalau kamu muncul sekarang kamu hanya akan merusak semuanya! Kamu tidak mau jadi orang ketiga kan?!
Aku merasa frustasi dengan perasaanku sendiri yang campur aduk.
Tapi mana mungkin aku bisa melupakannya! Dia sudah…! Dia sudah…!
Tapi tiba-tiba matanya tak sengaja berpapasan dengan mataku. Dia melihat ke arah sini.
Sesaat aku lupa caranya bernafas. Jantungku berdebar dua kali lebih kencang. Dia terus melihat ke arahku dengan tatapan matanya yang tidak berubah, sama seperti waktu itu. Tatapan yang tegas… dan penuh dengan perasaan-perasaan lain yang tak dapat kujabarkan.
Mungkin hanya perasaanku, sebab di detik berikutnya wajahnya kembali terheran-heran.
Cepat-cepat aku pergi dari sana sebelum Jessica ikut berpaling ke arah sini.

Third Person POV

Keduanya melepas pelukan dan sekarang saling berpandangan.
“Ada apa Tae?”
“Barusan dokter Tiffany melihat ke arah sini, tapi dia sudah pergi.”
“Tiffany?”
“Apa dia mau memeriksa kondisiku?”
“Mungkin.”
“Mungkin dokter Tiffany masih merasa bersalah padaku, padahal sudah kubilang jangan dipikirkan… aku tidak mau dia sampai tidak berkonsentrasi terhadap pekerjaannya gara-gara kejadian kemarin…” Taeyeon menatap Jessica dengan penuh permohonan. “Sica, jangan marahi dokter Tiffany lagi ya?”
Jessica tersenyum. Alangkah baiknya Taeyeon, selalu memikirkan orang lain selain dirinya meskipun seharusnya dia lebih memikirkan kondisinya sendiri. Tangannya membelai pipi Taeyeon dengan penuh kasih sayang. “Iya, aku sudah nggak marah lagi kok sama dokter Tiffany.”
“Baguslah, aku tidak mau kalian jadi bertengkar gara-gara aku. Eh Sica, bagaimana pendapatmu tentang dokter Tiffany?”
“Hmm, dokter Tiffany itu ceroboh dan sering melakukan kesalahan, makanya aku harus sering menegurnya. Tapi walaupun sudah sering kutegur, kebiasaan cerobohnya masih belum bisa hilang.”
“Ahaha.”
“Tapi, perasaannya terhadap pasien tidak setengah-setengah. Dan dia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka. Itulah yang kusukai darinya.”
“Aku jadi cemburu.”
Jessica menggenggam tangan Taeyeon. “Ngomong apa sih kau Tae? Tentu saja yang paling kusukai itu kamu.”
“Aku tahu, hehe.”
“Jadi, dua hari dari sekarang kita akan mengadakan acara khusus untuk menghibur para pasien rawat inap. Nanti kamu datang ya? Sebab aku akan menyanyi disana.”
“Waaaa~ pasti! Aku mau mendengar nyanyianmu.”
“Dokter Tiffany juga akan menyanyi dan kami akan berduet, hehe.”
“Ah, jinjja?”
“Jin-jja. Hehe, lucu karena melihat Tiffany mendesak-desak agar semuanya cepat beres begitu. Dia memikirkan dekorasi apa yang bagus dan juga mencari-cari pianis yang bisa main lusa nanti.”
“Dokter Tiffany?”
“Ne, dokter Tiffany yang mengusulkannya. Sudah kubilang kan kalau dia memikirkan pasiennya. Dia benar-benar dokter yang hebat.”
“Pantas hari ini kamu terlihat sedikit lebih ceria dibanding biasanya.”
“Hehe, kelihatan ya? Aku sudah tak sabar menunggu harinya.”

*~To Be Continued~*

A/N : Author sudah mencoba mendengar Can You Hear Me versi gitar di youtube, bagus juga^^
readers coba juga coba dengar saja 😉

Advertisements

Comments on: "Eien no Kizuna (Chapter 4)" (57)

  1. Wah wa taengsic momentnya terlalu sweet hueee fany sabar ya pasti sakit hati banget liat taetae di peluk peluk gitu sama sica *pukpuk sini aku aja yang peluk

  2. wkwk, fany kayaknya dari kemarin ngintipin sica ama tae terus. sengaja atau ngga sengaja?
    jangan2 rencana buat acara itu buat balikin ingatannya tae. wah nanti tae malah ingetnya sama tiffany. noo! :O *paranoid*
    penasaran nih unnie. fighting yaa unnie 😀

  3. Tapi mana mungkin aku bisa melupakannya! Dia sudah…! Dia sudah…! —>
    Kalimat ini bnar2 menimbulkan banyak spekulasi di otak seorang reader seperti saya yang suka menebak-nebak. Sudah mnyatakan cinta padaku? Sudah membuatku jatuh cinta? Sudah melakukan…………………(author ngertilah maksudnya apa). XD

    Taeng memang trlalu halus perasaannya, mudah terbawa suasana, cuma karena tubuhnya berdempetan ama Sica saja sudah jadi begitu perkembangannya. Tapi Taeng yang lebih pendek dari Sica bisa yah gendong Sica ala putri bgitu. XD

    Taeng memang manly di real life-nya juga. Dia sendiripun yang mengatakan lebih berharap terlahir sebagai namja. Benar2 gentle Taeng ini.
    Taeng mimpi apa? “Lagi… lagi…” Yang kpikiran prtama kali ama aku pas baca itu adalah Teletubbies. XD

    Hmm, Taeng pernah melihat Fany dengan tatapan mata yang tegas? Marah? Atau serius? Mungkin itu saat dia menyatakan cinta ama Fany? Padahal spanjang critanya ini kan dia tipikal orang yang lembut.

    Sica menambah skor terus ini. Tapi tampaknya serangan balasan Fany lewat pesta-nya akan menambah skor juga untuk Fany beberapa kali lipat dari Sica. Klo dalam istilah basket Sica cuma 2 point, klo Fany three point shoot. XD

    • wkwkwk silakan berdelusi 😉
      iy aku jg heran, Taeng kan lbh pendek wkwkwk *plak digampar Taeng
      mimpi Taeng yg ‘lagi…lagi…’ itu aku ambil dr Taeyeon fact^^ katanya Yoona denger tengah malam Tae ngingau gitu XD
      haha makin dikait-kaitkan sm game, Ayo Ayo JeTi~ XD

  4. Jreng!!!!
    Fany ngomong apa? Di sudah! Di sudah! Apa??? Huwow!!! Jgn! Jgn?? Jgn? Jangan?? Jangan? #plakkk
    taengsic neomu sweet deh. Asik

  5. Woah~ cepet nih dilanjutnya. Heh^^

    GOMAWO

    TaengSic moment okelah sweet 🙂 apa lagi pas adegan kiseu nya. Ckck. Tae mau ma Ppany atau Sicca *others* masih saja tuh. Heh. Gak mau ngelepasin pertama. 🙂

    Oke buat Tiffany sabar yaw? Aku yakin, jika kamu ngelakuin ‘sesuatu’ yang begitu berkenan dihati Tae pasti langsung ingat *sotoy*

    Ditunggu thor, next chapnya^^ moga kagak lama yaw?? 😀

  6. TaengSic Sweet bgt dehhhh…..
    Kcian ppany eonni,.mga prsaan taetae k ppany gk brubah… Aq pngen tau Taeyeon pov dong, kok kykny smnjk dia d RS jarang Taeyeon Pov seringny Sica n ppany Pov…

    Next chap jgn lma2 y thorrr…
    Cinta segi sembilan mana? Celingak-celinguk…

    • Hmm, blh jg Taeyeon POV, sepertinya chp dpn ada deh (maybe^^)
      btw, bait yg dicetak miring di awal-awal chapter 2,3,4 itu Taeyeon POV

      mian, idenya lg penuh buat ff eien no kizuna, biar fokus dulu

  7. annyeong…

    taengsic moment na d sini bjibun bgt ya unnie..apalagi taengsic yg kisseuan *oh god menggoda iman#plaak
    ahh lagi” ppany unnie kalah cpet ma ssica,,,eh tp maksud na ppany “sudah” itu sudah apa??

  8. mrz_love_taeny said:

    Ohh my god taengsic moment bener2 sweet bgt >.<
    tae lu bener2 gentle bgt deh suer dah tae
    cepet inget ya kasian noh ppany

    ehm stalker ppany kembali muncul
    kekeke
    beneran deh penasaran knp ppany ninggalin tae

    huufft klo gini bener2 bingung aku harus milih taeny pa taengsic pingin bgt si tae pacaran ma mereka berdua
    kekeke xD

  9. sweet moment banget taengsic,., fanny malah semakin terpuruk aja,., huhu

  10. nuriiiin said:

    Lama2 gw kena diabetes ini..unyu bgt siiiih >.<

    gw terharu sama kalimat taeng "aku tidak sesempurna itu, karena itu Tuhan menghadirkanmu untuk memenuhi sebagiannya" doooh coba taeng mau ngomong gini ke gw~~ #ngarep

    oiya monik, minta link video yg can you hear me versi gitar dooong hehehehe

  11. awww Taengsic so sweet pke acara kissu2 lagi mereka…..
    Fany kumat lagi tuh jdi pengintip kemesraan taengsic…kekekeke
    Jdi jeti bkln duet nii ceritanya??
    Oke di tunggu lanjutanya & Semangat.
    Ehh iaa jgn2 tae udh ingt yaa sma fany tdi kta’a sorot mata’a beda…

  12. Aku pikir pas Tae bilang “more.. more..” itu minta Sica terus nyentuh wajahnya, ternyata eh ternyata, judi itu haram (?)
    muahahah *GaNyambungYak* xP
    bahkan dia fanfict pun dia mengigau :p

    Pasti Pany buat acara di RS itu ada tujuannya kan.
    Terus Sicanya kenapa coba ceritain tentang masa lalu Tae berbau kemesraan dia dgn Tae ??
    kecium banget baunya tauuu~ =P
    apa dia maunya Tae ingat tentang dia terus gitu ya?
    terus Pany nya kapan diingat 😦

    ya udah gitu aja sih 😐

    • apa hubungannya judi??? bener2 gak nyambung XD
      ya mau cerita apa lg, soalnya kan Jessie taunya cuma tentang pas hubungan dy dgn Tae, sblm itu mana tau

  13. akan kah author membuat adegan NC di chapter2 mendatang di cerita ini?
    klihatannya Taeyeon ndak sekedar pelampiasan ama Sica….kelihatannya dia juga cinta kok sama sica…..
    wow……”Dia sudah…! Dia sudah…!” O_O apaan ini

  14. Dia sudah…! Dia sudah…!, itu maksud tifany apa thor? Tae pernah apain pany? Wkwkwwk…. Mudah2han pianisnya yurii.. Wkwkwkw

  15. Huweeeee.. Taeng dceritain ama sica mulu.. Bsa makin ga inget ama pany ntar..haha
    Wew.. Ga sabar mau liat performna.. Mungkin ga tae bs inget ssuatu?

  16. taengfany said:

    Mau nangis baca…
    Kasian bgt fany T_T
    Sabar2…
    D’tunggu lanjutan’a

  17. annyeong ^^
    Taengsic Jjang !! Hehe
    Author Daebak !! Fightaeng . 😀

  18. fany mulai beraksi nh kaya’y haha,,,momen taengsic’y T.O.P B.G.T,,,,tgl nunggu momen taeny hehe,,fighting thor

  19. TaeNy4Ever said:

    Yaahhh thor..aq sdikit kcewa,soal’a ga’ ada TaeNy moment’a….tpi TaengSic moment so sweet bnget thor

  20. blackpearljess^^ said:

    Taengsic moment meleleh dehh sy,, hehee,,

    Kacian fany thor, udh ga d inget, hrus liat taengsic trus lg,, aduuhh,, ngenesss,,

    FanysiC moo duet??
    Tae bakal terpesona ke siapa yaa? Fany? Sica?
    Fany aja deh, biar sica ama my kwon aja,, kekekkekkk.. #tetep ngarep#

  21. kassi_TaeNyShipper said:

    gue suka TaengSic momentnya kekeke~
    tpi rada galau nih thor , fany sama sekali belum ngelakuin apa-apa biar Tae bisa ingat sama dia lagy T.T
    gue sih berharap pas acara nanti fany ngelakuin sesuatu biar Tae ingat lagy sama dia hehehe

    oke ditunggu next chapternya thor ^^

  22. Hais…manisnya. 🙂 gila ajah taeng yah kalo mimpiin gituan beneran.ahahXD

  23. save duluuuuuu !!!!!

  24. Taeyeooooonaaaa romantisss bgt kamuuu ihhh…!!! XDD
    sica minta gendong, tae mau. Sica minta tae nyanyi pake gitar; dia mau jg.. Syook ada moment taengsic yg sebegini sweetnya..wkwkwk
    disatu sisi ada yg berkabung (?) wkwkwkwk
    lagi2 harus bilang “kasian tiffany”.. tapi salah sndiri sih ngpn ninggalin taetae *plakkk #digamparLS XDD

  25. oh cerita a kayak gitu toh, taetae ilang ingatan lalu ppany pacar a, ice princess orang ditengah hubungan mereka? Eheheheheh tadi kebaca nc dikit, apa nggak ngaruh yah ama gue?

  26. RoyalSoosunatic said:

    “lagi.. lagi..” kalo soo sih pasti minta makan lagi tp kalo taeng apa ya?? XD
    Kemesraan taengsic ga nahan thor.. makan ati deh tuh tante hwang.. haha yg sabar ya neng fany..

    Kira2 Jeti mau duet lagu apa ya..??

  27. Itu TaengSic setiap ada momen pasti sweet gimana gitu~
    Kasihan Fany-nya selalu tersakiti *huhuu*
    *ngilang*

  28. lee deyeon said:

    Ya ampun nyesek amat siih jadi Ppany, dy lbih mmndam prasaan nya tapi klo mau ngmong ma Taeng jga prcuma, Taeng lg ilang ingatan nya..
    Taeng dsni ngomong nya kya anak kcil ya, hehe unyu2..

  29. Waahh taengsic sweet juga sica lebih hangat dari ff sebelum nya taetae biarpun sakit klo tidur ngigo nya ga ilang juga ya pasti lagi mimpi yg aneh2 deh dasar taeng2 ada2 aja ya..:D

  30. TaeNySic Jjang said:

    TaengSic sweet banget, jadi kasihan sama ppany

  31. hennyhilda said:

    Dsatu sisi aq kasian m jessica n dsatu sisi lg ksian m tiffany hhhhh bnr2 bingung jd nya
    semangat author
    ganbatte

  32. Igis Rinjani said:

    Taengsic oh taengsic ~ la la la la la mm hm hmm mm haha jadi gila gue kalo baca ff taengsic sebegitu romantisnya =))

  33. novilrs said:

    tae romantis bgt belajar byk hal buat fany doang. tae emang byuntae akut kwkakwk poor fany cuma bisa ngintipin mulu :3

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: