~Thank you for your comments~

Eien no Kizuna (Chapter 3)

Karena mencintaimu tak berarti harus memilikimu…

**

Sudah 5 hari sejak Taeyeon dirawat di rumah sakit.
Tiffany datang ke bagian administrasi.
Hanya ini yang bisa kulakukan untuknya, batin Tiffany.

Siang harinya ketika Jessica pergi ke tempat yang sama.
“Mengenai biaya rawat inap untuk pasien Kim Taeyeon sudah terbayar.”
“Hah? Sudah?” Jessica melongo.
“Sudah,” jawab yeoja petugas administrasi itu sambil tersenyum bisnis.
Jessica merasa bingung karena biaya administrasi masuk rumah sakit waktu itu juga sudah dibayar.
“Boleh tahu siapa orang yang membayarnya?”
“Maaf, dia meminta agar identitasnya dirahasiakan.”
“Kalau boleh tahu kenapa?”
“Entahlah, aku tidak menanyakannya.”
“Oh begitu… ya sudah, kamsahamnida.”
“Sama-sama.”
Saat berjalan pergi, benak Jessica dipenuhi tanda tanya.
Siapa? Apa teman Taeyeon? Tapi memangnya dia bahkan tahu keadaan Taeyeon?
Nggak mungkin kan Taeyeon diam-diam punya penggemar rahasia?
Ataukah rumah sakit yang menanggungnya karena kondisi keluarga Taeyeon? Rumah sakit ini memang memberi keringanan untuk pasien yang benar-benar tidak mampu membayar. Tapi itu nggak mungkin, kalau benar begitu pasti petugas administrasi itu tidak akan berkata seperti itu.
“……………..”
Ah sudahlah daripada pusing-pusing mikirin.

**

Pintu kamar Taeyeon terbuka pelan. Seorang perawat masuk ke dalam.
“Taeyeon ah, aku datang menjengukmu lagi.”
“………………”
“Taeyeon?” Jessica sudah memanggilnya dari samping ranjangnya. Tapi Taeyeon tetap tak bergeming. Jessica melambaikan tangannya di depan wajahnya.
“Taeyeon?”
“Eh? Oh! Mian, aku nggak sadar kamu ada disini.”
“Kamu melamun.”
“Haha sepertinya begitu.”
“Bagaimana dengan ingatanmu? Apa kamu sudah mulai ingat beberapa?”
“Belum, mianhae…” Taeyeon menggeleng. “Ketika mencoba mengingat kembali, rasa sakit di kepalaku malah terasa semakin menyengat.”
“Jangan meminta maaf Taeyeon, kecelakaan ini bukan salahmu. Saksi mata sudah bersaksi bahwa penabrakmulah yang melanggar lampu lalu lintas dan menyebabkan kecelakaan.”
Jessica menggenggam tangan Taeyeon dengan mesra. “Juga jangan memaksakan diri mengingat ya?”
“Ne.”
“Sesuai janji, hari ini aku datang untuk melanjutkan cerita kemarin.”
“Terima kasih sudah meluangkan waktu untukku, Sica. Kamu pasti sangat sibuk.”
Jessica senang karena Taeyeon sudah mulai memanggilnya ‘Sica’ lagi. Ini sebuah kemajuan.
“Ah Taeyeon, walau lupa ingatan kau masih tetap selembut dan sesopan dulu. Tentu saja sudah kewajibanku sebagai kekasihmu untuk mendampingimu di saat seperti apa pun.”
“Gomawo, ngomong-ngomong Sica, ada yang ingin kutanyakan.”
“Ne?”
“Kenapa selama aku dirawat disini tidak pernah ada yang menjengukku selain kamu, perawat lain dan dokter?”
Mendengar itu, Jessica membeku di tempat. Taeyeon menanyakan pertanyaan yang paling ingin dihindarinya.
“………………”
“Sica?”
“Mereka sudah…” Jessica menunduk, tak dapat meneruskan kalimatnya. Tapi Taeyeon mengerti sendiri.
“Ohh begitu…”
“! Kamu sudah ingat?!”
“Belum, tapi samar-samar aku memang sudah merasakannya.”
“Taeyeon, aku…” Jessica menunjukkan wajah empati.
“Aku sudah tidak apa-apa kok. Maaf sudah membuat mood jadi jelek.” Taeyeon tersenyum untuk meyakinkan Jessica. “Ceritakan hal yang menyenangkan untukku, Sica.”
“………………”
“Ya? Tolong…”
“Baiklah.” Jessica kembali memasang wajah ceria. “Taeyeon, apa kamu tahu hari ini hari apa?”
“Hari kamis tanggal 14 Febuari.”
“Selain itu?”
Taeyeon menggeleng. “Aku tidak tahu, memangnya hari ini hari spesial? Di kalender tidak tertulis apa-apa.”
“Hari ini tanggal 14 Febuari. Hari bagi para pasangan berbagi kasih, sekaligus…” Jessica menatap Taeyeon dengan sorotan mata lembut berlumur cinta. “Hari kita menjadi sepasang kekasih…”
Taeyeon tertegun. “Hari kita… jadian?”
Jessica mengangguk.
“Oh haha, mian aku nggak ingat. Padahal seharusnya ini jadi peringatan yang membahagiakan untuk kita berdua…”
“Sudah kubilang jangan minta maaf kan?”
“Oh iya.”
“Karena itu aku membawakan coklat untukmu, kamu boleh memakannya.”
Jessica mengeluarkan sebatang coklat dari sakunya lalu meletakkannya di tangan Taeyeon.

Flash back

14 Febuari 2010

“Gomawo, tiap tahun kau selalu memberiku coklat. Ini coklat dariku juga,” ujar Taeyeon sambil memberikan sekotak penuh coklat.
“Hehe, kalau kamu selalu langsung membalas coklatku seperti ini, jadi tak akan ada White day dong?”
“Ah benar juga.” Taeyeon menggaruk-garuk pipinya yang tidak gatal. “Tapi biarlah, sudah terlanjur. Terimalah, nanti White day kita tinggal saling bertukar coklat lagi.”
“Haha, mungkin cuma kita satu-satunya yang seperti itu.”
“Bagus kan? Jadi seperti ada hari Valentine dua kali dalam setahun. Kamu ada kasih ke siapa saja?”
“Selain kamu, aku cuma memberi ke keluargaku. Krystal sangat senang, Umma dan Appaku tidak begitu suka coklat tapi mereka tetap menerimanya. Walau tentu saja aku tidak semahir kamu, Taeyeon. Aku membelinya sedangkan kamu membuatnya sendiri. Bagaimanapun juga coklat yang dibuat sendiri itu mengandung lebih banyak cinta di dalamnya…”
“Hmm, yahh, kalau menurutku sih membeli atau membikin sendiri pada akhirnya semua tergantung perasaanmu. Kalau kamu membelinya sambil memikirkan perasaan orang yang akan kamu berikan sudah tentu orang yang menerima coklatmu akan dapat merasakan cintamu.”
“…………….”
“Contohnya coklat yang kamu belikan untukku ini.” Taeyeon membalik coklat pemberian Jessica dan menyelami bahan-bahan apa saja yang digunakan untuk membuat coklat tersebut. “Kamu berhati-hati agar tidak membeli coklat yang mengandung kacang untukku, sebab kamu tahu aku alergi kacang. Itu berarti kamu memikirkanku sewaktu membeli coklat ini.”
“Taeyeon…”
“Nah lihat kan? Aku bisa merasakan cintamu melalui coklat ini. Jadi kamu tidak perlu berkecil hati meski kamu tidak membuatnya sendiri, ne?”
“Kamu benar-benar sangat gentle…”
“Oh haha, makanya terkadang aku berpikir jika aku terlahir jadi namja aku pasti akan bisa memperlakukan yeojachinguku dengan sangat baik.” Pipi Taeyeon sedikit merona. “Sampai sekarang aku belum punya pacar. Akhir-akhir ini aku begitu lapar akan cinta… selama setengah tahun lebih ini hidup tanpa dikelilingi keluarga, aku baru menyadari betapa kesepiannya aku…”
“…………….”
“Ah, tapi tentu saja aku sangat senang dengan keberadaanmu Sica. Kalau kamu nggak ada mungkin aku sudah mau bunuh diri waktu itu. Sampai sekarang aku masih ingat betapa depresinya aku kala mereka meninggalkanku.”
“Taeyeon ah…”
“Tapi sekarang aku sudah nggak apa-apa, karena aku masih punya kamu, Sica.”
“Aku…”
“Mwo? Kamu kayak mau ngomong serius.”
“Aku memang…”
“Baiklah sekarang aku berhenti bicara. Aku akan mendengarkanmu dengan serius. Ada apa?”
“Aku…” Jessica mendadak seperti kesusahan bicara. Lidahnya tidak mau diajak bekerja sama.
“Ya?” Taeyeon mendorongnya.
Jessica mengepalkan tangannya di atas paha dan memberanikan diri.
“Ingin menjadi yeojachingumu…”
“Heehhh??” Taeyeon membelalak kaget.
“Mian, sudah lama sebenarnya aku memendam perasaan seperti ini terhadapmu…”
“…………….”
“Aku mencintaimu. Aku ingin menjadi kekasihmu, tapi kalau kamu tidak mau, aku harap kita masih bisa menjadi teman…”
“…………….”
“Ah, aku bicara apa sih. Sudah tentu nggak mungkin. Jeongmal mianhae Taeyeon, sudah mengganggumu, permisi,” kata Jessica sambil beranjak pergi.
“Tunggu!”
Taeyeon mengejar dan memeluk Jessica dari belakang.
“Taeyeon?”
“Jangan pergi… kumohon…” Taeyeon menyandarkan kepalanya di bahu Jessica. Ketika merasakan kehangatan yang terpancar dari tubuhnya, dia merasa nyaman.
“Ta-tapi Taeyeon, kalau kamu meminta begitu nanti aku bisa salah mengerti… nanti kukira kamu menerimaku…“ kata Jessica mulai terisak.
Taeyeon mempererat pelukan tangannya di atas perut Jessica. “Ya Sica, aku juga mencintaimu.. aku ingin kamu menjadi yeojachinguku.”
“Eh…? Aku harap aku tidak salah dengar…”
“Kamu memang tidak salah dengar.”
“Kalau begitu ini pasti mimpi…”
“Ini bukan mimpi, jadi maukah?”
“Taeyeon!” Jessica berbalik dan memeluk Taeyeon erat-erat.
“Haha sudah sudah… jangan nangis lagi.” Taeyeon menepuk-nepuk punggungnya.

End of flash back

Setitik air mata menggelincir turun dari mata Taeyeon.
“Ke-kenapa Taeyeon?! Kamu sakit?!” tanya Jessica kaget.
“Nggak… itu…” Taeyeon mengusap air matanya. “Mianhae… karena aku melupakan hal penting begini pasti aku sudah sangat menyakitimu…”
Jessica merasa hatinya diremas-remas. Tak disangka ternyata Taeyeon kepikiran.
Taeyeon membuka bungkusan coklat dari Jessica dan memakannya.
“Hmm, enak.”
“Itu coklatnya aku beli lho.”
“Tidak masalah kan. Aku bisa merasakan cintamu dalam coklat ini, Sica.”
Jessica tersenyum melihat Taeyeon menikmati memakan coklat pemberiannya. Dan dari perkataannya itu adalah bukti tak terbantahkan bahwa perasaan Taeyeon memang tidak berubah meski kehilangan ingatan.

Tiffany POV

Dari luar kamar pun aku bisa merasakan kemesraan mereka.
Aku meremas plastik bungkusan coklat dalam saku jasku.
Aku tahu aku tidak boleh menghancurkan kebahagiaan mereka. Tapi kalau coklat saja tidak apa kan?
Aku menjauh dari sana ketika kurasakan Jessica akan keluar kamar.
Kenapa rasanya aku jadi mirip stalker?
Setelah memastikan Jessica sudah jauh dan tidak akan kembali lagi, aku menarik nafas dalam dan memasuki kamarnya. Kalaupun nanti dia kembali saat aku masih disini aku bisa beralasan kalau aku hanya sedang mengecek kondisinya.
“Ah dokter.”
“Selamat sore, bagaimana perasaanmu?”
“Baik, tapi aku merasa lemas dan mengantuk…”
“Kamu memang harus banyak istirahat untuk mempercepat pemulihanmu.”
Aku berjalan ke samping tempat tidurnya.
“Sudah mulai ingat?”
“Sedikit, berkat perawat Jessica.”
“Ohh, jadi kamu menyukainya,” ujarku tanpa menyembunyikan rasa cemburuku.
“Tentu saja. Perawat Jessica bilang dia kekasihku. Lagipula tidak seperti ekspresinya yang dingin, justru dia sangat baik dan hangat padaku.”
Aku sedikit jengkel melihatnya membicarakan Jessica dengan wajah sumringah seperti itu. Aku memang tahu dia telah lupa padaku dan juga apa yang telah dilakukannya padaku tapi tetap saja!
Eh?
Tunggu! Tunggu Fany! Bukan itu kan alasanmu datang kesini?!
Kulayangkan pandanganku kembali ke wajahnya.
“?”
Dia masih menatapku dengan sorot matanya yang polos itu.
“Buka mulutmu. Sekarang juga.”
“Eh?”
“Sudahlah, buka saja!”
“I-iya, dokter mau memeriksaku ya?” Taeyeon membuka mulutnya dengan patuh.
Aku mengambil sepotong coklat dari dalam plastik dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
“Hmmph?”
“Itu coklat untukmu, hari Valentine.”
Taeyeon mengunyahnya perlahan. “Eh? Memangnya dokter juga memberikan coklat ke pasien lain?”
“I-iya.”
Kulakukan itu supaya kalau ketahuan aku tidak akan terlihat mencurigakan. Siasat yang bagus Fany, kau benar-benar pintar.
“Aku membuatnya sendiri.”
Kulihat dia menelannya.
“Heee~ dokter bisa bikin coklat ya? Hebat.”
Benar, aku sudah mengorbankan tidurku untuk berlatih membikinnya. Dan akhirnya aku berhasil membuat coklat yang hasil jadinya bagus dan enak.
“Kalau begitu selamat istirahat.” Aku berbalik dan berjalan pergi. Tapi tepat sebelum aku membuka pintu, aku mendengar suara batuk dari arah tempat tidurnya.
Aku menoleh dan melihat Taeyeon batuk-batuk. Lalu kemudian yang mengejutkan, setelah itu dia muntah di samping tempat tidur.
“Eh?!”
Apa yang terjadi?!
“Taetae?!” Aku segera menghampirinya dengan panik.
“Ahh…! hahh! Hahh! Hahh!” parasnya mengerut kesakitan. Sekarang dia tampak kesulitan bernafas dan tersiksa.
Aku membantu membaringkannya di tempat tidur kemudian memasang stetoskop di telingaku dan menempelkannya di dadanya, mencoba memeriksa detak jantungnya dan mendengarkan pernafasannya.
Kenapa tiba-tiba dia jadi seperti ini? Padahal sampai tadi dia masih baik-baik saja!
Masa ini dari coklat yang kuberinya barusan?
Berarti ini… alergi?!
Tapi bukannya dulu dia pernah memakan coklat dan baik-baik saja? Berarti bukan coklat? Perasaan aku tidak mencampurkan sesuatu yang tidak biasa.
Aku memasangkan masker oksigen ke wajahnya sambil berpikir-pikir apa saja yang mungkin mengakibatkan alerginya.
Tunggu, aku ada mencampurkan kacang, jangan-jangan itu penyebabnya?! Meski itu baru kemungkinan, tapi aku sangat yakin!
Taeyeon menatapku dengan sorot mata kesakitan.
DEG
“Tunggulah Taetae! Aku akan segera mengambilkan obat!”
Aku segera berlari keluar.

Third Person POV

Jessica kebetulan melihat Tiffany tergesa-gesa masuk ke kamar Taeyeon. Jika seorang dokter berkelakuan seperti itu, dia langsung memiliki firasat tidak enak.
“Taeyeon?!”
Dia segera melupakan apa yang hendak dilakukannya dan setengah berlari menuju kamar Taeyeon. Begitu masuk dia melihat Tiffany sedang menyuntik lengan Taeyeon dengan kalut. Sedang Taeyeon terlihat kesakitan.
“Tiffany! Apa yang terjadi pada Taeyeon?!”
“Sepertinya dia terkena alergi, Jes!”
“Alergi?! Jangan-jangan… kamu memberinya makan kacang??!”
“A-aku tidak tahu kalau dia alergi kacang!”
“Omo, Tiffany!”
“Jeongmal mianhae!”

**

Taeyeon sudah kembali tenang dan dia tertidur.
Jessica menyeretnya keluar dan masuk ke ruang istirahat.
“Kenapa kamu memberinya makan kacang?” tanya Jessica dengan icy glarenya.
“A-aku tidak benar-benar memberinya kacang,” jawab Tiffany tidak berani beradu pandang dengan Jessica.
“Lalu apa?”
“Coklat… ku-kupikir karena hari Valentine, aku mau menghibur pasien yang kurawat dengan memberinya coklat.”
“Kau tidak boleh seenaknya memberi coklat tanpa tahu menahu riwayat pasien! Bisa saja mereka punya alergi seperti Taeyeon! Kalau itu sudah terjadi bagaimana kau akan bertanggung jawab?! Keluarga pasien bisa menuntutmu! Dan nama baik rumah sakit ini juga akan bisa jatuh hanya karena keteledoranmu!”
“Aku… aku sama sekali tidak menyangka akan jadi seperti ini… aku janji lain kali nggak akan terjadi lagi…” tutur Tiffany dengan penuh penyesalan.
“Harus itu!” Jessica menghela nafas. “Ya sudahlah, yang penting kamu sudah merenungkan perbuatanmu.”
“Kamu beruntung karena tidak akan ada keluarganya yang menuntut kejadian ini. Tapi aku harap kamu tidak memberikan sisa coklatmu untuk pasien yang lain.”
“Arraseo…”
Mata Tiffany berlinang air mata. Bukannya menolong dia malah menambah penderitaan orang yang dicintainya. Ingin rasanya dia menangis keras-keras, tapi berusaha ditahannya karena sedang berada di depan Jessica.

**

@kamar rawat Taeyeon.
“Mianhae… sudah membuatmu jadi begini…” Tiffany melihat kapas yang di plester di tangannya, menutupi bekas suntikan tadi. “Jeongmal mianhae… Taetae…”
Bagaikan potongan batu es yang menyumbat matanya, es itu mulai mencair. Membuat matanya jadi penuh genangan air. Lalu genangan air itu menetes ke punggung tangan Taeyeon.
Satu menit. Dua menit berlalu. Tiffany masih diam mematung disana. Terus menangis. Air matanya berjatuhan membasahi tangan Taeyeon.
“Dokter menangis…?”
“!”
Ternyata Taeyeon sudah sadar dan sedang berbicara dengannya.
“Jangan dipikirkan. Aku senang kok dokter mau memberiku coklat.”
“Tapi aku…! Bukannya menyembuhkan, aku malah membuatmu bertambah sakit! Kau seharusnya marah! Kau seharusnya tuntut aku!”
“Eh kenapa? Dokter kan tidak tahu kalau aku alergi kacang. Dan dokter tidak bermaksud melukai siapa-siapa. Dokter hanya ingin menghibur para pasien, benar bukan?”
“A… i-iya…”
“Menurutku hebat ada dokter yang mau repot-repot membuatkan coklat untuk para pasiennya di hari Valentine. Dokter pasti sangat disukai oleh para pasien di rumah sakit ini.”
Mendengar itu mendadak Tiffany dilanda rasa bersalah. Sebab alasan yang sebenarnya tidak semulia yang Taeyeon pikirkan.
“Kalau boleh bertanya, siapa nama dokter?”
DEG
“Ti-Tiffany. Tiffany Hwang.”
“Dokter Tiffany…”
Jantung Tiffany berdebar kencang. Apakah Taeyeon akan ingat siapa dirinya?
“Terima kasih karena selalu merawatku. Terima kasih juga buat coklatnya, sangat enak!” Taeyeon tersenyum tulus, sama sekali tidak terdengar menyindir atau dibuat-buat.
“Tae…” Tiffany benar-benar merasa sangat terharu.

Tiffany POV

Kau berterima kasih? Meski aku telah membuatmu seperti ini?
Oh Taetae…
Tapi aku juga kecewa karena kau belum mengingatku…
Padahal tak pernah sekalipun aku melupakan pernyataan cintamu pada waktu itu…

*~To Be Continued~*

A/N : Haha author sendiri terharu sama kata-kata Tae^^
Kayaknya ni ff bakal lebih panjang dari rencana semula. Tapi entahlah, please comment 😉

Advertisements

Comments on: "Eien no Kizuna (Chapter 3)" (73)

  1. annyeong…

    aaaa~ taeng unnie kapan ingatan mu pulih??cepat lah ingat mi youngie mu….
    meskipun aku seneng liat ppany unnie cemburu,tp ttep ajj klo udah kaya gini aku ksian coz dy jd korban keadaan terus u,u #dasar reader plin-plan

  2. Taeyeon so cool cool cool~
    Thor nemu itu kutipan kata kata taeyeon dari mana?kece bener kata katanya (y)
    Ko tiffany ga tau kalau tae alergi kacang ya aduh kenapa tauan jessica -_-

  3. Bnar kan jadi lbih panjang dari rncana smula.^^ Pas Gidarida juga gitu. Taeng di sini bnar2 gentle layaknya seorang namja. Pmbawaannya tenang (gak dorky kayak biasanya), tutur katanya halus dan lembut, perhatian, pintar memuji dan menghibur, srta tulus. Wuih di sini Taeng perfect bangt ya. XD
    BTW itu stalker Fany sudah kalah 2-0 tuh. Masa gak tahu klo Taeng gak bisa makan kacang? Payah ah Fany. >.< Padahal sharusnya dia sahabatan ama Taeng lbih lama.
    BTW aku dapat bbrapa hint di chaptr ini, tapi gak tahu juga ini hint atau bukan:
    1. Slain Chinese New Year tampaknya Valentine Day juga memainkan pran di sini.
    2. Orang tua Taeng mninggalkannya, brarti kmungkinan blum mninggal.
    3. Taeng sudah prnah mnyatakan cintanya ama Fany, brarti mungkin prpisahan mrka disebabkan karna Fany yang mnolak Taeng.
    Apa lagi ya? Tar aku cari lagi deh. XD
    Author baik deh cpat bangt updatenya.^^
    Gimana tuh kabar Yoong? Sudah smbuh n makan coklatnya Hyunnie blum? XD

    • panjang, biar lbh mendalami
      I love gentle Taeng^^
      di chp sebelumnya sih Tae smpt dorky XD
      ada jg yg berdasarkan omongan Tae sendiri, kayak misalnya dy jd namja itu beneran

      sorakin Sica deh, udh dpt 2 soalnya wkwkwk

      iy, tp disini, Fany baru mengenal Taeng setahun sih, udh itu kepisah
      1. benar, maksudku milih chinese new year itu karena berdekatan dgn valentine day^^
      2. udh tiada sih, cuma aku pakai bahasa yg lbh halus, oke? 😉
      3. hehe

      msh ada hint lain, tp sgt tersembunyi, (udh ada hintnya dr awal chp smp chp ini) hoho XD
      tanyakan ke Hyunnie sana 😀

      • Tampaknya comment aku kmarin yang ini gak masuk:
        Ktinggalan, menurutku kalung pasangan TaeNy nantinyalah yang akan memainkan peranan penting dalam ‘mengikat’ hubungan TaeNy lagi. Mungkin Taeng tar gak sngaja lihat kalung Fany kok cocok ama kalung dia gitu.^^
        Dan menurutku di sini yang lbih pantas memakai kalung berbandul gembok adalah Taeng, sdangkan Fany yang kunci, karena Fany harus berusaha untuk ‘membuka’ kembali ingatan perasaan Taeng di masa lalu padanya.^^

        Ohh, waktu itu mrka baru knalan slama 1 tahun ya?
        1. Ohh, brarti Chinese New Year itu hanya sbagai pngantar yang menunjukkan sbntar lagi mau Valentine, trus nyambung ke crita masa lalunya TaengSic gitu ya?
        2. Ohh bgitu ya.
        3. Masih rahasia tampaknya.

        Aku nanya ke Hyunnie? Jangan ahh, gak mau gangguin pasangan YoonHyun yang sdang mrayakan Valentine. Mungkin skarang lagi nyuapin coklat ke Yoong, masa aku ganggu sih?. XD

      • haha benar jg kebalik XD
        1. yup

        kekeke YoonHyun lg mesra XD

      • Astaga, ini demi apa, gak di sini, gak di sana account-ku di hack………… >.<

      • wah siapa yg ngehack?
        td jg kayaknya gambar profilemu berubah

      • gitu aku buka sudah di-hack aja. Aku nyadarnya juga gara2 gravatar-nya brubah.
        Hmm, tnang aja aku tahu kok ini siapa. Comment2 di atas masih bnar tulisanku. Tampaknya di sini gak nge-post macam2. Gak disina aja, di WP lain n di forum juga kena. -.-

      • maksudmu selain disini km jg di hack di forum lain?
        untunglah dy gak ngapa2in tp kalau bisa ganti password aja
        jgn2 punya stalker rahasia? XD

      • Yah, kayaknya di sini aman2 saja.^^
        Tnang saja password-ku yang skarang trdiri dari kombinasi huruf kecil dan huruf besar yang panjang. XD
        Stalker rahasia? Klo kayak Fany sih boleh3 aja. XD

  4. taengfany said:

    Gila..
    Fany sakit hati noh pasti dimaki2 jessica, padahalkan tiffany lebih lama sma taeyeon
    Disini nggk ada yg salah tp cerita’a nyebelin….
    Nggk ada yg tau satu sama lain
    Tambah lg taeyeon amnesia
    Seru nih ff thor
    D’tunggu lanjutan’a thor

    • ya tentu saja pasti Sica marah dong kalau Tae celaka gara2 kecerobohan Fany
      haha sabar kalau terasa nyebelin dan gemes^^

  5. Kwon Eya said:

    Mianhae tor,baru bza k0men ckrg. Signalqu bnr2 mnyebalkan.
    Waah,tae lum bza inget yah. Kacian dunk fany. Pnazaran neh l0w ntar tae inget, trz jeti gmn dunk. Jd rivalkah? Pzti ntar bkal da new cast neh. Iya kan? Lnjt th0r!

  6. Hidup taengsic………
    Payah km fany masa gk tw klo taeyeon alergi kacang aq aja tw loh..hehehe
    Di tunggu lanjutana & SEMANGAT!!!

  7. co cweeett mkn cinta deh ma sica yg sangat mengerti taeng
    taeng klo ngomong bhsa nya lmbut bgt ye suka bgt ma krakter taeng dsini…
    ppany maapin ya kyana aq dukung sica tuk dptin taeng….
    suka ma author yg stu nie cpt update….
    hihi

  8. nuriiiin said:

    Aah!! Taeyeon!!! I love youuuuuuu~ *komen rusuh*

    g bisa ngomong apa2 lagi.. Bner deh, lagi dan lagi, falling in love sama taeyeon..

  9. mrz_love_taeny said:

    tae lo gk cm bikin ppany ma jenong doang kepincut ma kamu tp aku juga
    astaga kamu bener2 pacar yg perfect yg slalu diinginkan ma tiap cewek
    termasuk aku
    kekeke xD

    ehm flasbacknya taengsic sweet bener dah
    semakin cinta ma jessi disini
    wlpn agk sebel wkt dia maki2 fany

    trus kyknya aku kyknya tau alasan fany ninggalin tae mungkin sama kyk gidharida ya thor…? !
    trus maksud fany “aku memang tahu dia lupa padaku dan juga apa yang telah dia lakukan padaku”
    maksudnya saat tae nembak fany itu kah…? !

  10. Oah..kim taeyeon gentle gila.. 🙂 pany bahkan dr chapter ini pun kau kalah telak nak u,u ck..gue ga tega kalo ada sala satu dr duo jeti patahati -_-

  11. Thor.. Masa lalu TaeNy belum yach?

    Jadi.. Tae pernah nyatain cintanya yah ke Ppany? Tapi, ditolak gitu? Atau gimana? Penasaran.

    Kalau ada pasien yang setulus Tae. Waduh, semua dokter pasti banyak yang terharu yach thor? Heheh~

    Oke ditunggu thor next chapnya. Moga kagak lama yaw???

  12. Huaaa manis banget…. Thor daebak daebak…!! Aku sukaaaaa apa lagi ini bulan febuariiii……

  13. poor fany,,,kya’y bkalan makin ribet nh cerita’y,,,tpi q suka,,,semangat thor

  14. Ahhh. . Gk tau mo koment ap…
    Kerenlah pokokny…
    Fighting author…^^

  15. navy99blue said:

    uwoooo ud palentin dimari yaaa..
    Taengsic unyu jg yee.. Kirain pas diawal baca kesan bertepuk sebelah tanganna berasa. Tp pas baca crita2na sica, ga gt2 amat.. Malah unyu..
    Mmm kalo kyk gt bingung..
    Taeng mendingan ama yg mn y..haha

  16. TaengSicababy said:

    Hehehe..
    Dilema nih, dukung taeny apa taengsic yah.. –”
    Taengsic deh…
    mumumumu.. :*

  17. taeny huhuhu…
    penasaran sm masa lalu taeyeon sm tiffany bih thor..

  18. sunaegyo said:

    kakak author critanya baguuuuussss
    taenynya itu bikin geregetan >,<

  19. kwonbori said:

    sorry author, aku baru buka wp ini lagi,
    jadi ketinggalan banyak cerita,
    btw, jadi bingung mau baca yg mana dulu,
    author punya rekomendasi kah? yg mana dulu yg dibaca??

    terimakasih .. ^^

    • hmm, yg udh tamat aja dulu? biar lbh enak, gak ush nunggu 😉
      maunya pairing yg mana? kalau gak masalah sm pairing, baca yg judulnya we were meant to be together (tp panjang, smp 17 chapter, baru2 ini tamat) pairing utamanya SooSun dan ada sedikit SooSicanya (awas ada NCnya ya, walau tdk kuberi warning 😛 )

      kalau mau bacaan one shot dan kocak, baca yg judulnya everybody head over heels for kid leader dan saengil chukae hamnida kwon yuri

      kalau mau yg msh to be continued, baca yg judulnya cinta segisembilan atau eien no kizuna, ini
      ff lainnya udh pd tamat kecuali yg 2 ini

      silakan^^

      • kwonbori said:

        soosun ?? pairing favorit ak tuh kebetulan..^^
        oke deh ak baca soosun dulu,

        makasih author..^^

  20. taeyeon masi belum ingat yach,, emm kenapa fanny juga tidak mencoba untuk membantu mengingatkan masa lalu mereka bedua.. ntar tinggal taeyeon lagi yang memilih antara fanny dan sica,., hehe
    pilih dua2nya aj,., wkwkwkwk

  21. aihhh… bener un, aku juga terharu.
    kata-katanya dalem banget.

    eh apaan tuh lapar cinta? tae ada2 aja… itu kan kata-katanya pas diwawancarai di suatu acara apa gitu. ya ga un?

    oiya, maaf ya baru comment di chapter ke 3. abisnya koneksi eror mulu. hehe
    lanjutttt unnie!!!!

  22. Hai , author . Salam kenal :)*bow* Reader baru .
    Taengsic moment.. Hahaha ak suka . Semangat thorr untk chapt dpan . 😀

  23. sica so sweet abis, aduh kata2 cintanya itu loh. gaya pacaran mereka dicerita ini juga, walaupun masih awal2. mudah2an tae tetep ama sica aja yaa unnie 😀

  24. blackpearljess^^ said:

    Ko sica lebih galak ke fany pdhal kn fany dokter na??
    Bnr2 Ice Princess,, hehehhee,,

    Gpp thor lebih pnjng chapter na dr Ɣªⁿǵ d rencanain malah lebih seruuu,,
    Crita na bagus n seru aja liat dokter fany n zuster sica,, bayangin na bikin gemeesss sndiri,, #apadeh#

    Lnjut dlu akh^^

  25. Yakkk..!! ketawa gw pas baca ini “Jessica menatap taeyeon dengan mata lembut berlumur cinta”
    aigoo ini romantis tp gw ngakak sumpah sm kata2nya..wkwkwkwk 😀 bner2 disini jessica sngat memuja taeyeon hahaha
    ok tiffany gwenchana..km ga tau kan taetaemu alergi kacang..yg penting km nggak dikacangin taeyeon hrsnya udh bersyukur..LOL XDD
    LANJOOOOOT..!!

  26. RoyalSoosunatic said:

    tae baik bgt sih thor…
    Kasian tuh fany dimarahin ma sicca..

  27. anisa23zahra9 said:

    Best Deh buat Maifate Eonnie (y) keren banget ff nya ^.^

  28. Terharu (udh itu aja) *komen apaan ini?
    Sebenernya aku gak tau mau ngasih tanggapan apa~ *malu*
    Permisi *gotothe next chap*

  29. lee deyeon said:

    Ni cerita melow amat sih, ga sedih tapi melow aja..
    Kasian amat sih jadi Ppany, psti nyesek bnget jdi Ppany..

  30. wah sica bener-bener serem kalo marah, buat fany sabar ya pasti taeyeon bakalan inget kok sama kamu nanti hehe

  31. .aku mnyukai ny ………

  32. blue ocean said:

    author.. trus trang aq ga kuat.. image taeyon baik banget..

  33. TaeNySic Jjang said:

    Kyaaaa….
    Taeyeon baik banget, jadi terharu bacanya

  34. hennyhilda said:

    Aq sk bgt m taeyeon sikapnya yg bnr2 baik
    jd tmbh pnsrn
    semangat author
    ganbatte

  35. Flesbekx swit2,nah gliran fanyx lah kok miris,q bingung alx q suka taeny taengsic

  36. Woahh Brarti dLu tae pernah ditolak sama pany?? Tae buruan ingat gih biar kamu lihat cinta pertamamu ada didpn mata.. Next yaa

  37. Igis Rinjani said:

    Tiffany, plis jangan buat taeyeon suka sama lo ! ah gue udah suka taengsic nih. seru critanya.
    annyeong, baru pernah komen nih tor, maap ye. baru baca juga nih ff pas banget nemu yg taengsic. idola gue 😀
    sukses author jjang! 🙂

  38. novilrs said:

    yg bayarin rmh sakit pasti fany tuh wkakwa sica nya gk peka. fanyyyy. masa gk tau klo tae alergi kacang T.T

  39. 😢😢😢

  40. Tiffany stalker…Cepat sembuh Taeyeon eonnie

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: