~Thank you for your comments~

“Luka tusukan yang satu terdapat di dada sebelah kanan, tidak dalam dan sama sekali tidak mengakibatkan kematian. Sedang luka tusukan yang satunya fatal, terdapat di dada sebelah kiri, tepat mengenai jantung. Bisa dipastikan korban tewas seketika. Dua tusukan di dada korban, tidakkah terbesit sesuatu di pikiranmu?”
“Ya, ini aneh.”
“Dan jika si pelaku bukan bertangan kidal seharusnya kedua luka tusukannya berada di dada sebelah kiri.”
“Jadi menurutmu Sunny yang melakukannya? Bisa saja pertama dia menusuk korban sekali, lalu setelah itu korban balas memukulnya dengan vas.”
“Itu tidak mungkin. Kalau kepalanya sudah terpukul dengan vas sebelum dia menusuk korban, tidak mungkin dia masih punya kekuatan yang cukup untuk menusuk korban sekali lagi. Luka yang diakibatkannya cukup membuatnya tak sadarkan diri. ”
“Bagaimana dengan kesaksian tersangka Sooyoung?”
“Dia mengaku menusuk namja itu lebih dari sekali dengan tangan kanan.”
“Berarti memang benar dia?”
“Tapi dia berkata tidak akan pernah mencelakai Sunny. Aku masih meragukannya.”
______________________________________________________________________________________

Malamnya. Suasana di villa masih sepi. Karena hanya ada Sunny seorang diri disana. Sunny menatap langit-langit ruang keluarganya. Walau sekarang sudah jamnya tidur, dia masih belum mengantuk.

Sekarang aku harus gimana? Apa lebih baik aku tetap disini atau pergi dari rumah ini?
Tapi aku masih mencintainya. Walau aku pergi jauh, aku tidak yakin akan bisa melupakannya setelah semua yang kami alami…
Aku membutuhkan dirinya…

Dari tadi Sunny hampir tidak melakukan apa-apa, cuma berbaring dan tenggelam dalam sakit hatinya. Tapi perutnya sudah meminta untuk diisi. Dia tidak begitu nafsu makan. Sunny berpikir barangkali makan buah akan membuat perasaannya lebih baik. Jadi dia mengambil apel di kulkas dan berjalan ke dapur untuk mengupasnya.
Saat sedang mengupas, dia mendengar suara dari arah ruang tamu.
Apakah itu Sooyoung?
Sunny pergi ke ruang tamu untuk memastikannya.
“Ah.”
Baru dia sadar kalau tangannya masih menggenggam pisau. Sunny meletakkannya di dekat meja pesawat telepon.
“Sooyoung? Kamu pulang?”
Tidak ada jawaban.
Ketika Sunny berpikir mungkin dia hanya sedang berimajinasi tiba-tiba terdengar suara rendah seperti suara seorang namja.
“Hai, lama tak jumpa.”
Sunny kaget setengah mati. Jelas dia bukan Sooyoung. Entah sembunyi dari mana namja itu tiba-tiba muncul di dekatnya.
“Siapa kamu?! Kamu masuk dari mana?!”
“Karena pintu rumahmu terkunci, aku masuk lewat jendela.”
Namja itu tersenyum. “Dan kamu jahat sekali Sunny, masa kamu sudah melupakanku?”
“Jangan pura-pura kenal! Aku tidak tahu kamu!”
Namja itu menghela nafas.
“Jadi kamu memang tidak ingat ya… padahal waktu SMP dulu kita pernah sekelas, dan kita satu kelompok.”
“Ah!”
Sunny ingat namja yang duduk di sebelahnya dulu. Kalau diingat-ingat wajah namja waktu itu mirip dengan yang sekarang berdiri di depannya. Sunny masih tertegun tidak percaya.
“Sudah ingat sekarang? Padahal kita juga satu SMA, tapi kamu tidak pernah menyadari keberadaanku. Waktu itu aku juga pengecut karena tidak pernah bisa mengumpulkan keberanian untuk mendekatimu. Setelah itu kamu pergi ke San Fransisco. Aku begitu putus asa karena kupikir tidak akan pernah bisa melihatmu lagi. Tapi beberapa hari yang lalu secara kebetulan aku melihatmu sedang belanja di mall. Aku sangat senang jadi kali ini aku memutuskan untuk berani dan mengikutimu.”
“Tapi kamu seenaknya masuk ke rumah orang tanpa permisi, itu kejahatan namanya!”
Namja itu berjalan mendekat. Memasuki zona aman Sunny.
“Ja-jangan mendekat!” Sunny melangkah mundur. Merasa tidak nyaman oleh kehadiran namja itu.
Namja itu mematai Sunny dari kepala sampai ujung kaki. “Hemm, lama tak melihatmu sekarang kamu jadi makin cantik. Tapi sayang sekali kamu malah tergila-gila sama yeoja itu dan rela diselingkuhin sama dia. Kalau tidak salah namanya Sooyoung?”
“Cepat pergi dari sini! Atau kulaporkan polisi!” Sunny mulai takut dengan tatapan namja itu. Tapi namja itu tidak menghiraukan ancaman Sunny dan bergerak semakin dekat.
“Tidak ada gunanya. Dia hanya akan menyakitimu karena dia tidak akan pernah bisa menceraikan istrinya. Orang yang sudah menikah memang begitu. Hanya bisa mengumbar janji tapi nyatanya tidak sanggup melakukannya. Tidak peduli menunggu sampai lima atau sepuluh tahun, selamanya kamu hanya akan menjadi simpanan dan pelampiasan nafsunya.” Namja itu menyeringai.
“Lebih baik sama aku saja. Kalau aku, aku pasti tidak akan menyakitimu dan selalu mendahulukan kamu diatas segalanya.”
Sunny sudah terpojok sekarang. Ekor matanya melihat pesawat telepon di samping. Sunny segera menyambar gagang teleponnya. Tapi namja itu keburu menyambar tangan kanannya yang memegang telepon.
“Eits! Jangan coba-coba. Tak akan kubiarkan kamu menghubungi polisi atau siapa pun.”
“Lepas!” Sunny memberontak, berusaha melepaskan tangannya dari namja itu. Tapi dengan tenaganya, dia tidak mungkin sanggup melawan namja itu.
Namja itu bernafas berat. Malah jadi semakin bergairah karena perlawanan Sunny.
“Akhirnya… aku bisa memilikimu… hahh…! hahh…!”
Sunny merasakan nafas berat namja itu di wajahnya. Dia merasa panik menekan dadanya. Air matanya hampir keluar. Dia tidak ingin menjadi korban nafsu namja bejat ini.
Tangan sebelah namja itu menyentuh dadanya.
“Tidaaakkkkkk!”
“Percuma juga kamu menjerit, tidak akan ada yang mendengar.”
Rumah mereka memang berjarak beberapa meter dari tetangga.
Tangan kiri Sunny berusaha menggapai sesuatu. Apapun yang ada di dekatnya. Yang bisa dijadikan senjata untuk menjauhkan namja itu dari tubuhnya. Secara kebetulan tangan kirinya menemukan gagang pisau yang tadi diletakkannya di dekat telepon saat tengah mengupas apel.
“Jangaaaannnnn!”
Sunny menghunuskan pisau itu ke depan dan-
JLEB
Ujungnya menusuk dada namja itu. Namja itu terhuyung ke belakang sambil menebah dadanya yang terluka.
“Ukh… kau… beraninya!”
“A-ah…”
Mata Sunny membelalak kaget. Tangannya yang memegang gagang pisau gemetaran. Rasa panik mulai mencekat tenggorokannya. Dia baru saja menusuk namja itu dengan pisau. Dia telah menjadi pembunuh!
Sekarang dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tubuhnya membeku karena panik.
Tiba-tiba mata namja yang tertusuk itu membelalak kaget akan sesuatu di belakang Sunny. Sebelum Sunny sempat berpaling ke belakang-
PRANG
“!”
Kepalanya terasa sakit bukan main. Ada seseorang yang menghantam kepalanya dari belakang dengan benda tumpul.
Sunny ambruk. Kesadarannya masih tersisa, tapi pandangannya mulai mengabur.
“Ka-kau! Kupikir kita bekerja sama untuk mendapatkannya!!?”
“Bekerja sama? Jangan membuatku tertawa. Aku hanya mengiyakan bekerja sama denganmu supaya aku bisa menghabisinya,” ujar namja yang sekali dulu pernah bersikap gentleman dengan turun dari mobil demi Sunny dan Jessica.
“Ke-kenapa kau…! Bukannya kamu bilang kalau kamu juga mencintainya?!”
“Ya aku memang mencintainya, saking mencintainya sampai aku tidak rela dia dimiliki oleh orang lain. Jadi itu sebabnya aku menghabisinya supaya dia tidak menjadi milik siapa-siapa…” Namja itu meraih pisau yang dijatuhkan Sunny. Senyum yang tersungging di bibirnya dapat membekukan tulang. “Dan sekarang karena kau telah menjadi saksi, berarti aku juga harus membungkammu kan?”
“Ka-kau sinting!”
Namja itu ingin melarikan diri tapi luka di dadanya meski tidak dalam tapi tidak memungkinkannya untuk lari.
“Padahal kalau kau langsung mati setelah ditusuk olehnya, kau tidak akan perlu menderita lebih jauh. Sayangnya kau masih hidup.”
“A-ampun! Aku janji tidak akan bilang sama siapa-siapa! Jangan! Jangan! Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!”

**

Sooyoung masih minum-minum di bar. Dia perlu minum untuk menenangkan diri.
Beberapa jam yang lalu dia mendapat pesan dari Ummanya kalau ada yang mencarinya. Tapi masa bodoh dengan itu. Sekarang ada masalah yang lebih penting baginya.
Setelah merenungkan kembali perkataan Sunny, dia jadi merasa berdosa. Menyesal telah menyakiti hati kekasihnya sampai sedemikian rupa.
Mengapa dia begitu kejam? Mengapa dia sampai hati melukai hati wanita yang paling dicintainya. Semuanya tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kehilangan Sunny. Jika Sunny sampai menghilang dari hidupnya, tak ada siapa pun di dunia ini yang akan dapat menggantikannya.
Sunny telah menyerahkan dirinya secara mutlak. Mengorbankan segala-galanya. Baik tubuhnya. Hubungan dengan keluarganya. Teman-temannya. Kariernya. Masa depannya. Semuanya demi tinggal bersamanya.
Sudah setengah tahun Sunny menunggu dinikahi. Tetapi selama setengah tahun ini apa yang dilakukan Sooyoung kecuali mengulur waktu?
Sooyoung memang tak tega menceraikan Jessica. Tapi mengapa dia begitu tega menyakiti hati Sunny?
Sooyoung tidak dapat melupakan bagaimana hebatnya tangis Sunny tadi. Bagaimana dia bisa sekejam itu menyiksa Sunny?
Sebenarnya Sooyoung ingin buru-buru kembali ke villanya. Ingin minta maaf. Tetapi masih maukah Sunny mendengar permintaan maafnya?
Mungkin kata-katanya sudah tidak berarti lagi baginya. Tetapi kalau Sooyoung menuliskannya di kertas… masih maukah Sunny membacanya?
Tetapi di bar itu tidak ada tempat tenang. Tak ada tempat dimana Sooyoung dapat menuliskan isi hatinya dengan leluasa. Tempat itu terlalu ramai. Dan berisik. Dan baru saja Sooyoung menolak seorang namja yang menawarinya minum, kini dia sudah didekati dan digoda oleh seorang yeoja.
Sooyoung menghela nafas. Walau dia sering kepedean dan membanggakan dirinya cantik. Di saat seperti ini dia tidak ingin pesonanya sebagai seorang model malah menyulitkannya.
Akhirnya Sooyoung memutuskan untuk menulis di rumah. Ketika dia sampai di sana pada pukul satu malam, Jessica sudah tidur. Tapi dia terjaga ketika Sooyoung masuk ke rumah. Sebenarnya dia ingin memberitahu kalau tadi sore ada yang datang ke rumah mencarinya, tapi diurungkannya niatnya. Sebab matanya terlalu mengantuk.
Sooyoung duduk di depan mejanya dan mulai menulis.

Sunny sayang, kamu benar sekali. Aku memang kejam. Jahat. Egois. Pengecut. Rasanya aku jadi tak mengenali diriku lagi. Aku menyesal, Sunny. Aku benci diriku!
Mengapa ya, aku yang begitu percaya diri, yang selalu tak memedulikan omongan orang lain, yang pantang diancam malah melakukan perbuatan yang begitu bodoh dan pengecut? Apalagi sampai menyakitimu, orang yang paling kusayangi…
Maukah kamu memaafkan aku, Sunny? Maukah kamu mempercayaiku sekali lagi? Jebal… berikan kesempatan sekali lagi padaku.
Aku tahu aku selalu saja meminta hal yang tak bertanggung jawab. Mungkin kamu sudah muak mendengarnya. Tapi kali ini aku bersumpah akan pergi meninggalkan semua milikku. Dan pergi bersamamu menyongsong masa depan kita.
Aku bersumpah tidak akan pernah menyakitimu lagi. Karena aku baru sadar betapa berharganya kamu dalam hidupku. Aku tak bisa hidup tanpamu. Aku yakin kamu juga begitu.
Sebab aku adalah belahan jiwamu, bayanganmu, helaan nafasmu dan segala-galanya yang kamu miliki…

Selesai menulis Sooyoung melipat kertas itu dengan rapi. Dia tidak sabar ingin segera menyerahkan surat ini pada Sunny. Jadi dia buru-buru meninggalkan rumahnya dan pergi ke villanya. Begitu sudah dekat dengan villanya, tiba-tiba saja Sooyoung baru sadar, dia telah datang terlalu pagi. Baru kali ini dia melihat jam. Sebentar lagi pukul empat pagi. Astaga! Pantas saja!
Di sekitar villanya masih gelap gulita. Tidak ada seorang pun. Tapi peduli apa?
Sooyoung ingin buru-buru menemui Sunny. Sebelum Sunny diam-diam pergi meninggalkan dirinya.
Sooyoung akan menghapus air mata Sunny dan melamarnya. Dengan tanpa cincin dan tanpa bunga. Hanya kalimat yang terucap tulus dari hatinya.
Dia yakin Sunny pasti tidak akan marah. Dia pasti akan bahagia. Membayangkan senyum melumuri parasnya. Matanya yang masih ngantuk berkubang dalam air mata kebahagiaan.
Sooyoung akan merangkulnya erat-erat. Menciuminya. Membisikkan janji sehidup semati. Dan mereka akan mengakhirinya dengan sesi hubungan intim yang indah.
Sooyoung sudah membayangkan semuanya. Setelah itu dia akan pulang dan menceraikan Jessica tanpa ragu. Sooyoung cepat-cepat meraih kunci rumahnya dan pintu.
“Aku pulang!”
Suasana rumah sunyi seperti yang sudah diduganya. Tapi begitu dia berjalan menuju ruang keluarga, jantungnya seakan mau copot melihat Sunny terkapar di lantai berlumuran darah. Di sebelahnya juga ada seorang namja tak dikenal.
“Omo omo! Sunny?!”
Lekas Sooyoung menghambur ke samping Sunny. Dadanya berdebar panik melihat jumlah darah yang menodai lantai.
“Tidak, Sunny! Jebal! Buka matamu!” ujarnya sambil menyentuh pipi Sunny. Sooyoung masih dapat merasakan nafas berhembus dari hidungnya. Tapi dia belum boleh lega. Cepat-cepat dia meraih ponselnya dan memanggil polisi dan ambulans.
Sebenarnya dia ingin mengantar sendiri Sunny ke rumah sakit. Tapi dalam keadaan terguncang begini, mungkin dia tidak akan bisa mengendarai dengan benar dan malah menambah pasien.
“Sunny bertahanlah! Sebentar lagi pertolongan akan datang!”
“Kau tidak boleh meninggalkan aku! Kalau itu sampai terjadi aku bakal mati hidup tanpa kamu!” teriak Sooyoung dengan harap Sunny bisa mendapat kekuatan dari mendengar suaranya.
Hati-hati Sooyoung memeluk tubuhnya. Air matanya mengalir. “Mianhae… mianhae Sunny, seandainya aku tidak pergi terlalu lama… seandainya aku tetap di sampingmu…”
“Aku selalu saja menyakitinya, tapi aku sangat mencintainya Tuhan. Karena itu kumohon dengan sangat… jangan ambil dia dari sisiku…”
Kemudian Sooyoung melihat keadaan sekelilingnya.
Apa yang terjadi disini?! Bagaimana ini bisa terjadi?!
Tapi dia lebih kaget lagi ketika menemukan pisau tergenggam di tangan kanan Sunny.
“Mu-mustahil…”
Sooyoung tidak mau percaya. Dia tidak mau percaya kalau Sunny yang membunuh namja itu.
Sooyoung panik, otaknya tak sempat berpikir panjang. Dalam pikirannya hanya Sunny yang mungkin melakukannya, sebab dia tidak menemukan orang lain disitu, apalagi senjata itu berada di tangannya. Dan celakanya sebentar lagi polisi akan datang.
Sooyoung tidak mau Sunny ditangkap dan dipenjara.
Sooyoung menggigit bibir, kemudian memantapkan hati dan mengambil pisau itu dari tangan Sunny. Apapun yang terjadi dia bersumpah akan melindungi Sunny, meski itu berarti menimpakan kesalahan pada dirinya sendiri.

*~To Be Continued~*

A/N : ya, beginilah kejadian yang sebenarnya 🙂

Advertisements

Comments on: "We Were Meant to Be Together (Chapter 16)" (47)

  1. Ooh, begitu ceritanya,
    Unnie, berarti dua tusukan didada namja itu bekas tusukannya sunny unnie sama namja yg tadi mukul kepalanya sunny unnie? Bener apa ngga unnie?

  2. tinggal tunggu wajah pelaku hoohohooo

  3. pnasarn siapa namja yg mukul kplax sunny…
    apa mungkn sungmin?
    critax keren bgt alurx pke mju mundur, tiap chpter bkin pnasarn,..author emg deebak

  4. Oh dikira siapa namja yang masuk ke rumah Sunny itu, eh trnyata figuran, si namja tak bernama di chapter awal2 study tour di museum itu ya? Tapi klo plaku satunya lagi juga namja brarti bukan Sica ya. Apa LSM? Gak mungkin juga, kan gak mungkin dia nglukain Sunny. Trus siapa ya? Figuran juga kah? Klo dari clue prcakapan antar 2 namja itu, si plaku adalah namja, sangat mencintai Sunny sampai gak rela dimiliki ama orang lain, n tampaknya juga tahu kehidupan Sunny slama ini yang mnjadi ‘simpanan Soo’. SungMin atau HeeChul? Tapi kmarin mrka sudah jadi baik, ngerelain Sunny, masa skarang bgini. Kayaknya tokoh baru nih orang. Klo itu yeoja sudah pasti Sica. Smuanya cocok. Motif, alibi, juga mnjlaskan knapa dia bisa tahu Sunny skarang ada di villa Soo.
    Terbersit di pikiran, jangan2 detektif YeSung tuh. XD Ah tunggu update-an author aja deh daripada pusing nebak2nya.
    Ckckck Soo ttap aja yadong ya, ujung2nya ttap aja mikirin ‘sesi hubungan intim yang indah’ XD
    Untung itu dia ke bar gak mabuk2an lagi. Klo iya bisa2 dosanya ama Sica terulang lagi n jadi tambah ribet lagi critanya. XD

    • Kpikiran lagi (padahal tadinya bilang gak mau pusing2 mikirin -.-‘). Itu namja klo mang mncintai Sunny sampai sprti itu knapa dia gak nyingkirin pisau di tangan Sunny, kan dia sharusnya tahu klo bgitu pasti Sunny bakalan jadi trsangka. Apa dia kira Sunny sudah mninggal ya? Jadi gak masalah mau diktahui Sunny itu plakunya atau bukan. Klo mang iya sih itu namanya egois, bukan cinta buta lagi. Klo cinta buta walau berpikir “dengan kmatian Sunny, artinya orang lain tak akan bisa memilikinya”, tapi pasti ttap akan mnjaga nama baik orang yang dicintainya, bukannya menimpakan smua dosa pada Sunny demi menutupi dosanya alias cuci tangan. Kayaknya mang dia ada dendam trslubung ama Sunny, prnah ditolak mungkin ya.

    • gak kuberi nama memang, drpd nanti jd menambah hater wkwkwk
      semacam stalker gitu lah makanya tau
      kalau Sica kan msh gak tau
      entahlah, tiba2 bikin karakter Soo disini makin yadong 😛

      • Oh klo stalker gila brarti itu figuran aja ya? Sunny dulu kmbang skolah ya? Kok banyak bangt yang suka ama dia. Ini sih namnya cantik mngundang bncana. >.<
        Gak apa2 klo Soo yadong mah aku gak heran. Klo gak yadong bukan Soo dong. Karaktrnya jadi gak klop klo gak gitu. Kadang aja aku ngrasa se-byun apa pun Taeng n se-player apa pun Yuri di FF, masih kalah ama Yadong-nya Soo. XD Mungkin karna karaktrnya Soo yang cheerful, bda ama Taeng n Yul yang klo untuk urusan cinta agak trlalu srius gitu, jadinya yadong-nya juga lucu gitu.^^

      • iy kali, diem2 banyak fans, makanya smp ada kalimat ‘cantik itu dosa’
        wkwkwk benar XD
        aku jg merasa walau Taeng terlihat byun tp sebenarnya shy lho

      • Iya Taeng itu mang aslinya pmalu. Kan dia itu trtutup skali. Hanya ama orang2 trtntu aja dia bisa ngekspresiin prasaannya. Itu ayang aku tangkap di stiap intrview mrka sih. Klo Soo malah kbalikannya, gak tahu malu. XD
        Sica tambah mndrita, Soo tambah yadong, Sunny makin gak ada kpastian dngan comebacknya LSM. XD

      • bener bgt Soo gak tau malu, dulu malah gak jaim sama sekali, udh shik shin ngaku ntn yadong pula XD

      • Tapi setahu aku waktu itu kan dia cuma bercanda aja. Dia bilang gitu buat brcanda n heboh aja. Dia ngakunya itu plesetan dari yagudong (baseball) kan? XD Yah brcanda gak brcanda ttap aja Soo sudah trlanjur dicap shikshin yang yadong (nonton yadong sambil makan yang banyak).^^
        Klo dipikir2 image mrka slama ini brdasarkan hasil pnilaian saya dari brbagai interview, VS, concert, backstage, dll adalah kurang lbih sprti ini:
        1. Taeng: Byun, trtutup, kharismatik, dorky, mnyramkan klo sdang marah.
        2. Sica: Hobby tidur, mager (malas gerak), gak bisa jauh2 dari AC, barbie/princess like (manner), easy going.
        3. Sunny: Aegyo, cheerful (walaupun akhir2 ini suka diam), bersemangat, pemberani (dalam bbrapa hal trtntu), banyak ide.
        4. Fany: Full of energy, little (?) greedy, optimistic, hard worker, have much (physical) power too.
        5. Hyo: Always cheerful, easy going, joking all around, paling mudah bergaul dengan sesama member dan orang lain, choding, mnynangkan.
        6. Yuri: Athletic, sexy, ‘manly’ (apalagi dngan husky voice-nya) trkadang tertutup, trkadang choding, funny.
        7. Soo: Good communication skill, mature, wise, trkadang suka tidak tahu malu, shikshin.
        8. Yoong: Trkadang trtutup (mungkin karna masa lalunya yang ditinggal sejak kcil oleh ibunya), trkadang choding, smirk^^, easy going, acting, alligator laugh.
        9. Seo: Humble, optimistic, positive thinking, polos, caring, mature, hard worker, dilligent serious, shy, angel like (manner), & many more (positive things). XD
        Sekianlah pnilaian sepihak dari saya, setuju atau tdak setuju? XD Maaf bila terlalu SeoHyun sentris. XD

      • tp wktu jd DJ bareng Sunny kan pernah ngomongin yadong, wkwkwk
        aku jg pemikirannya kira2 begitu
        Taeng perlu ditambahin kadang sikapnya manly secara gak sadar (pdhal kalau disuruh bergaya kayak namja malah gak bisa 😛 )
        Sunny jg kadang manly walau gak gitu keliatan karena full of aegyo 😉
        Sunny energy pill dan menurutku dy suka dirinya mencolok perhatian, Sunny pernah bilang sengaja berdiri di deket member yg jangshin biar gitu, apalagi warna rambutnya berubah-ubah XD

        oh ya perlu ditambah Soo itu jg narsis abis XD

      • Wah Sunny suka mencolok sdangkan Soo narsis (yang ini stuju bangt, entah knapa lupa masukin elemen ini di bagian Soo), brarti SooSun memang klop tuh. XD
        What? SooSun prnah ngomongin yadong? Ada link-nya thor? Bagi dong.^^ Aku jarang nonton acara talkshow radio mrka, paling cut2-an-nya aja.
        Iya Taeng klo gak pakai rok duduknya sring ngejengkang gitu, like a boss, kayak yang di acara MNet Open Studio baru2 ini juga.
        Hmm kli disimpulkan TaeNy: trtutup n byun klop ama full of energy n agressive Fany. XD YulSic: manly n athletic klop ama Sica yang barbie/princess like manner n mager. SooSun: sudah dijlaskan di atas. YoonHyun: choding n trtutup klop ama mnature n caring. XD
        HaHA ini analisis saya sudah trlalu jauh sbagai seorang shipper. XD Any comment, critics, / corrections?

      • wkwkwk
        bener2 membongkar aib disini, aku aja yg ntn jd malu gara2 kata2 Sunny, dasar Soo ini XD
        coba kalau mereka bisa DJ bareng lg kayak TaeNy

        bener2 sdh royal family shipper tuh wkwkwk
        kalau aku setuju karena chemistry mereka yg paling cocok

      • Baru smpat nonton tadi thor.^^ Trnyata prnah ada yang kayak bgitu ya. Bnar2 SooSun ini. XD Yang satu suka lihat gambar, yang satunya lagi suka lihat video. Kadang2 klo baca2 FF mngnai mrka yang latar blakangnya di dorm gitu, suka gak merasa 100% FF juga, coz aku juga mikirinnya khidupan mrka di dorm klo lagi gak ada schedule bgitu juga kali ya. Tipikalnya biasanya bgini: Bangun agak ksiangan, ada yang masih agak sakit atau pusing gara2 schedule mrka yang sampai dini hari, abis itu ada yang nyiapin sarapan, atau klo gak smpat delivery, abis itu ngumpul makan bareng, brcanda bareng, nonton (yadong???) bareng (yah pokoknya nonton film lah). Klo aku rasa sih itu masih wajar saja trjadi di real life mrka.
        Ada lagi gak video2 SooSun moment thor? kayaknya rare bangt tuh.^^

      • Kalau lg luang pasti mereka ngabisin wktu bareng, entah di dorm atau pergi keluar
        ini moment jadul yg lumayan sweet 😀 (meski hanya holding hand)

        ini moment yg baru2 ini, kawaii^^
        Soo smp repot2 pergi dr ujung kanan ke ujung kiri hanya buat masangin bunga di telinga Sunny

        Akhir2 ini moment HyoSic jg terlihat

        lalu ini, walau gak gitu bisa dibilang moment

        siapakah kekasih Soo? Sunnykah?^^ fufufu
        disini TaeNy sempet2nya nyempil

        [PSH radio]

        sunny “when i put effort into clothes, i like those that show off my curves” soo “that happens once every 1 year

        soo “when i look at sunny she looks like a pin-up girl. such a cute face but such a hot body”

        ini dr soshified, wah Soo memperhatikan tubuh Sunny, dibilang hot lg XD

      • Hmm klo buat yang Soo pasangin bunga itu aku gak gitu ngeh. Aku kira Sunny pasang sndiri. Klo yang siapa kkasih Soo itu kan dia bilang dia akan mnybutkannya pas encore. Kan pas encore dia nybut SONE pas bagian dia (masih ada di video encore yang author post di atas kok). Jadi maksudnya orang yang disukai olehnya adalah SONE.^^
        Iya akhir2 ini ada banyak moment HyoSic rasanya. Gak cuma di encore ini aja, tapi di bbrapa acara n encore lain juga ada kok.^^ Klo TaeNy di Shim2 TaPa baru2 ini jadi DJ bareng srasi skali. Ada SelCa mrka yang imu bangt. Author sudah prnah lihat?
        YoonHyun-nya masih sepi aja. >.<

      • haha tp itu kan di video terlihat Soo yang pasangin
        untung Sone 🙂
        kalau selca TaeNy baru2 ini sepertinya blm liat
        berdoalah biar dikasih YoonHyun 🙂

      • Thanks 😀
        wkwkwk iy Taeng sangat manly XD
        yg di video itu ngapain ya Taeng smp pakai berlapis-lapis? disuruh pakai smp 9 atau apa?

      • Kayaknya antara mission atau hukuman gitu sih. Atau surat prmintaan fans. Entahlah.^^ Iya, disuruh pakai 9 lapis. Ini ada TaeNy’s cut. Gak gitu ngrti juga, yang jlas kayaknya Fany niruin part Taeng di IGAB. XD

  5. Kwon Eya said:

    Siapa cih namja yg mkul sunny. Ktanya cinta, tp kuq gt. Bo’onk bgt. Wah, sooyoung rela brk0rban papun demi sunny yah. Tp l0w soo bgitu kacian juga siccanya. E0thokae?

  6. Aaaahhhh gitu ternyata ceritanya
    Sunny laku juga yah di rebutin gt sama para namja tapi itu dua cowo siapa ya??

  7. Miss New New said:

    hmm pesan moral dari tragedi di atas adalah lebih aman dempet2an dalam hidup bertetangga, mereka ribut kita denger, kita ribut mereka denger, kita ngakak mereka sirik, mereka ngakak kita sirik
    Tapi aman, gak bakal ada kejadian kayak gitu

    *kok dateng2 nyalahin lokasi villa… Kalo dempet2an bukan villa dong yah…

  8. sunaegyo said:

    lanjutkan kakak authooooorrrrrr xD

  9. penasaran ama namjanya. tega bgt itu namja, dia yg membunuh tapi dia limpahkan kesalahannya pd sunny yg dia cintai

  10. javanicuss said:

    duh kisah cinta soosun benar2 diuji ya T_T

  11. dua tusukan dari orang yang beda.. Sunny ama Mr. X ._.

    jadi kasian ama Soo, udah nyadarin kesalahannya, mikir mateng2 nyerein Sica, nglamar Sunny, trus nglamarnya tanpa cincin–tanpa bunga, cuma kalimat yang terucap tulus dari hati, eeeeehh Sunny’nya ilang ingatan >..<

    Yuksss lanjuuuutt XD

  12. nuriiiin said:

    gw penasaran itu namja yg pertama sama namja yg kedua siapa.. tapi mbak author yg baik hati ini g mau ngasi tau ya? ah kayaknya heechul sama sungmin nih ckck #dihajarelf

    itu namja2, siapa pun mereka minta dihajar krn uda hampir merkosa sama mukul kepala sunny dari belakang..

    eh bntar, abis namja yg kedua bunuh namja pertama, trs dia pergi aja gt? sunny g diapa2in? g diculik atau di*ehem* or apa gt? biasanya kalo cinta orang sakit, itu sunny juga ikutan dibunuh..

    well..cant wait for next chap! haha

  13. Jadi sica ga terlibat kan yah..huft lega hehe soo lo byun nya ga ketinggalan yah..wkwk

  14. Kimtaeyeoung said:

    Akhirnya tau ceritanya gmn..tpi masih ? Pelaku yg mukul kepala sunny..jessica bener2 kasian..

  15. dua cowok itu siapa ? terus kenapa dia mu bunuh sunny? ahh soo yang tabah ya…

  16. soo rela berkorban demi sunny.. huaaaa T__T
    moga penjahat aslinya cpet2 ketemu deh kan kasian kalo soo appa ampe dipenjara krn kesalahan yg tdk dilakukannya..

  17. DeeScorpio said:

    penasaran sma dua namja itu…

  18. TaengSicababy said:

    Wahh,, mkin rumit..
    Kira2 siapa yah plaku nya..
    Keren thor, bkin mkin pnasaran..

    Hmm
    tp Ksian sicababy,, –“

  19. Annyeong,,,,,,

    – – – – –
    Owh ,bgtu critanya..,,tpi nmja itu gk d ktahui ya…,hm…,,??
    D tunggu next chapter nyah yaaa ..
    Semangaaaat~

  20. Takuma Loper ( LoyalistTrooper ) said:

    next un ane penasaran ama tu namja yg nusuk. .soosun kpn happynya un. .kan kasian kalo menderita terus. .

  21. semakin seru
    tnggal nunggu pelaku sbenar ny

  22. lee deyeon said:

    Omo! Omo! Sunny!?
    Jadi ini toh cerita nya sunny hilang ingatan, huhu..
    Syoo kau gantel skali, rela dpnjara demi sunny..
    Oya chapter slnjut nya dah ada blum ya?

  23. ah ternyata 2 namja itu malah yg aku pikirin sungmin dan heechul :3 mereka memang terlalu baik, sunny saking memukaunya sampai punya 2 fans serem gtu dan salah satunya psikopat pula pasti susah nankep namja itu, semoga detektif yesung dgn cepat segera menemukan kebenarannya, kebayang yesung jd detektif pasti keren hehe XD

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: