~Thank you for your comments~

“Bukan aku yang mencelakakannya,” jawab Sooyoung dengan sungguh-sungguh.
“Tapi beberapa bukti mengarah pada anda. Apa tidak menutup kemungkinan bisa saja kamu berniat menyingkirkannya karena takut diketahui istrimu dan orang-orang kamu punya kekasih gelap? Apalagi kamu punya nama baik sebagai seorang model.”
Sooyoung menjadi geram. Dia ingin sekali menarik kerah kemeja detektif Yesung. Tapi ditahannya keinginan itu.
“Aku memang mungkin saja membunuh namja itu, tapi aku tidak akan mungkin mencelakakan Sunny! Aku mencintainya melebihi cintaku pada makanan dan diriku sendiri!”
________________________________________________________________

Sooyoung memutuskan untuk pulang ke rumahnya dengan istrinya, sekedar menengoknya setelah menjalankan pekerjaannya sebagai model. Pernikahan mereka masih rahasia dan belum diketahui umum.
Begitu masuk, rahangnya langsung terbuka melihat sosok Jessica dalam balutan lingerie pink yang seksi. Sesaat Sooyoung tidak mampu berkata apa-apa selain melihat seluruh tubuh Jessica dari kepala sampai ujung kaki.
“Bagaimana menurutmu?” tanya Jessica dengan pipi merona.
“Yaa, kau terlihat sangat… wow.” Sooyoung tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. Lingerie itu seakan mempertegas lekukan tubuh Jessica.
Jessica memberanikan diri mengenakan lingerie seksi itu, hanya supaya Sooyoung mau meliriknya kembali.
Jessica memeluk Sooyoung dan berbisik pelan.
“Sooyoungie… bercintalah denganku…”
Tubuh Sooyoung membeku dalam pelukannya.
“Jebal…”
Sooyoung menelan ludah. Aroma tubuh Jessica benar-benar menggodanya. Sudah tiga bulan Sooyoung menjalani hubungan gelap dengan Sunny. Dan sudah selama itu pula Sooyoung tidak pernah menyentuh Jessica.
Karena merasa bersalah, Sooyoung tidak bisa menolak permohonannya. Jadi Sooyoung balas memeluk Jessica dan menciumnya. Melumat bibirnya sampai Jessica mendesah pelan.
Sooyoung menggendong Jessica ke kamar. Jessica membelai-belai pipi Sooyoung setelah dibaringkan di ranjang.
Sooyoung mulai melepaskan lingerie yang dipakai Jessica. Menatap gunungan kembar indah milik Jessica.
Jessica memejamkan matanya.
Sewaktu Sooyoung hendak mendaratkan ciuman di dadanya, mendadak tubuhnya membeku. Suara Sunny seakan bergema dalam kepalanya.
“……………….”
“……………….”
Merasa Sooyoung tidak melanjutkannya, Jessica membuka matanya kembali.
“Kenapa berhenti?”
“……………….”
Kali ini Sooyoung tidak bisa membayangkan sedang bercinta dengan Sunny lagi. Padahal saat Sunny masih berada di San Fransisco, hanya dengan memejamkan matanya saja dia bisa membayangkannya.
Jessica memang istrinya, sudah sewajarnya dia menyentuhnya. Tapi di satu sisi dia merasa bersalah sama Sunny.
Jika dulu dia merasa nikmat dicemburui, kini yang ada hanya rasa bersalah menyelimuti dadanya. Inikah rasanya mendua?
“Mianhae, aku ngantuk, lain kali saja ya…” Sooyoung menghindari tatapan Jessica yang memelas. Membaringkan tubuhnya di sebelah Jessica dan mencoba untuk tertidur. Sementara Jessica masih menatapnya dengan tatapan kecewa bercampur sedih.
Sooyoung sadar dia sudah menyakiti Jessica. Tapi Sooyoung berpikir dia akan merasa lebih bersalah lagi kalau sampai melakukannya.
Mianhae Sica, aku memang tidak pantas menerima cintamu…

____________________________________________________________________________________________

Setengah tahun kemudian. Rumah tangga harmonis yang selama ini dijaga Sooyoung pun akhirnya terguncang. Sunny sudah habis kesabarannya.
“Sampai kapan aku harus menunggu?!”
“Sabar Sunny, belum saatnya…”
“Kamu selalu hanya bilang begitu! Supaya aku sabar sabar, tapi aku perlu tahu! Kapan kamu akan menceraikan Jessica?!”
“Sunny, jebal…” Sooyoung membalas tatapannya dengan sorot mata memohon.
“Aku sudah capek! Aku ingin tidur bersama istriku! Menjalani kehidupan rumah tangga yang bahagia! Bukan sebagai kekasih gelap!”
“……….tapi sejak aku bersamamu aku nggak pernah tidur dengan Jessica lagi…”
“Tetap saja! Aku nggak mau kamu masih terikat dengan Jessica lalu tidur denganku!”
“………………”
“Apa kamu tahu bagaimana perasaanku, hah? Nggak bisa memilikimu seutuhnya meski kamu berada sedekat ini denganku. Selama setengah tahun menunggu harapan kosong untuk dinikahi.”
“………………”
“Waktu itu kamu bilang akan menceraikan Jessica tapi nyatanya sampai sekarang belum kau lakukan juga. Kemana perginya kata-katamu waktu itu?!”
Sunny terus mendesaknya. Sooyoung yang sedari tadi diam memendam semuanya akhirnya meledak.
“AKU NGGAK BISA SUNNY!”
Sunny terenyak kaget mendengar Sooyoung berteriak seperti itu.
“Apa… kamu bilang?”
“Aku nggak sanggup menceraikannya! Sica wanita paling lembut yang pernah kukenal. Hatinya begitu rapuh. Dia bisa saja bunuh diri kalau kuceraikan! Cobalah kau mengerti posisiku!”
“……….kamu meminta dimengerti, tapi sebenarnya kamu cuma nggak bisa merelakannya kan?”
“Bukan begitu!” teriak Sooyoung emosi.
“Kalau begitu untuk apa… selama ini aku menunggumu…”
Sooyoung berusaha meredam kemarahannya. Dadanya benar-benar terasa panas.
“Aku benar-benar bodoh. Meninggalkan semua yang kumiliki dan menyerahkan segala-galanya… mengharapkan cinta pada orang yang sudah menikah…” nada Sunny berubah jadi lunak. Lebih lirih.
“Heh… memang mudah untuk mengucapkan janji. Mudah untuk mengatakan kalau kamu mencintaiku. Dan mudah juga untuk mengingkarinya ya…” Sunny mengusap air mata yang berjatuhan seadanya. Tubuhnya berguncang karena tangis.
“Kamu jahat… kamu kejam… kamu egois… kamu pengecut… kamu tidak ingin Sica terluka tapi sekarang kamu malah melukaiku… tidak bisa kupercaya aku mencintai orang sepertimu… Sooyoung yang begitu…” Sunny mengisi paru-parunya dengan udara dan berteriak lantang. “AKU BENCI!”
Saat itu juga Sooyoung langsung meninggalkan villa untuk mendinginkan kepalanya di bar.

**

“Apa?! Kamu tidak bertemu Sunny?!”
“Ne, ahjussi. Sudah setengah tahun ini aku tidak melihatnya.”
Setengah tahun!
Jantung Lee Soo Man seperti mau merosot jatuh ke perutnya.
“Memangnya Sunny ada bilang mau kembali ke San Fransisco?” tanya Sungmin heran.
“………………”
“Yeoboseyo? Yeoboseyo?”
Lee Soo Man menutup ponselnya. Berbagai macam pikiran berjejalan di dalam otaknya.
“Appa…” desah istrinya yang juga ikut mendengarkan. Kekhawatiran jelas bersorot di matanya.
“Tenang, dia sering memberi kabar kalau dia baik-baik saja,” ujar Lee Soo Man sambil menyentuh pundak istrinya. Dia sendiri berusaha tetap tenang.
“Tapi kalau Sunny tidak ada di San Fransisco, dimana dia sekarang? Sudah setengah tahun dia tidak pulang. Dan kenapa dia juga harus berbohong seperti itu?”
Lee Soo Man sendiri juga tidak mengerti. Biasanya Sunny selalu menjadi anak penurut. Tidak berani membangkang, kecuali saat…
Wajah Sooyoung tiba-tiba terlintas dalam pikirannya.
“Yeoja itu.”
“Apa?”
“Yeoja bernama Sooyoung itu, dia pasti ada hubungannya dengan menghilangnya Sunny.”
Lee Soo Man menjadi gusar kalau diingatkan kembali oleh nama itu. Padahal istrinya sendiri sudah lupa. Tapi Lee Soo Man tidak akan pernah melupakannya. Sebab Sooyoung benar-benar sudah mendapat cap buruk di matanya. Apalagi semenjak kejadian Sooyoung datang ke depannya untuk meminta keponakannya. Dia jadi menempati urutan pertama dalam black list orang yang harus dijauhkan dari hidup Sunny.
“Cari yeoja itu, kalau Sunny tidak juga ketemu, esoknya kita lapor polisi.”
________________________________________________________________

Ketika masih di rumah sakit, Sunny menjadi cemas ketika dikabari bahwa Sooyoung dituduh sebagai pelakunya.

Aku tidak boleh takut lagi! Aku harus cepat ingat sebelum polisi menjebloskan Sooyoung ke penjara! Aku percaya pasti bukan Sooyoung! Pasti orang lain! Ayolah… ayolah dewi pengingat!

Sunny melipat tangannya dan berpikir keras. Berusaha keras mengulang kembali peristiwa yang terjadi saat itu. Tapi sampai dirinya terlelap pun ingatannya masih belum juga kembali. Tapi kali ini mimpinya menunjukkan sesuatu. Petunjuk yang mendekatkannya pada kenyataan.
Seorang namja berdiri di depannya. Sunny merasa pernah melihat namja itu.
Mereka berdua berada di ruang keluarga.
Namja itu memojokkannya. Memandang tubuhnya dengan penuh nafsu dan bermaksud memperkosanya.
Karena ketakutan, Sunny cepat-cepat meraih pisau di dekatnya dan menusuk dada namja itu.
Dan kenyataan itu menyentakkan dirinya.
Pisau yang digenggamnya benar-benar terasa nyata. Bukan cuma imajinasi belaka. Dia benar-benar pernah menggunakan pisau itu untuk menusuk namja itu. Darah yang melumurinya juga!

“Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!”
Bangun-bangun Sunny langsung menjerit histeris sampai seisi ruangan bergema. Lee Soo Man dan istrinya tersentak kaget dan langsung mendekati ranjangnya.
“Kamu kenapa Sunny?! Mimpi buruk?”
Kedua tangan Sunny meremas rambutnya. Tangisnya mulai pecah.
“Jadi itu sebabnya aku tidak bisa mengingat siapa pembunuhnya! Karena aku sendiri yang membunuh namja itu! Huwaaaaaaaaaaaaaa!!!”
Lee Soo Man dan istrinya tidak percaya mendengar kalimat itu keluar dari mulutnya.
“Sadarlah! Bukan kamu yang melakukannya! Tapi yeoja bernama Sooyoung itu!” bantah Lee Soo Man sambil mengguncang bahu Sunny.
Sunny menggeleng kuat-kuat. Air matanya membanjir deras.
“Aku! Aku yang melakukannya, Appa! Ternyata aku yang membunuhnya! Bukan Sooyoung!”
“Kamu hanya sedang bermimpi buruk! Kejadian itu begitu traumatis di kepalamu hingga kamu jadi berpikir yang tidak-tidak!”
“Tidak! Aku ingat pernah memegang pisau itu dan menusuknya! Ta-tanganku sendiri yang…” Sunny gemetaran menatap kedua telapak tangannya.
Dokter masuk ke dalam karena mendengar teriakan Sunny. “Ada apa?!”
“Dokter! Tolong Sunny! Dia sudah gila! Tolong berikan suntikan penenang karena tiba-tiba saja dia berteriak-teriak kalau dia membunuh!”
“Aku tidak gila! Memang aku yang melakukannya! Kenapa Appa tidak mau percaya?!”
“Dokter!”
“Kalau ingatanmu sudah pulih barangkali sekarang kamu sudah bisa memberi kesaksian?”
Mereka semua menoleh ke arah detektif Yesung yang tegak di ambang pintu.
“Bukan! Dia hanya sedang mengingau!” bela Lee Soo Man.
“Saya berbicara pada putri anda,” jawab Yesung datar. “Benarkah pernyataanmu barusan kalau kamu yang menusuk namja itu, Lee Sunny?”
Sunny menarik nafas dalam beberapa kali untuk menenangkan diri. “Ne, sayalah pelakunya, baru saja saya ingat, sayalah yang menusuk namja itu dengan pisau. Sooyoung sama sekali tidak bersalah, karena itu bebaskan dia.”
“Tapi sidik jarinya terbekas dengan jelas pisau itu.”
“Makanya sudah jelas yeoja itu pelakunya! Bukan Sunny!” protes Lee Soo Man.
“Tidak, saya yakin Sooyoung hanya mencoba untuk melindungiku.”

*~To Be Continued~*

Advertisements

Comments on: "We Were Meant to be Together (Chapter 15)" (37)

  1. hmmm…kemaren2 emang sih ngerasa curiga sunny hilang ingatan krn mungkin dia yang bunuh cowok itu, eh ternyata bener ya pelakunya sunny?
    makin kasian dah sama sica, udah gak dianggep istri lagi sama soo T_T
    tp kasian juga sama sunny…..dia jadi selingkuhannya soo trus sekarang malah jadi pelaku pembunuhan 😦

    lanjutkan thor…fighting

  2. Hwaaaa… Hampir ad NC cuma2 lg… Hha…

    Sunny yg bunuh??? OMO?!! Siapa namja yg d bnuh sunny, trus sica kmn y??
    Mkin pnsran nih thorrr… Cpt y piblish klnjutannya *baru aj publihs udh d suruh publish lg -_-

  3. Annyeong,,,,,,
    – – – – –
    Ksian Sica dah,hadooh udah sngaja d pkaian sexy..,eh mlah Soo nyaah,,>,<

    – – – – –
    Naah,baru ngerti skarang apa yng trjadi…,,,
    Hhem,dan lagi'' Soo mlindungi sunny……..,,

    Penasran lnjutannyaaah,,,,
    SEMANGAAAAT Ya thor,,,,

  4. Rate this!
    nggak nyangka ceritanya bisa ampe sejauh ini…
    kirain ini bakal romance-romance aja tapi ad adegan pembunuhan segala.
    wawwww kerennnn un!!!!

    tapi tetep aja sih, jessica.. kasian banget.

    jempol 9!!!!! 😀
    eh, kata2nya sooyoung..
    “Aku mencintainya melebihi cintaku pada makanan dan diriku sendiri!”

    shiksin banget. 😛

  5. kirain sunny yg jd korbn pmbunuhn trus sica plakux..
    eh trnyta yg trbunuh tu namja, jd sica gak ada hub.x dgn ksus pmbunuhn itu?
    siapa namja yg trbunuh tu????
    wduh jd pusing mikir, tggu bab slnjutx aza..cptan dupdte ya thor…

  6. Sica malangnya nasibmu. Tapi nasib Sunny juga tak kalah malang jadi slingkuhan trombang-ambing statusnya slama stngah tahun (harusnya kan 9 bulan thor, coz di awal crita kan dibilang sudah 3 bulan, abis itu ada kata stngah tahun kmudian lagi, brarti 9 bulan dong). Sudah gitu jadi plaku pmbunuhan lagi. Tapi entah knapa aku ttap aja curiga klo Sica yang pmbunuhnya.^^
    Ktawa prtama pas bilang cintanya k Sunny mlbihi makanan, kdngrannya konyol skali, pad lagi diintrogasi srius lagi. Ktawa kdua pas LSM jantungnya mau mrosot jatuh k prutnya. XD
    Yah smuanya jadi kacau bgini juga gara2 Soo sih awalnya. Mabuk2an, main blakang, gak bisa tgas ambil kputusan. Haduh di sini kkuranagan Soo banyak skali ya (walau klbihannya juga banyak sih). Wah mampus Soo klo ditmuin ama LSM, apalagi klo sampai tahu slama ini Sunny cuma jadi kkasih simpanan Soo bakalan diapain yah dia ama LSM. Lanjut thor, pengen tahu tindakan LSM k Soo. XD

  7. wkwk, sooyoung unnie lg serius2 ditanyain sama detektif masih bisa ngelucu juga yaa “aku mencintainya melebihi cintaku pada makanan…”
    tambah seru nih unnie, makin penasaran dan makin bagus.
    Fighting unnie!! ^^

  8. TaeNy4Ever said:

    Aq ga’ tga liat Sica,mndingan Sica aja yg mnta crai sma Soo…>Sunny nya mnrut Q jga egois..tpi ksian jga liat Sunny jdi slingkuhan aja

    Aq sdikit criga sma Soo Man,jngn2 smua kjdian pmbunuhan itu ada hub nya sma Dia…smoga Sunny bsa ingat smua nya dan Soo ga’ jdi msuk pnjra

    cpat dilnjt thor…HWAITING

  9. TaeNy4Ever said:

    Aq ga’ tga liat Sica,mndingan Sica aja yg mnta crai sma Soo…>Sunny nya mnrut Q jga egois..tpi ksian jga liat Sunny jdi slingkuhan aja

    Aq sdikit criga sma Soo Man,jngn2 smua kjdian pmbunuhan itu ada hub nya sma Dia…smoga Sunny bsa ingat smua nya dan Soo ga’ jdi msuk pnjra

  10. tinsunshipper said:

    woow.. udh capter 15 aja nih.. aQ dh lumayan lama dong gk brkunjung…

    hmm.. makin ribet aja nih..
    kira2 spa ya namja itu..??
    apa jangan2 heechul..?? ato sungmin..?? ato bukan dua2’a.. hmm…

    kyaaaa.. namja jangan dkati Unnie Q..*triak ala fangirl lbay..

    gk sabar nunggu lanjutan’a..

  11. nuriiiin said:

    Hah..?? *cengo.. Bneran, rada bingung ini.. Sampe lupa ttg kasusnya sunny ini saking kebawa sama cerita soosunsic

    siapa yg dibunuh? Sica mana?

    Udahlah soo, buruan sica dicerain aje.. Ntar gw yg bakal jagain sica hahahaa

  12. Parah soo..loe egois banget si, jahat tau sadar ga si loe udah nyakitin, 2orang cewe yg bener2 cinta ama loe, loe terlalu egois buat bahagia._.*sebel* parah gue kasian ama sica, tp firasat gue ga enak tentang dia..kadang orang yang terlalu pasrah bisa menakutkan ke tika memberontak u,u yuri mana yuri..ayo donk thor keluarin dia buat jd penengah..

  13. Kimtaeyeoung said:

    Wuaaah padahal dah nunggu kirain bakalan ada nc soosic ternyata g jadi..soo bener2 tega ma sica,wah sunny yg ngebunuh namja itu..

  14. DeeScorpio said:

    soo,kejam’a dikau sma sica+sunny ck,sini sica’a buat gue aja#plak
    jadi sunny pelaku’a?tapi ko gue curiga sma sooman ya*plak#abaikan
    lanjut ya thor,semangat 😉

  15. Miss New New said:

    Nah lo, nah loo
    Kacau semuanya

    Lagian mau sampai kapan sih bisa sumput2 ?

    Smua pihak salah dalam hal ini
    Tapi semuanya adil dalam cinta dan perang *eaaaaaa

    kalo beneran Sunny yg bunuh, bisa aja di ringankan hukumannya, kan dia membela diri
    *kebanyakan nonton SVU -,-

  16. Takuma Loper ( LoyalistTrooper ) said:

    ane jd bingung…pilih soosun apa soosica?sica unni merana,sunny unni merana,semuanya gara2 soo unni.tp yg bikin ceritanya siapa?authornya! jd,yg wajib disalahkan atas merananya sunsica siapa?authornya !!
    Hehehe. . .lanjut un

  17. complicated. penasaran ama next chap

  18. sunaegyo said:

    kkakak authoooooorrrrrrrrr ini pendek sekaliiiiiiii TT.TT

  19. “Aku mencintainya melebihi cintaku pada makanan dan diriku sendiri!”
    perlu digarisbawahi, cetak tebal, miring, dan selalu diingat ingat XD

    ampun deeeehh mau ada NC lagi >.< *makanya chap kemarin kaga komen #plakk

    sica kasian, sunny kasian, soo galau, authornya minta digantung di pohon toge! #eh
    semua dijadiin bergalau2an seehh T_T

    jinjja..sunny yg bunuh? widihhh kereeeeenn yaa sekarang profesi baru, pembunuh XD

    waiting for next chap~

    • ini sdh di bold dan digaris miring 😀
      “Aku mencintainya melebihi cintaku pada makanan dan diriku sendiri!”

      ini gak jd NC kok 😛
      benar2 perlu obat anti galau, fufufu
      bila dibanding chapter awal2, saat mereka msh kecil lbh manis^^
      wkwkwk

  20. Renitasone said:

    Ah…ni yang mati siapa sih un teros gimana kejadiannya….
    Teros gimana soosic…..
    Di tunggu kak kelanjutannya…

  21. royalsoosunatic said:

    Makin seru aja nih cerita.. apalagi udh mulai ketauan siapa tersangkanya..
    Ga nyangka loh kalo pmbunuhnya itu sunny umma…
    oh iya thor aku mau minta pw ff soosun.. yg ulang tahun..
    Kalo bisa kirim ke e-mail aku yg ini ya thor:

    shikdanshinicefanfic@yahoo.co.id

    Gomawo sebelumnya ^^

  22. sica kasian, kenapa sica gak sama yuri aja :((
    omi sunny :O itu namja yg dibunuh siapa

  23. lee deyeon said:

    Syoo sngking ga enak nya ma Sica dy jdi ga tega nyerein Sica, tpi kasian Sica nya jga Syoo..
    Ya ampun jadi yg bunuh namja tu Sunny?

  24. hennyhilda said:

    Sbnrnya sp c yg jd pelakunya?mnrt aq kynya sica dh dg melimpahkan kesalahannya pd sunny
    semangat author
    ganbatte

  25. namja siapa ya, kalau namja yg deket sama sunny selama ini kan cuma sungmin dan heechul tp sungmin kan gay masa menatap tubuh sunny dgn penuh nafsu o.O kalau heechul tp kan heechul baik ke sunny selama ini, jd siapa T-T dan dimana jessica saat sunny hilang ingatan? kerenlah thor bikin kepalaku berputar2 a.k.a bingung hehe

Comments from Sone

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: