~Thank you for your comments~

“Awas, senjata makan tuan, Yul!” kata Sooyoung.
“Kata-kata itu kukembalikan padamu.” Yuri mengambil satu kertas dari dalam kotak.
“Apa tulisannya?” (Taeyeon)
“Ambil satu kertas lagi dan lakukan apa yang tertulis di kertas itu. Heh?”
“Haha kacau yang bikin, hasilnya juga sama saja.” (Hyoyeon)
“Hehe, itu aku yang nulis, unnie.” (Yoona)
Yuri mengambil satu kertas lagi, begitu membacanya dia langsung protes.
“Yoona! Kamu bikin berapa banyak sih?!”
“Kenapa Yul?” (Jessica)
“Lihat ini!” Yuri menunjukkan isi kertasnya pada yang lain, ternyata isinya sama saja dengan kertas sebelumnya.
“Wah?” (Taeyeon)
“Kamu iseng sekali.” (Tiffany)
“Hehe cuma 2 kok, mana aku nyangka unnie bakal dapat kertas itu 2 kali berturut-turut,” jawab Yoona sambil cengar-cengir.
“Yuri lagi beruntung.” (Hyoyeon)
“Apanya yang beruntung?”
“Coba kamu pikir, memangnya berapa persen kemungkinan mengambil kertas yang bertuliskan sama berturut-turut, ya kan Seohyun?”
“Ne.” (Seohyun)
“Benar.” (Taeyeon)
“Betul itu.” (Sunny)
Mereka semua mengangguk-angguk.
“Ampun deh,” keluh Yuri sambil mengambil sekali lagi. Setelah itu ia kembali merengek. “Yoonaaaaaaaaa.”
“Mwo?” (Yoona)
“Kamu dapat yang sama lagi?” (Sunny)
“Ya! Apa maksudnya? Tadi kamu bilang cuma 2?!” (Yuri)
“Tidak tahu unnie, aku benar-benar cuma menulis 2 kok!”
Sooyoung mengangkat tangannya. “Ah, itu aku yang nulis.”
“Kamu itu…”
Sooyoung membuat tanda peace. “Hehe mana aku tahu kalau Yoona juga menulis yang sama, ya kan?”
“Neeeee~” (Yoona)
“Pantas dari tadi Sooyoung diam.” (Tiffany)
“Pemikirannya sama.” (Jessica)
Mereka saling mengangguk.
“Wah triple crown, yeeeeeeee!” Taeyeon mendadak bersorak sambil bertepuk tangan.
“Yeeeeeeeee~!” Sunny, Tiffany, dan Hyoyeon ikut memeriahkan. Kemudian disusul yang lain.
“Kalau begitu mana pialanya?” (Yuri)
Hyoyeon pura-pura menyerahkan piala transparan(?) ke tangan Yuri sambil tersenyum ramah. “Piala ini hanya bisa dilihat sama orang pintar, kelihatan kan Yul?”
“Ya, kelihatan kan? Yuri kan pintar!” (Tiffany)
“Mungkin dia pura-pura bisa melihat, haha.” (Taeyeon)
Yuri memasang senyum miring. Kemudian mereka semua tertawa.
“Nah Yul, sudah dapat triple crownnya kan? Sekarang ambil lagi nih.” Sooyoung menyodorkan kotak itu ke depan Yuri.
“Ya ya,” Yuri menyerah kalah dan mengambil satu kertas lagi daripada nanti dikerjain terus.
Yuri terdiam begitu selesai membacanya.
“Apa? Sini lihat.” Sooyoung menyambar kertasnya. “Ceritakan mimpimu semalam. Nah ayo ceritakan.”
“……………….”
“Kenapa Yuri? Kok diam saja?” (Tiffany)
“Atau kamu lupa?” (Jessica)
“Jangan-jangan semalam kamu mimpi yadong ya? Makanya kamu nggak mau cerita, hehehe.” (Sooyoung)
“Bukan, jangan samakan aku dengan kamu.” (Yuri)
“Mwo? Aku nggak mimpi yadong tahu!”
“Serius deh, Sooyoung, lama-lama cap ratu yadong bisa muncul di jidatmu.” (Hyoyeon)
“Mwo?! Kenapa kamu nggak katakan itu juga ke Sica dan Sunny? Mereka-!”
“Sooyoung ah, jangan bawa-bawa nama kita ya,” ujar Jessica sambil tersenyum polos.
“Neeeeee~!” (Sunny)
“Aish.” (Sooyoung)
Yuri menunduk.
“Kenapa unnie?” (Seohyun)
“Mimpiku… bukan mimpi yang menyenangkan untuk diceritakan,” tutur Yuri sedih ketika mengingat kembali mimpinya semalam.
“Kalau nggak mau cerita nggak apa-apa.” (Taeyeon)
“Tapi aku malah jadi penasaran.” (Tiffany)
“Apa kamu ada mimpiin kami atau salah satu dari kami?” (Sunny)
“Ya, Jessica.” (Yuri)
“Aku?” (Jessica)
“Hehe.” Tiffany tersenyum sambil menyentuh pundak Jessica.
“Cieeeeeee~!” sorak Sooyoung dengan suara cemprengnya.
“Berisik tahu.” Yuri bermaksud menyikut Sooyoung lagi, tapi kali ini Sooyoung sudah mengantisipasinya. Dia sudah menggeser duduknya.
“Yee, gak kena!” (Sooyoung)
Yuri sedang berpikir lebih baik cuekin saja yeoja yang mengejeknya di sebelahnya ini.
“Mimpi seperti apa unnie?” tanya Yoona sambil meredam secuil rasa cemburu yang mulai muncul ke permukaan.
“Setting ceritanya kayak diluar negeri ratusan tahun silam. Aku sama Jessica jadi pelayan di rumah seorang nyonya yang kaya. Lalu tanpa sebab yang kuketahui nyonya dibunuh. Karena takut dituduh sebagai tersangka, aku menyuruh Jessica lari. Tapi akhirnya aku ditangkap dan dijatuhi hukuman gantung.”
Jessica berkedip lalu matanya membelalak lebar mendengar cerita Yuri.
“Gan…” Yoona tidak meneruskan kata-katanya.
Tiffany menutup mulutnya dengan tangan. “Kejam…”
Sementara yang lain terdiam.
“Haha tapi aku nggak sampai mati kok. Itulah makanya aku sedikit enggan menceritakannya…” Yuri mengangkat wajahnya. “Mianhae semuanya, aku malah jadi bikin mood di ruangan ini jelek.”
“Tapi Yuri, dalam mimpimu kamu menyuruhnya lari berarti kamu melindungi Jessica kan?” (Tiffany)
“Eh? Y-ya begitulah.”
“Aku rasa itu cukup manis. Kamu berkorban demi Jessica.”
Yuri sedikit tersipu.
Jessica terdiam.
“Kenapa kamu malah jadi diam? Katakan sesuatu dong Jes?” Tiffany mendorong ringan pundaknya.
“Eh? Uh…” Jessica bingung harus menjawab apa.
“Paling Jessica melamun lagi, jadinya nggak dengar.” (Hyoyeon)
“Mwo? Serius deh Jessie, terkadang kamu melamun nggak pada tempatnya!” (Tiffany)
“Ahaha.” Jessica hanya tertawa canggung. Sebenarnya dia bukannya melamun, tapi hanya merasa tercengang sampai tidak bisa berkata apa-apa. Tapi dia merasa terselamatkan oleh perkataan Hyoyeon.
Di lain pihak Yuri merasa sedikit kecewa dengan tanggapan Jessica, padahal dia sudah memberanikan diri menceritakannya.
“Kita lanjutkan saja, nah sekarang kamu!” Yuri mendorong kotak itu ke depan Sooyoung dengan sedikit kasar.
“Yul, jangan lampiaskan ke aku dong.” Sooyoung memasukkan tangannya ke kotak. “Yahhh karena aku juga ada bikin paling aku dapat apa yang kutulis sendiri,” kata Sooyoung asal bicara.
“Awas dengan kata-katamu sendiri unnie.” (Yoona)
Sooyoung membacanya sekilas lalu tiba-tiba menjerit histeris.
“Aaaaaaaaaaakkkkkkkkkkhhhhhhhhhhh!”
“Apa? Apa?” Hyoyeon, Yuri dan Yoona bermaksud mengintip tapi Sooyoung segera menyembunyikannya di belakang punggungnya.
“Nggak ah!” (Sooyoung)
“Nggak boleh curang!” (Hyoyeon)
Sooyoung segera meremas kertas itu dalam tangannya.
“Ya! Perlihatkan!” (Yuri)
“Aniya!” Sooyoung berusaha menggenggam kertas itu dalam kepalannya.
“Mencurigakan.” (Tiffany)
“Iya.” (Sunny)
“Kalian tahan dia!” (Hyoyeon)
“Waaaaaa!” Sooyoung memekik saat Yoona dan Yuri menahan tubuhnya di lantai, sementara Hyoyeon berusaha membuka kepalan tangannya.
“Apa sih yang kamu sembunyikan?! Hei buka tanganmu!” (Hyoyeon)
“Jangan!” (Sooyoung)
“Yes dapat!” Hyoyeon berhasil mendapatkan kertas itu dari tangannya dan membuka kertas itu. “Nah, kubacakan apa isinya.”
“Huwaaaaaaaaaaaaaaa!”
“Bicara yadong. Huahaha! Jadi kamu yang menulis ini lalu kena sendiri?! Hahahaha!”
Yoona dan Yuri melepaskan Sooyoung.
“Sooyoung kamu itu memang…” (Yuri)
“Pervert.” Jessica meneruskan katanya.
“Makanya unnie jangan bicara sembarangan, jadi kena kan.” Yoona tertawa terbahak-bahak.
Tiffany geleng-geleng. “Sooyoung, jadi kamu berencana mau membuat kita yang kena itu ya?”
“Rasakan sendiri akibatnya.” (Sunny)
“Aish iya deh, ampun. Tolong biarkan lewat yang satu ini ya?” Sooyoung memohon.
“Nggak bisa!” (Sunny)
“Sunny cantik deh.” Sooyoung berusaha merayunya.
“Kalau ada maunya muji.” Sunny mendengus. “Pokoknya nggak bisa, ya kan teman-teman?”
“Neeeeeeeee!” semuanya menjawab serentak.
“Cih…”
“Siapa menabur, dia sendiri yang menuai.” (Hyoyeon)
“Nah sekarang cepat.” (Sunny)
Sooyoung menggigit bibirnya dan memejamkan mata. Mendadak dia merasa menyesal telah menulis itu. Tapi di saat begini pun pikirannya masih usil.
“Sunny, kedua melonmu itu benar-benar seksi,” kata Sooyoung dengan kedua matanya tertuju ke dada Sunny.
Buk
“Pelecehan seksual!” Sunny segera menutupi dadanya dengan tangan.
“Semuanya, jangan dekat-dekat Sooyoung lagi, nanti diperkosa.” Hyoyeon menunjukkan gesture seolah-olah mau menjauhkan yang lain dari Sooyoung.
“Itu tidak terlalu yadong…“ (Jessica)
“Ya! Mana bisa kalau disuruh tiba-tiba! Aku kan nggak kepikiran!” (Sooyoung)
“Tapi kamu pasti sengaja barusan!” (Sunny)
“Makanya dari awal jangan bikin yang aneh-aneh!” (Yuri)
Sooyoung pura-pura cemberut sambil menggosok-gosok lengannya yang dipukul Sunny.
“Sudah, sudah, kita lanjut saja. Giliranmu Yoona.” (Tiffany)
“Ne unnie.”
Yoona mengambil satu kertas dari dalam kotak. “Selamat, kau mendapat menu spesial hari ini, silakan dimakan.” Yoona berpaling pada Sooyoung. “Unnie, ini unnie yang nulis kan? Spesial apanya unnie?”
“Hehe, jadi kamu dapat yang itu ya? Tunggu sebentar.” Sooyoung pergi sebentar mengambil sebuah kotak dari dalam kulkas lalu kembali. “Nih! Memang sedikit dingin, tapi makanlah.”
Yoona membuka kotaknya. Isinya terdapat berbagai macam sushi.
“Wah, kelihatannya enak.” (Taeyon)
“Kapan unnie pesan ini?” (Seohyun)
“Aku diam-diam minta manajer oppa membelikannya.” (Sooyoung)
“Taruhan pasti diisi yang macam-macam.” (Hyoyeon)
“Ya benar, di antara 9 potong sushi ini ada salah satu yang isinya beda.” (Sooyoung)
“Wah kira-kira apa itu?” (Tiffany)
“Hehe, coba saja sendiri. Ayo Yoona.”
Yoona bingung memilih sushi beraneka macam warna itu. Semuanya kelihatan enak dan sama sekali tidak terlihat mencurigakan.
“Tenang saja Yoona, kalau akhir-akhir ini kamu jadi anak baik pasti akan terhindar dari sushi rasa unik itu.” (Sooyoung)
“Mungkin Yoona ragu karena akhir-akhir ini dia banyak buat dosa, hahaha!” (Hyoyeon)
“Nggak kok unnie. Hmm, aku makan yang ini saja deh.” Yoona mengambil sushi rasa tuna.
“Harus langsung masukkan dalam mulutmu!” (Sooyoung)
“Iya.” Yoona memasukkan ke dalam mulutnya, menggigitnya sedikit, lalu cepat-cepat memuntahkannya kembali ke tangan. “Ahhhh! Wasabi!”
Sooyoung tertawa terbahak-bahak.
“Uh unnie, untung aku tidak langsung menggigit semuanya.”
“Nah, karena Yoona sudah mendapatkannya, aku minta ya,” kata Yuri sambil mengambil sushi rasa cumi-cumi.
“Ah aku juga.” (Sunny)
“Pas ada 9 potong.” (Taeyeon)
“Uh, kalian sih enak. Kenapa sih aku selalu kena?” Yoona memasang tampang cemberut.
“Aku harap kamu masih belum melupakan kejadian pas di Hello Baby.” (Sooyoung)
“Tapi itu kan sudah lama. Hyunnie, sekarang giliranmu, tolong balaskan dendamku,” kata Yoona tidak terima.
“Ehhhh?” (Seohyun)
“Haha Yoona, jangan suruh maknae yang aneh-aneh.” (Sunny)
“Jangan harap Yoona, kekeke.” (Sooyoung)
“Ceritakan mimpimu semalam… eh?” pipi Seohyun seketika merona.
“Lihat! Pipi Maknae memerah!” (Sunny)
“A-ani!” Seohyun menjadi salah tingkah.
“Ah, Hyunnie tersipu^^” (Tiffany)
“Memangnya mimpi apaan?” (Taeyeon)
“Ya-” sebelum Sooyoung sempat menyelesaikan kalimatnya, lagi-lagi pinggangnya disikut Yuri. “Awwwww…”
“Aku sudah tahu apa yang mau kamu omongin.”
“Uhh, apa sih, aku kan cuma bercanda… kamu punya dendam kesumat sama aku ya, Yul?”
Yuri cuek dan tersenyum pada Seohyun. “Apa mimpimu?”
Semua mata tertuju pada member termuda dengan penuh ketertarikan.
“Mungkin Hyunnie mimpi yang romantis.” (Jessica)
“Kyaaaaaa! Jin-jja?” (Sunny)
“Seperti apa? Dicium sama seseorang?” (Sooyoung)
“A-aku tidak bisa mengatakannya,” jawab Seohyun malu-malu. “Soalnya…” Saat matanya kebetulan bertemu dengan mata Yoona, dia cepat-cepat mengalihkan pandangannya.
“?” (Yoona)
Tiffany menangkap kontak mata yang singkat itu dan sekejap hatinya menjadi sakit.
“Sudah yuk, sudah malam kita tidur saja.” (Tiffany)
“Ya, aku setuju.” (Taeyeon)
“Benar, nggak baik memaksa orang kalau dia sendiri nggak mau cerita.” (Yuri)
“Hei curang! Kenapa kalian biarkan Seohyun tapi aku tidak?” (Sooyoung)
“Jangan banyak protes, ini sudah malam.” (Sunny)
“Ya, kita harus tidur kalau nggak besok kita nggak bisa bangun. Lihat, Jessica sudah terkantuk-kantuk.” (Hyoyeon)
Jessica menguap keras.
“Aish, tidak adil.” (Sooyoung)
Seohyun merasa lega tidak perlu menceritakannya di depan semua member. Kalau sampai itu terjadi, dia tidak tahu harus disembunyikan kemana mukanya jika berhadapan dengan Yoona nanti.

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "Cinta Segisembilan (Chapter 17)" (32)

  1. Sooyoung yadong!tapi memang benar melon sunny besar sekaliiiiii :p
    Tar deh ini kisah cinta mereka kembali ke pola awal ya?soalnya ko fany cemburu sama eyecontact yoonhyun?yaaahhh kapan beresnya kalau muter muter mulu hhe
    Yang kayanya udah ada sedikit rasa rasa nih ya yulsic ya?

  2. hiiihhh member lain diskriminasi..
    giliran soo aja di keroyok sambil dipaksa saat minta ‘pas’

    tpi hyunnie?
    malah di lepas gtu aja.

    sushi wasabi?
    hahahaha jd keinget kimbab dan sandwich beracun ala yoonsica.
    kan yg jadi korban soo dan ppany..
    wkwkwkwk
    tpi bukannya dlu yoong udh dpt balasan waktu chapter es serut garam bikinan soo dan kue tradisional (aku lupa namanya) yg ‘disabotase’ oleh hyunnie?
    poor yoong..

    hhh at least aku ketawa gak brenti2 pas baca chpter ini.
    buruan update..
    hwangtaeng!!!!

  3. kwon jess said:

    Lucu bgt palagi sooyoung ke makan omongan nya sendiri.,
    Thor yulsic di satu in ya

  4. kyaaaa . .keren banget un !! Apalagi pas sooyoung kena kartunya sendiri. .sumpah ngakakk aku. .palagi pas dia mengatakan melonnya sunny dan hyo menyuruh yg lain menjauh dr soo biar g di perkosa.wkwkwk senjata makan tuan.
    Lanjuutt un XD

  5. Author unnie sukses buat aku keselek kedua kalinya^^ lucu banget ceritanya.
    Kayaknya soo unnie mau nyaingin tae unnie menyandang predikat byun sooyoung. Dari kemarin mikirinnya yadong terus 😀

  6. Hahahhaa… Sooyoung gokil….tapi senjata makan tuan…

  7. annyeong….

    soo unnie senjata makan tuan tuch hahaha…lucu-lucu
    tapi ksian yuri unnie,d keroyok masa,,mana gga dpet tanggapan lagi dr ssica unnie #yg sabar yya unn….
    unnie,koq seo d lepas sih?pdhal kan klo misalkan cerita mungkin hub.yoonhyun bakal ada perkembangan *ngarep*

  8. soo ga pervert banget, gak myangka ko soo se pervert ini, aku kira taeng lebih parah, ternyata soo paling parah :))))
    part ini gokil abis, gak berenti ketawa daritadi, sampe perutku sakit :)))
    poor sunny yang telah dilecehkan :))

  9. hahaha… ngakak pas bagian Soo ngomongin melOOn sunny yg seksi… *Yadong bgt deh tu ank..
    ini crita blik k wal kn thor, cintany mksud q…
    next chap jgn lma2 y thorrr…

  10. I Love TaeNy said:

    Wkwkwkwkkwkwk partx Sooyoung bnr” #lol
    Lanjut y thor 😀

  11. prilly-chan said:

    hahahahahah gak nyangka si soo bakal kena tulah ama tulisannya sendiri~

  12. HaHAHAHA……….. Bnar2 lucu chapter ini. Soo mang pmbuat suasana ramai ya (slain Hyo tntunya). Soo yadong skali kamu. Dan knapa pula harus Sunny yang mnjadi sasaran keisenganmu? Oh iya prasaan cintamu kan sudah kmbali lagi k Sunny ya. Tapi bnar2 deh, knapa pakai istilah ‘melon’??? Bnar2 sangat pervert. XD
    Yuri nyritain mimpinya smalam, pasti prasaannya campur-aduk tuh. Mana tanggapannya Sica cuma bngong lagi. Yah, mungkin saking takjub-nya kali ya. Tapi Yuri bilang “Haha tapi aku nggak sampai mati kok,………….dst.” Bukannya di critanya dia mang mati digantung ya? Mana jenazahnya pakai dijadikan bahan pnelitian lagi kan?
    Akh, sayang skali Seo gak jadi confess. padahal aku sangat mngharapkan momen itu. Sudah deg2an ditunggu, ehh……. dihalangi ama Fany yang cemburu. Dan member yang lainnya pun smuanya (slain Soo) stuju untuk ‘mlpaskan’ Seo. Trnyata memang bnar apa kata Soo di real life soShi klo Seo memiliki pngaruh yang bsar di dorm. Stiap apa yang dikatakan oleh Seo biasanya akan disetujui oleh member lainnya. Soo juga prnah bilang klo ksayangan smua manager di SME adalah Seo. Menurut pndapat dari para SONE yang sring kubaca di SSF dan kasku(s)one juga mngatakan klo Seo sangat di-protect.^^

    nb: Walaupun aku pengen baget Seo confess, tapi kasihan juga sih, mikir klo aku ada di posisi dia pasti juga brasa awkward buat confess mimpi sprti itu di dpan orangnya langsung n orang2 trdkatku.^^

    • haha aku gak kepikir kata yg lain, memang harus sengaja diyadongin sihh wkwkwk
      Sebenarnya Yuri gak benar2 mati dlm mimpi, cuma tubuhnya gak mau sadar makanya dikira udh mati
      aku pikir begitu jg kalau dlm real life, makanya Seo dibiarin.

      • Ini sbnarnya yang yadong author-nya atau Soo sih? XD
        Iya nih, Seo punya ‘fasilitas’ sprti itu. Member yang lain segan kali yah, makanya Seo bilang apa nurut2 aja. Padahal kan dia maknae.^^ Mang bnar apa kata dosenku dulu, klo lbih baik jadi orang baik daripada pintar/kaya/cantik/dsb, karna mungkin banyak yang bakal bilang: “eh, eh, orang itu kaya/pintar/cantik bangt lho, tapi……. (isi dngan sifat2 n hal2 buruk)”. Tapi gak ada yang bilang, “eh….eh dia baik lho, tapi…..”
        Intinya, mang jadi orang baik aja, dngan sndirinya akan disegani ama orang lain, walupun mungkin tidak kya/cantik/pintar.^^
        .
        .
        .
        OOT bangt ya?
        Oh iya, sbnarnya aku baca chaptr ini stlah chaptr trakhir drama khidupan SooSunSica itu, karna sudah antisipasi bakalan sad endingnya. sampai Sunny ketusuk sudah yakin tuh bakalan sad, untungnya gak. Makanya aku pikir ini chaptr buat pnghibur hati deh.XD
        Dan memang bnar2 sangat menghibur kok. aku ktawa2 trus bacanya. XD

        nb: FF barunya apa? Yang itu ya? Yang YoonYul ya? Yang banyak jadi pran antagonis ya?

      • yg yadong jelas aku, fufu 😛 (kasihan nama Soo dibawa-bawa)
        ya benar itu

        kalau sad ending kasihan SooSunSicnya
        bingung, mgkin mau bikin yg TaeNySic dulu 😛

  13. Miss New New said:

    Sooyoungggg aih!
    Masa terus terang sebut2 asetnya Sunny
    Uhhh aku gak relaaaa
    *tutupin aset sunny pake dua tanganku,dipelototin sunny dan author
    **aku, melempem dan mengkerut lalu hilang dari permukaan bumi

  14. Kwon Eya said:

    Ya ampun sooyoung, usilnya! Eh, pdhal q ngraza ckrang soo kliatan lbh kalem deh. Mukanya tmbh cntik truz diem gt! Iya ga zi?

    • iy, Soo gak bawel lg ya, pdhal aku kangen sm Soo yg dulu >.<
      beberapa member yg lain jg lbh kalem
      kalau ngeliat MV way to to jd kangen T_T

  15. tinsunshipper said:

    haahaa.. kocak.. Hyo,Yul,Soo..
    pas bagian Soo, gk bisa nahan tawa..XD
    ckckck bnran trknal yadong soo nih.. smpt2’a langsung trtuju ke melon Sunny,.. xDD

  16. lololol

    hahaha s syoo kena batunya. tapi kesian yoona 😀

  17. Annyeong…,,,,,
    Wew,ksian Yul,kok tak ada tnggapan dri Sica,,terlalu Shock….,,
    Kyaaaaaa# Sooyoung bner” senjata mkan Tuan Emang,,,,
    Wadooh ,Sunny yng kena….,,,,,,,
    MeloN Sunny~~~ O,O

    – – – –
    Waaah,Hyunnie lolos deaah…,
    Smuanya krena Tiffany tau..,,hhe,
    Next….,

  18. blackpearljess^^ said:

    Kasian yul ga d respon ama sica,,:(

  19. lee deyeon said:

    Wahahahah ngakak bgian Syoo..
    Hahaha aduh ada2 Syoo, tpi emang bner ya MelOon nya Sunkyu besar, hahaha..

  20. Ahhhhh, suka kali sama chap iniiiiiiiiiii
    TIDAAAAKKKKKKKK !!! XD
    Cinta mati disini sama karakternya Hyo sama Soo unnie 😀
    Maunya dapat best se-koplak mereka. Ahhh, senangnya diriku XD

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: