~Thank you for your comments~

Eien no Kizuna (Chapter 2)

Kini setelah kamu tidak berada di sisiku lagi aku baru mengerti.
Di dunia yang seluas ini, bisa bertemu denganmu dan jatuh cinta padamu adalah suatu keajaiban bagiku.
Makanya selama kamu bahagia dan tersenyum. Aku juga bahagia.
Mianhae…

**

Tiffany bengong memikirkan perkataan Jessica lusa kemarin.
Aku adalah kekasihnya.
Kekasihnya.
Kekasihnya…

Sekali lengah sedikit saja, kata-kata itu kembali membayangi pikirannya.
Dia sama sekali tidak tahu kalau Jessica sudah punya kekasih. Terlebih lagi kekasihnya adalah Taeyeon. Taeyeon yang itu. Taeyeon yang dicintainya. Taeyeon sahabat baiknya semasa remaja.
Tapi itu memang wajar karena Tiffany baru mengenal Jessica bulan lalu.
“Aaaaaaaa!! Appoooo!!” Yoona merengek kesakitan.
“Fany ah! Jangan bengong saat menyuntik pasien!” panggil Jessica.
Tiffany baru tersadar apa yang dilakukannya.
“Waaaa! Mianhae! Mianhae!”
“Gwenchana! Yang penting cepat selesaikan! Aduduh!” teriak Yoona karena jarumnya bergoyang padahal masih tertancap di lengannya.
Selesai penyuntikan, Tiffany meminta maaf sekali lagi.
“Uhh menyakitkan… kenapa sih aku harus disuntik segala, Hyunnie? Mana dokternya bengong lagi pas suntik aku.”
“Ini kan salah unnie sendiri. Sudah kuingatkan agar jangan makan terlalu banyak. Pencernaan unnie jadi bermasalah lagi kan. Padahal sudah mau dekat hari Valentine, tapi unnie malah sakit. Unnie tidak mau kalau sampai tidak bisa makan nantinya kan?”
“Uhh, enaknya jadi Sooyoung unnie… bisa makan sepuasnya tanpa ada gangguan pencernaan.”
Tiffany menghela nafas setelah mereka berdua keluar.
“Nggak kemarin, nggak hari ini sama saja. Bengong selagi kerja. Kau kenapa sih? Nggak enak badan?”
“Ani, cuma ada hal yang sedikit mengganggu pikiranku.”
“Fany ah, selama bekerja kau tidak boleh memikirkan hal lain selain pasien yang ada di depanmu. Kalau tidak kau bisa kehilangan kepercayaan pasien yang sudah mempercayakan kamu untuk mengatasi penyakitnya. Sebagai seorang dokter seharusnya kau mengerti itu.”
“Ne…”
Jessica berkacak pinggang. “Memangnya apa sih yang kamu pikirkan? Coba ceritakan, aku dengar.”
“……………..”
“Ya sudah, kalau nggak mau cerita aku nggak maksa. Tapi tolong kau lebih pusatkan pikiranmu di tempat. Aku nggak bisa terus-terusan mengingatkanmu.”
“Yaaaa, Jessica unnie~”
“Aku bukan unniemu, dongsaengku hanya Krystal seorang.”
“Eh pelit.”

**

Tiffany dan Jessica berjalan di lorong rumah sakit sehabis melakukan kunjungan ke kamar-kamar pasien.
“Sekarang mau kemana?”
“Hanya ada satu kamar yang belum kita kunjungi. Kamar 903. Aku akan mengecek kondisi pasien bernama Kim Taeyeon itu. Dari kemarin-kemarin dia masih belum sadar.”

**

Tiffany membuka pelan pintunya setelah melihat tidak ada siapa-siapa di dalam.
“Sejak dia dirawat disini tidak pernah ada yang datang menjenguknya. Memangnya keluarganya tidak dihubungi?”
“Itu tidak perlu…” Jessica berjalan ke sisi Taeyeon.
“Eh? Kenapa?” tanya Tiffany dengan naifnya. “Mereka kan mungkin saja khawatir kalau tidak mendapat kabar darinya selama beberapa hari.”
“Sebab dia sudah tidak punya keluarga lagi…”
Mendengar itu mendadak hati Tiffany rasanya jadi amat pedih. Kenapa dia bisa begitu tidak peka.
“Tiga tahun yang lalu sebuah kecelakaan mobil merenggut seluruh anggota keluarganya dari sisinya. Jadi sekarang dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi yang bisa dipanggil keluarga.” Jessica membelai lembut pipi Taeyeon. Tampak sekali dia sangat menyayangi Taeyeon. Dan sekarang dia menangis untuk Taeyeon.
Tiffany dapat merasakan cinta Jessica yang begitu besar terhadap Taeyeon. Dan sekali lagi dia merasa terluka karena bukan dia yang menjadi kekuatan bagi Taeyeon disaat dia membutuhnya.
“Tapi dia masih punya kamu…” kata Tiffany lirih.
“Ya… aku harap Taeyeon tidak begitu kesepian lagi… aku harus menjadi kekasih yang lebih baik lagi untuknya.”
Tiffany berpikir. Seandainya… dulu aku tidak pergi meninggalkannya, mungkin aku yang sekarang ini berada di posisinya.
Tiba-tiba Tiffany melihat ada pergerakan pada jari Taeyeon.
“Jessie, lihat!” Tiffany menarik lengan baju Jessica. Sekarang Jessica ikut memperhatikan. Mereka sama-sama menunggu dengan dada berdebar-debar.
Mungkinkah Taeyeon akan sadar sekarang?
Mungkinkah Taeyeon akan membuka matanya detik ini juga?
Tapi bagaimana? Sekarang Tiffany berada disini dan kalau Taeyeon sadar, mereka akan langsung bertemu.
Mendadak begini, Tiffany sama sekali belum mempersiapkan batinnya. Dia tidah tahu harus memasang wajah seperti apa.
Kangen? Atau malah netral seperti layaknya sahabat lama?
Yang mana pun Taeyeon sudah membuka kembali matanya.
Wajah Jessica kembali cerah.
“Taeyeon, syukurlah kamu sudah sadar!”
Mata Taeyeon berpindah dari Jessica ke Tiffany. Tiffany memberinya senyum, walau senyumnya berkesan dipaksakan. Lalu tatapan Taeyeon kembali lagi pada Jessica.
Tiffany sempat berpikir apakah Taeyeon sekarang sudah tidak peduli lagi padanya?
Karena tidak mungkin kalau Taeyeon sampai tidak ingat wajahnya. Dia tidak banyak berubah selama 8 tahun ini, selain model rambutnya yang berbeda, serta wajah dan fisiknya yang jadi lebih dewasa.
“………………”
“Taeyeon?”
Jessica mulai merasa tidak nyaman melihat tatapan Taeyeon padanya. Taeyeon menatap lurus ke arahnya, tapi raut wajahnya datar seperti sedang berhadapan dengan orang asing. Dia mulai khawatir jangan-jangan…
Akhirnya dia membuka mulutnya. “Kamu siapa?”
Terasa seperti ada beban berpuluh-puluh kilo menindas hati Jessica. Kenyataan ini terlalu berat untuk diterimanya.
Tiffany sendiri tidak percaya mendengarnya. Taeyeon berkata seperti itu pada kekasihnya sendiri, Jessica. Itu berarti Taeyeon mengalami…
“Ini dimana?” Taeyeon mengedarkan pandangan ke sekeliling. “Rumah sakit? Kenapa aku ada disini?” Taeyeon memperhatikan keadaan tubuhnya. “Ah, apa aku kecelakaan?”
“Tunggu, sebelum itu. Apa kamu sungguh lupa dengan siapa kami?” Tiffany tidak sengaja keceplosan berkata ‘kami’. Tapi karena Jessica sedang terguncang, dia tidak mempermasalahkan itu.
Taeyeon memiringkan kepalanya. Dengan wajah polos membalas tatapan Tiffany. Dari baju yang mereka kenakan, Taeyeon menyimpulkan. “Dokter? Dan perawat kan?”
Mata Jessica berkaca-kaca. Dia menghambur keluar kamar. Tidak tahan dengan luka di hatinya.
Tiffany ikut keluar.
Taeyeon bingung karena mereka berdua tiba-tiba meninggalkannya.
Tiffany melihat Jessica berdiri tidak jauh dari pintu kamar.
“Jessie…”
“Tidak apa-apa.” Jessica mengangkat wajahnya berusaha tetap tegar. Masih tetap membelakangi Tiffany, dia berkata. “Meski lupa ingatan dia tetap kekasihku…”
“Kekasihku…” ulang Jessica sekali lagi seolah mau menegaskannya. Tiffany dapat melihat tubuh Jessica berguncang karena tangis.
“……………..”
“Aku tidak akan pernah meninggalkannya…”
“Kalau Taeyeon memang lupa padaku maka aku akan mengulang hubunganku dengannya sekali lagi dari awal. Aku akan bersabar dan menceritakan semuanya dari awal sampai Taeyeon kembali ingat.”
Tiffany tertegun dengan ketetapan hati Jessica.
Benar… semua sudah terlambat… kalau aku masuk di antara mereka sekarang aku hanya akan menjadi orang ketiga pengganggu, pikirnya sedih.

**

Keesokan harinya.
Taeyeon mengangkat wajahnya untuk memandang siapa yang masuk ke dalam kamarnya.
‘Ah perawat yang kemarin’ wajahnya seperti berkata begitu.
Jessica menutup pelan pintunya dan berjalan mendekati ranjang Taeyeon.
“Sudah bangun? Bagaimana keadaanmu hari ini? Sudah lebih baikan dari kemarin?” Jessica menunjukkan senyum yang nilainya lebih dari sekedar senyum perawat terhadap pasiennya.
“Ne, suster.” Taeyeon membalas senyumnya.
“Taeyeon ah,” Jessica duduk di samping ranjang Taeyeon dan menggenggam tangannya.
Tampaknya Taeyeon sedikit terkejut oleh perbuatan Jessica ini. Mungkin hatinya bertanya-tanya ‘Kenapa perawat ini tiba-tiba menggenggam tanganku?’
“Kamu mengalami amnesia, apa kamu sudah tahu itu?”
Taeyeon mengangguk. “Ne, sepertinya begitu. Karena aku benar-benar tidak ingat kenapa aku bisa ada disini.”
“Tiga hari yang lalu kamu mengalami kecelakaan dan kamu dibawa kesini.”
“Ohh…”
“Apa kamu sudah ingat?”
Taeyeon menggeleng, “Tidak, tapi ada satu hal yang ingin kutanyakan. Itu kalau tidak keberatan menjawab.”
Jessica tersenyum dan meremas lembut tangan Taeyeon sebagai tanda bahwa dia boleh bertanya apa saja. “Apa itu?”
“Maaf kalau pertanyaan ini tidak pantas tapi… kamu siapa? Kemarin juga… kenapa kamu seolah seperti mengenalku?”
Karena Taeyeon merasa tidak asing dengan senyum Jessica dan kehangatan genggaman tangannya. Dia yakin dia punya hubungan spesial dengannya.
Jessica menyembunyikan sakit hatinya dibalik senyumnya. “Menurutmu, aku siapa?”
“Entahlah, kalau bukan keluarga, teman? Tapi itu cuma asumsiku belaka, kalau tahu aku tidak akan bertanya.”
“Kamu benar-benar ingin tahu?” tanya Jessica seolah ingin menggodanya.
“Kalau boleh tahu.”
“Tentu saja boleh, hanya saja, apa kamu siap mendengarnya? Mungkin kamu akan sedikit syok, hehe.”
“Aku siap, katakan padaku suster, aku mau tahu segala hal yang berhubungan denganku. Tidak tahu apa-apa membuatku merasa tidak aman.”
“Baiklah, akan kukatakan siapa aku.”
Sekarang Taeyeon memperhatikan wajah Jessica lekat-lekat.
“Aku adalah kekasihmu Taeyeon, Jessica Jung.”
“Ke-kasih?” Taeyeon menatapnya setengah tidak percaya.
Walau masih sakit hati, sesaat Jessica berpikir wajah Taeyeon terlihat begitu menggemaskan. Jessica mengangguk. Matanya tidak lepas dari wajah Taeyeon.
“Kamu nggak percaya?”
“A-ahah… bukan begitu, hanya saja aku kaget kalau kekasihku ternyata seorang yeoja,” kata Taeyeon sambil memaksakan seulas senyum.
“Taeyeon, cinta itu tidak memilih siapa, tidak pernah diduga, tidak bisa dipaksa. Begitu sederhana hingga bisa membuat seseorang melakukan apa saja untuk orang yang dicintainya. Dan itu sekarang yang akan kulakukan. Aku akan melakukan apa saja demi kamu…”
“……………..” Taeyeon tampaknya sedang merenungkan kata-kata Jessica.
“Kamu mau mendengar kisah tentang kita? Dari awal pertemuan kita?”
“Ne.”

Flash back

6 tahun yang lalu.
Hari itu seisi aula dipenuhi oleh murid-murid SMA. Derai tawa dan canda mengikuti menit-menit yang terus berlalu. Pada pesta perpisahan murid-murid kelas 3 ini, Taeyeon yang saat itu masih murid kelas 2 mempersembahkan sebuah lagu yang berjudul I Love You.
Itulah pertama kalinya Jessica melihat seseorang yang begitu menarik hatinya.
Di antara kerumunan para murid, Jessica merasa terhanyut oleh suara Taeyeon yang penuh dengan perasaan.
Hanya mendengarnya saja entah kenapa dadanya terasa sakit, sesak, dan ngilu.
Di dalam hatinya muncul berbagai pertanyaan seperti
Kenapa kamu tampak seperti mau menangis?
Siapa orang yang membuatmu berwajah seperti itu?

Setelah acara perpisahan selesai, keesokan harinya Jessica tanpa ragu-ragu langsung mencari kelas Taeyeon.
Dia sudah melihat Taeyeon dari jauh. Raut wajah gadis itu tepat seperti dalam ingatannya.
“Kamu Kim Taeyeon kan?”
Taeyeon menoleh kepada gadis yang menyapanya. Dia merasa tidak pernah mengenalnya sebelumnya.
“Siapa?”
“Ah Jessica Jung imnida, aku mendengar saat kamu menyanyi untuk pesta perpisahan para senior.”
“Ohh,” Taeyeon mengangguk. “Lalu ada perlu apa?”
Tanpa membuang-buang waktu lagi, Jessica langsung bertanya apa yang sejak tadi ingin ditanyakannya.
“Hei… kenapa waktu itu kamu menangis?”
DEG
“A-ah, waktu itu aku cuma terbawa oleh perasaan si pembuat lagu…”
Melihat wajah Taeyeon mendadak Jessica ingin sekali merengkuh Taeyeon ke dalam pelukannya. Maka tanpa dapat ditahan lagi, Jessica berjalan mendekat dan langsung memeluk Taeyeon.
Taeyeon merasa bingung kenapa gadis yang baru dikenalnya ini tiba-tiba saja memeluknya. Tapi entah kenapa Taeyeon merasa saat ini dia sangat membutuhkan pelukan hangat dari seseorang. Dan tubuh Jessica memancarkan kehangatan yang dibutuhkannya.
“Ke-kenapa tiba-tiba?”
“Entahlah… karena wajahmu terlihat sangat terluka jadi entah kenapa tiba-tiba aku jadi terdorong untuk memelukmu. Mianhae kalau aku membuatmu teringat hal yang tak menyenangkan…”
“……………..”
Sekejap Taeyeon jadi merasa lebih dekat dengan gadis yang memeluknya, seolah mereka bukan baru saja kenal. Seperti teman yang sudah kenal selama bertahun-tahun.
Karena murid-murid lain mulai memperhatikan mereka, Jessica melepas pelukannya. Merasa sedikit malu oleh drama kecil yang diciptakannya. Tapi Jessica masih memberikan Taeyeon tatapan itu.
Taeyeon berpikir mengapa tatapan gadis ini seperti mampu membaca perasaannya?
“Kalau tidak keberatan, boleh kita berteman?”
“Ya.” Taeyeon tersenyum, sama sekali tidak merasa terusik oleh kehadiran gadis itu yang tiba-tiba memasuki hidupnya.

**

Kemudian mereka dengan cepat menjadi akrab. Pada jam istirahat mereka banyak menghabiskan waktu bersama. Kali ini mereka pergi ke atas atap untuk mencari tempat makan yang sepi. Ini adalah tempat favorit mereka karena Jessica tidak suka keramaian. Tidak banyak orang disini karena kalau siang cuacanya panas.
Taeyeon dan Jessica duduk di balik bayang-bayang gedung.
“Sica, kamu nggak makan?” tanya Taeyeon sambil membuka kotak bekalnya.
“Mmm… aku ngantuk, Tae…” jawab Jessica dengan mata terpejam sambil bersandar di bahu Taeyeon. Sekalian menikmati angin sepoi-sepoi yang berhembus di sekitar mereka.
“Hahaha, tapi nanti kamu kelaparan saat kelas siang dimulai.”
“Mmm… aku nggak bawa bekal juga.”
“Kalau begitu kamu mau bekalku sebagian?”
“Tidak usah, nanti porsi makanmu berkurang.”
“Gwenchana, lagipula aku tidak suka kalau perut terlalu kenyang.”
“Kalau begitu aku terima tawaranmu deh, gomawo, hehe.”
“Silakan.” Taeyeon menempatkan kotak bekalnya di antara pangkuan mereka berdua dan memberikan sumpitnya pada Jessica.
Jessica mencobanya sesuap. “Yakinikunya enak! Ini kamu yang masak sendiri atau?”
“Ya, aku yang masak sendiri.”
“Wow hebat! Dan kamu tahu saja ini favoritku, Taeyeon ah.”
“Jinjja?”
Jessica mengangguk senang.
“Ohh, jadi kamu juga suka yakiniku…”
“Memangnya ada kenalanmu yang lain yang juga suka?”
“Iya, aku kaget kamu punya kesukaan yang sama dengan dia. Dia juga suka warna pink sepertimu, malah sangat maniak.” Sewaktu berkata begitu, wajah Taeyeon melembut.
Jessica merasa sedikit cemburu. “Ahhh, kalau bisa aku ingin bisa makan makanan seperti ini tiap hari.”
Taeyeon tersenyum. “Ini artinya kamu mau melamarku, Sica?”
“Aniya~” Jessica tersenyum malu-malu. “Hanya saja, punya kekasih yang bisa memasak makanan enak untukmu itu menyenangkan kan? Soalnya aku nggak bisa masak sama sekali.”
“Haha sudah kuduga.”
“Sudah kuduga apa maksudmu?”
“Kalau kamu nggak bisa masak sama sekali.”
Jessica mencubit pelan lengan Taeyeon. Taeyeon tertawa gaya ahjumma.
Kemudian Jessica meneruskan makannya. Setelah makan tiga suap lagi, Jessica memberikan bekalnya ke Taeyeon.
“Nggak mau lagi?”
“Sudah cukup, aku kan bukan shik shin.”
“Woah, random sekali, aku kan nggak bilang kalau kamu shik shin.”
“Memang, I’m just kidding. Nah makanlah.”
Tapi setelah diserahi sumpit itu mendadak Taeyeon terlihat sedikit ragu.
“Kenapa Taeyeon? Kamu nggak jadi nervous gara-gara sumpit itu bekasku kan?” goda Jessica.
“Ah ani.” Pipinya sedikit merona karena ketahuan apa yang dipikirkannya. “Kalau begitu selamat makan.”
Selama makan, Jessica terus tersenyum sambil mengamati Taeyeon.
“M-mwo?” tanya Taeyeon di tengah mengunyah makanannya.
“Hehe, kamu gugup ya gara-gara kulihatin?”
Taeyeon cepat-cepat menelan dan menjawab. “Ani.”
“Hehe, kamu memang gugup!”
“Ani.”
“Kamu keras kepala. Bilang saja kamu memang sempat terpesona sama kecantikanku.”
“Aku nggak tahu kalau kamu orangnya kegeeran.”
“Ah Taeyeon ini, aku kan cuma bercanda.”
“Lagi? Sebaiknya hentikan, aku lagi makan. Saking lucunya nanti aku bisa keselek,” kata Taeyeon sambil memperlihatkan wajah konyolnya.
“Haha iya, mian Taeyeon. Tapi kamu juga ikut bercanda tuh.”
Taeyeon tersenyum norak lalu melanjutkan makannya.
“……………..”
“Taeyeon ah.” suara Jessica berubah lebih hangat, lebih mesra.
“Nae?” Taeyeon yang menyadari itu juga mengubah nada suaranya jadi lebih lembut.
“Kamu punya orang yang kamu cintai?”
Taeyeon menimbang sejenak lalu kemudian berkata, “Ada… tapi nggak mungkin.”
“Kenapa secepat itu berkata nggak mungkin? Kamu kan nggak akan tahu sebelum mencobanya.”
“Soalnya memang sudah nggak ada harapan…”
“Jangan secepat itu menyerah! Kalau kamu nggak berani berharap, cinta nggak akan berlanjut!”
Taeyeon tercengang oleh perkataan Jessica. Jessica sendiri tidak tahu, tiba-tiba saja mulutnya berkata seperti itu.
“Jangan khawatir, dia orang yang berharga bagimu kan? Suatu hari kau pasti akan bertemu lagi dengannya.”
“Walaupun… sudah bertahun-tahun aku tidak bertemu ataupun bicara dengannya?”
“Itu nggak ada hubungannya. Karena dunia itu memang seperti ini. Orang-orang yang mempunyai ikatan suatu saat pasti akan dipertemukan kembali, tidak peduli berapa lama waktu atau jarak memisahkan mereka.”
“Ahaha, kamu benar-benar yakin sekali ya.”
“Tentu saja, nyatanya aku bahkan bisa bertemu dengan adik perempuanku yang sudah terpisah lama denganku.”
“…gomawo Jessica…” Taeyeon merasa sangat terhibur mendengarnya.
“Kasih tahu siapa orang yang kamu cintai.”
“Nggak.”
“Namanya saja.”
“Nggak.”
“Inisial namanya.”
“Nggak.”
“Pelit.”
“Rahasia perusahaan.”
“Kalau begitu kasih hint seperti apa orang yang kamu cintai.”
“Oke, tapi hanya hint saja ya.”
“Ne.”
“Dia juga berasal dari Amerika sepertimu. Tingginya kira-kira sama denganmu. Bintangnya Leo. Golongan darahnya sama denganku. Dia sangat menyukai warna pink melebihi siapapun, lalu…”
“Lalu?”
Taeyeon berpaling pada Jessica, seringai bodoh tersungging di bibirnya. “Dia tidak benci timun sepertimu.”
“Taeyeon ah!”
“Hahaha!”

End of flash back

Taeyeon menutup mulutnya dengan tangan satunya yang tidak dipegang Jessica di tengah-tengah cerita.
“Kenapa Taeyeon?”
“Mianhae, mendadak aku merasa mual…”
“Ah kalau begitu istirahatlah, maaf aku sudah cerita kepanjangan.”
Taeyeon menggeleng. “Tapi aku masih mau mendengar lanjutannya.”
“Besok saja ya? Kamu harus banyak istirahat hari ini,” kata Jessica sambil merapikan selimut Taeyeon.
“Benar ya besok?” Taeyeon menatapnya dengan penuh permohonan.
Melihat wajah Taeyeon yang menggemaskan, Jessica harus berusaha menahan diri untuk tidak mengecup Taeyeon di dahi.
“Iya, janji.” Jessica menyelipkan rambut Taeyeon di belakang telinganya sambil tersenyum.

Tiffany yang dari beberapa menit yang lalu mengawasi dari luar kamar segera pergi dari sana.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Eien no Kizuna (Chapter 2)" (63)

  1. tuh kn amnesiA dh,,,AUTHOR’Y lg baik hati update tiap hari yeeey q suka,,,d tggu next part’y,,,hwaiting

  2. Waaaahhh sudah update aja cepet banget bagus bagus ^^
    ah tuh kan kalau taengsic itu kurang nyereces feelnya tapi tetep suka ko hha suka fany tersiksa sama kemesraan taengsic hha #poorfany
    Taeng mual soalnya dia di paksa buat inget masa lalu yah?soalnya kalau di tv nih ya orang hilang ingatan ga boleh di paksa buat inget masa lalu dia #korban sinetron

  3. wah…sica agresif juga yah…keke nona hwang anda kalah telak kali ini…haha parah ga nyangka kl taeng musti hilang ingatan kaya gini…u,u yoong ck..ck..kasian amat km nak udah cuman jd cameo..di suntik lagi..XD

  4. annyeong….

    u,u yoong unnie ksian amirrr dah nongol bentar,,,ehhh d suntik lagi…

    aaaiiiihhh aku seneng bgt deh klo liat ppany unnie udah cembokur kek gitu gara” taeng….*piss ahh

  5. wahhh author na cpt update sng bgt deh
    ya ampun taeng amnesia toh??tpi taeng amnesia jd gemesin bgt dri kt2na lmbut klu bicara ma sica..
    sica ayo brjuang buat ingatan taeng kmbli..
    aq bgung thor ending na bgsna ama syp trsrah author aj soal ppany n sica bias aq bgt…lanjut ya thor hwaitaeng

  6. TaengooisMybias said:

    Lanjut thor,,,
    Author kayanya hobi bgt ngpairing taeny sm konfliknya taengsic.
    Fighting thor! Kekeke

  7. Omo…… Ini mengharukan thor… Disatu sisi aku seneng ada sica yg deket sama tae. Tapi pas liat ada fany diantara mereka jiwa Ls ku muncul huaaa jadi pgen nangis

  8. TaeNy4Ever said:

    Knapa Tae hrus amnesia sih thor!!!…kan sru tuh pas Tae sdar lngsung ktemu sma Fany…>YoonHyun nya knapa dikit bnget thor,atw jngn2 cma numpang lwat aja…sring2 aja updet tiap hri thor…”Cinta Segi 9″nya slalu ditunggu thor…HWAITING

  9. Renitasone said:

    Tiffany disini selalu menjadi pengintip setia taeny…

    Ni yang bakal di inget taeng tu jess dulu pa tiffany dulu….penasaran??!!!!

    • jd stalker wkwkwk
      sebetulnya bkn mau ngintip, mau jenguk Taeng tp lagi2 udh keduluan Sica, maklum Fany kerjaannya lbh sibuk

  10. Aih Fany-nya nglihat drama TaengSic. Mulai deh drama khidupan TaeNySic.^^
    Jadi itu Sica sudah tahu klo Taeng ada orang yang disukai? Brarti dia bisa mengira dong klo dia itu mungkin hanya sbagai plarian aja. Atau smuanya mengalir bgitu saja?
    Taeng kasihan deh suda kclakaan, hilang ingatan pula. Tadinya aku kira dngan amnesianya Taeng, brarti skor JeTi seri 0-0, tapi trnyata Sica mnambah point duluan. XD
    Payah ah Fany, gak agresif lagi. XD
    Asyik, ada duo maknae nyempil, walaupun hanya sbntar tapi sangat mesra dan menggemaskan. Mangnya knapa klo valentine blum smbuh? Gak bisa makan coklat buatan Hyunnie ya? XD

    • ya begitulah, Sica memang udh tahu, tp spt yg dia sendiri bilang ke Taeng kalau jgn cpt menyerah, nah itu^^
      jd game antara JeTi wkwkwk
      karena Tiffany gak mau jd orng ketiga pengganggu, makanya gak agresif
      hehe, itu akhirnya ada cameo YoonHyun^^
      iya

      • Iya author baik deh sudah update cpat, pakai diselipin YoonHyun lagi (sesuai janjimu dulu thor pas aku protes klo kamu pilih kasih k bias couple-mu trus TaeNy n SooSun). XD Akhirnya ditpati juga janjmu. XD
        Iya skarang skor JeTi 1-0 untuk Sica. XD
        Ooh rupanya ada makna trsmbunyi di balik kalimatnya Sica ya? Kayak yang di FF We Were Meant To Be Together itu juga ada maksud trsmbunyi di balik kalimat “aku akan menjaga Soo”
        Apa orang ketiga itu klo ngomong suka ambigu ya? Suka ada makna trsmbunyi gitu.XD
        Kapan nih Fany menambah skor juga? XD

      • wkwkwk yg di ff we were meant to be together tdnya sih Sica memang bermaksud menjaga Soo, tp mau gmn kalau Soonya mabuk dan XD
        di ff ini memang ada hint2 tersembunyi
        iy nih, kpn? *towel2 Fany^^

      • Ada banyak hint2 trsmbunyi? Aku suka tuh. Jadi bisa main tbak2an. Kaak pas baca The Nonary Games juga ada banyak hint-nya tapi gak ktbak juga. XD
        Apa lagi ya slain Chinese New Year? Wah musti baca ulang kali yah biar ktmu. K dpannya bakalan lbih banyak hint lagi?
        Hushh jangan toel2 Fany thor, tar dia kaget trus triak sampai 9 oktaf. Tahu sndiri dia gimana klo sudah triak. XD Kan dia lagi ngintip, klo triak tar ktahuan ama TaengSic berabe urusannya. XD

      • ya, memang sengaja dibuat gak begitu kentara
        wkwkwk benar jg, stalker Fany lg beraksi XD

  11. kyaaa author baekk udah update lagi…
    haha kasian yoona cm nongol buat disuntik doang.. yahh taengsic or taeny??
    taengsic yah.. skali2.. 😀

  12. ihh fany tukang nguping yaa…
    Duuuh smga aja taeyeon cpt ingt sama jessica & melupakan tiffany selamanya….
    Mudah2 taengsic baik baik aja…

  13. mrz_love_taeny said:

    Wuts tae amnesia…? !
    ehm smakin seru dan itu ppany demen bgt nge stalk taengsic
    kekeke
    untung jessi itu baij bgt dia nyeritain mulai A smp Z dia gk bohong k tae klo dulu dia jg nyukai orang lain

    moment yoona disuntik bikin ngakak
    kekeke :v

  14. yulia elvira said:

    wah…wah…wah…taeyeonnx amnesia kcian nich jessica hrus mengembaliin ingtan taeyeon seperti dlu…ckckckckckckckck

  15. taengfany said:

    Fany baru tau kan??
    Yg di cintai taeyeon itu kamu #eeaaa
    Nyesel pasti
    Dijamin
    Amnesia??
    Berarti nggk ada kesempatan bwt tiffany untuk nyeritain tentang mereka
    Huhuhuhhu
    Taeny cepatlah comeback
    D’tunggu lanjutan’a thor

  16. Ah ini daebbak! Seneng banget nemu TaengSic+ TaeNy . Suka sama alurnya tapi ngomong2 entar Taeng jadi ama ppany atau sica ?

  17. hwaa authorny dae to the bak DAEBAKK!!!
    update tiap hri…y wlaupun gue telat..^^

    agk gk suka klo Taeng selingkuh (?), lbih rela Fany yg slingkuh #digorokLS *eh tpi ngak deh sma2 nyesek klo bkan TaeNy #plinplan bgt…

    bsok update chap 3 y thorrr….

  18. arrghh .. kenapa taetaeku amnesiaa T.T
    Jessi baik ya, dia mau ceritain masa laluNy tae. walaupun hanya seputar hubungan dia dgn tae, tapi itu awal yg bagus buat penyembuhan taeyeon..

    perasaan Ppany pasti agak” cetar-cetar menggelegar gitu ya pas liat moment TaeSic di ruang perawatan.
    hiks .. *KasihPermenSamaBalon*

    Terus, ntar kalo tae udah sembuh ada cerita dia tinggal bersama dirumah Pany atau Sica gitu ngga, Thor? atau tinggal dirumahnya sendiri ??
    kan buat perkenalan kembali antara Tae dengan Pany & Sica, mesti ada moment” kebersamaan yg lebih sering diantara mereka.

    aku ngga mau nanya endingnya Tae akan bersama Pany atau Sica deh. biar aku ngerasain penasaran dan mendebarkan =D

    hehe, Teruskan! :p

  19. Woah~ walaupun aku suka TaeNy. Tapi, dengan moment TaengSic yang hampir memenuhi chap ini. Jadi suka juga. #emang dari dulunya juga suka -_- heheh
    Tiffany nyesel banget nih. Wkwkwk~
    Oke thor,, bener-bener seneng deh kalo iya setiap hari update #maunya.
    Taeyeon amnesia.. Entar siapa yah yang duluan diinget? Ppany atau Sicca.
    Oke dilanjut thorr^^

  20. bingung ma plih
    yg mna ea taeny pa taengsic
    yoong ma hyunie bntar bgt nongol nya hee

  21. kasian sica selalu jadi orang ke 3 hahahahah

  22. keren thor ceritanya 😀 taeyeon onnie pake acara amnesia lagi 😀 hahaha ditunggu cerita selanjutnya.. cinta segisembilan jg ditunggu ni 🙂

  23. taeyeon amnesia,., dimulai dari awal lgi hidupnya.. yang mana akan dipilihny fanny atau sica ya,., hehe

  24. mrz_love_taeny said:

    Iya bener sebenernya bsaja dia bohong
    tp sica baik bgt ya
    awwwww jadi semakin cinta ma tante jenong
    kekeke

  25. navy99blue said:

    dia amnesia lebih oke..haha
    Kasian amat taengna yee..
    Alasan fany pergi masi jadi tanda tanya jg..
    Lanjut chap3 yaaa..

  26. waah, mianhae baru comment.
    Unnie lagi rajin update nih yee, lagi semangat sekali kayaknya.
    Tae disini ngga kayak biasanya yaa, biasanya kan lucu, dewasa, byun *hehe*. Tapi disini polos banget. Apa perasaanku aja yaa?

    • lg terbawa cerita cinta segitiga bermudanya TaeNySic sih 😀
      haha Tae sikapnya jd lbh dewasa berkat kejadian di masa lalu, spt nyadar gitulah (nanti jg diceritain)

  27. blackpearljess^^ said:

    Enak baca na lngsung bbrp part,, hehee,,

    Amnesia?? Pdhal pengen bngtt liat reaksi ny tae pas bru sadar liat kekasih n orng Ɣªⁿǵ pling d cintai skaligus ada d depan dia,,??? Eehhh.. Malah ga inget ape2,,
    Siapa yaa yang bkal tae inget lebih dulu fany or sica??

    Ada yoonhyun n soo,, yul nya donkkk thor datengin??? #lagi lagi yulsic# hohooooo…

  28. Aigoo aigooo aigoooo *ky nenek2 gw* XDD
    taetaenya amnesia (sudah kuduga #halaah :D)
    kasian fany yg cmn bs liatin taengsic dr luar kmar..penasaran apa yg bikin fany ninggalin taetae.. 😀
    lanjooottt..!!

  29. RoyalSoosunatic said:

    Drama drama drama…
    Kalo aku ngebayangin yg flasback taengsic itu, tae kayanya imut bgt yah >.<

    ada Yoonhyun nyelip tuh ^^

  30. Poor Tiffany. Kelihatannya dia tersiksa banget sm kemesraan TaengSic..
    Nanti Taeyeon bakalan ingat gak yah? Drpd penasaran, mending ngelanjutin membaca~

  31. lee deyeon said:

    Mwooo!!?
    Taeng amnesia, dy ga inget ma Sica?
    Kirain Taeng bkal inget ma Ppany aja, tau2 nya ga inget dua2 nya..
    Jadi Ppany nyesek nya kaya apa lah, hee..

  32. wah makin penasaran nih si taeyeon amnesia karna kecelakaan hehe sabar ya sica ngurusin si taeng

  33. TaeNySic Jjang said:

    Yoong kasian banget, disuntik tapi dokternya malah ngelamun #pooryoong

  34. hennyhilda said:

    Hmm taeyeon..jessica..tiffany…
    bnr2 bqn dilema
    semangat author
    ganbatte

  35. Oh pany sma tae blm smpat jadian kah.??? Pany main nguping aja nih..
    Ak mau bca chap berikutx..

  36. novilrs said:

    duh pake lupa ingatan segala. sica bisa usaha, kasian fany nya wkakwk

  37. Taeyeon lupa ingatan!!! Seru ceritanya, thor

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: